وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]
MUI Bantah LDII Sesat LDII Bentengi Diri dari Radikalisme Ketemu Jokowi, LDII Bahas Radikalisme LDII Sidoarjo Wujudkan Generasi Cendekia Siapkah Kita Pertanggungjawabkan Umur
Senin, 29 Agustus 2016

MTI Sidoarjo, Be the Teacher of the World



Islam adalah agama rahmatal lil alamin, Alloh telah memberi cara terbaik untuk mempelajarinya lewat kalam - kalamNya dalam Alqur'an. Untuk itu mengkaji Alqur'an adalah suatu kewajiban bagi tiap muslim. Mengkaji Alquran tak cukup hanya dengan membacanya namun juga dengan memaknai tiap lafadznya agar dapat memahami arti dari ayat Alquran sehingga mampu menambah ilmu dan kefahaman tentang Islam.

Dengan misi menjadi bentuk penerapan dan wadah pelancaran kegiatan berbagi ilmu bagi para generasi penerus unggul yang profesional religius dalam islam.Yang nantinya mampu menyampaikan Islam ke penjuru dunia, MTI Sidoarjo lahir sebagai salah satu tempat mencari ilmu untuk mengkaji Alqur'an dan Hadist dengan menggunakan bahasa inggris.
Seorang Ulama tak hanya harus bisa menyampaikan dakwahnya lewat dalil-dalil berbahasa arab, namun juga harus berwawasan global. termasuk salah satunya adalah menguasai bahasa inggris yang merupakan bahasa komunikasi internasional.

MTI yang merupakan kepanjangan dari Media Teaching of Islam adalah sebuah media atau tempat untuk belajar tentang islam yang mengkhususkan pembelajarannya menggunakan bahasa inggris, dengan harapan para siswa atau anggota nantinya mampu menjadi seorang alim yang faqih, berakhlakul karimah, mandiri serta berwawasan global.

Dalam naungan DPD LDII Sidoarjo, MTI Sidoarjo mengadakan launching acara perdananya pada minggu,(28/8) di Masjid Baitul Izzah, Saimbang - Sidoarjo. Acara dibuka oleh MC dengan full menggunakan bahasa inggris. Lalu dilanjutka dengan penyampaian makna Alquran beserta keterangan juga dengan menggunakan bahasa inggris. Untuk memudahkan semua peserta dalam memahami, setiap kosa kata yang kurang familiar maka kata tersebut ditampilkan dalam sebuah layar berikut beserta penjelasannya. Sehingga bagi peserta yang belum bisa bahasa inggrispun bisa mengikuti sambil belajar dengan baik.

Diakhir acara diberikan sesi Introduction, dimana beberapa peserta diberikan kesempatan memperkenalkan dirinya dengan menggunakan bahasa inggris. Dan ada doorprize menarik untuk mereka yang berani maju dan mau introduce themselves.

Aan Syaiful Malik, S.pd selaku ketua MTI Sidoarjo menyampaikan beberapa program dan kegiatan - kegiatan yang akan dilakukan kedepan.  Diharapkan dengan adanya MTI Sidoarjo ini mampu menjadikan generasi muda nantinya memiliki kemampuan ilmu agama yang komplit serta berwawasan global sehingga mampu memberikan manfaat dan menjadi generasi yang profesional religius. (hav)

Rabu, 13 Juli 2016

PC LDII Gandeng Polsek Taman Bagi Takjil Gratis


Mengerjakan amalan yang mendapat pahala berlipatganda sayang untuk di sia-sia kan. Alhamdulillah kita telah selesai melaksanakan kewajiban ibadah di bulan suci ramadan seperti puasa, membaca Al-Qur’an, sholat sarawih, lailatul qodar, membayar zakat, dl.

Dengan adanya moment ini tergerak pengurus PC LDII Taman bekerja sama dengan Polsek Taman, mengadakan acara sosial membagikan takjil untuk orang yang berpuasa.

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi 807)

Acara ini telah dilaksanakan Jum’at (1/7) di depan Alfamidi Gilang Taman, PC LDII Taman menggandeng Remaja Masjid untuk ikut berpartisipasi dalam kelangsungan acara bagi takjil gratis. Antusias mereka sangat di hargai, kerukunan dan kekompakkan dalam menyiapkan konsumsi takjil, membuat desain banner takjil sampai persiapan kendaraan.

Takjil yang dibagikan kurang lebih 400 bingkisan, yang di peroleh dari beberapa PAC LDII Taman dan shodaqoh, seperti susu sapi, roti dll.


Remaja LDII berperan aktif dalam beberapa kegiatan organisasi, dan acara-acara yang bermanfaat untuk pembekalan remaja taman, program tersebut tidak lepas berdasarkan tri sukses generus yaitu berilmu, berbudi pekerti yang baik serta menjadi remaja mandiri.(LINES Sidoarjo/Thio)

Senin, 27 Juni 2016

LDII Minta Pemerintah Ajarkan Kedaulatan Laut Indonesia Sejak Dini


ldii-sidoarjo.org | Jakarta (26/6). Indonesia yang mulanya berjarak dengan konflik Laut China Selatan, dan berusaha untuk netral aktif, rupanya mulai terseret pusaran konflik. Seperti yang diinformasikan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada (20/3) lalu, telah terjadi dugaan pelanggaran kapal penjaga pantai China di wilayah Indonesia.



Menurut Susi, telah terjadi insiden saat kapal patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia menangkap sebuah kapal nelayan China. Kapal nelayan tersebut diduga menangkap ikan secara ilegal di perairan Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu (19/3/2016). “Saat kapal patroli mengawal kapal ikan China, muncul kapal penjaga pantai China yang mengejar dan menabrak kapal ikan itu, agar rusak sehingga tak dapat ditarik,”kata Susi.

Menanggapi hal itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, mengatakan, kapal nelayan dari negaranya menangkap ikan di tempat yang telah turun-temurun dikunjungi. Rupanya China melakukan pendekatan sejarah atas klaim Kepulauan Spartley di Laut China Selatan, yang saat ini menjadi Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) milik Filipina. China juga berkonflik dengan Vietnam, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Menanggapi konflik perbatasan ini, DPP LDII sebagai ormas Islam meminta kepada pemerintah, menanamkan pendidikan sejak dini kepada anak-anak mengenai kedaulatan laut Indonesia. Hal ini untuk menanamkan cinta tanah air, memahami sejarah, dan mengetahui benar batas-batas kedaulatan bangsa terutama di laut.

Anak-anak sejak dini harus mengerti dan paham mengenai ZEE Indonesia, berdasarkan Konvensi Hukum Laut atau Hukum Perjanjian Laut PBB (UNCLOS). ZEE Indonesia membentang sejauh 200 mil laut dari Pulau Natuna berdasarkan UNCLOS. China pun sebagaimana Indonesia, telah meratifikasi UNCLOS. Namun dalam penyelesaian sengketa kedaulatan laut, China justru menggunakan pendekatan sejarah.

LDII juga meminta pemerintah Indonesia meningkatkan kesejahteraan nelayan di Pulau Natuna dan sekitarnya, “Masalah di Natuna adalah nelayan kesulitan menjual hasil tangkapan mereka. Para nelayan di wilayah itu kerap menjual tangkapannya kepada nelayan asing,”ujar Ketua DPP LDII Prasetyo Soenaryo. Ia meminta pemerintah untuk membangun infrastruktur dan fasilitas, yang memungkinkan nelayan menjual tangkapannya dengan mudah, dan mengolahnya untuk meningkatkan nilai jual hasil laut.

DPP LDII juga meminta kepada pemerintah Indonesia, untuk mengintegrasikan pengawasan Laut Natuna dengan mengintegrasikan teknologi dengan drone atau pesawat nirawak yang dikontrol dari darat dan kapal perang. Cara ini jauh lebih efisien dalam memantau pergerakan kapal nelayan maupun kapal laut asing, demikian penjelasan Prasetyo Soenaryo.

Semenatara itu Profesor Singgih Trisulistyono, guru besar Sejarah Universitas Diponegoro Semarang, menyatakan  hingga abad XX kepulauan dan karang di kawasan Kepulauan Spratlys dan Paracels merupakan terra nullius, atau wilayah yang tidak ada pemiliknya atau dalam sistem hukum barat disebut "nobody's land", tidak diduduki dan tidak diklaim oleh negara manapun. Pemukiman nelayan yang bersifat musiman (seperti yang menjadi dasar klaim Cina) dan eksplorasi pertambangan komersial (seperti dasar klaim Filipina) bukanlah merupakan sebuah pendudukan, paling tidak oleh sebuah negara.

“Memang pada tahun 1947 China mengeluarkan peta yang memasukkan kawasan ini  sebagai wilayah mereka, namun tidak dengan koordinat yang jelas dan hanya di atas kertas saja,”kata Singgih. Dengan demikian klaim historis yang bersifat kontemporer tanpa dasar yang jelas tidak memiliki basis legal yang kuat. Menurut Singgih, bahwa pemerintah China lebih menonjolkan kekuatan militer namun dibungkus dengan diplomasi yang ambivalen. Diplomasi boleh menunjukkan pasang surut namun penguasaan atau pendudukan terus berjalan.

Bahkan Singgih menyatakan China bukanlah bangsa dan negara yang pertama-tama menjelajahi kawasan Laut China Selatan. Pelayaran Nusantara – China justru dirintis oleh orang-orang dari Nusantara, sejarah abad ke-5 masehi utusan-utusan dagang dari berbagai kerajaan di Nusantara sudah datang di China, misalnya dari Tarumanegara, Kalingga, Sriwijaya, Melayu, dan sebagainya. Tak satu pun ada berita bahwa China melakukan pelayaran ke Nusantara.

Pelayaran orang India dan Arab ke China juga memanfaatkan pandu dari orang Nusantara. Para pendeta China yang pergi ke India via Nusantara juga hanya menumpang kapal-kapal Nusantara atau pun kapal-kapal India. Palayaran China ke laut selatan kurang lebih baru intensif sejak abad ke-11 setelah mereka belajar perkapalan dari Nusantara yang datang ke pelabuhan pelabuhan mereka. Ingat bahwa ekspedisi alut selatan dinasti Yuan dapat dengan mudah dikalahkan oleh Kertanegara (Singasari) dan Raden Wijaya (Majapahit) pada abad ke-13. (sumber : ldiijatim.com)
Minggu, 26 Juni 2016

Kades Jumputrejo Kagum Tahfid Cilik LDII



ldii-sidoarjo.org | Ada yang menarik dari Safari Ramadan perangkat Desa Jumputrejo di Masjid Baitul Mukminin, Sabtu (25/6). Kades Jumputrejo, Drs. Maksum Sugianto kagum atas kemampuan tahfid cilik LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia). Kunjungan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan kepala desa sejak awal masa jabatannya.

Diawali dengan Salat Tarawih berjamaah, kemudian acara dibuka oleh penampilan dua hafid cilik binaan PAC LDII Jumputrejo. Tampil apik membawakan surah An-Naba` yang telah dihafalnya, Zhieffa Affini Putri Azzahra masih berumur 9 tahun. Dengan usia yang sama, Azzura Zherian Elbaitar dengan fasih melantunkan Surah Al-Lail. Keduanya telah memiliki hafalan lebih dari satu juz.



Kades Drs. Maksum Sugianto sangat mengapresiasi generasi penerus LDII yang telah tampil apik melantunkan hafalan Al-Quran yang dimilikinya. “Saya salut dengan penampilan dua adik kecil tadi. Masih umur sembilan tahun sudah hafal Al-Quran,” kata Maksum yang sejak 2011 menjabat sebagai Kades.

Tidak hanya itu, dirinya juga mengakui di desanya hanya LDII yang memiliki program hafalan Al-Quran. “Selama saya melakukan kegiatan safari ke semua masjid, di desa ini hanya LDII yang punya program Hafalan Al-Quran. Di masjid lain belum ada,” jelasnya.

Ketika ditanya, Syfaen Syafik, S.Pd yang juga pembina generasi penerus LDII membenarkan bahwa di TPQ binaan PAC Jumputrejo ada pendidikan khusus untuk santri yang berniat menghafal Al-Quran. “Di sini alhamdulillah yang berminat mengikuti program tahfid juga banyak. Jadi di sini yang membina di antaranya Nur Halim, muballigh muda kita, dan juga bersama saya,” ungkapnya di akhir acara.

Acara yang bertajuk ‘Safari Ramadan’ ini tak hanya dihadiri Kades,  namun juga sejumlah tokoh Nahdatul Ulama (NU), Modin (Kaur Kesra), Banser (Bantuan Serbaguna) , GP Anshor, BPD (Badan Perwakilan Desa), LPMD (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa), RT, dan RW setempat.

Ketua Ranting GP Anshor Jumputrejo, Winarto, S.HI yang turut dalam rombongan juga mengapresiasi generasi penerus LDII. “Sampai saat ini, remaja LDII khususnya yang di Jumputrejo bisa bekerja sama dalam hal kebaikan dengan remaja Nahdatul Ulama. Apalagi semakin banyaknya bibit unggul yang berkualitas seperti yang hafal ayat Al-Quran tadi.”


Tak hanya menampilkan dua hafid ciliknya, pejabat desa juga diajak mengaji Sarah Asmaul Husna yang di sampaikan oleh Nur Halim, muballigh muda LDII Jumputrejo.

Kades Jumputrejo juga kagum dengan materi pengajian yang disampaikan. “Di luar sana banyak sekali yang tahu dan hafal Asmaul Husna. Namun hanya di sinilah yang tahu dan mengerti sangat jelas dan terperinci tentang arti dan maknanya,” ungkap Maksum.

Turut memberikan kultum, Ustad Qosim yang berpesan agar saling menjaga kerukunan antarumat. “Dengan acara seperti ini, kita dapat sama-sama menjaga hablumminannas, hubungan baik dengan sesama manusia. Dengan baiknya hubungan ini, kita bisa menjalankan ibadah dengan senang hati, rukun, dan sesuai dengan syari`at Islam,” pesannya yang juga sebagai Seksi Kerohanian LPMD Desa Jumputrejo.

Ustadz Qosim saat memberikan Kultum. (dari kiri, M. Syfaen bersama Modin Jumputrejo)
Acara diakhiri dengan penyerahan tali asih dari Kepala desa kepada Gus Herin,  takmir Masjid Baitul Mukminin. Tak hanya itu, LDII sebagai tuan rumah juga memberikan bingkisan kepada tim Safari Ramadan pemerintahan Desa Jumputrejo.

“Dengan adanya tim safari Ramadan dari desa ini dapat menjalin hubungan silaturrahim yang baik antara pejabat tingkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan para ulama. Saya sebagai takmir masjid sekaligus tuan rumah sangat berterima kasih,” kata Gus Herin. (Wawan)
Jumat, 24 Juni 2016

Camat Krian Safari Ramadan ke Pengajian LDII di Sidoarjo

ldii-sidoarjo.org | Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh dengan ampunan, dan segala tindakan kita akan diberi pahala berlipatganda oleh Allah SWT. Bulan yang selalu ditunggu-tunggu oleh semua umat muslim yang ada di dunia. Dalam penerapannya tidak sedikit orang yang mengisi di bulan suci ini dengan berbagai macam kegiatan mulai dari sahur bersama, tadarus Al-Qur'an, buka bersama, sholat tarawih berjama’ah, dan masih banyak lagi.

Dengan adanya bulan suci ini, Tim Safari Ramadan memiliki agenda rutin yaitu acara tausyiah. Salah satu kebanggaan tersendiri bagi warga PAC LDII Gresikan, Krian karena pada tahun ini diberikan kesempatan untuk menjadi tuan rumah dalam menyambut Tim Safari Ramadan. Kegiatan safari ramadan sendiri sebagai bentuk persatuan antar umat islam (ukhuwah islamiyyah) yang satu dengan yang lainnya. Hal ini dikarenakan Indonesia memiliki masyarakat multi etnis dari berbagai macam suku dan agama, yang dimana dengan suatu perbedaan tidak membuat jarak tapi bisa melengkapi satu sama lain. Dengan adanya kesempatan ini, aparatur negara di kecamatan ikut memanfaatkan momen ini sebagai media untuk lebih terbuka lebih terbuka dan transparan kepada masyarakat.

Dari kiri pengurus ta'mir masjid (H.Ikbal Latif), Ketua FKDM (H. Karsodiq), Lurah Krian (Suparlan, S.H.), Kapolsek (kompol.Agung Setyono.S.S), MUI Kecamatan (KH.Sholikhan syah), dan Camat Krian (Agustin Iriani, S.H.)

Jum'at (17/6/16) bertempat di Masjid Baitul Ma'mur Desa Gresikan RT 7 RW 2, Krian Sidoarjo mengadakan penyambutan Tim Safari Ramadan tingkat kecamatan Krian. Acara yang dihadiri oleh pejabat kecamatan terdiri dari Camat, Kapolsek, MUI Kecamatan, Dinas Pendidikan, dan segala jajaran yang ikut terlibat. Sebanyak kurang lebih 100 orang memadati area masjid. Durasi tiga jam dimanfaatkan dengan baik oleh Tim Safari Ramadan diisi dengan kegiatan sholat tarawih berjama'ah bersama warga LDII(Lembaga Dakwah Islam Indonesia) dilanjutkan diskusi bersama sampai acara usai.

Penyematan Karpet Masjid oleh Kepala UPTD cab. Dinas Pendidikan Krian (Ir. Siswoyo, M.Pd.) kepada pengurus ta'mir masjid (H. Iqbal Latif)
Agustin Iriani selaku Camat Krian berpesan bahwa potensi masyarakat yang tidak di berdayakan malah akan jadi suatu masalah, maka dari itu perangkat desa supaya lebih selektif kepada masyarakatnya, dan pendidikan moral keagamaan harus ditanamkan kepada generasi penerus kita mulai sejak dini. (agung)
Rabu, 22 Juni 2016

LDII Sidoarjo Santuni Anak Yatim Sekitar Ponpes Sruni

PEDULI: Dewan Penasihat LDII Sidoarjo saat memberikan santunan dan bingkisan kepada anak yatim di Aula Ponpes Al Barokah, Sruni.


ldii-sidoarjo.org | Minggu, (19/6) Sore itu, Aula Ponpes Al Barokah Sruni dipenuhi sejumlah anak yatim yang telah rutin mendapat santunan tiap bulannya. Namun, pada kesempatan di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, Dewan Penasihat LDII Sidoarjo mengajaknya buka puasa bersama.

Peserta yang berusia balita hingga 15 tahun mengikuti kuis yang diadakan panitia. Dipandu oleh Bella dan Vivi, puluhan hadiah pun terbagi. Tidak lain karena peserta telah benar menjawab pertanyaan yang diberikan kepadanya. 

Dengan berbekal dua lembar kertas berwarna hijau dan merah, peserta yang menjawab benar dituntun maju untuk menghibur temannya. Tidak heran bila wajah polos anak-anak senyum ceria karena ulah temannya. 

Turut hadir, KH. Abdurrahman Shaleh Asaat, Dewan Penasihat LDII Kabupaten Sidoarjo, H. Willy, M.Makhin, S.Pd, serta H. Budi Kriswanto, B.Eng selaku pembina generasi penerus, dan sejumlah pengurus Pondok Pesantren Al Barokah Sruni.

M. Makhin menjelaskan, santunan diberikan secara rutin setiap bulan. Karena saat ini bulan Ramadan, maka dari jajaran dewan penasihat turut mengajak buka bersama. “Acara seperti ini kami adakan setiap bulan. Akan tetapi, karena ini juga bertepatan dengan puasa, maka kami ajak pula untuk buka bersama.”

Minggu, 01 Mei 2016

Siapkah Kita Pertanggungjawabkan Umur (Waktu) ?

LDII Sidoarjo.org | Waktu adalah nikmat paling berharga yang dikaruniakan kepada manusia.  Keberuntungan dan kerugian seseorang, bergantung pada benar dan tidaknya dia menggunakan waktu. 

وَالْعَصْرِ * إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ * إِلاَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ.

"Demi masa,  sesungguhnya semua manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman,  beramal sholih, saling berpesan dengan kebenaran dan saling berpesan dengan kesabaran "

Mengisi waktu dengan aktivitas yang baik dan bermanfaat adalah kewajiban bagi setiap muslim.  Meningkatkan kualitas iman dengan ilmu dan amal sholih, berdakwah untuk kebenaran adalah sebaik-baiknya kesibukan untuk mengisi waktu.

Mencari maisyah (rezeki) yang halal dan tidak melalaikan diri dari beribadah kepada Alloh, lebih baik dari pada membiarkan waktu berlalu dengan sia-sia. Manusia bertanggung jawab atas setiap detik dari umurnya…

Dengan apa dia melewatinya…

Kebahagiaan bagi mereka yang mengisi waktunya dengan kebaikan. Tangis penyesalan bagi mereka yang menyia-nyiakan waktunya, atau bahkan menghabiskannya dalam dosa. (Rony)
Jumat, 25 Maret 2016

LDII Adakan Asrama ODOJ Demi Wujudkan Generasi Cendekia



ldii-sidoarjo.org | Mencari ilmu merupakan kewajiban bagi umat muslim. Al-Quran sebagai mukjizat yang diturunkan oleh Allah SWT merupakan sumber ilmu dari segala ilmu. Membaca dan memahami makna dari setiap ayat Al-Quran merupakan cara yang baik dalam memperoleh pahala.

Dengan melihat banyaknya manfaat dari mempelajari Al-Quran serta membentuk generasi yang cendekia dan berilmu, DPD LDII Sidoarjo mengadakan program Asrama ODOJ (One Day One Juz). Program Asrama ODOJ merupakan salah satu program PPG Sidoarjo yang ditujukan bagi muda-mudi LDII (mulai usia SMP keatas) untuk mempermudah dalam proses pengkhataman membaca dan memaknai ayat-ayat Al-Quran.


Selain itu, muda-mudi juga dinilai sebagai generasi yang memiliki waktu cukup banyak untuk dimanfaatkan dengan kegiatan-kegiatan yang positif seperti kegiatan tholabul ‘ilmi. “Ilmu tidak akan hilang selama yang muda mau belajar, dan yang tua mau mengajarkan,” nasehat H. Suryono, salah satu ulama’

Asrama ODOJ yang dilaksanakan di Masjid Al-Izza, Ds. Saimbang, Kec. Sukodono, meniliki konsep berbeda dengan ODOJ pada umumnya yang telah banyak diamalkan oleh kalangan umum. Jika ODOJ pada umumnya hanya mengkhatamkan Al-Quran 1 juz dalam 1 hari dari segi tilawah saja, asrama ODOJ versi LDII ini menarget khatam Al-Quran 1 juz 1 hari, tidak hanya dari segi tilawah namun juga makna dan tafsir. 

Asrama yang berlangsung selama dua hari (19-21 Maret 2016), akan dirutinkan setiap bulan sekali hingga yang ditargetkan tercapai, yaitu khatam 30 Juz. Selama asrama berlangsung para peserta akan diberi snack, makan dan tempat beristirahat untuk menginap.             

Dalam penyelenggaraan perdananya, program yang diunggulkan dalam pembentukan generasi unggulan telah mampu mengundang antusias ratusan pemuda-pemudi. Hal ini terbukti dari jumlah peserta yang hadir yaitu 280 orang dihari pertama dan dapat diprediksikan bahwa akan ada peningkatan jumlah peserta dihari kedua asrama. 

Melihat ini, Ketua DPD LDII Kab. Sidoarjo, Ir. H. Rony Romandawira berpesan dalam isi nasehat agamanya bahwa kesemangatan peserta tidak padam sampai hari kedua asrama saja, namun supaya tetap menyala dan membara hingga Asrama ODOJ sampai pada juz ke-30. (lian/qq)