Motto

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

News

Kamis, 15 Februari 2018

LDII Ikut Deklarasi Tolak Masjid Jadi Sarana Kampanye Pilkada

LDII SIDOARJO | Ketua PC LDII Kecamatan Waru, KH. Khotib menghadiri deklarasi menolak masjid sebagai sarana kampanye dalam pilkada serentak tahun 2018-2019. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Polsek Waru di Pendopo Kecamatan Waru, Rabu, 14 Pebruari 2018.

Deklarasi tersebut dilaksanakan dalam forum Silaturrohim Forkopimka Waru bersama NU, Muhammadiyah, LDII, tokoh agama, dan takmir masjid. Bertujuan agar tercipta situasi dan kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Waru.

Bertindak sebagai narasumber: Kapolsek Waru Kompol M. Fathoni, SH, Danramil 0816/16 Waru Kapten Arh Puji Wihardi, Camat Waru Fredik Suharto, S.Sos, dan Ketua MUI Waru. 

Keempat narasumber mengajak masyarakat supaya dalam pilkada serentak di wilayah Waru tercipta keadaan yang aman, lancar, kompak, rukun, dan damai. (koes)
Rabu, 03 Januari 2018

MUI Balongbendo Datangi Pengajian Akhir Tahun PAC LDII Kemangsen



LDIISidoarjo.org - Bekerjasama dengan pengurus dan remaja masjid Baitul Muttaqin, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kemangsen mengadakan pengajian akhir tahun pada Minggu, (31/12/2017). Bertempat di Halaman Masjid Baitul Muttaqin, Dsn Pilang Bangu, Desa Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, acara ini dihadiri oleh H. Somad selaku Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Balongbendo. Acara pengajian juga diramaikan dengan bazar kuliner yang diadakan oleh warga setempat. 

Ketua panitia acara, Abdul Havid mengatakan bahwa acara ini merupakan kegiatan yang diadakan sesuai dengan arahan DPD LDII Sidoarjo guna untuk membentengi warga LDII dari perayaan tahun baru dan memilih kegiatan yang lebih bermanfaat dengan melakukan kegiataan pengajian di masjid. “ Ini adalah arahan dari pengurus dan apa yang kami lakukan ini adalah sebuah usaha untuk mengarahkan para warga khususnya generasi muda agar tidak ikut-ikutan perayaan tahun baru diluar sana yang cenderung pemborosan, lebih banyak mudhorotnya daripada manfaatnya,” ucap Havid.

Ketua MUI Kecamatan Balongbendo, H. Somad dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pengajian di malam akhir tahun PAC LDII Kemangsen ini merupakan kegiatan yang sangat positif. “ acara seperti ini jauh lebih baik daripada ikut merayakan tahun baru dengan menyalakan kembang api seperti diluaran sana, yang mana itu termasuk perbuatan mubadzir dan tidak sesuai dengan karakter islam, “ terangnya. 

Senada dengan hal tersebut, Isnain Zakariyah selaku perwakilan Pengurus takmir masjid Baitul Muttaqin pada sesi sebelumnya menyampaikan bahwa momen pergantian tahun seharusnya dibuat sebagai momen intropeksi diri. Berubah dan bertambahnya tahun berarti juga berkurangnya jatah umur manusia, sehingga hal ini bisa membuat setiap individu bisa lebih berhati-hati lagi dalam menjalani hidupnya dengan cara lebih mempersungguh beribadah kepada Alloh SWT. 

Mengisi momen akhir tahun dengan pengajian bisa saling menguatkan diri dari sisi ibadah, bersilahturahmi dan berdoa bersama serta menanamkan sifat mujhid muzhid daripada merayakan tahun baru diluar yang identik dengan pelanggaran

Dalam acara pengajian akhir tahun ini juga ada bazar kuliner yang disediakan untuk memeriahkan acara. Bazar kuliner yang digagas oleh para ibu – ibu ini menyediakan berbagai macam jenis makanan dan minuman sehingga membuat pengunjung dan peserta pengajian semakin betah mengikuti rangkaian acara pengajian. “Bazar ini kita adakan agar pengajian bisa lebih meriah dan juga untuk melatih jiwa kemandirian ibu – ibu disini yang mayoritas adalah ibu rumah tangga. Harapannya dengan adanya hal semacam ini bisa melatih mereka juga untuk belajar berwirausaha,” kata Havid selaku ketua panitia.(*)
Selasa, 02 Januari 2018

Pengajian Akhir Tahun Remaja PAC LDII Suruh


LDIISidoarjo.org - Pada malam pergantian tahun baru 2018, DPD LDII Sidoarjo mengarahan setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) maupun Pimpinan Cabang (PC) untuk menfokuskan segala kegiatannya dimasjid dengan diisi dengan pengajian akhir tahun. Hal ini diharapkan mampu membentengi para generasi muda dari hingar bingar perayaan tahun baru yang umumnya lebih banyak mudhorotnya.

Minggu (31/12). Seperti malam pergantian tahun sebelumnya, sesuai instruksi dan arahan  dari DPD LDII Sidoarjo, PAC LDII Suruh kali ini mengadakan kegiatan pengajian malam akhir tahun yang dikemas sedikit berbeda dari malam-malam tahun baru sebelumnya. Selain mengaji, dalam acara ini juga diadakan lomba masak untuk memeriahkan acara pengajian. Dengan memilih menu tahu tek pada kegiatan kali ini.

kegiatan berlangsung meriah dengan perlombaan masak tersebut.Kegiatan yang dilangsungkan di Masjid Baitul A’la, Desa Suruh, Sukodono, Sidoarjo yang dimulai seusai maghrib ini diikuti sekitar 21 peserta dari usia remaja. “Kegiatan ini dilangsungkan agar remajatidak terpengaruh dengan kegiatan luar di malam pergantian tahun. Selain itu, juga untuk menambah kekompakan antar remaja agar terjalin komunikasi yang baik serta diharapkan remaja semakin giat dalam belajar agama.” tutur Dia selaku ketua remaja masjid setempat yang saat ini sedang duduk di bangku kelas XI SMA Antartika, Sidoarjo. 

Tidak hanya itu, kegiatan akan dilanjutkan dengan agenda lain hingga besok subuh. “Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk remaja kita.” ungkap salah seorang peserta. Sementara itu, dari tim remaja putri yang tergabung dalam 1 tim, membuat tahu tek dengan begitu cekatan dan terampil. Keseruan semakin terlihat dengan antusias peserta dari remaja putra yang terbagi dalam 3 regu. Dengan bekal keterampilan memasak yang dimiliki, mereka membuat tahu tek semaksimal mungkin untuk menghadirkan masakan istimewa kepada para juri. Tak ayal canda tawa diantara mereka sering kali terjadi. Selain remaja masjid, para orang tua serta pengurus masjid pun turut antusias mengikuti kegiatan pengajian akhir tahun ini. (*Ita)
Senin, 25 Desember 2017

LDII Jatim Kumpulkan 30 ribu Penghapal Alquran di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya


DPW LDII Jawa Timur dan Majelis Taujih Wal Irsyad LDII bekerja sama Pemprov Jawa Timur, MUI Jawa Timur dan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya mengadakan Halaqoh Kubro Tahfidul Quran pada Senin (25/12). Sebanyak 30.000 santri mengikuti acara yang bertempat di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya ini. Halaqoh Kubro Tahfidzul Quran bertajuk Membangun Karakter Generasi Bangsa melalui Pendidikan Tahfidzul Quran.

Acara halaqoh kubro tahfidzul Quran yang pertama kali digelar di Jawa Timur ini, dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf yang biasa disapa Gus Ipul. Menurut Gus Ipul, acara yang dihelat DPW LDII Jawa Timur ini mendorong lahirnya para generasi yang ahli di satu bidang, namun hafal Alquran, “Nanti akan lahir dokter tapi hafal Alquran, PNS yang hafal Alquran, tentara yang hafal Alquran, pengusaha yang hafal Alquran, pejabat yang hafal Alquran,” ujar Gus Ipul. 

Ia berkeyakinan, Alquran menjadikan hamba yang bertakwa dan bisa menjadi pemimpin yang baik dalam masyarakat. Gus Ipul mencontohkan para ulama abad pertengahan yang hafal Alquran, “Umat Islam memiliki pakar kedokteran Ibnu Sina dan sosiolog dan konstruktor Ibnu Khaldun, mereka hafal Alquran sejak umur lima dan tujuh tahun,” ujar Gus Ipul. Ia juga menyebut Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Dinasti Umayyah, yang merupakan pemimpin umat Islam yang membawa Islam dalam masa jaya, juga menghafal Alquran sejak kecil. 

Gus Ipul menambahkan, SDM qurani merupakan jaminan membawa Indonesia masuk pada zaman keemasan. Dengan pemimpin yang menjalankan nilai-nilai Alquran, sangat mudah untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial. 

Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Timur Amien Adhy menyampaikan generasi penerus LDII tidak hanya rutin menggelar pengajian rutin, melainkan juga menghafal ayat suci Alquran untuk membentuk generasi tahfidz Quran. 

“Dengan membaca, memahami, dan mengahafal Alquran diharapkan dapat mewujudkan generasi yang profesional religius. LDII tidak hanya mengembangkan, membina tahfidzul Quran di pondok pesantren, sekolah dan madrasa, namun juga merintis pada masyarakat akar rumput terutama berbasis pembinaan di masjid-masjid setempat,” kata Amien. 

Amien menambahkan, orang yang belajar dan mengajarkan Alquran adalah sebaik-baiknya umat dan kelak akan mendapat balasan pahala dari Allah SWT. “Harta yang paling istimewa adalah anak yang sholih, anak yang menghafal Alquran. Kelak orang tuanya akan mendapat mahkota dari cahaya (yang sinar kemilaunya lebih baik dari pada cahaya matahari di dunia) pada hari kiamat,” tambahnya. 

Di kesempatan yang sama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Machfud Arifin dalam sambutannya, Ia berharap, generasi LDII yang hadir di acara itu sebagai motivator dalam pembentukan karakter bangsa, “Bangsa ini masih bermasalah dengan kedisiplinan, sehingga mengganggu proses pembangunan dan pembentukan jati diri bangsa,” kata Machfud. 

Menurut Machfud, generasi penghafal Alquran tak hanya mengkaji kandungan Alquran dan Alhadits, akan tetapi mampu memahami sekaligus melaksanakan nilai-nilai Alquran. Dengan melaksanakan nilai-nilai Alquran terciptalah ketertiban dan keamananan, “Dakwah yang mereka sampaikan bukanlah dakwah yang penuh kebencian dan fitnah,” imbuhnya. 

Kegiatan halaqoh tahfidzul Quran di Jawa Timur ini selaras dengan selogan LDII yaitu mencetak generasi profesional religius dan membangun karakter sebagaimana membangun karakter Rasulullah sebagai panutan seluruh umat Islam. Generasi inilah di masa mendatang yang bakal menjadi penggerak pembangunan bangsa, “Mereka adalah generasi yang selalu bahagia karena dekat dan menjadi pilihan Allah, serta dirahmati oleh Allah,” kata Ustad Abdul Aziz Ridwan Alhafidz. Dalam acara ini diwisuda 50 santri yang telah hafal 30 juz Alquran melalui program menghafal Alquran selama 300 hari. 

Acara ini dihadiri pula oleh Anggota DPR RI H. Sungkono dari fraksi PAN, Wakil Rais Aam PBNU KH. Miftchul Akhyar, Ketum DPP LDII Prof. Dr. KH. Abdullah Syam, M.Sc, Ketum Dai Kamtibmas Indonesia DR. H. Sarji, Ketum MUI Jawa Timur KH. Abdusshomad Bukhori, Direktur Utama Masjid Al Akbar Drs. H. Endro Siswantoro dan pejabat Muspika lainnya.
Jumat, 08 Desember 2017

Kompass Motivasi Generus LDII Berprestasi


LDIISidoarjo.org - Kompass (Kompetisi Anak Sholih Sidoarjo) LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) PC Gedangan berlangsung semarak dan meriah di Pondok Pesantren Al Barokah dan sekitarnya, Minggu (3/12). 

Dibuka oleh dewan penasihat PC LDII Gedangan, KH. Ahmad Yulianto, SE. Dihadiri oleh para pembina TPQ dari PAC LDII: Karangbong, Klanggri, Sukorejo, Wadungasih, Gemurung, dan Sruni (Sruni Aula, Sruni Utara, Sruni Timur, Sruni Tengah, Sruni Mangga 3).

Kompass ini yang keenam kalinya. Dengan tujuan untuk memotivasi generus (generasi penerus) dalam mencapai Tri Sukses (alim faqih, akhlakul karimah, mandiri). Disertai 6 thabiat luhur: rukun, kompak, kerjasama yang baik, jujur, amanat, muzhid-mujhid,” kata KH. Ahmad Yulianto saat memberikan sambutan pada acara pembukaan.



Disebutkan, Kompass 2017 ini merupakan momen untuk mengevaluasi pembinaan generus (generasi penerus) LDII, khususnya bagi anak-anak usia PAUD, TK, SD, dan SMP. “Bagi panitia, ajang Kompass ini juga bisa melatih kemandirian. Sekaligus mempraktikkan 6 thabiat luhur. Semuanya mengacu kepada Kurikulum PPG (Penggerak Pembina Generus), yang ditangani oleh Penanggungjawab KBM (Kegiatan Belajar Mengajar),”ujarnya.

Untuk Kompass binaan PC LDII Gedangan 2017 ini dibagi 2 kategori: caberawit (usia PAUD, TK, SD) dan praremaja (usia SMP). Adapun cabang lomba yang digelar sebagai berikut:

Untuk kategori caberawit: lomba bacaan Alquran; hafalan doa-doa; adzan; nasihat/pildacil; cerdas-cermat; mewarnai; menggambar dan mewarnai; kaligrafi; dan yel-yel.

Untuk kategori praremaja: lomba bacaan Alquran, makna, dan keterangan; hafalan doa-doa; adzan; nasihat/pildacil; ranking 1; dan melukis. 

Juara umum diraih oleh TPQ Sruni Barat (5 juara 1), disusul TPQ Sruni Tengah (4 juara 1) dan TPQ Sruni Mangga 3 (4 juara 1). Disusul TPQ Sruni Utara (2 juara 1); TPQ Sruni Timur (2 juara 1); TPQ Klanggri (2 juara 1); dan TPQ Jumputrejo (1 juara 1).

Sejak dibuka pukul 06.30 WIB, peserta Kompass 2017 begitu antusias. Sekitar 1.000 orang massa anak-anak ikut hadir, didampingi oleh para orangtua/wali dan para pembina. 

Yang sangat menarik dan seru sekaligus meriah, ketika dilaksanakan lomba yel-yel. Banyak hadirin dibuat tertawa lepas menyaksikan penampilan anak-anak. Demikian pula saat dilaksanakan final lomba cerdas-cermat dan final lomba nasihat/pildacil. Penonton tidak hanya dibuat tertawa terbahak-bahak. Namun juga banyak yang merasa gemas menyaksikan penampilan caberawit yang mampu menarik perhatian penonton.

Keseluruhan pelaksanaan berbagai cabang lomba berakhir pada pukul 12.30 WIB. Dilanjutkan dengan pengumuman para pemenang dan pembagian hadiah (bingkisan, trophy, dan uang pembinaan).

Kegiatan diakhiri dengan doa oleh pembina, Kiai Ubaidillah. Sekaligus menutup acara pada pukul 13.15 WIB. (Rohmat Darmawan) 
   
Sabtu, 07 Oktober 2017

Cangkrukan Kamtibmas PC LDII Taman


LDIISidoarjo.org - Jumat,(6/10/2017) Polresta Taman bekerja sama dengan PC LDII Taman mengadakan “Cangkruan  KAMTIBMAS” yang diadakan di Aula Masjid Baitul Manshurin, Desa Tawangsari, Kecamatan Taman. Acara tersebut dihadiri ±100 orang yang terdiri dari Kepolisian Polsek Taman, pengurus PC LDII Taman, Anggota SENKOM, dan warga setempat Desa Tawangsari RT10/RW2. 

Acara tersebut juga dihadiri oleh beberapa petinggi, antara lain:  KAPOLSEK TAMAN Kompol Sujud SH, WAKA POLSEK AKP Suwarto, SAT BINMAS Aiptu Bambang Hermawan SH, DANRAMIL TAMAN Kapten Inf. Amin Kurdi, dan Ketua PC LDII Taman H. Trisno Yudi. Ini sebagai pendekatan antara pihak Kepolisian kepada para warga dan bentuk silaturohim dalam upaya untuk meningkatkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (KAMTIBMAS).

Dalam acara tersebut, para pemateri memberikan pengarahan mengenai Keamanan dalam Berkendara Motor dan tentang Bahaya Narkoba. Para Polisi juga menghimbau tentang keselamatan dan tata cara ketika berkendara, mengingat banyak sekali yang belum memahami tata cara berkendara didalam lingkungan masyarakat. Tidak lupa juga diadakan sesi tanya jawab antara warga kepada pihak kepolisian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan keamanan dan keselamatan Lingkungan Masyarakat. 

Para warga sangat antusias dalam memberikan pertanyaan kepada para pemateri dari pihak kepolisian dan sesi tersebut berlangsung dengan baik, bahkan canda tawa terdengar dari masing-masing pihak, baik dari pihak kepolisian maupun warga setempat, sehingga suasana terlihat harmonis dan kondusif. (Faisal)
Selasa, 03 Oktober 2017

Hasil Monitoring dan Evaluasi Pelayanan Publik Kodam V Brawijaya

LDII SIDOARJO JATIM | Kodam V Brawijaya melaksanakan Monev (Monitoring dan Evaluasi) Program Reformasi Birokrasi  TNI AD tahun 2017 bertempat di Makodam V Brawijaya (2/9/17).

Hal ini dilakukan untuk mengevaluasi dan meningkatkan kinerja TNI di lingkungan Kodam V Brawijaya.Hasil monev yang dilakukan, responden sepakat mengapresiasi hasil kinerja Kodam V Brawijaya yang telah membantu masyarakat desa dalam hal ketahananpangan, rehab rumah warga miskin, jamban keluarga sehingga TNI semakin dekat dengan masyarakat, serta hal lain yang sudah banyak dilakukan TNI dengan baik sesuai tugasnya.
M. Fauzi (kanan) bersama tim Monev Mabes TNI

Kedatangan kami kesini untuk mengetahui sejauh mana kepuasan masyarakat atas pelayanan yang telah dilaksanakan oleh TNI,  monev dilaksanakan karena program yang telah dicanangkan oleh Pemerintah utamanya dari KemenPAN, ada 9 program salah satunya adalah RB (Reformasi Birokrasi) pelayanan publik, sehingga hari ini mendatangkan tokoh masyarakat dan mendekatkan diri dengan masyarakat, ingin mengetahui sejauh mana kepercayaan masyarakat terhadap kinerja TNI, kata Kolonel Suwondo ketua tim monev Mabes TNI.

Monev ini juga dihadiri oleh M.  Fauzi Ketua PC. LDII Sukodono dan H. M.  Sholeh Ketua MWC NU Sukodono yang didaulat oleh Danramil Sukodono – Sidoarjo untuk mewakili tokoh masyarakat Sukodono sebagai responden masyarakat  terhadap kinerja pelayanan publik di wilayah Kodam V Brawijaya dengan mengisi kuisener. (Fauzi)

LDII Ikut Deklarasi Tolak Masjid Jadi Sarana Kampanye Pilkada

LDII SIDOARJO | Ketua PC LDII Kecamatan Waru, KH. Khotib menghadiri deklarasi menolak masjid sebagai sarana kampanye dalam pilkada serentak tahun 2018-2019. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Polsek Waru di Pendopo Kecamatan Waru, Rabu, 14 Pebruari 2018.

Deklarasi tersebut dilaksanakan dalam forum Silaturrohim Forkopimka Waru bersama NU, Muhammadiyah, LDII, tokoh agama, dan takmir masjid. Bertujuan agar tercipta situasi dan kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Waru.

Bertindak sebagai narasumber: Kapolsek Waru Kompol M. Fathoni, SH, Danramil 0816/16 Waru Kapten Arh Puji Wihardi, Camat Waru Fredik Suharto, S.Sos, dan Ketua MUI Waru. 

Keempat narasumber mengajak masyarakat supaya dalam pilkada serentak di wilayah Waru tercipta keadaan yang aman, lancar, kompak, rukun, dan damai. (koes)

MUI Balongbendo Datangi Pengajian Akhir Tahun PAC LDII Kemangsen



LDIISidoarjo.org - Bekerjasama dengan pengurus dan remaja masjid Baitul Muttaqin, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kemangsen mengadakan pengajian akhir tahun pada Minggu, (31/12/2017). Bertempat di Halaman Masjid Baitul Muttaqin, Dsn Pilang Bangu, Desa Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, acara ini dihadiri oleh H. Somad selaku Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Balongbendo. Acara pengajian juga diramaikan dengan bazar kuliner yang diadakan oleh warga setempat. 

Ketua panitia acara, Abdul Havid mengatakan bahwa acara ini merupakan kegiatan yang diadakan sesuai dengan arahan DPD LDII Sidoarjo guna untuk membentengi warga LDII dari perayaan tahun baru dan memilih kegiatan yang lebih bermanfaat dengan melakukan kegiataan pengajian di masjid. “ Ini adalah arahan dari pengurus dan apa yang kami lakukan ini adalah sebuah usaha untuk mengarahkan para warga khususnya generasi muda agar tidak ikut-ikutan perayaan tahun baru diluar sana yang cenderung pemborosan, lebih banyak mudhorotnya daripada manfaatnya,” ucap Havid.

Ketua MUI Kecamatan Balongbendo, H. Somad dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pengajian di malam akhir tahun PAC LDII Kemangsen ini merupakan kegiatan yang sangat positif. “ acara seperti ini jauh lebih baik daripada ikut merayakan tahun baru dengan menyalakan kembang api seperti diluaran sana, yang mana itu termasuk perbuatan mubadzir dan tidak sesuai dengan karakter islam, “ terangnya. 

Senada dengan hal tersebut, Isnain Zakariyah selaku perwakilan Pengurus takmir masjid Baitul Muttaqin pada sesi sebelumnya menyampaikan bahwa momen pergantian tahun seharusnya dibuat sebagai momen intropeksi diri. Berubah dan bertambahnya tahun berarti juga berkurangnya jatah umur manusia, sehingga hal ini bisa membuat setiap individu bisa lebih berhati-hati lagi dalam menjalani hidupnya dengan cara lebih mempersungguh beribadah kepada Alloh SWT. 

Mengisi momen akhir tahun dengan pengajian bisa saling menguatkan diri dari sisi ibadah, bersilahturahmi dan berdoa bersama serta menanamkan sifat mujhid muzhid daripada merayakan tahun baru diluar yang identik dengan pelanggaran

Dalam acara pengajian akhir tahun ini juga ada bazar kuliner yang disediakan untuk memeriahkan acara. Bazar kuliner yang digagas oleh para ibu – ibu ini menyediakan berbagai macam jenis makanan dan minuman sehingga membuat pengunjung dan peserta pengajian semakin betah mengikuti rangkaian acara pengajian. “Bazar ini kita adakan agar pengajian bisa lebih meriah dan juga untuk melatih jiwa kemandirian ibu – ibu disini yang mayoritas adalah ibu rumah tangga. Harapannya dengan adanya hal semacam ini bisa melatih mereka juga untuk belajar berwirausaha,” kata Havid selaku ketua panitia.(*)

Pengajian Akhir Tahun Remaja PAC LDII Suruh


LDIISidoarjo.org - Pada malam pergantian tahun baru 2018, DPD LDII Sidoarjo mengarahan setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) maupun Pimpinan Cabang (PC) untuk menfokuskan segala kegiatannya dimasjid dengan diisi dengan pengajian akhir tahun. Hal ini diharapkan mampu membentengi para generasi muda dari hingar bingar perayaan tahun baru yang umumnya lebih banyak mudhorotnya.

Minggu (31/12). Seperti malam pergantian tahun sebelumnya, sesuai instruksi dan arahan  dari DPD LDII Sidoarjo, PAC LDII Suruh kali ini mengadakan kegiatan pengajian malam akhir tahun yang dikemas sedikit berbeda dari malam-malam tahun baru sebelumnya. Selain mengaji, dalam acara ini juga diadakan lomba masak untuk memeriahkan acara pengajian. Dengan memilih menu tahu tek pada kegiatan kali ini.

kegiatan berlangsung meriah dengan perlombaan masak tersebut.Kegiatan yang dilangsungkan di Masjid Baitul A’la, Desa Suruh, Sukodono, Sidoarjo yang dimulai seusai maghrib ini diikuti sekitar 21 peserta dari usia remaja. “Kegiatan ini dilangsungkan agar remajatidak terpengaruh dengan kegiatan luar di malam pergantian tahun. Selain itu, juga untuk menambah kekompakan antar remaja agar terjalin komunikasi yang baik serta diharapkan remaja semakin giat dalam belajar agama.” tutur Dia selaku ketua remaja masjid setempat yang saat ini sedang duduk di bangku kelas XI SMA Antartika, Sidoarjo. 

Tidak hanya itu, kegiatan akan dilanjutkan dengan agenda lain hingga besok subuh. “Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk remaja kita.” ungkap salah seorang peserta. Sementara itu, dari tim remaja putri yang tergabung dalam 1 tim, membuat tahu tek dengan begitu cekatan dan terampil. Keseruan semakin terlihat dengan antusias peserta dari remaja putra yang terbagi dalam 3 regu. Dengan bekal keterampilan memasak yang dimiliki, mereka membuat tahu tek semaksimal mungkin untuk menghadirkan masakan istimewa kepada para juri. Tak ayal canda tawa diantara mereka sering kali terjadi. Selain remaja masjid, para orang tua serta pengurus masjid pun turut antusias mengikuti kegiatan pengajian akhir tahun ini. (*Ita)

LDII Jatim Kumpulkan 30 ribu Penghapal Alquran di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya


DPW LDII Jawa Timur dan Majelis Taujih Wal Irsyad LDII bekerja sama Pemprov Jawa Timur, MUI Jawa Timur dan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya mengadakan Halaqoh Kubro Tahfidul Quran pada Senin (25/12). Sebanyak 30.000 santri mengikuti acara yang bertempat di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya ini. Halaqoh Kubro Tahfidzul Quran bertajuk Membangun Karakter Generasi Bangsa melalui Pendidikan Tahfidzul Quran.

Acara halaqoh kubro tahfidzul Quran yang pertama kali digelar di Jawa Timur ini, dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf yang biasa disapa Gus Ipul. Menurut Gus Ipul, acara yang dihelat DPW LDII Jawa Timur ini mendorong lahirnya para generasi yang ahli di satu bidang, namun hafal Alquran, “Nanti akan lahir dokter tapi hafal Alquran, PNS yang hafal Alquran, tentara yang hafal Alquran, pengusaha yang hafal Alquran, pejabat yang hafal Alquran,” ujar Gus Ipul. 

Ia berkeyakinan, Alquran menjadikan hamba yang bertakwa dan bisa menjadi pemimpin yang baik dalam masyarakat. Gus Ipul mencontohkan para ulama abad pertengahan yang hafal Alquran, “Umat Islam memiliki pakar kedokteran Ibnu Sina dan sosiolog dan konstruktor Ibnu Khaldun, mereka hafal Alquran sejak umur lima dan tujuh tahun,” ujar Gus Ipul. Ia juga menyebut Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Dinasti Umayyah, yang merupakan pemimpin umat Islam yang membawa Islam dalam masa jaya, juga menghafal Alquran sejak kecil. 

Gus Ipul menambahkan, SDM qurani merupakan jaminan membawa Indonesia masuk pada zaman keemasan. Dengan pemimpin yang menjalankan nilai-nilai Alquran, sangat mudah untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial. 

Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Timur Amien Adhy menyampaikan generasi penerus LDII tidak hanya rutin menggelar pengajian rutin, melainkan juga menghafal ayat suci Alquran untuk membentuk generasi tahfidz Quran. 

“Dengan membaca, memahami, dan mengahafal Alquran diharapkan dapat mewujudkan generasi yang profesional religius. LDII tidak hanya mengembangkan, membina tahfidzul Quran di pondok pesantren, sekolah dan madrasa, namun juga merintis pada masyarakat akar rumput terutama berbasis pembinaan di masjid-masjid setempat,” kata Amien. 

Amien menambahkan, orang yang belajar dan mengajarkan Alquran adalah sebaik-baiknya umat dan kelak akan mendapat balasan pahala dari Allah SWT. “Harta yang paling istimewa adalah anak yang sholih, anak yang menghafal Alquran. Kelak orang tuanya akan mendapat mahkota dari cahaya (yang sinar kemilaunya lebih baik dari pada cahaya matahari di dunia) pada hari kiamat,” tambahnya. 

Di kesempatan yang sama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Machfud Arifin dalam sambutannya, Ia berharap, generasi LDII yang hadir di acara itu sebagai motivator dalam pembentukan karakter bangsa, “Bangsa ini masih bermasalah dengan kedisiplinan, sehingga mengganggu proses pembangunan dan pembentukan jati diri bangsa,” kata Machfud. 

Menurut Machfud, generasi penghafal Alquran tak hanya mengkaji kandungan Alquran dan Alhadits, akan tetapi mampu memahami sekaligus melaksanakan nilai-nilai Alquran. Dengan melaksanakan nilai-nilai Alquran terciptalah ketertiban dan keamananan, “Dakwah yang mereka sampaikan bukanlah dakwah yang penuh kebencian dan fitnah,” imbuhnya. 

Kegiatan halaqoh tahfidzul Quran di Jawa Timur ini selaras dengan selogan LDII yaitu mencetak generasi profesional religius dan membangun karakter sebagaimana membangun karakter Rasulullah sebagai panutan seluruh umat Islam. Generasi inilah di masa mendatang yang bakal menjadi penggerak pembangunan bangsa, “Mereka adalah generasi yang selalu bahagia karena dekat dan menjadi pilihan Allah, serta dirahmati oleh Allah,” kata Ustad Abdul Aziz Ridwan Alhafidz. Dalam acara ini diwisuda 50 santri yang telah hafal 30 juz Alquran melalui program menghafal Alquran selama 300 hari. 

Acara ini dihadiri pula oleh Anggota DPR RI H. Sungkono dari fraksi PAN, Wakil Rais Aam PBNU KH. Miftchul Akhyar, Ketum DPP LDII Prof. Dr. KH. Abdullah Syam, M.Sc, Ketum Dai Kamtibmas Indonesia DR. H. Sarji, Ketum MUI Jawa Timur KH. Abdusshomad Bukhori, Direktur Utama Masjid Al Akbar Drs. H. Endro Siswantoro dan pejabat Muspika lainnya.

Kompass Motivasi Generus LDII Berprestasi


LDIISidoarjo.org - Kompass (Kompetisi Anak Sholih Sidoarjo) LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) PC Gedangan berlangsung semarak dan meriah di Pondok Pesantren Al Barokah dan sekitarnya, Minggu (3/12). 

Dibuka oleh dewan penasihat PC LDII Gedangan, KH. Ahmad Yulianto, SE. Dihadiri oleh para pembina TPQ dari PAC LDII: Karangbong, Klanggri, Sukorejo, Wadungasih, Gemurung, dan Sruni (Sruni Aula, Sruni Utara, Sruni Timur, Sruni Tengah, Sruni Mangga 3).

Kompass ini yang keenam kalinya. Dengan tujuan untuk memotivasi generus (generasi penerus) dalam mencapai Tri Sukses (alim faqih, akhlakul karimah, mandiri). Disertai 6 thabiat luhur: rukun, kompak, kerjasama yang baik, jujur, amanat, muzhid-mujhid,” kata KH. Ahmad Yulianto saat memberikan sambutan pada acara pembukaan.



Disebutkan, Kompass 2017 ini merupakan momen untuk mengevaluasi pembinaan generus (generasi penerus) LDII, khususnya bagi anak-anak usia PAUD, TK, SD, dan SMP. “Bagi panitia, ajang Kompass ini juga bisa melatih kemandirian. Sekaligus mempraktikkan 6 thabiat luhur. Semuanya mengacu kepada Kurikulum PPG (Penggerak Pembina Generus), yang ditangani oleh Penanggungjawab KBM (Kegiatan Belajar Mengajar),”ujarnya.

Untuk Kompass binaan PC LDII Gedangan 2017 ini dibagi 2 kategori: caberawit (usia PAUD, TK, SD) dan praremaja (usia SMP). Adapun cabang lomba yang digelar sebagai berikut:

Untuk kategori caberawit: lomba bacaan Alquran; hafalan doa-doa; adzan; nasihat/pildacil; cerdas-cermat; mewarnai; menggambar dan mewarnai; kaligrafi; dan yel-yel.

Untuk kategori praremaja: lomba bacaan Alquran, makna, dan keterangan; hafalan doa-doa; adzan; nasihat/pildacil; ranking 1; dan melukis. 

Juara umum diraih oleh TPQ Sruni Barat (5 juara 1), disusul TPQ Sruni Tengah (4 juara 1) dan TPQ Sruni Mangga 3 (4 juara 1). Disusul TPQ Sruni Utara (2 juara 1); TPQ Sruni Timur (2 juara 1); TPQ Klanggri (2 juara 1); dan TPQ Jumputrejo (1 juara 1).

Sejak dibuka pukul 06.30 WIB, peserta Kompass 2017 begitu antusias. Sekitar 1.000 orang massa anak-anak ikut hadir, didampingi oleh para orangtua/wali dan para pembina. 

Yang sangat menarik dan seru sekaligus meriah, ketika dilaksanakan lomba yel-yel. Banyak hadirin dibuat tertawa lepas menyaksikan penampilan anak-anak. Demikian pula saat dilaksanakan final lomba cerdas-cermat dan final lomba nasihat/pildacil. Penonton tidak hanya dibuat tertawa terbahak-bahak. Namun juga banyak yang merasa gemas menyaksikan penampilan caberawit yang mampu menarik perhatian penonton.

Keseluruhan pelaksanaan berbagai cabang lomba berakhir pada pukul 12.30 WIB. Dilanjutkan dengan pengumuman para pemenang dan pembagian hadiah (bingkisan, trophy, dan uang pembinaan).

Kegiatan diakhiri dengan doa oleh pembina, Kiai Ubaidillah. Sekaligus menutup acara pada pukul 13.15 WIB. (Rohmat Darmawan) 
   

Cangkrukan Kamtibmas PC LDII Taman


LDIISidoarjo.org - Jumat,(6/10/2017) Polresta Taman bekerja sama dengan PC LDII Taman mengadakan “Cangkruan  KAMTIBMAS” yang diadakan di Aula Masjid Baitul Manshurin, Desa Tawangsari, Kecamatan Taman. Acara tersebut dihadiri ±100 orang yang terdiri dari Kepolisian Polsek Taman, pengurus PC LDII Taman, Anggota SENKOM, dan warga setempat Desa Tawangsari RT10/RW2. 

Acara tersebut juga dihadiri oleh beberapa petinggi, antara lain:  KAPOLSEK TAMAN Kompol Sujud SH, WAKA POLSEK AKP Suwarto, SAT BINMAS Aiptu Bambang Hermawan SH, DANRAMIL TAMAN Kapten Inf. Amin Kurdi, dan Ketua PC LDII Taman H. Trisno Yudi. Ini sebagai pendekatan antara pihak Kepolisian kepada para warga dan bentuk silaturohim dalam upaya untuk meningkatkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (KAMTIBMAS).

Dalam acara tersebut, para pemateri memberikan pengarahan mengenai Keamanan dalam Berkendara Motor dan tentang Bahaya Narkoba. Para Polisi juga menghimbau tentang keselamatan dan tata cara ketika berkendara, mengingat banyak sekali yang belum memahami tata cara berkendara didalam lingkungan masyarakat. Tidak lupa juga diadakan sesi tanya jawab antara warga kepada pihak kepolisian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan keamanan dan keselamatan Lingkungan Masyarakat. 

Para warga sangat antusias dalam memberikan pertanyaan kepada para pemateri dari pihak kepolisian dan sesi tersebut berlangsung dengan baik, bahkan canda tawa terdengar dari masing-masing pihak, baik dari pihak kepolisian maupun warga setempat, sehingga suasana terlihat harmonis dan kondusif. (Faisal)

Hasil Monitoring dan Evaluasi Pelayanan Publik Kodam V Brawijaya

LDII SIDOARJO JATIM | Kodam V Brawijaya melaksanakan Monev (Monitoring dan Evaluasi) Program Reformasi Birokrasi  TNI AD tahun 2017 bertempat di Makodam V Brawijaya (2/9/17).

Hal ini dilakukan untuk mengevaluasi dan meningkatkan kinerja TNI di lingkungan Kodam V Brawijaya.Hasil monev yang dilakukan, responden sepakat mengapresiasi hasil kinerja Kodam V Brawijaya yang telah membantu masyarakat desa dalam hal ketahananpangan, rehab rumah warga miskin, jamban keluarga sehingga TNI semakin dekat dengan masyarakat, serta hal lain yang sudah banyak dilakukan TNI dengan baik sesuai tugasnya.
M. Fauzi (kanan) bersama tim Monev Mabes TNI

Kedatangan kami kesini untuk mengetahui sejauh mana kepuasan masyarakat atas pelayanan yang telah dilaksanakan oleh TNI,  monev dilaksanakan karena program yang telah dicanangkan oleh Pemerintah utamanya dari KemenPAN, ada 9 program salah satunya adalah RB (Reformasi Birokrasi) pelayanan publik, sehingga hari ini mendatangkan tokoh masyarakat dan mendekatkan diri dengan masyarakat, ingin mengetahui sejauh mana kepercayaan masyarakat terhadap kinerja TNI, kata Kolonel Suwondo ketua tim monev Mabes TNI.

Monev ini juga dihadiri oleh M.  Fauzi Ketua PC. LDII Sukodono dan H. M.  Sholeh Ketua MWC NU Sukodono yang didaulat oleh Danramil Sukodono – Sidoarjo untuk mewakili tokoh masyarakat Sukodono sebagai responden masyarakat  terhadap kinerja pelayanan publik di wilayah Kodam V Brawijaya dengan mengisi kuisener. (Fauzi)