وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]
Musda LDII Sidoarjo Dibuka Bupati Sidoarjo Amien Andy Pimpin DPW LDII Periode 2015 - 2010 Musyawarah Wilayah LDII Jatim Ulama dan Masyarakat Hadiri Halal Bihalal PAC LDII Medaeng DPD LDII Sidoarjo Dukung Deklarasi Damai Umat Beragama
Kamis, 11 Februari 2016

Masya Allah Ternyata Dosa Menghalangi Rejeki, serta Solusinya

Assalamualaikum Wr. Wb
Islam mengajarkan orang untuk selalu menjauhi dosa yaitu perbuatan yang melanggar peraturan Allah dan Rosulnya, karena dosa membuat potensi  baik menjadi menurun.

Ketahuilah sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersih hatinya yaitu
Jauh dari maksiat dan dosa.

Rosululloh bersabda :

وَاِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِا لذَّ نْبِ يُصِيْبُهُ * رواه ابن ما جة

Artinya : “Sesungguhnya seseorang akan ditahan rizkinya karena dosa yang dia lakukan.” HR. Ibnu Majah

Segera berthobat dengan sungguh-sungguh, merubah sikap dan yakin kepada Allah . Allah maha pengasih, maha pemaaf, maha penyayang, maha penerima thaubat , dan maha maha lainya.

Berikut 9 Amalan yang mendatangkan Rezeki :

1. Memperbanyak Istighfar
Agar Rezeki mudah datang dan apa yang kita inginkan lebih cepat terkabul, Hal yang paling mendasar adalah membersihkan hati kita dari segala dosa , senantiasa membaca “Astaghfirullah “ – Ya Allah Ampunilah Kesalahanku . Mengakui dosa- dosa dan minta ampun dari dosa-dosa tersebut, karena "Allah sangat mencintai hambanya yang berdzikir sampai meneteskan air mata karena mengakui dosa-dosa yang dilakukan" kemudia bersyukur pada Allah atas nikmat-Nya

Rosululloh bersabda :

مَنْ لَزِمَ الْاِسْتِغْفَرَ جَعَلَ اللّه لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضِيْقٍ مَخْرَ جًا وَ رَزَ قَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ * رواه ابن ما جة كتا ب الا د ب
Artinya : “Barang siapa yang membiasakan membaca istighfar maka setiap kesusahan Allah memberi keluasan dari kesusahannya , Memberi Jalan Keluar pada segala kesempitan, dan Allah akan memberi Rezeki yang tidak dia sangka” * HR. Ibnu Majah Kitabul Adab


2. Memperbanyak Infaq
Allah berjanji apabila kita membantu orang maka Allah membantu kita. Hakikatnya : barang siapa yang mau infaq atau membantu orang sama dengan membantu dirinya sendiri.

مَثَلُ الَّذِ يْنَ يُنْفِققُوْنَ اَمْوَا لَهُمْ فِي سَبِيْلِ اللَّه كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَا بِلَ فِيْ كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِّا ئَةُ حَبَّةٍ وَ اللَّهُ يُضَعِفُ لِمَنْ يَّشَآءُ وَ اللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ * اللبقرة 261

Artinya : “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada satu tangkai ada 100 biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, Allah Maha Luas dan Maha Mengetahui.

Perumpamaan : Menurut logika manusia 2x2= 4 , tetapi menurut matematika malaikat 2x2 = 2 trilyun.

3. Memperbanyak Silaturahim sanak Family
"Banyak teman banyak Rezeki" dengan silaturahim , ketika kesusahan , sanak famili kita bisa membantu dan menjadi sarana "channeling"

4. Senang menghormati Qoum
Manusia yang baik dimata Allah , adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain

Berbuat baik terhadap manusia tidaklah menunggu kaya dan tidak harus memberi Uang dan sebagainya.

Jika kita melakukan hal sekecil apapun yang bermanfaat bagi orang lain contohnya : ada orang sakit , kemudian kita menengoknya , dan orang yang sakit bahagia dengan kedatangan kita itu juga termasuk perbuatan baik , meskipun kita tidak membawa apa-apa.

5. Berusaha menjadi orang yang Jujur dan Amanat, karena orang yang sering bohong, tidak Jujur, tidak Amanah, dan lain lain yang tidak segera di akhiri dan berthobat menjadikan orang tersebut tidak dipercaya oleh orang iman lain atau lingkungannya, tentunya semakin sulit akses menuju rezeki dan kesuksesan hidup yang haqiqi bagi orang tersebut.


٦٠٩٤ - حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى البِرِّ، وَإِنَّالبِرَّ يَهْدِي إِلَى الجَنَّةِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يَكُونَ صِدِّيقًا. وَإِنَّ الكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الفُجُورِ، وَإِنَّ الفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا»

Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Jarir dari Manshur dari Abu Wa`il dari Abdullah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Sesungguhnya kejujuran akan membimbing pada kebaikan, dan kebaikan itu akan membimbing ke surga, sesungguhnya jika seseorang yang senantiasa berlaku jujur hingga ia akan dicatat sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya kedustaan itu akan mengantarkan pada kejahatan, dan sesungguhnya kejahatan itu akan menggiring ke neraka. Dan sesungguhnya jika seseorang yang selalu berdusta sehingga akan dicatat baginya sebagai seorang pendusta."(H.R Bukhori)

Jujur pada diri sendiri juga sangat penting bagi kita dan harus ditanamkan ada Allah di hati kita.

Apabila mau melakukan apa apa yang melanggar atau ketidak jujuran otomatis kita takut karena kita sadar betul ada Allah yang menyaksikan.

6. Meningkatkan Taqwa pada Allah yaitu Menjauhi segala larangannya dan mentaati segala perintahnya dengan sak pol kemampuan diri

Taqwa juga bisa di artikan sadar. Sadar diri, siapa kita? Darimana kita datang? Dan kemana tujuan kita .
Disadari bahwa "wama kholako'tul jinnah walinsan illa liya'buduun"

7. Memperbanyak Tawakal kepada Allah, yaitu Berserah diri, pasrah dengan segala cobaan baik maupun cobaan buruk, dan menerimanya dengan bersyukur bahwa pasti ada hikmahnya.

Menomor satukan urusan Allah contohnya berusaha tertib sholat 5 waktu tepat pada waktunya, sholat dhuha sholat malam dll, amalan-amalan yang mendekatkan diri dengan Allah

8. Khusnudzon Billah, yaitu Senantiasa selalu berprasangka baik dengan Qodar Allah dan berprasangka baik kepada siapapun dan dimanapun.

Kita bersama sama "Jangan sibuk meneliti keburukan orang lain, tapi sibuklah meneliti keburukan diri sendiri (Intropeksi)"

9. Menertibkan Sholat 1/3 malam
firman Allah, "Ude'uni astajiblakum"
Karena di waktu tersebut Alam bawah sadar terbuka dan kita berada di gelombang Alfa (gelombang khusyuk) ketika khusyuk berarti hati kita sambung dengan Allah dan pasti do'a do'a kita di kabulkan oleh Allah

Semoga kita dijadikan oleh Allah menjadi orang yang selalu terhindar dari perbuatan dosa dan dilimpahkan rezeki yang manfaat dan barokah untuk diri, keluarga dan Lingkungan kita semuanya.

Semoga bermanfaat

Oleh : H. Rony Romandhawira (Ketua DPD LDII Sidoarjo)

Sumber gambar : google blog atjehcyber


Rabu, 10 Februari 2016

SMAN 1 Krian Sidoarjo Masuk Kategori Sekolah Berintegritas

ldii-sidoarjo.org | Sebanyak 503 kepala sekolah atau madrasah pada jenjang SMP dan SMA sederajat mendapat undangan khusus untuk menerima Anugrah Intregritas Ujian Nasional dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Istana Merdeka, Jakarta pada hari Minggu (20/12)

Penghargaan ini diberikan berdasarkan Indeks Integritas Ujian Nasional yang berhasil dipertahankan selama 5 tahun berturut turut, yang di data oleh Kemendiknas. Acara tersebut berlangsung selama 3 hari dengan tema “Prestasi Penting, Jujur yang Utama “. Ada 103 Kepala Sekolah SMA dari total 503 SMP dan SMA sederajat yang diundang. Salah satunya adalah SMA Negeri 1 Krian yang mewakili Kabupaten Sidoarjo bersama dengan SMA Negeri 1 Sidoarjo. SMA Negeri 1 Krian yang biasa disebut dengan SMANIKA, bangga mendapat gelar tersebut.

H. Imam Wahyudi, M.Pd selaku Wakil Kepala Sekolah sekaligus Ketua Ujian Nasional di Smanika menerangkan, “Alhamdulillah sekolah kami mendapatkan penghargaan sekolah berintegritas dan SMAN 1 Krian bersama SMAN 1 Sidoarjo mewakili 99 SMA sederajat di Sidoarjo, dan termasuk 103 sekolah berintregritas untuk tingkat SMA sederajat di seluruh Indonesia”

Menurut Kamus Besar Bahas Indonesia (KBBI), integritas adalah mutu sifat keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan, kejujuran. Secara nasional, wujud keutuhan prinsip moral dan etika bangsa dalam kehidupan bernegara.

“SMAN 1 Krian dapat memperoleh penghargaan tersebut karena disela-sela pelajaran, kami (para guru) memberi nasehat dan arahan pentingnya jujur, menjaga amanat, dan lain lain. Sehingga nilai-nilai itu menjadi karakter mereka dan diharapkan terbawa sampai mereka kuliah dan mengelola bangsa” tutur Imam, yang juga dipercaya sebagai Wakil Ketua DPD LDII Sidoarjo.

“Menanamkan kebiasaan disiplin, taat pada tata tertib juga kami gembleng. Seperti kedisiplinan masuk sekolah, ada kompensasi 5 menit. Jika telat maka selebihnya siswa tidak boleh masuk dan pagar dikunci rapat-rapat” tuturnya lagi.

Program LDII sesuai dengan pesan Presiden

Dalam acara tersebut , Presiden Jokowi berharap para kepala sekolah menjaga kejujuran dan integritas sekolah dalam semua aspek kehidupan sekolah. Sekolah, jangan hanya menambah buku-buku pelajaran yang tebal, hingga membuat tas anak sekolah kian berat. Sekolah harus membekali anak didiknya dengan pendidikan etika dan budi pekerti, karakter, mentalitas, serta etos kerja. Sekolah hendaknya menjadi tempat untuk membangun karakter bangsa.

“Harapan dari Pak Jokowi sangat sesuai dengan pola mendidik generus LDII dengan beberapa programnya seperti Tri Sukses Generus (berilmu, berbudi pekerti yang luhur, dan mandiri) , 6 Thobiat Luhur (jujur, rukun, kompak, kerjasama yang baik, amanat, dan hemat giat) , Profesional Religius, Prinsip Etos Kerja (bener, kurup, janji) , 4 Roda Berputar, sangat luar biasa sekali” tutur Imam.

Imam berharap generus bangsa bisa menjadi generasi penerus yang bisa membawa Indonesia lebih baik lagi dan menghapus budaya korupsi, curang dan ketidak jujuran. (erv/agi)

Sabtu, 06 Februari 2016

LDII Temui Presiden, Bahas Paham Radikalisme

Dengan banyaknya Organisasi yang di anggap paham radikalisme dan terorisme, LDII mendatangi Presiden Joko widodo di Istana Merdeka, Jakarta. Dengan adanya ancaman bom yang akhir-akhir ini dilakukan oleh organisasi gafatar sehingga muncul fatwa MUI yang menganggap LDII termasuk organisasi sesat dan paham radikalisme di salah satu koran tribun Jateng (4/2), DPP LDII mengklarifikasi hal tersebut menjumpai presiden siang tadi.

Pengertian radikalisme umumnya adalah suatu paham yang dibuat-buat oleh sekelompok orang yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik secara drastis dengan menggunakan cara-cara kekerasan.

Namun bila dilihat dari sudut pandang keagamaan dapat diartikan sebagai paham keagamaan yang mengacu pada fondasi agama yang sangat mendasar dengan fanatisme keagamaan yang sangat tinggi, sehingga tidak jarang penganut dari paham/aliran tersebut menggunakan kekerasan kepada orang yang berbeda paham/aliran untuk mengaktualisasikan paham keagamaan yang dianut dan dipercayainya untuk diterima secara paksa.

Abdullah Syam selaku ketua Umum DPP LDII menolak bahwa LDII dianggap paham Radikalisme, "Kita menolak hal-hal yang bertentangan dengan Pancasila dan (Islam) rahmatan lil alamin," tutur Abdullah.

"Kita sampaikan program kita dan dukungan terhadap (program) revolusi mental," tutur Abdullah, seusai bertemu presiden.

Lukman Hakim Syaifuddin selaku menteri Agama berkata bahwa kedatangan LDII bertemu dengan Presiden mempunyai maksud yang baik, "Dulu mungkin (kontroversial), tapi sekarang sudah sangat baik. Mereka sangat tidak sependapat dengan radikalisme," ujarnya.

Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan bahwa pertemuan presiden dengan LDII mempunyai tujuan sangat baik. Untuk mencegah kasus terorisme dan penyebaran paham radikalisme diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. "Penanganannya tidak cuma oleh pemerintah saja. Bertahap, nanti (kelompok masyarakat) yang lain juga dipanggil," tutur pria yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. (Erva/Rizq)

Al-Qur'an Bikin Hidup Sempit?

Semua orang mendambakan hidupnya bahagia, diberi kemudahan, dilonggarkan dari segala kesulitan dan keruwetan dalam hidupnya, Mauuuuuu.......?

Ini resepnya : Bagi orang muslim Allah memberikan kabar bahwa Jika kita merasa memiliki hidup yang selalu cenderung frustasi, tertekan dan kesempitan, maka Periksalah interaksi kita dengan Al-Quran.

Allah berfirman :

وَمَنْ  أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنك

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku (Al-Qur’an dan berdzikir), maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit.” (QS. Thaha : 124)

Segera periksa sebagian waktu hidup kita dalam sehari, sudahkah kita sempatkan membaca atau belajar membaca Al-Qur’an minimal 3 ayat dalam sehari? Ataukah dalam sehari kita hanya sibuk dengan gadget atau Handphone kita, sibuk dengan Whatsup, Facebook, Tweeter, Line, dll...?

Simak kefadholan hadis Berikut ini :

<< عَنْ أَ بِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُوْ لُ الله , أَيُحِبُ أَحَدُكُمْ ، إِذَا رَجَعَ إِلَى أَهْلِهِ ، أَنْ يَجِدَ فِيهِ ثَلَاثَ خَلِفَاتِ عِظَامِ سِمَانٍ؟ >> قُلْنَا : نَعَمْ . قَالَ << فَثَلَاثُ آيَاتِ يَقْرَؤُهُنَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلَاتِهِ ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلَاثِ خَلِفَاتٍ سِمَنٍ عِظَامٍ >>

Artinya : “Nabi bersabda : adakah salah satu dari kalian senang ketika pulang pada keluarga kalian , senang melihat 3 onta yang besar lagi Gemuk ?? Shohabat menjawab : ya Nabi (Kami senang), Nabi bersabda : Membaca 3 ayat dalam Al-Quran itu lebih Baik dan lebih Pol dari 3 onta yang besar dan gemuk tadi. (HR. Ibnu Majah Kitabul Adab , no Khadist 3782)

Dan sudakah kita selalu berdzikir kepada Allah dalam setiap kesempatan waktu yang ada? Agar hidup kita dijauhkan oleh Allah dari kehidupan yang sempit dan sulit.

اَلَا بِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ

Artinya : “Ketahuilah dengan ingat (Pikiran dan Badan) pada Allah menyebabkan tenangnya hati” (QS. Ar’Ro’du 28)

Kita yang mungkin tidak bisa atau kurang lamcar dalam membaca Al-qur’an , jangan putus asa dalam mencari Rohmatnya Allah, Alloh maha pengasih dan penyayang, insya Alloh kita tetap mendapat pahala dari Alloh.

Kefadholan orang yang membaca Al-Qur’an dan bisa menghafalNya :

<<عَنْ أَ بِي سَعِدٍ الخُدْرِيِّ؛ قَالَ : قَالَ رَسُوْ لُ الله ، يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ ، إِذَ دَخَلَ الْجَنَّةَ : اقْرَأْ وَاصْعَدْ . فَيَقْرَأُ وَيَصْعَدُ ، بِكُلِّ آيَةِ ، دَرَجَةً . حَتَّى يَقْرَأَ آخِرَ شَىءِ مَعَهُ >> .

Dikatakan bagi orang Ahli Al-Qur’an ketika masuk ke dalam surga : “Membacalah kamu orang yang ahli Qur’an  dan naiklah , maka membaca orang yang ahli Quran dan naik disetiap ayatnya naik 1 derajat , sehingga membaca orang yang ahli surga hingga akhir.
(HR. Ibnu Majah Kitabul Adab No. Khadis 3780)

Ada seorang ulama Al Khotob menyimpulkan Derajat Ahli surga mengikuti sesuai ayat Al Qur'an yang di hafal, dalam kenyataan kalau ada orang yang hafal sampai 30 juz tentu sangat luar biasa dan tinggi sekali Derajat surganya.

Dan Ketika mendengar Al-Quran saat mengaji , atau berada di suatu tempat nikmatilah karena, Alloh berfirman:

 وَاِذَاقُرِئَ الْقُرْآنُ فَا سْتَمِعُوْ ا لَهُ وَاَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْححَمُوْنَ

Artinya : “Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat (disayangi)”

Di zaman Akhir ini sudah sepantasnya kita sebagai orang iman bersama-sama untuk zuhud untuk menahan Hawa nafsu , meninggalkan sesuatu hal yang Mudhorot dan tidak ada manfa'atnya. Dikhawatirkan , jika kita tidak bisa membatasinya dapat menjdikan hati kita keras sehingga tidak bisa menerima nasehati.

Rosululloh bersabda:

<< مَثَلُ الْقُرْآنِ مَثَلُ الْإِبِلِ الْمُعَقَّلَةِ . إِنْ تَعَاهَدَهَا صَاحِبُهَا . بِعُقُلِهَا أَمْسَكَهَا عَلَيْهِ . وَإِنْ أَطْلَقَ عُقُلَهَا ذَهَبَتْ >> .

Artinya : “Perumpamaan Al-Qur’an gambarannya seperti Onta yang diikat, seandainya pemilik onta meramut onta dengan talinya (Menjaga dan meramut sungguh pada onta) , maka tidak akan hilang . dan seandainya melepas dia pada talinya onta maka hilang.” (HR. Ibnu majah Kitabul Adab No. Khadist 3783)

Seperti halnya Orang yang hafal Al-Qur’an, apabila tidak dijaga dan tidak di deres maka akan pudar hafalan tersebut, terlebih sekarang banyak setan yang berusaha menggoda dengan memberi rasa Was-Was dan ragu-ragu terhadap Al Quran.

Kita harus berusaha yakin dan mantab karena semua problem solusi kehidupan kita sudah ada di dalam Al-Qur’an.

Sebaiknya kita Intropeksi diri sudah seberapa dekat Interaksi kita dengan Al-Qur’an, sudah benar-benar Continue/ Rutin-kah, atau kita membacaAl-Qur’an ketika mendapat musibah atau cobaan saja kah? Ingatlah Barang siapa yang mengenal dirinya maka dia mengenal Allah tuhannya.

Oleh : H. Rony Romandhawira. (Ketua DPD LDII Kab. Sidoarjo)




Rabu, 03 Februari 2016

Sesama Orang Iman Adalah Saudara

Islam mengajarkan kita untuk saling mengasihi satu sama lain karean sesungguhnya ummat Islam yang beriman itu bersaudara, Sesuai dengam firman Alloh SWT dalam Alquran :

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” [Al Hujuraat 10]


Oleh karena itu jika ada orang yang mengaku Islam namun tak mau bersaudara bahkan tega menyakiti orang Islam lainnya maka ia bukanlah bagian dari Islam. Orang-orang yang beriman itu ibarat satu tubuh. Jika satu bagian sakit, yang lain ikut merasakan sakit

Hadis riwayat Nukman bin Basyir ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling kasih, saling menyayang dan saling cinta adalah seperti sebuah tubuh, jika salah satu anggotanya merasa sakit, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakan sulit tidur dan demam. (Shahih Muslim No.4685)

Dilain sisi ada seorang ulama bernama Yahya bin muadz yang pernah memberikan nasehat, Ada 3 hal yg menjadi hak atau bagian orang iman darimu:

  1. Jika engkau tidak mampu memberi kemanfaatan untuknya, maka janganlah memberi kemudhorotan padanya.
  2. Jika engkau tidak mampu membuat dia senang, maka janganlah membuat dia susah.
  3. Jika engkau tidak mau memujinya, maka janganlah engkau mencelanya.
Lalu bagaimana caranya menjaga persaudaraan dengan sesama orang Iman? Banyak yang bisa dilakukan termasuk lewat menjaga kerukunan dan kekompakan  sesama orang iman dengan cara-cara sebagai berikut :

  1. Menerampilkan bicara yang baik dan benar, pahit madu, enak didengar, sopan santun, tata krama, unggah ungguh, papan-empan-adepan yaitu menyesuaikan tempat dan situasi dimana kita bicara (papan), sesuatu/isi yang kita bicarakan (empan) dan siapa lawan bicara kita (adepan).
  2. Supaya mempunyai watak yang jujur, amanah, bisa percaya dan bisa dipercayai, tidak berkhianat atau suka berbohong.
  3. Supaya banyak shobar, wani ngalah, keporo ngalah, rebutan ngalah. Ngalah bukan berarti kalah karena sifat egois itu bisa mengeraskan hati manusia.
  4. Tidak saling merusak, baik merusak dirinya, harta bendanya, hak asasinya maupun kehormatannya.
  5. Saling memperhatikan dan saling menjaga perasaan sesama orang iman sehingga tidak sanpai tega untuk menyakiti sesama.
Mari kita jaga pesaudaraan sesama orang iman ^^