Motto

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

News

Senin, 21 Agustus 2017

Mensos: Orang Tua Wajib Pahami Dinamika Zaman

Mensos Khofifah di hadapan ibu-ibu LDII Sidoarjo
LDII SIDOARJO -JATIM | Peran kedua orang tua dalam mengatur tanggungjawab keluarga harus dibangun dengan pola pembagian tugas antara pihak ayah dan ibu. Hal ini penting dalam membangun jati diri si anak dalam tumbuh kembangnya di keluarga. Sehingga si anak dalam menghadapi perkembangan zaman yang serba dipengaruhi oleh faham hedonisme, konsumerisme, dan pragmatisme dapat dicegah. Mencegahnya pun harus dari dalam diri si anak tersebut.

Karena tameng yang paling ampuh dalam melindungi dan menjaga pergaulan si anak yaitu pendidikan dalam keluarga. Setelah dididik dalam keluarga, anak perlu mendapat asupan rohani, artinya anak butuh pondasi yang kuat dalam penanaman dan penguatan dalam pembelajaran agama. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Sosial Republik Indonesia, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa dalam Pengajian Ibu-Ibu dengan tema Peran Ibu dalam Meningkatkan Keharmonisan Rumah Tangga yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Sidoarjo di Pondok Al Barokah Sruni pada Sabtu, (19/08).
Jumat, 18 Agustus 2017

PC LDII Taman Hadiri Upacara HUT RI ke-72 Bersama 500 Warga Asing


LDIISidoarjo.org - Upacara hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 yang dilaksanakan oleh Polresta Sidoarjo (17/08) berjalan dengan penuh hikmat. Upacara yang dilaksanakan di halaman Rusunawa Puspa Agro, Sidoarjo, ini dipimpin langsung oleh Kapolresta, Himawan bayu aji, S.H , S.I.K, M.H.

Upacara ini diikuti oleh para pejabat Polres Sidoarjo, dan diikuti kurang lebih 500 pengungsi dari beberapa negara yang didirikan oleh ONHCR (Badan PBB Dunia) yang bekerjasama dengan Indonesia.
Warga pengungsi itu berasal dari 10 negara, yakni Myanmar, Afganistan, Iran, Iraq, Pakistan, Srilangka, Erritrea, Syiria ,Sudan dan Somalia serta pengungsi Syiah asal Madura Jawa Timur. Mereka menempati kampung pengungsian itu sudah 5 tahun lebih.

Kapolres Sidoarjo membacakan amanat Kapolri Jendral Polisi Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, MA., Ph.D. yang dalam amanatnya menyampaikan, “peringatan hari kemerdekaan pada hari ini, marilah kita jadikan sebagai ajang perenungan kebangsaan, bukan hanya semata tentang pengorbanan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan, tetapi juga menjadi perenungan tentang keadaan bangsa Indonesia pada saat ini. Kemerdekaan yang diperoleh bangsa Indonesia bukanlah pemberian dari penjajah, tetapi melalui perjalanan panjang dan perjuangan yang melelahkan dari para pejuang kemerdekaan dengan tetesan darah, keringat dan air mata, hanya berbekal bambu runcing dan semangat membara tak kenal padam,” ungkapnya.

“Polri sebagai bagian dari elemen negara merupakan salah satu aktor yang dapat mendorong dan menumbuhkembangkan semangat kebersamaan diantara masyarakat. Untuk itu, pada upacara hari ini, Kapolri menghimbau kepada seluruh jajaran, untuk terus bekerja dengan sungguh-sungguh, ikhlas dan tanggung jawab” lanjutnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Polri tidak bisa berkerja sendiri, Polri harus berkerja sama dengan seluruh stakeholders terkait, sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan sebaik-baiknya”, ungkap Kapolri.

Dalam upacara ini warga kampung Syi’ah mengaku baru pertama kali mengikuti upacara bendera, karena di daerah asalnya jauh dari kota.

PC LDII Taman juga turut di undang mengikuti upacara ini. Menjadi kepercayaan bagi LDII dalam Ulang Tahun yang ke-72 NKRI, “LDII sebagai ormas islam yang senantiasa mendukung pemerintah yang sah, akan terus berupaya menjadi mitra pemerintah dalam mesukseskan program pemerintah,” ungkap H. Hariman Dana Sasmita, ST. selaku Sekretaris PC LDII Taman.

Salah satunya adalah program Indonesia emas 2045. LDII telah dan terus menyiapkan Pembinaan kepada generasi penerus agar menjadi generasi unggul yang profesional, sekaligus religius. Melalui pencanangan tri sukses generus yaitu alim dan faqih, ber-akhlak mulia, mandiri. Selain itu, setiap generus dibekali 6 tabiat luhur yang telah dicontohkan Rasululloh SAW yaitu jujur, amanah, mujhid muzhid (giat bekerja dan berhemat), rukun, kompak, bekerjasama yangg baik,” lanjut Hariman.

Di hari kemerdekaan ini semua elemen masyarakat diharapkan bersama-sama menjaga keutuhan dan membangun masa depan Indonesia menjadi lebih baik dan berguna bagi nusa dan bangsa. (erva)

Rabu, 09 Agustus 2017

Jokowi Terima Gelar Pendekar Utama dan Warga Kehormatan Persinas ASAD

LDII SIDOARJO | Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi membuka Pasanggiri Nasional dan Kejuaraan Nasional Pencak Silat Persinas ASAD di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Pada kesempatan itu, Jokowi juga dinobatkan sebagai Pendekar Utama Persinas ASAD.

Jokowi memang berpenampilan berbeda hari ini. Jokowi sudah siap dengan pakaian silat bernuansa hijau khas Persinas ASAD. Ikat kepala coklat juga sudah dikenakannya.

Sebelum acara dimulai, Jokowi mendapatkan gelar Pendekar Utama dan Warga Kehormatan Persinas ASAD. Ketua Umum Persinas ASAD Brigjen TNI (purn) Agus Susarso pun memasangkan sabuk merah dengan garis emas kepada Jokowi, sebagai tanda Pendekar Utama dan Warga Kehormatan Persinas ASAD.

Pada sambutannya, Jokowi berterima kasih kepada keluarga besar Persinas ASAD yang telah ikut menjaga, memelihara, merawat tradisi bela diri bangsa, yakni pencak silat. Hal ini harus terus dijaga agar karakter bangsa tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

"Tanpa kesadaran kita untuk menjaga, untuk merawat seni tradisi pencak silat ini kita akan kehilangan sebuah karakter karena hampir semua negara juga miliki. Inilah sebuah karakter bangsa yang harus kita rawat dan harus kita jaga sama-sama," kata Jokowi di lokasi, Selasa (8/8/2017).
Senin, 07 Agustus 2017

PC LDII Taman Gelar Halaqoh Kubro


LDIISidoarjo.org - Kurang Lebih 80 Penghafal Al-qur’an Berkumpul di Masjid Manshurin, Tawangsari-Taman, Sidoarjo pada Minggu, (6/8/2017). Mereka adalah Generasi penerus Tahfidzul Qur'an PC LDII Taman. Mulai dari kalangan Caberawit tingkat sekolah dasar sampai remaja sekolah menengah keatas turut hadir, beserta didampingi para ustadz dan ustadzah pembimbing.

 “HALAQOH KUBRO” ini adalah acara pertama kali yang diselenggarakan PC LDII Taman. Bertujuan mewujudkan generasi penerus berilmu, berakhlakul karimah dan mandiri, jelas H. Rofiq selaku pembina tahfidz.

Dalam sambutannya, H. Rofiq memberi motivasi kepada para Tahfidzul Qur’an agar percaya diri menjadi tentaranya Allah. “Orang yang Ahli Alqur’an lebih tinggi daripada orang yang hafal despacito. Kalian tau ndak lagu Despacito? hafal ndak? bagaimana dengan Alqur’an? Perbandingan orang yang hafal lagu despacito dari awal sampai akhir hasilnya hanya capek jika di ulang ulang, beda dengan orang yang mau menghafalkan Alqur’an banyak sekali pahala yang di dapat.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi). Kalau Hafal 30 Juz , Misal surat Annaba’ ? ada berapa ayat, satu ayat ada berapa huruf ? coba 1 huruf itu dikalikan 10 Kebaikan, Subhanallah," Ujarnya.

“Mengulang hafalan juga bisa di praktekkan ketika kita berangkat sekolah 10 menit, maka banyak kebaikan yang kita dapatkan, “ tambah H. Rofiq. Setelah mendapat banyak beberapa motivasi dari Para Senior Tahfidz, Peserta Halaqoh melakukan murojaah Bersama Surat An-nash hingga Adz-Dhuha. Kemudian di bagi Kelompok-kelompok sesuai berapa juz hafalannya yang tentunya di tes oleh para pembina halaqoh PC LDII Taman.

Selain menghafal Alqur’an diharapkan Generasi Tahfidz ini bisa Mengamalkan apa yang terkandung dalam Al-Qur’an. Karena seseorang bisa dikatakan sebagai Ahlul Qur'an ketika ia mampu hafal dan mengamalkan segala sesuati yang terkandung dalam Al-Qur'an.

Harapannya dengan adanya Kegiatan halaqoh ini mampu untuk menciptakan generasi penerus yang berilmu serta mempunyai kefahaman agama yang baik. Sehingga mampu menjadi generasi penerus bangsa yang profesional religius. (erva)

Mensos: Orang Tua Wajib Pahami Dinamika Zaman

Mensos Khofifah di hadapan ibu-ibu LDII Sidoarjo
LDII SIDOARJO -JATIM | Peran kedua orang tua dalam mengatur tanggungjawab keluarga harus dibangun dengan pola pembagian tugas antara pihak ayah dan ibu. Hal ini penting dalam membangun jati diri si anak dalam tumbuh kembangnya di keluarga. Sehingga si anak dalam menghadapi perkembangan zaman yang serba dipengaruhi oleh faham hedonisme, konsumerisme, dan pragmatisme dapat dicegah. Mencegahnya pun harus dari dalam diri si anak tersebut.

Karena tameng yang paling ampuh dalam melindungi dan menjaga pergaulan si anak yaitu pendidikan dalam keluarga. Setelah dididik dalam keluarga, anak perlu mendapat asupan rohani, artinya anak butuh pondasi yang kuat dalam penanaman dan penguatan dalam pembelajaran agama. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Sosial Republik Indonesia, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa dalam Pengajian Ibu-Ibu dengan tema Peran Ibu dalam Meningkatkan Keharmonisan Rumah Tangga yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Sidoarjo di Pondok Al Barokah Sruni pada Sabtu, (19/08).

PC LDII Taman Hadiri Upacara HUT RI ke-72 Bersama 500 Warga Asing


LDIISidoarjo.org - Upacara hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 yang dilaksanakan oleh Polresta Sidoarjo (17/08) berjalan dengan penuh hikmat. Upacara yang dilaksanakan di halaman Rusunawa Puspa Agro, Sidoarjo, ini dipimpin langsung oleh Kapolresta, Himawan bayu aji, S.H , S.I.K, M.H.

Upacara ini diikuti oleh para pejabat Polres Sidoarjo, dan diikuti kurang lebih 500 pengungsi dari beberapa negara yang didirikan oleh ONHCR (Badan PBB Dunia) yang bekerjasama dengan Indonesia.
Warga pengungsi itu berasal dari 10 negara, yakni Myanmar, Afganistan, Iran, Iraq, Pakistan, Srilangka, Erritrea, Syiria ,Sudan dan Somalia serta pengungsi Syiah asal Madura Jawa Timur. Mereka menempati kampung pengungsian itu sudah 5 tahun lebih.

Kapolres Sidoarjo membacakan amanat Kapolri Jendral Polisi Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, MA., Ph.D. yang dalam amanatnya menyampaikan, “peringatan hari kemerdekaan pada hari ini, marilah kita jadikan sebagai ajang perenungan kebangsaan, bukan hanya semata tentang pengorbanan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan, tetapi juga menjadi perenungan tentang keadaan bangsa Indonesia pada saat ini. Kemerdekaan yang diperoleh bangsa Indonesia bukanlah pemberian dari penjajah, tetapi melalui perjalanan panjang dan perjuangan yang melelahkan dari para pejuang kemerdekaan dengan tetesan darah, keringat dan air mata, hanya berbekal bambu runcing dan semangat membara tak kenal padam,” ungkapnya.

“Polri sebagai bagian dari elemen negara merupakan salah satu aktor yang dapat mendorong dan menumbuhkembangkan semangat kebersamaan diantara masyarakat. Untuk itu, pada upacara hari ini, Kapolri menghimbau kepada seluruh jajaran, untuk terus bekerja dengan sungguh-sungguh, ikhlas dan tanggung jawab” lanjutnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Polri tidak bisa berkerja sendiri, Polri harus berkerja sama dengan seluruh stakeholders terkait, sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan sebaik-baiknya”, ungkap Kapolri.

Dalam upacara ini warga kampung Syi’ah mengaku baru pertama kali mengikuti upacara bendera, karena di daerah asalnya jauh dari kota.

PC LDII Taman juga turut di undang mengikuti upacara ini. Menjadi kepercayaan bagi LDII dalam Ulang Tahun yang ke-72 NKRI, “LDII sebagai ormas islam yang senantiasa mendukung pemerintah yang sah, akan terus berupaya menjadi mitra pemerintah dalam mesukseskan program pemerintah,” ungkap H. Hariman Dana Sasmita, ST. selaku Sekretaris PC LDII Taman.

Salah satunya adalah program Indonesia emas 2045. LDII telah dan terus menyiapkan Pembinaan kepada generasi penerus agar menjadi generasi unggul yang profesional, sekaligus religius. Melalui pencanangan tri sukses generus yaitu alim dan faqih, ber-akhlak mulia, mandiri. Selain itu, setiap generus dibekali 6 tabiat luhur yang telah dicontohkan Rasululloh SAW yaitu jujur, amanah, mujhid muzhid (giat bekerja dan berhemat), rukun, kompak, bekerjasama yangg baik,” lanjut Hariman.

Di hari kemerdekaan ini semua elemen masyarakat diharapkan bersama-sama menjaga keutuhan dan membangun masa depan Indonesia menjadi lebih baik dan berguna bagi nusa dan bangsa. (erva)

Jokowi Terima Gelar Pendekar Utama dan Warga Kehormatan Persinas ASAD

LDII SIDOARJO | Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi membuka Pasanggiri Nasional dan Kejuaraan Nasional Pencak Silat Persinas ASAD di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Pada kesempatan itu, Jokowi juga dinobatkan sebagai Pendekar Utama Persinas ASAD.

Jokowi memang berpenampilan berbeda hari ini. Jokowi sudah siap dengan pakaian silat bernuansa hijau khas Persinas ASAD. Ikat kepala coklat juga sudah dikenakannya.

Sebelum acara dimulai, Jokowi mendapatkan gelar Pendekar Utama dan Warga Kehormatan Persinas ASAD. Ketua Umum Persinas ASAD Brigjen TNI (purn) Agus Susarso pun memasangkan sabuk merah dengan garis emas kepada Jokowi, sebagai tanda Pendekar Utama dan Warga Kehormatan Persinas ASAD.

Pada sambutannya, Jokowi berterima kasih kepada keluarga besar Persinas ASAD yang telah ikut menjaga, memelihara, merawat tradisi bela diri bangsa, yakni pencak silat. Hal ini harus terus dijaga agar karakter bangsa tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

"Tanpa kesadaran kita untuk menjaga, untuk merawat seni tradisi pencak silat ini kita akan kehilangan sebuah karakter karena hampir semua negara juga miliki. Inilah sebuah karakter bangsa yang harus kita rawat dan harus kita jaga sama-sama," kata Jokowi di lokasi, Selasa (8/8/2017).

PC LDII Taman Gelar Halaqoh Kubro


LDIISidoarjo.org - Kurang Lebih 80 Penghafal Al-qur’an Berkumpul di Masjid Manshurin, Tawangsari-Taman, Sidoarjo pada Minggu, (6/8/2017). Mereka adalah Generasi penerus Tahfidzul Qur'an PC LDII Taman. Mulai dari kalangan Caberawit tingkat sekolah dasar sampai remaja sekolah menengah keatas turut hadir, beserta didampingi para ustadz dan ustadzah pembimbing.

 “HALAQOH KUBRO” ini adalah acara pertama kali yang diselenggarakan PC LDII Taman. Bertujuan mewujudkan generasi penerus berilmu, berakhlakul karimah dan mandiri, jelas H. Rofiq selaku pembina tahfidz.

Dalam sambutannya, H. Rofiq memberi motivasi kepada para Tahfidzul Qur’an agar percaya diri menjadi tentaranya Allah. “Orang yang Ahli Alqur’an lebih tinggi daripada orang yang hafal despacito. Kalian tau ndak lagu Despacito? hafal ndak? bagaimana dengan Alqur’an? Perbandingan orang yang hafal lagu despacito dari awal sampai akhir hasilnya hanya capek jika di ulang ulang, beda dengan orang yang mau menghafalkan Alqur’an banyak sekali pahala yang di dapat.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi). Kalau Hafal 30 Juz , Misal surat Annaba’ ? ada berapa ayat, satu ayat ada berapa huruf ? coba 1 huruf itu dikalikan 10 Kebaikan, Subhanallah," Ujarnya.

“Mengulang hafalan juga bisa di praktekkan ketika kita berangkat sekolah 10 menit, maka banyak kebaikan yang kita dapatkan, “ tambah H. Rofiq. Setelah mendapat banyak beberapa motivasi dari Para Senior Tahfidz, Peserta Halaqoh melakukan murojaah Bersama Surat An-nash hingga Adz-Dhuha. Kemudian di bagi Kelompok-kelompok sesuai berapa juz hafalannya yang tentunya di tes oleh para pembina halaqoh PC LDII Taman.

Selain menghafal Alqur’an diharapkan Generasi Tahfidz ini bisa Mengamalkan apa yang terkandung dalam Al-Qur’an. Karena seseorang bisa dikatakan sebagai Ahlul Qur'an ketika ia mampu hafal dan mengamalkan segala sesuati yang terkandung dalam Al-Qur'an.

Harapannya dengan adanya Kegiatan halaqoh ini mampu untuk menciptakan generasi penerus yang berilmu serta mempunyai kefahaman agama yang baik. Sehingga mampu menjadi generasi penerus bangsa yang profesional religius. (erva)