وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

.

.
Minggu, 26 April 2015

Akreditasi dan Supervisi TPQ Baitul Manshurin


Pengecekan Administrasi saat Kegiatan Akreditasi


LDIISidoarjo.org - Dalam rangka memantau konsistensi kesinambungan terhadap pengelolaan kelembagaan TPQ yang berpiagam pendirian dari Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo dan sekaligus amanat Juknis Pengelolaan TPQ Kanwil Propinsi Jatim tahun 2006 tentang perlunya Supervisi, Monitoring dan PMA No 13 tahun 2014 Tentang Pendidikan Keagamaan BAB I Pasal 13, 14, dan 15, BAB V Pasal 54 Tentang Pembinaan dan Pengawasan, maka kegiatan Akreditasi akan dilaksanakan pada bulan April dan Mei tahun  2015, dimohon koordinasi dengan FKK TPQ Kecamatan. Demikian isi surat undangan yang telah diterima oleh TPQ Baitul Manshurin Tawangsari, Taman - Sidoarjo dari Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo.

Oleh Karenanya, sesuai dengan jadwal dari Tim Akreditasi II Kementerian Agama dan FKK (Forum Komunikasi Kepala TPQ) Kecamatan Taman, Hari kamis (23/4) TPQ (Taman Pendidikan Al Qur’an) Baitul Manshurin Tawangsari dilaksanakan akrediatasi. Tim Akreditasi yang hadir terdiri dari 3 orang, yaitu Hanik Adyaningrum, S.P. dari Kementrian Agama Kabupaten Sidoarjo, Soekarno, M.Pd.I. dari FKK Kabupaten Sidoarjo dan Nur Salim, S.Pd.I ketua FKK Kecamatan Taman, diterima oleh Kepala TPQ Baitul Manshurin, Irwan Murtiko Prasodjo dan Bapak Fajar Sidiq Rofikoh, Pembina Takmir Masjid Baitul Manshurin/Ketua PAC LDII Tawangsari serta seluruh Ustadz-ustadzah, acara ini berlangsung sejak pukul 16.30 wib sampai magrib.

Akreditasi yang dilaksanakan setiap 3 tahun sekali ini, aspek yang dinilai adalah Administrasi TPQ, Kelembagaan, Ketenagaan, Kurikulum, Santri, Sarana Prasarana, serta Situasi Umum. Tim melakukan pengecekan pada semua administrasi, mulai dari ada atau tidaknya kalender akademik, jadwal pelajaran, buku rapat, surat keluar-masuk, amsinistrasi keuangan semua  dilihat dan dilakukan pengecekan,  apakah ada atau tidak. Selain itu pula melihat proses KBM (kegiatan Belajar Mengajar) TPQ dan situasi umum, ada papan nama, ruang kelas, perlengkapan dan lainnya.  Akreditasi ini bukan untuk mencari-cari kekurangan atau kelemahan dari TPQ, tetapi adalah bentuk pembinaan, pemberian masukan dan supervisi, agar TPQ yang sudah ada dapat tetap eksis didalam pelaksanaan pengajaran ilmu membaca Al Qur’an bagi anak-anak, serta dapat meningkatkan mutu didalam pengelolaan kelembagaan TPQ. demikian pemaparan yang disampaikan Soekarno.

KI-KA : Ust. Alex, Ust. Rozaq, Nur Salim, S.Pd.I (Ketua FKK Kecamatan Taman), Soekarno, M.Pd.I. (FKK kabupaten Sidoarjo), Irwan Murtiko Prasodjo (Kepala TPQ Baitul Manshurin), Hanik Adyaningrum, S.P. (Kementrian Agama Kab. Sidoarjo) Duduk Ki-Ka : Ustz.Palupi, Ustz. Lusi, Ustz. Ninis, ustz. Indah, Ustz.A’yun

TPQ Baitul Manshurin yang telah mendapatkan Piagam Pendirian TPQ sejak tahun 2007 dari Departemen Agama Kabupaten Sidoarjo telah dilaksanakan Akreditasi sebelumnya di tahun 2008 dan tahun 2012. Rofikoh, Ketua PAC LDII Tawangsari berharap dengan telah dilaksanakan akreditasi kali ini TPQ Baitul Manshurin Tawangsari dapat semakin dapat melengkapi  dari kekurangan yang ada dari akreditasi sebelumnya, dapat lebih maju dan berkembang, serta lebih semangat didalam pembinaan ilmu Alqur’an bagi anak-anak untuk menjadi anak yang berilmu dan faham agama, memiliki akhlakul karimah serta mandiri.(Irwan/hav)

Sabtu, 25 April 2015

Mengenang Konferensi Asia Afrika, Bandung Indonesia 1955

Senin, 20 April 2015

Wanita Hebat

LDII Sidoarjo.org - Wanita shalihat adalah simpanan kekayaan ‘paling berharga’ bagi suami. Dialah wanita yang menempa hingga anak dan suami menjadi orang hebat. Perhatikanlah! Tiap ada lelaki hebat, pasti di sisinya ada wanita hebat yang berpengaruh dalam kehidupannya. Itulah yang dimaksud menempa lelaki. Dan orang hebat seperti Maryam, Bukhari dan lainnya, juga anak wanita hebat.

Wanita yang telah taat namun diacuhkan oleh suami, pasti dikasihani oleh Allah Taala. Zaman nabi SAW, ada wanita shalihah bernama Khaulah binti Tsalabah (خَوْلَة بِنْت ثَعْلَبَة) yang dianiaya oleh suami (Aus bin Asshamit / أَوْسُ بْنُ الصَّامِتِ), sehingga melaporkan pada nabi SAW dan pada Allah. Allah mendengarkan laporannya dan berfirman:

قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا وَتَشْتَكِي إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَا إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ [المجادلة/1].
Artinya:
Sungguh Allah telah mendengar wanita yang melaporkan padamu mengenai suaminya, dan melaporkan pada Allah. Allah mendengar perbincangan kalian berdua. Sungguh Allah Maha mendengar Maha melihat.

Tentu saja Firman itu membuat para sahabat kagum pada kehebatan Khaulah adik ipar sahabat dekat nabi SAW yang bernama Ubadah bin Asshamit (عُبَادَةُ بْنُ الصَّامِتِ). Di antara mereka yang pantas ditulis mengenai kekagumannya pada Khaulah adalah, Umar bin Al-Khatthab dan Aisyah (عَائِشَةُ) RA:
Jumat, 10 April 2015

Camat Porong Datangi Pengajian Generus LDII


Camat Porong (tengah) bersama jajaran pengurus PC LDII Porong
LDIISidoarjo.org - Salah satu upaya LDII untuk mencetak generasi muda yang berilmu adalah lewat pengajian. Disetiap bulannya LDII selalu menggelar pengajian rutin untuk muda-mudi. Ini adalah wujud nyata konsistensi LDII dalam membina generasi muda agar nantinya mampu menjadi generasi unggulan yang profesional religius. Dalam pengajian rutin Generus (Generasi Penerus) Minggu, (4/4), PC LDII Porong mengundang Camat Porong, Muhammad Thohir untuk memberikan nasehat kepada para generasi LDII agar mampu menjadi generasi kreatif di masa yang akan datang. “ Saya sangat apresiasi sekali kepada remaja LDII, karena bisa berkumpul bersama untuk melakukan pengajian di hari minggu ini “, Tutur Thohir saat berdiri sebelum memberikan wejangan-wejangan kepada generasi LDII. 

Dalam nasehatnya Thohir mengungkapkan bahwa saat ini banyak pergaulan-pergaulan generasi muda yang sangat memprihatinkan, tetapi ia saksikan bahwa LDII mampu berkomitmen dalam membina generasi mudanya agar tidak terjerumus kedalam pergaulan negatif, ia pun berpesan bahwa generasi muda harus menjauhi narkoba dan miras, supaya bisa menjadi generasi yang punya kreatifitas.



Thohir juga teringat tentang kasus Al-Qur’an raksasa yang sempat dikait-kaitkan dengan LDII walaupun pada kenyataanya hal tersebut tidak ada hubungannya ( Baca : Alquran raksasa bukan dari warga LDII) Yang pada akhirnya Alquran tersebut dimusnahkan karena telah meresahkan (baca : Pemusnahan Alquran raksasa oleh MUI). LDII sigap dan tanggap sehingga MUI secara cepat menanggapi masalah tersebut sehingga Al-Qur’an raksasa tersebut tidak sampai tersebar luas dan menimbulkan isu-isu negatif. “ Dengan adanya pengajian-pengajian dan dakwah-dakwah warga LDII seperti ini, bisa menunjukkan bahwa LDII mampu memberikan pemahaman kepada orang lain agar tidak memandang negatif tentang LDII “, Tutur Thohir.


Dalam pengajian kali ini para generus LDII banyak diberikan nasehat, terutama tentang pergaulan saat ini yang sangat memprihatinkan. Salah satu pesan Thohir adalah agar remaja LDII menjauhi dan tidak ikut serta dalam kegiatan-kegiatan yang banyak meresahkan warga akhir-akhir ini. Ia terkesan karena LDII bisa mengadakan kegiatan seperti ini untuk mengisi kekosongan waktu akhir pekan. Ia pun juga berpesan agar LDII bisa bekerja sama yang baik dalam menyikapi kondisi pergaulan saat ini yang sangat memprihatinkan.

Pengajian yang dilaksanakan pukul 08.30 wib di Masjid Nasrullah tepatnya di desa Gedang Kecamatan Porong ini diikuti oleh semua muda-mudi LDII se-Kecamatan Porong. Para generasi muda LDII ini bersama-sama berkumpul untuk melakukan kegiatan pengajian rutin yang dilakukan setiap bulannya.(ariska-nurman/hav)



Rabu, 08 April 2015

MUI Gandeng LDII Sukodono Gelar Khitan Massal


Peserta Khitan diarak dengan motor trail
LDIISidoarjo.org - MUI Kecamatan Sukodono bekerjasama dengan G-MAT Delta Police Adventure Trail Sidoarjo mengadakan acara khitan massal pada hari Minggu, (05/06). Acara yang dilaksanakan di pondok pesantren Baiturrahman, Dusun Cangkringan, Kecamatan Sukodono - Sidoarjo ini disambut meriah oleh warga sekitar sejak dimulainya pada pukul 07.00 wib. Dalam acara ini MUI turut mengundang LDII PC Sukodono untuk ikut berpartisipasi.

Pelaksanaan khitan massal ini diadakan untuk membantu para anak yatim dan dhuafa' secara gratis agar mereka yang kurang mampu pun juga bisa merasakan kebahagian menjalani salah satu perintah Rasul kepada orang islam yaitu melakukan khitan."Acara khitan massal ini sebagai bentuk partisipasi terhadap anak yatim dan dhuafa' serta meberikan sedikit kebahagiaan pada sebagian besar anak yatim dan dhuafa'." ujar KH. Ali Sadikin,ketua MUI Sukodono.

Ada 34 anak yang mengikuti khitan massal ini dan mereka semua berasal dari beberapa kecamatan yang berbeda diantaranya yaitu kecamatan Buduran, Wonoayu dan Taman. Acara pun semakin menarik dengan adanya arak-arakan menggunakan motor trail dengan membawa anak-anak yang dikhitan. disepanjang arak-arakan anak-anak yang  dikhitan sebagian dibonceng oleh motor trail dan sebagiannya lagi dibawa dengan mobil odong-odong yang dihias. Sementara para orang tua dan warga mengikuti dengan berjalan berombongan dibelakangnya.

Ketua PC LDII Sukodono (kiri) bersama Ketua MUI Sukodono
Ketua PC LDII Sukodono, Muhammad Fauzi, SH. menyambut baik acara ini. bahkan sebagai totalitas partisipasinya dalam acara, Fauzi pun ikut terjun dalam arak-arakan dengan mengendarai Moge-nya (Motor Gede). "LDII selalu mendukung dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan positif dan bermanfaat semacam ini. Kami siap berpartisipasi dalam hal apaupun yang dibutuhkan baik tenaga maupun financial" Ujarnya.
(Wawan-Riska-Riris/hav)


Senin, 06 April 2015

DARI MANA DATANGNYA MARAH?

LDIISidoarjo.org - Penyebab marah banyak sekali dan berbeda antara orang yang satu dengan yang lainnya. Ada sebagian orang karena hal sepele kemarahannya sudah timbul, sedang yang lainnya tidak.

Berikut ini merupakan beberapa sebab yang dapat memunculkan rasa marah, antara lain:

1. Ujub (rasa bangga terhadap diri sendiri)
Rasa bangga terhadap pendapat, status sosial, nasab (keturunan), dan harta dapat menjadi pangkal permusuhan dan kemarahan apabila tidak diikat dengan tali keislaman. Sebab itu rasa bangga yang berdampak negatif perlu dipupus dari dalam diri masing-masing.

Ujub adalah teman dekat kesombongan, sedangkan kesombongan salah satu dosa besar.
Nabi bersabda:
حَدَّثَنَا مِنْجَابُ بْنُ الْحَارِثِ التَّمِيمِيُّ وَسُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ كِلَاهُمَا عَنْ عَلِيِّ بْنِ مُسْهِرٍ قَالَ مِنْجَابٌ أَخْبَرَنَا ابْنُ مُسْهِرٍ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ\nقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَدْخُلُ النَّارَ أَحَدٌ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةِ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ وَلَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ أَحَدٌ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةِ خَرْدَلٍ مِنْ كِبْرِيَاءَ
Telah menceritakan kepada kami [Minjab bin al-Harits at-Tamimi] dan [Suwaid bin Sa'id] keduanya dari [Ali bin Mushir], [Minjab] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Mushir] dari [al-A'masy] dari [Ibrahim] dari [Alqamah] dari [Abdullah] dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan masuk neraka, seseorang yang mana dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari iman, dan tidak akan masuk surga seseorang yang mana dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari kesombongan." HR, Muslim (132)

Beberapa ulama ada yang menerangkan bahwa hal-hal yang menyebabkan kehancuran ada 4 yaitu:
•    Rasa Bangga,
•    Bakhil (kikir),
•    Hawa Nafsu,
•    Semangat yang menggebu-gebu sehingga muncul rasa sombong.
Rabu, 01 April 2015

BACA AL QUR'AN HARUS SAMPAI HATI

LDIISidoarjo.org - Ulama-ulama kita telah memberikan nasehat kepada kita bahwa salah satu obat hati (tombo ati) adalah membaca Al Qur'an yang langsung bisa berangan-angan artinya/maknakanya, karena dengan kita bisa seperti ini betul-betul dapat menambah keimanan dan ketaqwa'an kita.

Membaca Al Qur'an tidak perlu terburu-buru seolah-olah mengejar target waktu khatam atau jumlah yang dibaca, sebaiknya kita membaca dengan hati khusuk, selain berangan-angan maknanya juga membayangkan juga yakin seyakin-yakinnya yang kita baca adalah firman Alloh, ucapan-ucapan tuhan kita, tuhan yang telah menciptakan kita dan dunia seisinya.

Salah satu ciri orang yang beriman adalah orang yang saat membaca Al Quran bisa tembus sampai hati, sampai-sampai pada saat menjumpai ayat-ayat kematian dan neraka hatinya bergetar dan timbul spontanitas rasa takut yang betul-betul takut. Orang iman yang seperti ini digambarkan oleh Rosululloh SAW seperti jeruk dan kurma.

Seperti jeruk artinya orang iman yang bisa membaca Al Quran seperti buah jeruk yang baunya segar dan rasanya manis. Seperti Kurma artinya orang iman tersebut meskipun tidak bisa membaca Al Quran seperti kurma yaitu buahnya tidak berbau tapi rasanya manis.
Minggu, 29 Maret 2015

PENTINGNYA MEMBEKALI AGAMA DI USIA DINI

LDIISidoarjo.org - Pendidikan agama sejak usia dini  hendaklah sudah ditanamkan dalam kehidupan rumah kita masing-masing. Didikan tersebut bukan menunggu dari pengajaran di sekolah atau di masjid serta pembelajaran di TPQ saja,  Namun sejak di rumah, orang tua sepatutnya sudah mendidik anak tentang akidah dan cara beribadah yang benar. Kalau memang orang tua tidak bisa mendidik demikian, hendaklah anak diarahkan dan dibiasakan mengikuti kegiatan di TPQ (taman pendidi Al-Qur’an) atau sekolah yang Islami sehingga ia sudah punya bekal agama sejak kecil. Karena orang tua tentu sangat menginginkan sekali anak penyejuk mata.


Perintah untuk mendidik anak di sini berdasarkan ayat,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At Tahrim: 6).

Bapak dan ibu serta seorang wali dari anak hendaknya sudah mengajarkan sejak dini hal-hal yang diperlukan anak ketika ia baligh nanti. Hendaklah anak sudah diajarkan akidah yang benar mengenai keimanan kepada Allah, malaikat, Al Qur’an, Al-hadist,  Rasul dan hari akhir. Begitu pula hendaknya anak diajarkan ibadah yang benar. Anak semestinya diarahkan untuk mengerti shalat, puasa, bersuci berakal kharimah  dan seterusnya