Motto

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

News

Tuesday, September 26, 2017

LDII, Ormas, dan TNI Nobar Film G30S/PKI di Koramil Tarik

Ketua PC Tarik LDIIbersma Danramil setelah Nobar
LDII SIDOARJO | Tidak seperti biasanya, Minggu malam, 24 September 2017 halaman Koramil Tarik yang biasanya sepi, telah dipenuhi oleh ratusan orang.
 
Mereka terdiri dari kawula muda sampai dengan orang tua. Berasal dari berbagai unsur masyarakat, khususnya pengurus ormas (organisasi kemasyarakatan). Di halaman ini juga terpasang layar besar yang dipergunakan untuk pemutaran film “Penumpasan G30S/PKI”. 

Sejak bergulirnya Orde Reformasi tahun 1998, pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI sudah belum ada lagi.

Sebagaimana diketahui ajakan nobar (nonton bareng) film G30S/PKI telah menjadi polemik di masyarakat. Meski itu diakui oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai perintahnya.

Memang, menjelang peringatan ke-52 peristiwa G30S/PKI pada tanggal 30 September 2017 muncul isu yang menghangat tentang PKI dan komunis. Memunculkan pro-kontra dan menjadi polemik.


Sementara itu, cuaca cerah bertabur bintang-bintang langit di atas Koramil Tarik menambah semarak suasana.  Acara ini diawali dengan sambutan oleh Danramil Tarik, Kapt. (Inf) Adi Sutrisno, Danramil mengatakan, bahwa pemutaran film ini bertujuan untuk mengingatkan kembali tragedi berdarah yang dilakukan oleh PKI pada tahun 1965. 
Antusias warga saksikan film G30S PKI di Koramil Tarik

Pada tahun tersebut PKI (Partai Komunis Indonesia) ingin kudeta/merebut secara paksa pemerintahan yang sah. Oleh karena itu, dengan pemutaran film ini, kita akan sadar bahaya faham komunis yang tidak boleh hidup lagi di Indonesia.

Danramil juga berpesan kepada generasi muda agar menjaga dan mengamalkan Pancasila, UUD Negara RI tahun 1945, NKRI, serta Bhinneka Tunggal Ika. 

Selain itu, pemutaran film ini, bertujuan agar kita selalu mengingat sejarah kelam bangsa Indonesia yang tidak boleh terulang kembali. 

Secara terpisah, Ketua DPD LDII Kabupaten Sidoarjo, Ir. H. Ronny Romandhawira, MM menyatakan, bahwa pihaknya memberikan izin (mempersilakan) warga LDII untuk nobar film G30S/PKI. 

"Ini menunjukkan bahwa LDII cinta NKRI. Bagi LDII, NKRI ini harga mati. Kami juga mendukung 4 pilar kebangsaan: NKRI, Pancasila, UUD Negara RI tahun 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika,"ujarnya.

Sebagaimana diketahui sebagian besar PC-PC LDII di Kabupaten Sidoarjo mendapat undangan nobar dari Koramil-Koramil.

Turut hadir dalam acara ini Camat Tarik, Drs. KH. Abdul Khifli, M.Si, Ipda Edi Santoso (Kanit Binmas) mewakili Kapolsek Tarik, pengurus FKPPI, GP Ansor, Banser, masyarakat, dan Pimpinan Cabang LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) Kecamatan Tarik, Adi Kurniawan, yang datang bersama 50 warga LDII. Mereka sangat antusias menonton film tersebut. Acara nobar ini selesai pada pukul 23.30 WIB. 

Ingat pesan Proklamator Bung Karno "Jas Merah" (Jangan sekali-sekali melupakan sejarah). ***

LDII, Ormas, dan TNI Nobar Film G30S/PKI di Koramil Tarik

Ketua PC Tarik LDIIbersma Danramil setelah Nobar
LDII SIDOARJO | Tidak seperti biasanya, Minggu malam, 24 September 2017 halaman Koramil Tarik yang biasanya sepi, telah dipenuhi oleh ratusan orang.
 
Mereka terdiri dari kawula muda sampai dengan orang tua. Berasal dari berbagai unsur masyarakat, khususnya pengurus ormas (organisasi kemasyarakatan). Di halaman ini juga terpasang layar besar yang dipergunakan untuk pemutaran film “Penumpasan G30S/PKI”. 

Sejak bergulirnya Orde Reformasi tahun 1998, pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI sudah belum ada lagi.

Sebagaimana diketahui ajakan nobar (nonton bareng) film G30S/PKI telah menjadi polemik di masyarakat. Meski itu diakui oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai perintahnya.

Memang, menjelang peringatan ke-52 peristiwa G30S/PKI pada tanggal 30 September 2017 muncul isu yang menghangat tentang PKI dan komunis. Memunculkan pro-kontra dan menjadi polemik.


Sementara itu, cuaca cerah bertabur bintang-bintang langit di atas Koramil Tarik menambah semarak suasana.  Acara ini diawali dengan sambutan oleh Danramil Tarik, Kapt. (Inf) Adi Sutrisno, Danramil mengatakan, bahwa pemutaran film ini bertujuan untuk mengingatkan kembali tragedi berdarah yang dilakukan oleh PKI pada tahun 1965. 
Antusias warga saksikan film G30S PKI di Koramil Tarik

Pada tahun tersebut PKI (Partai Komunis Indonesia) ingin kudeta/merebut secara paksa pemerintahan yang sah. Oleh karena itu, dengan pemutaran film ini, kita akan sadar bahaya faham komunis yang tidak boleh hidup lagi di Indonesia.

Danramil juga berpesan kepada generasi muda agar menjaga dan mengamalkan Pancasila, UUD Negara RI tahun 1945, NKRI, serta Bhinneka Tunggal Ika. 

Selain itu, pemutaran film ini, bertujuan agar kita selalu mengingat sejarah kelam bangsa Indonesia yang tidak boleh terulang kembali. 

Secara terpisah, Ketua DPD LDII Kabupaten Sidoarjo, Ir. H. Ronny Romandhawira, MM menyatakan, bahwa pihaknya memberikan izin (mempersilakan) warga LDII untuk nobar film G30S/PKI. 

"Ini menunjukkan bahwa LDII cinta NKRI. Bagi LDII, NKRI ini harga mati. Kami juga mendukung 4 pilar kebangsaan: NKRI, Pancasila, UUD Negara RI tahun 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika,"ujarnya.

Sebagaimana diketahui sebagian besar PC-PC LDII di Kabupaten Sidoarjo mendapat undangan nobar dari Koramil-Koramil.

Turut hadir dalam acara ini Camat Tarik, Drs. KH. Abdul Khifli, M.Si, Ipda Edi Santoso (Kanit Binmas) mewakili Kapolsek Tarik, pengurus FKPPI, GP Ansor, Banser, masyarakat, dan Pimpinan Cabang LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) Kecamatan Tarik, Adi Kurniawan, yang datang bersama 50 warga LDII. Mereka sangat antusias menonton film tersebut. Acara nobar ini selesai pada pukul 23.30 WIB. 

Ingat pesan Proklamator Bung Karno "Jas Merah" (Jangan sekali-sekali melupakan sejarah). ***