وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]
MUI Bantah LDII Sesat LDII Bentengi Diri dari Radikalisme Ketemu Jokowi, LDII Bahas Radikalisme LDII Sidoarjo Wujudkan Generasi Cendekia Siapkah Kita Pertanggungjawabkan Umur
Senin, 27 Juni 2016

LDII Minta Pemerintah Ajarkan Kedaulatan Laut Indonesia Sejak Dini


ldii-sidoarjo.org | Jakarta (26/6). Indonesia yang mulanya berjarak dengan konflik Laut China Selatan, dan berusaha untuk netral aktif, rupanya mulai terseret pusaran konflik. Seperti yang diinformasikan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada (20/3) lalu, telah terjadi dugaan pelanggaran kapal penjaga pantai China di wilayah Indonesia.



Menurut Susi, telah terjadi insiden saat kapal patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia menangkap sebuah kapal nelayan China. Kapal nelayan tersebut diduga menangkap ikan secara ilegal di perairan Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu (19/3/2016). “Saat kapal patroli mengawal kapal ikan China, muncul kapal penjaga pantai China yang mengejar dan menabrak kapal ikan itu, agar rusak sehingga tak dapat ditarik,”kata Susi.

Menanggapi hal itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, mengatakan, kapal nelayan dari negaranya menangkap ikan di tempat yang telah turun-temurun dikunjungi. Rupanya China melakukan pendekatan sejarah atas klaim Kepulauan Spartley di Laut China Selatan, yang saat ini menjadi Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) milik Filipina. China juga berkonflik dengan Vietnam, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Menanggapi konflik perbatasan ini, DPP LDII sebagai ormas Islam meminta kepada pemerintah, menanamkan pendidikan sejak dini kepada anak-anak mengenai kedaulatan laut Indonesia. Hal ini untuk menanamkan cinta tanah air, memahami sejarah, dan mengetahui benar batas-batas kedaulatan bangsa terutama di laut.

Anak-anak sejak dini harus mengerti dan paham mengenai ZEE Indonesia, berdasarkan Konvensi Hukum Laut atau Hukum Perjanjian Laut PBB (UNCLOS). ZEE Indonesia membentang sejauh 200 mil laut dari Pulau Natuna berdasarkan UNCLOS. China pun sebagaimana Indonesia, telah meratifikasi UNCLOS. Namun dalam penyelesaian sengketa kedaulatan laut, China justru menggunakan pendekatan sejarah.

LDII juga meminta pemerintah Indonesia meningkatkan kesejahteraan nelayan di Pulau Natuna dan sekitarnya, “Masalah di Natuna adalah nelayan kesulitan menjual hasil tangkapan mereka. Para nelayan di wilayah itu kerap menjual tangkapannya kepada nelayan asing,”ujar Ketua DPP LDII Prasetyo Soenaryo. Ia meminta pemerintah untuk membangun infrastruktur dan fasilitas, yang memungkinkan nelayan menjual tangkapannya dengan mudah, dan mengolahnya untuk meningkatkan nilai jual hasil laut.

DPP LDII juga meminta kepada pemerintah Indonesia, untuk mengintegrasikan pengawasan Laut Natuna dengan mengintegrasikan teknologi dengan drone atau pesawat nirawak yang dikontrol dari darat dan kapal perang. Cara ini jauh lebih efisien dalam memantau pergerakan kapal nelayan maupun kapal laut asing, demikian penjelasan Prasetyo Soenaryo.

Semenatara itu Profesor Singgih Trisulistyono, guru besar Sejarah Universitas Diponegoro Semarang, menyatakan  hingga abad XX kepulauan dan karang di kawasan Kepulauan Spratlys dan Paracels merupakan terra nullius, atau wilayah yang tidak ada pemiliknya atau dalam sistem hukum barat disebut "nobody's land", tidak diduduki dan tidak diklaim oleh negara manapun. Pemukiman nelayan yang bersifat musiman (seperti yang menjadi dasar klaim Cina) dan eksplorasi pertambangan komersial (seperti dasar klaim Filipina) bukanlah merupakan sebuah pendudukan, paling tidak oleh sebuah negara.

“Memang pada tahun 1947 China mengeluarkan peta yang memasukkan kawasan ini  sebagai wilayah mereka, namun tidak dengan koordinat yang jelas dan hanya di atas kertas saja,”kata Singgih. Dengan demikian klaim historis yang bersifat kontemporer tanpa dasar yang jelas tidak memiliki basis legal yang kuat. Menurut Singgih, bahwa pemerintah China lebih menonjolkan kekuatan militer namun dibungkus dengan diplomasi yang ambivalen. Diplomasi boleh menunjukkan pasang surut namun penguasaan atau pendudukan terus berjalan.

Bahkan Singgih menyatakan China bukanlah bangsa dan negara yang pertama-tama menjelajahi kawasan Laut China Selatan. Pelayaran Nusantara – China justru dirintis oleh orang-orang dari Nusantara, sejarah abad ke-5 masehi utusan-utusan dagang dari berbagai kerajaan di Nusantara sudah datang di China, misalnya dari Tarumanegara, Kalingga, Sriwijaya, Melayu, dan sebagainya. Tak satu pun ada berita bahwa China melakukan pelayaran ke Nusantara.

Pelayaran orang India dan Arab ke China juga memanfaatkan pandu dari orang Nusantara. Para pendeta China yang pergi ke India via Nusantara juga hanya menumpang kapal-kapal Nusantara atau pun kapal-kapal India. Palayaran China ke laut selatan kurang lebih baru intensif sejak abad ke-11 setelah mereka belajar perkapalan dari Nusantara yang datang ke pelabuhan pelabuhan mereka. Ingat bahwa ekspedisi alut selatan dinasti Yuan dapat dengan mudah dikalahkan oleh Kertanegara (Singasari) dan Raden Wijaya (Majapahit) pada abad ke-13. (sumber : ldiijatim.com)
Jumat, 24 Juni 2016

Camat Krian Safari Ramadan ke Pengajian LDII di Sidoarjo

ldii-sidoarjo.org | Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh dengan ampunan, dan segala tindakan kita akan diberi pahala berlipatganda oleh Allah SWT. Bulan yang selalu ditunggu-tunggu oleh semua umat muslim yang ada di dunia. Dalam penerapannya tidak sedikit orang yang mengisi di bulan suci ini dengan berbagai macam kegiatan mulai dari sahur bersama, tadarus Al-Qur'an, buka bersama, sholat tarawih berjama’ah, dan masih banyak lagi.

Dengan adanya bulan suci ini, Tim Safari Ramadan memiliki agenda rutin yaitu acara tausyiah. Salah satu kebanggaan tersendiri bagi warga PAC LDII Gresikan, Krian karena pada tahun ini diberikan kesempatan untuk menjadi tuan rumah dalam menyambut Tim Safari Ramadan. Kegiatan safari ramadan sendiri sebagai bentuk persatuan antar umat islam (ukhuwah islamiyyah) yang satu dengan yang lainnya. Hal ini dikarenakan Indonesia memiliki masyarakat multi etnis dari berbagai macam suku dan agama, yang dimana dengan suatu perbedaan tidak membuat jarak tapi bisa melengkapi satu sama lain. Dengan adanya kesempatan ini, aparatur negara di kecamatan ikut memanfaatkan momen ini sebagai media untuk lebih terbuka lebih terbuka dan transparan kepada masyarakat.

Dari kiri pengurus ta'mir masjid (H.Ikbal Latif), Ketua FKDM (H. Karsodiq), Lurah Krian (Suparlan, S.H.), Kapolsek (kompol.Agung Setyono.S.S), MUI Kecamatan (KH.Sholikhan syah), dan Camat Krian (Agustin Iriani, S.H.)

Jum'at (17/6/16) bertempat di Masjid Baitul Ma'mur Desa Gresikan RT 7 RW 2, Krian Sidoarjo mengadakan penyambutan Tim Safari Ramadan tingkat kecamatan Krian. Acara yang dihadiri oleh pejabat kecamatan terdiri dari Camat, Kapolsek, MUI Kecamatan, Dinas Pendidikan, dan segala jajaran yang ikut terlibat. Sebanyak kurang lebih 100 orang memadati area masjid. Durasi tiga jam dimanfaatkan dengan baik oleh Tim Safari Ramadan diisi dengan kegiatan sholat tarawih berjama'ah bersama warga LDII(Lembaga Dakwah Islam Indonesia) dilanjutkan diskusi bersama sampai acara usai.

Penyematan Karpet Masjid oleh Kepala UPTD cab. Dinas Pendidikan Krian (Ir. Siswoyo, M.Pd.) kepada pengurus ta'mir masjid (H. Iqbal Latif)
Agustin Iriani selaku Camat Krian berpesan bahwa potensi masyarakat yang tidak di berdayakan malah akan jadi suatu masalah, maka dari itu perangkat desa supaya lebih selektif kepada masyarakatnya, dan pendidikan moral keagamaan harus ditanamkan kepada generasi penerus kita mulai sejak dini. (agung)
Rabu, 22 Juni 2016

LDII Sidoarjo Santuni Anak Yatim Sekitar Ponpes Sruni

PEDULI: Dewan Penasihat LDII Sidoarjo saat memberikan santunan dan bingkisan kepada anak yatim di Aula Ponpes Al Barokah, Sruni.


ldii-sidoarjo.org | Minggu, (19/6) Sore itu, Aula Ponpes Al Barokah Sruni dipenuhi sejumlah anak yatim yang telah rutin mendapat santunan tiap bulannya. Namun, pada kesempatan di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, Dewan Penasihat LDII Sidoarjo mengajaknya buka puasa bersama.

Peserta yang berusia balita hingga 15 tahun mengikuti kuis yang diadakan panitia. Dipandu oleh Bella dan Vivi, puluhan hadiah pun terbagi. Tidak lain karena peserta telah benar menjawab pertanyaan yang diberikan kepadanya. 

Dengan berbekal dua lembar kertas berwarna hijau dan merah, peserta yang menjawab benar dituntun maju untuk menghibur temannya. Tidak heran bila wajah polos anak-anak senyum ceria karena ulah temannya. 

Turut hadir, KH. Abdurrahman Shaleh Asaat, Dewan Penasihat LDII Kabupaten Sidoarjo, H. Willy, M.Makhin, S.Pd, serta H. Budi Kriswanto, B.Eng selaku pembina generasi penerus, dan sejumlah pengurus Pondok Pesantren Al Barokah Sruni.

M. Makhin menjelaskan, santunan diberikan secara rutin setiap bulan. Karena saat ini bulan Ramadan, maka dari jajaran dewan penasihat turut mengajak buka bersama. “Acara seperti ini kami adakan setiap bulan. Akan tetapi, karena ini juga bertepatan dengan puasa, maka kami ajak pula untuk buka bersama.”

Minggu, 01 Mei 2016

Siapkah Kita Pertanggungjawabkan Umur (Waktu) ?

LDII Sidoarjo.org | Waktu adalah nikmat paling berharga yang dikaruniakan kepada manusia.  Keberuntungan dan kerugian seseorang, bergantung pada benar dan tidaknya dia menggunakan waktu. 

وَالْعَصْرِ * إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ * إِلاَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ.

"Demi masa,  sesungguhnya semua manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman,  beramal sholih, saling berpesan dengan kebenaran dan saling berpesan dengan kesabaran "

Mengisi waktu dengan aktivitas yang baik dan bermanfaat adalah kewajiban bagi setiap muslim.  Meningkatkan kualitas iman dengan ilmu dan amal sholih, berdakwah untuk kebenaran adalah sebaik-baiknya kesibukan untuk mengisi waktu.

Mencari maisyah (rezeki) yang halal dan tidak melalaikan diri dari beribadah kepada Alloh, lebih baik dari pada membiarkan waktu berlalu dengan sia-sia. Manusia bertanggung jawab atas setiap detik dari umurnya…

Dengan apa dia melewatinya…

Kebahagiaan bagi mereka yang mengisi waktunya dengan kebaikan. Tangis penyesalan bagi mereka yang menyia-nyiakan waktunya, atau bahkan menghabiskannya dalam dosa. (Rony)
Jumat, 25 Maret 2016

LDII Adakan Asrama ODOJ Demi Wujudkan Generasi Cendekia



ldii-sidoarjo.org | Mencari ilmu merupakan kewajiban bagi umat muslim. Al-Quran sebagai mukjizat yang diturunkan oleh Allah SWT merupakan sumber ilmu dari segala ilmu. Membaca dan memahami makna dari setiap ayat Al-Quran merupakan cara yang baik dalam memperoleh pahala.

Dengan melihat banyaknya manfaat dari mempelajari Al-Quran serta membentuk generasi yang cendekia dan berilmu, DPD LDII Sidoarjo mengadakan program Asrama ODOJ (One Day One Juz). Program Asrama ODOJ merupakan salah satu program PPG Sidoarjo yang ditujukan bagi muda-mudi LDII (mulai usia SMP keatas) untuk mempermudah dalam proses pengkhataman membaca dan memaknai ayat-ayat Al-Quran.


Selain itu, muda-mudi juga dinilai sebagai generasi yang memiliki waktu cukup banyak untuk dimanfaatkan dengan kegiatan-kegiatan yang positif seperti kegiatan tholabul ‘ilmi. “Ilmu tidak akan hilang selama yang muda mau belajar, dan yang tua mau mengajarkan,” nasehat H. Suryono, salah satu ulama’

Asrama ODOJ yang dilaksanakan di Masjid Al-Izza, Ds. Saimbang, Kec. Sukodono, meniliki konsep berbeda dengan ODOJ pada umumnya yang telah banyak diamalkan oleh kalangan umum. Jika ODOJ pada umumnya hanya mengkhatamkan Al-Quran 1 juz dalam 1 hari dari segi tilawah saja, asrama ODOJ versi LDII ini menarget khatam Al-Quran 1 juz 1 hari, tidak hanya dari segi tilawah namun juga makna dan tafsir. 

Asrama yang berlangsung selama dua hari (19-21 Maret 2016), akan dirutinkan setiap bulan sekali hingga yang ditargetkan tercapai, yaitu khatam 30 Juz. Selama asrama berlangsung para peserta akan diberi snack, makan dan tempat beristirahat untuk menginap.             

Dalam penyelenggaraan perdananya, program yang diunggulkan dalam pembentukan generasi unggulan telah mampu mengundang antusias ratusan pemuda-pemudi. Hal ini terbukti dari jumlah peserta yang hadir yaitu 280 orang dihari pertama dan dapat diprediksikan bahwa akan ada peningkatan jumlah peserta dihari kedua asrama. 

Melihat ini, Ketua DPD LDII Kab. Sidoarjo, Ir. H. Rony Romandawira berpesan dalam isi nasehat agamanya bahwa kesemangatan peserta tidak padam sampai hari kedua asrama saja, namun supaya tetap menyala dan membara hingga Asrama ODOJ sampai pada juz ke-30. (lian/qq)
Rabu, 23 Maret 2016

Kepala BNN Sidoarjo: “Pemuda LDII Anti Narkoba”

LDII Yes.. Narkoba No..
Begitulah jargon yang diserukan ratusan pemuda LDII dalam forum pengajian di Masjid Al-Barokah Sruni (20/3).

Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo Suprianto,SH
Tidak seperti pengajian biasanya, pada kesempatan ini, Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo Suprianto, SH turut hadir dan memberikan penyuluhan mengenai bahaya Narkoba. Tak sendirian, didampingi oleh Sekretaris Dewan Penasihat DPD LDII Sidoarjo Joko Sayono, SH, MH.

Pada pengajian Muda-Mudi yang diikuti 500 lebih pemuda LDII ini, Suprianto yakin dan menegaskan bahwa Pemuda LDII yang anti Narkoba. “Saya yakin, Pemuda LDII yang ada di dalam masjid ini tidak ada yang mengkonsumsi Narkoba,” jelas Kepala BNN Sidoarjo.

Selasa, 08 Maret 2016

Wali Kota Kediri : Pengajian LDII Hidupkan Ekonomi Kediri




Sekitar 7 ribu orang berbondong-bondong mengikuti pengajian Syarah Asmaul Husna, di Pondok Wali Barokah Kediri (7/3). Dalam Asrama kali ini dibuka langsung oleh Walikota Kediri Abdullah Abubakar S.E. Asrama yang diadakan oleh Pondok Pesantren Wali Barokah ini adalah salah satu kegiatan perwujudan revolusi mental, yang selaras dengan program pemerintah saat ini tutur Sunarto selaku ketua Pondok Wali Barokah Kediri.


Dalam pembukaan asrama disambut oleh H. Sunarto. M.Si yang mengatakan bahwa peran para ulama-ulama, mubaligh maupun utusan yang terpilih untuk mewakili daerahnya masing-masing sebagai peserta yang wajib mengikuti kegiatan asrama ini.


Perlu diketahui peserta yang berasal dari seluruh Indonesia, ada beberapa daerah (Koordinator Wilayah) di tiap-tiap DPD, dengan maksud agar Asrama Asmaul Husna ini dapat di sampaikan dimasing masing PC sampai PAC LDII.

"Alhamdulillah kalau masih ada yang mempertahankan dan memurnikan nilai keagamaan sampai saat ini, mudah-mudahan bersama Pesantren Wali Barokah mari bersama-sama mendapatkan kebarokahan," tutur Sunarto.

Jumat, 04 Maret 2016

Turnamen Futsal dan Coaching Clinic untuk Caberawit LDII


Pembinaan usia dini tidak harus terpaku pada buku teori melainkan juga dapat diarahkan melalui hobi dan olahraga. Ini yang melatarbelakangi Pembina Generus LDII Sidoarjo menyelenggarakan Cemengkalang Futsal Cup 2016. Acara yang berupa turnamen futsal caberawit LDII ini dilaksanakan di lapangan futsal Tizza Suko, Sidoarjo pada tanggal 28/02/2016.

Cemengkalang Futsal Cup 2016 diikuti kurang lebih 20 tim futsal yang pemainnya berusia sekitar 7-13 tahun. Hari sebagai ketua panitia menjelaskan dalam sambutannya bahwa acara ini sebagai pembinaan caberawit melalui hobi dan olahraga futsal. "Namun, disini tidak menekankan pada menang atau kalah. Hanya untuk pelatihan namun tetap sportif", tuturnya.

Satu hal yang menarik dari acara ini adalah adanya coaching clinic atau pelatihan singkat mengenai teknik bermain futsal. Dalam coaching clinic ini, panitia menghadirkan tiga orang pemain sepak bola profesional yaitu Fachrudin, Dodok, dan Ervando. Mereka bertiga merupakan pemain yang pernah bermain di Liga Super Indonesia atau ISL.
Selasa, 23 Februari 2016

LDII Bina Remaja Putri Atasi Sikap Baper

ldii-sidoarjo.org | (21/2) Melalui program keputrian, LDII Sidoarjo mengadakan pembinaan terhadap generasi penerus dalam menangani sikap "baper" yang kerapkali melanda anak muda. Pembinaan yang dilaksanakan di Masjid Al-Amin Sungon, Kecamatan Suko Sidoarjo kali ini dikemas dalam acara seminar yang membahas tentang manajemen perasaan.

Adapun istilah "baper" muncul pada tahun 2014 hingga 2015, namun pengetian kata itu belum ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Menurut kamus gaul “baper” adalah singkatan dari bawa perasaan. Bawa perasaan maksudnya adalah seseorang menyaksikan atau mendengar suatu hal, kemudian perasaannya terbawa akan hal yang disaksikan atau didengar tersebut.





Sovia Sahid, S.Psi, M.Psi, sebagai pemateri dalam seminar tersebut sangat jelas dan menyelam ke logika dan perasaan remaja putri kala itu. “Bersyukurlah jatuh cinta, seseorang yang diberi rasa jatuh cinta berarti dia normal, tapi jangan sampai jatuh cinta membuatmu melanggar” tuturnya.


Sovia Sahid, M.Psi (tengah) bersama dengan pembina Keputrian Daerah Sidoarjo, Dra. Indun Saadah, M.M, (kiri) dan Eva Safitri, S.ST. (kanan)
Pada sesi awal diputarkan mengenai video mengejar jodoh karya Assalamu'alaikum Sally, yang mengundang senyum dan tawa audiens saat menontonnya. Video yang sarat akan pesan mengenai persiapan seorang remaja putri yang galau dalam menemukan jodoh.

Seseorang jatuh cinta itu adalah hal yang manusia dan itu adalah sebuah natural gift dari Allah. Sovia memaparkan banyak penjelasan dan fenomena mengungkapkan perasaan kalangan remaja yang cenderung di bagikan di akun SosMed alias Sosial Media.


“Masa Remaja usahakan manfaatkan semaksimal mungkin, gunakan masa mudamu dengan mencari ilmu dan memperbaiki diri dengan hal-hal yang positif, seperti beribadah, berpuasa, fokus nilai IP sesuai target, patuh kepada orang tua, gunakan HP untuk sesuatu yang penting-penting saja, jika tidak penting ya nggak bawa HP” ujar pemilik usaha konsultasi - Motiva Consulting tersebut. 

Ayu, perwakilan peserta dari PAC LDII Gresik menyatakan bahwa acara ini bermanfaat dan bisa lebih tahu cara menjaga diri, cara agar tidak galau, tips agar tidak trauma melakukan pernikahan. Serta mengetahui cara nabi dalam memberikan kasih sayang pada istri. "Bukan malah kita hanya mengetahui adat orang jahiliyah dalam memberikan kasih sayang," ujarnya. (erva/qq:)
Senin, 22 Februari 2016

MUI Bantah LDII Sesat

Ketua MUI Sumsel, KH Sodikun didampingi ketua LDII kota Palembang Rahmang Padamulya

LDII SIDOARJO: Label "sesat” yang acapkali ditujukan kepada ormas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dinyatakan tidak benar.

Sebab, dari berbagai informasi yang beredar terbukti tak sesuai dengan fakta yang ada. Terlebih lagi LDII sudah menjadi bagian dari MUI.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel, Dr KH Sodikun menyatakan hal tersebut secara langsung usai menghadiri undangan pengurus LDII kota Palembang dalam pengajian akbar, Minggu (21/2/2016) di Masjid Al Fatah Bukit Kenten Palembang.

Sodikin mengakui bahwa prihatin dengan isu miring mengenai LDII. Pasalnya, LDII merupakan bagian dari MUI. “Jika ada penyimpangan, MUI tidak menempatkan LDII pada posisi 27 dari 86 ormas keagamaan di Indonesia,” ujarnya.

Sodikin menegaskan bahwa LDII telah banyak berkontribusi untuk masyarakat dan pemerintah. Isu tentang penyimpangan itu juga cerita lama yang seharusnya tidak perlu diungkit lagi. Sehingga tidak perlu mengangkat cerita-cerita negatif yang belum jelas kebenarannya. “Disinilah fungsi media, untuk membentuk opini masyarakat,” ujarnya.

LDII juga membuktikan mendukung penuh tegaknya NKRI dengan menjadi ormas yang pertana kali menggelar pelatihan bela negara. LDII Sidoarjo sendiri telah melaksanakan pelatihan bela negara di Markas Batalyon Arhanudse-8, Gedangan, Sidoarjo, 8-10 Mei 2015. Pelatihan itu dibuka langsung oleh Danrem 084/BJ, Kolonel Inf. Muhammad Nur Rahmad. (agi)

Penulis: G.Y. Purbonoto
Sumber: sumsel.tribunnews.com; www.ldii-sidoarjo.org