Motto

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

News

Sabtu, 22 April 2017

LDII Jatim dan Rais Am PBNU Bahas Ekonomi Umat

LDII Sidoajo Jatim | Wakil Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Miftakhul Akhyar menerima silaturahim pengurus DPW LDII Jatim di komplek Pondok pesantren Miftahul Jannah, Kedung Tarukan Surabaya (19/4/17).

Dalam silaturahum tsb Amien Adhy, ketua DPW LDII Jatim menyampaikan bahwa antara LDII dan NU sudah terjalin hubungan dengan baik, agar hubungan baik tersebut terus terjalin maka perlu silaturahim LDII Jatim dengan pengurus NU yang ada di Jatim. Apa yang dilakukan DPW LDII Jatim ini sejalan dengan apa yang telah dilakukan DPP LDII dengan PBNU yang telah sepakat mengadakan MoU pada tahun 2012 di bidang dakwah, deradikalisasi, pendidikan, lingkungan hidup dan penanggulangan bencana, kedaulatan pangan, serta menjaga tegaknya NKRI.

Amien Adhy, ketua DPW LDII Jatim silaturahim dengan KH. Miftakhul Akhyar wakil Rais Am PBNU
Amien menjelaskan, sebelum pengurus LDII Jatim bersilaturahim, ulama dari NU, Muhammadiyah serta pengurus MUI juga sudah silaturahim ke Ponpes binaan LDII Wali Barokah Kediri, diantaranya adalah Wakil Bendahara PWNU Jawa Timur Ahsanul Haq, Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur Saad Ibrahim, Ketua MUI Yusnar Yusuf, Wakil Sekjen MUI Tengku Zulkarnain, dan beberapa ulama lainnya.

Santri dari binaan LDII yang ada di pondok pesantren Wali Barokah Kediri Jatim juga berkesempatan mendengarkan tausiyah dari beberapa tokoh maupun ulama yang hadir agar santri LDII Jatim maupun dari mana saja mendapatkan siraman rohani dari ulama-ulama nasional di Indonesia serta tokohnya.
Minggu, 16 April 2017

Buka Bazar Pemuda 2017, Ketua DPD LDII Sidoarjo Beri Apresiasi Positif

(Credit photo by: thio) - Ketua DPD LDII Sidoarjo, Ir.H. Roni Romandhawira, M.M

LDIISidoarjo.org - Ketua DPD LDII Sidoarjo Jatim, Ir. H. Roni Romandhawira M.M membuka bazar pemuda LDII Kabupaten sidoarjo yang dilaksanakan pada hari Minggu, (16/4/2017). Kegiatan ini berlangsung dihalaman ponpes Al - Barokah, Sruni, Gedangan - Sidoarjo.

Baca juga : Rais Am PBNU dan LDII Jatim Bahas Ekonomi Umat

Dalam sambutannya ketua DPD LDII Sidoarjo ini memberikan apresiasi positif terkait terselenggaranya bazar untuk kesekian kalinya ditahun ini. Bazar pemuda LDII Sidoarjo adalah agenda rutin 2 tahunan bidang kepemudaan dan olahraga DPD LDII Sidoarjo yang mengambil tema berbeda ditiap tahun penyelenggaraannya. Untuk tahun ini tema yang diambil adalah Pesona Nusantara, yang menghadirkan aneka makanan dan tampilan khas dari berbagai Propinsi di Indonesia.

Masih dalam sambutannya, H. Roni juga mengharapkan dengan adanya bazar ini bisa tercipta transaksi yang saling menguntungkan antara pembeli dan penjual. Sehingga dengan adanya hal tersebut bisa memacu meningkatnya semangat kemandirian pemuda LDII untuk menghadapi persaingan didunia usaha nantinya. Seyogyanya memang dalam bazar tahun ini para pemuda LDII yang berasal dari masing-masing PC LDII se-Kabupaten Sidoarjo ini dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyajikan dagangannya. Tantangan kuliner dan tampilan khas suatu propinsi yang harus disajikan tentu bukan perkara mudah untuk diwujudkan.

H. Roni juga mengapresiasi Pesona Nusantara yang diambil sebagai tema bazar. Diharapkan dengan adanya tema ini bisa mewujudkan dan meningkatkan lagi rasa cinta Indonesia dalam tiap diri para peserta dan pengunjung bazar sebagai masyarakat Indonesia. Karena mencintai kuliner dan budaya Nusantara merupakan salah satu pondasi dasar untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Negara tercinta kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia. (hav)

Bazar Pemuda LDII Pesona Nusantara

(Credit photo by: ulfa) - Selamat Datang di Bazar Pemuda LDII Sidoarjo 2017

LDIISidoarjo.org - Era Globalisasi menimbulkan pengaruh yang cukup besar ditiap-tiap Negara, khususnya di Negara berkembang seperti Indonesia. Mulai dari tekhnologi yang berkembang pesat hingga budaya yang bisa masuk dengan mudah. Tak terkecuali dengan Indonesia, tidak sedikit budaya luar atau budaya Barat yang masuk ke Indonesia. Tidak jarang pula masyarakat Indonesia yang lebih memilih budaya Barat daripada budaya Indonesia sendiri karena budaya Barat dinilai lebih modern daripada budaya lokal.

Alhasil banyak masyarakat Indonesia yang mengaplikasikan budaya barat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dikalangan remaja. Mulai dari tata krama , cara berpakaian hingga berbagai jenis makanan yang dikonsumsi. Tentu akan menjadi sesuatu yang tidak baik jika hal tersebut terlalu berlebihan hingga melupakan budaya lokal yang merupakan ciri khas negara tercinta kita Indonesia
Tema "Pesona Nusantara" yang diangkat dalam bazar pemuda LDII Sidoarjo 2017 bertujuan untuk membangun rasa cinta Indonesia lewat cara yang sederhana. Selain itu dipilihnya tema Pesona Nusantara ini bertujuan agar generasi muda penerus bangsa lebih mengetahui kebudayaan Indonesia.

Para generasi muda penerus bangsa perlu diberi bekal agar dapat menumbuhkembangkan  dan meningkatkan rasa nasionalisme serta rasa cinta tanah air yang mulai terkikis dengan budaya barat yang tidak sesuai dengan budaya tanah air Indonesia. Maka dari itu,  lewat bazar pemuda LDII yang diadakan pada hari Minggu, (16/4/2017) ini diharapkan mampu membangun dan mengembangkan wawasan Nusantara para peserta dan pengunjung bazar.

Halaman Ponpes Al-Barokah, Sruni, Gedangan - Sidoarjo yang menjadi tempat diselenggarakannya acara tampak warna-warni dengan hiasan berbagai macam adat budaya Indonesia. Ini bisa terjadi karena tema yang dipilih pada setiap stand berbeda, sesuai dengan  propinsi-propinsi yang ada diluar Pulau Jawa. Nah, pertanyaan yang muncul adalah kenapa harus diluar Pulau Jawa?

Dipilihnya Propinsi-propinsi di luar Pulau Jawa sebagai tema setiap stand bazar bertujuan agar para peserta dan pengunjung sebagai masyarakat Indonesia yang menetap di Pulau Jawa tahu dan tidak terpaku hanya pada satu pulau saja. Juga diharapakan agar lebih mengenal budaya Indonesia secara keseluruhan khususnya budaya yang berada di luar Pulau Jawa seperti Sumatra, kalimantan, Papua, dan lain-lain.

Bazar pemuda LDII Sidoarjo adalah agenda rutin 2 tahunan bidang kepemudaan dan olahraga DPD LDII Sidoarjo yang mengambil tema berbeda ditiap tahun penyelenggaraannya. Pengambilan tema Pesona Nusantara pada tahun ini merupakan suatu upaya dari para pemuda LDII untuk menyebarkan rasa cinta Indonesia kepada masyarakat luas. Karena tanpa mencintai Indonesia tentu akan kesulitan untuk mewujudkan jiwa Nasionalisme dan rasa memiliki Negara tercinta, Negara Kesatuan Republik Indonesia.


“Di zaman modern ini diharapkan para pemuda memiliki jiwa nasionalisme dan tidak cenderung pada budaya barat”, Ungkap Nur Hidayat, S.H selaku ketua pelaksana Bazar Pemuda LDII Kabupaten Sidoarjo 2017. (Masyani/hav)
Sabtu, 01 April 2017

Cara LDII Menciptakan Kerukunan Antar Sesama


Sapu lidi itu bisa berfungsi untuk membersihkan kotoran ketika lidi-lidinya diikat menjadi satu, kenapa? Karena ikatan itu menguatkan lidi-lidi tersebut menjadi satu bagian, itulah kekuatan kebersamaan.

Dari masing-masing individu yang berdiri sendiri akan menciptakan kekuatan yang besar ketika mereka bersatu. Kebersamaan itu indah, persatuan itu kuat. Tak mudah memang karena terdapat perbedaan yang kadang menjadi penghalang, maka disinilah peran tenggang rasa. Pengertian terhadap sesama akan membuat suatu perbedaan justru menjadi sebuah kekuatan dalam kebersamaan.

Baca juga : Rais Am PBNU dan LDII Jatim Bahas Ekonomi Umat

LDII sebagai lembaga dakwah memiliki kiat dan cara untuk dapat mewujudkan kerukunan antar sesama. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa kerukunan adalah salah satu pondasi penting untuk menciptakan lingkungan yang selalu aman, tentram dan damai.


Ciptakan Kerukunan


Menciptakan kerukunan berarti membuat suasana selalu kondusif dengan sesama, caranya :

• pertama,
berbicara yang baik.
Selalu melihat papan, empan, adepan (tempat, bahan pembicaraan , lawan bicara). Cara berbicara di pasar tentu berbeda dengan di masjid, kita koreksi dulu topik apa yang ingin di bicarakan apakah sesuai dengan keadaan.

Dan juga lihat siapa yang di ajak bicara. Bicara dengan anak kecil tentu berbeda caranya dengan bicara pada orang dewasa atau orangtua.

• Kedua,
jujur dan amanat (bisa di percaya).
Orang jujur belum tentu bisa amanat tapi orang amanat pasti jujur. Kok bisa?
Coba kita lihat, si Acong di titipi uang Rp 100.000 oleh ibunya untuk diberikan ke pamannya. Ditengah perjalanan ke rumah pamannya Acong merasa haus, berhubung dia tidak punya uang sama sekali akhirnya dia berinisiatif memakai uang titipan ibunnya untuk membeli minuman. Sesampai di rumah pamannya dia memberikan uang titipan tadi sambil bercerita apa adanya ke pamannya dan minta maaf karena memakai sebagian uang tersebut tanpa ijin dulu karena kepepet. Si Acong jujur bukan? Tapi dia tidak bisa amanat karena uang yang dititipkan ibunya berkurang ketika sampai ke pamannya.

• Ketiga,
Sabar keporo ngalah (rebutan ngalah) .
Orang yang ngalah bukan berati kalah, justru dialah pemenang sebenarnya. Karena dia yang bisa memahami dan menguasai keadaan. Dia yang lebih sadar tentang arti kekuatan kebersamaan. Bukankah Alloh telah bersabda bahwa  sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar.

• Keempat,
Tidak membuat kerusakan.
Ini juga penting. Jangan memancing masalah karena itu akan menimbulkan efek yang tidak baik kepada sesama. Serta kita juga berusaha menjaga sesama agar kebersamaan yang ada tetap terjaga.

• Terakhir,
Saling memperhatikan dan menjaga perasaan.
Setiap orang butuh perhatian, pun juga dengan kebersamaan. Kita harus saling bisa memahami karakter dan sifat rekan-rekan sesama kita sehingga kita tahu dan bisa berhati-hati dalam setiap ucapan dan sikap kita ketika bergaul dengannya.

Jika kelima hal diatas bisa kita lakukan dan kita pelihara dengan baik, maka kerukunan dan
kebersamaan akan tercipta dengan indah. Segala sifat negatif akan terkalahkan dengan sendirinya sehinga tercipta sebuah persatuan yang kuat. (hav)

LDII Jatim dan Rais Am PBNU Bahas Ekonomi Umat

LDII Sidoajo Jatim | Wakil Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Miftakhul Akhyar menerima silaturahim pengurus DPW LDII Jatim di komplek Pondok pesantren Miftahul Jannah, Kedung Tarukan Surabaya (19/4/17).

Dalam silaturahum tsb Amien Adhy, ketua DPW LDII Jatim menyampaikan bahwa antara LDII dan NU sudah terjalin hubungan dengan baik, agar hubungan baik tersebut terus terjalin maka perlu silaturahim LDII Jatim dengan pengurus NU yang ada di Jatim. Apa yang dilakukan DPW LDII Jatim ini sejalan dengan apa yang telah dilakukan DPP LDII dengan PBNU yang telah sepakat mengadakan MoU pada tahun 2012 di bidang dakwah, deradikalisasi, pendidikan, lingkungan hidup dan penanggulangan bencana, kedaulatan pangan, serta menjaga tegaknya NKRI.

Amien Adhy, ketua DPW LDII Jatim silaturahim dengan KH. Miftakhul Akhyar wakil Rais Am PBNU
Amien menjelaskan, sebelum pengurus LDII Jatim bersilaturahim, ulama dari NU, Muhammadiyah serta pengurus MUI juga sudah silaturahim ke Ponpes binaan LDII Wali Barokah Kediri, diantaranya adalah Wakil Bendahara PWNU Jawa Timur Ahsanul Haq, Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur Saad Ibrahim, Ketua MUI Yusnar Yusuf, Wakil Sekjen MUI Tengku Zulkarnain, dan beberapa ulama lainnya.

Santri dari binaan LDII yang ada di pondok pesantren Wali Barokah Kediri Jatim juga berkesempatan mendengarkan tausiyah dari beberapa tokoh maupun ulama yang hadir agar santri LDII Jatim maupun dari mana saja mendapatkan siraman rohani dari ulama-ulama nasional di Indonesia serta tokohnya.

Buka Bazar Pemuda 2017, Ketua DPD LDII Sidoarjo Beri Apresiasi Positif

(Credit photo by: thio) - Ketua DPD LDII Sidoarjo, Ir.H. Roni Romandhawira, M.M

LDIISidoarjo.org - Ketua DPD LDII Sidoarjo Jatim, Ir. H. Roni Romandhawira M.M membuka bazar pemuda LDII Kabupaten sidoarjo yang dilaksanakan pada hari Minggu, (16/4/2017). Kegiatan ini berlangsung dihalaman ponpes Al - Barokah, Sruni, Gedangan - Sidoarjo.

Baca juga : Rais Am PBNU dan LDII Jatim Bahas Ekonomi Umat

Dalam sambutannya ketua DPD LDII Sidoarjo ini memberikan apresiasi positif terkait terselenggaranya bazar untuk kesekian kalinya ditahun ini. Bazar pemuda LDII Sidoarjo adalah agenda rutin 2 tahunan bidang kepemudaan dan olahraga DPD LDII Sidoarjo yang mengambil tema berbeda ditiap tahun penyelenggaraannya. Untuk tahun ini tema yang diambil adalah Pesona Nusantara, yang menghadirkan aneka makanan dan tampilan khas dari berbagai Propinsi di Indonesia.

Masih dalam sambutannya, H. Roni juga mengharapkan dengan adanya bazar ini bisa tercipta transaksi yang saling menguntungkan antara pembeli dan penjual. Sehingga dengan adanya hal tersebut bisa memacu meningkatnya semangat kemandirian pemuda LDII untuk menghadapi persaingan didunia usaha nantinya. Seyogyanya memang dalam bazar tahun ini para pemuda LDII yang berasal dari masing-masing PC LDII se-Kabupaten Sidoarjo ini dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyajikan dagangannya. Tantangan kuliner dan tampilan khas suatu propinsi yang harus disajikan tentu bukan perkara mudah untuk diwujudkan.

H. Roni juga mengapresiasi Pesona Nusantara yang diambil sebagai tema bazar. Diharapkan dengan adanya tema ini bisa mewujudkan dan meningkatkan lagi rasa cinta Indonesia dalam tiap diri para peserta dan pengunjung bazar sebagai masyarakat Indonesia. Karena mencintai kuliner dan budaya Nusantara merupakan salah satu pondasi dasar untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Negara tercinta kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia. (hav)

Bazar Pemuda LDII Pesona Nusantara

(Credit photo by: ulfa) - Selamat Datang di Bazar Pemuda LDII Sidoarjo 2017

LDIISidoarjo.org - Era Globalisasi menimbulkan pengaruh yang cukup besar ditiap-tiap Negara, khususnya di Negara berkembang seperti Indonesia. Mulai dari tekhnologi yang berkembang pesat hingga budaya yang bisa masuk dengan mudah. Tak terkecuali dengan Indonesia, tidak sedikit budaya luar atau budaya Barat yang masuk ke Indonesia. Tidak jarang pula masyarakat Indonesia yang lebih memilih budaya Barat daripada budaya Indonesia sendiri karena budaya Barat dinilai lebih modern daripada budaya lokal.

Alhasil banyak masyarakat Indonesia yang mengaplikasikan budaya barat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dikalangan remaja. Mulai dari tata krama , cara berpakaian hingga berbagai jenis makanan yang dikonsumsi. Tentu akan menjadi sesuatu yang tidak baik jika hal tersebut terlalu berlebihan hingga melupakan budaya lokal yang merupakan ciri khas negara tercinta kita Indonesia
Tema "Pesona Nusantara" yang diangkat dalam bazar pemuda LDII Sidoarjo 2017 bertujuan untuk membangun rasa cinta Indonesia lewat cara yang sederhana. Selain itu dipilihnya tema Pesona Nusantara ini bertujuan agar generasi muda penerus bangsa lebih mengetahui kebudayaan Indonesia.

Para generasi muda penerus bangsa perlu diberi bekal agar dapat menumbuhkembangkan  dan meningkatkan rasa nasionalisme serta rasa cinta tanah air yang mulai terkikis dengan budaya barat yang tidak sesuai dengan budaya tanah air Indonesia. Maka dari itu,  lewat bazar pemuda LDII yang diadakan pada hari Minggu, (16/4/2017) ini diharapkan mampu membangun dan mengembangkan wawasan Nusantara para peserta dan pengunjung bazar.

Halaman Ponpes Al-Barokah, Sruni, Gedangan - Sidoarjo yang menjadi tempat diselenggarakannya acara tampak warna-warni dengan hiasan berbagai macam adat budaya Indonesia. Ini bisa terjadi karena tema yang dipilih pada setiap stand berbeda, sesuai dengan  propinsi-propinsi yang ada diluar Pulau Jawa. Nah, pertanyaan yang muncul adalah kenapa harus diluar Pulau Jawa?

Dipilihnya Propinsi-propinsi di luar Pulau Jawa sebagai tema setiap stand bazar bertujuan agar para peserta dan pengunjung sebagai masyarakat Indonesia yang menetap di Pulau Jawa tahu dan tidak terpaku hanya pada satu pulau saja. Juga diharapakan agar lebih mengenal budaya Indonesia secara keseluruhan khususnya budaya yang berada di luar Pulau Jawa seperti Sumatra, kalimantan, Papua, dan lain-lain.

Bazar pemuda LDII Sidoarjo adalah agenda rutin 2 tahunan bidang kepemudaan dan olahraga DPD LDII Sidoarjo yang mengambil tema berbeda ditiap tahun penyelenggaraannya. Pengambilan tema Pesona Nusantara pada tahun ini merupakan suatu upaya dari para pemuda LDII untuk menyebarkan rasa cinta Indonesia kepada masyarakat luas. Karena tanpa mencintai Indonesia tentu akan kesulitan untuk mewujudkan jiwa Nasionalisme dan rasa memiliki Negara tercinta, Negara Kesatuan Republik Indonesia.


“Di zaman modern ini diharapkan para pemuda memiliki jiwa nasionalisme dan tidak cenderung pada budaya barat”, Ungkap Nur Hidayat, S.H selaku ketua pelaksana Bazar Pemuda LDII Kabupaten Sidoarjo 2017. (Masyani/hav)

Cara LDII Menciptakan Kerukunan Antar Sesama


Sapu lidi itu bisa berfungsi untuk membersihkan kotoran ketika lidi-lidinya diikat menjadi satu, kenapa? Karena ikatan itu menguatkan lidi-lidi tersebut menjadi satu bagian, itulah kekuatan kebersamaan.

Dari masing-masing individu yang berdiri sendiri akan menciptakan kekuatan yang besar ketika mereka bersatu. Kebersamaan itu indah, persatuan itu kuat. Tak mudah memang karena terdapat perbedaan yang kadang menjadi penghalang, maka disinilah peran tenggang rasa. Pengertian terhadap sesama akan membuat suatu perbedaan justru menjadi sebuah kekuatan dalam kebersamaan.

Baca juga : Rais Am PBNU dan LDII Jatim Bahas Ekonomi Umat

LDII sebagai lembaga dakwah memiliki kiat dan cara untuk dapat mewujudkan kerukunan antar sesama. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa kerukunan adalah salah satu pondasi penting untuk menciptakan lingkungan yang selalu aman, tentram dan damai.


Ciptakan Kerukunan


Menciptakan kerukunan berarti membuat suasana selalu kondusif dengan sesama, caranya :

• pertama,
berbicara yang baik.
Selalu melihat papan, empan, adepan (tempat, bahan pembicaraan , lawan bicara). Cara berbicara di pasar tentu berbeda dengan di masjid, kita koreksi dulu topik apa yang ingin di bicarakan apakah sesuai dengan keadaan.

Dan juga lihat siapa yang di ajak bicara. Bicara dengan anak kecil tentu berbeda caranya dengan bicara pada orang dewasa atau orangtua.

• Kedua,
jujur dan amanat (bisa di percaya).
Orang jujur belum tentu bisa amanat tapi orang amanat pasti jujur. Kok bisa?
Coba kita lihat, si Acong di titipi uang Rp 100.000 oleh ibunya untuk diberikan ke pamannya. Ditengah perjalanan ke rumah pamannya Acong merasa haus, berhubung dia tidak punya uang sama sekali akhirnya dia berinisiatif memakai uang titipan ibunnya untuk membeli minuman. Sesampai di rumah pamannya dia memberikan uang titipan tadi sambil bercerita apa adanya ke pamannya dan minta maaf karena memakai sebagian uang tersebut tanpa ijin dulu karena kepepet. Si Acong jujur bukan? Tapi dia tidak bisa amanat karena uang yang dititipkan ibunya berkurang ketika sampai ke pamannya.

• Ketiga,
Sabar keporo ngalah (rebutan ngalah) .
Orang yang ngalah bukan berati kalah, justru dialah pemenang sebenarnya. Karena dia yang bisa memahami dan menguasai keadaan. Dia yang lebih sadar tentang arti kekuatan kebersamaan. Bukankah Alloh telah bersabda bahwa  sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar.

• Keempat,
Tidak membuat kerusakan.
Ini juga penting. Jangan memancing masalah karena itu akan menimbulkan efek yang tidak baik kepada sesama. Serta kita juga berusaha menjaga sesama agar kebersamaan yang ada tetap terjaga.

• Terakhir,
Saling memperhatikan dan menjaga perasaan.
Setiap orang butuh perhatian, pun juga dengan kebersamaan. Kita harus saling bisa memahami karakter dan sifat rekan-rekan sesama kita sehingga kita tahu dan bisa berhati-hati dalam setiap ucapan dan sikap kita ketika bergaul dengannya.

Jika kelima hal diatas bisa kita lakukan dan kita pelihara dengan baik, maka kerukunan dan
kebersamaan akan tercipta dengan indah. Segala sifat negatif akan terkalahkan dengan sendirinya sehinga tercipta sebuah persatuan yang kuat. (hav)