8 Masjid Terindah dan Teristimewah di Dunia

Masjid Terindah di Dunia

Berwisata ke bermacam masjid terindah di dunia adalah salah satu ide travelling yang menyenangkan karena dapat beribadah sambil berwisata. Masjid tidak hanya  tempat beribadah, tapi juga tempat mempelajari Islam, tempat bermusyawarah, sampai tempat akad nikah. Pada beberapa kesempatan, bahkan masjid dijadikan tempat perlindungan dari bencana alam.

Saat ini banyak sekali masjid yang dibangun dengan megah. Selain menjadi tempat ibadah, masjidnya juga memperlihatkan keindahan budaya Islam setempat yang membuat nyaman orang yang memasukinya. Tidak hanya umat muslim, masjid-masjid juga sering dikunjungi orang-orang yang bukan muslim karena ingin mengetahui budaya dan ajarannya.

Masjid-Masjid Indah Didunia

Dalam sebuah HR. Muslim disebutkan bahwa Allah SWT maha indah dan mencintai keindahan, bermacam masjid terindah di dunia adalah wujud dari membuat keindahan sambil memperoleh ridho Allah SWT. Dengan berdirinya masjid-masjid yang megah dan indah, ummat Islam dapat beribadah dengan nyaman, sambil melihat-lihat keindahan arsitektur masjid. Dibawah ini adalah masjid-masjid indah didunia yang dapat dikunjungi.

Masjid Quba - Madinah

1. Masjid Quba, Madinah, Saudi Arabia

Masjid Quba adalah termasuk salah satu masjid terindah di dunia yang Rasulullah SAW bangun pertama kali. Masjid ini telah melalui beberapa kali renovasi, mulai dari jaman Khalifah Umar bin Abdul Azis sampai yang sekarang ini bertanggung jawab dengan renovasi masjid adalah keluarga Saud. Walaupun arsitekturnya terkesan sederhana, masjid ini terlihat sangat indah dengan kebun kurma disekelilingnya.

Masjid yang didominasi dengan warna putih ini mempunyai 19 pintu, yaitu 16 pintu kecil dan 3 pintu utama. Ketika masuk akan disambut dengan udara sejuk, karena AC yang terpasang cukup banyak, dan disediakan air Zamzam bagi yang haus. Pastikan Anda mengikuti peraturan masjid ini ketika berkunjung, yaitu tidak boleh merokok dan tidak boleh mengaktifkan HP.

Masjid Al-Haram Mekah

2. Masjid Al-Haram, Mekah, Saudi Arabia

Masjid teristimewa ini tentunya adalah tempat suci utama bagi umat Muslim karena adanya Ka’bah juga masjid terindah yang patut Anda kunjungi sebagai seorang Muslim. Masjid Al-Haram pertama kali dibangun dengan meninggikan fondasi Ka’bah setelah sekian lama terpendam sejak jaman sebelum Nabi Adam AS, hal ini dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS dan anaknya. Setelah melalui jaman yang berbeda-beda, Masjid Al- Haram terus menerus meningkatkan fasilitas dan memperluas areanya agar dapat menampung lebih banyak Jamaah.

Sekarang Masjis Al- Haram dapat menampung lebih dari 1,5 juta Jamaah dengan fasilitas seperti CCTV, eskalator, lift, AC, pencahayaan, sistem audio bahkan sistem pengendalian kebakaran. Seluruh peningkatan fasilitas dan perluasan area mesjid adalah untuk kenyamanan jamaah ketika beribadah. Dinamakan Masjid Al-Haram karena orang non muslim diharamkan untuk masuk, juga karena disini diharamkan untuk membunuh, mematahkan pohon, ataupun membunuh hewan.

Mesjid Biru - Istanbul

3. Masjid Biru, Istanbul, Turki

Blue Mosque atau Masjid Biru dalam bahasa Indonesia merupakan masjid yang bersejarah. Dikenal juga dengan nama Masjid Sultan Ahmed, masjid ini disebut Blue Mosque karena susunan ubin-ubin indahnya yang berwarna biru. Selain menjadi tempat ibadah dan tempat menarik untuk turis, Blue Mosque juga satu komplek dengan sekolah, rumah sakit dan makam pendirinya yaitu Sultan Ahmed.

Masjid indah ini dibangun diantara tahun 1609 sampai 1616, dan lokasinya berada tepat didepan masjid iconic Hagia Sophia. Walaupun sangat populer sebagai tempat favorit turis, mesjid ini adalah tempat ibadah yang aktif, jadi akan tertutup untuk pengunjung yang tidak sholat selama 30 menit atau lebih selama 5 waktu sholat.

Mssjid Nasir Al-Mulk

4. Masjid Nasir Al-Mulk, Shiraz, Iran

Setiap orang yang pertama kali masuk ke masjid ini pasti akan berkomentar tentang kecantikan arsitekturnya yang merupakan perpaduan dari arsitektur Islam modern dan klasik. Masjid Nasir Al-Mulk adalah salah satu masjid yang sangat terkenal di dunia. Masjid ini dibangun pada masa Dinasti Qajar, pada tahun 1888 dan membutuhkan 12 tahun untuk menyelesaikannya.

Masjid Pink ini dilengkapi dengan ornamen kaca berwarna warni yang fungsinya agar ada cahaya masuk. Perpaduan cahaya dari kaca dengan permadani persia yang menjadi alas tempat ibadah ini, membuat keseluruhan ruangan masjid berhiaskan cahaya pelangi yang berwarna warni. Keindahan ubin-ubinnya yang berwarna pink pun menambah keunikan dan pesonanya.

Masjid Agung Sheikh Zayed

5. Masjid Agung Sheikh Zayed, Abu Dhabi, UAE

Sesuai namanya masjid terindah ke-5 ini digagas oleh Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahlan. Pembangunannya dimulai pada tahun 1997 dan dibuka pertama kali pada 2007 saat perayaan Idul Adha. Mesjid ini menelan dana sekitar 2 miliar Dirham dan dirancang oleh arsitek dari Suriah, Yusef Abdelki yang terinspirasi dari banyak sumber seperti Masjid Abu Abbas Al-Mursi di Alexandria.

Elemen yang paling terlihat dari masjid ini adalah kubah megahnya yang berjumlah 82 dengan bermacam-macam ukuran. Ketika masuk ke dalam kita akan melihat 7 lampu kristal cantik yang paling besar ukurannya sampai 10 meter. Karpetnya juga sangat mewah, dirancang oleh pembuat karpet kenamaan dari Iran, Dr. Ali Kaliqi, merupakan karpet yang terpanjang didunia dengan ukuran 5.627 M2 dan berat 35 Ton.

Masjid Kul Sharif Terindah di Dunia

6. Masjid Kul Sharif, Kazan, Russia

Masjid yang satu ini didominasi biru dan putih ini adalah masjid terbesar di Russia juga Eropa, selain dari Istambul. Pada awal abad ke-16 mesjid ini awalnya dibangun, tetapi sayangnya pada 1552 dihancurkan oleh Ivan “the Terrible”. Rekonstruksi masjid ini dimulai pada 1996 dan selesai pada 2005, tepat sebelum perayaan ulang tahun ke 1000 dari kota Kazan.

Masjid Kul Syarif memiliki perpaduan gaya arsitektur Islam dengan Russia dan namanya diambil dari seorang ulama besar pada saat itu di Kazan. Ketika berkunjung ke masjid ini, Anda akan melihat kalau Masjid Kul Sharif merupakan sebuah kompleks bangunan berupa tempat ibadah, sekolah dan juga tugu peringatan.

Education City Mosque, Doha

7. Education City Mosque, Doha, Qatar

Salah satu masjid terindah yang berada di Qatar, dan bergaya arsitektur futuristik namun Islami. Masjid luar biasa ini dirancang oleh Ali Mangera dan Yvar Bravo, mereka mendesain sebuah masjid yang memadukan budaya Islam dan budaya modern. Masjid ini ditopang dengan 5 pilar yang melambangkan 5 rukun islam.

Masjid Kota Edukasi berada di gedung Minaretein, yaitu didalam kompleks Fakultas Studi Islam Qatar. Masjid ini dapat menampung 1800 jamaah dalam masjidnya dan 500 jamaah di luar masjid. Bangunan berbentuk spiral ini terhubung dengan sekolah dan dikelilingi oleh 4 aliran sungai dan taman botanik berisi tanaman-tanaman yang disebutkan dalam Al-Quran.

Masjid 99 Kubah - Makassar

8. Masjid 99 Kubah, Makassar, Indonesia

Masjid unik yang satu ini baru saja dibuka pada tahun 2022 ini, dan merupakan salah satu masjid terindah menurut orang Indonesia. Masjid 99 kubah terinspirasi namanya dari Asmaul Husna, dan merupakan salah satu masjid yang desainnya dibuat oleh Bapak Ridwan Kamil.

Masjid ini berlokasi di sisi pantai Losari yang membuatnya terlihat sangat cantik dengan paduan warna merah dan oranye. Luas bangunan mesjid ini hampir mencapai 27000 M2 dan dapat menampung 13000 jamaah.

Sebagian masjid-masjid diatas terbuka untuk semua orang termasuk yang bukan muslim, kecuali untuk masjid yang memang tidak diperbolehkan dimasuki oleh orang non Islam. Jika Anda tertarik untuk mengunjungi berbagai masjid dari daftar yang telah kami buat tersebut, pastikan untuk selalu menghormati peraturan ditempat yang dikunjungi, seperti cara berpakaian, juga harus bersabar menunggu antrian ketika masjid sedang penuh, dan berlaku sopan.

8 Pondok Pesantren Terbaik di Indonesia

Pondok Pesantren Terbaik di Indonesia

Islam sangat mendukung umatnya untuk menuntut ilmu, salah satunya adalah di pondok pesantren. Pesantren adalah sebuah tempat untuk menuntut ilmu terutama agama Islam, yang murid-muridnya tinggal bersama di asrama dan belajar dengan guru-guru. Saat ini tercatat ada 26 ribu lebih pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia, provinsi yang terbanyak memiliki pesantren adalah Jawa Barat dengan 8 ribu lebih pesantren.Seiring waktu, pesantren terus menerus meningkatkan metode belajarnya dan fasilitasnya.

Tidak hanya belajar mendalami agama, banyak pesantren yang juga mengajarkan ilmu umum seperti madrasah, sehingga ijazahnya dapat diakui oleh negara. Pesantren tersebar di seluruh Indonesia, dengan fasilitas yang seadanya sampai pesantren dengan fasilitas yang luar biasa. Sebelum memilih pesantren, sebaiknya melihat daftar pesantren dibawah ini agar tidak salah memilih.

Pesantren Gontor

# Pesantren Modern Gontor, Ponorogo

Pondok Modern Darussalam Gontor adalah ponpes yang paling terkenal di Indonesia, Pondok Pesantren Gontor didirikan sejak tahun 1926. Pesantren Gontor mempunyai kurikulum yang sudah modern dengan pendidikan bahasa yang kuat,terutama bahasa Arab dan bahasa Inggris. Pondok pesantren ini bekerjasama dengan sekolah tinggi di luar negeri seperti Al-Azhar University di Mesir juga Jamia Milia Islamia di Delhi, India.

Pesantren ini mempunyai pendidikan setara sekolah menengah dengan nama Kulliyattul Mu’alimin Al-Islamiah (KMI) juga pendidikan tinggi sampai level S3 pada University of Darussalam. Banyak jurusan yang bisa diambil di Universitasnya, mulai dari pendalaman ilmu agama Islam, bahasa Arab hingga ilmu manajemen ekonomi, ilmu bidang kesehatan sampai teknologi agrikultur dan IT. Biaya masuk ponpes ini pada tahun 2020 mulai dari Rp. 5.5 juta.

# Pesantren Langitan, Kabupaten Tuban

Pondok pesantren ini adalah yang paling tua di Indonesia, didirikan pada tahun 1852 di kecamatan Widang, Kabupaten Tuban. Pesantren langitan pada awalnya hanya berupa sebuah surau kecil, sekarang menjadi sangat luas, yaitu 7000 hektar. Disini para santri diajarkan untuk hidup sederhana, walaupun begitu, fasilitas Pesantren Langitan sangat lengkap, mulai dari Mesjid, asrama yang bersih, lapangan, hingga lab komputer dan bahasa.

Jenjang pendidikan pada Ponpes Langitan terdiri dai MI, MTs juga MA. Sistem pendidikannya berfokus pada belajar ilmu agama dengan pendidikan metode tradisional yaitu metode salaf. Biaya masuk pesantren Langitan terbilang cukup murah, yaitu sekitar Rp. 600 sampai 700 ribuan saja. Pesantren ini pun memiliki gaya hidup sehat, dengan menerapkan aturan tidak boleh merokok untukpara santri dan pengajarnya.

Pesantren Bi Ba’a Fadlrah

# Pesantren Bi Ba’a Fadlrah, Malang

Pesantren ini terkenal dengan gedung dan mesjidnya yang megah dan indah, bertempat di Turen, Kab. Malang. Pondok pesantren yang nama panjangnya Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Asali Fadlailir Rahmah ini mempunyai fasilitas yang sangat lengkap dan mewah. Mulai dari gedung megah 10 lantai yang dilengkapi dengan lift, 4 lantai asrama santri, 3 lantai toko-toko yang dikelola santriwati, juga fasilitas kolam renang.

Pesantren indah yang arsitekturnya perpaduan Cina, Arab dan modern ini mulai dibangun sejak 1978 oleh pemilik pondok KH Achmad Bahru Mafdloludin Sholeh da santri-santrinya. Tidak hanya pesantren dan mesjid, bangunan ini pun merupakan tempat wisata, lengkap dengan perahu, dan berbagai binatang seperti monyet, kelinci, kijang, ayam dan burung.

# Pesantren Daar El-Qolam, Tangerang

Pesantren modern ini dibangun pada tahun 1986 oleh KH. Ahmad Rifa’i Arif, lokasinya bertempat di kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang. Pesantren ini sangat besar dengan fasilitas modern yang mempermudah santri, seperti asrama, kamar mandi, mesjid, gedung sekolah, gedung serbaguna, lapangan, ATM, penginapan, lab MIPA, komputer, bahasa, ruang musik dan kesenian, ruang perawatan kesehatan, juga WIFI.

Kurikulum pondok pesantren Daar El-Qolam ini memadukan kurikulum pesantren dengan sekolah setingkat MTs dan MA yang orientasi lanjutannya untuk ke perguruan tinggi di timur tengah. Biaya masuk ponpes ini yang terbaru mulai dari Rp 14 jutaan sampai Rp 16 Jutaan sesuai jenjang, biaya tersebut belum termasuk uang perlengkapan sekitar Rp 4 jutaan juga iuran bulanan Rp 1 jutaan.

# Pesantren Tebuireng, Jombang

Tebuireng adalah pesantren terbesar di Jombang dan salah satu yang terbaik di Indonesia. Pesantren Tebuireng pertama didirikan pada tahun 1899 oleh kakek dari KH Abdurahman Wahid (Presiden RI ke empat) yaitu KH Hasyim Asy’ari. Pesantren ini telah melahirkan beberapa pahlawan nasional, yaitu KH. Hasyim Asyari dan Abdul Wahid Hasyim yang merupakan perumus Pancasila.

Saat ini Pondok Pesantren Tebuireng  telah mempunyai banyak jenjang pendidikan, mulai dari SD Islam sampai MA bahkan ada SMP Sains dan SMK. Materi yang diajarkan di pesantren ini adalah pengetahuan agama Islam, bahasa Arab, Ilmu Syariat juga dengan pelajaran umum. Untuk biaya masuknya beragam,mulai dari Rp 5 jutaan.

# Pesantren Darul ‘Ulum, Jombang

Dibangun tahun 1885 oleh KH Tamim Irsyad dan KH Cholil, jumlah santri pesantren ini sangat banyak, pada maret 2020 mencapai 13.036 santri. Pesantren Darul ‘Ulum termasuk pesantren di Jombang, Jawa timur yang terbaik & terbesar.

Walaupun memiliki banyak sekali santri, Pondok Pesantren Darul Ulum tidak mengesampingkan fasilitasnya. Setiap kamar hanya dihuni 4 santri dan memiliki fasilitas AC, internet, CCTV, bahkan kamar mandinya memakai shower. Untuk masuk ke pesantren ini biayanya tentunya tergantung jenjang pendidikan yang dipilih, mulai dari Rp 2 jutaan dengan uang bakti mulai dari Rp 175 ribu.

# Pesantren Putri Al-Kenaniyah

Al-Kenaniyah adalah pondok pesantren yang berada di ibu kota, tepatnya di Pulo Gadung, Jakarta Timur. Pesantren khusus putri ini resmikan pertama kali pada tahun 1994 oleh beberapa tokoh ulama setempat, GusDur, KH. Syamsuri Badawi, juga KH. Zayadi Muhajir.

Pondok Pesantren Al- Kenaniyah menggunakan metode pendidikan salafi, lalu seiring dengan waktu, sekarang metodenya menjadi modern. Sekarang pesantren ini mempunyai jenjang pendidikan formal, seperti MI, MTs, MA juga program Al-Quran yang dimulai dari tahsin. Biasa pesantren ini sangat terjangkau, mulai dari Rp. 5,5 Juta dengan iuran bulanan mulai Rp 7700 ribu.

Pesantren La Tansa

# Pesantren La Tansa, Banten

Pesantren ini adalah salah satu yang terbesar di Provinsi Banten dan juga sangat populer. Pondok Pesantren La Tansa pertama kali dibuka pada tahun 1991 oleh KH Drs Ahmad Rifai Arif. Kurikulumnya termasuk modern, karena pendidikan agamanya dan pendidikan umum sudah menjadi satu. Lembaga pendidikan yang terletak di Lebak, banten ini sangat luas, yaitu dibangun di lahan seluas 15 hektar.

Pesantren yang alumninya adalah personel Wali Band ini dapat menampung santri yang cukup banyak, pada tahun 2019 sudah mencapai 2700 santri. Untuk memulai pelajaran di pesantren ini, para calon santri harus melalui tes dulu seperti pada pesantren lainnya. Biayanya mulai Rp 17,5 Juta.

Lembaga pendidikan Islam sangat diminati sekarang ini, orang tua sangat senang jika anaknya menimba ilmu di pondok pesantren. Untuk memilih pesantren yang terbaik untuk anak, pilih dengan fasilitas dan kurikulum yang membuat anak nyaman. Penting juga untuk memilih pesantren yang sesuai dengan budget, selamat menimba ilmu.

12 Jenis Puasa Dalam Islam Selain Puasa Ramadhan

Berbagai Jenis Puasa Dalam Islam

Dalam agama Islam menjalankan puasa adalah salah satu ibadah yang spesial, puasa Ramadhan adalah salah satu jenis puasa yang sangat istimewa di dalam Islam. Pengertian berpuasa dalam Islam sama dengan menahan diri dari semua hal yang membatalkan, seperti, makan, minum, berhubungan seksual, dari terbitnya matahari sampai tenggelamnya matahari. Ada bermacam-macam hukum berpuasa, Berpuasa Ramadhan hukumnya adalah wajib, kecuali untuk yang sedang dalam keadaan tertentu.

Puasa wajib yang lainnya adalah, puasa Nazar, puasa Qadha, puasa Kafarat dan puasa orang yang sedang menunaikan ibadah haji, dalil puasa wajib ada dalam Al-Quran, surat Al-Baqarah 183. Ada juga puasa yang termasuk sunnah, yaitu puasa Asyura, puasa Arafah, dan puasa Daud. Tidak selalu wajib dan sunnah, puasa ada juga yang termasuk makruh, bahkan yang termasuk haram.

Berbagai Jenis Puasa Dalam Islam

Puasa wajib artinya yaitu puasa yang kalau dilakukan mendapat pahala, tetapi berdosa jika tidak dilakukan, contohnya adalah puasa Ramadhan. Untuk puasa sunnah boleh dilakukan dan mendapatkan pahala, tapi jika tidak dilakukan tidak termasuk berdosa. Selain puasa yang hukumnya wajib dan sunnah, terdapat puasa lain yang tidak dianjurkan untuk dilakukan, bahkan sampai dilarang. Agar tidak penasaran, dibawah ini ada berbagai macam puasa selain Ramadhan.

Puasa Nazar

# Nazar

Dalam bahasa Arab, Nazar artinya adalah janji, puasa Nazar adalah puasa yang wajib dikerjakan ketika seseorang membuat Nazar. Nazar dilakukan ketika seseorang membuat janji untuk melakukan sebuah ibadah yang tidak wajib dilakukan. Contohnya adalah, ketika seseorang bernazar untuk berpuasa beberapa hari ketika telah lulus ujian. Karena telah bersumpah/ berjanji, maka ibadah puasa yang tadinya sunnah,menjadi wajib dilakukan.

# Qadha

Ketika berpuasa di bulan suci Ramadhan, ada kalanya seseorang tidak dapat melaksanakan ibadah wajib tersebut. Dalam surat Al-Baqarah 184, dijelaskan bahwa seseorang boleh tidak berpuasa karena sakit dan dalam perjalanan jauh, bisa juga karena sedang menstruasi, hamil & menyusui, dll. Puasa yang terlewatkan wajib diganti, bisa dengan puasa Qadha ataupun membayar fidyah sesuai dengan jumlah hari yang terlewatkan.

Puasa Kafarat Salah Satu Jenis Puasa Dalam Ajaran Islam

# Kafarat

Berbeda dengan puasa Ramadhan, berpuasa kafarat artinya adalah puasa denda atau puasa yang wajib dilakukan seorang muslim untuk menebus kesalahan yang telah dilakukan. Bentuk kesalahan yang wajib puasa Kafarat adalah berhubungan siang hari ketika berpuasa, Membunuh seorang muslim tanpa sengaja, Suami melakukan Zihar (jika berhubungan lagi dengan istri, maka suami wajib Kafarat), melanggar sumpah, juga membunuh binatang buruan ketika ihram.

# Puasa Syawal

Puasa Syawal termasuk sunnah, walaupun sunnah, melaksanakan puasa Syawal dapat menyempurnakan puasa Ramadhan. Keutamaan puasa Syawal ada pada HR. Muslim no.1164, yaitu tentang seseorang yang berpuasa 6 hari pada bulan Syawal, ternyata pahalanya sama dengan berpuasa setahun. Tetapi penting diperhatikan bahwa berpuasa Syawal harus setelah berpuasa qadha, jika masih ada puasa yang belum di Qadha, maka diutamakan mengqadha dulu.

# Puasa Arafah

Tidak seperti puasa lainnya, puasa Arafah dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijah, yaitu ketika jamaah haji melakukan wukuf di Arafah. Puasa Arafah hanya dilakukan oleh yang tidak sedang berhaji saja. Puasa ini hukumnya sunnah muakkadah, puasa Arafah disebutkan dalah HR. Ibnu Majah dan Ahmad, yaitu tentang Abu Hurairah yang menjawab pertanyaan tentang puasa Arafah, bahwa Rasulullah SAW melarang puasa di Arafah pada hari Arafah.

Puasa Tarwiyah

# Puasa Tarwiyah

Puasa ini merupakan puasa sunnah yang dilakukan satu hari sebelum puasa Arafah, yaitu tanggal 8 Dzulhijah. Keutamaan tentang puasa Tarwiyah dan puasa Arafah ditulis Abu Syekh Al-Ishafani dan Ibnu Najar, yaitu bahwa puasa Tarwiyah dapat menghapus satu tahun dosa sedangkan puasa Arafah dapat menghapus dua tahun dosa.

# Puasa Senin Kamis

Menurut Siti Aisyah RA, dalam HR Tirmizi dan Ahmad, berpuasa Senin juga Kamis adalah ibadah shaum yang selalu dilakukan oleh Rasulullah SAW. Hukumnya adalah sunnah karena dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Waktu berpuasanya sama seperti puasa suci Ramadhan, yaitu mulai matahari terbit sampai matahari tenggelam.

# Puasa Daud

Seperti puasa Islam yang lainnya, puasa ini dilakukan mulai setelah matahari terbit sampai matahari tenggelam. Puasa Daud adalah ibadah shaum sehari lalu besoknya tidak berpuasa, atau selang-seling berpuasa. Puasa Daud disebutkan pada HR Al-Bukhari dan Muslim mengenai ibadah shaum yang paling disukai oleh Allah SWT. Berpuasa Daud ini juga diketahui merupakan puasa sunnah yang paling utama, hal ini disebutkan pada HR An-Nasa’i.

# Puasa Tasua’ & Asyura

Puasa Asyura, berasal dari kata dalam bahasa Arab yaitu Asyrah yang artinya sepuluh, puasa Asyura adalah shaum tanggal 10 Muharram, dianjurkan untuk berpuasa Tasua’ sebelum berpuasa Asyura, yaitu berpuasa pada tanggal 9 Muharram. Puasa ini adalah termasuk sunnah, puasa Tasua’ dan puasa Asyura disebutkan dalam HR Muslim. Durasinya sama seperti puasa Ramadhan, yaitu mulai matahari terbit sampai matahari terbenam.

Puasa Ayyam Al- Bidl & Ayyam Al- Suud

# Puasa Ayyam Al- Bidl & Ayyam Al- Suud

Puasa yang berulang setiap bulannya ada 2 jenis, yaitu Ayyam Al-Bidl & Ayyam Al-Suud. Puasa-puasa tersebut dapat diulang setiap bulan dalam tahun Hijriyah. Ayyamul Bidl adalah puasa setiap tanggal 13, 14, 15, sedangkan Puasa Ayyam Al-Suud adalah puasa setiap tanggal 28, 29, 30 setiap bulannya. Hukumnya adalah sunnah, kecuali pada waktu-waktu yang tidak diperbolehkan, seperti saat Idul Fitri.

# Puasa Makruh

Selain wajib dan sunnah, ada juga puasa yang mempunyai hukum makruh, bahkan ada yang haram untuk dilakukan. Puasa yang hukumnya makruh adalah puasa yang dianjurkan untuk tidak dilakukan, misalnya puasa yang dikhususkan pada hari-hari seperti hari Jumat, Sabtu dan Minggu.

Tidak dianjurkan untuk puasa pada hari-hari tersebut kecuali merupakan kelanjutan dari puasa sunnah hari sebelumnya atau sedang puasa di bulan Ramadhon, puasa kafarat, dll. Hal ini ada pada HR. Muslim yang dikatakan oleh Abu Hurairah RA, yang intinya tentang sabda Rasulullah SAW tentang larangan puasa hari jumat kecuali orang tersebut berpuasa sebelumnya atau sesudahnya.

# Puasa Haram

Untuk puasa yang hukumnya haram, adalah puasa yang dilarang dilakukan oleh umat Islam. Waktu-waktu puasa yang hukumnya haram ini, berdosa jika dilakukan. Perihal waktu-waktu puasa yang haram disebutkan dalam hadist HR Muslim. Ada 5 waktu puasa yang diharamkan, yaitu:

  • Hari raya Idul Fitri, dalam hadist diterangkan jika tanggal 1 Syawal adalah harinya rang-orang makan, maka Nabi Muhammad SAW melarang untuk puasa.
  • Hari raya Idul Adha, adalah dua hari yang dilarang Rasul SAW untuk berpuasa. Pada hari ini umat muslim disunnahkan untuk berkurban.
  • Hari Tasyrik, merupakan 3 hari setelah hari Idul Adha, tanggalnya adalah 11, 12, 13 Dzulhijah, karena masih termasuk hari eid.
  • Hari Syak, merupakan hari ke 30 di bulan Sya’ban, hukumnya adalah haram untuk berpuasa pada tanggal tersebut, hal ini disebutkan pada HR. Bukhari & Al-Hakim.
  • Saat Haid/ Nifas, ketika wanita sedang menstruasi atau nifas, maka tidak diperbolehkan untuk berpuasa, karena salah satu syarat sah puasa adalah suci dari haid juga nifas.

Puasa apapun yang tidak diharamkan, semuanya mempunyai manfaat juga pahala. Agar tidak sia-sia menjalankan puasa, pastikan puasanya sah dan memenuhi syarat puasa. Niat sangat penting ketika berpuasa, pastikan berniat sebelum fajar, karena adalah salah satu syarat puasa. Syarat puasa. Syarat yang lainnya lagi adalah beragama Islam, suci dari mentruasi ataupun nifas dan shaum pada hari yang tidak diharamkan.

Jenis Pernikahan yang di Haramkan Dalam Islam

Jenis Pernikahan dalam Ajaran Islam

Menikah adalah impian semua orang yang tidak ingin sendirian, pernikahan dalam ajaran agama Islam termasuk ibadah yang paling menyenangkan. Setiap orang memiliki tujuannya sendiri ketika memutuskan untuk menikah, bisa untuk melaksanakan perintah Allah, ataupun untuk melaksanakan sunah rasul. Tujuan lainnya adalah untuk mendapatkan keturunan, menghidari zina, terhindar dari kesempatan terkena penyakit seksual atau juga untuk membangun keluarga.

Seorang muslim yang menikah, bisa dianggap bahwa telah menyempurnakan ibadahnya, hal ini bersumber dari H.R. Thabrani dan Hakim, yang intinya tentang seseorang yang menikah berarti orang tersebut telah menyempurnakan separuh ibadahnya. Walaupun termasuk ibadah, tidak semua menikah hukumnya wajib, bahkan ada menikah yang dilarang atau haram. Untuk yang penasaran dengan pernikahan yang dilarang dalam Islam, dibawah ini kami bahas detailnya.

# Pernikahan Mut’ah

Pernikahan tentunya memberikan kebahagiaan bagi pasangan yang menikah ataupun keluarganya. Nikah Mut’ah adalah pernikahan yang memiliki perjanjian dalam jangka waktu tertentu, atau biasa disebut juga nikah kontrak. Pada pernikahan semacam ini, pasangan menikah dapat berpisah tanpa adanya talak atau pembagian hak waris.

Pernikahan ini pernah diperbolehkan dalam islam, tetapi kemudian dilarang oleh nabi Muhammad SAW, karena lebih membawa kerugian bagi pihak perempuan. Pihak perempuan yang nikah mut’ah harus berpindah kehidupan dari yang satu ke pernikahan lainnya. Larangan tersebut disebutkan pada HR. Muslim.

# Pernikahan Dengan Pasangan Yang Memiliki Hubungan Sedarah

Hubungan sedarah atau disebut juga inses, adalah berhubungan dengan anggota keluarga dekat (nasab). Pada pernikahan hubungan sedarah tidak dibenarkan dan tidak diperbolehkan misalnya dengan kakek, ayah/ ibu, saudara kandung, keponakan, ibu sepersusuan, saudara sepersusuan, mertua, anak-anak dari istri yang telah dicampuri, juga menantu, hal ini disebutkan langsung dalam An-Nisa ayat 23.

Inses biasa terjadi pada zaman mesir kuno, contoh pasangan inses adalah ratu mesir Cleopatra yang menikahi adik laki-lakinya sendiri, yaitu  Ptolemeus XIII dan Raja Tutankhamun dengan adik tirinya. Inses sangat dilarang dalam islam karena terbukti akan menghasilkan anak-anak yang berpenyakit langka, bahkan anak-anak Raja Tutankhamun lahir dalam keadaan lemah dan meninggal pada saat masih bayi.

Pernikahan Sesama Jenis

# Pernikahan Sesama Jenis

Pernikahan antara kedua orang yang saling mencintai sangat didukung, akan tetapi tidak dengan pernikahan sesama jenis (Lesbian & Homoseksual). Tidak hanya dilarang oleh Islam dalam Al-Quran dan Hadits, tetapi dalam hukum negara juga ada larangannya dalam pasal yang mengatur tentang pernikahan sesama jenis.

Hubungan sesama jenis dengan keras dilarang oleh Allah SWT dalam beberapa surat dalam kitab suci umat Islam, seperti tersebut pada surah Al-A’raf 80 & 81, Al-Hijr ayat 72, 73-76 dan pada banyak hadits. Selain melawan hukum agama dan negara, LGBT juga mempunyai dampak dalam kesehatan, misalnya penularan penyakit menular seksual karena sering berganti pasangan, berhubungan anal, berhubungan tanpa kontrasepsi, juga tidak pernah memeriksakan diri. Baca Juga: 8 Syarat Pakaian Wanita Muslimah

# Pernikahan Syighar

Pernikahan selanjutnya yang dilarang dalam islam adalah pernikahan Syighar, yaitu menikahkan seorang wanita yang berada dalam kewaliannya, dengan ganti menikahi wanita yang dalam kewalian orang tersebut. Contohnya  adalah ketika seorang kakak menikahkan adik perempuannya dengan temannya, dengan syarat, sang kakak dapat menikahi adik perempuan temannya tersebut tanpa mahar.

Nikah Sighar ini dilarang, karena disebutkan dalam HR Muslim. Sangat dilarang untuk menikah tanpa mahar, atau dengan kata lain, maharnya adalah wanita yang dinikahkan tersebut. Contoh ucapan nikah Syighar, yang merupakan larangan adalah “Aku nikahkan engkau dengan adik perempuanku, dengan mahar engkau nikahkan aku dengan adik perempuanmu.” Para ulama juga bersepakat bahwa pernikahan seperti ini tidak sah, karena tidak ada mahar.

# Menikahi Perempuan yang Sedang Dalam Masa Iddah

Masa iddah adalah masa tunggu untuk wanita yang baru bercerai ataupun yang baru ditinggalkan oleh suaminya (meninggal dunia). Dalam hukum yang berlaku di Indonesia, masa iddah berlaku sejak dibacakan keputusan pengadilan, atau sejak tanggal kematian suaminya tersebut. Masa iddah seorang istri adalah selama 90 hari.

Masa iddah seorang perempuan disebutkan di beberapa ayat Al-Quran, yaitu Al-Baqarah 234 & At-Thalak ayat 4. Pernikahan pada masa iddah termasuk pernikahan yang dilarang, seorang istri diharuskan menunggu selama waktu tertentu sebelum menikah lagi. Hal ini dilakukan untuk menjaga keturunan, rahim wanita tersebut agar bersih dari air mani suami sebelumnya,sehingga jika ada yang ingin menikahi wanita tersebut, keturunannya akan jelas.

Menikahi Lebih Dari 4 Perempuan

# Menikahi Lebih Dari 4 Perempuan

Poligami adalah sunnah yang memang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, walaupun hukumnya sunnah, ada poligami yang dilarang dilakukan. Menikahi lebih dari 4 wanita sekaligus dalam satu waktu termasuk pernikahan yang tidak diperbolehkan. Dalam surat An-Nissa ayat 3, disebutkan bahwa poligami dapat dilakukan hanya dengan 4 wanita saja, bahkan, jika memang tidak dapat berlaku adil (mengenai hak-hak mereka) maka dianjurkan hanya menikah dengan 1 orang wanita saja.

# Tidak Mempunyai Syahwat

Pada Mazhab Syafi’i dan Maliki, ada keadaan yang membuat pernikahan menjadi Makruh hukumnya. Keadaan yang dimaksud adalah ketika seorang laki-laki tidak mempunyai syahwat (tidak bersyahwat) dan tidak mampu menjamin nafkah (tidak mampu secara finansial). Adapun juga ketika seseorang yang mampu secara finansial, tetapi mempunyai penyakit yang membuatnya tidak dapat memenuhi kewajiban sebagai seorang suami, maka pernikahan juga menjadi Makruh.

# Poliandri

Walaupun Islam memperbolehkan poligami, tetapi poliandri dilarang dilakukan. Poliandri adalah ketika seorang wanita menikah dengan pria lain ketika masih berstatus menikah. Perkara mengenai poliandri disebut dengan jelas dalam AlQuran, QS. An-Nisa 4:24, yaitu mengenai pelarangan menikah dengan para wanita yang telah bersuami. Poliandri termasuk pernikahan dalam ajaran Islam yang haram dilakukan karena khawatir akan ada masalah dalam menentukan ayah dari anak-anak yang dilahirkan.

# Menikahi Wanita yang Telah Dipinang oleh Orang Lain

Bertunangan adalah hal yang diperbolehkan dalam Islam, karena bertunangan adalah sebuah bentuk lamaran, atau berjanji untuk menikah dengan orang tersebut. Bertunangan/ Khitbah disebutkan dalam surah Al-Baqarah 2:235, yang menyebutkan mengenai pelarangan perjanjian menikah bersama seseorang yang sedang termasuk didalam masa iddah, jika wanita tersebut single dan tidak dalam masa iddah maka diperbolehkan.

Menikahi wanita yang telah bertunangan (dilamar) oleh orang lain, adalah bukan termasuk pernikahan yang diperbolehkan. Hal tersebut termasuk dilarang oleh sang Nabi Muhammad SAW sendiri. Disebutkan pada HR. Bukhari no.4848, 4849 dan Muslim no. 1408, yang intinya bahwa tidak boleh meminang/ melamar seorang wanita yang telah dilamar oleh pria lainnya, kecuali pria tersebut telah memperbolehkan atau bahkan meninggalkan wanita tersebut.

Selain ibadah, menikah adalah sesuatu yang membahagiakan, bagi seorang pria ataupun wanita. Pernikahan bukanlah sesuatu yang memberatkan dan menyusahkan, jika telah memenuhi syarat-syarat sebuah pernikahan. Larangan-larangan pernikahan dalam daftar diatas dibuat oleh Allah SWT dengan tujuan yang baik, agar sang suami dan istri bisa menjalankan pernikahan yang baik, juga mendapatkan hak  dan memberikan kewajiban dengan baik dan adil.

Keberuntungan atau Campur Tangan Tuhan?

Bisakah Seorang Beriman Kepada Tuhan Percaya Pada Keberuntungan?

Bisakah Seorang Beriman Kepada Tuhan Percaya Pada Keberuntungan? Ini adalah pandangan menurut saya selaku ketua Lembaga Dakwah Mencari dan Membetuk Jati Diri.

Mungkin realisasi paling serius yang saya alami di paruh kedua hidup saya adalah peran keberuntungan dalam hidup. Saya selalu ingin percaya sebaliknya. Dan saya curiga kebanyakan orang ingin percaya sebaliknya. Karena alasan itu, banyak, orang beragama percaya bahwa Tuhan menghendaki apa pun yang terjadi pada kita:

“Itu kehendak Tuhan,” “Tuhan mengambil anak perempuan kita karena alasan-alasannya” dan seterusnya. Bahkan banyak orang yang tidak religius secara aktif menganggap apa pun yang terjadi pada Tuhan (“Bakat musik saya adalah hadiah dari Tuhan,” “Tuhan membuat saya gay,” “Tuhan mengutus saya istri / suami” dan sebagainya).

Sementara itu, dalam agama Timur, keberuntungan tampaknya tidak berperan. Apa pun yang terjadi pada kita adalah hasil dari karma dan apa yang kita dapatkan dalam kehidupan ini adalah hasil dari perilaku kita di kehidupan lampau.

Kita manusia enggan menganggap begitu banyak dari apa yang terjadi pada keberuntungan, baik atau buruk, karena hal itu menyinggung perasaan keadilan dan ketertiban kita dan karena itu tampaknya merongrong peran Tuhan.

Jika saya ditabrak oleh seorang pengemudi mabuk semata-mata karena keberuntungan saya yang buruk untuk mengemudi di tempat tertentu dan pada waktu tertentu, bukan karena Tuhan punya andil di dalamnya – peran apa, jika ada, yang dimainkan Tuhan dalam kehidupan kita?

Saya akan menjawab pertanyaan Tuhan. Tapi pertama-tama, mari kita cari tahu alternatif apa yang ada untuk keberuntungan sebagai penjelasan.

Tentu saja, kita semua yang memiliki kepercayaan tradisional percaya bahwa Tuhan mengatur alam semesta, dan bahwa Dia menciptakan hukum alam. Jika Tuhan tidak menghendaki elektron berputar di sekitar inti atom, maka tidak akan ada alam semesta seperti yang kita kenal. Tapi itu tidak sama dengan mengatakan bahwa Tuhan menghendaki setiap orang dibunuh oleh pengemudi mabuk di San Diego Freeway.

Selain masalah-masalah ilmiah yang dihasilkan dari keterkaitan dengan Allah semua yang terjadi, ada juga masalah moral dan teologis.

Misalnya ketika Anda bermain judi slot online di sebuah situs slot pragmatic seperti https://thesourcedenver.com/ dan kemudian Anda menang, itu namanya keberuntungan tengah memihak pada Anda. Saya juga tidak pernah menampik mengenai hal ini, karena menurut Anda pasti Tuhan ingin memberikan kita sedikit kebahagiaan melalui keberuntungan bermain judi online, bukan? Tetapi, keberuntungan yang disalahgunakan seperti menjadikan hasil kemenangan tersebut untuk menjahati orang lain, maka lawan dari keberuntungan adalah kesialan pasti akan datang kepada mereka yang seperti itu. Karena saya juga sering bermain di thesourcedenver dan hasil kemenangan judi slot online tersebut biasanya saya sumbangkan kembali, atau saya belikan sesuatu yang berguna.

Jadi, dibimbing oleh akal, saya telah menyimpulkan apa yang harus disimpulkan secara rasional: Ada banyak keberuntungan, baik dan buruk, dalam hidup.

Tuhan Tidak Bermain Dadu

Dua konsekuensi utama dari kepercayaan ini adalah kerendahan hati dan rasa terima kasih. Jika hidup kita berjalan dengan baik, kita harus sangat, sangat rendah hati, belum lagi sangat bersyukur. Bahkan “pria buatan sendiri” sangat beruntung. Jadi, orang juga dapat mengambil pujian untuk pernikahan yang bahagia tetapi tidak banyak – pernikahan yang bahagia sangat merupakan hasil dari keberuntungan, keberuntungan untuk bertemu dan menikah dengan orang yang tepat, dan keberuntungan bahwa setiap pasangan telah tumbuh ke arah yang kompatibel.

Sedangkan untuk anak-anak, orang tua dapat mengambil beberapa pujian dan menyalahkan. Tetapi anak-anak juga seringkali merupakan produk dari nasib baik dan nasib buruk. Banyak anak yang bermasalah datang dari rumah yang baik, dan banyak anak yang baik datang dari rumah yang bermasalah karena gen, teman sebaya, lingkungan, dan kebebasan akan memainkan peran besar dalam bagaimana anak-anak berubah. Dan jika kita memiliki kesehatan yang baik, itu sangat merupakan hasil dari gen yang baik dan / obat yang baik, yang tidak satupun dari kita memiliki peran dalam menciptakan.

Jadi, jika keberuntungan begitu kuat, di manakah Tuhan?

  1. Tuhan mengijinkan keberuntungan. Tuhan (biasanya) memungkinkan dunia untuk maju tanpa campur tangan-Nya. Apa pilihan lain yang ada, bahwa Tuhan menghentikan mobil setiap pengemudi yang mabuk dari mulai? Bahwa Dia campur tangan dengan alam setiap kali sel mulai bermetastasis?
  2. Adalah tugas kita, bukan tugas Tuhan, untuk memerangi kejahatan dan menaklukkan alam. Jadi pasifisme itu tidak bermoral, memungkinkan kejahatan untuk menang. Dan begitu banyak gerakan pecinta lingkungan. Ia telah menjadi begitu memuja alam sehingga sering mengabaikan kebutuhan untuk menaklukkannya atas nama manusia. Untuk mengutip tetapi satu contoh, pencinta lingkungan Barat secara langsung bertanggung jawab atas kematian jutaan orang Afrika karena DDT mereka dilarang secara universal.
  3. Melalui Taurat dan Para Nabi, Tuhan telah memberi tahu kita semua yang perlu kita ketahui tentang menaklukkan kejahatan. Oleh karena itu, perhatian utama kita sehubungan dengan Tuhan seharusnya bukan tentang apa yang kita ingin Dia lakukan, tetapi tentang apa yang Dia ingin kita lakukan.

Setiap orang mengatasi masalah ini dengan caranya sendiri. Bagi saya, tidak ingin meninggalkan alasan atau iman, saya percaya pada Tuhan dan keberuntungan. Dan itu, pada akhirnya, Tuhan menang.

Merasa Putus Asa dan Tertekan? Inilah Cara untuk Menyembuhkannya

Merasa Putus Asa dan Tertekan? Inilah Cara LDII untuk Menyembuhkannya

Anda mungkin sering menemukan percakapan yang berkaitan dengan hal-hal seperti “kesedihan adalah perbuatan setan” atau bahwa “seorang beriman tidak pernah bersedih” atau bahkan “kesedihan adalah indikasi dari iman yang lemah atau tidak lengkap”. Tidak ada, dan maksud saya tidak ada, bisa lebih jauh dari kebenaran. Pernyataan seperti ini hanya meningkatkan proses tenggelam bagi individu yang menderita depresi, kecemasan atau keputusasaan.

Sangat penting bagi orang untuk mengetahui perbedaan antara kesedihan dan depresi; kesedihan adalah emosi manusia yang khas dan depresi adalah kondisi yang jauh lebih merusak dan lebih lama dari keputusasaan, keputusasaan, dan kekecewaan.

Kesedihan adalah bagian dari apa yang membuat kita menjadi manusia. Tidak ada jiwa yang hidup yang tidak terbiasa dengannya; bahkan para nabi kita menghadapi banyak episode kesedihan. Sebagai contoh, Yaqub (AS) menangis sampai dia kehilangan penglihatannya dan bahkan Nabi kita yang tercinta Muhammad mengalami kesedihan atas kehilangan istri dan pamannya. Karenanya, kesedihan bukanlah tanda kelemahan dalam bentuk apa pun. Untuk mengalami kesedihan berarti menjadi manusia. Memiliki iman yang kuat, atau imaan, tidak membuat orang percaya menjadi pengecualian terhadap emosi kesedihan.

Namun, Imaan melengkapi kita dengan alat untuk memerangi depresi dan keputusasaan. Tidak ada yang salah dengan menerima dan mengakui kesedihan Anda. Kekuatan seorang beriman bukanlah bahwa ia tetap kuat dengan berdiam dalam penolakan atau tenggelam dalam mati rasa, itu adalah bahwa ia tidak pernah kehilangan harapan terlepas dari semua rasa sakit dan kesedihan. Intinya adalah apa itu iman yang sejati.

Jika Anda merasa diri Anda dirantai oleh cobaan Anda, atau Anda merasa terjebak dalam pikiran depresi dan keputusasaan tanpa akhir, berikut adalah beberapa kebenaran yang dapat membantu Anda melewati hari-hari tergelap Anda dan menyalakan kembali cahaya itu di ujung terowongan itu, insyaAllah .

# Tidak ada jiwa yang terbebani lebih dari yang bisa ditanggungnya

Jangan pernah lupa bahwa Allah (SWT) tidak akan pernah membebani Anda dengan sesuatu yang berada di luar kemampuan Anda untuk berurusan. Bahkan pada hari-hari ketika Anda merasa seolah-olah tidak tahan lagi, ketahuilah bahwa Anda dapat selamat darinya – karena Allah (SWT) mengenal kami lebih baik daripada kami mengenal diri kami sendiri dan cobaan apa pun yang Anda hadapi dalam hidup Anda, ketahuilah bahwa Dia juga memberi Anda kekuatan untuk menangani persidangan itu.

# Dengan kesulitan datang kemudahan

Allah (SWT) berjanji kepada orang percaya-Nya bahwa “Karena sesungguhnya, dengan kesukaran [akan] mudah”. Percayalah pada firman-Nya. Sekalipun penderitaan itu terasa tak berujung dan Anda merasa lelah karena beban itu semua, jangan kehilangan harapan – karena ada kemudahan dan sesuatu yang lebih baik menunggu Anda di tikungan. Tidak ada yang tersisa selamanya, bahkan kesulitan. Dan orang-orang beriman yang berpegang pada harapan dan iman kepada Allah (SWT) dan mengadopsi kesabaran di tengah masa-masa sulit mereka kemudian dihargai dengan cara yang bahkan manusia tidak bisa bayangkan. Jadi ingat, ini juga akan berlalu.

#Allah (SWT) dalam kontrol, Anda tidak

Depresi pada dasarnya ditentukan oleh perasaan putus asa – dalam diri Anda dan di dunia di sekitar Anda. Itu berakar pada rasa ketidak berdayaan belaka di mana Anda merasa seperti tidak ada dalam kendali Anda. Tetapi itu adalah kebenaran; Tidak ada yang ada dalam kendali Anda. Itu dalam kendali Allah (SWT). Luangkan waktu sejenak, merangkul kurangnya kontrol Anda terhadap keadaan Anda, dan tahu bahwa yang memegang kendali adalah yang terbaik dari perencana dan mencintai Anda lebih dari yang dapat Anda bayangkan. Menyerahkan upaya Anda untuk mengendalikan hidup Anda, serahkan kepada Allah (SWT), dan percaya rencana-Nya untuk Anda. Kadang-kadang, pikiran manusia tidak dapat memahami kebijaksanaan tertinggi Allah (SWT) di balik setiap hal yang terjadi pada kita. Namun, dengan menerima bahwa Allah (SWT) memegang kendali dan menyambut rencana-Nya bagi kita pada akhirnya mengarah pada pengayaan pikiran, tubuh, dan jiwa kita. Saat Anda merasa putus asa, mungkin Anda bisa mengunjungi Masjid terindah untuk menenangkan hati dan berdoa kepada Allah untuk mendapatkan jawabannya.

# Lakukan yang terbaik dan serahkan sisanya kepada Allah (SWT)

Ingatkan diri Anda bahwa tanggung jawab manusia dibatasi dalam batas-batas tertentu. Semua Allah (SWT) meminta kita adalah bahwa kita memenuhi tugas kita dan melakukan yang terbaik yang kita bisa dalam keadaan kita dan menyerahkan hasilnya kepada Allah (SWT). Kita hanya bisa mengendalikan tindakan dan tugas kita, bukan hasilnya. Bahkan para nabi Allah (SWT) tidak memiliki kendali atas hasil mereka. Seorang mukmin dihargai berdasarkan usaha, bukan hasilnya. Jangan berkutat pada apa yang di luar kendali Anda dan raih kemuliaan Allah (SWT). Jangan membuat diri Anda cemas atas hasil yang tidak diketahui. Mainkan peran Anda sebaik mungkin dan serahkan sisanya kepada-Nya.

# Bersyukur atas berkah yang telah Allah SWT berikan kepadamu

Selama masa-masa sulit, kita cenderung melupakan berkat yang kita miliki di sekitar kita dan sebaliknya, kita lebih fokus pada hal-hal yang salah bagi kita. Itu adalah sifat manusia. Kita cenderung tersesat dalam sumber kesedihan dan rasa sakit yang mendalam dan lupa memperhatikan sumber berkah kita. Setiap kali Anda merasa terjebak dalam fase gelap keputusasaan dan depresi – ingatkan diri Anda bahwa Anda harus banyak bersyukur pada saat yang sama – apakah itu keluarga yang penuh kasih, teman yang mendukung, makanan di perut Anda setiap malam sebelum tidur , atap di atas kepala Anda dan banyak hal lainnya. Ingatkan diri Anda bahwa Anda lebih baik daripada banyak orang lain yang tidak berbagi kekayaan kami di domain ini. Buatlah jurnal “hitung berkatmu” jika Anda mau, di mana Anda dapat menuliskan beberapa hal yang Anda syukuri setiap hari. Benar-benar membantu dalam melihat sisi baiknya!

Mayoritas Islam Diam Ketika Suara-suara Moderat Ditenggelamkan oleh Para Ekstremis

Mayoritas Islam Diam Ketika Suara-suara Moderat Ditenggelamkan oleh Para Ekstremis

Membentang dari Afrika utara ke Asia timur, banyak Muslim terlibat dalam pergumulan hidup dan mati dengan para ekstremis yang bertekad memadamkan keragaman pendapat dalam komunitas Muslim. Kekejaman yang dilakukan oleh apa yang disebut kelompok Islamis menjadi berita utama: Boko Haram dan pasar perbudakan, genosida minoritas dan rekaman video eksekusi orang Barat oleh militan Negara Islam (IS).

Selain kekejaman-kekejaman ini, pelanggaran HAM yang lebih biasa dilakukan oleh rezim teokratis di Arab Saudi dan Iran. Tapi bagaimana dengan komunitas Islam lainnya? Mengapa suara mereka tetap tidak terdengar?

Ada Islam, bukan Islam

Generalisasi dan minimisasi Muslim yang tidak benar ditawarkan dalam penjelasan tentang setiap kekejaman teroris baru. Namun, kenyataannya berbeda dari persepsi ini: ada lebih dari satu agama Islam.

Islam adalah istilah umum, yang mencakup banyak perbedaan dalam agama. Sementara orang-orang Muslim memiliki kepercayaan yang sama tentang Allah, nabi Muhammad, dan Alquran, keberagaman luas ada dalam hal perincian dan interpretasi doktrin agama. Sarjana Muslim Tunisia Abdul Majid al-Sharafi menggambarkan fenomena ini sebagai “kota Islam”.

Keragaman pendapat bukanlah fitur terbaru dari Islam; bukti nuansa opini yang luas dapat ditelusuri kembali ke asalnya. Tetapi hari ini gerakan Salafi global, yang didanai sangat besar oleh rezim Saudi dan sumber-sumber lainnya, memiliki masjid, institut, universitas, dan sekolah yang hebat. Organisasi yang kuat dan outlet media yang kuat memungkinkan mereka untuk secara publik menduduki sebagian besar dunia Muslim dan sebagian komunitas Muslim di barat.

Alquran dan terorisme

Alquran biasanya dikutip sebagai sumber utama terorisme dan ekstremisme di kalangan umat Islam. Ketidaktepatan ini didasarkan pada ayat-ayat yang dipilih memetik ceri; kata-kata yang menguntungkan ditekankan sementara ayat-ayat yang kontradiktif diabaikan.

Kenyataannya adalah bahwa Alquran – seperti Alkitab dan banyak kitab suci lainnya – menggunakan bahasa agama yang terbuka untuk banyak penafsiran. Banyak ayat yang dapat dilihat sebagai motivasi kekerasan juga dapat ditemukan dalam Alkitab.

Muslim, seperti Yahudi dan Kristen, memiliki beragam interpretasi atas teks-teks ini. Kata “jihad”, misalnya, dipahami oleh Muslim Sufist sebagai istilah esoteris untuk memerangi naluri jahat di dalam jiwa manusia untuk mendapatkan kebajikan etis.

Para sarjana Muslim juga tidak setuju dengan otoritas teks suci. Salafi mengklaim bahwa makna nyata dari Quran harus diikuti. Aliran pemikiran lain percaya bahwa pandangan yang sangat sederhana ini bertabrakan dengan jarak historis yang panjang antara wahyu Al-Quran dan hari ini, yang membuat penafsiran Al-Quran sulit dan membutuhkan keahlian yang hebat.

Banyak cendekiawan Muslim, seperti Nasr Hamid Abu Zaid, Muhammad Arkoun, Abdol Karim Soroush dan Mujtahid Shabistari, percaya bahwa Quran bukanlah kata-kata Allah secara langsung, melainkan ekspresi Muhammad dari pengalaman spiritualnya. Bagi umat Islam, pendapat ini membuka pintu bagi kritik terhadap teks suci dan memungkinkan mereka untuk tidak mematuhi bagian-bagian Al-Qur’an yang dianggap historis dan tidak termasuk dalam inti Islam.

Situasi yang sama ada dalam berurusan dengan sejarah dan tradisi Islam. Sebagai contoh, banyak Muslim tidak menganggap penaklukan Islam yang terjadi setelah Muhammad sebagai tindakan keagamaan dan mengkritik mereka dengan kuat.

Apakah hukum syariah berbahaya?

Ketika orang mendengar istilah hukum syariah, yang muncul di pikiran adalah gambar pemenggalan, rajam, hukuman cambuk dan amputasi atas nama Islam. Sementara ini memang membentuk bagian kecil dari syariah, sekali lagi ada keragaman interpretasi hukum syariah di kalangan umat Islam.

Hukum Syariah mencakup gaya hidup religius umat Islam baik dalam bidang pribadi maupun sosial. Bagian penting dari itu adalah tindakan ibadah, hukum status pribadi dan peraturan lainnya, termasuk pembatasan diet terkait makanan dan minuman.

Unsur paling kontroversial Syariah adalah hukum hukuman Islam, yang tidak semua Muslim setujui. Beberapa sekte Muslim seperti Ismailisme percaya bahwa hukum syariah tidak lagi berlaku. Bagi mereka, syariah hanyalah prinsip etis Islam, yang sebagian besar sama dengan agama lain.

Banyak cendekiawan lain, tidak hanya hari ini tetapi bahkan di abad-abad pertama Islam, percaya bahwa bagian luas syariah bukan bagian penting dari Islam dan dapat diabaikan – seperti yang terjadi pada Torah Yahudi, yang tidak berbeda dengan padanan Islamnya. Pendapat Syiah tradisional adalah bahwa para imam mereka telah melarang bagian-bagian politik dan yuridis dari syariah, dan tidak ada yang memiliki wewenang untuk menghidupkan kembali undang-undang ini hari ini.

Apa yang disepakati adalah bahwa mayoritas besar populasi Muslim tidak ada hubungannya dengan terorisme. Namun, mereka berada di bawah tekanan dari kelompok-kelompok ekstremis kecil dan kuat dan rezim agama. Oleh karena itu, mayoritas Muslim yang pendiam tidak boleh disalahkan untuk orang-orang ini; mereka malah menjadi korban dari Islam radikal sendiri.

Islam tidak boleh dianggap dari perspektif fundamentalisme karena, pada akhirnya, ini akan memperkuat posisi para ekstrimis. Sebaliknya, itu harus dipahami dengan membuka dialog, mendukung dan bekerja sama dengan orang-orang moderat yang menawarkan pemahaman yang berbeda tentang Islam.

Jika Negara Islam Didasarkan Pada Agama, Mengapa Ia Begitu Kejam?

Dengan mendeklarasikan kebangkitan kekhalifahan, IS mengklaim telah menciptakan alternatif bagi tatanan politik yang ada.

Negara Islam yang tampaknya tiba-tiba menonjol telah menimbulkan banyak spekulasi tentang asal usul kelompok itu: bagaimana kita menjelaskan kekuatan dan peristiwa yang membuka jalan bagi kemunculannya?

Dalam angsuran seri hari ini kami tentang asal-usul Negara Islam, sarjana studi agama Aaron Hughes mempertimbangkan apakah kekerasan kelompok jihad ini melekat pada Islam.

Terlepas dari apa yang kami katakan, agama pada dasarnya tidak damai. Asumsi ini sebagian besar didasarkan pada gagasan Protestan bahwa agama adalah sesuatu yang spiritual dan internal bagi individu dan bahwa ia rusak oleh politik dan hal-hal duniawi lainnya.

Tetapi orang-orang membunuh atas nama agama, sama seperti mereka mencintai namanya. Untuk mengklaim bahwa salah satu dari alternatif ini lebih otentik dari yang lain tidak hanya bermasalah, itu secara historis tidak benar.

Perang Salib, serangan di klinik aborsi, beberapa pembunuhan politik, dan serangan harga – untuk menyebutkan beberapa contoh saja – semuanya termotivasi oleh agama.

Ini karena agama didasarkan pada gagasan metafisik bahwa ada orang beriman (dalam agama sendiri) dan orang yang tidak beriman. Perbedaan ini didasarkan pada “baik” versus “jahat”, dan dapat dengan rapi dikemas dalam narasi untuk digunakan dan dilecehkan oleh berbagai kelompok.

Sebuah imajinasi masa lalu

Salah satu kelompok tersebut adalah Negara Islam (IS), yang secara inheren keras dan mengklaim itu mencerminkan Islam Nabi Muhammad. Dalam hal ini, ini seperti gerakan reformis lain dalam Islam yang berusaha menciptakan kembali di zaman modern apa yang mereka bayangkan sebagai kerangka politik dan masyarakat tempat Muhammad (570-632 M) dan pengikutnya langsung hidup dan diciptakan di Arab abad ketujuh. .

Masalahnya adalah bahwa kita tahu sedikit tentang masyarakat ini, kecuali apa, seringkali, banyak sumber kemudian – seperti Biografi (Sira) Muhammad dan karya sejarawan seperti al-Tabari (839-923 M) – ceritakan kepada kami seperti.

Cita-cita utama IS adalah memulihkan kekhalifahan. Sebagai entitas geopolitik, kekhalifahan adalah kerajaan Islam yang membentang dari Maroko dan Spanyol di Barat, hingga India di Timur. Ini melambangkan Islam yang paling kuat.

Ketika menyebar di Timur Tengah dan wilayah Mediterania pada abad ketujuh, Islam sangat apokaliptik. Banyak sumber awal, seperti khalifah kedua surat Umar kepada Kaisar Bizantium Leo III, serta sumber-sumber non-Muslim kontemporer, seperti kiamat Yahudi pertengahan abad kedelapan, Rahasia Rabi Shimon bar Yohai dan polemik abad ketujuh Doctrina Jacobi, berbicara tentang kehancuran dunia yang akan datang seperti yang kita ketahui.

Kehancuran akan dimulai dengan pertempuran antara kekuatan kebaikan (Muslim) versus kekuatan jahat. Dan IS telah mengadopsi visi apokaliptik ini.

Namun, sekali lagi, perlu dicatat dua hal. Yang pertama adalah bahwa mayoritas Muslim saat ini tidak membeli visi apokaliptik ini; itu terutama sesuatu yang didaur ulang oleh kelompok-kelompok seperti Negara Islam.

Kedua, visi “akhir zaman” semacam itu sama sekali tidak unik bagi Islam; kita juga melihatnya dalam agama Yahudi dan Kristen. Dalam dua tradisi lain ini, seperti dalam Islam, kelompok-kelompok semacam itu tentu saja tidak mewakili kepercayaan ortodoks.

Toleransi Medieval

Tapi selain kiamat, apakah Islam sangat kejam di abad ketujuh? Orang tentu bisa menunjuk tiga dari empat penggantinya (khalifah) Muhammad yang pertama telah dibunuh.

Orang juga bisa menunjuk pada perdebatan teologis yang luar biasa tentang siapa yang bukan Muslim. Dan perdebatan seperti itu termasuk status jiwa orang berdosa. Apakah pendosa seperti itu seorang Muslim atau apakah dosanya menempatkannya di luar komunitas orang-orang percaya?

Apa yang akan menjadi pendapat umum Muslim adalah bahwa itu tergantung pada Tuhan untuk memutuskan dan bukan manusia. Tetapi kelompok-kelompok seperti Negara Islam ingin membuat perbedaan ini untuk Tuhan. Dalam hal ini, mereka tentu saja menyimpang dari kepercayaan Muslim ortodoks.

Meskipun ini tidak membuat mereka “tidak Islami”, mengatakan kelompok-kelompok seperti IS mewakili interpretasi Islam abad pertengahan tidak adil untuk Islam abad pertengahan.

Abad kedelapan, misalnya, menyaksikan pendirian, di Baghdad, Bayt al-Hikma (Rumah Kebijaksanaan), yang melambangkan apa yang disebut masa keemasan peradaban Islam. Periode ini menyaksikan, antara lain, cendekiawan Muslim, Yahudi dan Kristen yang mempelajari teks-teks filosofis dan ilmiah dari zaman Yunani kuno.

Para sarjana ini juga membuat banyak kemajuan dalam disiplin ilmu, seperti matematika, astronomi, kedokteran, alkimia dan kimia, untuk menyebutkan beberapa saja. Dalam satu abad setelah pendiriannya, Islam mewakili kerajaan kosmopolitan yang tidak seperti interpretasi dogmatis yang kaku dan dogmatis dari agama yang terlihat pada orang-orang seperti IS.

Alat yang ampuh

Pengamat di Barat yang ingin mengklaim bahwa Islam yang harus disalahkan untuk IS dan menggunakannya sebagai bukti lebih lanjut bahwa agama itu pada dasarnya kekerasan, mengabaikan akar penyebab lain saat ini.

Ini termasuk sejarah kolonialisme Eropa di daerah tersebut; Dukungan AS dan Eropa untuk sejumlah diktator Timur Tengah yang kejam; dan ketidakstabilan yang diciptakan oleh invasi Amerika ke Irak setelah peristiwa 11 September 2001.

Ini disandingkan dengan peristiwa-peristiwa baru-baru ini bahwa kelompok-kelompok seperti IS bermimpi untuk membangun kembali apa yang mereka bayangkan sebagai romantisme Islam yang kuat.

Faktanya adalah bahwa kemampuan agama untuk secara rapi membedakan antara “orang percaya” dan orang tidak percaya “, dan antara” benar “dan” salah “, menjadikannya ideologi yang kuat. Di tangan para demagog, wacana keagamaan – digunakan secara selektif dan dimanipulasi untuk mencapai suatu perangkat. ujung yang diinginkan – sangat kuat.

Meskipun keliru untuk mengatakan bahwa wacana yang digunakan oleh IS adalah tidak Islami, penting untuk dicatat bahwa wacana itu mewakili satu wacana Islam tertentu dan itu bukan wacana arus utama.

Negara Islam Mengklaim Tradisi Teologis Muslim dan Mengubahnya

Bagaimana kita menjelaskan kekuatan dan peristiwa yang membuka jalan bagi kemunculan Negara Islam? Bersama dengan para anggota, kami sering membicarakan bagaimana asal-usul kelompok jihadis dan mencoba menjawab pertanyaan ini dengan melihat berbagai sisi, entah itu dari interaksi kekuatan sejarah maupun sosial mengarah pada kemunculannya.

Hari ini, sejarawan pemikiran Islam Harith Bin Ramli menjelaskan bagaimana Negara Islam cocok – atau tidak – dalam tradisi teologis Muslim, dan secara tidak sengaja menjawab pertanyaan yang sering ditujukan pada para penganut agama yang tinggal di Barat.

Bagi umat Islam di seluruh dunia, menjadi pengalaman yang memilukan hampir setiap hari untuk melihat Islam terkait dengan semua nuansa kekejaman dan tidak berperikemanusiaan dari apa yang disebut sebagai Negara Islam (IS). Sangat menggoda untuk mengabaikan kelompok itu karena berada di luar batas Islam. Tetapi cara berpikir ini mengarah pada rute yang sama yang telah diambil IS.

Biarkan saya jelaskan.

Sejak wafatnya Nabi Muhammad pada tahun 632, belum ada otoritas pusat tunggal yang disetujui oleh semua umat Islam dengan suara bulat. Generasi pertama Muslim tidak hanya tidak setuju, mereka berjuang untuk suksesi menjadi pemimpin komunitas.

Hasil dari pembagian ini adalah pembentukan tradisi teologis Sunni dan Syi yang kita lihat sampai hari ini. Tetapi darah yang tumpah karena masalah ini juga menghasilkan perasaan khawatir tentang konsekuensi perbedaan politik dan teologis.

Sebuah konsensus dengan cepat muncul mengenai perlunya menghormati perbedaan pendapat. Dan itu dianggap penting untuk “melepaskan” diri dari siapa pun yang memiliki pandangan berbeda tentang masalah-masalah utama ini. Tetapi selama orang tersebut menegaskan prinsip-prinsip dasar Islam, seperti kesatuan Tuhan dan ramalan Muhammad, dia masih dianggap sebagai seorang Muslim.

Pencela yang sama

Pandangan teologis yang berbeda tentang hal ini dipegang oleh kelompok yang dikenal sebagai orang Kharij. Ini mengadopsi pandangan bahwa para pemimpin Muslim yang berbeda pendapat atau korup, dengan tindakan mereka, telah menjadi “murtad” dari Islam sama sekali.

Sub-faksi dari kelompok ini semakin memperluas definisi kemurtadan mereka untuk memasukkan setiap Muslim yang tidak setuju dengan mereka. Mereka menyatakan orang-orang kafir Muslim ini yang bisa dibunuh atau diperbudak.

Kebrutalan para Kharijah ekstrim ini tidak pernah menarik lebih dari minoritas Muslim, dan Kharijite lainnya mengadopsi posisi yang lebih damai lebih sejalan dengan konsensus yang muncul.

Kengerian yang meluas pada perpecahan awal komunitas Muslim dan teror yang dilepaskan oleh ekstremisme Khariji memastikan bahwa Islam pada umumnya menganut pendekatan pluralistik terhadap perbedaan pendapat. Ini muncul seiring dengan budaya keilmuan, berdasarkan pada gagasan bahwa upaya untuk mencari makna tulisan suci yang “benar” adalah upaya manusia yang terus-menerus dan tak dapat keliru.

Di luar sejumlah masalah di mana ada konsensus yang tidak perlu dipertanyakan, interpretasi yang berbeda dapat ditoleransi.

Apa yang membuat SI berbeda dengan Islam tradisional tidak selalu berupa teks agama yang digunakan kelompok itu. Untuk membenarkan praktik perbudakan atau perang mereka terhadap non-Muslim, mereka menyerukan bagian-bagian dari Alquran atau tradisi kenabian, atau karya hukum yang cukup umum dan mewakili tradisi Islam abad pertengahan.

Tetapi teks-teks ini – tulisan suci atau yang lain – selalu dibaca melalui mediasi upaya penafsiran masa lalu dan berkelanjutan oleh komunitas cendekiawan. Seperti yang ditunjukkan oleh sarjana teologi, Sohaira Siddiqui dari Universitas Georgetown, kelompok-kelompok seperti IS menyimpang dari Islam arus utama dengan penolakan mereka terhadap budaya penafsiran ilmiah dan pluralisme agama ini, yaitu cara-cara penafsiran teks.

Pendekatan ini berakar pada inspirasi teologis utama kelompok itu, gerakan Wahhabi. Didirikan atas interpretasi radikal dari teolog abad ke-14 Ibn Taymiyya, ia memecat setiap Muslim yang tidak menganut interpretasi ketat monoteisme sebagai “murtad”.

Hal ini juga dapat ditelusuri kembali ke teori politik radikal abad ke-20, seperti Sayyid Qutb, yang menolak negara modern dan ideologi yang hadir, termasuk nasionalisme dan demokrasi, sebagai “penyembah berhala” dan tidak didasarkan pada aturan Tuhan.

Dengan mendeklarasikan kebangkitan kekhalifahan, IS mengklaim telah menciptakan alternatif bagi tatanan politik yang ada.

Cepat tergesa-gesa

Mengadopsi pendekatan sederhana “dengan kita atau melawan kita” memungkinkan IS membenarkan mencela penguasa Muslim sebagai “tiran” dan tokoh agama yang mendukung mereka sebagai “cendekiawan istana”. Secara umum, Muslim yang tidak “bertobat” dan mendukung keyakinan mereka berisiko dikecam sebagai “murtad” yang dapat dibunuh.

Secara efektif, kelompok ini telah menghidupkan kembali kecenderungan Kharijite kuno dalam bentuk ideologi politik modern yang mematikan.

IS benar tentang satu hal: solusi untuk masalah-masalah luas dunia Muslim tidak bisa terletak pada penegasan kembali politik status quo dan pekerjaan munafik agama untuk menopang rezim yang korup dan menindas.

Tetapi pemecatannya terhadap budaya pluralisme ilmiah dan toleransi beragama tampaknya seperti cara mudah untuk memilih interpretasi dari kitab suci dan tradisi keagamaan yang sesuai dengan tujuan politiknya, bukan sebaliknya.

Dengan mendeklarasikan kebangkitan kekhalifahan, IS mengklaim telah menciptakan alternatif bagi tatanan politik yang ada.

Otoritas keagamaan Muslim terkemuka, seperti Grand Syekh al-Azhar, telah menahan diri dari mencela IS sebagai “murtad”, meskipun mereka telah menyerukan penggunaan kekuatan militer penuh terhadap mereka. Keragu-raguan mereka mungkin disebabkan oleh kesadaran bahwa langkah seperti itu hanya akan menyeret komunitas Muslim ke tingkat yang mereka inginkan.

Alih-alih memberi label IS tidak Islami, komunitas Muslim global akan lebih baik untuk menegaskan kembali komitmennya terhadap budaya pluralisme. Pendekatan ini juga dapat membuka percakapan penting yang harus terjadi tentang hubungan antara negara dan agama dalam masyarakat Muslim kontemporer.

Banyak Muslim mungkin berbagi pandangan IS bahwa sudah ada banyak tanda bahwa akhir zaman semakin dekat. Tetapi kelompok ini berangkat dari teologi apokaliptik Muslim arus utama dalam dua hal.

Pertama, literaturnya sepertinya tidak menyebutkan Mahdi yang ditunggu-tunggu dan kembalinya Yesus putra Maryam, yang dinubuatkan untuk mengalahkan Pura Besar (Dajjal, atau anti-Kristus). Dan kedua, berbeda dengan umat Muslim pada umumnya yang hanya mengakui kemampuan terbatas untuk sepenuhnya memahami makna nubuat-nubuat ini, IS menganggap dirinya sebagai peran sentral dalam penyingkapan peristiwa semacam itu.

Dengan kata lain, alih-alih menunggu Tuhan mewujudkan akhir zaman, IS berharap untuk mendorongnya melalui tindakannya sendiri. Dalam hal ini, ia memiliki kesamaan dengan bentuk ekstrim dari Zionisme Kristen dan Yahudi.

Jika seseorang memberi para pengikut IS manfaat keragu-raguan, dengan mengecualikan mereka yang memiliki motif kriminal, tampaknya ideologi mereka didorong oleh hasrat tergesa-gesa untuk mengimplementasikan kehendak Tuhan. Dan pemecatan bahkan lebih cepat dari pendekatan yang lebih hati-hati dan rendah hati dari Muslim lainnya.

Seperti yang dinyatakan Al-Qur’an:

“Manusia pada dasarnya diciptakan dengan tergesa-gesa” (21:37), dan “seluruh umat manusia bingung, kecuali bagi mereka yang percaya dan menasihati satu sama lain tentang Kebenaran, dan tentang kesabaran”. (103: 2-3)

LDMJ Ikut Deklarasi Tolak Masjid Jadi Sarana Kampanye Pilkada

Ketua PC LDMJ menghadiri deklarasi menolak masjid sebagai sarana kampanye dalam pilkada serentak tahun 2018-2019. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Polsek Waru di Pendopo Kecamatan Waru, Rabu, 14 Pebruari 2018.

Deklarasi tersebut dilaksanakan dalam forum Silaturrohim Forkopimka Waru bersama NU, LDMJ, tokoh agama, dan takmir masjid. Bertujuan agar tercipta situasi dan kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Waru.

Bertindak sebagai narasumber: Kapolsek Waru Kompol M. Fathoni, SH, Danramil 0816/16 Waru Kapten Arh Puji Wihardi, Camat Waru Fredik Suharto, S.Sos, dan Ketua MUI Waru.

Keempat narasumber mengajak masyarakat supaya dalam pilkada serentak di wilayah Waru tercipta keadaan yang aman, lancar, kompak, rukun, dan damai.