وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]
MUI Bantah LDII Sesat LDII Bentengi Diri dari Radikalisme Ketemu Jokowi, LDII Bahas Radikalisme LDII Sidoarjo Wujudkan Generasi Cendekia Siapkah Kita Pertanggungjawabkan Umur
Minggu, 01 Mei 2016

Siapkah Kita Pertanggungjawabkan Umur (Waktu) ?

LDII Sidoarjo.org | Waktu adalah nikmat paling berharga yang dikaruniakan kepada manusia.  Keberuntungan dan kerugian seseorang, bergantung pada benar dan tidaknya dia menggunakan waktu. 

وَالْعَصْرِ * إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ * إِلاَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ.

"Demi masa,  sesungguhnya semua manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman,  beramal sholih, saling berpesan dengan kebenaran dan saling berpesan dengan kesabaran "

Mengisi waktu dengan aktivitas yang baik dan bermanfaat adalah kewajiban bagi setiap muslim.  Meningkatkan kualitas iman dengan ilmu dan amal sholih, berdakwah untuk kebenaran adalah sebaik-baiknya kesibukan untuk mengisi waktu.

Mencari maisyah (rezeki) yang halal dan tidak melalaikan diri dari beribadah kepada Alloh, lebih baik dari pada membiarkan waktu berlalu dengan sia-sia. Manusia bertanggung jawab atas setiap detik dari umurnya…

Dengan apa dia melewatinya…

Kebahagiaan bagi mereka yang mengisi waktunya dengan kebaikan. Tangis penyesalan bagi mereka yang menyia-nyiakan waktunya, atau bahkan menghabiskannya dalam dosa. (Rony)
Jumat, 25 Maret 2016

LDII Adakan Asrama ODOJ Demi Wujudkan Generasi Cendekia



ldii-sidoarjo.org | Mencari ilmu merupakan kewajiban bagi umat muslim. Al-Quran sebagai mukjizat yang diturunkan oleh Allah SWT merupakan sumber ilmu dari segala ilmu. Membaca dan memahami makna dari setiap ayat Al-Quran merupakan cara yang baik dalam memperoleh pahala.

Dengan melihat banyaknya manfaat dari mempelajari Al-Quran serta membentuk generasi yang cendekia dan berilmu, DPD LDII Sidoarjo mengadakan program Asrama ODOJ (One Day One Juz). Program Asrama ODOJ merupakan salah satu program PPG Sidoarjo yang ditujukan bagi muda-mudi LDII (mulai usia SMP keatas) untuk mempermudah dalam proses pengkhataman membaca dan memaknai ayat-ayat Al-Quran.


Selain itu, muda-mudi juga dinilai sebagai generasi yang memiliki waktu cukup banyak untuk dimanfaatkan dengan kegiatan-kegiatan yang positif seperti kegiatan tholabul ‘ilmi. “Ilmu tidak akan hilang selama yang muda mau belajar, dan yang tua mau mengajarkan,” nasehat H. Suryono, salah satu ulama’

Asrama ODOJ yang dilaksanakan di Masjid Al-Izza, Ds. Saimbang, Kec. Sukodono, meniliki konsep berbeda dengan ODOJ pada umumnya yang telah banyak diamalkan oleh kalangan umum. Jika ODOJ pada umumnya hanya mengkhatamkan Al-Quran 1 juz dalam 1 hari dari segi tilawah saja, asrama ODOJ versi LDII ini menarget khatam Al-Quran 1 juz 1 hari, tidak hanya dari segi tilawah namun juga makna dan tafsir. 

Asrama yang berlangsung selama dua hari (19-21 Maret 2016), akan dirutinkan setiap bulan sekali hingga yang ditargetkan tercapai, yaitu khatam 30 Juz. Selama asrama berlangsung para peserta akan diberi snack, makan dan tempat beristirahat untuk menginap.             

Dalam penyelenggaraan perdananya, program yang diunggulkan dalam pembentukan generasi unggulan telah mampu mengundang antusias ratusan pemuda-pemudi. Hal ini terbukti dari jumlah peserta yang hadir yaitu 280 orang dihari pertama dan dapat diprediksikan bahwa akan ada peningkatan jumlah peserta dihari kedua asrama. 

Melihat ini, Ketua DPD LDII Kab. Sidoarjo, Ir. H. Rony Romandawira berpesan dalam isi nasehat agamanya bahwa kesemangatan peserta tidak padam sampai hari kedua asrama saja, namun supaya tetap menyala dan membara hingga Asrama ODOJ sampai pada juz ke-30. (lian/qq)
Rabu, 23 Maret 2016

Kepala BNN Sidoarjo: “Pemuda LDII Anti Narkoba”

LDII Yes.. Narkoba No..
Begitulah jargon yang diserukan ratusan pemuda LDII dalam forum pengajian di Masjid Al-Barokah Sruni (20/3).

Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo Suprianto,SH
Tidak seperti pengajian biasanya, pada kesempatan ini, Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo Suprianto, SH turut hadir dan memberikan penyuluhan mengenai bahaya Narkoba. Tak sendirian, didampingi oleh Sekretaris Dewan Penasihat DPD LDII Sidoarjo Joko Sayono, SH, MH.

Pada pengajian Muda-Mudi yang diikuti 500 lebih pemuda LDII ini, Suprianto yakin dan menegaskan bahwa Pemuda LDII yang anti Narkoba. “Saya yakin, Pemuda LDII yang ada di dalam masjid ini tidak ada yang mengkonsumsi Narkoba,” jelas Kepala BNN Sidoarjo.

Selasa, 08 Maret 2016

Wali Kota Kediri : Pengajian LDII Hidupkan Ekonomi Kediri




Sekitar 7 ribu orang berbondong-bondong mengikuti pengajian Syarah Asmaul Husna, di Pondok Wali Barokah Kediri (7/3). Dalam Asrama kali ini dibuka langsung oleh Walikota Kediri Abdullah Abubakar S.E. Asrama yang diadakan oleh Pondok Pesantren Wali Barokah ini adalah salah satu kegiatan perwujudan revolusi mental, yang selaras dengan program pemerintah saat ini tutur Sunarto selaku ketua Pondok Wali Barokah Kediri.


Dalam pembukaan asrama disambut oleh H. Sunarto. M.Si yang mengatakan bahwa peran para ulama-ulama, mubaligh maupun utusan yang terpilih untuk mewakili daerahnya masing-masing sebagai peserta yang wajib mengikuti kegiatan asrama ini.


Perlu diketahui peserta yang berasal dari seluruh Indonesia, ada beberapa daerah (Koordinator Wilayah) di tiap-tiap DPD, dengan maksud agar Asrama Asmaul Husna ini dapat di sampaikan dimasing masing PC sampai PAC LDII.

"Alhamdulillah kalau masih ada yang mempertahankan dan memurnikan nilai keagamaan sampai saat ini, mudah-mudahan bersama Pesantren Wali Barokah mari bersama-sama mendapatkan kebarokahan," tutur Sunarto.

Jumat, 04 Maret 2016

Turnamen Futsal dan Coaching Clinic untuk Caberawit LDII


Pembinaan usia dini tidak harus terpaku pada buku teori melainkan juga dapat diarahkan melalui hobi dan olahraga. Ini yang melatarbelakangi Pembina Generus LDII Sidoarjo menyelenggarakan Cemengkalang Futsal Cup 2016. Acara yang berupa turnamen futsal caberawit LDII ini dilaksanakan di lapangan futsal Tizza Suko, Sidoarjo pada tanggal 28/02/2016.

Cemengkalang Futsal Cup 2016 diikuti kurang lebih 20 tim futsal yang pemainnya berusia sekitar 7-13 tahun. Hari sebagai ketua panitia menjelaskan dalam sambutannya bahwa acara ini sebagai pembinaan caberawit melalui hobi dan olahraga futsal. "Namun, disini tidak menekankan pada menang atau kalah. Hanya untuk pelatihan namun tetap sportif", tuturnya.

Satu hal yang menarik dari acara ini adalah adanya coaching clinic atau pelatihan singkat mengenai teknik bermain futsal. Dalam coaching clinic ini, panitia menghadirkan tiga orang pemain sepak bola profesional yaitu Fachrudin, Dodok, dan Ervando. Mereka bertiga merupakan pemain yang pernah bermain di Liga Super Indonesia atau ISL.
Selasa, 23 Februari 2016

LDII Bina Remaja Putri Atasi Sikap Baper

ldii-sidoarjo.org | (21/2) Melalui program keputrian, LDII Sidoarjo mengadakan pembinaan terhadap generasi penerus dalam menangani sikap "baper" yang kerapkali melanda anak muda. Pembinaan yang dilaksanakan di Masjid Al-Amin Sungon, Kecamatan Suko Sidoarjo kali ini dikemas dalam acara seminar yang membahas tentang manajemen perasaan.

Adapun istilah "baper" muncul pada tahun 2014 hingga 2015, namun pengetian kata itu belum ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Menurut kamus gaul “baper” adalah singkatan dari bawa perasaan. Bawa perasaan maksudnya adalah seseorang menyaksikan atau mendengar suatu hal, kemudian perasaannya terbawa akan hal yang disaksikan atau didengar tersebut.





Sovia Sahid, S.Psi, M.Psi, sebagai pemateri dalam seminar tersebut sangat jelas dan menyelam ke logika dan perasaan remaja putri kala itu. “Bersyukurlah jatuh cinta, seseorang yang diberi rasa jatuh cinta berarti dia normal, tapi jangan sampai jatuh cinta membuatmu melanggar” tuturnya.


Sovia Sahid, M.Psi (tengah) bersama dengan pembina Keputrian Daerah Sidoarjo, Dra. Indun Saadah, M.M, (kiri) dan Eva Safitri, S.ST. (kanan)
Pada sesi awal diputarkan mengenai video mengejar jodoh karya Assalamu'alaikum Sally, yang mengundang senyum dan tawa audiens saat menontonnya. Video yang sarat akan pesan mengenai persiapan seorang remaja putri yang galau dalam menemukan jodoh.

Seseorang jatuh cinta itu adalah hal yang manusia dan itu adalah sebuah natural gift dari Allah. Sovia memaparkan banyak penjelasan dan fenomena mengungkapkan perasaan kalangan remaja yang cenderung di bagikan di akun SosMed alias Sosial Media.


“Masa Remaja usahakan manfaatkan semaksimal mungkin, gunakan masa mudamu dengan mencari ilmu dan memperbaiki diri dengan hal-hal yang positif, seperti beribadah, berpuasa, fokus nilai IP sesuai target, patuh kepada orang tua, gunakan HP untuk sesuatu yang penting-penting saja, jika tidak penting ya nggak bawa HP” ujar pemilik usaha konsultasi - Motiva Consulting tersebut. 

Ayu, perwakilan peserta dari PAC LDII Gresik menyatakan bahwa acara ini bermanfaat dan bisa lebih tahu cara menjaga diri, cara agar tidak galau, tips agar tidak trauma melakukan pernikahan. Serta mengetahui cara nabi dalam memberikan kasih sayang pada istri. "Bukan malah kita hanya mengetahui adat orang jahiliyah dalam memberikan kasih sayang," ujarnya. (erva/qq:)
Senin, 22 Februari 2016

MUI Bantah LDII Sesat

Ketua MUI Sumsel, KH Sodikun didampingi ketua LDII kota Palembang Rahmang Padamulya

LDII SIDOARJO: Label "sesat” yang acapkali ditujukan kepada ormas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dinyatakan tidak benar.

Sebab, dari berbagai informasi yang beredar terbukti tak sesuai dengan fakta yang ada. Terlebih lagi LDII sudah menjadi bagian dari MUI.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel, Dr KH Sodikun menyatakan hal tersebut secara langsung usai menghadiri undangan pengurus LDII kota Palembang dalam pengajian akbar, Minggu (21/2/2016) di Masjid Al Fatah Bukit Kenten Palembang.

Sodikin mengakui bahwa prihatin dengan isu miring mengenai LDII. Pasalnya, LDII merupakan bagian dari MUI. “Jika ada penyimpangan, MUI tidak menempatkan LDII pada posisi 27 dari 86 ormas keagamaan di Indonesia,” ujarnya.

Sodikin menegaskan bahwa LDII telah banyak berkontribusi untuk masyarakat dan pemerintah. Isu tentang penyimpangan itu juga cerita lama yang seharusnya tidak perlu diungkit lagi. Sehingga tidak perlu mengangkat cerita-cerita negatif yang belum jelas kebenarannya. “Disinilah fungsi media, untuk membentuk opini masyarakat,” ujarnya.

LDII juga membuktikan mendukung penuh tegaknya NKRI dengan menjadi ormas yang pertana kali menggelar pelatihan bela negara. LDII Sidoarjo sendiri telah melaksanakan pelatihan bela negara di Markas Batalyon Arhanudse-8, Gedangan, Sidoarjo, 8-10 Mei 2015. Pelatihan itu dibuka langsung oleh Danrem 084/BJ, Kolonel Inf. Muhammad Nur Rahmad. (agi)

Penulis: G.Y. Purbonoto
Sumber: sumsel.tribunnews.com; www.ldii-sidoarjo.org
Jumat, 19 Februari 2016

Bentengi Diri Dari Radikalisme, LDII Adakan Sosialisasi


Selasa (16/02) malam lalu, Masjid Al-Aqso Sawotratap, Gedangan, Sidoarjo diramaikan oleh kedatangan para tamu, mulai dari Kepala Desa Sawotratap, Koramil, hingga Kapolres Sidoarjo. Kedatangan para 'tamu' ini tidak lain adalah untuk mensosialisasikan pentingnya mewaspadai radikalisme, yang saat ini merupakan isu yang sedang marak diperbincangkan di Indonesia. Acara sosialisasi ini digelar atas kerjasama PAC LDII Sawotratap dengan aparat pemerintahan di tingkat desa dan kapolres setempat. Acara yang dimulai sekitar pukul 20:00 WIB ini bertujuan untuk menginformasikan warga sekaligus mewanti-wanti agar warga mewaspadai persoalan radikalisme yang mulai mencuat di kehidupan sekitar. Acara yang dilaksanakan bersamaan dengan pengajian rutin LDII ini dihadiri oleh kurang lebih 300 orang, mulai dari remaja masjid LDII hingga para orang tua.

Acara dibuka oleh ketua PAC LDII Sawotratap, Aswanto, dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an oleh para tahfidz binaan LDII. Setelah itu, Kepala Desa Sawotratap, Sanuri, menyampaikan beberapa informasi penting terkait radikalisme, terkhusus mengenai salah satu organisasi yang baru saja dinyatakan sesat oleh MUI. Sanuri menyatakan bahwa warga harus berhati-hati dan terus waspada terhadap kehadiran organisasi yang sifatnya radikal. "Dengan adanya ta’aruf ini, kita bangun kebersamaan antar pemerintahan desa Sawotratap supaya terhindar dari bahaya dan musibah. Mohon perlindungan dan pengayoman Allah." Sanuri juga terus mengingatkan agar warga jangan sampai terpengaruh dengan organisasi-organisasi baru yang belum jelas, "Tolong dibentengi, jangan sampai masuk jadi anggota."
Rabu, 17 Februari 2016

Mau Rezeki Yang Sehat?

Rezki banyak atau rezeki sedikit terbukti belum tentu membuat orang bahagia dan barokah, tetapi rezeki yang halal atau sehat sudah banyak terbukti menjadikan hidup seseorang bahagia dan barokah.

Islam mengajak orang mencari dan menerima rezeki dengan cara yang halal untuk diri dan keluarganya, yaitu rezeki yg didapat dengan yang baik, tidak dengan mencuri, berbohong, dll. Karena Alloh sudah menyiapkan rezeki untuk setiap orang sampai orang tersebut meninggal dunia.

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِىَ رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ خُذُوا مَا حَلَّ وَدَعُوا مَا حَرُمَ

“Wahai umat manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rezekinya, walaupun terlambat datangnya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Tempuhlah jalan-jalan mencari rezeki yang halal dan tinggalkan yang haram.” (HR. Ibnu Majah no. 2144. Al Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Jika sudah bekerja, marilah kita berusaha menjadi sufi berdasi :

"Siangnya , perkasa mengejar mimpi dengan perjuangan membumi (bekerja benar kurub janji, mempeng tirakat banter) . Malamnya, laksana sufi yang khusyuk bercengkerama dengan ilahi (Ibadah sepertiga malam, mengadukan seluruh inginnya kepada sang pencipta)"

Sehingga batin menjadi tenang, raga bekerja optimal, ide mengalir lancar, kreativitas memutar tanpa henti, sehingga menggapai prestasi tertinggi.

Berprinsip : jika hubungan dengan Allah oke, Prestasi kerja pun oke, keharmonisan keluarga pun oke, hubungan dengan sesama pun oke .

Semoga bermanfaat...

Oleh :
H. Rony Romandhawira
(Ketua DPD LDII Sidoarjo)

Menjaga Generasi Muda Lewat Pengajian Rutin Remaja


LDII SIDOARJO : Wujud totalitas pembinaan generasi muda yang dilakukan oleh LDII adalah dengan konsistensi mengadakan kegiatan pengajian.

Bertempat di Masjid Baitul Mukminin, Pekarungan, Sukodono, Sidoarjo, Selasa, (16/2) remaja LDII kembali langsungkan agenda pengajian rutin remaja.

Salah satu penyampai materi Al-Quran yaitu Alvan, seorang anggota remaja masjid LDII yang juga aktif sebagai mahasiswa di Poltekes Surabaya.
Dalam penyampaiannya Ia menjelaskan tentang kebesaran Alloh SWT dalam menciptan bumi beserta isinya, sehingga mampu menjadi penghidupan bagi manusia.

Firman Allah dalam Al-Quran :
"Bumi yang tandus telah menjadi ayat (tanda kebesaran Allah) bagi orang-orang. Yang mana Allah telah menghidupkan kembali (menyuburkan) bumi yang tandus, dan dari bumi itu ditumbuhkan-Nya biji-bijian yang dapat mereka makan. Dan Allah telah menjadikan beberapa kebun kurma dan anggur serta Allah juga mengalirkan mata air dalam kebun tersebut. Yang mana tujuannya agar buah-buahannya di makan oleh mereka (QS. Yasin : 33-35).

Pada sesi kajian Alhadist, ustadz Rizky menyampaikan tentang cara untuk meredam amarah sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW. ketika seseorang merasa ingin marah maka ucapan lafadz taawudz akan mampu meredamnya. Ini sesuai dengan sabda Nabi
"Ada 2 orang laki-laki yang saling mencela di sisinya Nabi. Sehingga di dalam wajah salah satu keduanya terlihat marah. Lalu Nabi bersabda, "Sesungguhnya Aku tahu pada sebuah kalimat yang mana bila diucapkan oeh salah satu keduanya, niscaya akan hilang marahnya. Kalimat itu adalah ucapan taawudz", (HR. Tirmidzi)

Kegiatan pengajian rutin kali ini dihadiri oleh 24 remaja LDII PAC Pekarungan yang rata-rata masih usia sekolah. Pad sesi akhir pengajian, H. Moch. Arifin, selaku Dewan Penasehat LDII PC Sukodono menyampaikan pesannya bahwa sebagai generasi penerus harus kebal untuk menghadapi berbagai macam cobaan dalam menetapi agama Islam. Termasuk bagi remaja yang sangat rentan terhadap pengaruh akhir zaman.

Remaja harus mampu memanfaatkan kecanggihan teknologi saat ini untuk hal positif, khususnya HP. Jangan sampai malah terjerumus kedalam pelanggaran. Serta dalam pengajian supaya selalu memperhatikan agar mendapat manfaat dari apa yang disampaikan (ita)