وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]
Tangis Rosululloh Sepulang dari Isro' Mi'roj Generus LDII Juara Pertama Lomba Kompetisi Perminyakan Se-Asia Pasifik Diklat Bela Negara Pemuda LDII Surabaya Sidoarjo di Yon Arhanudse 8 Sidoarjo Harmonisasi PC LDII Taman dan Forpimka Lewat Futsal LDII Sidoarjo Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Kompetisi Anak Sholih Sidoarjo Pentingnya Bekali Agama di Usia Dini Bazar Muda-mudi LDII Sidoarjo.

.

.
Senin, 18 Mei 2015

Rosululloh Membaca Doa Hebat Ini

Foto: Ilustrasi
LDIISidoarjo.org - Nabi Muhammad pernah membaca doa hebat ini setelah sholat malam, Diriwayatkan oleh Attirmidzi. Doa ini sebaiknya selalu dibaca, meski dalam sepanjang hidup hanya membaca satu kali saja. Tapi jika dibaca rutin setiap hari maka lebih baik lagi:

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِكَ تَهْدِي بِهَا قَلْبِي، وَتَجْمَعُ بِهَا أَمْرِي، وَتَلُمُّ بِهَا شَعَثِي، وَتُصْلِحُ بِهَا غَائِبِي، وَتَرْفَعُ بِهَا شَاهِدِي، وَتُزَكِّي بِهَا عَمَلِي، وَتُلْهِمُنِي بِهَا رُشْدِي، وَتَرُدُّ بِهَا أُلْفَتِي، وَتَعْصِمُنِي بِهَا مِنْ كُلِّ سُوءٍ، اللَّهُمَّ أَعْطِنِي إِيمَانًا وَيَقِينًا لَيْسَ بَعْدَهُ كُفْرٌ، وَرَحْمَةً أَنَالُ بِهَا شَرَفَ كَرَامَتِكَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الفَوْزَ فِي الْقَضَاءِ، وَنُزُلَ الشُّهَدَاءِ، وَعَيْشَ السُّعَدَاءِ، وَالنَّصْرَ عَلَى الأَعْدَاءِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أُنْزِلُ بِكَ حَاجَتِي، وَإِنْ قَصُرَ رَأْيِي وَضَعُفَ عَمَلِي، افْتَقَرْتُ إِلَى رَحْمَتِكَ، فَأَسْأَلُكَ يَا قَاضِيَ الأُمُورِ، وَيَا شَافِيَ الصُّدُورِ، كَمَا تُجِيرُ بَيْنَ البُحُورِ أَنْ تُجِيرَنِي مِنْ عَذَابِ السَّعِيرِ، وَمِنْ دَعْوَةِ الثُّبُورِ، وَمِنْ فِتْنَةِ القُبُورِ، اللَّهُمَّ مَا قَصُرَ عَنْهُ رَأْيِي، وَلَمْ تَبْلُغْهُ نِيَّتِي، وَلَمْ تَبْلُغْهُ مَسْأَلَتِي مِنْ خَيْرٍ وَعَدْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوْ خَيْرٍ أَنْتَ مُعْطِيهِ أَحَدًا مِنْ عِبَادِكَ، فَإِنِّي أَرْغَبُ إِلَيْكَ فِيهِ، وَأَسْأَلُكَهُ بِرَحْمَتِكَ رَبَّ العَالَمِينَ، اللَّهُمَّ ذَا الحَبْلِ الشَّدِيدِ، وَالأَمْرِ الرَّشِيدِ، أَسْأَلُكَ الأَمْنَ يَوْمَ الوَعِيدِ، وَالجَنَّةَ يَوْمَ الخُلُودِ، مَعَ المُقَرَّبِينَ الشُّهُودِ الرُّكَّعِ، السُّجُودِ المُوفِينَ بِالعُهُودِ، إِنَّكَ رَحِيمٌ وَدُودٌ، وإِنَّكَ تَفْعَلُ مَا تُرِيدُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا هَادِينَ مُهْتَدِينَ، غَيْرَ ضَالِّينَ وَلَا مُضِلِّينَ، سِلْمًا لِأَوْلِيَائِكَ، وَعَدُوًّا لِأَعْدَائِكَ، نُحِبُّ بِحُبِّكَ مَنْ أَحَبَّكَ، وَنُعَادِي بِعَدَاوَتِكَ مَنْ خَالَفَكَ، اللَّهُمَّ هَذَا الدُّعَاءُ وَعَلَيْكَ الإِجَابَةُ، وَهَذَا الجُهْدُ وَعَلَيْكَ التُّكْلَانُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْ لِي نُورًا فِي قَلْبِي، وَنُورًا فِي قَبْرِي، وَنُورًا مِنْ بَيْنِ يَدَيَ، وَنُورًا مِنْ خَلْفِي، وَنُورًا عَنْ يَمِينِي، وَنُورًا عَنْ شِمَالِي، وَنُورًا مِنْ فَوْقِي، وَنُورًا مِنْ تَحْتِي، وَنُورًا فِي سَمْعِي، وَنُورًا فِي بَصَرِي، وَنُورًا فِي شَعْرِي، وَنُورًا فِي بَشَرِي، وَنُورًا فِي لَحْمِي، وَنُورًا فِي دَمِي، وَنُورًا ف لَحْمِي، وَنُورًا فِي دَمِي، وَنُورًا فِي عِظَامِي، اللَّهُمَّ أَعْظِمْ لِي نُورًا، وَأَعْطِنِي نُورًا، وَاجْعَلْ لِي نُورًا، سُبْحَانَ الَّذِي تَعَطَّفَ العِزَّ وَقَالَ بِهِ، سُبْحَانَ الَّذِي لَبِسَ المَجْدَ وَتَكَرَّمَ بِهِ، سُبْحَانَ الَّذِي لَا يَنْبَغِي التَّسْبِيحُ إِلَّا لَهُ، سُبْحَانَ ذِي الفَضْلِ وَالنِّعَمِ، سُبْحَانَ ذِي المَجْدِ وَالكَرَمِ، سُبْحَانَ ذِي الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ».

 Artinya:
Ya Allah, kepadaMu saya mohon Rahmat yang dari sisiMu, untuk:
1. Kau bimbing hati saya.
2. Kau kumpulkan perkara saya (agar hanya Engkau yang saya butuhkan).
3. Kau kumpulkan acak-acakan saya.
4. Kau perbaiki ghoib (batin) saya (dengan iman dan akhlaq mulia).
5. Kau angkat lahiriyah saya (dengan amal solih).
6. Kau sucikan amalan saya.
7. Kau beri Ilham saya, (petunjuk) tepat saya.
8. Kau kembalikan kumpulan saya.
9. Kau jaga saya dari segala kejelekan.

Ya Allah, berilah saya:
1. Keimanan dan keyakinan yang tiada kekufuran setelahnya.
2. Rahmat untuk meraih Puncak KaromahMu di dunia dan akhirat.
Ya Allah, saya minta padaMu:
1. Beruntung di dalam kodar.
2. Derajat (surga) Syuhadak.
3. Kehidupan kaum Beruntung.
4. Pertolongan mengalahkan musuh-musuh.

Ya Allah, sungguh saya menempatkan hajat saya padaMu, meskipun 1), pandangan saya pendek, 2), dan usaha saya lemah. Saya membutuhkan pada RohmatMu. Saya minta padaMu, ya Penentu segala perkara. Ya Penyembuh segala derita. Sebagaimana Kau selamatkan antar beberapa lautan, agar, Kau selamatkan saya dari:
1. Adzab neraka Sair.
2. Teriakan ‘Celaka’ (di neraka).
3. Fintah kubur.
Sabtu, 16 Mei 2015

Tangis Rosululloh Setelah Pulang dari Isro' Mi'roj

LDIIsidoarjo.org - Semenjak menikah dengan Ali, Fatimah tidak lagi tinggal bersama Rasulullah. Maka sebagai pengobat rindu hati Fatimah dan Ali terhadap Rasulullah, mereka selalu meluangkan waktu untuk mengunjungi sang ayah.  

Seperti yang dilakukan siang itu Ali bin Abi Thalib dan Fatimah binti Rasulullah meninggalkan rumah untuk berkunjung ke rumah Rasulullah SAW.
Tidak sebagaimana biasanya pada kunjungan hari itu mereka mendengar dari luar rumah suara tangisan Rasulullah yang menyayat hati. 

Ali dan Fatimah berhamburan masuk ke dalam rumah ingin segera mengetahui apa yang sedang terjadi dengan Rasulullah.

Di dalam rumah Rasulullah duduk termenung. Nampak kesedihan yang amat dalam di wajahnya. Air matanya terus meleleh membasahi kedua pipi yang putih bagaikan pualam. Sesuatu yang besar telah terjadi hingga Rasulullah menangis tiada henti.

“Assalamua’alika Ya Rasulallah… Apa yang telah terjadi…” tanya Ali.

“Wahai ayah, sesuatu apakah yang telah membuat ayah bersedih. Mengapa air mata ayah terus menetes?” sambung Fatimah.

Rasulullah memandang putri dan menantunya, lalu beliau berkata,
“Tadi malam ada seseorang yang mengajakku naik ke langit… Lalu membawaku ke suatu tempat yang sangat mengerikan. Jurang-jurang dalam yang dipenuhi dengan api yang berkobar… Lalu aku melihat orang-orang perempuan dari umatku yang disiksa dengan bermacam-macam siksaan. Begitu dahsyatnya siksaan itu hingga mereka menjerit-jerit kesakitan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis seperti ini”. “Wahai anakku… Diantara siksaan itu, aku melihat perempuan-perempuan yang digantung dengan rambutnya lalu otaknya mendidih”.
Jumat, 15 Mei 2015

Generus LDII Juara Pertama Lomba Kompetisi Perminyakan Se-Asia Pasifik

LDIIsidoarjo.org - Oscar Dwi Marjuwan bin Muliyanto asal Sidoarjo Jawa Timur masih tergolong muda diantara teman sebayanya di kampus. Dia saat ini berusia 19 tahun sedang menempuh studi semester 6, jurusan Teknik Perminyakan, FTTM, Institut Teknologi Bandung (ITB). Namun generus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang aktif mengikuti pengajian di PAC Tubagus, Dago, Bandung Utara ini memiliki sederet prestasi gemilang skala nasional hingga Asia Pasifik.

Beberapa waktu lalu di ITS (Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya) digelar sebuah even tahunan berskala Asia-Pasifik yaitu PETROLIDA 2015. Ajang ini merupakan acara terbesar yang diselenggarakan oleh SPE ITS. Acara ini terdiri dari beberapa macam acara, seperti Petrosmart, Oil Rig Design, Paper Competition, Case Study, dan Gala Dinner.
Minggu, 10 Mei 2015

LDII dan TNI Kobarkan Semangat Bela Negara

Pembukaan Diklat Belanegara Pemuda LDII Surabaya dan Sidoarjo di Yon Arhanudse 8 Sidoarjo
LDIISidoarjo.org - Untuk menanamkan rasa cinta bangsa dan tanah air kepada generasi muda, LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) menggandeng TNI (Tentara Nasional Indonesia) menyelenggarakan Diklat (Pendidikan dan Pelatihan) Bela Negara di Batalyon Arhanudse 8 Gedangan, Sidoarjo selama 3 hari, Jumat (8/5/2015) hingga Minggu (10/5/2015). 

Diklat Bela Negara ini diselenggarakan oleh DPD LDII Kota Surabaya dan DPD LDII Kabupaten Sidoarjo, dengan menggandeng jajaran TNI di bawah  Kodam V/Brawijaya diikuti oleh sebanyak 200 orang peserta.

Hadir pada upacara pembukaan Diklat Bela Negara tersebut di antaranya: Dandim Sidoarjo, Letkol TNI Rizki Indrawijaya; Ketua DPD LDII Kota Surabaya, Drs. H. Amin Hadi; Ketua DPD LDII Kabupaten Sidoarjo, Ir. H. Rony Romandhawira, MM; Dewan Penasihat LDII Kabupaten Sidoarjo, KH Abdurrahman Assa’at; KH Nasron, KH Asmoro, KH Hasan Yuswadi, SH dan Joko Sayono, SH, MH.

Di hadapan ratusan peserta pemuda LDII Sidoarjo dan LDII Surabaya saat upacara pembukaan, Dandim Sidoarjo, Letkol TNI Rizki Indrawijaya sebagai Inspektur Upacara dalam sambutannya mengatakan, dalam menjawab tantangan ke depan, harapannya LDII supaya menunjukkan peran nyatanya terkait dengan upaya bela negara. 

“Sesuai dengan UU Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara bahwa upaya bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan pada NKRI yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Atas dasar tersebut pendidikan bela negara bagi seluruh warga negara, termasuk generasi muda adalah hal yang sangat penting dan tidak bisa ditawar-tawar lagi,” jelasnya.

“Sebagai bagian dari organisasi yang berbasis keagamaan, LDII masih sangat kuat menjaga nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, dan kebangsaan. Peserta diharapkan untuk selalu konsisten  dalam mengikuti  pemantapan latihan bela negara atau latsarmil (latihan dasar militer) sampai kapan pun dalam menegakkan nilai-nilai  perjuangan bangsa,” tambahnya.

Diakuinya, bahwa sampai saat ini LDII masih solid dalam satu komando untuk membela bangsa dan negara sebagai lembaga kemasyarakatan yang berbasis keagamaan. LDII siap berhadapan dengan siapa pun yang menggangu kedaulatan NKRI. Keberadaan warga LDII yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan kepengurusannya sampai di tingkat desa adalah modal utama dalam kemampuan menghimpun kekuatan generasi muda yang ada untuk membela negara.
Sabtu, 09 Mei 2015

Said bin Jubair Dibunuh

Foto: Ilustrasi
LDIISIDOARJO.ORG - Aun bin Abi Syaddad Al-Abdi berkata, “Berita mengenai Hajjaj bin Yusuf, telah sampai padaku:
Ketika mendengar laporan tentang Said bin Jubair, Hajjaj segera memanggil seorang komandan dari Syam, bernama Al-Mutalammisu bin Al-Ahwash (الْمُتَلَمِّسُ بْنُ الْأَحْوَصِ). Al-Mutalammisu membawahi 20 pemuda Syam pilihan, diperintah agar menangkap Said bin Jubair.

Di akhir pencarian, mereka menjumpai seorang rahib di dalam Shaumaah (rumah berkaki tinggi). Mereka bertanya pada rahib, ‘di mana tempat Said?’.

Rahib berkata, ‘jelaskan pada saya, tentang dia, secara lengkap!’.
Setelah dijelaskan, dia menunjukkan tempat tinggal Said.
Mereka datang ketika, Said sedang bersujud, dan berdoa pada Tuhannya, dengan suara tinggi.

Mereka mendekat dan mengucapkan salam. Setelah mengangkat kepala, dan menyelesaikan shalatnya, Said menjawab salam mereka.
Mereka berkata ‘kami utusan Hajjaj bin Yusuf. Taatilah panggilan Beliau pada kau’.
Dia menjawab ‘apa panggilannya harus ditaati?’.

Mereka meenjawab ‘betul, harus ditaati’.
Said memuji dan menyanjung Allah. Lalu membaca shalawat untuk nabi SAW.
Dia telah berdiri, untuk berjalan mengikuti mereka. Mereka berjalan melewati Shaumaah rahib. Rahib berkata ‘hai pasukan berkuda! Orang yang kalian cari, telah tertangkap?’.
Mereka menjawab ‘betul!’.

Rahib perintah ‘naiklah keatas sana! Karena di bawah, akan didatangi oleh sejumlah singa jantan dan betina! Sebelum sore, kalian harus masuk kesana!’.
Mereka telah masuk Shaumaah. Said bersikeras, tidak mau masuk.
Mereka berkata ‘kau pasti akan kabur dari kami!’.
Said menjawab ‘saya takkan lari. Hanya saya tidak mau masuk ruangan orang musyrik, selamanya!’.

Kamis, 07 Mei 2015

Solat Subuh Penuh Keistimewaan

LDIISIDOARJO.org - Begitu istimewanya waktu Subuh sehingga Allah SWT menurunkan perintah solat Subuh sebagaimana diterangkan dalam Al Qur’an surat Al-Isra’ ayat 78 : “Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam, dan dirikanlah pula sholat Subuh. 

Sesungguhnya sholat Subuh itu disaksikan oleh malaikat”. Panggilan azan untuk sholat Subuh berbeda dengan azan untuk sholat fardhu lainnya. Tambahan kalimat “ashsholatu khoirun minan naum” yang artinya sholat itu lebih baik daripada tidur mempertegas bahwa sholat Subuh memiliki keistimewaan tersendiri. 

Sholat Subuh adalah sholat wajib yang jumlah rakaatnya paling sedikit di antara sholat fardhu lainnya yaitu hanya 2 rakaat. Namun bagi sebagian orang sholat Subuh seringkali begitu berat untuk dilaksanakan meskipun telah mendengar panggilan azan. Lalu mengapa Allah memerintahkan hambanya untuk bangun di pagi yang masih gelap, dingin dan sepi? Padahal waktu Subuh adalah waktu paling nikmat untuk terlelap. Tidak ada sesuatu pun di dunia ini Allah ciptakan bila tidak bermanfaat bagi manusia, apalagi perintah sholat Subuh.

Keistimewaan 1 – membuka jalan rezeki

Keajaiban pertama sholat Subuh yaitu membuka jalan rizki. Diriwayatkan dari Ali bin Abu Thalib RA : selepas sholat Subuh Rasulullah mendapati putrinya Fatimah tengah tertidur, maka Beliau membangunkannya dan mengatakan “hai Fatimah bangun dan saksikanlah rizki Rabbmu, karena Allah membagi – bagikan rizki para hamba antara sholat Subuh dan terbitnya matahari” (HR. Al Mundziri). 

Dalam hal ini bukan berarti bahwa seorang hamba yang sudah melaksanakan sholat Subuh kemudian serta merta memperoleh uang atau makanan, namun barangsiapa yang bangun di awal hari kemudian melaksanakan sholat Subuh tepat waktu maka mereka termasuk pada orang – orang yang taat kepada Allah sehingga Allah akan menjaganya sepanjang hari dan memberikan kemudahan dalam menjalani segala urusannya. Dari sisi psikologi seseorang yang bangun lebih awal akan merasakan lebih bersemangat dalam menjalani aktivitas kesehariannya, dengan demikian jelas bahwa muslimin yang melaksanakan sholat Subuh akan mendapatkan energi positif yang mendorongnya untuk bekerja keras dan menjemput rezekinya.
Jumat, 01 Mei 2015

LDII Sidoarjo Sosialisaikan 4 Pilar Kebangsaan

Penyampaian materi sosialisasi 4 pilar kebangsaan
LDIISidoarjo.org - Sebagai salah satu ormas Islam yang berkomitmen terhadap bangsa dan negara, DPD LDII Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Yakni: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Hari Sabtu (25/4) malam. Gedung Aula Pondok Pesantren Al Barokah Sruni, Kec. Gedangan, Sidoarjo dipadati ratusan peserta Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Acara yang diikuti oleh tip perwakilan PAC LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) se-Kabupaten Sidoarjo ini cukup istimewa. Sebab, turut hadir dan memberikan materi adalah anggota DPR/MPR RI, H. Sungkono. Hadir juga pada acara tersebut Ketua DPD LDII Kabupaten Sidoarjo, Ir. H. Rony Romandhawira, MM dan ketua pembina pondok pesantren Al Barokah Sruni, KH. Assa’at.

Acara yang bertajuk “Soialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara ini,  bertujuan memberikan wawasan dan menuntun warga LDII menjadi warga negara yang baik sesuai  dengan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Pancasila. Empat pilar tersebut adalah :
  1. Pancasila sebagai ideologi dan petunjuk berbangsa
  2. UUD 1945 sebagai dasar dari segala sumber hukum
  3. NKRI Sebagai bentuk negara kesatuan
  4.  Bhinneka Tunggal Ika semboyan untuk bernegara yang baik.
Salah seorang pemateri, Dr. Islam menyebutkan, acara seperti ini sudah selayaknya diadakan. Sebab, dewasa ini bangsa Indonesia sudah jarang sekali menerapkan atau berperilaku sesuai dengan tuntunan UUD 1945 dan Pancasila. “Cara  menumbuhkan kembali jati diri negara bangsa Indonesia dengan berasaskan UUD 1945 dan Pancasila. Kemudian, menjaga nilai-nilai filosofi indonesia, yakni 5 sila Pancasila,” katanya.
Minggu, 26 April 2015

Akreditasi dan Supervisi TPQ Baitul Manshurin




Pengecekan Administrasi saat Kegiatan Akreditasi


LDIISidoarjo.org - Dalam rangka memantau konsistensi kesinambungan terhadap pengelolaan kelembagaan TPQ yang berpiagam pendirian dari Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo dan sekaligus amanat Juknis Pengelolaan TPQ Kanwil Propinsi Jatim tahun 2006 tentang perlunya Supervisi, Monitoring dan PMA No 13 tahun 2014 Tentang Pendidikan Keagamaan BAB I Pasal 13, 14, dan 15, BAB V Pasal 54 Tentang Pembinaan dan Pengawasan, maka kegiatan Akreditasi akan dilaksanakan pada bulan April dan Mei tahun  2015, dimohon koordinasi dengan FKK TPQ Kecamatan. Demikian isi surat undangan yang telah diterima oleh TPQ Baitul Manshurin Tawangsari, Taman - Sidoarjo dari Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo.

Oleh Karenanya, sesuai dengan jadwal dari tim akreditasi II Kementerian Agama dan FKK (Forum Komunikasi Kepala TPQ) Kecamatan Taman, Hari kamis (23/4) TPQ (Taman Pendidikan Al Qur’an) Baitul Manshurin Tawangsari dilaksanakan akrediatasi. Tim akreditasi yang hadir terdiri dari 3 orang, yaitu Hanik Adyaningrum, S.P. dari Kementrian Agama Kabupaten Sidoarjo, Soekarno, M.Pd.I. dari FKK Kabupaten Sidoarjo dan Nur Salim, S.Pd.I ketua FKK Kecamatan Taman, diterima oleh Kepala TPQ Baitul Manshurin, Irwan Murtiko Prasodjo dan Fajar Sidiq Rofikoh, Pembina Takmir Masjid Baitul Manshurin/Ketua PAC LDII Tawangsari serta seluruh Ustadz-ustadzah, acara ini berlangsung sejak pukul 16.30 wib sampai magrib.

Akreditasi yang dilaksanakan setiap 3 tahun sekali ini, aspek yang dinilai adalah administrasi TPQ, kelembagaan, ketenagaan, kurikulum, santri, sarana prasarana, serta situasi umum. Tim melakukan pengecekan pada semua administrasi, mulai dari ada atau tidaknya kalender akademik, jadwal pelajaran, buku rapat, surat keluar-masuk, administrasi keuangan semua  dilihat dan dilakukan pengecekan,  apakah ada atau tidak. Selain itu pula melihat proses KBM (kegiatan Belajar Mengajar) TPQ dan situasi umum, ada papan nama, ruang kelas, perlengkapan dan lainnya.  Akreditasi ini bukan untuk mencari-cari kekurangan atau kelemahan dari TPQ, tetapi adalah bentuk pembinaan, pemberian masukan dan supervisi, agar TPQ yang sudah ada dapat tetap eksis didalam pelaksanaan pengajaran ilmu membaca Al Qur’an bagi anak-anak, serta dapat meningkatkan mutu didalam pengelolaan kelembagaan TPQ. demikian pemaparan yang disampaikan Soekarno.