وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Jumat, 21 Juli 2017

Lewat Halal bi Halal, LDII Ajak Umat Islam Bersatu


LDIISidoarjo.org - Melihat persatuan bangsa yang terancam, dengan adanya umat Islam yang saling diadu membuat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) merasa prihatin. Oleh karena itu, dalam acara halal bi halal dan pengajian umum PC LDII Waru yang diadakan Selasa,(18/7/2017), LDII Mengajak NU dan Muhammadiyah  untuk bersama meredam kondisi ini.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPW LDII Jatim, H. Hasan Yuswadi, S.H, jika LDII sering dituduh sebagai Islam dengam faham agama yang salah dan eksklusif. Padahal kenyataannya LDII telah diakui oleh MUI dan tidak termasuk dalam 10 kriteria aliras sesat yang telah diterbitkan oleh MUI. Begitu juga dengan rumor - rumor tidak masuk akal yang sering dikaitkan dengan LDII. Seperti rumor masjid akan dipel jika ada orang luar LDII yang sholat di masjid LDII, padahal hal-hal tersebut tidak benar dan tidak pernah ditabayunkan dulu kepada LDII.

"Karenanya, dengan adanya halal bi halal ini, kami akan menunjukkan ke masyarakat jika tuduhan itu tidak benar, dan LDII sangat menghormati organisasi Islam lainnya, termasuk NU dan Muhammadiyah. Juga soal tuduhan jika orang selain LDII sholat dimasjid LDII disiram air dan tidak mau berjabat tangan, saya jlentrehkan semua disana, dan mereka memahami semuanya." Tegas Yuswadi.

Sepaham dengan pernyataan Yuswadi, Tokoh Nadhatul Ulama (NU), Ustadz Ibrahim mengatakan bahwa saat ini bukan lagi saatnya memperdebatkan dimana tempat sholatmu, golongan apa kamu, namun saatnya bersatu memerangi terorisme yang kini marak dikaitkan dengan orang islam. "Ayo dadi NU sing temenan, Muhammadiyah sing temenan, LDII sing temenan” seperti itu celetukan Ustadz NU ini yang mengundang riuh tepuk tangan warga yang hadir.
 
Terlepas dari itu, Yuswadi sangat mendukung acarah mudakaroh yang digagas oleh MUI, yang mana menurutnya, acara tersebut menginspirasi PC LDII Waru untuk mengadakan halal bi halal dengan mengumpulkan ormas Islam se-Kecamatan Waru. "Dari sini kita bisa mendengar Curhat mereka dan saling mengingatkan. Kami berharap ini bisa dilakukan ditingkat kecamatan. Dengan begitu perpecahan umat Islam dapat dihindari sekecil mungkin," harapnya.

Acara halal bi halal yang berlangsung di Masjid Baiturrahim, Medaeng, Sidoarjo ini mendatangkan Ulama kondang NU, KH. Abdul Mutholib (Kyai Kerah Sakti) sebagai penceramah. Pengajian diikuti oleh sekitar 1000 orang warga LDII, NU dan Muhammadiyah. Mereka semua membaur dalam satu tempat tanpa membedakan golongan. (Vita/hav)
Kamis, 20 Juli 2017

LDII, NU, Muhammadiyah Gelar Halal bi Halal Bersama

KH. Abdul Mutholib (Kyai Kerah Sakti) Memberikan Ceramah di Pengajian Umum LDII

LDIISidoarjo.org - Menguatkan Ukhuwah Islamiyah untuk bersama membangun bangsa menjadi tema utama dalam pengajian Umum PC LDII Waru pada Selasa, (18/07/2017), di Masjid Baiturrahim, Medaeng, Sidoarjo. Kyai H. Abdul Mutholib ulama NU turut memberikan ceramah dalam acara yang dihadiri sekitar 1.000 orang yang berasal dari warga LDII, NU dan Muhammadiyah.

Abdul Mutholib, atau lebih tenar dengan sebutan Kyai Kerah Sakti Menyampaikan tentang pentingnya kerukunan antar sesama ormas Islam. "Baik NU, Muhammadiyah ataupun LDII itu sama-sama Islam, jadi harus rukun. Siapapun kyai-nya jika yang diomongkan benar dan tidak menyimpang dari ajaran Islam maka ayo diikuti," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua PC LDII Waru, H. Hotib Al Arish dalam sambutannya mengajak seluruh warga untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah dengan selalu menjaga kerukunan dan kekompakan. Senada dengan hal tersebut, Ustadz Ibrahim yang merupakan tokoh masyarakat NU di Medaeng menyampaikan bahwa esensi dari halal bihalal yang utama adalah menghapus kesalahan antar sesama dan saling tolong menolong dalam kebaikan.

Lebih lanjut Ustadz Ibrahim menyampaikan bahwa hubungan antara NU, LDII dan Muhammadiyah di wilayah Medaeng sangat harmonis. Dan berharap antar sesama ormas Islam selalu berusaha kompak menjaga kedaulatan NKRI. "Alhamdulillah selama ini hubungan kami dengan LDII dan Muhammadiyah di sini sangat harmonis. Bahkan kemarin saat kami sedang ada pembangunan masjid, kami diberi bantuan material besi oleh LDII," ungkapnya.


Disesi selanjutnya, Pengurus DPW LDII Jatim, H. Hasan Yuswadi, S.H. menyampaikan tentang asbabul urut diadakannya acara pengajian umum dan silaturahim antar ormas Islam di Kecamatan Waru. Menurut Yuswadi penyelenggaraan acara ini terinspirasi dari acara pertemuan ulama se-Jawa Timur yang diadakan MUI beberapa waktu yang lalu. "Saat mengikuti acara itu saya berpikir akan baik jika bisa mengumpulkan ormas-ormas Islam di Medaeng dalam satu acara," tuturnya.

Hasan juga menjelaskan bahwa  kondisi Bangsa Indonesia saat ini sudah sampai pada tingkat mengkhawatirkan. Banyak terjadi intrik dan isu - isu di masyarakat yang mengarah ke perpecahan. Untuk meredam hal ini dibutuhkan satu arahan yang mampu meraih semua golongan untuk menyeimbangkan kondisi Bangsa. Untuk hal inilah diharapkan para Ulama yang merupakan panutan dalam masyarakat, memberi satu komando positif untuk menciptakan suasana yang kondusif. 

Peran ormas Islam juga tak kalah penting dalam hal ini, mengingat Islam adalah agama mayoritas masyarakat Indonesia. Jika semua ormas Islam mampu bersatu serta meningkatkan Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathoniyah, maka kondisi Bangsa Indonesia akan menjadi lebih baik dan selalu kondusif. (Hav)
Senin, 17 Juli 2017

Komunikasi Sosial Danramil dengan PC LDII Tarik



LDIISidoarjo.org - Danramil Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Kapt. (Inf) Adi Sutrisno Mengunjungi Masjid Assyafiiyah yang terletak di Desa Kramat Temenggung, Kecamatan Tarik, Selasa, (13/06/2017). Kunjungan Danramil Tarik ini untuk mengikuti pengajian umum serta melakukan kegiatan komunikasi sosial dengan warga sekitar.
Acara ini diawali dengan sholat tarawih berjamaah. Setelah sholat tarawih, Adi Kurniawan selaku ketua PC LDII Kec Tarik memberikan pengarahan kepada warga LDII Kec Tarik. Dalam arahannya ketua mengatakan agar selalu menjaga kerukunan dan kekompakan antara warga LDII dengan sesama warga masyarakat. 

Adi juga sempat mengingatkan kepada pemuda-pemudi yang waktu itu hadir dengan memakai seragam berbendera merah putih disebelah kanan, agar pemuda-pemudi membentengi pemahaman agama ini yang kuat karena paham radikalisme yang sekarang ini banyak menyisir kaum muda. Adi sempat melontarkan pertanyaan kepada M. Ubay Witopo, SH yang merupakan ketua bidang pemuda dan olah-raga tentang arti bendera merah putih diseragamnya, Ubay menjawab bahwa bendera merah putih itu merupakan bentuk nasionalisme "KITA LDII, KITA PANCASILA, DAN KITA INDONESIA" Sebuah ungkapan penuh semangat yang dilontarkan ketua bidang pemuda dan olahraga PC LDII Tarik. 

Tidak ketinggalan Danramil Tarik Kapt (Inf) Adi Sutrisno mengingatkan agar menjaga NKRI "NKRI HARGA MATI". Danramil sangat mengapresiasi jawaban pemuda LDII yang menanamkan jiwa nasionalis sejak dini. Danramil juga mengingatkan agar selalu berhati-hati dengan orang baru, bukannya curiga tapi kehati-hatian agar selalu ditanamkan. 

"Perbedaan dalam sholat, atau beribadah yang lain tidak perlu diperuncing, ada yang sholat pakai celana, pakai sarung, pakai kunut, tidak memakai kunut," itulah arahan dari H. Budiono yang merupakan salah satu tokoh masyarakat. H. Budiono juga memberikan apresiasi atas kerukunan warga LDII dengan warga masyarkat selama ini. H. Budiono mengingatkan agar tidak melupakan jasa besar dari Ir. H. Khusnul Marom, alm yang menanamkan jiwa toleransi beragama kepada warga LDII, beliau juga termasuk tokoh masyarakat yang mempunyai kontribusi besar di Desa Kramat temenggung. 

Danramil datang ke Masjid Assyafiiyah didampingi oleh Pelda M. Syafi'i (BATITUUD), Serma Miarso (Babinsa Desa Kramattemenggung), Koptu Edi (Babinsa Mliriprowo), hadir pula H. Ismail (tomas), H. Khusman (tomas). Acara ini diakhiri dengan tanya jawab dengan warga LDII. (Ad)
Sabtu, 22 April 2017

LDII Jatim dan Rais Am PBNU Bahas Ekonomi Umat

LDII Sidoajo Jatim | Wakil Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Miftakhul Akhyar menerima silaturahim pengurus DPW LDII Jatim di komplek Pondok pesantren Miftahul Jannah, Kedung Tarukan Surabaya (19/4/17).

Dalam silaturahum tsb Amien Adhy, ketua DPW LDII Jatim menyampaikan bahwa antara LDII dan NU sudah terjalin hubungan dengan baik, agar hubungan baik tersebut terus terjalin maka perlu silaturahim LDII Jatim dengan pengurus NU yang ada di Jatim. Apa yang dilakukan DPW LDII Jatim ini sejalan dengan apa yang telah dilakukan DPP LDII dengan PBNU yang telah sepakat mengadakan MoU pada tahun 2012 di bidang dakwah, deradikalisasi, pendidikan, lingkungan hidup dan penanggulangan bencana, kedaulatan pangan, serta menjaga tegaknya NKRI.

Amien Adhy, ketua DPW LDII Jatim silaturahim dengan KH. Miftakhul Akhyar wakil Rais Am PBNU
Amien menjelaskan, sebelum pengurus LDII Jatim bersilaturahim, ulama dari NU, Muhammadiyah serta pengurus MUI juga sudah silaturahim ke Ponpes binaan LDII Wali Barokah Kediri, diantaranya adalah Wakil Bendahara PWNU Jawa Timur Ahsanul Haq, Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur Saad Ibrahim, Ketua MUI Yusnar Yusuf, Wakil Sekjen MUI Tengku Zulkarnain, dan beberapa ulama lainnya.

Santri dari binaan LDII yang ada di pondok pesantren Wali Barokah Kediri Jatim juga berkesempatan mendengarkan tausiyah dari beberapa tokoh maupun ulama yang hadir agar santri LDII Jatim maupun dari mana saja mendapatkan siraman rohani dari ulama-ulama nasional di Indonesia serta tokohnya.
Minggu, 16 April 2017

Buka Bazar Pemuda 2017, Ketua DPD LDII Sidoarjo Beri Apresiasi Positif

(Credit photo by: thio) - Ketua DPD LDII Sidoarjo, Ir.H. Roni Romandhawira, M.M

LDIISidoarjo.org - Ketua DPD LDII Sidoarjo Jatim, Ir. H. Roni Romandhawira M.M membuka bazar pemuda LDII Kabupaten sidoarjo yang dilaksanakan pada hari Minggu, (16/4/2017). Kegiatan ini berlangsung dihalaman ponpes Al - Barokah, Sruni, Gedangan - Sidoarjo.

Baca juga : Rais Am PBNU dan LDII Jatim Bahas Ekonomi Umat

Dalam sambutannya ketua DPD LDII Sidoarjo ini memberikan apresiasi positif terkait terselenggaranya bazar untuk kesekian kalinya ditahun ini. Bazar pemuda LDII Sidoarjo adalah agenda rutin 2 tahunan bidang kepemudaan dan olahraga DPD LDII Sidoarjo yang mengambil tema berbeda ditiap tahun penyelenggaraannya. Untuk tahun ini tema yang diambil adalah Pesona Nusantara, yang menghadirkan aneka makanan dan tampilan khas dari berbagai Propinsi di Indonesia.

Masih dalam sambutannya, H. Roni juga mengharapkan dengan adanya bazar ini bisa tercipta transaksi yang saling menguntungkan antara pembeli dan penjual. Sehingga dengan adanya hal tersebut bisa memacu meningkatnya semangat kemandirian pemuda LDII untuk menghadapi persaingan didunia usaha nantinya. Seyogyanya memang dalam bazar tahun ini para pemuda LDII yang berasal dari masing-masing PC LDII se-Kabupaten Sidoarjo ini dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyajikan dagangannya. Tantangan kuliner dan tampilan khas suatu propinsi yang harus disajikan tentu bukan perkara mudah untuk diwujudkan.

H. Roni juga mengapresiasi Pesona Nusantara yang diambil sebagai tema bazar. Diharapkan dengan adanya tema ini bisa mewujudkan dan meningkatkan lagi rasa cinta Indonesia dalam tiap diri para peserta dan pengunjung bazar sebagai masyarakat Indonesia. Karena mencintai kuliner dan budaya Nusantara merupakan salah satu pondasi dasar untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Negara tercinta kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia. (hav)

Bazar Pemuda LDII Pesona Nusantara

(Credit photo by: ulfa) - Selamat Datang di Bazar Pemuda LDII Sidoarjo 2017

LDIISidoarjo.org - Era Globalisasi menimbulkan pengaruh yang cukup besar ditiap-tiap Negara, khususnya di Negara berkembang seperti Indonesia. Mulai dari tekhnologi yang berkembang pesat hingga budaya yang bisa masuk dengan mudah. Tak terkecuali dengan Indonesia, tidak sedikit budaya luar atau budaya Barat yang masuk ke Indonesia. Tidak jarang pula masyarakat Indonesia yang lebih memilih budaya Barat daripada budaya Indonesia sendiri karena budaya Barat dinilai lebih modern daripada budaya lokal.

Alhasil banyak masyarakat Indonesia yang mengaplikasikan budaya barat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dikalangan remaja. Mulai dari tata krama , cara berpakaian hingga berbagai jenis makanan yang dikonsumsi. Tentu akan menjadi sesuatu yang tidak baik jika hal tersebut terlalu berlebihan hingga melupakan budaya lokal yang merupakan ciri khas negara tercinta kita Indonesia
Tema "Pesona Nusantara" yang diangkat dalam bazar pemuda LDII Sidoarjo 2017 bertujuan untuk membangun rasa cinta Indonesia lewat cara yang sederhana. Selain itu dipilihnya tema Pesona Nusantara ini bertujuan agar generasi muda penerus bangsa lebih mengetahui kebudayaan Indonesia.

Para generasi muda penerus bangsa perlu diberi bekal agar dapat menumbuhkembangkan  dan meningkatkan rasa nasionalisme serta rasa cinta tanah air yang mulai terkikis dengan budaya barat yang tidak sesuai dengan budaya tanah air Indonesia. Maka dari itu,  lewat bazar pemuda LDII yang diadakan pada hari Minggu, (16/4/2017) ini diharapkan mampu membangun dan mengembangkan wawasan Nusantara para peserta dan pengunjung bazar.

Halaman Ponpes Al-Barokah, Sruni, Gedangan - Sidoarjo yang menjadi tempat diselenggarakannya acara tampak warna-warni dengan hiasan berbagai macam adat budaya Indonesia. Ini bisa terjadi karena tema yang dipilih pada setiap stand berbeda, sesuai dengan  propinsi-propinsi yang ada diluar Pulau Jawa. Nah, pertanyaan yang muncul adalah kenapa harus diluar Pulau Jawa?

Dipilihnya Propinsi-propinsi di luar Pulau Jawa sebagai tema setiap stand bazar bertujuan agar para peserta dan pengunjung sebagai masyarakat Indonesia yang menetap di Pulau Jawa tahu dan tidak terpaku hanya pada satu pulau saja. Juga diharapakan agar lebih mengenal budaya Indonesia secara keseluruhan khususnya budaya yang berada di luar Pulau Jawa seperti Sumatra, kalimantan, Papua, dan lain-lain.

Bazar pemuda LDII Sidoarjo adalah agenda rutin 2 tahunan bidang kepemudaan dan olahraga DPD LDII Sidoarjo yang mengambil tema berbeda ditiap tahun penyelenggaraannya. Pengambilan tema Pesona Nusantara pada tahun ini merupakan suatu upaya dari para pemuda LDII untuk menyebarkan rasa cinta Indonesia kepada masyarakat luas. Karena tanpa mencintai Indonesia tentu akan kesulitan untuk mewujudkan jiwa Nasionalisme dan rasa memiliki Negara tercinta, Negara Kesatuan Republik Indonesia.


“Di zaman modern ini diharapkan para pemuda memiliki jiwa nasionalisme dan tidak cenderung pada budaya barat”, Ungkap Nur Hidayat, S.H selaku ketua pelaksana Bazar Pemuda LDII Kabupaten Sidoarjo 2017. (Masyani/hav)
Sabtu, 01 April 2017

Cara LDII Menciptakan Kerukunan Antar Sesama


Sapu lidi itu bisa berfungsi untuk membersihkan kotoran ketika lidi-lidinya diikat menjadi satu, kenapa? Karena ikatan itu menguatkan lidi-lidi tersebut menjadi satu bagian, itulah kekuatan kebersamaan.

Dari masing-masing individu yang berdiri sendiri akan menciptakan kekuatan yang besar ketika mereka bersatu. Kebersamaan itu indah, persatuan itu kuat. Tak mudah memang karena terdapat perbedaan yang kadang menjadi penghalang, maka disinilah peran tenggang rasa. Pengertian terhadap sesama akan membuat suatu perbedaan justru menjadi sebuah kekuatan dalam kebersamaan.

Baca juga : Rais Am PBNU dan LDII Jatim Bahas Ekonomi Umat

LDII sebagai lembaga dakwah memiliki kiat dan cara untuk dapat mewujudkan kerukunan antar sesama. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa kerukunan adalah salah satu pondasi penting untuk menciptakan lingkungan yang selalu aman, tentram dan damai.


Ciptakan Kerukunan


Menciptakan kerukunan berarti membuat suasana selalu kondusif dengan sesama, caranya :

• pertama,
berbicara yang baik.
Selalu melihat papan, empan, adepan (tempat, bahan pembicaraan , lawan bicara). Cara berbicara di pasar tentu berbeda dengan di masjid, kita koreksi dulu topik apa yang ingin di bicarakan apakah sesuai dengan keadaan.

Dan juga lihat siapa yang di ajak bicara. Bicara dengan anak kecil tentu berbeda caranya dengan bicara pada orang dewasa atau orangtua.

• Kedua,
jujur dan amanat (bisa di percaya).
Orang jujur belum tentu bisa amanat tapi orang amanat pasti jujur. Kok bisa?
Coba kita lihat, si Acong di titipi uang Rp 100.000 oleh ibunya untuk diberikan ke pamannya. Ditengah perjalanan ke rumah pamannya Acong merasa haus, berhubung dia tidak punya uang sama sekali akhirnya dia berinisiatif memakai uang titipan ibunnya untuk membeli minuman. Sesampai di rumah pamannya dia memberikan uang titipan tadi sambil bercerita apa adanya ke pamannya dan minta maaf karena memakai sebagian uang tersebut tanpa ijin dulu karena kepepet. Si Acong jujur bukan? Tapi dia tidak bisa amanat karena uang yang dititipkan ibunya berkurang ketika sampai ke pamannya.

• Ketiga,
Sabar keporo ngalah (rebutan ngalah) .
Orang yang ngalah bukan berati kalah, justru dialah pemenang sebenarnya. Karena dia yang bisa memahami dan menguasai keadaan. Dia yang lebih sadar tentang arti kekuatan kebersamaan. Bukankah Alloh telah bersabda bahwa  sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar.

• Keempat,
Tidak membuat kerusakan.
Ini juga penting. Jangan memancing masalah karena itu akan menimbulkan efek yang tidak baik kepada sesama. Serta kita juga berusaha menjaga sesama agar kebersamaan yang ada tetap terjaga.

• Terakhir,
Saling memperhatikan dan menjaga perasaan.
Setiap orang butuh perhatian, pun juga dengan kebersamaan. Kita harus saling bisa memahami karakter dan sifat rekan-rekan sesama kita sehingga kita tahu dan bisa berhati-hati dalam setiap ucapan dan sikap kita ketika bergaul dengannya.

Jika kelima hal diatas bisa kita lakukan dan kita pelihara dengan baik, maka kerukunan dan
kebersamaan akan tercipta dengan indah. Segala sifat negatif akan terkalahkan dengan sendirinya sehinga tercipta sebuah persatuan yang kuat. (hav)
Kamis, 30 Maret 2017

Pengurus LDII Jadi Pengurus PWI Provinsi Jatim

Pelantikan pengurus PWI Jawa Timur masa bhakti 2016-2021
LDII SIDOARJO | Pengurus Bagian KIM (Komunikasi Informasi Media) DPD LDII Kabupaten Sidoarjo, Drs. Koesmoko dilantik menjadi Pengurus PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Provinsi Jawa Timur Seksi Wartawan Pariwisata masa bakti 2016-2021.

Koesmoko yang merupakan editor/redaktur di anak perusahaan Jawa Pos Group ini juga sudah lulus UKW (Uji Kompetensi Wartawan) tingkat Utama atau sebagai pemegang Sertifikat Wartawan Utama dari Dewan Pers tahun 2012. Pernah menjadi narasumber Pelatihan Jurnalistik di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Agama (Kemenag) Kanwil Provinsi Jawa Timur.

Pelantikan Pengurus PWI Provinsi Jawa Timur masa bakti 2016-2021 dilakukan oleh Ketua PWI Pusat Drs. H. Margiono di gedung negara Grahadi Surabaya, Rabu (29/3/2017). Pengurus yang dilantik di antaranya: Ketua Drs. H. Ahmad Munir; Sekretaris Drs. Eko Pamuji; Bendahara Drs. Abu Bakar Yarbo; serta para pengurus Dewan Kehormatan; Seksi-Seksi; Dewan Pakar; dan Tim Pembela Wartawan.
Sabtu, 18 Maret 2017

Imawan Mashuri: Langkah Cerdas LDII Adakan DIklat Jurnalistik

LDII Sidoarjo | Komisaris Jawa Pos Grup Imawan Mashuri menaruh harapan besar pada LDII pada pelaksanaan dakwah, karena itu adalah pekerjaaan yang sering dilupakan, hal ini dikatakan pada saat mengisi Wokhsop Jurnalistik yang diadakan Biro Komunikasi Informasi dan Media DPW LDII Jawa TImur di Aula LDII Jl. Gayungan VII No. 11 Surabaya (18/3/17).

Imawan menambahkan, diklat jurnalistik yang dilakukan LDII ini adalah langkah cerdas, banjiri informasi positif untuk imbangi beredarnya informasi yang beredar di masyarakat dengan dakwah lewat internet,  berita yang diterima masyarakat saat ini sebagian besar berita yang kurang baik.

Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan ketua DPW LDII Jawa Timur Amien Adhy saat membuka acara, dengan banyak memunculkan berita yang postif maka bisa menggeser berita yang menjelekkan LDII,. Wokshop Jurnalistik ini juga untuk mengoptimalkan peran komunikasi, informasi dan media.

Setelah berakhirnya wokshop jurnalistik akan dilanjutkan dengan jambore jurnalistik serta menjalin hubungan dengan Jawa Pos dan majalah Nurani, kata Amien.

Wokshop Jurnalistik DPW LDII Jatim diikuti 76 peserta dari kabupaten kota se Jawa Timur dengan menghadirkan pemateri Ludhy Cahyana dari DPP LDII serta Ali Mustika dari DPW LDII Jawa Timur. (Y)


Pembaca juga membaca: Pengurus LDII jadi Pengurus PWI Provinsi Jatim
Minggu, 22 Januari 2017

Launching Aplikasi Monev dan ldiijatim.tv DPW LDII Jawa Timur



LDIISidoarjo.org - Sebagai salah satu ormas keagamaan di Indonesia, LDII selalu melakukan peningkatan dalam monitoring dan evaluasi  kinerja  organisasi. LDII baru-baru ini mengusung peran organisasi dalam hal paperless yang dicanangkan saat munas VIII LDII akhir tahun lalu. Menindaklanjuti hal tersebut, DPW LDII Jawa Timur dalam Konsolidasi Organisasi yang dilaksanakan pada hari minggu, (22/01/17) melaunching aplikasi monev untuk peningkatan kinerja organisasi dalam monitoring kegiatan DPD, PC dan PAC se-Jawa Timur.  Sehingga laporan kegiatan di tiap tingkatan tidak memakai kertas lagi, laporan kegiatan sudah bisa dicek melalui aplikasi tersebut. Selain melaunching aplikasi tersebut, DPW LDII jatim juga melaunching ldiijatim.tv untuk menyiarkan kegiatan DPW LDII secara live streaming.

Konsolidasi organisasi ini mengangkat materi  UU No. 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Organisasi kemasyarakatan adalah organisasi yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, dan tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bedasarkan Pancasila.  Kewajiban ormas salah satunya adalah menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan NKRI, melaksanakan kegiatan sesuai tujuan organisasi, memelihara nilai-nilai agama, budaya, moral, etika dan norma.
Selasa, 10 Januari 2017

Ipda Suwighyo : " Ulama Dan Polisi Harus Bersinergi Membina Umat"

LDIISidoarjo.org - Mengawali pertemuan di kantor Polsek Tarik pada hari Senin, (9/1) Ipda H. Suwighyo (mewakili Kapolsek Tarik) mengatakan bahwa ulama dan Kepolisian harus bersinergi dalam rangka membangun umat agar tidak sampai terjebak dalam pemahaman radikalisme yang ujungnya akan melakukan tindakan-tindakan teror yang sangat meresahkan.

Senada dengan itu ketua PC LDII Kec Tarik Adi Kurniawan mengatakan bahwa LDII berusaha keras agar warganya tidak terpengaruh dengan paham radikalisme, dengan mengadakan pengajian yang bersifat intensif dan berkesinambungan.

Warga LDII terus diingatkan akan arti pentingnya tunduk dan patuh kepada pemerintahan yang sah berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta berbudi yang luhur. Ipda Suwighyo yang didampingi Aiptu Janat juga menyinggung kemerosotan moral dikalangan pemuda diantaranya melunturnya rasa hormat kepada orang tua.
Senin, 02 Januari 2017

Pengajian Akhir Tahun Remaja Masjid PC LDII Taman

LDII SIDOARJO | Di penghujung pergantian tahun baru, umumnya ramai orang asyik berkumpul untuk menunggu detik-detik pergantian tahun.  Menunggu pergantian tahun itu biasanya disambut dengan perayaan mulai pesta kembang api, tiup terompet, trek-trekan di jalan, bahkan banyak diberitakan perayaan pergantian malam tahun baru disambut dengan pesta seks, narkoba, dan kegiatan negatif lainnya.

Sebagai langkah antisipatif untuk mencegah kegiatan negatif yang dilakukan oleh generasi muda, Lembaga Dakwah Islam Indonesia sebagai lembaga dakwah yang lebih mengedepankan dakwah bil-haal (dakwah dengan memberikan contoh yang baik) melalui DPP LDII telah menginstruksikan gerakan ngaji akhir tahun sebagai bentuk pengalihan untuk membina para generasi muda dari hal-hal negatif tersebut.

Sebagai tindak lanjut instruksi DPP tersebut, PC LDII Taman mengadakan pengajian akhir tahun yang diadakan di halaman masjid Baitul manshurin Tawangsari, yang dihadiri semua warga LDII se kecamatan Taman dan Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat setempat.

Lewat Halal bi Halal, LDII Ajak Umat Islam Bersatu


LDIISidoarjo.org - Melihat persatuan bangsa yang terancam, dengan adanya umat Islam yang saling diadu membuat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) merasa prihatin. Oleh karena itu, dalam acara halal bi halal dan pengajian umum PC LDII Waru yang diadakan Selasa,(18/7/2017), LDII Mengajak NU dan Muhammadiyah  untuk bersama meredam kondisi ini.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPW LDII Jatim, H. Hasan Yuswadi, S.H, jika LDII sering dituduh sebagai Islam dengam faham agama yang salah dan eksklusif. Padahal kenyataannya LDII telah diakui oleh MUI dan tidak termasuk dalam 10 kriteria aliras sesat yang telah diterbitkan oleh MUI. Begitu juga dengan rumor - rumor tidak masuk akal yang sering dikaitkan dengan LDII. Seperti rumor masjid akan dipel jika ada orang luar LDII yang sholat di masjid LDII, padahal hal-hal tersebut tidak benar dan tidak pernah ditabayunkan dulu kepada LDII.

"Karenanya, dengan adanya halal bi halal ini, kami akan menunjukkan ke masyarakat jika tuduhan itu tidak benar, dan LDII sangat menghormati organisasi Islam lainnya, termasuk NU dan Muhammadiyah. Juga soal tuduhan jika orang selain LDII sholat dimasjid LDII disiram air dan tidak mau berjabat tangan, saya jlentrehkan semua disana, dan mereka memahami semuanya." Tegas Yuswadi.

Sepaham dengan pernyataan Yuswadi, Tokoh Nadhatul Ulama (NU), Ustadz Ibrahim mengatakan bahwa saat ini bukan lagi saatnya memperdebatkan dimana tempat sholatmu, golongan apa kamu, namun saatnya bersatu memerangi terorisme yang kini marak dikaitkan dengan orang islam. "Ayo dadi NU sing temenan, Muhammadiyah sing temenan, LDII sing temenan” seperti itu celetukan Ustadz NU ini yang mengundang riuh tepuk tangan warga yang hadir.
 
Terlepas dari itu, Yuswadi sangat mendukung acarah mudakaroh yang digagas oleh MUI, yang mana menurutnya, acara tersebut menginspirasi PC LDII Waru untuk mengadakan halal bi halal dengan mengumpulkan ormas Islam se-Kecamatan Waru. "Dari sini kita bisa mendengar Curhat mereka dan saling mengingatkan. Kami berharap ini bisa dilakukan ditingkat kecamatan. Dengan begitu perpecahan umat Islam dapat dihindari sekecil mungkin," harapnya.

Acara halal bi halal yang berlangsung di Masjid Baiturrahim, Medaeng, Sidoarjo ini mendatangkan Ulama kondang NU, KH. Abdul Mutholib (Kyai Kerah Sakti) sebagai penceramah. Pengajian diikuti oleh sekitar 1000 orang warga LDII, NU dan Muhammadiyah. Mereka semua membaur dalam satu tempat tanpa membedakan golongan. (Vita/hav)

LDII, NU, Muhammadiyah Gelar Halal bi Halal Bersama

KH. Abdul Mutholib (Kyai Kerah Sakti) Memberikan Ceramah di Pengajian Umum LDII

LDIISidoarjo.org - Menguatkan Ukhuwah Islamiyah untuk bersama membangun bangsa menjadi tema utama dalam pengajian Umum PC LDII Waru pada Selasa, (18/07/2017), di Masjid Baiturrahim, Medaeng, Sidoarjo. Kyai H. Abdul Mutholib ulama NU turut memberikan ceramah dalam acara yang dihadiri sekitar 1.000 orang yang berasal dari warga LDII, NU dan Muhammadiyah.

Abdul Mutholib, atau lebih tenar dengan sebutan Kyai Kerah Sakti Menyampaikan tentang pentingnya kerukunan antar sesama ormas Islam. "Baik NU, Muhammadiyah ataupun LDII itu sama-sama Islam, jadi harus rukun. Siapapun kyai-nya jika yang diomongkan benar dan tidak menyimpang dari ajaran Islam maka ayo diikuti," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua PC LDII Waru, H. Hotib Al Arish dalam sambutannya mengajak seluruh warga untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah dengan selalu menjaga kerukunan dan kekompakan. Senada dengan hal tersebut, Ustadz Ibrahim yang merupakan tokoh masyarakat NU di Medaeng menyampaikan bahwa esensi dari halal bihalal yang utama adalah menghapus kesalahan antar sesama dan saling tolong menolong dalam kebaikan.

Lebih lanjut Ustadz Ibrahim menyampaikan bahwa hubungan antara NU, LDII dan Muhammadiyah di wilayah Medaeng sangat harmonis. Dan berharap antar sesama ormas Islam selalu berusaha kompak menjaga kedaulatan NKRI. "Alhamdulillah selama ini hubungan kami dengan LDII dan Muhammadiyah di sini sangat harmonis. Bahkan kemarin saat kami sedang ada pembangunan masjid, kami diberi bantuan material besi oleh LDII," ungkapnya.


Disesi selanjutnya, Pengurus DPW LDII Jatim, H. Hasan Yuswadi, S.H. menyampaikan tentang asbabul urut diadakannya acara pengajian umum dan silaturahim antar ormas Islam di Kecamatan Waru. Menurut Yuswadi penyelenggaraan acara ini terinspirasi dari acara pertemuan ulama se-Jawa Timur yang diadakan MUI beberapa waktu yang lalu. "Saat mengikuti acara itu saya berpikir akan baik jika bisa mengumpulkan ormas-ormas Islam di Medaeng dalam satu acara," tuturnya.

Hasan juga menjelaskan bahwa  kondisi Bangsa Indonesia saat ini sudah sampai pada tingkat mengkhawatirkan. Banyak terjadi intrik dan isu - isu di masyarakat yang mengarah ke perpecahan. Untuk meredam hal ini dibutuhkan satu arahan yang mampu meraih semua golongan untuk menyeimbangkan kondisi Bangsa. Untuk hal inilah diharapkan para Ulama yang merupakan panutan dalam masyarakat, memberi satu komando positif untuk menciptakan suasana yang kondusif. 

Peran ormas Islam juga tak kalah penting dalam hal ini, mengingat Islam adalah agama mayoritas masyarakat Indonesia. Jika semua ormas Islam mampu bersatu serta meningkatkan Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathoniyah, maka kondisi Bangsa Indonesia akan menjadi lebih baik dan selalu kondusif. (Hav)

Komunikasi Sosial Danramil dengan PC LDII Tarik



LDIISidoarjo.org - Danramil Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Kapt. (Inf) Adi Sutrisno Mengunjungi Masjid Assyafiiyah yang terletak di Desa Kramat Temenggung, Kecamatan Tarik, Selasa, (13/06/2017). Kunjungan Danramil Tarik ini untuk mengikuti pengajian umum serta melakukan kegiatan komunikasi sosial dengan warga sekitar.
Acara ini diawali dengan sholat tarawih berjamaah. Setelah sholat tarawih, Adi Kurniawan selaku ketua PC LDII Kec Tarik memberikan pengarahan kepada warga LDII Kec Tarik. Dalam arahannya ketua mengatakan agar selalu menjaga kerukunan dan kekompakan antara warga LDII dengan sesama warga masyarakat. 

Adi juga sempat mengingatkan kepada pemuda-pemudi yang waktu itu hadir dengan memakai seragam berbendera merah putih disebelah kanan, agar pemuda-pemudi membentengi pemahaman agama ini yang kuat karena paham radikalisme yang sekarang ini banyak menyisir kaum muda. Adi sempat melontarkan pertanyaan kepada M. Ubay Witopo, SH yang merupakan ketua bidang pemuda dan olah-raga tentang arti bendera merah putih diseragamnya, Ubay menjawab bahwa bendera merah putih itu merupakan bentuk nasionalisme "KITA LDII, KITA PANCASILA, DAN KITA INDONESIA" Sebuah ungkapan penuh semangat yang dilontarkan ketua bidang pemuda dan olahraga PC LDII Tarik. 

Tidak ketinggalan Danramil Tarik Kapt (Inf) Adi Sutrisno mengingatkan agar menjaga NKRI "NKRI HARGA MATI". Danramil sangat mengapresiasi jawaban pemuda LDII yang menanamkan jiwa nasionalis sejak dini. Danramil juga mengingatkan agar selalu berhati-hati dengan orang baru, bukannya curiga tapi kehati-hatian agar selalu ditanamkan. 

"Perbedaan dalam sholat, atau beribadah yang lain tidak perlu diperuncing, ada yang sholat pakai celana, pakai sarung, pakai kunut, tidak memakai kunut," itulah arahan dari H. Budiono yang merupakan salah satu tokoh masyarakat. H. Budiono juga memberikan apresiasi atas kerukunan warga LDII dengan warga masyarkat selama ini. H. Budiono mengingatkan agar tidak melupakan jasa besar dari Ir. H. Khusnul Marom, alm yang menanamkan jiwa toleransi beragama kepada warga LDII, beliau juga termasuk tokoh masyarakat yang mempunyai kontribusi besar di Desa Kramat temenggung. 

Danramil datang ke Masjid Assyafiiyah didampingi oleh Pelda M. Syafi'i (BATITUUD), Serma Miarso (Babinsa Desa Kramattemenggung), Koptu Edi (Babinsa Mliriprowo), hadir pula H. Ismail (tomas), H. Khusman (tomas). Acara ini diakhiri dengan tanya jawab dengan warga LDII. (Ad)

LDII Jatim dan Rais Am PBNU Bahas Ekonomi Umat

LDII Sidoajo Jatim | Wakil Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Miftakhul Akhyar menerima silaturahim pengurus DPW LDII Jatim di komplek Pondok pesantren Miftahul Jannah, Kedung Tarukan Surabaya (19/4/17).

Dalam silaturahum tsb Amien Adhy, ketua DPW LDII Jatim menyampaikan bahwa antara LDII dan NU sudah terjalin hubungan dengan baik, agar hubungan baik tersebut terus terjalin maka perlu silaturahim LDII Jatim dengan pengurus NU yang ada di Jatim. Apa yang dilakukan DPW LDII Jatim ini sejalan dengan apa yang telah dilakukan DPP LDII dengan PBNU yang telah sepakat mengadakan MoU pada tahun 2012 di bidang dakwah, deradikalisasi, pendidikan, lingkungan hidup dan penanggulangan bencana, kedaulatan pangan, serta menjaga tegaknya NKRI.

Amien Adhy, ketua DPW LDII Jatim silaturahim dengan KH. Miftakhul Akhyar wakil Rais Am PBNU
Amien menjelaskan, sebelum pengurus LDII Jatim bersilaturahim, ulama dari NU, Muhammadiyah serta pengurus MUI juga sudah silaturahim ke Ponpes binaan LDII Wali Barokah Kediri, diantaranya adalah Wakil Bendahara PWNU Jawa Timur Ahsanul Haq, Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur Saad Ibrahim, Ketua MUI Yusnar Yusuf, Wakil Sekjen MUI Tengku Zulkarnain, dan beberapa ulama lainnya.

Santri dari binaan LDII yang ada di pondok pesantren Wali Barokah Kediri Jatim juga berkesempatan mendengarkan tausiyah dari beberapa tokoh maupun ulama yang hadir agar santri LDII Jatim maupun dari mana saja mendapatkan siraman rohani dari ulama-ulama nasional di Indonesia serta tokohnya.

Buka Bazar Pemuda 2017, Ketua DPD LDII Sidoarjo Beri Apresiasi Positif

(Credit photo by: thio) - Ketua DPD LDII Sidoarjo, Ir.H. Roni Romandhawira, M.M

LDIISidoarjo.org - Ketua DPD LDII Sidoarjo Jatim, Ir. H. Roni Romandhawira M.M membuka bazar pemuda LDII Kabupaten sidoarjo yang dilaksanakan pada hari Minggu, (16/4/2017). Kegiatan ini berlangsung dihalaman ponpes Al - Barokah, Sruni, Gedangan - Sidoarjo.

Baca juga : Rais Am PBNU dan LDII Jatim Bahas Ekonomi Umat

Dalam sambutannya ketua DPD LDII Sidoarjo ini memberikan apresiasi positif terkait terselenggaranya bazar untuk kesekian kalinya ditahun ini. Bazar pemuda LDII Sidoarjo adalah agenda rutin 2 tahunan bidang kepemudaan dan olahraga DPD LDII Sidoarjo yang mengambil tema berbeda ditiap tahun penyelenggaraannya. Untuk tahun ini tema yang diambil adalah Pesona Nusantara, yang menghadirkan aneka makanan dan tampilan khas dari berbagai Propinsi di Indonesia.

Masih dalam sambutannya, H. Roni juga mengharapkan dengan adanya bazar ini bisa tercipta transaksi yang saling menguntungkan antara pembeli dan penjual. Sehingga dengan adanya hal tersebut bisa memacu meningkatnya semangat kemandirian pemuda LDII untuk menghadapi persaingan didunia usaha nantinya. Seyogyanya memang dalam bazar tahun ini para pemuda LDII yang berasal dari masing-masing PC LDII se-Kabupaten Sidoarjo ini dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyajikan dagangannya. Tantangan kuliner dan tampilan khas suatu propinsi yang harus disajikan tentu bukan perkara mudah untuk diwujudkan.

H. Roni juga mengapresiasi Pesona Nusantara yang diambil sebagai tema bazar. Diharapkan dengan adanya tema ini bisa mewujudkan dan meningkatkan lagi rasa cinta Indonesia dalam tiap diri para peserta dan pengunjung bazar sebagai masyarakat Indonesia. Karena mencintai kuliner dan budaya Nusantara merupakan salah satu pondasi dasar untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Negara tercinta kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia. (hav)

Bazar Pemuda LDII Pesona Nusantara

(Credit photo by: ulfa) - Selamat Datang di Bazar Pemuda LDII Sidoarjo 2017

LDIISidoarjo.org - Era Globalisasi menimbulkan pengaruh yang cukup besar ditiap-tiap Negara, khususnya di Negara berkembang seperti Indonesia. Mulai dari tekhnologi yang berkembang pesat hingga budaya yang bisa masuk dengan mudah. Tak terkecuali dengan Indonesia, tidak sedikit budaya luar atau budaya Barat yang masuk ke Indonesia. Tidak jarang pula masyarakat Indonesia yang lebih memilih budaya Barat daripada budaya Indonesia sendiri karena budaya Barat dinilai lebih modern daripada budaya lokal.

Alhasil banyak masyarakat Indonesia yang mengaplikasikan budaya barat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dikalangan remaja. Mulai dari tata krama , cara berpakaian hingga berbagai jenis makanan yang dikonsumsi. Tentu akan menjadi sesuatu yang tidak baik jika hal tersebut terlalu berlebihan hingga melupakan budaya lokal yang merupakan ciri khas negara tercinta kita Indonesia
Tema "Pesona Nusantara" yang diangkat dalam bazar pemuda LDII Sidoarjo 2017 bertujuan untuk membangun rasa cinta Indonesia lewat cara yang sederhana. Selain itu dipilihnya tema Pesona Nusantara ini bertujuan agar generasi muda penerus bangsa lebih mengetahui kebudayaan Indonesia.

Para generasi muda penerus bangsa perlu diberi bekal agar dapat menumbuhkembangkan  dan meningkatkan rasa nasionalisme serta rasa cinta tanah air yang mulai terkikis dengan budaya barat yang tidak sesuai dengan budaya tanah air Indonesia. Maka dari itu,  lewat bazar pemuda LDII yang diadakan pada hari Minggu, (16/4/2017) ini diharapkan mampu membangun dan mengembangkan wawasan Nusantara para peserta dan pengunjung bazar.

Halaman Ponpes Al-Barokah, Sruni, Gedangan - Sidoarjo yang menjadi tempat diselenggarakannya acara tampak warna-warni dengan hiasan berbagai macam adat budaya Indonesia. Ini bisa terjadi karena tema yang dipilih pada setiap stand berbeda, sesuai dengan  propinsi-propinsi yang ada diluar Pulau Jawa. Nah, pertanyaan yang muncul adalah kenapa harus diluar Pulau Jawa?

Dipilihnya Propinsi-propinsi di luar Pulau Jawa sebagai tema setiap stand bazar bertujuan agar para peserta dan pengunjung sebagai masyarakat Indonesia yang menetap di Pulau Jawa tahu dan tidak terpaku hanya pada satu pulau saja. Juga diharapakan agar lebih mengenal budaya Indonesia secara keseluruhan khususnya budaya yang berada di luar Pulau Jawa seperti Sumatra, kalimantan, Papua, dan lain-lain.

Bazar pemuda LDII Sidoarjo adalah agenda rutin 2 tahunan bidang kepemudaan dan olahraga DPD LDII Sidoarjo yang mengambil tema berbeda ditiap tahun penyelenggaraannya. Pengambilan tema Pesona Nusantara pada tahun ini merupakan suatu upaya dari para pemuda LDII untuk menyebarkan rasa cinta Indonesia kepada masyarakat luas. Karena tanpa mencintai Indonesia tentu akan kesulitan untuk mewujudkan jiwa Nasionalisme dan rasa memiliki Negara tercinta, Negara Kesatuan Republik Indonesia.


“Di zaman modern ini diharapkan para pemuda memiliki jiwa nasionalisme dan tidak cenderung pada budaya barat”, Ungkap Nur Hidayat, S.H selaku ketua pelaksana Bazar Pemuda LDII Kabupaten Sidoarjo 2017. (Masyani/hav)

Cara LDII Menciptakan Kerukunan Antar Sesama


Sapu lidi itu bisa berfungsi untuk membersihkan kotoran ketika lidi-lidinya diikat menjadi satu, kenapa? Karena ikatan itu menguatkan lidi-lidi tersebut menjadi satu bagian, itulah kekuatan kebersamaan.

Dari masing-masing individu yang berdiri sendiri akan menciptakan kekuatan yang besar ketika mereka bersatu. Kebersamaan itu indah, persatuan itu kuat. Tak mudah memang karena terdapat perbedaan yang kadang menjadi penghalang, maka disinilah peran tenggang rasa. Pengertian terhadap sesama akan membuat suatu perbedaan justru menjadi sebuah kekuatan dalam kebersamaan.

Baca juga : Rais Am PBNU dan LDII Jatim Bahas Ekonomi Umat

LDII sebagai lembaga dakwah memiliki kiat dan cara untuk dapat mewujudkan kerukunan antar sesama. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa kerukunan adalah salah satu pondasi penting untuk menciptakan lingkungan yang selalu aman, tentram dan damai.


Ciptakan Kerukunan


Menciptakan kerukunan berarti membuat suasana selalu kondusif dengan sesama, caranya :

• pertama,
berbicara yang baik.
Selalu melihat papan, empan, adepan (tempat, bahan pembicaraan , lawan bicara). Cara berbicara di pasar tentu berbeda dengan di masjid, kita koreksi dulu topik apa yang ingin di bicarakan apakah sesuai dengan keadaan.

Dan juga lihat siapa yang di ajak bicara. Bicara dengan anak kecil tentu berbeda caranya dengan bicara pada orang dewasa atau orangtua.

• Kedua,
jujur dan amanat (bisa di percaya).
Orang jujur belum tentu bisa amanat tapi orang amanat pasti jujur. Kok bisa?
Coba kita lihat, si Acong di titipi uang Rp 100.000 oleh ibunya untuk diberikan ke pamannya. Ditengah perjalanan ke rumah pamannya Acong merasa haus, berhubung dia tidak punya uang sama sekali akhirnya dia berinisiatif memakai uang titipan ibunnya untuk membeli minuman. Sesampai di rumah pamannya dia memberikan uang titipan tadi sambil bercerita apa adanya ke pamannya dan minta maaf karena memakai sebagian uang tersebut tanpa ijin dulu karena kepepet. Si Acong jujur bukan? Tapi dia tidak bisa amanat karena uang yang dititipkan ibunya berkurang ketika sampai ke pamannya.

• Ketiga,
Sabar keporo ngalah (rebutan ngalah) .
Orang yang ngalah bukan berati kalah, justru dialah pemenang sebenarnya. Karena dia yang bisa memahami dan menguasai keadaan. Dia yang lebih sadar tentang arti kekuatan kebersamaan. Bukankah Alloh telah bersabda bahwa  sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar.

• Keempat,
Tidak membuat kerusakan.
Ini juga penting. Jangan memancing masalah karena itu akan menimbulkan efek yang tidak baik kepada sesama. Serta kita juga berusaha menjaga sesama agar kebersamaan yang ada tetap terjaga.

• Terakhir,
Saling memperhatikan dan menjaga perasaan.
Setiap orang butuh perhatian, pun juga dengan kebersamaan. Kita harus saling bisa memahami karakter dan sifat rekan-rekan sesama kita sehingga kita tahu dan bisa berhati-hati dalam setiap ucapan dan sikap kita ketika bergaul dengannya.

Jika kelima hal diatas bisa kita lakukan dan kita pelihara dengan baik, maka kerukunan dan
kebersamaan akan tercipta dengan indah. Segala sifat negatif akan terkalahkan dengan sendirinya sehinga tercipta sebuah persatuan yang kuat. (hav)

Pengurus LDII Jadi Pengurus PWI Provinsi Jatim

Pelantikan pengurus PWI Jawa Timur masa bhakti 2016-2021
LDII SIDOARJO | Pengurus Bagian KIM (Komunikasi Informasi Media) DPD LDII Kabupaten Sidoarjo, Drs. Koesmoko dilantik menjadi Pengurus PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Provinsi Jawa Timur Seksi Wartawan Pariwisata masa bakti 2016-2021.

Koesmoko yang merupakan editor/redaktur di anak perusahaan Jawa Pos Group ini juga sudah lulus UKW (Uji Kompetensi Wartawan) tingkat Utama atau sebagai pemegang Sertifikat Wartawan Utama dari Dewan Pers tahun 2012. Pernah menjadi narasumber Pelatihan Jurnalistik di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Agama (Kemenag) Kanwil Provinsi Jawa Timur.

Pelantikan Pengurus PWI Provinsi Jawa Timur masa bakti 2016-2021 dilakukan oleh Ketua PWI Pusat Drs. H. Margiono di gedung negara Grahadi Surabaya, Rabu (29/3/2017). Pengurus yang dilantik di antaranya: Ketua Drs. H. Ahmad Munir; Sekretaris Drs. Eko Pamuji; Bendahara Drs. Abu Bakar Yarbo; serta para pengurus Dewan Kehormatan; Seksi-Seksi; Dewan Pakar; dan Tim Pembela Wartawan.

Imawan Mashuri: Langkah Cerdas LDII Adakan DIklat Jurnalistik

LDII Sidoarjo | Komisaris Jawa Pos Grup Imawan Mashuri menaruh harapan besar pada LDII pada pelaksanaan dakwah, karena itu adalah pekerjaaan yang sering dilupakan, hal ini dikatakan pada saat mengisi Wokhsop Jurnalistik yang diadakan Biro Komunikasi Informasi dan Media DPW LDII Jawa TImur di Aula LDII Jl. Gayungan VII No. 11 Surabaya (18/3/17).

Imawan menambahkan, diklat jurnalistik yang dilakukan LDII ini adalah langkah cerdas, banjiri informasi positif untuk imbangi beredarnya informasi yang beredar di masyarakat dengan dakwah lewat internet,  berita yang diterima masyarakat saat ini sebagian besar berita yang kurang baik.

Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan ketua DPW LDII Jawa Timur Amien Adhy saat membuka acara, dengan banyak memunculkan berita yang postif maka bisa menggeser berita yang menjelekkan LDII,. Wokshop Jurnalistik ini juga untuk mengoptimalkan peran komunikasi, informasi dan media.

Setelah berakhirnya wokshop jurnalistik akan dilanjutkan dengan jambore jurnalistik serta menjalin hubungan dengan Jawa Pos dan majalah Nurani, kata Amien.

Wokshop Jurnalistik DPW LDII Jatim diikuti 76 peserta dari kabupaten kota se Jawa Timur dengan menghadirkan pemateri Ludhy Cahyana dari DPP LDII serta Ali Mustika dari DPW LDII Jawa Timur. (Y)


Pembaca juga membaca: Pengurus LDII jadi Pengurus PWI Provinsi Jatim

Launching Aplikasi Monev dan ldiijatim.tv DPW LDII Jawa Timur



LDIISidoarjo.org - Sebagai salah satu ormas keagamaan di Indonesia, LDII selalu melakukan peningkatan dalam monitoring dan evaluasi  kinerja  organisasi. LDII baru-baru ini mengusung peran organisasi dalam hal paperless yang dicanangkan saat munas VIII LDII akhir tahun lalu. Menindaklanjuti hal tersebut, DPW LDII Jawa Timur dalam Konsolidasi Organisasi yang dilaksanakan pada hari minggu, (22/01/17) melaunching aplikasi monev untuk peningkatan kinerja organisasi dalam monitoring kegiatan DPD, PC dan PAC se-Jawa Timur.  Sehingga laporan kegiatan di tiap tingkatan tidak memakai kertas lagi, laporan kegiatan sudah bisa dicek melalui aplikasi tersebut. Selain melaunching aplikasi tersebut, DPW LDII jatim juga melaunching ldiijatim.tv untuk menyiarkan kegiatan DPW LDII secara live streaming.

Konsolidasi organisasi ini mengangkat materi  UU No. 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Organisasi kemasyarakatan adalah organisasi yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, dan tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bedasarkan Pancasila.  Kewajiban ormas salah satunya adalah menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan NKRI, melaksanakan kegiatan sesuai tujuan organisasi, memelihara nilai-nilai agama, budaya, moral, etika dan norma.

Ipda Suwighyo : " Ulama Dan Polisi Harus Bersinergi Membina Umat"

LDIISidoarjo.org - Mengawali pertemuan di kantor Polsek Tarik pada hari Senin, (9/1) Ipda H. Suwighyo (mewakili Kapolsek Tarik) mengatakan bahwa ulama dan Kepolisian harus bersinergi dalam rangka membangun umat agar tidak sampai terjebak dalam pemahaman radikalisme yang ujungnya akan melakukan tindakan-tindakan teror yang sangat meresahkan.

Senada dengan itu ketua PC LDII Kec Tarik Adi Kurniawan mengatakan bahwa LDII berusaha keras agar warganya tidak terpengaruh dengan paham radikalisme, dengan mengadakan pengajian yang bersifat intensif dan berkesinambungan.

Warga LDII terus diingatkan akan arti pentingnya tunduk dan patuh kepada pemerintahan yang sah berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta berbudi yang luhur. Ipda Suwighyo yang didampingi Aiptu Janat juga menyinggung kemerosotan moral dikalangan pemuda diantaranya melunturnya rasa hormat kepada orang tua.

Pengajian Akhir Tahun Remaja Masjid PC LDII Taman

LDII SIDOARJO | Di penghujung pergantian tahun baru, umumnya ramai orang asyik berkumpul untuk menunggu detik-detik pergantian tahun.  Menunggu pergantian tahun itu biasanya disambut dengan perayaan mulai pesta kembang api, tiup terompet, trek-trekan di jalan, bahkan banyak diberitakan perayaan pergantian malam tahun baru disambut dengan pesta seks, narkoba, dan kegiatan negatif lainnya.

Sebagai langkah antisipatif untuk mencegah kegiatan negatif yang dilakukan oleh generasi muda, Lembaga Dakwah Islam Indonesia sebagai lembaga dakwah yang lebih mengedepankan dakwah bil-haal (dakwah dengan memberikan contoh yang baik) melalui DPP LDII telah menginstruksikan gerakan ngaji akhir tahun sebagai bentuk pengalihan untuk membina para generasi muda dari hal-hal negatif tersebut.

Sebagai tindak lanjut instruksi DPP tersebut, PC LDII Taman mengadakan pengajian akhir tahun yang diadakan di halaman masjid Baitul manshurin Tawangsari, yang dihadiri semua warga LDII se kecamatan Taman dan Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat setempat.