وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Sabtu, 18 Maret 2017

Imawan Mashuri: Langkah Cerdas LDII Adakan DIklat Jurnalistik

LDII Sidoarjo | Komisaris Jawa Pos Grup Imawan Mashuri menaruh harapan besar pada LDII pada pelaksanaan dakwah, karena itu adalah pekerjaaan yang sering dilupakan, hal ini dikatakan pada saat mengisi Wokhsop Jurnalistik yang diadakan Biro Komunikasi Informasi dan Media DPW LDII Jawa TImur di Aula LDII Jl. Gayungan VII No. 11 Surabaya (18/3/17).

Imawan menambahkan, diklat jurnalistik yang dilakukan LDII ini adalah langkah cerdas, banjiri informasi positif untuk imbangi beredarnya informasi yang beredar di masyarakat dengan dakwah lewat internet,  berita yang diterima masyarakat saat ini sebagian besar berita yang kurang baik.

Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan ketua DPW LDII Jawa Timur Amien Adhy saat membuka acara, dengan banyak memunculkan berita yang postif maka bisa menggeser berita yang menjelekkan LDII,. Wokshop Jurnalistik ini juga untuk mengoptimalkan peran komunikasi, informasi dan media.

Setelah berakhirnya wokshop jurnalistik akan dilanjutkan dengan jambore jurnalistik serta menjalin hubungan dengan Jawa Pos dan majalah Nurani, kata Amien.

Wokshop Jurnalistik DPW LDII Jatim diikuti 76 peserta dari kabupaten kota se Jawa Timur dengan menghadirkan pemateri Ludhy Cahyana dari DPP LDII serta Ali Mustika dari DPW LDII Jawa Timur. (Y)
Minggu, 22 Januari 2017

Launching Aplikasi Monev dan ldiijatim.tv DPW LDII Jawa Timur



LDIISidoarjo.org - Sebagai salah satu ormas keagamaan di Indonesia, LDII selalu melakukan peningkatan dalam monitoring dan evaluasi  kinerja  organisasi. LDII baru-baru ini mengusung peran organisasi dalam hal paperless yang dicanangkan saat munas VIII LDII akhir tahun lalu. Menindaklanjuti hal tersebut, DPW LDII Jawa Timur dalam Konsolidasi Organisasi yang dilaksanakan pada hari minggu, (22/01/17) melaunching aplikasi monev untuk peningkatan kinerja organisasi dalam monitoring kegiatan DPD, PC dan PAC se-Jawa Timur.  Sehingga laporan kegiatan di tiap tingkatan tidak memakai kertas lagi, laporan kegiatan sudah bisa dicek melalui aplikasi tersebut. Selain melaunching aplikasi tersebut, DPW LDII jatim juga melaunching ldiijatim.tv untuk menyiarkan kegiatan DPW LDII secara live streaming.

Konsolidasi organisasi ini mengangkat materi  UU No. 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Organisasi kemasyarakatan adalah organisasi yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, dan tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bedasarkan Pancasila.  Kewajiban ormas salah satunya adalah menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan NKRI, melaksanakan kegiatan sesuai tujuan organisasi, memelihara nilai-nilai agama, budaya, moral, etika dan norma.
Selasa, 10 Januari 2017

Ipda Suwighyo : " Ulama Dan Polisi Harus Bersinergi Membina Umat"

LDIISidoarjo.org - Mengawali pertemuan di kantor Polsek Tarik pada hari Senin, (9/1) Ipda H. Suwighyo (mewakili Kapolsek Tarik) mengatakan bahwa ulama dan Kepolisian harus bersinergi dalam rangka membangun umat agar tidak sampai terjebak dalam pemahaman radikalisme yang ujungnya akan melakukan tindakan-tindakan teror yang sangat meresahkan.

Senada dengan itu ketua PC LDII Kec Tarik Adi Kurniawan mengatakan bahwa LDII berusaha keras agar warganya tidak terpengaruh dengan paham radikalisme, dengan mengadakan pengajian yang bersifat intensif dan berkesinambungan.

Warga LDII terus diingatkan akan arti pentingnya tunduk dan patuh kepada pemerintahan yang sah berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta berbudi yang luhur. Ipda Suwighyo yang didampingi Aiptu Janat juga menyinggung kemerosotan moral dikalangan pemuda diantaranya melunturnya rasa hormat kepada orang tua.
Senin, 02 Januari 2017

Pengajian Akhir Tahun Remaja Masjid PC LDII Taman

LDII SIDOARJO | Di penghujung pergantian tahun baru, umumnya ramai orang asyik berkumpul untuk menunggu detik-detik pergantian tahun.  Menunggu pergantian tahun itu biasanya disambut dengan perayaan mulai pesta kembang api, tiup terompet, trek-trekan di jalan, bahkan banyak diberitakan perayaan pergantian malam tahun baru disambut dengan pesta seks, narkoba, dan kegiatan negatif lainnya.

Sebagai langkah antisipatif untuk mencegah kegiatan negatif yang dilakukan oleh generasi muda, Lembaga Dakwah Islam Indonesia sebagai lembaga dakwah yang lebih mengedepankan dakwah bil-haal (dakwah dengan memberikan contoh yang baik) melalui DPP LDII telah menginstruksikan gerakan ngaji akhir tahun sebagai bentuk pengalihan untuk membina para generasi muda dari hal-hal negatif tersebut.

Sebagai tindak lanjut instruksi DPP tersebut, PC LDII Taman mengadakan pengajian akhir tahun yang diadakan di halaman masjid Baitul manshurin Tawangsari, yang dihadiri semua warga LDII se kecamatan Taman dan Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat setempat.
Rabu, 09 November 2016

Presiden Jokowi : Gerakan Hormati Guru Kembalikan Karakter Bangsa


LIPUTAN MUNAS VIII LDII

LDII SIDOARJO | Jakarta (9/11) – Presiden RI Joko Widodo mengungkapkan dalam paparannya di depan 1.500 peserta Munas ke-8 LDII bahwa gerakan menghormati guru adalah bentuk kembali pada karakter bangsa.

“Saya sangat setuju dengan apa yang diungkapkan oleh Pak Abdullah Syam mengenai gerakan menghormati guru. Ini bentuk kita kembali pada karakter kita, karakter bangsa. Saya nanti akan bisikkan pada Mendikbud bahwa ini akan menjadi gerakan nasional kita,” ujar Jokowi di lokasi Munas, Balai Kartini Jakarta.

Sedangkan Ketua Umum DPP LDII KH. Abdullah Syam, M.Sc, APU dalam sambutannya di depan Presiden RI Joko Widodo mengungkapkan LDII saat ini ibarat sebuah pohon besar.

“Pohon besar dapat memberikan kesejukan dan buah yang manis. Agar besar maka dibutuhkan akar yang merupakan representasi dari profesional religius. Dibutuhkan akar yang mampu mensuplai kebutuhan pohon dengan nutrisi yang baik,” ujar Abdullah Syam.

Kominfo: Ormas Harus Berperan dalam Internet Sehat

LIPUTAN MUNAS VIII LDII

Jakarta (8/11). Perkembangan teknologi mencapai babak baru, dengan memasuki era digital. Era digital merupakan era dimana maraknya penggunaan teknologi  berbasis informasi . Lewat media sosial, pengguna internet dibanjir informasi, menjadikan mereka generasi instan.

Menanggapi hal itu, Heri Abdul Aziz staf ahli Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dalam perhelatan Munas ke-8 LDII di Balai Kartini menyatakan, upaya menyaring konten negatif tidak secepat industri yang memproduksi konten negatif dalam digital.  

 “Apabila alamat domainnya jelas, mudah sekali diblokir. Namun terkadang ada alamat internet yang yang sebaliknya. Terlepas dari itu,  usaha blokir konten tetap kami lakukan terus menerus,” ujarnya.

Selain merusak moral, peredaran informasi negatif juga bisa menimbulkan kegaduhan. Dijelaskan Heri,  Informasi yang diterima pengguna internet terkadang tidak dipilah dengan baik. Pengguna internet harus berhati-hati dalam melakukan posting maupun membagikan tautan.       

Menteri Agama: Jangan Ganti Guru dengan Media Sosial

LIPUTAN MUNAS VIII LDII
LDII SIDOARJO | Jakarta (8/11) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka secara resmi Musyawarah Nasional VIII LDII, yang digelar pada 8-10 November 2016. Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi LDII yang mengangkat gerakan menghormati guru sebagai salah satu tema munas.
“Saya mengapresiasi sekali apa yang dilakukan LDII. Karena memperkokoh pilar bangsa. Menghormati guru pada hakekatnya adalah upaya peningkatan kualitas SDM. Juga ekonomi syariah, dan semuanya itu dikemas dengan pendayagunaan teknologi digital,” ujar Lukman Hakim.

Lukman Hakim pada perhelatan ini menitipkan pesan agar dapat menghindari efek negatif digitalisasi. “Saya menitipkan satu hal, di era digital ini. Semua proses komunikasi tidak bisa terhindarkan dari digitalisasi. Munas ini sangat relevan bagaimana kita bisa menyikapi perkembangan dunia dengan penuh kearifan,” lanjut Lukman Hakim di tengah 1.500 peserta Munas LDII.

Lukman Hakim juga sangat mewanti-wanti jangan sampai kondisi kekinian mengubah nilai kebajikan menggantikan guru dengan media sosial seperti facebook dan twitter. “Keberadaan guru dan orang tua luar biasa dalam mentransformasikan nilai-nilai kebajikan. Sedangkan saat ini yang mentransformasikan nilai-nilai landasan mereka adalah facebook, twitter dan semua sosial media yang ada,” ujar Lukman Hakim.

Imawan Mashuri: Langkah Cerdas LDII Adakan DIklat Jurnalistik

LDII Sidoarjo | Komisaris Jawa Pos Grup Imawan Mashuri menaruh harapan besar pada LDII pada pelaksanaan dakwah, karena itu adalah pekerjaaan yang sering dilupakan, hal ini dikatakan pada saat mengisi Wokhsop Jurnalistik yang diadakan Biro Komunikasi Informasi dan Media DPW LDII Jawa TImur di Aula LDII Jl. Gayungan VII No. 11 Surabaya (18/3/17).

Imawan menambahkan, diklat jurnalistik yang dilakukan LDII ini adalah langkah cerdas, banjiri informasi positif untuk imbangi beredarnya informasi yang beredar di masyarakat dengan dakwah lewat internet,  berita yang diterima masyarakat saat ini sebagian besar berita yang kurang baik.

Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan ketua DPW LDII Jawa Timur Amien Adhy saat membuka acara, dengan banyak memunculkan berita yang postif maka bisa menggeser berita yang menjelekkan LDII,. Wokshop Jurnalistik ini juga untuk mengoptimalkan peran komunikasi, informasi dan media.

Setelah berakhirnya wokshop jurnalistik akan dilanjutkan dengan jambore jurnalistik serta menjalin hubungan dengan Jawa Pos dan majalah Nurani, kata Amien.

Wokshop Jurnalistik DPW LDII Jatim diikuti 76 peserta dari kabupaten kota se Jawa Timur dengan menghadirkan pemateri Ludhy Cahyana dari DPP LDII serta Ali Mustika dari DPW LDII Jawa Timur. (Y)

Launching Aplikasi Monev dan ldiijatim.tv DPW LDII Jawa Timur



LDIISidoarjo.org - Sebagai salah satu ormas keagamaan di Indonesia, LDII selalu melakukan peningkatan dalam monitoring dan evaluasi  kinerja  organisasi. LDII baru-baru ini mengusung peran organisasi dalam hal paperless yang dicanangkan saat munas VIII LDII akhir tahun lalu. Menindaklanjuti hal tersebut, DPW LDII Jawa Timur dalam Konsolidasi Organisasi yang dilaksanakan pada hari minggu, (22/01/17) melaunching aplikasi monev untuk peningkatan kinerja organisasi dalam monitoring kegiatan DPD, PC dan PAC se-Jawa Timur.  Sehingga laporan kegiatan di tiap tingkatan tidak memakai kertas lagi, laporan kegiatan sudah bisa dicek melalui aplikasi tersebut. Selain melaunching aplikasi tersebut, DPW LDII jatim juga melaunching ldiijatim.tv untuk menyiarkan kegiatan DPW LDII secara live streaming.

Konsolidasi organisasi ini mengangkat materi  UU No. 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Organisasi kemasyarakatan adalah organisasi yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, dan tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bedasarkan Pancasila.  Kewajiban ormas salah satunya adalah menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan NKRI, melaksanakan kegiatan sesuai tujuan organisasi, memelihara nilai-nilai agama, budaya, moral, etika dan norma.

Ipda Suwighyo : " Ulama Dan Polisi Harus Bersinergi Membina Umat"

LDIISidoarjo.org - Mengawali pertemuan di kantor Polsek Tarik pada hari Senin, (9/1) Ipda H. Suwighyo (mewakili Kapolsek Tarik) mengatakan bahwa ulama dan Kepolisian harus bersinergi dalam rangka membangun umat agar tidak sampai terjebak dalam pemahaman radikalisme yang ujungnya akan melakukan tindakan-tindakan teror yang sangat meresahkan.

Senada dengan itu ketua PC LDII Kec Tarik Adi Kurniawan mengatakan bahwa LDII berusaha keras agar warganya tidak terpengaruh dengan paham radikalisme, dengan mengadakan pengajian yang bersifat intensif dan berkesinambungan.

Warga LDII terus diingatkan akan arti pentingnya tunduk dan patuh kepada pemerintahan yang sah berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta berbudi yang luhur. Ipda Suwighyo yang didampingi Aiptu Janat juga menyinggung kemerosotan moral dikalangan pemuda diantaranya melunturnya rasa hormat kepada orang tua.

Pengajian Akhir Tahun Remaja Masjid PC LDII Taman

LDII SIDOARJO | Di penghujung pergantian tahun baru, umumnya ramai orang asyik berkumpul untuk menunggu detik-detik pergantian tahun.  Menunggu pergantian tahun itu biasanya disambut dengan perayaan mulai pesta kembang api, tiup terompet, trek-trekan di jalan, bahkan banyak diberitakan perayaan pergantian malam tahun baru disambut dengan pesta seks, narkoba, dan kegiatan negatif lainnya.

Sebagai langkah antisipatif untuk mencegah kegiatan negatif yang dilakukan oleh generasi muda, Lembaga Dakwah Islam Indonesia sebagai lembaga dakwah yang lebih mengedepankan dakwah bil-haal (dakwah dengan memberikan contoh yang baik) melalui DPP LDII telah menginstruksikan gerakan ngaji akhir tahun sebagai bentuk pengalihan untuk membina para generasi muda dari hal-hal negatif tersebut.

Sebagai tindak lanjut instruksi DPP tersebut, PC LDII Taman mengadakan pengajian akhir tahun yang diadakan di halaman masjid Baitul manshurin Tawangsari, yang dihadiri semua warga LDII se kecamatan Taman dan Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat setempat.

Presiden Jokowi : Gerakan Hormati Guru Kembalikan Karakter Bangsa


LIPUTAN MUNAS VIII LDII

LDII SIDOARJO | Jakarta (9/11) – Presiden RI Joko Widodo mengungkapkan dalam paparannya di depan 1.500 peserta Munas ke-8 LDII bahwa gerakan menghormati guru adalah bentuk kembali pada karakter bangsa.

“Saya sangat setuju dengan apa yang diungkapkan oleh Pak Abdullah Syam mengenai gerakan menghormati guru. Ini bentuk kita kembali pada karakter kita, karakter bangsa. Saya nanti akan bisikkan pada Mendikbud bahwa ini akan menjadi gerakan nasional kita,” ujar Jokowi di lokasi Munas, Balai Kartini Jakarta.

Sedangkan Ketua Umum DPP LDII KH. Abdullah Syam, M.Sc, APU dalam sambutannya di depan Presiden RI Joko Widodo mengungkapkan LDII saat ini ibarat sebuah pohon besar.

“Pohon besar dapat memberikan kesejukan dan buah yang manis. Agar besar maka dibutuhkan akar yang merupakan representasi dari profesional religius. Dibutuhkan akar yang mampu mensuplai kebutuhan pohon dengan nutrisi yang baik,” ujar Abdullah Syam.

Kominfo: Ormas Harus Berperan dalam Internet Sehat

LIPUTAN MUNAS VIII LDII

Jakarta (8/11). Perkembangan teknologi mencapai babak baru, dengan memasuki era digital. Era digital merupakan era dimana maraknya penggunaan teknologi  berbasis informasi . Lewat media sosial, pengguna internet dibanjir informasi, menjadikan mereka generasi instan.

Menanggapi hal itu, Heri Abdul Aziz staf ahli Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dalam perhelatan Munas ke-8 LDII di Balai Kartini menyatakan, upaya menyaring konten negatif tidak secepat industri yang memproduksi konten negatif dalam digital.  

 “Apabila alamat domainnya jelas, mudah sekali diblokir. Namun terkadang ada alamat internet yang yang sebaliknya. Terlepas dari itu,  usaha blokir konten tetap kami lakukan terus menerus,” ujarnya.

Selain merusak moral, peredaran informasi negatif juga bisa menimbulkan kegaduhan. Dijelaskan Heri,  Informasi yang diterima pengguna internet terkadang tidak dipilah dengan baik. Pengguna internet harus berhati-hati dalam melakukan posting maupun membagikan tautan.       

Menteri Agama: Jangan Ganti Guru dengan Media Sosial

LIPUTAN MUNAS VIII LDII
LDII SIDOARJO | Jakarta (8/11) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka secara resmi Musyawarah Nasional VIII LDII, yang digelar pada 8-10 November 2016. Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi LDII yang mengangkat gerakan menghormati guru sebagai salah satu tema munas.
“Saya mengapresiasi sekali apa yang dilakukan LDII. Karena memperkokoh pilar bangsa. Menghormati guru pada hakekatnya adalah upaya peningkatan kualitas SDM. Juga ekonomi syariah, dan semuanya itu dikemas dengan pendayagunaan teknologi digital,” ujar Lukman Hakim.

Lukman Hakim pada perhelatan ini menitipkan pesan agar dapat menghindari efek negatif digitalisasi. “Saya menitipkan satu hal, di era digital ini. Semua proses komunikasi tidak bisa terhindarkan dari digitalisasi. Munas ini sangat relevan bagaimana kita bisa menyikapi perkembangan dunia dengan penuh kearifan,” lanjut Lukman Hakim di tengah 1.500 peserta Munas LDII.

Lukman Hakim juga sangat mewanti-wanti jangan sampai kondisi kekinian mengubah nilai kebajikan menggantikan guru dengan media sosial seperti facebook dan twitter. “Keberadaan guru dan orang tua luar biasa dalam mentransformasikan nilai-nilai kebajikan. Sedangkan saat ini yang mentransformasikan nilai-nilai landasan mereka adalah facebook, twitter dan semua sosial media yang ada,” ujar Lukman Hakim.