وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]
Jumat, 07 November 2014

Mencetak Pioner Bangsa Lewat Ilmu Agama

LDIISidoarjo - Menambah ilmu agama dan menggali bakat remaja di zaman yang maju akan teknologi maupun komunikasi saat ini ternyata tidaklah mudah. Sesuai dengan dalil sunnatulloh “ Tidak datang suatu tahun, kecuali tahun yang akan datang lebih jelek daripada tahun sebelumnya” . Terlihat jelas bahwa remaja saat ini lebih banyak yang menghabiskan waktu dengan Gadgetnya daripada membaca ayat- ayat suci Al-Qur’an.

Dengan latar belakang tersebut Forum Kemahasiswaan DPD LDII Sidoarjo Wilayah 1 menyelenggarakan sebuah event “Dadio Gurune Jagad”. Istilah Dadio Gurune Jagad ini bermaksud sebuah pesan agar setiap remaja LDII mampu menjadi pioner dalam berbagai hal khususnya dalam segi agama. Acara yang diikuti lebih dari 800 remaja dari tingkat SMP, SMA, sampai usia kerja berlangsung Minggu, (26/10) berlokasi di halaman masjid Nurul Huda, Dsn Tundungan, Ds. Sidomojo – Krian. Acara berjalan meriah dengan banyaknya pengunjung yang hadir. tak hanya kalangan remaja saja acara ini juga dihadiri banyak pengunjung dari paraorang tua.

Acara yang bertema “Mencetak Generasi Penerus Bangsa yang Profesional dan Religius” inibertujuan untuk mencetak generasi penerus bangsa yang berkompeten baik dari segi keagamaan, menumbuhkan semangat baru dalam mencari ilmu agama serta menumbuhkan semangat dalam segi kemandirian. Berbagai macam lomba keagamaan sebagai point penting dalam acara, antara lain : lomba membaca Al- Qur’ an, lomba adzan, lomba hafalan surat- surat pendek, lomba dai, dan lomba- lomba yang bertemakan kemandirian pun tidak kalah menarik turut memeriahkan acara Dadio Gurune Jagad antara lain : Bazar, lomba masak, pementasan drama dengan tema akhlaqul karimah.

Senin, 20 Oktober 2014

K.H. Hasan Yuswadi Mengajak Masyarakat Untuk Tidak Mencuri Qurban

LDIISidoarjo.org - Tidak kurang dari 700 orang hadir di pelataran masjid Baitul Azizah Medaeng pada Minggu pagi (05/10). Warga Medaeng tersebut berkumpul untuk melaksanakan sholat ied dalam rangka merayakan Idul Qurban 1435 H. Suasana  pagi yang cerah dan sejuk mendukung kekhusyu’an ibadah sunnah muakkad umat islam tersebut.

Sholat dimulai jam 05.30 dengan dipimpin khotib H. Djoko Purnomo, muballigh yang juga merupakan anggota Bagian Pendidikan dan Dakwah DPD LDII Kab. Sidoarjo. Seusai sholat dan khutbah, acara ditutup dengan tausiyah dan do’a dari K.H. Hasan Yuswadi,SH., Ketua Wanhat DPD LDII Kab Sidoarjo.

Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan agar dalam berqurban jangan sampai hanya mencari daging saja, namun juga memperhatikan unsur ibadah dan ketaqwaannya. “Apalagi jika kita sampai mencuri daging qurban. Misal ketika memotong-motong daging, anaknya dipanggil dan disuruh menyimpan daging sepotong demi sepotong, padahal belum waktunya pembagian daging. Ini berarti masih mengedepankan hawa nafsunya” terang Cak Yus, sapaan akrabnya.
Senin, 25 Agustus 2014

Sayyidina Ali Dibunuh untuk Mas Kawinnya Wanita Cantik

Foto: Ilustrasi saja, tidak ada hubungannya dengan berita ini
Dalam riwayat diceritakan, bahwa Sayyidinaa ’Ali termasuk orang yang meninggal dunia karena diserang seorang lelaki ambisius yang tergila-gila wanita cantik jelita bernama قَطَامُ بنتُ الشَّحنةِ (Qatham binti Syachnah). Ia meninggal dunia pada tanggal 17 Ramadhan tahun empat puluh Hijriyyah. ’Ali lah orang yang dulu berperang melawan dan membunuh panglima perang Khaibar bernama Marchab pada bulan Muharram atau Shafar tahun tujuh Hijriyyah, Agustus tahun 628 M. 

Saat perisainya dipukul pedang hingga terlempar dari tangannya; ia tak merasa sakit. Bahkan lalu bergerak cepat mengejutkan manusia karena pintu gerbang besi sangat tebal dan berat ia tarik sebagai pengganti perisai hingga perang usai. Begitu pintu gerbang tersebut diletakkan ditanah; delapan pria tak mampu mengangkatnya. Bahkan Hakim menulis:
"أَنَّ عَلِيًّا حَمَلَ الْبَابَ يَوْمَ خَيْبَر ، وَأَنَّهُ جَرَّبَ بَعْد ذَلِكَ فَلَمْ يَحْمِلهُ أَرْبَعُونَ رَجُلًا " وَالْجَمْع بَيْنَهُمَا أَنَّ السَّبْعَةَ عَالَجُوا قَلْبَهُ –
(Jabir pelaku sejarah) berkata, 'pintu gerbang benteng itu (dibobol dan) dibawa oleh ‘Ali sebagai perisai dalam perangnya. Begitu perang selesai, 40 pria berusaha mengangkat pintu gerbang itu, namun tidak mampu. Kaitan antara dua kisah tersebut ialah bahwa tujuh orang sahabat Abu Rafi' mengangkat pintu gerbang tersebut, sebelum akhirnya diangkat oleh empat puluh pria'." [Ibnu Hajjar/12/30/3888].

Jumat, 25 Juli 2014

Safari Ramadhan Muspika Kecamatan Krian ke PAC LDII Kraton

Camat Krian beserta Ibu-ibu masjid Alkautsar
Sambutan MUI Krian
LDIISidoarjo.org - Kegiatan safari ramadhan yang merupakan agenda rutin Muspika kecamatan Krian,  pada ramadhan 1435 H beberapa hari yang lalu bertempat di masjid Al-Kautsar, Desa Kraton Rt. 16 Rw. o4  Kecamatan Krian – Sidoarjo. Kunjungan yang dikomandoi oleh Agustin Iriani, camat Krian, beserta jajaran muspika, perangkat desa dan MUI Kecamatan Krian ini merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap masyarakat lewat silahturahmi sehingga tercipta sinkronasi kebersamaan antara semua pihak demi kemajuan bersama.
Pengurus takmir masjid beserta jajaram MUI dan Muspika

Kunjungan ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan oleh tim muspika dan MUI kecamatan Krian di masjid Al-kautsar ini setelah sebelumnya mereka berkunjung dalam rangka safari muharram.  Tentu ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi para pengurus dan warga PAC LDII Kraton. Dalam sambutannya, Takmir masjid Al-kautsar, H. Bajuri menyampaikan rasa bahagianya dan berharap acara seperti ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya.

Acara safari ramadhan ini dimulai dengan sholat isyak berjama’ah lalu tarawih dan witir. kemudian dilanjut dengan sambutan dari pengurus MUI yang dalam isinya menekankan tentang pentingnya ukhuwah islamiyah. Beliaupun mengungkapkan kekagumannya pada warga LDII dan warga sekitar masjid tersebut, karena melihat kerukunan dan kekompakan mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, remaja masjid, anak-anak TPQ dan serta dari perangkat desa dan tokoh masyarakat bisa menyatu dan berbaur menjadi satu.

Sabtu, 28 Juni 2014

Jemput Ramadhan di FAS lewat Tahfidz dan Dai Cilik

LDIISidoarjo.org - Rutinitas tiap tahun FAS DPD LDII Sidoarjo Wilayah 1 (22/6),mencakup generasi penerus usia tingkat PAUD-SD mulai dari PC LDII Medaeng, Taman, Krian dan Balongbendo  yang berkumpul di PAC Tundungan tepat pukul 08.00 WIB. Kegiatan semarak menuju ramadhan kali ini mengangkat tema “Be Teacher of The World”. Bermacam rangkaian perlombaan yang memotivasi jiwa semangat generus, khususnya pada lomba hafalan surat Alquran dan DA’I yang lebih menekankan ketekuntidaknya anak didalam setiap aktivitasnya.

Lomba hafalan surat Alquran ini unik. “Termasuk lomba yang unik, karena secara ilmiah mengetes daya ingat anak, dan berpengaruh dalam kegiatan anak, saat dia memanfaatkan waktu luangnya untuk bersemangat menghafal surat Alquran, maka surat yang dihafal akan lebih banyak” ungkap Sutik sebagai koordinator lomba. 
Selasa, 24 Juni 2014

Kampanye Pilpres dari Pandangan Islam


Kampanye adalah sebenarnya proses menyampaikan visi dan misi dalam suatu proses Pemilu, baik itu saat Pileg (Pemilihan Anggota Legislatif) untuk DPR/DPRD ataupun Pilpres (Pemilihan Presiden) dan menurut pandangan islam syah-syah saja dan diperbolehkan.

Sebenarnya awalnya kampanye memiliki tujuan sangat baik yaitu agar calon pemilih dalam suatu Pileg, Pilpres bahkan Pilkades dapat mengetahui visi-misi calon-calon yang akan dipilihnya, jadi tidak menempati istilah memilih kucing dalam karung.

Namun yang sering terjadi di lapangan karena suasana politik semakin memanas, sering terjadi kampanye hitam (Black Campaign) dan kampanye negatif (Negative Campaign) silih berganti dilakukan oleh kedua belah pihak yang berseteru. Apa bedanya antara kedua kampanye ini? karena bentuk 2(dua) kampanye ini kedua-duanya yang tidak diperbolehkan dalam islam.

Kampanye bisa disebut sebagai kampanye hitam jika materi kampanye tidak sesuai dengan kenyataan atau mengada-ada. Isi kampanye cenderung mengandung fitnah dan tidak bisa dibuktikan kebenarannya.Sementara, kampanye negatif adalah kampanye yang materinya nyata adanya atau pernah terjadinya.

Kita tidak memungkiri adanya kampanye hitam, dan itu tidak dibolehkan. Tapi yang perlu digaris-bawahi di sini adalah tidak semua tindakan menyebar berita negatif tentang salah satu calon menjadi kampanye hitam. Tetapi dikatakan kampanye hitam bila beritanya bohong. Adapun bila beritanya benar, maka namanya kampanye negatif, dan ini masuk ghibah (menggunjing).

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ ». قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ « ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ ». قِيلَ أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِى أَخِى مَا أَقُولُ قَالَ « إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya, “Tahukah kamu, apa itu ghibah?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ghibah adalah kamu membicarakan saudaramu mengenai sesuatu yang tidak ia sukai.” Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah menurut engkau apabila orang yang saya bicarakan itu memang sesuai dengan yang saya ucapkan?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Apabila benar apa yang kamu bicarakan itu tentang dirinya, maka berarti kamu telah menggibahnya (menggunjingnya). Namun apabila yang kamu bicarakan itu tidak ada padanya, maka berarti kamu telah menfitnahnya (menuduh tanpa bukti).” (HR. Muslim no. 2589, Bab Diharamkannya Ghibah)



Senin, 16 Juni 2014

SEPAK BOLA DENGAN ISLAM

Sepak bola, hampir semua orang mengenalnya. Saat ini sedang digelar Piala dunia , gelegar Piala Dunia 2014 hampir terdengar di seluruh pelosok negeri. Tahun 2014 , negeri Samba, Brasil, menjadi sejarah perhelatan sepak bola terbesar di dunia.

Dibandingkan jenis olahraga yang lain, sepak bola memang merupakan olahraga yang paling banyak peng­gemarnya. Oleh karenanya jangan heran jika banyak pemuda kita yang kadang ingin menjadi bintang lapangan agar tenar dan kaya, itulah yang mereka cari. Tetapi, kita juga perlu berhati-hati sebab kadang olah raga ini juga telah memakan banyak korban, baik jiwa, raga, materi, waktu, kehor­matan, bahkan seorang dapat kehilangan agamanya dengan sebab sepak bola.

Agar Sepak Bola betul-betul membawa manfa'at bagi kita semua, beberapa hal yang perlu kita perhatian adalah sbb:


1. Tidak meninggalkan kewajiban untuk sholat fardhu/wajib. Jika kita ingin bermain atau menonton sepakbola.

2. Tidak mengucapkan atau berteriak dengan kata-kata yang kotor atau kata-kata yang bisa menyakitkan hati sekalipun dengan bercanda. Semisal, ketika bermain atau menonton sepakbola sesama pemain atau penonton saling mencaci atau mencela sehingga timbul permusuhan diantara mereka.

3. Tidak melanggar perkara-perkara syari’at lainnya. Misalnya, menjadi sarana untuk berjudi atau taruhan tim manakah yang akan menang, menjadi sarana untuk pacaran, menggunakan jimat atau jampi-jampinya agar tendangannya tepat, dll.

4. Bermain sepak bola boleh dilakukan, dengan syarat meniatkannya untuk kekuatan daya tahan tubuh, serta si pemain tidak menjadikan permainan tersebut dengan alasan untuk menunda shalat.


Minggu, 08 Juni 2014

Setiap Orang Berpeluang Mati Syahid

Mati Sahid Tidak Harus Berperang atau Melakukan Kekerasan

LDII - Keutamaan Mati Syahid - Mati syahid sering diasosiasikan dengan jihad atau mati berperang dalam Sabilillah. Lebih-lebih di era sekarang, sebagian oknum malah menyimpangkan makna jihad dan mati syahid dengan terorisme, kekerasan, pembunuhan, pengeboman dengan mengatasnamakan Islam.

Dalam Islam sendiri ternyata syahid tidak hanya mati karena berperang membela Islam. Rasulullah s.a.w. bahkan menegaskan, kalau syahid terbatas hanya pada peperangan maka akan sangat sedikit sekali umat Islam yang mendapatkan pahala mati syahid. Sesuai tuntunan Rasulullah s.a.w., sebenarnya mati syahid meliputi:
  • Mati dalam keadaan sedang mengerjakan urusan agama Allah, seperti; mengaji, nasehat, berhaji, mengurus shodakoh / zakat, dan urusan agama lainnya.
  • Ibu-ibu Muslim yang meninggal dunia saat melahirkan bayi.
  • Mati karena sakit perut.
  • Mati karena penyakit.
  • Mati tenggelam, kebakaran dan tertimpa bencana atau kecelakan.
بَابُ مَا يُرْجَى فِيهِ الشَّهَادَةُ 17
2803 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ أَبِي الْعُمَيْسِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَابِرِ بْنِ عَتِيكٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، أَنَّهُ مَرِضَ فَأَتَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُهُ، فَقَالَ قَائِلٌ مِنْ أَهْلِهِ: إِنْ كُنَّا لَنَرْجُو أَنْ تَكُونَ وَفَاتُهُ قَتْلَ شَهَادَةٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ شُهَدَاءَ أُمَّتِي إِذًا لَقَلِيلٌ، الْقَتْلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ شَهَادَةٌ، وَالْمَطْعُونُ شَهَادَةٌ، وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهَادَةٌ – يَعْنِي الْحَامِلَ -، وَالْغَرِقُ، وَالْحَرِقُ وَالْمَجْنُوبُ، – يَعْنِي ذَاتَ الْجَنْبِ – شَهَادَةٌ» سنن ابن ماجه
__________
[حكم الألباني] صحيح
… Rasulullah s.a.w menjenguknya (seorang sahabat yang sedang sakit) maka salah seorang keluarganya berkata,”Sesungguhnya kami berharap bila kakek kami wafatnya berperang syahid dalam Sabilillah.

Rasulullah s.a.w. menjawab: “Sesungguhnya mati syahidnya umatku jika begitu (mati dalam peperangan) niscaya sedikit sekali (yang mati syahid), berperang dalam jalan Allah itu syahid, mati karena sakit itu syahid, dan wanita mati melahirkan itu syahid – yakni hamil – dan tenggelam, dan terbakar dan majnub – yaitu yang mati sakit lambung – itu mati syahid”.

[Hadist Sunan Ibni Majah No. 2803 Kitabu Jihad]