Motto

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

News

Saturday, May 26, 2018

LDII Usul Tindak Preventif Tangkal Terorisme

Para peserta Rapat Koordinasi Peningkatan Kewaspadaan di pendopo Kecamatan Tarik

LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) mengusulkan adanya tindak preventif sekaligus deteksi dini untuk menangkal atau mencegah terorisme. Demikian disampaikan oleh Ketua PC LDII Kecamatan Tarik, Adi Kurniawan pada acara Rapat Koordinasi Peningkatan Kewaspadaan di pendopo Kecamatan Tarik, Rabu (23/5/2018).

Hadir pada acara tersebut yaitu: Forkopimka Kecamatan Tarik, Ketua MUI, GP Anshor, Kasi Trantib, FKDM, Pemuda Muhammadiyah, Muslimat NU, IPNU, IPPNU, Linmas, dan dari LDII yang hadir Ketua PC LDII Kecamatan Tarik,  Adi Kurniawan.  

Tindak preventif yang diusulkan LDII sbb: 

(1) meningkatkan penguatan terhadap RT/RW. Dengan cara RT/RW bisa mengetahui aktivitas warga baru di lingkungannya.
(2) menciptakan laporan berbasis android/e-security, sehingga laporan dari masyarakat bisa cepat diterima dan ditindaklanjuti.
(3) memberikan pengarahan kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungannya masing-masing. Dengan cara melaporkan segala sesuatu yang mencurigakan. 

Usulan ini sangat diapresiasi oleh pihak Kasi Trantib, dan akan segera ditindaklanjuti menjadi sebuah agenda kegiatan di tingkat kecamatan.
Tuesday, February 27, 2018

LDII Ikut Andil dalam Kerukunan Umat Beragama


LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) menghadiri dialog intern umat beragama (Islam) se-Kabupaten Sidoarjo di Pendapa Delta Wibawa, Selasa (27/2). Hadir juga pada kegiatan tersebut Ketua dan Pengurus NU (Nahdlatul Ulama), Muhammadiyah, dan ormas Islam lainnya.
Hadir sebagai narasumber: KH Muhammad Salim Imron, Ketua  (koordinator komisi dakwah) MUI Sidoarjo, Kasat Binmas Polresta Sidoarjo Kompol Agus Suwandi, dan Sekum MUI Jatim H. Ainul Yaqin.

Bupati Sidoarjo, H. Saiful Ilah, SH. MHum berharap, dialog tersebut dapat memberikan motivasi dan menambah khasanah berupa pengetahuan serta hubungan kemitraan yang sangat baik dan harmonis. Khususnya antara Pemkab Sidoarjo dengan seluruh pimpinan ormas Islam, ulama, tokoh agama Islam se-Kabupaten Sidoarjo.

Sebagai upaya untuk menjembatani persoalan bangsa dan keumatan, serta sebagai sarana yang efektif menjalin komunikasi mewujudkan ukhuwah Islamiyah. Selain itu dapat menghindari konflik intern umat beragama, sehingga kerukunan dapat tercapai.



Peran ulama diharapkan dapat menjaga keharmonisan dan kerukunan intern umat beragama. Serta mampu mengemban tugas dan tanggung jawab yang begitu besar. Dengan dilandasi nilai profesional, amanah, dan penuh keikhlasan.

Dalam acara tersebut, juga dilakukannya pendataan tokoh-tokoh agama dan tempat ibadah se-Kabupaten Sidoarjo. Hal ini dilakukan untuk memelihara stabilitas secara umum sebagai syarat mutlak kehidupan spiritual yang berkesinambungan. “Keberadaan database yang akurat, akuntanbel, dan transparan sangat dibutuhkan guna mendukung tugas pemerintah. Selain itu juga untuk menjalin kemitraan dan kerjasama di bidang sosial keagamaan,” terang Saiful Ilah.
Thursday, February 15, 2018

LDII Ikut Deklarasi Tolak Masjid Jadi Sarana Kampanye Pilkada

LDII SIDOARJO | Ketua PC LDII Kecamatan Waru, KH. Khotib menghadiri deklarasi menolak masjid sebagai sarana kampanye dalam pilkada serentak tahun 2018-2019. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Polsek Waru di Pendopo Kecamatan Waru, Rabu, 14 Pebruari 2018.

Deklarasi tersebut dilaksanakan dalam forum Silaturrohim Forkopimka Waru bersama NU, Muhammadiyah, LDII, tokoh agama, dan takmir masjid. Bertujuan agar tercipta situasi dan kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Waru.

Bertindak sebagai narasumber: Kapolsek Waru Kompol M. Fathoni, SH, Danramil 0816/16 Waru Kapten Arh Puji Wihardi, Camat Waru Fredik Suharto, S.Sos, dan Ketua MUI Waru. 

Keempat narasumber mengajak masyarakat supaya dalam pilkada serentak di wilayah Waru tercipta keadaan yang aman, lancar, kompak, rukun, dan damai. (koes)
Wednesday, January 3, 2018

MUI Balongbendo Datangi Pengajian Akhir Tahun PAC LDII Kemangsen



LDIISidoarjo.org - Bekerjasama dengan pengurus dan remaja masjid Baitul Muttaqin, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kemangsen mengadakan pengajian akhir tahun pada Minggu, (31/12/2017). Bertempat di Halaman Masjid Baitul Muttaqin, Dsn Pilang Bangu, Desa Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, acara ini dihadiri oleh H. Somad selaku Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Balongbendo. Acara pengajian juga diramaikan dengan bazar kuliner yang diadakan oleh warga setempat. 

Ketua panitia acara, Abdul Havid mengatakan bahwa acara ini merupakan kegiatan yang diadakan sesuai dengan arahan DPD LDII Sidoarjo guna untuk membentengi warga LDII dari perayaan tahun baru dan memilih kegiatan yang lebih bermanfaat dengan melakukan kegiataan pengajian di masjid. “ Ini adalah arahan dari pengurus dan apa yang kami lakukan ini adalah sebuah usaha untuk mengarahkan para warga khususnya generasi muda agar tidak ikut-ikutan perayaan tahun baru diluar sana yang cenderung pemborosan, lebih banyak mudhorotnya daripada manfaatnya,” ucap Havid.

Ketua MUI Kecamatan Balongbendo, H. Somad dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pengajian di malam akhir tahun PAC LDII Kemangsen ini merupakan kegiatan yang sangat positif. “ acara seperti ini jauh lebih baik daripada ikut merayakan tahun baru dengan menyalakan kembang api seperti diluaran sana, yang mana itu termasuk perbuatan mubadzir dan tidak sesuai dengan karakter islam, “ terangnya. 

Tuesday, January 2, 2018

Pengajian Akhir Tahun Remaja PAC LDII Suruh


LDIISidoarjo.org - Pada malam pergantian tahun baru 2018, DPD LDII Sidoarjo mengarahan setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) maupun Pimpinan Cabang (PC) untuk menfokuskan segala kegiatannya dimasjid dengan diisi dengan pengajian akhir tahun. Hal ini diharapkan mampu membentengi para generasi muda dari hingar bingar perayaan tahun baru yang umumnya lebih banyak mudhorotnya.

Minggu (31/12). Seperti malam pergantian tahun sebelumnya, sesuai instruksi dan arahan  dari DPD LDII Sidoarjo, PAC LDII Suruh kali ini mengadakan kegiatan pengajian malam akhir tahun yang dikemas sedikit berbeda dari malam-malam tahun baru sebelumnya. Selain mengaji, dalam acara ini juga diadakan lomba masak untuk memeriahkan acara pengajian. Dengan memilih menu tahu tek pada kegiatan kali ini.

kegiatan berlangsung meriah dengan perlombaan masak tersebut.Kegiatan yang dilangsungkan di Masjid Baitul A’la, Desa Suruh, Sukodono, Sidoarjo yang dimulai seusai maghrib ini diikuti sekitar 21 peserta dari usia remaja. “Kegiatan ini dilangsungkan agar remajatidak terpengaruh dengan kegiatan luar di malam pergantian tahun. Selain itu, juga untuk menambah kekompakan antar remaja agar terjalin komunikasi yang baik serta diharapkan remaja semakin giat dalam belajar agama.” tutur Dia selaku ketua remaja masjid setempat yang saat ini sedang duduk di bangku kelas XI SMA Antartika, Sidoarjo. 

Tidak hanya itu, kegiatan akan dilanjutkan dengan agenda lain hingga besok subuh. “Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk remaja kita.” ungkap salah seorang peserta. Sementara itu, dari tim remaja putri yang tergabung dalam 1 tim, membuat tahu tek dengan begitu cekatan dan terampil. Keseruan semakin terlihat dengan antusias peserta dari remaja putra yang terbagi dalam 3 regu. Dengan bekal keterampilan memasak yang dimiliki, mereka membuat tahu tek semaksimal mungkin untuk menghadirkan masakan istimewa kepada para juri. Tak ayal canda tawa diantara mereka sering kali terjadi. Selain remaja masjid, para orang tua serta pengurus masjid pun turut antusias mengikuti kegiatan pengajian akhir tahun ini. (*Ita)
Monday, December 25, 2017

LDII Jatim Kumpulkan 30 ribu Penghapal Alquran di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya


DPW LDII Jawa Timur dan Majelis Taujih Wal Irsyad LDII bekerja sama Pemprov Jawa Timur, MUI Jawa Timur dan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya mengadakan Halaqoh Kubro Tahfidul Quran pada Senin (25/12). Sebanyak 30.000 santri mengikuti acara yang bertempat di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya ini. Halaqoh Kubro Tahfidzul Quran bertajuk Membangun Karakter Generasi Bangsa melalui Pendidikan Tahfidzul Quran.

Acara halaqoh kubro tahfidzul Quran yang pertama kali digelar di Jawa Timur ini, dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf yang biasa disapa Gus Ipul. Menurut Gus Ipul, acara yang dihelat DPW LDII Jawa Timur ini mendorong lahirnya para generasi yang ahli di satu bidang, namun hafal Alquran, “Nanti akan lahir dokter tapi hafal Alquran, PNS yang hafal Alquran, tentara yang hafal Alquran, pengusaha yang hafal Alquran, pejabat yang hafal Alquran,” ujar Gus Ipul. 

Ia berkeyakinan, Alquran menjadikan hamba yang bertakwa dan bisa menjadi pemimpin yang baik dalam masyarakat. Gus Ipul mencontohkan para ulama abad pertengahan yang hafal Alquran, “Umat Islam memiliki pakar kedokteran Ibnu Sina dan sosiolog dan konstruktor Ibnu Khaldun, mereka hafal Alquran sejak umur lima dan tujuh tahun,” ujar Gus Ipul. Ia juga menyebut Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Dinasti Umayyah, yang merupakan pemimpin umat Islam yang membawa Islam dalam masa jaya, juga menghafal Alquran sejak kecil. 

Gus Ipul menambahkan, SDM qurani merupakan jaminan membawa Indonesia masuk pada zaman keemasan. Dengan pemimpin yang menjalankan nilai-nilai Alquran, sangat mudah untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial.
Friday, December 8, 2017

Kompass Motivasi Generus LDII Berprestasi


LDIISidoarjo.org - Kompass (Kompetisi Anak Sholih Sidoarjo) LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) PC Gedangan berlangsung semarak dan meriah di Pondok Pesantren Al Barokah dan sekitarnya, Minggu (3/12). 

Dibuka oleh dewan penasihat PC LDII Gedangan, KH. Ahmad Yulianto, SE. Dihadiri oleh para pembina TPQ dari PAC LDII: Karangbong, Klanggri, Sukorejo, Wadungasih, Gemurung, dan Sruni (Sruni Aula, Sruni Utara, Sruni Timur, Sruni Tengah, Sruni Mangga 3).

Kompass ini yang keenam kalinya. Dengan tujuan untuk memotivasi generus (generasi penerus) dalam mencapai Tri Sukses (alim faqih, akhlakul karimah, mandiri). Disertai 6 thabiat luhur: rukun, kompak, kerjasama yang baik, jujur, amanat, muzhid-mujhid,” kata KH. Ahmad Yulianto saat memberikan sambutan pada acara pembukaan.



Disebutkan, Kompass 2017 ini merupakan momen untuk mengevaluasi pembinaan generus (generasi penerus) LDII, khususnya bagi anak-anak usia PAUD, TK, SD, dan SMP. “Bagi panitia, ajang Kompass ini juga bisa melatih kemandirian. Sekaligus mempraktikkan 6 thabiat luhur. Semuanya mengacu kepada Kurikulum PPG (Penggerak Pembina Generus), yang ditangani oleh Penanggungjawab KBM (Kegiatan Belajar Mengajar),”ujarnya.

Untuk Kompass binaan PC LDII Gedangan 2017 ini dibagi 2 kategori: caberawit (usia PAUD, TK, SD) dan praremaja (usia SMP). Adapun cabang lomba yang digelar sebagai berikut:

Untuk kategori caberawit: lomba bacaan Alquran; hafalan doa-doa; adzan; nasihat/pildacil; cerdas-cermat; mewarnai; menggambar dan mewarnai; kaligrafi; dan yel-yel.

LDII Usul Tindak Preventif Tangkal Terorisme

Para peserta Rapat Koordinasi Peningkatan Kewaspadaan di pendopo Kecamatan Tarik

LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) mengusulkan adanya tindak preventif sekaligus deteksi dini untuk menangkal atau mencegah terorisme. Demikian disampaikan oleh Ketua PC LDII Kecamatan Tarik, Adi Kurniawan pada acara Rapat Koordinasi Peningkatan Kewaspadaan di pendopo Kecamatan Tarik, Rabu (23/5/2018).

Hadir pada acara tersebut yaitu: Forkopimka Kecamatan Tarik, Ketua MUI, GP Anshor, Kasi Trantib, FKDM, Pemuda Muhammadiyah, Muslimat NU, IPNU, IPPNU, Linmas, dan dari LDII yang hadir Ketua PC LDII Kecamatan Tarik,  Adi Kurniawan.  

Tindak preventif yang diusulkan LDII sbb: 

(1) meningkatkan penguatan terhadap RT/RW. Dengan cara RT/RW bisa mengetahui aktivitas warga baru di lingkungannya.
(2) menciptakan laporan berbasis android/e-security, sehingga laporan dari masyarakat bisa cepat diterima dan ditindaklanjuti.
(3) memberikan pengarahan kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungannya masing-masing. Dengan cara melaporkan segala sesuatu yang mencurigakan. 

Usulan ini sangat diapresiasi oleh pihak Kasi Trantib, dan akan segera ditindaklanjuti menjadi sebuah agenda kegiatan di tingkat kecamatan.

LDII Ikut Andil dalam Kerukunan Umat Beragama


LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) menghadiri dialog intern umat beragama (Islam) se-Kabupaten Sidoarjo di Pendapa Delta Wibawa, Selasa (27/2). Hadir juga pada kegiatan tersebut Ketua dan Pengurus NU (Nahdlatul Ulama), Muhammadiyah, dan ormas Islam lainnya.
Hadir sebagai narasumber: KH Muhammad Salim Imron, Ketua  (koordinator komisi dakwah) MUI Sidoarjo, Kasat Binmas Polresta Sidoarjo Kompol Agus Suwandi, dan Sekum MUI Jatim H. Ainul Yaqin.

Bupati Sidoarjo, H. Saiful Ilah, SH. MHum berharap, dialog tersebut dapat memberikan motivasi dan menambah khasanah berupa pengetahuan serta hubungan kemitraan yang sangat baik dan harmonis. Khususnya antara Pemkab Sidoarjo dengan seluruh pimpinan ormas Islam, ulama, tokoh agama Islam se-Kabupaten Sidoarjo.

Sebagai upaya untuk menjembatani persoalan bangsa dan keumatan, serta sebagai sarana yang efektif menjalin komunikasi mewujudkan ukhuwah Islamiyah. Selain itu dapat menghindari konflik intern umat beragama, sehingga kerukunan dapat tercapai.



Peran ulama diharapkan dapat menjaga keharmonisan dan kerukunan intern umat beragama. Serta mampu mengemban tugas dan tanggung jawab yang begitu besar. Dengan dilandasi nilai profesional, amanah, dan penuh keikhlasan.

Dalam acara tersebut, juga dilakukannya pendataan tokoh-tokoh agama dan tempat ibadah se-Kabupaten Sidoarjo. Hal ini dilakukan untuk memelihara stabilitas secara umum sebagai syarat mutlak kehidupan spiritual yang berkesinambungan. “Keberadaan database yang akurat, akuntanbel, dan transparan sangat dibutuhkan guna mendukung tugas pemerintah. Selain itu juga untuk menjalin kemitraan dan kerjasama di bidang sosial keagamaan,” terang Saiful Ilah.

LDII Ikut Deklarasi Tolak Masjid Jadi Sarana Kampanye Pilkada

LDII SIDOARJO | Ketua PC LDII Kecamatan Waru, KH. Khotib menghadiri deklarasi menolak masjid sebagai sarana kampanye dalam pilkada serentak tahun 2018-2019. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Polsek Waru di Pendopo Kecamatan Waru, Rabu, 14 Pebruari 2018.

Deklarasi tersebut dilaksanakan dalam forum Silaturrohim Forkopimka Waru bersama NU, Muhammadiyah, LDII, tokoh agama, dan takmir masjid. Bertujuan agar tercipta situasi dan kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Waru.

Bertindak sebagai narasumber: Kapolsek Waru Kompol M. Fathoni, SH, Danramil 0816/16 Waru Kapten Arh Puji Wihardi, Camat Waru Fredik Suharto, S.Sos, dan Ketua MUI Waru. 

Keempat narasumber mengajak masyarakat supaya dalam pilkada serentak di wilayah Waru tercipta keadaan yang aman, lancar, kompak, rukun, dan damai. (koes)

MUI Balongbendo Datangi Pengajian Akhir Tahun PAC LDII Kemangsen



LDIISidoarjo.org - Bekerjasama dengan pengurus dan remaja masjid Baitul Muttaqin, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kemangsen mengadakan pengajian akhir tahun pada Minggu, (31/12/2017). Bertempat di Halaman Masjid Baitul Muttaqin, Dsn Pilang Bangu, Desa Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, acara ini dihadiri oleh H. Somad selaku Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Balongbendo. Acara pengajian juga diramaikan dengan bazar kuliner yang diadakan oleh warga setempat. 

Ketua panitia acara, Abdul Havid mengatakan bahwa acara ini merupakan kegiatan yang diadakan sesuai dengan arahan DPD LDII Sidoarjo guna untuk membentengi warga LDII dari perayaan tahun baru dan memilih kegiatan yang lebih bermanfaat dengan melakukan kegiataan pengajian di masjid. “ Ini adalah arahan dari pengurus dan apa yang kami lakukan ini adalah sebuah usaha untuk mengarahkan para warga khususnya generasi muda agar tidak ikut-ikutan perayaan tahun baru diluar sana yang cenderung pemborosan, lebih banyak mudhorotnya daripada manfaatnya,” ucap Havid.

Ketua MUI Kecamatan Balongbendo, H. Somad dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pengajian di malam akhir tahun PAC LDII Kemangsen ini merupakan kegiatan yang sangat positif. “ acara seperti ini jauh lebih baik daripada ikut merayakan tahun baru dengan menyalakan kembang api seperti diluaran sana, yang mana itu termasuk perbuatan mubadzir dan tidak sesuai dengan karakter islam, “ terangnya. 

Pengajian Akhir Tahun Remaja PAC LDII Suruh


LDIISidoarjo.org - Pada malam pergantian tahun baru 2018, DPD LDII Sidoarjo mengarahan setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) maupun Pimpinan Cabang (PC) untuk menfokuskan segala kegiatannya dimasjid dengan diisi dengan pengajian akhir tahun. Hal ini diharapkan mampu membentengi para generasi muda dari hingar bingar perayaan tahun baru yang umumnya lebih banyak mudhorotnya.

Minggu (31/12). Seperti malam pergantian tahun sebelumnya, sesuai instruksi dan arahan  dari DPD LDII Sidoarjo, PAC LDII Suruh kali ini mengadakan kegiatan pengajian malam akhir tahun yang dikemas sedikit berbeda dari malam-malam tahun baru sebelumnya. Selain mengaji, dalam acara ini juga diadakan lomba masak untuk memeriahkan acara pengajian. Dengan memilih menu tahu tek pada kegiatan kali ini.

kegiatan berlangsung meriah dengan perlombaan masak tersebut.Kegiatan yang dilangsungkan di Masjid Baitul A’la, Desa Suruh, Sukodono, Sidoarjo yang dimulai seusai maghrib ini diikuti sekitar 21 peserta dari usia remaja. “Kegiatan ini dilangsungkan agar remajatidak terpengaruh dengan kegiatan luar di malam pergantian tahun. Selain itu, juga untuk menambah kekompakan antar remaja agar terjalin komunikasi yang baik serta diharapkan remaja semakin giat dalam belajar agama.” tutur Dia selaku ketua remaja masjid setempat yang saat ini sedang duduk di bangku kelas XI SMA Antartika, Sidoarjo. 

Tidak hanya itu, kegiatan akan dilanjutkan dengan agenda lain hingga besok subuh. “Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk remaja kita.” ungkap salah seorang peserta. Sementara itu, dari tim remaja putri yang tergabung dalam 1 tim, membuat tahu tek dengan begitu cekatan dan terampil. Keseruan semakin terlihat dengan antusias peserta dari remaja putra yang terbagi dalam 3 regu. Dengan bekal keterampilan memasak yang dimiliki, mereka membuat tahu tek semaksimal mungkin untuk menghadirkan masakan istimewa kepada para juri. Tak ayal canda tawa diantara mereka sering kali terjadi. Selain remaja masjid, para orang tua serta pengurus masjid pun turut antusias mengikuti kegiatan pengajian akhir tahun ini. (*Ita)

LDII Jatim Kumpulkan 30 ribu Penghapal Alquran di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya


DPW LDII Jawa Timur dan Majelis Taujih Wal Irsyad LDII bekerja sama Pemprov Jawa Timur, MUI Jawa Timur dan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya mengadakan Halaqoh Kubro Tahfidul Quran pada Senin (25/12). Sebanyak 30.000 santri mengikuti acara yang bertempat di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya ini. Halaqoh Kubro Tahfidzul Quran bertajuk Membangun Karakter Generasi Bangsa melalui Pendidikan Tahfidzul Quran.

Acara halaqoh kubro tahfidzul Quran yang pertama kali digelar di Jawa Timur ini, dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf yang biasa disapa Gus Ipul. Menurut Gus Ipul, acara yang dihelat DPW LDII Jawa Timur ini mendorong lahirnya para generasi yang ahli di satu bidang, namun hafal Alquran, “Nanti akan lahir dokter tapi hafal Alquran, PNS yang hafal Alquran, tentara yang hafal Alquran, pengusaha yang hafal Alquran, pejabat yang hafal Alquran,” ujar Gus Ipul. 

Ia berkeyakinan, Alquran menjadikan hamba yang bertakwa dan bisa menjadi pemimpin yang baik dalam masyarakat. Gus Ipul mencontohkan para ulama abad pertengahan yang hafal Alquran, “Umat Islam memiliki pakar kedokteran Ibnu Sina dan sosiolog dan konstruktor Ibnu Khaldun, mereka hafal Alquran sejak umur lima dan tujuh tahun,” ujar Gus Ipul. Ia juga menyebut Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Dinasti Umayyah, yang merupakan pemimpin umat Islam yang membawa Islam dalam masa jaya, juga menghafal Alquran sejak kecil. 

Gus Ipul menambahkan, SDM qurani merupakan jaminan membawa Indonesia masuk pada zaman keemasan. Dengan pemimpin yang menjalankan nilai-nilai Alquran, sangat mudah untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial.

Kompass Motivasi Generus LDII Berprestasi


LDIISidoarjo.org - Kompass (Kompetisi Anak Sholih Sidoarjo) LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) PC Gedangan berlangsung semarak dan meriah di Pondok Pesantren Al Barokah dan sekitarnya, Minggu (3/12). 

Dibuka oleh dewan penasihat PC LDII Gedangan, KH. Ahmad Yulianto, SE. Dihadiri oleh para pembina TPQ dari PAC LDII: Karangbong, Klanggri, Sukorejo, Wadungasih, Gemurung, dan Sruni (Sruni Aula, Sruni Utara, Sruni Timur, Sruni Tengah, Sruni Mangga 3).

Kompass ini yang keenam kalinya. Dengan tujuan untuk memotivasi generus (generasi penerus) dalam mencapai Tri Sukses (alim faqih, akhlakul karimah, mandiri). Disertai 6 thabiat luhur: rukun, kompak, kerjasama yang baik, jujur, amanat, muzhid-mujhid,” kata KH. Ahmad Yulianto saat memberikan sambutan pada acara pembukaan.



Disebutkan, Kompass 2017 ini merupakan momen untuk mengevaluasi pembinaan generus (generasi penerus) LDII, khususnya bagi anak-anak usia PAUD, TK, SD, dan SMP. “Bagi panitia, ajang Kompass ini juga bisa melatih kemandirian. Sekaligus mempraktikkan 6 thabiat luhur. Semuanya mengacu kepada Kurikulum PPG (Penggerak Pembina Generus), yang ditangani oleh Penanggungjawab KBM (Kegiatan Belajar Mengajar),”ujarnya.

Untuk Kompass binaan PC LDII Gedangan 2017 ini dibagi 2 kategori: caberawit (usia PAUD, TK, SD) dan praremaja (usia SMP). Adapun cabang lomba yang digelar sebagai berikut:

Untuk kategori caberawit: lomba bacaan Alquran; hafalan doa-doa; adzan; nasihat/pildacil; cerdas-cermat; mewarnai; menggambar dan mewarnai; kaligrafi; dan yel-yel.