Motto

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

News

Selasa, 27 Februari 2018

LDII Ikut Andil dalam Kerukunan Umat Beragama


LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) menghadiri dialog intern umat beragama (Islam) se-Kabupaten Sidoarjo di Pendapa Delta Wibawa, Selasa (27/2). Hadir juga pada kegiatan tersebut Ketua dan Pengurus NU (Nahdlatul Ulama), Muhammadiyah, dan ormas Islam lainnya.
Hadir sebagai narasumber: KH Muhammad Salim Imron, Ketua  (koordinator komisi dakwah) MUI Sidoarjo, Kasat Binmas Polresta Sidoarjo Kompol Agus Suwandi, dan Sekum MUI Jatim H. Ainul Yaqin.

Bupati Sidoarjo, H. Saiful Ilah, SH. MHum berharap, dialog tersebut dapat memberikan motivasi dan menambah khasanah berupa pengetahuan serta hubungan kemitraan yang sangat baik dan harmonis. Khususnya antara Pemkab Sidoarjo dengan seluruh pimpinan ormas Islam, ulama, tokoh agama Islam se-Kabupaten Sidoarjo.

Sebagai upaya untuk menjembatani persoalan bangsa dan keumatan, serta sebagai sarana yang efektif menjalin komunikasi mewujudkan ukhuwah Islamiyah. Selain itu dapat menghindari konflik intern umat beragama, sehingga kerukunan dapat tercapai.



Peran ulama diharapkan dapat menjaga keharmonisan dan kerukunan intern umat beragama. Serta mampu mengemban tugas dan tanggung jawab yang begitu besar. Dengan dilandasi nilai profesional, amanah, dan penuh keikhlasan.

Dalam acara tersebut, juga dilakukannya pendataan tokoh-tokoh agama dan tempat ibadah se-Kabupaten Sidoarjo. Hal ini dilakukan untuk memelihara stabilitas secara umum sebagai syarat mutlak kehidupan spiritual yang berkesinambungan. “Keberadaan database yang akurat, akuntanbel, dan transparan sangat dibutuhkan guna mendukung tugas pemerintah. Selain itu juga untuk menjalin kemitraan dan kerjasama di bidang sosial keagamaan,” terang Saiful Ilah.

Dirinya menginginkan kondisi yang sudah aman dan kondusif seperti saat ini, bisa dijaga dengan baik. Dengan fungsi para tokoh agama, dan ulama se-Kabupaten Sidoarjo. Karena masyarakat Sidoarjo terkenal sangat religius. “Maka tak heran jika ulama kini sering menjadi rujukan dan panutan dalam menentukan kebijakan baik di bidang spiritual, sosial, maupun di bidang politik,” ucapnya di tengah memberikan sambutan pembuka.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Sidoarjo, KH. Ir. Ronny Romandhawira, MM menyambut baik kegiatan tersebut. “Acara dialog tersebut sangat bagus dan strategis untuk merajut dan memelihara ukhuwah Islamiyah, sehingga cita-cita menjaga keutuhan NKRI dapat terwujud,” ujarnya.

Ketika ditanya tentang LDII di Sidoarjo, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengakui bahwa LDII sangat kondusif. Termasuk juga ormas Islam lain yang ada di Sidoarjo.  

Pengakuan Bupati Sidoarjo tersebut disambut positif oleh Ketua LDII Kabupaten Sidoarjo, Ronny Romandhawira. “LDII Sidoarjo telah andil berkontribusi mewujudkan kerukunan umat beragama di Sidoarjo. Secara berkala silaturrohim membangun komunikasi dengan pengurus ormas beragama di Sidoarjo. Selain itu LDII juga mengirimkan utusan untuk hadir mengikuti kegiatan MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan FKUB dengan kegiatan jambore pemuda antarormas,”katanya.




Menurutnya, tidak hanya itu. Pada tahun 2016, DPD LDII Kabupaten Sidoarjo ikut menandatangani deklarasi kerukunan antarumat beragama yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersepakat untuk terus menjaga suasana damai di Sidoarjo.

Dalam penyampaiannya, Kasat Binmas Polresta Sidoarjo Kompol Agus Suwandi membeberkan kegiatan yang merupakan upaya Polresta Sidoarjo untuk menjaga kerukunan antarumat beragama. Antara lain: edukasi, penyuluhan, bimbingan masyarakat, hingga silaturahmi ke berbagai ormas. (NASKAH/FOTO; Rohmat Darmawan)
Kamis, 15 Februari 2018

LDII Ikut Deklarasi Tolak Masjid Jadi Sarana Kampanye Pilkada

LDII SIDOARJO | Ketua PC LDII Kecamatan Waru, KH. Khotib menghadiri deklarasi menolak masjid sebagai sarana kampanye dalam pilkada serentak tahun 2018-2019. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Polsek Waru di Pendopo Kecamatan Waru, Rabu, 14 Pebruari 2018.

Deklarasi tersebut dilaksanakan dalam forum Silaturrohim Forkopimka Waru bersama NU, Muhammadiyah, LDII, tokoh agama, dan takmir masjid. Bertujuan agar tercipta situasi dan kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Waru.

Bertindak sebagai narasumber: Kapolsek Waru Kompol M. Fathoni, SH, Danramil 0816/16 Waru Kapten Arh Puji Wihardi, Camat Waru Fredik Suharto, S.Sos, dan Ketua MUI Waru. 

Keempat narasumber mengajak masyarakat supaya dalam pilkada serentak di wilayah Waru tercipta keadaan yang aman, lancar, kompak, rukun, dan damai. (koes)

LDII Ikut Andil dalam Kerukunan Umat Beragama


LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) menghadiri dialog intern umat beragama (Islam) se-Kabupaten Sidoarjo di Pendapa Delta Wibawa, Selasa (27/2). Hadir juga pada kegiatan tersebut Ketua dan Pengurus NU (Nahdlatul Ulama), Muhammadiyah, dan ormas Islam lainnya.
Hadir sebagai narasumber: KH Muhammad Salim Imron, Ketua  (koordinator komisi dakwah) MUI Sidoarjo, Kasat Binmas Polresta Sidoarjo Kompol Agus Suwandi, dan Sekum MUI Jatim H. Ainul Yaqin.

Bupati Sidoarjo, H. Saiful Ilah, SH. MHum berharap, dialog tersebut dapat memberikan motivasi dan menambah khasanah berupa pengetahuan serta hubungan kemitraan yang sangat baik dan harmonis. Khususnya antara Pemkab Sidoarjo dengan seluruh pimpinan ormas Islam, ulama, tokoh agama Islam se-Kabupaten Sidoarjo.

Sebagai upaya untuk menjembatani persoalan bangsa dan keumatan, serta sebagai sarana yang efektif menjalin komunikasi mewujudkan ukhuwah Islamiyah. Selain itu dapat menghindari konflik intern umat beragama, sehingga kerukunan dapat tercapai.



Peran ulama diharapkan dapat menjaga keharmonisan dan kerukunan intern umat beragama. Serta mampu mengemban tugas dan tanggung jawab yang begitu besar. Dengan dilandasi nilai profesional, amanah, dan penuh keikhlasan.

Dalam acara tersebut, juga dilakukannya pendataan tokoh-tokoh agama dan tempat ibadah se-Kabupaten Sidoarjo. Hal ini dilakukan untuk memelihara stabilitas secara umum sebagai syarat mutlak kehidupan spiritual yang berkesinambungan. “Keberadaan database yang akurat, akuntanbel, dan transparan sangat dibutuhkan guna mendukung tugas pemerintah. Selain itu juga untuk menjalin kemitraan dan kerjasama di bidang sosial keagamaan,” terang Saiful Ilah.

Dirinya menginginkan kondisi yang sudah aman dan kondusif seperti saat ini, bisa dijaga dengan baik. Dengan fungsi para tokoh agama, dan ulama se-Kabupaten Sidoarjo. Karena masyarakat Sidoarjo terkenal sangat religius. “Maka tak heran jika ulama kini sering menjadi rujukan dan panutan dalam menentukan kebijakan baik di bidang spiritual, sosial, maupun di bidang politik,” ucapnya di tengah memberikan sambutan pembuka.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Sidoarjo, KH. Ir. Ronny Romandhawira, MM menyambut baik kegiatan tersebut. “Acara dialog tersebut sangat bagus dan strategis untuk merajut dan memelihara ukhuwah Islamiyah, sehingga cita-cita menjaga keutuhan NKRI dapat terwujud,” ujarnya.

Ketika ditanya tentang LDII di Sidoarjo, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengakui bahwa LDII sangat kondusif. Termasuk juga ormas Islam lain yang ada di Sidoarjo.  

Pengakuan Bupati Sidoarjo tersebut disambut positif oleh Ketua LDII Kabupaten Sidoarjo, Ronny Romandhawira. “LDII Sidoarjo telah andil berkontribusi mewujudkan kerukunan umat beragama di Sidoarjo. Secara berkala silaturrohim membangun komunikasi dengan pengurus ormas beragama di Sidoarjo. Selain itu LDII juga mengirimkan utusan untuk hadir mengikuti kegiatan MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan FKUB dengan kegiatan jambore pemuda antarormas,”katanya.




Menurutnya, tidak hanya itu. Pada tahun 2016, DPD LDII Kabupaten Sidoarjo ikut menandatangani deklarasi kerukunan antarumat beragama yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersepakat untuk terus menjaga suasana damai di Sidoarjo.

Dalam penyampaiannya, Kasat Binmas Polresta Sidoarjo Kompol Agus Suwandi membeberkan kegiatan yang merupakan upaya Polresta Sidoarjo untuk menjaga kerukunan antarumat beragama. Antara lain: edukasi, penyuluhan, bimbingan masyarakat, hingga silaturahmi ke berbagai ormas. (NASKAH/FOTO; Rohmat Darmawan)

LDII Ikut Deklarasi Tolak Masjid Jadi Sarana Kampanye Pilkada

LDII SIDOARJO | Ketua PC LDII Kecamatan Waru, KH. Khotib menghadiri deklarasi menolak masjid sebagai sarana kampanye dalam pilkada serentak tahun 2018-2019. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Polsek Waru di Pendopo Kecamatan Waru, Rabu, 14 Pebruari 2018.

Deklarasi tersebut dilaksanakan dalam forum Silaturrohim Forkopimka Waru bersama NU, Muhammadiyah, LDII, tokoh agama, dan takmir masjid. Bertujuan agar tercipta situasi dan kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Waru.

Bertindak sebagai narasumber: Kapolsek Waru Kompol M. Fathoni, SH, Danramil 0816/16 Waru Kapten Arh Puji Wihardi, Camat Waru Fredik Suharto, S.Sos, dan Ketua MUI Waru. 

Keempat narasumber mengajak masyarakat supaya dalam pilkada serentak di wilayah Waru tercipta keadaan yang aman, lancar, kompak, rukun, dan damai. (koes)