وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Minggu, 03 September 2017

DPD LDII Sidoarjo Wujudkan 384 Sapi dan 293 Kambing untuk Kurban


LDIISidoarjo.org - Warga LDII Kabupaten Sidoarjo tahun 2017 ini berhasil mewujudkan hewan kurban sebanyak 384 ekor sapi dan 293 ekor kambing. Pernyataan ini didapat berdasarkan informasi yang diberikan oleh Wakil Sekretaris DPD LDII Sidoarjo, H. Hariman Dana Sasmita, S.T, pada Sabtu, (2/9/2017). 

Adapun selengkapnya, berdasarkan data yang dirilis, total kurban warga LDII Sidoarjo tahun ini jika dikalkulasi secara keseluruhan naik 4,8%. Data ini berdasarkan perbandingan dengan tahun 2016. "Tahun ini kita kurban sapi 384, kambing 293. Naik dibandingkan tahun 2016 yaitu sapi 379, kambing 283," ujar Hariman. 

Setelah proses penyembelihan yang dilaksanakan di tiap PC dan PAC LDII Sidoarjo, daging - daging hewan kurban itu selanjutnya didistribusikan oleh para tim tebar kurban kepada warga masyarakat sebagai wujud kepedulian LDII terhadap sesama. Karena hakikatnya ibadah kurban adalah sebagai wujud ketaqwaan kita sebagai umat Islam kepada Allah SWT. Ibadah kurban juga sebagai pengingat kita akan sebuah peristiwa besar hamba Allah bernama Nabi Ibrahim, AS. Seorang Hamba Allah yang mempunyai ketaqwaan tinggi, keluhuran hati, kesabaran, serta keikhlasan hati. 

Ketua DPD LDII Sidoarjo, Ir. H. Roni Romandawira, M.M juga memberikan apresiasi yang positif terkait pelaksanaan kurban LDII Sidoarjo tahun ini. Peningkatan kurban tahun ini menunjukan adanya peningkatan ketaqwaan dan amal ibadah warga LDII Sidoarjo. Harapannya ditahun - tahun berikutnya akan selalu ada peningkatan sebagai wujud syukur atas nikmat dari Allah SWT.
Sabtu, 02 September 2017

Tebar Qurban PAC LDII Kramattemenggung


LDIISidoarjo.org - Sejak tanggal 31 Agustus 2017 persiapan demi persiapan dilakukan oleh PAC LDII Desa Kramattemenggung guna menyambut hari raya qurban 1438 H. Di mana hari raya qurban adalah salah satu hari yang paling ditunggu-tunggu umat muslim sedunia.

karena bagi yang tidak malaksanakan ibadah haji, ada sebuah pengamalan yang mempunyai nilai pahala yang besar yaitu menyembelih hewan qurban. Setelah sholat idul adha, semua warga LDII Desa Kramattemenggung bergegas menyiapkan diri untuk menyembelih hewan qurban. Mulai dari usia dini, ibu-ibu, muda-mudi sampai dengan usia lanjut semua larut dalam gembiranya suasana idul adha. 

Untuk tahun 2017/1438 H PAC LDII Desa Kramattemenggung menyembelih 3 ekor sapi, dan 10 ekor kambing, alhamdulillah qurban tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Hewan qurban di sembelih di halaman Masjid Assyafiiyah. “Untuk mempercepat kegiatan qurban kali ini, panitia qurban membagi dalam beberapa kelompok kerja, karena qurban kali ini bertepatan dengan hari jumat dan menurut kebiasaan qurban ini akan dibagikan ke penduduk sekitar agar bisa merasakan barokahnya berkurban” begitulah kata Muslimin yang juga ketua PAC LDII Desa Kramattemenggung. 

Setelah penyembelihan selesai, pembagian ke penduduk dan pejabat di lingkungan desa Kramattemenggung pun dilaksanakan. Pembagian ini dipimpin langsung oleh Muslimin yang didampingi oleh sdr. Royan Nurya Maulana.  Penduduk merasa senang atas pembagian ini. (Adi K)
Senin, 21 Agustus 2017

Mensos: Orang Tua Wajib Pahami Dinamika Zaman

Mensos Khofifah di hadapan ibu-ibu LDII Sidoarjo
LDII SIDOARJO -JATIM | Peran kedua orang tua dalam mengatur tanggungjawab keluarga harus dibangun dengan pola pembagian tugas antara pihak ayah dan ibu. Hal ini penting dalam membangun jati diri si anak dalam tumbuh kembangnya di keluarga. Sehingga si anak dalam menghadapi perkembangan zaman yang serba dipengaruhi oleh faham hedonisme, konsumerisme, dan pragmatisme dapat dicegah. Mencegahnya pun harus dari dalam diri si anak tersebut.

Karena tameng yang paling ampuh dalam melindungi dan menjaga pergaulan si anak yaitu pendidikan dalam keluarga. Setelah dididik dalam keluarga, anak perlu mendapat asupan rohani, artinya anak butuh pondasi yang kuat dalam penanaman dan penguatan dalam pembelajaran agama. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Sosial Republik Indonesia, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa dalam Pengajian Ibu-Ibu dengan tema Peran Ibu dalam Meningkatkan Keharmonisan Rumah Tangga yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Sidoarjo di Pondok Al Barokah Sruni pada Sabtu, (19/08).
Jumat, 18 Agustus 2017

PC LDII Taman Hadiri Upacara HUT RI ke-72 Bersama 500 Warga Asing


LDIISidoarjo.org - Upacara hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 yang dilaksanakan oleh Polresta Sidoarjo (17/08) berjalan dengan penuh hikmat. Upacara yang dilaksanakan di halaman Rusunawa Puspa Agro, Sidoarjo, ini dipimpin langsung oleh Kapolresta, Himawan bayu aji, S.H , S.I.K, M.H.

Upacara ini diikuti oleh para pejabat Polres Sidoarjo, dan diikuti kurang lebih 500 pengungsi dari beberapa negara yang didirikan oleh ONHCR (Badan PBB Dunia) yang bekerjasama dengan Indonesia.
Warga pengungsi itu berasal dari 10 negara, yakni Myanmar, Afganistan, Iran, Iraq, Pakistan, Srilangka, Erritrea, Syiria ,Sudan dan Somalia serta pengungsi Syiah asal Madura Jawa Timur. Mereka menempati kampung pengungsian itu sudah 5 tahun lebih.

Kapolres Sidoarjo membacakan amanat Kapolri Jendral Polisi Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, MA., Ph.D. yang dalam amanatnya menyampaikan, “peringatan hari kemerdekaan pada hari ini, marilah kita jadikan sebagai ajang perenungan kebangsaan, bukan hanya semata tentang pengorbanan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan, tetapi juga menjadi perenungan tentang keadaan bangsa Indonesia pada saat ini. Kemerdekaan yang diperoleh bangsa Indonesia bukanlah pemberian dari penjajah, tetapi melalui perjalanan panjang dan perjuangan yang melelahkan dari para pejuang kemerdekaan dengan tetesan darah, keringat dan air mata, hanya berbekal bambu runcing dan semangat membara tak kenal padam,” ungkapnya.

“Polri sebagai bagian dari elemen negara merupakan salah satu aktor yang dapat mendorong dan menumbuhkembangkan semangat kebersamaan diantara masyarakat. Untuk itu, pada upacara hari ini, Kapolri menghimbau kepada seluruh jajaran, untuk terus bekerja dengan sungguh-sungguh, ikhlas dan tanggung jawab” lanjutnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Polri tidak bisa berkerja sendiri, Polri harus berkerja sama dengan seluruh stakeholders terkait, sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan sebaik-baiknya”, ungkap Kapolri.

Dalam upacara ini warga kampung Syi’ah mengaku baru pertama kali mengikuti upacara bendera, karena di daerah asalnya jauh dari kota.

PC LDII Taman juga turut di undang mengikuti upacara ini. Menjadi kepercayaan bagi LDII dalam Ulang Tahun yang ke-72 NKRI, “LDII sebagai ormas islam yang senantiasa mendukung pemerintah yang sah, akan terus berupaya menjadi mitra pemerintah dalam mesukseskan program pemerintah,” ungkap H. Hariman Dana Sasmita, ST. selaku Sekretaris PC LDII Taman.

Salah satunya adalah program Indonesia emas 2045. LDII telah dan terus menyiapkan Pembinaan kepada generasi penerus agar menjadi generasi unggul yang profesional, sekaligus religius. Melalui pencanangan tri sukses generus yaitu alim dan faqih, ber-akhlak mulia, mandiri. Selain itu, setiap generus dibekali 6 tabiat luhur yang telah dicontohkan Rasululloh SAW yaitu jujur, amanah, mujhid muzhid (giat bekerja dan berhemat), rukun, kompak, bekerjasama yangg baik,” lanjut Hariman.

Di hari kemerdekaan ini semua elemen masyarakat diharapkan bersama-sama menjaga keutuhan dan membangun masa depan Indonesia menjadi lebih baik dan berguna bagi nusa dan bangsa. (erva)

Rabu, 09 Agustus 2017

Jokowi Terima Gelar Pendekar Utama dan Warga Kehormatan Persinas ASAD

LDII SIDOARJO | Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi membuka Pasanggiri Nasional dan Kejuaraan Nasional Pencak Silat Persinas ASAD di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Pada kesempatan itu, Jokowi juga dinobatkan sebagai Pendekar Utama Persinas ASAD.

Jokowi memang berpenampilan berbeda hari ini. Jokowi sudah siap dengan pakaian silat bernuansa hijau khas Persinas ASAD. Ikat kepala coklat juga sudah dikenakannya.

Sebelum acara dimulai, Jokowi mendapatkan gelar Pendekar Utama dan Warga Kehormatan Persinas ASAD. Ketua Umum Persinas ASAD Brigjen TNI (purn) Agus Susarso pun memasangkan sabuk merah dengan garis emas kepada Jokowi, sebagai tanda Pendekar Utama dan Warga Kehormatan Persinas ASAD.

Pada sambutannya, Jokowi berterima kasih kepada keluarga besar Persinas ASAD yang telah ikut menjaga, memelihara, merawat tradisi bela diri bangsa, yakni pencak silat. Hal ini harus terus dijaga agar karakter bangsa tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

"Tanpa kesadaran kita untuk menjaga, untuk merawat seni tradisi pencak silat ini kita akan kehilangan sebuah karakter karena hampir semua negara juga miliki. Inilah sebuah karakter bangsa yang harus kita rawat dan harus kita jaga sama-sama," kata Jokowi di lokasi, Selasa (8/8/2017).
Senin, 07 Agustus 2017

PC LDII Taman Gelar Halaqoh Kubro


LDIISidoarjo.org - Kurang Lebih 80 Penghafal Al-qur’an Berkumpul di Masjid Manshurin, Tawangsari-Taman, Sidoarjo pada Minggu, (6/8/2017). Mereka adalah Generasi penerus Tahfidzul Qur'an PC LDII Taman. Mulai dari kalangan Caberawit tingkat sekolah dasar sampai remaja sekolah menengah keatas turut hadir, beserta didampingi para ustadz dan ustadzah pembimbing.

 “HALAQOH KUBRO” ini adalah acara pertama kali yang diselenggarakan PC LDII Taman. Bertujuan mewujudkan generasi penerus berilmu, berakhlakul karimah dan mandiri, jelas H. Rofiq selaku pembina tahfidz.

Dalam sambutannya, H. Rofiq memberi motivasi kepada para Tahfidzul Qur’an agar percaya diri menjadi tentaranya Allah. “Orang yang Ahli Alqur’an lebih tinggi daripada orang yang hafal despacito. Kalian tau ndak lagu Despacito? hafal ndak? bagaimana dengan Alqur’an? Perbandingan orang yang hafal lagu despacito dari awal sampai akhir hasilnya hanya capek jika di ulang ulang, beda dengan orang yang mau menghafalkan Alqur’an banyak sekali pahala yang di dapat.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi). Kalau Hafal 30 Juz , Misal surat Annaba’ ? ada berapa ayat, satu ayat ada berapa huruf ? coba 1 huruf itu dikalikan 10 Kebaikan, Subhanallah," Ujarnya.

“Mengulang hafalan juga bisa di praktekkan ketika kita berangkat sekolah 10 menit, maka banyak kebaikan yang kita dapatkan, “ tambah H. Rofiq. Setelah mendapat banyak beberapa motivasi dari Para Senior Tahfidz, Peserta Halaqoh melakukan murojaah Bersama Surat An-nash hingga Adz-Dhuha. Kemudian di bagi Kelompok-kelompok sesuai berapa juz hafalannya yang tentunya di tes oleh para pembina halaqoh PC LDII Taman.

Selain menghafal Alqur’an diharapkan Generasi Tahfidz ini bisa Mengamalkan apa yang terkandung dalam Al-Qur’an. Karena seseorang bisa dikatakan sebagai Ahlul Qur'an ketika ia mampu hafal dan mengamalkan segala sesuati yang terkandung dalam Al-Qur'an.

Harapannya dengan adanya Kegiatan halaqoh ini mampu untuk menciptakan generasi penerus yang berilmu serta mempunyai kefahaman agama yang baik. Sehingga mampu menjadi generasi penerus bangsa yang profesional religius. (erva)

Senin, 31 Juli 2017

LDII Tekankan Pentingnya Bangun Jati Diri Generasi Penerus Bangsa


LDIISidoarjo.org (LDII Jatim) - Sangat beralasan, LDII menekankan pentingnya pendidikan dalam membangun jati diri (personal branding) dari generasi penerus bangsa. Akhir-akhir ini, Negara disibukkan sekali dengan penuntasan kasus amoral seperti pelecehan seksual, pemerkosaan, pencabulan, dan tindakan kriminal lainnya. Belum lagi kenakalan remaja yang lambat laun jumlahnya semakin meningkat, sebagai contoh perkelahian antar siswa, tawuran antar sekolah, geng motor,balapan liar, dan sebagainya.

Dari beberapa fenomena tersebut di atas, peran serta Negara dan agama mutlak diharapkan dalam menuntaskan problematika bangsa. Jika dibiarkan berlarut-larut, maka akan seperti menunggu bom waktu yang tiba saatnya generasi muda bangsa akan rapuh akan jati diri bangsa Indonesia yang terkenal tangguh, kesatria, bermoral, dan berkarakter adat ketimuran.

Mengenal Generasi Milenium dalam Membuat Jati Diri (Personal Branding) sebagai Generasi Penerus Agama dan Bangsa, itulah tema yang diangkat dalam sebuah seminar wanita yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Sidoarjo (LDII Jatim) yang bertempat di Gedung Barokah Pondok Al Barokah Sidoarjo pada Sabtu, (29/07). Tema yang relevan dalam problematika bangsa terakhir yang menjadi tugas LDII pula dalam mencari akar permasalahan, menggambarkan dampak buruk, mencari solusi dalam menangani problematika serta melakukan pencegahan.
Jumat, 21 Juli 2017

Lewat Halal bi Halal, LDII Ajak Umat Islam Bersatu


LDIISidoarjo.org (LDII Jatim)- Melihat persatuan bangsa yang terancam, dengan adanya umat Islam yang saling diadu membuat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) merasa prihatin. Oleh karena itu, dalam acara halal bi halal dan pengajian umum PC LDII Waru yang diadakan Selasa,(18/7/2017), LDII Mengajak NU dan Muhammadiyah  untuk bersama meredam kondisi ini.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPW LDII Jatim, H. Hasan Yuswadi, S.H, jika LDII sering dituduh sebagai Islam dengam faham agama yang salah dan eksklusif. Padahal kenyataannya LDII telah diakui oleh MUI dan tidak termasuk dalam 10 kriteria aliras sesat yang telah diterbitkan oleh MUI. Begitu juga dengan rumor - rumor tidak masuk akal yang sering dikaitkan dengan LDII. Seperti rumor masjid akan dipel jika ada orang luar LDII yang sholat di masjid LDII, padahal hal-hal tersebut tidak benar dan tidak pernah ditabayunkan dulu kepada LDII.
Kamis, 20 Juli 2017

LDII, NU, Muhammadiyah Gelar Halal bi Halal Bersama

KH. Abdul Mutholib (Kyai Kerah Sakti) Memberikan Ceramah di Pengajian Umum LDII

LDIISidoarjo.org (LDII Jatim) - Menguatkan Ukhuwah Islamiyah untuk bersama membangun bangsa menjadi tema utama dalam pengajian Umum PC LDII Waru pada Selasa, (18/07/2017), di Masjid Baiturrahim, Medaeng, Sidoarjo. Kyai H. Abdul Mutholib ulama NU turut memberikan ceramah dalam acara yang dihadiri sekitar 1.000 orang yang berasal dari warga LDII, NU dan Muhammadiyah.

Abdul Mutholib, atau lebih tenar dengan sebutan Kyai Kera Sakti menyampaikan tentang pentingnya kerukunan antar sesama ormas Islam. "Baik NU, Muhammadiyah ataupun LDII itu sama-sama Islam, jadi harus rukun. Siapapun kyai-nya jika yang diomongkan benar dan tidak menyimpang dari ajaran Islam maka ayo diikuti," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua PC LDII Waru, H. Hotib Al Arish dalam sambutannya mengajak seluruh warga untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah dengan selalu menjaga kerukunan dan kekompakan. Senada dengan hal tersebut, Ustadz Ibrahim yang merupakan tokoh masyarakat NU di Medaeng menyampaikan bahwa esensi dari halal bihalal yang utama adalah menghapus kesalahan antar sesama dan saling tolong menolong dalam kebaikan.

Lebih lanjut Ustadz Ibrahim menyampaikan bahwa hubungan antara NU, LDII dan Muhammadiyah di wilayah Medaeng sangat harmonis. Dan berharap antar sesama ormas Islam selalu berusaha kompak menjaga kedaulatan NKRI. "Alhamdulillah selama ini hubungan kami dengan LDII dan Muhammadiyah di sini sangat harmonis. Bahkan kemarin saat kami sedang ada pembangunan masjid, kami diberi bantuan material besi oleh LDII," ungkapnya.


Disesi selanjutnya, Pengurus DPW LDII Jatim, H. Hasan Yuswadi, S.H. menyampaikan tentang asbabul urut diadakannya acara pengajian umum dan silaturahim antar ormas Islam di Kecamatan Waru. Menurut Yuswadi penyelenggaraan acara ini terinspirasi dari acara pertemuan ulama se-Jawa Timur yang diadakan MUI beberapa waktu yang lalu. "Saat mengikuti acara itu saya berpikir akan baik jika bisa mengumpulkan ormas-ormas Islam di Medaeng dalam satu acara," tuturnya.

Hasan juga menjelaskan bahwa  kondisi Bangsa Indonesia saat ini sudah sampai pada tingkat mengkhawatirkan. Banyak terjadi intrik dan isu - isu di masyarakat yang mengarah ke perpecahan. Untuk meredam hal ini dibutuhkan satu arahan yang mampu meraih semua golongan untuk menyeimbangkan kondisi Bangsa. Untuk hal inilah diharapkan para Ulama yang merupakan panutan dalam masyarakat, memberi satu komando positif untuk menciptakan suasana yang kondusif.


Peran ormas Islam juga tak kalah penting dalam hal ini, mengingat Islam adalah agama mayoritas masyarakat Indonesia. Jika semua ormas Islam mampu bersatu serta meningkatkan Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathoniyah, maka kondisi Bangsa Indonesia akan menjadi lebih baik dan selalu kondusif. (Hav)
Senin, 17 Juli 2017

Komunikasi Sosial Danramil dengan PC LDII Tarik


LDIISidoarjo.org - Danramil Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Kapt. (Inf) Adi Sutrisno Mengunjungi Masjid Assyafiiyah yang terletak di Desa Kramat Temenggung, Kecamatan Tarik, Selasa, (13/06/2017). Kunjungan Danramil Tarik ini untuk mengikuti pengajian umum serta melakukan kegiatan komunikasi sosial dengan warga sekitar.
Acara ini diawali dengan sholat tarawih berjamaah. Setelah sholat tarawih, Adi Kurniawan selaku ketua PC LDII Kec Tarik memberikan pengarahan kepada warga LDII Kec Tarik. Dalam arahannya ketua mengatakan agar selalu menjaga kerukunan dan kekompakan antara warga LDII dengan sesama warga masyarakat. 

Adi juga sempat mengingatkan kepada pemuda-pemudi yang waktu itu hadir dengan memakai seragam berbendera merah putih disebelah kanan, agar pemuda-pemudi membentengi pemahaman agama ini yang kuat karena paham radikalisme yang sekarang ini banyak menyisir kaum muda. Adi sempat melontarkan pertanyaan kepada M. Ubay Witopo, SH yang merupakan ketua bidang pemuda dan olah-raga tentang arti bendera merah putih diseragamnya, Ubay menjawab bahwa bendera merah putih itu merupakan bentuk nasionalisme "KITA LDII, KITA PANCASILA, DAN KITA INDONESIA" Sebuah ungkapan penuh semangat yang dilontarkan ketua bidang pemuda dan olahraga PC LDII Tarik. 
Sabtu, 22 April 2017

LDII Jatim dan Rais Am PBNU Bahas Ekonomi Umat

LDII Sidoajo Jatim | Wakil Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Miftakhul Akhyar menerima silaturahim pengurus DPW LDII Jatim di komplek Pondok pesantren Miftahul Jannah, Kedung Tarukan Surabaya (19/4/17).

Dalam silaturahum tsb Amien Adhy, ketua DPW LDII Jatim menyampaikan bahwa antara LDII dan NU sudah terjalin hubungan dengan baik, agar hubungan baik tersebut terus terjalin maka perlu silaturahim LDII Jatim dengan pengurus NU yang ada di Jatim. Apa yang dilakukan DPW LDII Jatim ini sejalan dengan apa yang telah dilakukan DPP LDII dengan PBNU yang telah sepakat mengadakan MoU pada tahun 2012 di bidang dakwah, deradikalisasi, pendidikan, lingkungan hidup dan penanggulangan bencana, kedaulatan pangan, serta menjaga tegaknya NKRI.

Amien Adhy, ketua DPW LDII Jatim silaturahim dengan KH. Miftakhul Akhyar wakil Rais Am PBNU
Amien menjelaskan, sebelum pengurus LDII Jatim bersilaturahim, ulama dari NU, Muhammadiyah serta pengurus MUI juga sudah silaturahim ke Ponpes binaan LDII Wali Barokah Kediri, diantaranya adalah Wakil Bendahara PWNU Jawa Timur Ahsanul Haq, Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur Saad Ibrahim, Ketua MUI Yusnar Yusuf, Wakil Sekjen MUI Tengku Zulkarnain, dan beberapa ulama lainnya.

Santri dari binaan LDII yang ada di pondok pesantren Wali Barokah Kediri Jatim juga berkesempatan mendengarkan tausiyah dari beberapa tokoh maupun ulama yang hadir agar santri LDII Jatim maupun dari mana saja mendapatkan siraman rohani dari ulama-ulama nasional di Indonesia serta tokohnya.
Minggu, 16 April 2017

Buka Bazar Pemuda 2017, Ketua DPD LDII Sidoarjo Beri Apresiasi Positif

(Credit photo by: thio) - Ketua DPD LDII Sidoarjo, Ir.H. Roni Romandhawira, M.M

LDIISidoarjo.org - Ketua DPD LDII Sidoarjo Jatim, Ir. H. Roni Romandhawira M.M membuka bazar pemuda LDII Kabupaten sidoarjo yang dilaksanakan pada hari Minggu, (16/4/2017). Kegiatan ini berlangsung dihalaman ponpes Al - Barokah, Sruni, Gedangan - Sidoarjo.

Baca juga : Rais Am PBNU dan LDII Jatim Bahas Ekonomi Umat

Dalam sambutannya ketua DPD LDII Sidoarjo ini memberikan apresiasi positif terkait terselenggaranya bazar untuk kesekian kalinya ditahun ini. Bazar pemuda LDII Sidoarjo adalah agenda rutin 2 tahunan bidang kepemudaan dan olahraga DPD LDII Sidoarjo yang mengambil tema berbeda ditiap tahun penyelenggaraannya. Untuk tahun ini tema yang diambil adalah Pesona Nusantara, yang menghadirkan aneka makanan dan tampilan khas dari berbagai Propinsi di Indonesia.

Masih dalam sambutannya, H. Roni juga mengharapkan dengan adanya bazar ini bisa tercipta transaksi yang saling menguntungkan antara pembeli dan penjual. Sehingga dengan adanya hal tersebut bisa memacu meningkatnya semangat kemandirian pemuda LDII untuk menghadapi persaingan didunia usaha nantinya. Seyogyanya memang dalam bazar tahun ini para pemuda LDII yang berasal dari masing-masing PC LDII se-Kabupaten Sidoarjo ini dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyajikan dagangannya. Tantangan kuliner dan tampilan khas suatu propinsi yang harus disajikan tentu bukan perkara mudah untuk diwujudkan.

H. Roni juga mengapresiasi Pesona Nusantara yang diambil sebagai tema bazar. Diharapkan dengan adanya tema ini bisa mewujudkan dan meningkatkan lagi rasa cinta Indonesia dalam tiap diri para peserta dan pengunjung bazar sebagai masyarakat Indonesia. Karena mencintai kuliner dan budaya Nusantara merupakan salah satu pondasi dasar untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Negara tercinta kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia. (hav)

Bazar Pemuda LDII Pesona Nusantara

(Credit photo by: ulfa) - Selamat Datang di Bazar Pemuda LDII Sidoarjo 2017

LDIISidoarjo.org - Era Globalisasi menimbulkan pengaruh yang cukup besar ditiap-tiap Negara, khususnya di Negara berkembang seperti Indonesia. Mulai dari tekhnologi yang berkembang pesat hingga budaya yang bisa masuk dengan mudah. Tak terkecuali dengan Indonesia, tidak sedikit budaya luar atau budaya Barat yang masuk ke Indonesia. Tidak jarang pula masyarakat Indonesia yang lebih memilih budaya Barat daripada budaya Indonesia sendiri karena budaya Barat dinilai lebih modern daripada budaya lokal.

Alhasil banyak masyarakat Indonesia yang mengaplikasikan budaya barat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dikalangan remaja. Mulai dari tata krama , cara berpakaian hingga berbagai jenis makanan yang dikonsumsi. Tentu akan menjadi sesuatu yang tidak baik jika hal tersebut terlalu berlebihan hingga melupakan budaya lokal yang merupakan ciri khas negara tercinta kita Indonesia
Tema "Pesona Nusantara" yang diangkat dalam bazar pemuda LDII Sidoarjo 2017 bertujuan untuk membangun rasa cinta Indonesia lewat cara yang sederhana. Selain itu dipilihnya tema Pesona Nusantara ini bertujuan agar generasi muda penerus bangsa lebih mengetahui kebudayaan Indonesia.

Para generasi muda penerus bangsa perlu diberi bekal agar dapat menumbuhkembangkan  dan meningkatkan rasa nasionalisme serta rasa cinta tanah air yang mulai terkikis dengan budaya barat yang tidak sesuai dengan budaya tanah air Indonesia. Maka dari itu,  lewat bazar pemuda LDII yang diadakan pada hari Minggu, (16/4/2017) ini diharapkan mampu membangun dan mengembangkan wawasan Nusantara para peserta dan pengunjung bazar.

Halaman Ponpes Al-Barokah, Sruni, Gedangan - Sidoarjo yang menjadi tempat diselenggarakannya acara tampak warna-warni dengan hiasan berbagai macam adat budaya Indonesia. Ini bisa terjadi karena tema yang dipilih pada setiap stand berbeda, sesuai dengan  propinsi-propinsi yang ada diluar Pulau Jawa. Nah, pertanyaan yang muncul adalah kenapa harus diluar Pulau Jawa?

Dipilihnya Propinsi-propinsi di luar Pulau Jawa sebagai tema setiap stand bazar bertujuan agar para peserta dan pengunjung sebagai masyarakat Indonesia yang menetap di Pulau Jawa tahu dan tidak terpaku hanya pada satu pulau saja. Juga diharapakan agar lebih mengenal budaya Indonesia secara keseluruhan khususnya budaya yang berada di luar Pulau Jawa seperti Sumatra, kalimantan, Papua, dan lain-lain.

Bazar pemuda LDII Sidoarjo adalah agenda rutin 2 tahunan bidang kepemudaan dan olahraga DPD LDII Sidoarjo yang mengambil tema berbeda ditiap tahun penyelenggaraannya. Pengambilan tema Pesona Nusantara pada tahun ini merupakan suatu upaya dari para pemuda LDII untuk menyebarkan rasa cinta Indonesia kepada masyarakat luas. Karena tanpa mencintai Indonesia tentu akan kesulitan untuk mewujudkan jiwa Nasionalisme dan rasa memiliki Negara tercinta, Negara Kesatuan Republik Indonesia.


“Di zaman modern ini diharapkan para pemuda memiliki jiwa nasionalisme dan tidak cenderung pada budaya barat”, Ungkap Nur Hidayat, S.H selaku ketua pelaksana Bazar Pemuda LDII Kabupaten Sidoarjo 2017. (Masyani/hav)
Sabtu, 01 April 2017

Cara LDII Menciptakan Kerukunan Antar Sesama


Sapu lidi itu bisa berfungsi untuk membersihkan kotoran ketika lidi-lidinya diikat menjadi satu, kenapa? Karena ikatan itu menguatkan lidi-lidi tersebut menjadi satu bagian, itulah kekuatan kebersamaan.

Dari masing-masing individu yang berdiri sendiri akan menciptakan kekuatan yang besar ketika mereka bersatu. Kebersamaan itu indah, persatuan itu kuat. Tak mudah memang karena terdapat perbedaan yang kadang menjadi penghalang, maka disinilah peran tenggang rasa. Pengertian terhadap sesama akan membuat suatu perbedaan justru menjadi sebuah kekuatan dalam kebersamaan.

Baca juga : Rais Am PBNU dan LDII Jatim Bahas Ekonomi Umat

LDII sebagai lembaga dakwah memiliki kiat dan cara untuk dapat mewujudkan kerukunan antar sesama. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa kerukunan adalah salah satu pondasi penting untuk menciptakan lingkungan yang selalu aman, tentram dan damai.


Ciptakan Kerukunan


Menciptakan kerukunan berarti membuat suasana selalu kondusif dengan sesama, caranya :

• pertama,
berbicara yang baik.
Selalu melihat papan, empan, adepan (tempat, bahan pembicaraan , lawan bicara). Cara berbicara di pasar tentu berbeda dengan di masjid, kita koreksi dulu topik apa yang ingin di bicarakan apakah sesuai dengan keadaan.

Dan juga lihat siapa yang di ajak bicara. Bicara dengan anak kecil tentu berbeda caranya dengan bicara pada orang dewasa atau orangtua.

• Kedua,
jujur dan amanat (bisa di percaya).
Orang jujur belum tentu bisa amanat tapi orang amanat pasti jujur. Kok bisa?
Coba kita lihat, si Acong di titipi uang Rp 100.000 oleh ibunya untuk diberikan ke pamannya. Ditengah perjalanan ke rumah pamannya Acong merasa haus, berhubung dia tidak punya uang sama sekali akhirnya dia berinisiatif memakai uang titipan ibunnya untuk membeli minuman. Sesampai di rumah pamannya dia memberikan uang titipan tadi sambil bercerita apa adanya ke pamannya dan minta maaf karena memakai sebagian uang tersebut tanpa ijin dulu karena kepepet. Si Acong jujur bukan? Tapi dia tidak bisa amanat karena uang yang dititipkan ibunya berkurang ketika sampai ke pamannya.

• Ketiga,
Sabar keporo ngalah (rebutan ngalah) .
Orang yang ngalah bukan berati kalah, justru dialah pemenang sebenarnya. Karena dia yang bisa memahami dan menguasai keadaan. Dia yang lebih sadar tentang arti kekuatan kebersamaan. Bukankah Alloh telah bersabda bahwa  sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar.

• Keempat,
Tidak membuat kerusakan.
Ini juga penting. Jangan memancing masalah karena itu akan menimbulkan efek yang tidak baik kepada sesama. Serta kita juga berusaha menjaga sesama agar kebersamaan yang ada tetap terjaga.

• Terakhir,
Saling memperhatikan dan menjaga perasaan.
Setiap orang butuh perhatian, pun juga dengan kebersamaan. Kita harus saling bisa memahami karakter dan sifat rekan-rekan sesama kita sehingga kita tahu dan bisa berhati-hati dalam setiap ucapan dan sikap kita ketika bergaul dengannya.

Jika kelima hal diatas bisa kita lakukan dan kita pelihara dengan baik, maka kerukunan dan
kebersamaan akan tercipta dengan indah. Segala sifat negatif akan terkalahkan dengan sendirinya sehinga tercipta sebuah persatuan yang kuat. (hav)
Kamis, 30 Maret 2017

Pengurus LDII Jadi Pengurus PWI Provinsi Jatim

Pelantikan pengurus PWI Jawa Timur masa bhakti 2016-2021
LDII SIDOARJO | Pengurus Bagian KIM (Komunikasi Informasi Media) DPD LDII Kabupaten Sidoarjo, Drs. Koesmoko dilantik menjadi Pengurus PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Provinsi Jawa Timur Seksi Wartawan Pariwisata masa bakti 2016-2021.

Koesmoko yang merupakan editor/redaktur di anak perusahaan Jawa Pos Group ini juga sudah lulus UKW (Uji Kompetensi Wartawan) tingkat Utama atau sebagai pemegang Sertifikat Wartawan Utama dari Dewan Pers tahun 2012. Pernah menjadi narasumber Pelatihan Jurnalistik di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Agama (Kemenag) Kanwil Provinsi Jawa Timur.

Pelantikan Pengurus PWI Provinsi Jawa Timur masa bakti 2016-2021 dilakukan oleh Ketua PWI Pusat Drs. H. Margiono di gedung negara Grahadi Surabaya, Rabu (29/3/2017). Pengurus yang dilantik di antaranya: Ketua Drs. H. Ahmad Munir; Sekretaris Drs. Eko Pamuji; Bendahara Drs. Abu Bakar Yarbo; serta para pengurus Dewan Kehormatan; Seksi-Seksi; Dewan Pakar; dan Tim Pembela Wartawan.
Sabtu, 18 Maret 2017

Imawan Mashuri: Langkah Cerdas LDII Adakan DIklat Jurnalistik

LDII Sidoarjo | Komisaris Jawa Pos Grup Imawan Mashuri menaruh harapan besar pada LDII pada pelaksanaan dakwah, karena itu adalah pekerjaaan yang sering dilupakan, hal ini dikatakan pada saat mengisi Wokhsop Jurnalistik yang diadakan Biro Komunikasi Informasi dan Media DPW LDII Jawa TImur di Aula LDII Jl. Gayungan VII No. 11 Surabaya (18/3/17).

Imawan menambahkan, diklat jurnalistik yang dilakukan LDII ini adalah langkah cerdas, banjiri informasi positif untuk imbangi beredarnya informasi yang beredar di masyarakat dengan dakwah lewat internet,  berita yang diterima masyarakat saat ini sebagian besar berita yang kurang baik.

Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan ketua DPW LDII Jawa Timur Amien Adhy saat membuka acara, dengan banyak memunculkan berita yang postif maka bisa menggeser berita yang menjelekkan LDII,. Wokshop Jurnalistik ini juga untuk mengoptimalkan peran komunikasi, informasi dan media.

Setelah berakhirnya wokshop jurnalistik akan dilanjutkan dengan jambore jurnalistik serta menjalin hubungan dengan Jawa Pos dan majalah Nurani, kata Amien.

Wokshop Jurnalistik DPW LDII Jatim diikuti 76 peserta dari kabupaten kota se Jawa Timur dengan menghadirkan pemateri Ludhy Cahyana dari DPP LDII serta Ali Mustika dari DPW LDII Jawa Timur. (Y)


Pembaca juga membaca: Pengurus LDII jadi Pengurus PWI Provinsi Jatim
Minggu, 22 Januari 2017

Launching Aplikasi Monev dan ldiijatim.tv DPW LDII Jawa Timur



LDIISidoarjo.org - Sebagai salah satu ormas keagamaan di Indonesia, LDII selalu melakukan peningkatan dalam monitoring dan evaluasi  kinerja  organisasi. LDII baru-baru ini mengusung peran organisasi dalam hal paperless yang dicanangkan saat munas VIII LDII akhir tahun lalu. Menindaklanjuti hal tersebut, DPW LDII Jawa Timur dalam Konsolidasi Organisasi yang dilaksanakan pada hari minggu, (22/01/17) melaunching aplikasi monev untuk peningkatan kinerja organisasi dalam monitoring kegiatan DPD, PC dan PAC se-Jawa Timur.  Sehingga laporan kegiatan di tiap tingkatan tidak memakai kertas lagi, laporan kegiatan sudah bisa dicek melalui aplikasi tersebut. Selain melaunching aplikasi tersebut, DPW LDII jatim juga melaunching ldiijatim.tv untuk menyiarkan kegiatan DPW LDII secara live streaming.

Konsolidasi organisasi ini mengangkat materi  UU No. 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Organisasi kemasyarakatan adalah organisasi yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, dan tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bedasarkan Pancasila.  Kewajiban ormas salah satunya adalah menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan NKRI, melaksanakan kegiatan sesuai tujuan organisasi, memelihara nilai-nilai agama, budaya, moral, etika dan norma.
Selasa, 10 Januari 2017

Ipda Suwighyo : " Ulama Dan Polisi Harus Bersinergi Membina Umat"

LDIISidoarjo.org - Mengawali pertemuan di kantor Polsek Tarik pada hari Senin, (9/1) Ipda H. Suwighyo (mewakili Kapolsek Tarik) mengatakan bahwa ulama dan Kepolisian harus bersinergi dalam rangka membangun umat agar tidak sampai terjebak dalam pemahaman radikalisme yang ujungnya akan melakukan tindakan-tindakan teror yang sangat meresahkan.

Senada dengan itu ketua PC LDII Kec Tarik Adi Kurniawan mengatakan bahwa LDII berusaha keras agar warganya tidak terpengaruh dengan paham radikalisme, dengan mengadakan pengajian yang bersifat intensif dan berkesinambungan.

Warga LDII terus diingatkan akan arti pentingnya tunduk dan patuh kepada pemerintahan yang sah berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta berbudi yang luhur. Ipda Suwighyo yang didampingi Aiptu Janat juga menyinggung kemerosotan moral dikalangan pemuda diantaranya melunturnya rasa hormat kepada orang tua.
Senin, 02 Januari 2017

Pengajian Akhir Tahun Remaja Masjid PC LDII Taman

LDII SIDOARJO | Di penghujung pergantian tahun baru, umumnya ramai orang asyik berkumpul untuk menunggu detik-detik pergantian tahun.  Menunggu pergantian tahun itu biasanya disambut dengan perayaan mulai pesta kembang api, tiup terompet, trek-trekan di jalan, bahkan banyak diberitakan perayaan pergantian malam tahun baru disambut dengan pesta seks, narkoba, dan kegiatan negatif lainnya.

Sebagai langkah antisipatif untuk mencegah kegiatan negatif yang dilakukan oleh generasi muda, Lembaga Dakwah Islam Indonesia sebagai lembaga dakwah yang lebih mengedepankan dakwah bil-haal (dakwah dengan memberikan contoh yang baik) melalui DPP LDII telah menginstruksikan gerakan ngaji akhir tahun sebagai bentuk pengalihan untuk membina para generasi muda dari hal-hal negatif tersebut.

Sebagai tindak lanjut instruksi DPP tersebut, PC LDII Taman mengadakan pengajian akhir tahun yang diadakan di halaman masjid Baitul manshurin Tawangsari, yang dihadiri semua warga LDII se kecamatan Taman dan Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat setempat.

DPD LDII Sidoarjo Wujudkan 384 Sapi dan 293 Kambing untuk Kurban


LDIISidoarjo.org - Warga LDII Kabupaten Sidoarjo tahun 2017 ini berhasil mewujudkan hewan kurban sebanyak 384 ekor sapi dan 293 ekor kambing. Pernyataan ini didapat berdasarkan informasi yang diberikan oleh Wakil Sekretaris DPD LDII Sidoarjo, H. Hariman Dana Sasmita, S.T, pada Sabtu, (2/9/2017). 

Adapun selengkapnya, berdasarkan data yang dirilis, total kurban warga LDII Sidoarjo tahun ini jika dikalkulasi secara keseluruhan naik 4,8%. Data ini berdasarkan perbandingan dengan tahun 2016. "Tahun ini kita kurban sapi 384, kambing 293. Naik dibandingkan tahun 2016 yaitu sapi 379, kambing 283," ujar Hariman. 

Setelah proses penyembelihan yang dilaksanakan di tiap PC dan PAC LDII Sidoarjo, daging - daging hewan kurban itu selanjutnya didistribusikan oleh para tim tebar kurban kepada warga masyarakat sebagai wujud kepedulian LDII terhadap sesama. Karena hakikatnya ibadah kurban adalah sebagai wujud ketaqwaan kita sebagai umat Islam kepada Allah SWT. Ibadah kurban juga sebagai pengingat kita akan sebuah peristiwa besar hamba Allah bernama Nabi Ibrahim, AS. Seorang Hamba Allah yang mempunyai ketaqwaan tinggi, keluhuran hati, kesabaran, serta keikhlasan hati. 

Ketua DPD LDII Sidoarjo, Ir. H. Roni Romandawira, M.M juga memberikan apresiasi yang positif terkait pelaksanaan kurban LDII Sidoarjo tahun ini. Peningkatan kurban tahun ini menunjukan adanya peningkatan ketaqwaan dan amal ibadah warga LDII Sidoarjo. Harapannya ditahun - tahun berikutnya akan selalu ada peningkatan sebagai wujud syukur atas nikmat dari Allah SWT.

Tebar Qurban PAC LDII Kramattemenggung


LDIISidoarjo.org - Sejak tanggal 31 Agustus 2017 persiapan demi persiapan dilakukan oleh PAC LDII Desa Kramattemenggung guna menyambut hari raya qurban 1438 H. Di mana hari raya qurban adalah salah satu hari yang paling ditunggu-tunggu umat muslim sedunia.

karena bagi yang tidak malaksanakan ibadah haji, ada sebuah pengamalan yang mempunyai nilai pahala yang besar yaitu menyembelih hewan qurban. Setelah sholat idul adha, semua warga LDII Desa Kramattemenggung bergegas menyiapkan diri untuk menyembelih hewan qurban. Mulai dari usia dini, ibu-ibu, muda-mudi sampai dengan usia lanjut semua larut dalam gembiranya suasana idul adha. 

Untuk tahun 2017/1438 H PAC LDII Desa Kramattemenggung menyembelih 3 ekor sapi, dan 10 ekor kambing, alhamdulillah qurban tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Hewan qurban di sembelih di halaman Masjid Assyafiiyah. “Untuk mempercepat kegiatan qurban kali ini, panitia qurban membagi dalam beberapa kelompok kerja, karena qurban kali ini bertepatan dengan hari jumat dan menurut kebiasaan qurban ini akan dibagikan ke penduduk sekitar agar bisa merasakan barokahnya berkurban” begitulah kata Muslimin yang juga ketua PAC LDII Desa Kramattemenggung. 

Setelah penyembelihan selesai, pembagian ke penduduk dan pejabat di lingkungan desa Kramattemenggung pun dilaksanakan. Pembagian ini dipimpin langsung oleh Muslimin yang didampingi oleh sdr. Royan Nurya Maulana.  Penduduk merasa senang atas pembagian ini. (Adi K)

Mensos: Orang Tua Wajib Pahami Dinamika Zaman

Mensos Khofifah di hadapan ibu-ibu LDII Sidoarjo
LDII SIDOARJO -JATIM | Peran kedua orang tua dalam mengatur tanggungjawab keluarga harus dibangun dengan pola pembagian tugas antara pihak ayah dan ibu. Hal ini penting dalam membangun jati diri si anak dalam tumbuh kembangnya di keluarga. Sehingga si anak dalam menghadapi perkembangan zaman yang serba dipengaruhi oleh faham hedonisme, konsumerisme, dan pragmatisme dapat dicegah. Mencegahnya pun harus dari dalam diri si anak tersebut.

Karena tameng yang paling ampuh dalam melindungi dan menjaga pergaulan si anak yaitu pendidikan dalam keluarga. Setelah dididik dalam keluarga, anak perlu mendapat asupan rohani, artinya anak butuh pondasi yang kuat dalam penanaman dan penguatan dalam pembelajaran agama. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Sosial Republik Indonesia, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa dalam Pengajian Ibu-Ibu dengan tema Peran Ibu dalam Meningkatkan Keharmonisan Rumah Tangga yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Sidoarjo di Pondok Al Barokah Sruni pada Sabtu, (19/08).

PC LDII Taman Hadiri Upacara HUT RI ke-72 Bersama 500 Warga Asing


LDIISidoarjo.org - Upacara hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 yang dilaksanakan oleh Polresta Sidoarjo (17/08) berjalan dengan penuh hikmat. Upacara yang dilaksanakan di halaman Rusunawa Puspa Agro, Sidoarjo, ini dipimpin langsung oleh Kapolresta, Himawan bayu aji, S.H , S.I.K, M.H.

Upacara ini diikuti oleh para pejabat Polres Sidoarjo, dan diikuti kurang lebih 500 pengungsi dari beberapa negara yang didirikan oleh ONHCR (Badan PBB Dunia) yang bekerjasama dengan Indonesia.
Warga pengungsi itu berasal dari 10 negara, yakni Myanmar, Afganistan, Iran, Iraq, Pakistan, Srilangka, Erritrea, Syiria ,Sudan dan Somalia serta pengungsi Syiah asal Madura Jawa Timur. Mereka menempati kampung pengungsian itu sudah 5 tahun lebih.

Kapolres Sidoarjo membacakan amanat Kapolri Jendral Polisi Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, MA., Ph.D. yang dalam amanatnya menyampaikan, “peringatan hari kemerdekaan pada hari ini, marilah kita jadikan sebagai ajang perenungan kebangsaan, bukan hanya semata tentang pengorbanan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan, tetapi juga menjadi perenungan tentang keadaan bangsa Indonesia pada saat ini. Kemerdekaan yang diperoleh bangsa Indonesia bukanlah pemberian dari penjajah, tetapi melalui perjalanan panjang dan perjuangan yang melelahkan dari para pejuang kemerdekaan dengan tetesan darah, keringat dan air mata, hanya berbekal bambu runcing dan semangat membara tak kenal padam,” ungkapnya.

“Polri sebagai bagian dari elemen negara merupakan salah satu aktor yang dapat mendorong dan menumbuhkembangkan semangat kebersamaan diantara masyarakat. Untuk itu, pada upacara hari ini, Kapolri menghimbau kepada seluruh jajaran, untuk terus bekerja dengan sungguh-sungguh, ikhlas dan tanggung jawab” lanjutnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Polri tidak bisa berkerja sendiri, Polri harus berkerja sama dengan seluruh stakeholders terkait, sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan sebaik-baiknya”, ungkap Kapolri.

Dalam upacara ini warga kampung Syi’ah mengaku baru pertama kali mengikuti upacara bendera, karena di daerah asalnya jauh dari kota.

PC LDII Taman juga turut di undang mengikuti upacara ini. Menjadi kepercayaan bagi LDII dalam Ulang Tahun yang ke-72 NKRI, “LDII sebagai ormas islam yang senantiasa mendukung pemerintah yang sah, akan terus berupaya menjadi mitra pemerintah dalam mesukseskan program pemerintah,” ungkap H. Hariman Dana Sasmita, ST. selaku Sekretaris PC LDII Taman.

Salah satunya adalah program Indonesia emas 2045. LDII telah dan terus menyiapkan Pembinaan kepada generasi penerus agar menjadi generasi unggul yang profesional, sekaligus religius. Melalui pencanangan tri sukses generus yaitu alim dan faqih, ber-akhlak mulia, mandiri. Selain itu, setiap generus dibekali 6 tabiat luhur yang telah dicontohkan Rasululloh SAW yaitu jujur, amanah, mujhid muzhid (giat bekerja dan berhemat), rukun, kompak, bekerjasama yangg baik,” lanjut Hariman.

Di hari kemerdekaan ini semua elemen masyarakat diharapkan bersama-sama menjaga keutuhan dan membangun masa depan Indonesia menjadi lebih baik dan berguna bagi nusa dan bangsa. (erva)

Jokowi Terima Gelar Pendekar Utama dan Warga Kehormatan Persinas ASAD

LDII SIDOARJO | Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi membuka Pasanggiri Nasional dan Kejuaraan Nasional Pencak Silat Persinas ASAD di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Pada kesempatan itu, Jokowi juga dinobatkan sebagai Pendekar Utama Persinas ASAD.

Jokowi memang berpenampilan berbeda hari ini. Jokowi sudah siap dengan pakaian silat bernuansa hijau khas Persinas ASAD. Ikat kepala coklat juga sudah dikenakannya.

Sebelum acara dimulai, Jokowi mendapatkan gelar Pendekar Utama dan Warga Kehormatan Persinas ASAD. Ketua Umum Persinas ASAD Brigjen TNI (purn) Agus Susarso pun memasangkan sabuk merah dengan garis emas kepada Jokowi, sebagai tanda Pendekar Utama dan Warga Kehormatan Persinas ASAD.

Pada sambutannya, Jokowi berterima kasih kepada keluarga besar Persinas ASAD yang telah ikut menjaga, memelihara, merawat tradisi bela diri bangsa, yakni pencak silat. Hal ini harus terus dijaga agar karakter bangsa tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

"Tanpa kesadaran kita untuk menjaga, untuk merawat seni tradisi pencak silat ini kita akan kehilangan sebuah karakter karena hampir semua negara juga miliki. Inilah sebuah karakter bangsa yang harus kita rawat dan harus kita jaga sama-sama," kata Jokowi di lokasi, Selasa (8/8/2017).

PC LDII Taman Gelar Halaqoh Kubro


LDIISidoarjo.org - Kurang Lebih 80 Penghafal Al-qur’an Berkumpul di Masjid Manshurin, Tawangsari-Taman, Sidoarjo pada Minggu, (6/8/2017). Mereka adalah Generasi penerus Tahfidzul Qur'an PC LDII Taman. Mulai dari kalangan Caberawit tingkat sekolah dasar sampai remaja sekolah menengah keatas turut hadir, beserta didampingi para ustadz dan ustadzah pembimbing.

 “HALAQOH KUBRO” ini adalah acara pertama kali yang diselenggarakan PC LDII Taman. Bertujuan mewujudkan generasi penerus berilmu, berakhlakul karimah dan mandiri, jelas H. Rofiq selaku pembina tahfidz.

Dalam sambutannya, H. Rofiq memberi motivasi kepada para Tahfidzul Qur’an agar percaya diri menjadi tentaranya Allah. “Orang yang Ahli Alqur’an lebih tinggi daripada orang yang hafal despacito. Kalian tau ndak lagu Despacito? hafal ndak? bagaimana dengan Alqur’an? Perbandingan orang yang hafal lagu despacito dari awal sampai akhir hasilnya hanya capek jika di ulang ulang, beda dengan orang yang mau menghafalkan Alqur’an banyak sekali pahala yang di dapat.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi). Kalau Hafal 30 Juz , Misal surat Annaba’ ? ada berapa ayat, satu ayat ada berapa huruf ? coba 1 huruf itu dikalikan 10 Kebaikan, Subhanallah," Ujarnya.

“Mengulang hafalan juga bisa di praktekkan ketika kita berangkat sekolah 10 menit, maka banyak kebaikan yang kita dapatkan, “ tambah H. Rofiq. Setelah mendapat banyak beberapa motivasi dari Para Senior Tahfidz, Peserta Halaqoh melakukan murojaah Bersama Surat An-nash hingga Adz-Dhuha. Kemudian di bagi Kelompok-kelompok sesuai berapa juz hafalannya yang tentunya di tes oleh para pembina halaqoh PC LDII Taman.

Selain menghafal Alqur’an diharapkan Generasi Tahfidz ini bisa Mengamalkan apa yang terkandung dalam Al-Qur’an. Karena seseorang bisa dikatakan sebagai Ahlul Qur'an ketika ia mampu hafal dan mengamalkan segala sesuati yang terkandung dalam Al-Qur'an.

Harapannya dengan adanya Kegiatan halaqoh ini mampu untuk menciptakan generasi penerus yang berilmu serta mempunyai kefahaman agama yang baik. Sehingga mampu menjadi generasi penerus bangsa yang profesional religius. (erva)

LDII Tekankan Pentingnya Bangun Jati Diri Generasi Penerus Bangsa


LDIISidoarjo.org (LDII Jatim) - Sangat beralasan, LDII menekankan pentingnya pendidikan dalam membangun jati diri (personal branding) dari generasi penerus bangsa. Akhir-akhir ini, Negara disibukkan sekali dengan penuntasan kasus amoral seperti pelecehan seksual, pemerkosaan, pencabulan, dan tindakan kriminal lainnya. Belum lagi kenakalan remaja yang lambat laun jumlahnya semakin meningkat, sebagai contoh perkelahian antar siswa, tawuran antar sekolah, geng motor,balapan liar, dan sebagainya.

Dari beberapa fenomena tersebut di atas, peran serta Negara dan agama mutlak diharapkan dalam menuntaskan problematika bangsa. Jika dibiarkan berlarut-larut, maka akan seperti menunggu bom waktu yang tiba saatnya generasi muda bangsa akan rapuh akan jati diri bangsa Indonesia yang terkenal tangguh, kesatria, bermoral, dan berkarakter adat ketimuran.

Mengenal Generasi Milenium dalam Membuat Jati Diri (Personal Branding) sebagai Generasi Penerus Agama dan Bangsa, itulah tema yang diangkat dalam sebuah seminar wanita yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Sidoarjo (LDII Jatim) yang bertempat di Gedung Barokah Pondok Al Barokah Sidoarjo pada Sabtu, (29/07). Tema yang relevan dalam problematika bangsa terakhir yang menjadi tugas LDII pula dalam mencari akar permasalahan, menggambarkan dampak buruk, mencari solusi dalam menangani problematika serta melakukan pencegahan.

Lewat Halal bi Halal, LDII Ajak Umat Islam Bersatu


LDIISidoarjo.org (LDII Jatim)- Melihat persatuan bangsa yang terancam, dengan adanya umat Islam yang saling diadu membuat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) merasa prihatin. Oleh karena itu, dalam acara halal bi halal dan pengajian umum PC LDII Waru yang diadakan Selasa,(18/7/2017), LDII Mengajak NU dan Muhammadiyah  untuk bersama meredam kondisi ini.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPW LDII Jatim, H. Hasan Yuswadi, S.H, jika LDII sering dituduh sebagai Islam dengam faham agama yang salah dan eksklusif. Padahal kenyataannya LDII telah diakui oleh MUI dan tidak termasuk dalam 10 kriteria aliras sesat yang telah diterbitkan oleh MUI. Begitu juga dengan rumor - rumor tidak masuk akal yang sering dikaitkan dengan LDII. Seperti rumor masjid akan dipel jika ada orang luar LDII yang sholat di masjid LDII, padahal hal-hal tersebut tidak benar dan tidak pernah ditabayunkan dulu kepada LDII.

LDII, NU, Muhammadiyah Gelar Halal bi Halal Bersama

KH. Abdul Mutholib (Kyai Kerah Sakti) Memberikan Ceramah di Pengajian Umum LDII

LDIISidoarjo.org (LDII Jatim) - Menguatkan Ukhuwah Islamiyah untuk bersama membangun bangsa menjadi tema utama dalam pengajian Umum PC LDII Waru pada Selasa, (18/07/2017), di Masjid Baiturrahim, Medaeng, Sidoarjo. Kyai H. Abdul Mutholib ulama NU turut memberikan ceramah dalam acara yang dihadiri sekitar 1.000 orang yang berasal dari warga LDII, NU dan Muhammadiyah.

Abdul Mutholib, atau lebih tenar dengan sebutan Kyai Kera Sakti menyampaikan tentang pentingnya kerukunan antar sesama ormas Islam. "Baik NU, Muhammadiyah ataupun LDII itu sama-sama Islam, jadi harus rukun. Siapapun kyai-nya jika yang diomongkan benar dan tidak menyimpang dari ajaran Islam maka ayo diikuti," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua PC LDII Waru, H. Hotib Al Arish dalam sambutannya mengajak seluruh warga untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah dengan selalu menjaga kerukunan dan kekompakan. Senada dengan hal tersebut, Ustadz Ibrahim yang merupakan tokoh masyarakat NU di Medaeng menyampaikan bahwa esensi dari halal bihalal yang utama adalah menghapus kesalahan antar sesama dan saling tolong menolong dalam kebaikan.

Lebih lanjut Ustadz Ibrahim menyampaikan bahwa hubungan antara NU, LDII dan Muhammadiyah di wilayah Medaeng sangat harmonis. Dan berharap antar sesama ormas Islam selalu berusaha kompak menjaga kedaulatan NKRI. "Alhamdulillah selama ini hubungan kami dengan LDII dan Muhammadiyah di sini sangat harmonis. Bahkan kemarin saat kami sedang ada pembangunan masjid, kami diberi bantuan material besi oleh LDII," ungkapnya.


Disesi selanjutnya, Pengurus DPW LDII Jatim, H. Hasan Yuswadi, S.H. menyampaikan tentang asbabul urut diadakannya acara pengajian umum dan silaturahim antar ormas Islam di Kecamatan Waru. Menurut Yuswadi penyelenggaraan acara ini terinspirasi dari acara pertemuan ulama se-Jawa Timur yang diadakan MUI beberapa waktu yang lalu. "Saat mengikuti acara itu saya berpikir akan baik jika bisa mengumpulkan ormas-ormas Islam di Medaeng dalam satu acara," tuturnya.

Hasan juga menjelaskan bahwa  kondisi Bangsa Indonesia saat ini sudah sampai pada tingkat mengkhawatirkan. Banyak terjadi intrik dan isu - isu di masyarakat yang mengarah ke perpecahan. Untuk meredam hal ini dibutuhkan satu arahan yang mampu meraih semua golongan untuk menyeimbangkan kondisi Bangsa. Untuk hal inilah diharapkan para Ulama yang merupakan panutan dalam masyarakat, memberi satu komando positif untuk menciptakan suasana yang kondusif.


Peran ormas Islam juga tak kalah penting dalam hal ini, mengingat Islam adalah agama mayoritas masyarakat Indonesia. Jika semua ormas Islam mampu bersatu serta meningkatkan Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathoniyah, maka kondisi Bangsa Indonesia akan menjadi lebih baik dan selalu kondusif. (Hav)

Komunikasi Sosial Danramil dengan PC LDII Tarik


LDIISidoarjo.org - Danramil Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Kapt. (Inf) Adi Sutrisno Mengunjungi Masjid Assyafiiyah yang terletak di Desa Kramat Temenggung, Kecamatan Tarik, Selasa, (13/06/2017). Kunjungan Danramil Tarik ini untuk mengikuti pengajian umum serta melakukan kegiatan komunikasi sosial dengan warga sekitar.
Acara ini diawali dengan sholat tarawih berjamaah. Setelah sholat tarawih, Adi Kurniawan selaku ketua PC LDII Kec Tarik memberikan pengarahan kepada warga LDII Kec Tarik. Dalam arahannya ketua mengatakan agar selalu menjaga kerukunan dan kekompakan antara warga LDII dengan sesama warga masyarakat. 

Adi juga sempat mengingatkan kepada pemuda-pemudi yang waktu itu hadir dengan memakai seragam berbendera merah putih disebelah kanan, agar pemuda-pemudi membentengi pemahaman agama ini yang kuat karena paham radikalisme yang sekarang ini banyak menyisir kaum muda. Adi sempat melontarkan pertanyaan kepada M. Ubay Witopo, SH yang merupakan ketua bidang pemuda dan olah-raga tentang arti bendera merah putih diseragamnya, Ubay menjawab bahwa bendera merah putih itu merupakan bentuk nasionalisme "KITA LDII, KITA PANCASILA, DAN KITA INDONESIA" Sebuah ungkapan penuh semangat yang dilontarkan ketua bidang pemuda dan olahraga PC LDII Tarik. 

LDII Jatim dan Rais Am PBNU Bahas Ekonomi Umat

LDII Sidoajo Jatim | Wakil Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Miftakhul Akhyar menerima silaturahim pengurus DPW LDII Jatim di komplek Pondok pesantren Miftahul Jannah, Kedung Tarukan Surabaya (19/4/17).

Dalam silaturahum tsb Amien Adhy, ketua DPW LDII Jatim menyampaikan bahwa antara LDII dan NU sudah terjalin hubungan dengan baik, agar hubungan baik tersebut terus terjalin maka perlu silaturahim LDII Jatim dengan pengurus NU yang ada di Jatim. Apa yang dilakukan DPW LDII Jatim ini sejalan dengan apa yang telah dilakukan DPP LDII dengan PBNU yang telah sepakat mengadakan MoU pada tahun 2012 di bidang dakwah, deradikalisasi, pendidikan, lingkungan hidup dan penanggulangan bencana, kedaulatan pangan, serta menjaga tegaknya NKRI.

Amien Adhy, ketua DPW LDII Jatim silaturahim dengan KH. Miftakhul Akhyar wakil Rais Am PBNU
Amien menjelaskan, sebelum pengurus LDII Jatim bersilaturahim, ulama dari NU, Muhammadiyah serta pengurus MUI juga sudah silaturahim ke Ponpes binaan LDII Wali Barokah Kediri, diantaranya adalah Wakil Bendahara PWNU Jawa Timur Ahsanul Haq, Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur Saad Ibrahim, Ketua MUI Yusnar Yusuf, Wakil Sekjen MUI Tengku Zulkarnain, dan beberapa ulama lainnya.

Santri dari binaan LDII yang ada di pondok pesantren Wali Barokah Kediri Jatim juga berkesempatan mendengarkan tausiyah dari beberapa tokoh maupun ulama yang hadir agar santri LDII Jatim maupun dari mana saja mendapatkan siraman rohani dari ulama-ulama nasional di Indonesia serta tokohnya.

Buka Bazar Pemuda 2017, Ketua DPD LDII Sidoarjo Beri Apresiasi Positif

(Credit photo by: thio) - Ketua DPD LDII Sidoarjo, Ir.H. Roni Romandhawira, M.M

LDIISidoarjo.org - Ketua DPD LDII Sidoarjo Jatim, Ir. H. Roni Romandhawira M.M membuka bazar pemuda LDII Kabupaten sidoarjo yang dilaksanakan pada hari Minggu, (16/4/2017). Kegiatan ini berlangsung dihalaman ponpes Al - Barokah, Sruni, Gedangan - Sidoarjo.

Baca juga : Rais Am PBNU dan LDII Jatim Bahas Ekonomi Umat

Dalam sambutannya ketua DPD LDII Sidoarjo ini memberikan apresiasi positif terkait terselenggaranya bazar untuk kesekian kalinya ditahun ini. Bazar pemuda LDII Sidoarjo adalah agenda rutin 2 tahunan bidang kepemudaan dan olahraga DPD LDII Sidoarjo yang mengambil tema berbeda ditiap tahun penyelenggaraannya. Untuk tahun ini tema yang diambil adalah Pesona Nusantara, yang menghadirkan aneka makanan dan tampilan khas dari berbagai Propinsi di Indonesia.

Masih dalam sambutannya, H. Roni juga mengharapkan dengan adanya bazar ini bisa tercipta transaksi yang saling menguntungkan antara pembeli dan penjual. Sehingga dengan adanya hal tersebut bisa memacu meningkatnya semangat kemandirian pemuda LDII untuk menghadapi persaingan didunia usaha nantinya. Seyogyanya memang dalam bazar tahun ini para pemuda LDII yang berasal dari masing-masing PC LDII se-Kabupaten Sidoarjo ini dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyajikan dagangannya. Tantangan kuliner dan tampilan khas suatu propinsi yang harus disajikan tentu bukan perkara mudah untuk diwujudkan.

H. Roni juga mengapresiasi Pesona Nusantara yang diambil sebagai tema bazar. Diharapkan dengan adanya tema ini bisa mewujudkan dan meningkatkan lagi rasa cinta Indonesia dalam tiap diri para peserta dan pengunjung bazar sebagai masyarakat Indonesia. Karena mencintai kuliner dan budaya Nusantara merupakan salah satu pondasi dasar untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Negara tercinta kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia. (hav)

Bazar Pemuda LDII Pesona Nusantara

(Credit photo by: ulfa) - Selamat Datang di Bazar Pemuda LDII Sidoarjo 2017

LDIISidoarjo.org - Era Globalisasi menimbulkan pengaruh yang cukup besar ditiap-tiap Negara, khususnya di Negara berkembang seperti Indonesia. Mulai dari tekhnologi yang berkembang pesat hingga budaya yang bisa masuk dengan mudah. Tak terkecuali dengan Indonesia, tidak sedikit budaya luar atau budaya Barat yang masuk ke Indonesia. Tidak jarang pula masyarakat Indonesia yang lebih memilih budaya Barat daripada budaya Indonesia sendiri karena budaya Barat dinilai lebih modern daripada budaya lokal.

Alhasil banyak masyarakat Indonesia yang mengaplikasikan budaya barat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dikalangan remaja. Mulai dari tata krama , cara berpakaian hingga berbagai jenis makanan yang dikonsumsi. Tentu akan menjadi sesuatu yang tidak baik jika hal tersebut terlalu berlebihan hingga melupakan budaya lokal yang merupakan ciri khas negara tercinta kita Indonesia
Tema "Pesona Nusantara" yang diangkat dalam bazar pemuda LDII Sidoarjo 2017 bertujuan untuk membangun rasa cinta Indonesia lewat cara yang sederhana. Selain itu dipilihnya tema Pesona Nusantara ini bertujuan agar generasi muda penerus bangsa lebih mengetahui kebudayaan Indonesia.

Para generasi muda penerus bangsa perlu diberi bekal agar dapat menumbuhkembangkan  dan meningkatkan rasa nasionalisme serta rasa cinta tanah air yang mulai terkikis dengan budaya barat yang tidak sesuai dengan budaya tanah air Indonesia. Maka dari itu,  lewat bazar pemuda LDII yang diadakan pada hari Minggu, (16/4/2017) ini diharapkan mampu membangun dan mengembangkan wawasan Nusantara para peserta dan pengunjung bazar.

Halaman Ponpes Al-Barokah, Sruni, Gedangan - Sidoarjo yang menjadi tempat diselenggarakannya acara tampak warna-warni dengan hiasan berbagai macam adat budaya Indonesia. Ini bisa terjadi karena tema yang dipilih pada setiap stand berbeda, sesuai dengan  propinsi-propinsi yang ada diluar Pulau Jawa. Nah, pertanyaan yang muncul adalah kenapa harus diluar Pulau Jawa?

Dipilihnya Propinsi-propinsi di luar Pulau Jawa sebagai tema setiap stand bazar bertujuan agar para peserta dan pengunjung sebagai masyarakat Indonesia yang menetap di Pulau Jawa tahu dan tidak terpaku hanya pada satu pulau saja. Juga diharapakan agar lebih mengenal budaya Indonesia secara keseluruhan khususnya budaya yang berada di luar Pulau Jawa seperti Sumatra, kalimantan, Papua, dan lain-lain.

Bazar pemuda LDII Sidoarjo adalah agenda rutin 2 tahunan bidang kepemudaan dan olahraga DPD LDII Sidoarjo yang mengambil tema berbeda ditiap tahun penyelenggaraannya. Pengambilan tema Pesona Nusantara pada tahun ini merupakan suatu upaya dari para pemuda LDII untuk menyebarkan rasa cinta Indonesia kepada masyarakat luas. Karena tanpa mencintai Indonesia tentu akan kesulitan untuk mewujudkan jiwa Nasionalisme dan rasa memiliki Negara tercinta, Negara Kesatuan Republik Indonesia.


“Di zaman modern ini diharapkan para pemuda memiliki jiwa nasionalisme dan tidak cenderung pada budaya barat”, Ungkap Nur Hidayat, S.H selaku ketua pelaksana Bazar Pemuda LDII Kabupaten Sidoarjo 2017. (Masyani/hav)

Cara LDII Menciptakan Kerukunan Antar Sesama


Sapu lidi itu bisa berfungsi untuk membersihkan kotoran ketika lidi-lidinya diikat menjadi satu, kenapa? Karena ikatan itu menguatkan lidi-lidi tersebut menjadi satu bagian, itulah kekuatan kebersamaan.

Dari masing-masing individu yang berdiri sendiri akan menciptakan kekuatan yang besar ketika mereka bersatu. Kebersamaan itu indah, persatuan itu kuat. Tak mudah memang karena terdapat perbedaan yang kadang menjadi penghalang, maka disinilah peran tenggang rasa. Pengertian terhadap sesama akan membuat suatu perbedaan justru menjadi sebuah kekuatan dalam kebersamaan.

Baca juga : Rais Am PBNU dan LDII Jatim Bahas Ekonomi Umat

LDII sebagai lembaga dakwah memiliki kiat dan cara untuk dapat mewujudkan kerukunan antar sesama. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa kerukunan adalah salah satu pondasi penting untuk menciptakan lingkungan yang selalu aman, tentram dan damai.


Ciptakan Kerukunan


Menciptakan kerukunan berarti membuat suasana selalu kondusif dengan sesama, caranya :

• pertama,
berbicara yang baik.
Selalu melihat papan, empan, adepan (tempat, bahan pembicaraan , lawan bicara). Cara berbicara di pasar tentu berbeda dengan di masjid, kita koreksi dulu topik apa yang ingin di bicarakan apakah sesuai dengan keadaan.

Dan juga lihat siapa yang di ajak bicara. Bicara dengan anak kecil tentu berbeda caranya dengan bicara pada orang dewasa atau orangtua.

• Kedua,
jujur dan amanat (bisa di percaya).
Orang jujur belum tentu bisa amanat tapi orang amanat pasti jujur. Kok bisa?
Coba kita lihat, si Acong di titipi uang Rp 100.000 oleh ibunya untuk diberikan ke pamannya. Ditengah perjalanan ke rumah pamannya Acong merasa haus, berhubung dia tidak punya uang sama sekali akhirnya dia berinisiatif memakai uang titipan ibunnya untuk membeli minuman. Sesampai di rumah pamannya dia memberikan uang titipan tadi sambil bercerita apa adanya ke pamannya dan minta maaf karena memakai sebagian uang tersebut tanpa ijin dulu karena kepepet. Si Acong jujur bukan? Tapi dia tidak bisa amanat karena uang yang dititipkan ibunya berkurang ketika sampai ke pamannya.

• Ketiga,
Sabar keporo ngalah (rebutan ngalah) .
Orang yang ngalah bukan berati kalah, justru dialah pemenang sebenarnya. Karena dia yang bisa memahami dan menguasai keadaan. Dia yang lebih sadar tentang arti kekuatan kebersamaan. Bukankah Alloh telah bersabda bahwa  sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar.

• Keempat,
Tidak membuat kerusakan.
Ini juga penting. Jangan memancing masalah karena itu akan menimbulkan efek yang tidak baik kepada sesama. Serta kita juga berusaha menjaga sesama agar kebersamaan yang ada tetap terjaga.

• Terakhir,
Saling memperhatikan dan menjaga perasaan.
Setiap orang butuh perhatian, pun juga dengan kebersamaan. Kita harus saling bisa memahami karakter dan sifat rekan-rekan sesama kita sehingga kita tahu dan bisa berhati-hati dalam setiap ucapan dan sikap kita ketika bergaul dengannya.

Jika kelima hal diatas bisa kita lakukan dan kita pelihara dengan baik, maka kerukunan dan
kebersamaan akan tercipta dengan indah. Segala sifat negatif akan terkalahkan dengan sendirinya sehinga tercipta sebuah persatuan yang kuat. (hav)

Pengurus LDII Jadi Pengurus PWI Provinsi Jatim

Pelantikan pengurus PWI Jawa Timur masa bhakti 2016-2021
LDII SIDOARJO | Pengurus Bagian KIM (Komunikasi Informasi Media) DPD LDII Kabupaten Sidoarjo, Drs. Koesmoko dilantik menjadi Pengurus PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Provinsi Jawa Timur Seksi Wartawan Pariwisata masa bakti 2016-2021.

Koesmoko yang merupakan editor/redaktur di anak perusahaan Jawa Pos Group ini juga sudah lulus UKW (Uji Kompetensi Wartawan) tingkat Utama atau sebagai pemegang Sertifikat Wartawan Utama dari Dewan Pers tahun 2012. Pernah menjadi narasumber Pelatihan Jurnalistik di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Agama (Kemenag) Kanwil Provinsi Jawa Timur.

Pelantikan Pengurus PWI Provinsi Jawa Timur masa bakti 2016-2021 dilakukan oleh Ketua PWI Pusat Drs. H. Margiono di gedung negara Grahadi Surabaya, Rabu (29/3/2017). Pengurus yang dilantik di antaranya: Ketua Drs. H. Ahmad Munir; Sekretaris Drs. Eko Pamuji; Bendahara Drs. Abu Bakar Yarbo; serta para pengurus Dewan Kehormatan; Seksi-Seksi; Dewan Pakar; dan Tim Pembela Wartawan.

Imawan Mashuri: Langkah Cerdas LDII Adakan DIklat Jurnalistik

LDII Sidoarjo | Komisaris Jawa Pos Grup Imawan Mashuri menaruh harapan besar pada LDII pada pelaksanaan dakwah, karena itu adalah pekerjaaan yang sering dilupakan, hal ini dikatakan pada saat mengisi Wokhsop Jurnalistik yang diadakan Biro Komunikasi Informasi dan Media DPW LDII Jawa TImur di Aula LDII Jl. Gayungan VII No. 11 Surabaya (18/3/17).

Imawan menambahkan, diklat jurnalistik yang dilakukan LDII ini adalah langkah cerdas, banjiri informasi positif untuk imbangi beredarnya informasi yang beredar di masyarakat dengan dakwah lewat internet,  berita yang diterima masyarakat saat ini sebagian besar berita yang kurang baik.

Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan ketua DPW LDII Jawa Timur Amien Adhy saat membuka acara, dengan banyak memunculkan berita yang postif maka bisa menggeser berita yang menjelekkan LDII,. Wokshop Jurnalistik ini juga untuk mengoptimalkan peran komunikasi, informasi dan media.

Setelah berakhirnya wokshop jurnalistik akan dilanjutkan dengan jambore jurnalistik serta menjalin hubungan dengan Jawa Pos dan majalah Nurani, kata Amien.

Wokshop Jurnalistik DPW LDII Jatim diikuti 76 peserta dari kabupaten kota se Jawa Timur dengan menghadirkan pemateri Ludhy Cahyana dari DPP LDII serta Ali Mustika dari DPW LDII Jawa Timur. (Y)


Pembaca juga membaca: Pengurus LDII jadi Pengurus PWI Provinsi Jatim

Launching Aplikasi Monev dan ldiijatim.tv DPW LDII Jawa Timur



LDIISidoarjo.org - Sebagai salah satu ormas keagamaan di Indonesia, LDII selalu melakukan peningkatan dalam monitoring dan evaluasi  kinerja  organisasi. LDII baru-baru ini mengusung peran organisasi dalam hal paperless yang dicanangkan saat munas VIII LDII akhir tahun lalu. Menindaklanjuti hal tersebut, DPW LDII Jawa Timur dalam Konsolidasi Organisasi yang dilaksanakan pada hari minggu, (22/01/17) melaunching aplikasi monev untuk peningkatan kinerja organisasi dalam monitoring kegiatan DPD, PC dan PAC se-Jawa Timur.  Sehingga laporan kegiatan di tiap tingkatan tidak memakai kertas lagi, laporan kegiatan sudah bisa dicek melalui aplikasi tersebut. Selain melaunching aplikasi tersebut, DPW LDII jatim juga melaunching ldiijatim.tv untuk menyiarkan kegiatan DPW LDII secara live streaming.

Konsolidasi organisasi ini mengangkat materi  UU No. 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Organisasi kemasyarakatan adalah organisasi yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, dan tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bedasarkan Pancasila.  Kewajiban ormas salah satunya adalah menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan NKRI, melaksanakan kegiatan sesuai tujuan organisasi, memelihara nilai-nilai agama, budaya, moral, etika dan norma.

Ipda Suwighyo : " Ulama Dan Polisi Harus Bersinergi Membina Umat"

LDIISidoarjo.org - Mengawali pertemuan di kantor Polsek Tarik pada hari Senin, (9/1) Ipda H. Suwighyo (mewakili Kapolsek Tarik) mengatakan bahwa ulama dan Kepolisian harus bersinergi dalam rangka membangun umat agar tidak sampai terjebak dalam pemahaman radikalisme yang ujungnya akan melakukan tindakan-tindakan teror yang sangat meresahkan.

Senada dengan itu ketua PC LDII Kec Tarik Adi Kurniawan mengatakan bahwa LDII berusaha keras agar warganya tidak terpengaruh dengan paham radikalisme, dengan mengadakan pengajian yang bersifat intensif dan berkesinambungan.

Warga LDII terus diingatkan akan arti pentingnya tunduk dan patuh kepada pemerintahan yang sah berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta berbudi yang luhur. Ipda Suwighyo yang didampingi Aiptu Janat juga menyinggung kemerosotan moral dikalangan pemuda diantaranya melunturnya rasa hormat kepada orang tua.

Pengajian Akhir Tahun Remaja Masjid PC LDII Taman

LDII SIDOARJO | Di penghujung pergantian tahun baru, umumnya ramai orang asyik berkumpul untuk menunggu detik-detik pergantian tahun.  Menunggu pergantian tahun itu biasanya disambut dengan perayaan mulai pesta kembang api, tiup terompet, trek-trekan di jalan, bahkan banyak diberitakan perayaan pergantian malam tahun baru disambut dengan pesta seks, narkoba, dan kegiatan negatif lainnya.

Sebagai langkah antisipatif untuk mencegah kegiatan negatif yang dilakukan oleh generasi muda, Lembaga Dakwah Islam Indonesia sebagai lembaga dakwah yang lebih mengedepankan dakwah bil-haal (dakwah dengan memberikan contoh yang baik) melalui DPP LDII telah menginstruksikan gerakan ngaji akhir tahun sebagai bentuk pengalihan untuk membina para generasi muda dari hal-hal negatif tersebut.

Sebagai tindak lanjut instruksi DPP tersebut, PC LDII Taman mengadakan pengajian akhir tahun yang diadakan di halaman masjid Baitul manshurin Tawangsari, yang dihadiri semua warga LDII se kecamatan Taman dan Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat setempat.