وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Rabu, 09 Agustus 2017

Jokowi Terima Gelar Pendekar Utama dan Warga Kehormatan Persinas ASAD

LDII SIDOARJO | Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi membuka Pasanggiri Nasional dan Kejuaraan Nasional Pencak Silat Persinas ASAD di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Pada kesempatan itu, Jokowi juga dinobatkan sebagai Pendekar Utama Persinas ASAD.

Jokowi memang berpenampilan berbeda hari ini. Jokowi sudah siap dengan pakaian silat bernuansa hijau khas Persinas ASAD. Ikat kepala coklat juga sudah dikenakannya.

Sebelum acara dimulai, Jokowi mendapatkan gelar Pendekar Utama dan Warga Kehormatan Persinas ASAD. Ketua Umum Persinas ASAD Brigjen TNI (purn) Agus Susarso pun memasangkan sabuk merah dengan garis emas kepada Jokowi, sebagai tanda Pendekar Utama dan Warga Kehormatan Persinas ASAD.

Pada sambutannya, Jokowi berterima kasih kepada keluarga besar Persinas ASAD yang telah ikut menjaga, memelihara, merawat tradisi bela diri bangsa, yakni pencak silat. Hal ini harus terus dijaga agar karakter bangsa tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

"Tanpa kesadaran kita untuk menjaga, untuk merawat seni tradisi pencak silat ini kita akan kehilangan sebuah karakter karena hampir semua negara juga miliki. Inilah sebuah karakter bangsa yang harus kita rawat dan harus kita jaga sama-sama," kata Jokowi di lokasi, Selasa (8/8/2017).
Senin, 31 Juli 2017

LDII Tekankan Pentingnya Bangun Jati Diri Generasi Penerus Bangsa


LDIISidoarjo.org (LDII Jatim) - Sangat beralasan, LDII menekankan pentingnya pendidikan dalam membangun jati diri (personal branding) dari generasi penerus bangsa. Akhir-akhir ini, Negara disibukkan sekali dengan penuntasan kasus amoral seperti pelecehan seksual, pemerkosaan, pencabulan, dan tindakan kriminal lainnya. Belum lagi kenakalan remaja yang lambat laun jumlahnya semakin meningkat, sebagai contoh perkelahian antar siswa, tawuran antar sekolah, geng motor,balapan liar, dan sebagainya.

Dari beberapa fenomena tersebut di atas, peran serta Negara dan agama mutlak diharapkan dalam menuntaskan problematika bangsa. Jika dibiarkan berlarut-larut, maka akan seperti menunggu bom waktu yang tiba saatnya generasi muda bangsa akan rapuh akan jati diri bangsa Indonesia yang terkenal tangguh, kesatria, bermoral, dan berkarakter adat ketimuran.

Mengenal Generasi Milenium dalam Membuat Jati Diri (Personal Branding) sebagai Generasi Penerus Agama dan Bangsa, itulah tema yang diangkat dalam sebuah seminar wanita yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Sidoarjo (LDII Jatim) yang bertempat di Gedung Barokah Pondok Al Barokah Sidoarjo pada Sabtu, (29/07). Tema yang relevan dalam problematika bangsa terakhir yang menjadi tugas LDII pula dalam mencari akar permasalahan, menggambarkan dampak buruk, mencari solusi dalam menangani problematika serta melakukan pencegahan.
Jumat, 21 Juli 2017

Lewat Halal bi Halal, LDII Ajak Umat Islam Bersatu


LDIISidoarjo.org (LDII Jatim)- Melihat persatuan bangsa yang terancam, dengan adanya umat Islam yang saling diadu membuat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) merasa prihatin. Oleh karena itu, dalam acara halal bi halal dan pengajian umum PC LDII Waru yang diadakan Selasa,(18/7/2017), LDII Mengajak NU dan Muhammadiyah  untuk bersama meredam kondisi ini.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPW LDII Jatim, H. Hasan Yuswadi, S.H, jika LDII sering dituduh sebagai Islam dengam faham agama yang salah dan eksklusif. Padahal kenyataannya LDII telah diakui oleh MUI dan tidak termasuk dalam 10 kriteria aliras sesat yang telah diterbitkan oleh MUI. Begitu juga dengan rumor - rumor tidak masuk akal yang sering dikaitkan dengan LDII. Seperti rumor masjid akan dipel jika ada orang luar LDII yang sholat di masjid LDII, padahal hal-hal tersebut tidak benar dan tidak pernah ditabayunkan dulu kepada LDII.
Kamis, 20 Juli 2017

LDII, NU, Muhammadiyah Gelar Halal bi Halal Bersama

KH. Abdul Mutholib (Kyai Kerah Sakti) Memberikan Ceramah di Pengajian Umum LDII

LDIISidoarjo.org (LDII Jatim) - Menguatkan Ukhuwah Islamiyah untuk bersama membangun bangsa menjadi tema utama dalam pengajian Umum PC LDII Waru pada Selasa, (18/07/2017), di Masjid Baiturrahim, Medaeng, Sidoarjo. Kyai H. Abdul Mutholib ulama NU turut memberikan ceramah dalam acara yang dihadiri sekitar 1.000 orang yang berasal dari warga LDII, NU dan Muhammadiyah.

Abdul Mutholib, atau lebih tenar dengan sebutan Kyai Kera Sakti menyampaikan tentang pentingnya kerukunan antar sesama ormas Islam. "Baik NU, Muhammadiyah ataupun LDII itu sama-sama Islam, jadi harus rukun. Siapapun kyai-nya jika yang diomongkan benar dan tidak menyimpang dari ajaran Islam maka ayo diikuti," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua PC LDII Waru, H. Hotib Al Arish dalam sambutannya mengajak seluruh warga untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah dengan selalu menjaga kerukunan dan kekompakan. Senada dengan hal tersebut, Ustadz Ibrahim yang merupakan tokoh masyarakat NU di Medaeng menyampaikan bahwa esensi dari halal bihalal yang utama adalah menghapus kesalahan antar sesama dan saling tolong menolong dalam kebaikan.

Lebih lanjut Ustadz Ibrahim menyampaikan bahwa hubungan antara NU, LDII dan Muhammadiyah di wilayah Medaeng sangat harmonis. Dan berharap antar sesama ormas Islam selalu berusaha kompak menjaga kedaulatan NKRI. "Alhamdulillah selama ini hubungan kami dengan LDII dan Muhammadiyah di sini sangat harmonis. Bahkan kemarin saat kami sedang ada pembangunan masjid, kami diberi bantuan material besi oleh LDII," ungkapnya.


Disesi selanjutnya, Pengurus DPW LDII Jatim, H. Hasan Yuswadi, S.H. menyampaikan tentang asbabul urut diadakannya acara pengajian umum dan silaturahim antar ormas Islam di Kecamatan Waru. Menurut Yuswadi penyelenggaraan acara ini terinspirasi dari acara pertemuan ulama se-Jawa Timur yang diadakan MUI beberapa waktu yang lalu. "Saat mengikuti acara itu saya berpikir akan baik jika bisa mengumpulkan ormas-ormas Islam di Medaeng dalam satu acara," tuturnya.

Hasan juga menjelaskan bahwa  kondisi Bangsa Indonesia saat ini sudah sampai pada tingkat mengkhawatirkan. Banyak terjadi intrik dan isu - isu di masyarakat yang mengarah ke perpecahan. Untuk meredam hal ini dibutuhkan satu arahan yang mampu meraih semua golongan untuk menyeimbangkan kondisi Bangsa. Untuk hal inilah diharapkan para Ulama yang merupakan panutan dalam masyarakat, memberi satu komando positif untuk menciptakan suasana yang kondusif.


Peran ormas Islam juga tak kalah penting dalam hal ini, mengingat Islam adalah agama mayoritas masyarakat Indonesia. Jika semua ormas Islam mampu bersatu serta meningkatkan Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathoniyah, maka kondisi Bangsa Indonesia akan menjadi lebih baik dan selalu kondusif. (Hav)
Senin, 17 Juli 2017

Komunikasi Sosial Danramil dengan PC LDII Tarik


LDIISidoarjo.org - Danramil Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Kapt. (Inf) Adi Sutrisno Mengunjungi Masjid Assyafiiyah yang terletak di Desa Kramat Temenggung, Kecamatan Tarik, Selasa, (13/06/2017). Kunjungan Danramil Tarik ini untuk mengikuti pengajian umum serta melakukan kegiatan komunikasi sosial dengan warga sekitar.
Acara ini diawali dengan sholat tarawih berjamaah. Setelah sholat tarawih, Adi Kurniawan selaku ketua PC LDII Kec Tarik memberikan pengarahan kepada warga LDII Kec Tarik. Dalam arahannya ketua mengatakan agar selalu menjaga kerukunan dan kekompakan antara warga LDII dengan sesama warga masyarakat. 

Adi juga sempat mengingatkan kepada pemuda-pemudi yang waktu itu hadir dengan memakai seragam berbendera merah putih disebelah kanan, agar pemuda-pemudi membentengi pemahaman agama ini yang kuat karena paham radikalisme yang sekarang ini banyak menyisir kaum muda. Adi sempat melontarkan pertanyaan kepada M. Ubay Witopo, SH yang merupakan ketua bidang pemuda dan olah-raga tentang arti bendera merah putih diseragamnya, Ubay menjawab bahwa bendera merah putih itu merupakan bentuk nasionalisme "KITA LDII, KITA PANCASILA, DAN KITA INDONESIA" Sebuah ungkapan penuh semangat yang dilontarkan ketua bidang pemuda dan olahraga PC LDII Tarik. 
Sabtu, 22 April 2017

LDII Jatim dan Rais Am PBNU Bahas Ekonomi Umat

LDII Sidoajo Jatim | Wakil Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Miftakhul Akhyar menerima silaturahim pengurus DPW LDII Jatim di komplek Pondok pesantren Miftahul Jannah, Kedung Tarukan Surabaya (19/4/17).

Dalam silaturahum tsb Amien Adhy, ketua DPW LDII Jatim menyampaikan bahwa antara LDII dan NU sudah terjalin hubungan dengan baik, agar hubungan baik tersebut terus terjalin maka perlu silaturahim LDII Jatim dengan pengurus NU yang ada di Jatim. Apa yang dilakukan DPW LDII Jatim ini sejalan dengan apa yang telah dilakukan DPP LDII dengan PBNU yang telah sepakat mengadakan MoU pada tahun 2012 di bidang dakwah, deradikalisasi, pendidikan, lingkungan hidup dan penanggulangan bencana, kedaulatan pangan, serta menjaga tegaknya NKRI.

Amien Adhy, ketua DPW LDII Jatim silaturahim dengan KH. Miftakhul Akhyar wakil Rais Am PBNU
Amien menjelaskan, sebelum pengurus LDII Jatim bersilaturahim, ulama dari NU, Muhammadiyah serta pengurus MUI juga sudah silaturahim ke Ponpes binaan LDII Wali Barokah Kediri, diantaranya adalah Wakil Bendahara PWNU Jawa Timur Ahsanul Haq, Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur Saad Ibrahim, Ketua MUI Yusnar Yusuf, Wakil Sekjen MUI Tengku Zulkarnain, dan beberapa ulama lainnya.

Santri dari binaan LDII yang ada di pondok pesantren Wali Barokah Kediri Jatim juga berkesempatan mendengarkan tausiyah dari beberapa tokoh maupun ulama yang hadir agar santri LDII Jatim maupun dari mana saja mendapatkan siraman rohani dari ulama-ulama nasional di Indonesia serta tokohnya.
Minggu, 16 April 2017

Buka Bazar Pemuda 2017, Ketua DPD LDII Sidoarjo Beri Apresiasi Positif

(Credit photo by: thio) - Ketua DPD LDII Sidoarjo, Ir.H. Roni Romandhawira, M.M

LDIISidoarjo.org - Ketua DPD LDII Sidoarjo Jatim, Ir. H. Roni Romandhawira M.M membuka bazar pemuda LDII Kabupaten sidoarjo yang dilaksanakan pada hari Minggu, (16/4/2017). Kegiatan ini berlangsung dihalaman ponpes Al - Barokah, Sruni, Gedangan - Sidoarjo.

Baca juga : Rais Am PBNU dan LDII Jatim Bahas Ekonomi Umat

Dalam sambutannya ketua DPD LDII Sidoarjo ini memberikan apresiasi positif terkait terselenggaranya bazar untuk kesekian kalinya ditahun ini. Bazar pemuda LDII Sidoarjo adalah agenda rutin 2 tahunan bidang kepemudaan dan olahraga DPD LDII Sidoarjo yang mengambil tema berbeda ditiap tahun penyelenggaraannya. Untuk tahun ini tema yang diambil adalah Pesona Nusantara, yang menghadirkan aneka makanan dan tampilan khas dari berbagai Propinsi di Indonesia.

Masih dalam sambutannya, H. Roni juga mengharapkan dengan adanya bazar ini bisa tercipta transaksi yang saling menguntungkan antara pembeli dan penjual. Sehingga dengan adanya hal tersebut bisa memacu meningkatnya semangat kemandirian pemuda LDII untuk menghadapi persaingan didunia usaha nantinya. Seyogyanya memang dalam bazar tahun ini para pemuda LDII yang berasal dari masing-masing PC LDII se-Kabupaten Sidoarjo ini dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyajikan dagangannya. Tantangan kuliner dan tampilan khas suatu propinsi yang harus disajikan tentu bukan perkara mudah untuk diwujudkan.

H. Roni juga mengapresiasi Pesona Nusantara yang diambil sebagai tema bazar. Diharapkan dengan adanya tema ini bisa mewujudkan dan meningkatkan lagi rasa cinta Indonesia dalam tiap diri para peserta dan pengunjung bazar sebagai masyarakat Indonesia. Karena mencintai kuliner dan budaya Nusantara merupakan salah satu pondasi dasar untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Negara tercinta kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia. (hav)

Jokowi Terima Gelar Pendekar Utama dan Warga Kehormatan Persinas ASAD

LDII SIDOARJO | Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi membuka Pasanggiri Nasional dan Kejuaraan Nasional Pencak Silat Persinas ASAD di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Pada kesempatan itu, Jokowi juga dinobatkan sebagai Pendekar Utama Persinas ASAD.

Jokowi memang berpenampilan berbeda hari ini. Jokowi sudah siap dengan pakaian silat bernuansa hijau khas Persinas ASAD. Ikat kepala coklat juga sudah dikenakannya.

Sebelum acara dimulai, Jokowi mendapatkan gelar Pendekar Utama dan Warga Kehormatan Persinas ASAD. Ketua Umum Persinas ASAD Brigjen TNI (purn) Agus Susarso pun memasangkan sabuk merah dengan garis emas kepada Jokowi, sebagai tanda Pendekar Utama dan Warga Kehormatan Persinas ASAD.

Pada sambutannya, Jokowi berterima kasih kepada keluarga besar Persinas ASAD yang telah ikut menjaga, memelihara, merawat tradisi bela diri bangsa, yakni pencak silat. Hal ini harus terus dijaga agar karakter bangsa tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

"Tanpa kesadaran kita untuk menjaga, untuk merawat seni tradisi pencak silat ini kita akan kehilangan sebuah karakter karena hampir semua negara juga miliki. Inilah sebuah karakter bangsa yang harus kita rawat dan harus kita jaga sama-sama," kata Jokowi di lokasi, Selasa (8/8/2017).

LDII Tekankan Pentingnya Bangun Jati Diri Generasi Penerus Bangsa


LDIISidoarjo.org (LDII Jatim) - Sangat beralasan, LDII menekankan pentingnya pendidikan dalam membangun jati diri (personal branding) dari generasi penerus bangsa. Akhir-akhir ini, Negara disibukkan sekali dengan penuntasan kasus amoral seperti pelecehan seksual, pemerkosaan, pencabulan, dan tindakan kriminal lainnya. Belum lagi kenakalan remaja yang lambat laun jumlahnya semakin meningkat, sebagai contoh perkelahian antar siswa, tawuran antar sekolah, geng motor,balapan liar, dan sebagainya.

Dari beberapa fenomena tersebut di atas, peran serta Negara dan agama mutlak diharapkan dalam menuntaskan problematika bangsa. Jika dibiarkan berlarut-larut, maka akan seperti menunggu bom waktu yang tiba saatnya generasi muda bangsa akan rapuh akan jati diri bangsa Indonesia yang terkenal tangguh, kesatria, bermoral, dan berkarakter adat ketimuran.

Mengenal Generasi Milenium dalam Membuat Jati Diri (Personal Branding) sebagai Generasi Penerus Agama dan Bangsa, itulah tema yang diangkat dalam sebuah seminar wanita yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Sidoarjo (LDII Jatim) yang bertempat di Gedung Barokah Pondok Al Barokah Sidoarjo pada Sabtu, (29/07). Tema yang relevan dalam problematika bangsa terakhir yang menjadi tugas LDII pula dalam mencari akar permasalahan, menggambarkan dampak buruk, mencari solusi dalam menangani problematika serta melakukan pencegahan.

Lewat Halal bi Halal, LDII Ajak Umat Islam Bersatu


LDIISidoarjo.org (LDII Jatim)- Melihat persatuan bangsa yang terancam, dengan adanya umat Islam yang saling diadu membuat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) merasa prihatin. Oleh karena itu, dalam acara halal bi halal dan pengajian umum PC LDII Waru yang diadakan Selasa,(18/7/2017), LDII Mengajak NU dan Muhammadiyah  untuk bersama meredam kondisi ini.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPW LDII Jatim, H. Hasan Yuswadi, S.H, jika LDII sering dituduh sebagai Islam dengam faham agama yang salah dan eksklusif. Padahal kenyataannya LDII telah diakui oleh MUI dan tidak termasuk dalam 10 kriteria aliras sesat yang telah diterbitkan oleh MUI. Begitu juga dengan rumor - rumor tidak masuk akal yang sering dikaitkan dengan LDII. Seperti rumor masjid akan dipel jika ada orang luar LDII yang sholat di masjid LDII, padahal hal-hal tersebut tidak benar dan tidak pernah ditabayunkan dulu kepada LDII.

LDII, NU, Muhammadiyah Gelar Halal bi Halal Bersama

KH. Abdul Mutholib (Kyai Kerah Sakti) Memberikan Ceramah di Pengajian Umum LDII

LDIISidoarjo.org (LDII Jatim) - Menguatkan Ukhuwah Islamiyah untuk bersama membangun bangsa menjadi tema utama dalam pengajian Umum PC LDII Waru pada Selasa, (18/07/2017), di Masjid Baiturrahim, Medaeng, Sidoarjo. Kyai H. Abdul Mutholib ulama NU turut memberikan ceramah dalam acara yang dihadiri sekitar 1.000 orang yang berasal dari warga LDII, NU dan Muhammadiyah.

Abdul Mutholib, atau lebih tenar dengan sebutan Kyai Kera Sakti menyampaikan tentang pentingnya kerukunan antar sesama ormas Islam. "Baik NU, Muhammadiyah ataupun LDII itu sama-sama Islam, jadi harus rukun. Siapapun kyai-nya jika yang diomongkan benar dan tidak menyimpang dari ajaran Islam maka ayo diikuti," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua PC LDII Waru, H. Hotib Al Arish dalam sambutannya mengajak seluruh warga untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah dengan selalu menjaga kerukunan dan kekompakan. Senada dengan hal tersebut, Ustadz Ibrahim yang merupakan tokoh masyarakat NU di Medaeng menyampaikan bahwa esensi dari halal bihalal yang utama adalah menghapus kesalahan antar sesama dan saling tolong menolong dalam kebaikan.

Lebih lanjut Ustadz Ibrahim menyampaikan bahwa hubungan antara NU, LDII dan Muhammadiyah di wilayah Medaeng sangat harmonis. Dan berharap antar sesama ormas Islam selalu berusaha kompak menjaga kedaulatan NKRI. "Alhamdulillah selama ini hubungan kami dengan LDII dan Muhammadiyah di sini sangat harmonis. Bahkan kemarin saat kami sedang ada pembangunan masjid, kami diberi bantuan material besi oleh LDII," ungkapnya.


Disesi selanjutnya, Pengurus DPW LDII Jatim, H. Hasan Yuswadi, S.H. menyampaikan tentang asbabul urut diadakannya acara pengajian umum dan silaturahim antar ormas Islam di Kecamatan Waru. Menurut Yuswadi penyelenggaraan acara ini terinspirasi dari acara pertemuan ulama se-Jawa Timur yang diadakan MUI beberapa waktu yang lalu. "Saat mengikuti acara itu saya berpikir akan baik jika bisa mengumpulkan ormas-ormas Islam di Medaeng dalam satu acara," tuturnya.

Hasan juga menjelaskan bahwa  kondisi Bangsa Indonesia saat ini sudah sampai pada tingkat mengkhawatirkan. Banyak terjadi intrik dan isu - isu di masyarakat yang mengarah ke perpecahan. Untuk meredam hal ini dibutuhkan satu arahan yang mampu meraih semua golongan untuk menyeimbangkan kondisi Bangsa. Untuk hal inilah diharapkan para Ulama yang merupakan panutan dalam masyarakat, memberi satu komando positif untuk menciptakan suasana yang kondusif.


Peran ormas Islam juga tak kalah penting dalam hal ini, mengingat Islam adalah agama mayoritas masyarakat Indonesia. Jika semua ormas Islam mampu bersatu serta meningkatkan Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathoniyah, maka kondisi Bangsa Indonesia akan menjadi lebih baik dan selalu kondusif. (Hav)

Komunikasi Sosial Danramil dengan PC LDII Tarik


LDIISidoarjo.org - Danramil Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Kapt. (Inf) Adi Sutrisno Mengunjungi Masjid Assyafiiyah yang terletak di Desa Kramat Temenggung, Kecamatan Tarik, Selasa, (13/06/2017). Kunjungan Danramil Tarik ini untuk mengikuti pengajian umum serta melakukan kegiatan komunikasi sosial dengan warga sekitar.
Acara ini diawali dengan sholat tarawih berjamaah. Setelah sholat tarawih, Adi Kurniawan selaku ketua PC LDII Kec Tarik memberikan pengarahan kepada warga LDII Kec Tarik. Dalam arahannya ketua mengatakan agar selalu menjaga kerukunan dan kekompakan antara warga LDII dengan sesama warga masyarakat. 

Adi juga sempat mengingatkan kepada pemuda-pemudi yang waktu itu hadir dengan memakai seragam berbendera merah putih disebelah kanan, agar pemuda-pemudi membentengi pemahaman agama ini yang kuat karena paham radikalisme yang sekarang ini banyak menyisir kaum muda. Adi sempat melontarkan pertanyaan kepada M. Ubay Witopo, SH yang merupakan ketua bidang pemuda dan olah-raga tentang arti bendera merah putih diseragamnya, Ubay menjawab bahwa bendera merah putih itu merupakan bentuk nasionalisme "KITA LDII, KITA PANCASILA, DAN KITA INDONESIA" Sebuah ungkapan penuh semangat yang dilontarkan ketua bidang pemuda dan olahraga PC LDII Tarik. 

LDII Jatim dan Rais Am PBNU Bahas Ekonomi Umat

LDII Sidoajo Jatim | Wakil Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Miftakhul Akhyar menerima silaturahim pengurus DPW LDII Jatim di komplek Pondok pesantren Miftahul Jannah, Kedung Tarukan Surabaya (19/4/17).

Dalam silaturahum tsb Amien Adhy, ketua DPW LDII Jatim menyampaikan bahwa antara LDII dan NU sudah terjalin hubungan dengan baik, agar hubungan baik tersebut terus terjalin maka perlu silaturahim LDII Jatim dengan pengurus NU yang ada di Jatim. Apa yang dilakukan DPW LDII Jatim ini sejalan dengan apa yang telah dilakukan DPP LDII dengan PBNU yang telah sepakat mengadakan MoU pada tahun 2012 di bidang dakwah, deradikalisasi, pendidikan, lingkungan hidup dan penanggulangan bencana, kedaulatan pangan, serta menjaga tegaknya NKRI.

Amien Adhy, ketua DPW LDII Jatim silaturahim dengan KH. Miftakhul Akhyar wakil Rais Am PBNU
Amien menjelaskan, sebelum pengurus LDII Jatim bersilaturahim, ulama dari NU, Muhammadiyah serta pengurus MUI juga sudah silaturahim ke Ponpes binaan LDII Wali Barokah Kediri, diantaranya adalah Wakil Bendahara PWNU Jawa Timur Ahsanul Haq, Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur Saad Ibrahim, Ketua MUI Yusnar Yusuf, Wakil Sekjen MUI Tengku Zulkarnain, dan beberapa ulama lainnya.

Santri dari binaan LDII yang ada di pondok pesantren Wali Barokah Kediri Jatim juga berkesempatan mendengarkan tausiyah dari beberapa tokoh maupun ulama yang hadir agar santri LDII Jatim maupun dari mana saja mendapatkan siraman rohani dari ulama-ulama nasional di Indonesia serta tokohnya.

Buka Bazar Pemuda 2017, Ketua DPD LDII Sidoarjo Beri Apresiasi Positif

(Credit photo by: thio) - Ketua DPD LDII Sidoarjo, Ir.H. Roni Romandhawira, M.M

LDIISidoarjo.org - Ketua DPD LDII Sidoarjo Jatim, Ir. H. Roni Romandhawira M.M membuka bazar pemuda LDII Kabupaten sidoarjo yang dilaksanakan pada hari Minggu, (16/4/2017). Kegiatan ini berlangsung dihalaman ponpes Al - Barokah, Sruni, Gedangan - Sidoarjo.

Baca juga : Rais Am PBNU dan LDII Jatim Bahas Ekonomi Umat

Dalam sambutannya ketua DPD LDII Sidoarjo ini memberikan apresiasi positif terkait terselenggaranya bazar untuk kesekian kalinya ditahun ini. Bazar pemuda LDII Sidoarjo adalah agenda rutin 2 tahunan bidang kepemudaan dan olahraga DPD LDII Sidoarjo yang mengambil tema berbeda ditiap tahun penyelenggaraannya. Untuk tahun ini tema yang diambil adalah Pesona Nusantara, yang menghadirkan aneka makanan dan tampilan khas dari berbagai Propinsi di Indonesia.

Masih dalam sambutannya, H. Roni juga mengharapkan dengan adanya bazar ini bisa tercipta transaksi yang saling menguntungkan antara pembeli dan penjual. Sehingga dengan adanya hal tersebut bisa memacu meningkatnya semangat kemandirian pemuda LDII untuk menghadapi persaingan didunia usaha nantinya. Seyogyanya memang dalam bazar tahun ini para pemuda LDII yang berasal dari masing-masing PC LDII se-Kabupaten Sidoarjo ini dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyajikan dagangannya. Tantangan kuliner dan tampilan khas suatu propinsi yang harus disajikan tentu bukan perkara mudah untuk diwujudkan.

H. Roni juga mengapresiasi Pesona Nusantara yang diambil sebagai tema bazar. Diharapkan dengan adanya tema ini bisa mewujudkan dan meningkatkan lagi rasa cinta Indonesia dalam tiap diri para peserta dan pengunjung bazar sebagai masyarakat Indonesia. Karena mencintai kuliner dan budaya Nusantara merupakan salah satu pondasi dasar untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Negara tercinta kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia. (hav)