Motto

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

News

Senin, 25 Desember 2017

LDII Jatim Kumpulkan 30 ribu Penghapal Alquran di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya


DPW LDII Jawa Timur dan Majelis Taujih Wal Irsyad LDII bekerja sama Pemprov Jawa Timur, MUI Jawa Timur dan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya mengadakan Halaqoh Kubro Tahfidul Quran pada Senin (25/12). Sebanyak 30.000 santri mengikuti acara yang bertempat di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya ini. Halaqoh Kubro Tahfidzul Quran bertajuk Membangun Karakter Generasi Bangsa melalui Pendidikan Tahfidzul Quran.

Acara halaqoh kubro tahfidzul Quran yang pertama kali digelar di Jawa Timur ini, dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf yang biasa disapa Gus Ipul. Menurut Gus Ipul, acara yang dihelat DPW LDII Jawa Timur ini mendorong lahirnya para generasi yang ahli di satu bidang, namun hafal Alquran, “Nanti akan lahir dokter tapi hafal Alquran, PNS yang hafal Alquran, tentara yang hafal Alquran, pengusaha yang hafal Alquran, pejabat yang hafal Alquran,” ujar Gus Ipul. 

Ia berkeyakinan, Alquran menjadikan hamba yang bertakwa dan bisa menjadi pemimpin yang baik dalam masyarakat. Gus Ipul mencontohkan para ulama abad pertengahan yang hafal Alquran, “Umat Islam memiliki pakar kedokteran Ibnu Sina dan sosiolog dan konstruktor Ibnu Khaldun, mereka hafal Alquran sejak umur lima dan tujuh tahun,” ujar Gus Ipul. Ia juga menyebut Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Dinasti Umayyah, yang merupakan pemimpin umat Islam yang membawa Islam dalam masa jaya, juga menghafal Alquran sejak kecil. 

Gus Ipul menambahkan, SDM qurani merupakan jaminan membawa Indonesia masuk pada zaman keemasan. Dengan pemimpin yang menjalankan nilai-nilai Alquran, sangat mudah untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial. 

Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Timur Amien Adhy menyampaikan generasi penerus LDII tidak hanya rutin menggelar pengajian rutin, melainkan juga menghafal ayat suci Alquran untuk membentuk generasi tahfidz Quran. 

“Dengan membaca, memahami, dan mengahafal Alquran diharapkan dapat mewujudkan generasi yang profesional religius. LDII tidak hanya mengembangkan, membina tahfidzul Quran di pondok pesantren, sekolah dan madrasa, namun juga merintis pada masyarakat akar rumput terutama berbasis pembinaan di masjid-masjid setempat,” kata Amien. 

Amien menambahkan, orang yang belajar dan mengajarkan Alquran adalah sebaik-baiknya umat dan kelak akan mendapat balasan pahala dari Allah SWT. “Harta yang paling istimewa adalah anak yang sholih, anak yang menghafal Alquran. Kelak orang tuanya akan mendapat mahkota dari cahaya (yang sinar kemilaunya lebih baik dari pada cahaya matahari di dunia) pada hari kiamat,” tambahnya. 

Di kesempatan yang sama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Machfud Arifin dalam sambutannya, Ia berharap, generasi LDII yang hadir di acara itu sebagai motivator dalam pembentukan karakter bangsa, “Bangsa ini masih bermasalah dengan kedisiplinan, sehingga mengganggu proses pembangunan dan pembentukan jati diri bangsa,” kata Machfud. 

Menurut Machfud, generasi penghafal Alquran tak hanya mengkaji kandungan Alquran dan Alhadits, akan tetapi mampu memahami sekaligus melaksanakan nilai-nilai Alquran. Dengan melaksanakan nilai-nilai Alquran terciptalah ketertiban dan keamananan, “Dakwah yang mereka sampaikan bukanlah dakwah yang penuh kebencian dan fitnah,” imbuhnya. 

Kegiatan halaqoh tahfidzul Quran di Jawa Timur ini selaras dengan selogan LDII yaitu mencetak generasi profesional religius dan membangun karakter sebagaimana membangun karakter Rasulullah sebagai panutan seluruh umat Islam. Generasi inilah di masa mendatang yang bakal menjadi penggerak pembangunan bangsa, “Mereka adalah generasi yang selalu bahagia karena dekat dan menjadi pilihan Allah, serta dirahmati oleh Allah,” kata Ustad Abdul Aziz Ridwan Alhafidz. Dalam acara ini diwisuda 50 santri yang telah hafal 30 juz Alquran melalui program menghafal Alquran selama 300 hari. 

Acara ini dihadiri pula oleh Anggota DPR RI H. Sungkono dari fraksi PAN, Wakil Rais Aam PBNU KH. Miftchul Akhyar, Ketum DPP LDII Prof. Dr. KH. Abdullah Syam, M.Sc, Ketum Dai Kamtibmas Indonesia DR. H. Sarji, Ketum MUI Jawa Timur KH. Abdusshomad Bukhori, Direktur Utama Masjid Al Akbar Drs. H. Endro Siswantoro dan pejabat Muspika lainnya.

LDII Jatim Kumpulkan 30 ribu Penghapal Alquran di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya


DPW LDII Jawa Timur dan Majelis Taujih Wal Irsyad LDII bekerja sama Pemprov Jawa Timur, MUI Jawa Timur dan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya mengadakan Halaqoh Kubro Tahfidul Quran pada Senin (25/12). Sebanyak 30.000 santri mengikuti acara yang bertempat di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya ini. Halaqoh Kubro Tahfidzul Quran bertajuk Membangun Karakter Generasi Bangsa melalui Pendidikan Tahfidzul Quran.

Acara halaqoh kubro tahfidzul Quran yang pertama kali digelar di Jawa Timur ini, dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf yang biasa disapa Gus Ipul. Menurut Gus Ipul, acara yang dihelat DPW LDII Jawa Timur ini mendorong lahirnya para generasi yang ahli di satu bidang, namun hafal Alquran, “Nanti akan lahir dokter tapi hafal Alquran, PNS yang hafal Alquran, tentara yang hafal Alquran, pengusaha yang hafal Alquran, pejabat yang hafal Alquran,” ujar Gus Ipul. 

Ia berkeyakinan, Alquran menjadikan hamba yang bertakwa dan bisa menjadi pemimpin yang baik dalam masyarakat. Gus Ipul mencontohkan para ulama abad pertengahan yang hafal Alquran, “Umat Islam memiliki pakar kedokteran Ibnu Sina dan sosiolog dan konstruktor Ibnu Khaldun, mereka hafal Alquran sejak umur lima dan tujuh tahun,” ujar Gus Ipul. Ia juga menyebut Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Dinasti Umayyah, yang merupakan pemimpin umat Islam yang membawa Islam dalam masa jaya, juga menghafal Alquran sejak kecil. 

Gus Ipul menambahkan, SDM qurani merupakan jaminan membawa Indonesia masuk pada zaman keemasan. Dengan pemimpin yang menjalankan nilai-nilai Alquran, sangat mudah untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial. 

Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Timur Amien Adhy menyampaikan generasi penerus LDII tidak hanya rutin menggelar pengajian rutin, melainkan juga menghafal ayat suci Alquran untuk membentuk generasi tahfidz Quran. 

“Dengan membaca, memahami, dan mengahafal Alquran diharapkan dapat mewujudkan generasi yang profesional religius. LDII tidak hanya mengembangkan, membina tahfidzul Quran di pondok pesantren, sekolah dan madrasa, namun juga merintis pada masyarakat akar rumput terutama berbasis pembinaan di masjid-masjid setempat,” kata Amien. 

Amien menambahkan, orang yang belajar dan mengajarkan Alquran adalah sebaik-baiknya umat dan kelak akan mendapat balasan pahala dari Allah SWT. “Harta yang paling istimewa adalah anak yang sholih, anak yang menghafal Alquran. Kelak orang tuanya akan mendapat mahkota dari cahaya (yang sinar kemilaunya lebih baik dari pada cahaya matahari di dunia) pada hari kiamat,” tambahnya. 

Di kesempatan yang sama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Machfud Arifin dalam sambutannya, Ia berharap, generasi LDII yang hadir di acara itu sebagai motivator dalam pembentukan karakter bangsa, “Bangsa ini masih bermasalah dengan kedisiplinan, sehingga mengganggu proses pembangunan dan pembentukan jati diri bangsa,” kata Machfud. 

Menurut Machfud, generasi penghafal Alquran tak hanya mengkaji kandungan Alquran dan Alhadits, akan tetapi mampu memahami sekaligus melaksanakan nilai-nilai Alquran. Dengan melaksanakan nilai-nilai Alquran terciptalah ketertiban dan keamananan, “Dakwah yang mereka sampaikan bukanlah dakwah yang penuh kebencian dan fitnah,” imbuhnya. 

Kegiatan halaqoh tahfidzul Quran di Jawa Timur ini selaras dengan selogan LDII yaitu mencetak generasi profesional religius dan membangun karakter sebagaimana membangun karakter Rasulullah sebagai panutan seluruh umat Islam. Generasi inilah di masa mendatang yang bakal menjadi penggerak pembangunan bangsa, “Mereka adalah generasi yang selalu bahagia karena dekat dan menjadi pilihan Allah, serta dirahmati oleh Allah,” kata Ustad Abdul Aziz Ridwan Alhafidz. Dalam acara ini diwisuda 50 santri yang telah hafal 30 juz Alquran melalui program menghafal Alquran selama 300 hari. 

Acara ini dihadiri pula oleh Anggota DPR RI H. Sungkono dari fraksi PAN, Wakil Rais Aam PBNU KH. Miftchul Akhyar, Ketum DPP LDII Prof. Dr. KH. Abdullah Syam, M.Sc, Ketum Dai Kamtibmas Indonesia DR. H. Sarji, Ketum MUI Jawa Timur KH. Abdusshomad Bukhori, Direktur Utama Masjid Al Akbar Drs. H. Endro Siswantoro dan pejabat Muspika lainnya.