وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Selasa, 08 Maret 2016

Wali Kota Kediri : Pengajian LDII Hidupkan Ekonomi Kediri




Sekitar 7 ribu orang berbondong-bondong mengikuti pengajian Syarah Asmaul Husna, di Pondok Wali Barokah Kediri (7/3). Dalam Asrama kali ini dibuka langsung oleh Walikota Kediri Abdullah Abubakar S.E. Asrama yang diadakan oleh Pondok Pesantren Wali Barokah ini adalah salah satu kegiatan perwujudan revolusi mental, yang selaras dengan program pemerintah saat ini tutur Sunarto selaku ketua Pondok Wali Barokah Kediri.


Dalam pembukaan asrama disambut oleh H. Sunarto. M.Si yang mengatakan bahwa peran para ulama-ulama, mubaligh maupun utusan yang terpilih untuk mewakili daerahnya masing-masing sebagai peserta yang wajib mengikuti kegiatan asrama ini.


Perlu diketahui peserta yang berasal dari seluruh Indonesia, ada beberapa daerah (Koordinator Wilayah) di tiap-tiap DPD, dengan maksud agar Asrama Asmaul Husna ini dapat di sampaikan dimasing masing PC sampai PAC LDII.

"Alhamdulillah kalau masih ada yang mempertahankan dan memurnikan nilai keagamaan sampai saat ini, mudah-mudahan bersama Pesantren Wali Barokah mari bersama-sama mendapatkan kebarokahan," tutur Sunarto.



Dalam sambutannya, Wali Kota Kediri Abdullah Abubakar mengatakan bahwa dengan kegiatan pengajian berupa Asrama Sarah Asmaul Husna, LDII turut menghidupkan ekonomi di wilayah sekitar pesantren, selain itu dengan banyaknya pondok pesantren di sekitar wilayah Kota Kediri, akan tumbuh timbulnya kegiatan wisata, terutama wisata religi.

Ketika acara berlangsung dampaknya sangat terasa bagi pengusaha di bidang transportasi, kuliner, penginapan, hingga warga sekitar yang rumahnya di sewa peserta.

Abdullah sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan dengan terus mempertahankan nilai-nilai Agama. Bentuk Apresiasi dan dukungan Pemerintah Kota Kediri sangat dirasakan, ditandai dengan awal pembangunan menara Asmaul Husna Pondok Wali Barokah, sampai dengan diresmikann oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla serta kegiatan-kegiatan pondok pesantren lainnya.


Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum DPP LDII Dr. KH Abdullah Syam mengatakan Program LDII bertujuan untuk membentuk insan profesional religius yang harus diwujudkan dengan terus menambah ilmu pengetahuan mengenai agama. Adapun ilmu yang diasramakan juga ditujukan untuk pembinaan generasi muda LDII, sasaran utamanya yaitu meraih tri sukses (salah satu target DPP LDII, red) yakni memiliki ilmu agama yang tinggi, memiliki akhlak mulia, dan mandiri.

Abdullah Syam berharap kedatangan Ketua MPR Zulkifli Hasan dapat meneguhkan komitmen kebangsaan warga LDII, yang sejak dulu menyandingkan Islam dengan Pancasila sebagai keselarasan dalam hidup berbangsa dan bernegara. Bagi LDII, islam dapat dijalankan dengan baik di Indonesia dengan baik di Indonesia berkat Allah SWT yang memberi bangsa Indonesia pedoman dasar negara berupa Pancasila.

Kegiatan asrama ini akan berlangsung selama empat hari mulai dari Senin (7/3) sampai dengan Kamis (10/3), dan rencananya akan ditutup oleh ketua MPR Zulkifli Hasan, sekaligus mensosialisasikan empat konsesus bangsa yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. (erva/qq/LINES)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Wali Kota Kediri : Pengajian LDII Hidupkan Ekonomi Kediri




Sekitar 7 ribu orang berbondong-bondong mengikuti pengajian Syarah Asmaul Husna, di Pondok Wali Barokah Kediri (7/3). Dalam Asrama kali ini dibuka langsung oleh Walikota Kediri Abdullah Abubakar S.E. Asrama yang diadakan oleh Pondok Pesantren Wali Barokah ini adalah salah satu kegiatan perwujudan revolusi mental, yang selaras dengan program pemerintah saat ini tutur Sunarto selaku ketua Pondok Wali Barokah Kediri.


Dalam pembukaan asrama disambut oleh H. Sunarto. M.Si yang mengatakan bahwa peran para ulama-ulama, mubaligh maupun utusan yang terpilih untuk mewakili daerahnya masing-masing sebagai peserta yang wajib mengikuti kegiatan asrama ini.


Perlu diketahui peserta yang berasal dari seluruh Indonesia, ada beberapa daerah (Koordinator Wilayah) di tiap-tiap DPD, dengan maksud agar Asrama Asmaul Husna ini dapat di sampaikan dimasing masing PC sampai PAC LDII.

"Alhamdulillah kalau masih ada yang mempertahankan dan memurnikan nilai keagamaan sampai saat ini, mudah-mudahan bersama Pesantren Wali Barokah mari bersama-sama mendapatkan kebarokahan," tutur Sunarto.



Dalam sambutannya, Wali Kota Kediri Abdullah Abubakar mengatakan bahwa dengan kegiatan pengajian berupa Asrama Sarah Asmaul Husna, LDII turut menghidupkan ekonomi di wilayah sekitar pesantren, selain itu dengan banyaknya pondok pesantren di sekitar wilayah Kota Kediri, akan tumbuh timbulnya kegiatan wisata, terutama wisata religi.

Ketika acara berlangsung dampaknya sangat terasa bagi pengusaha di bidang transportasi, kuliner, penginapan, hingga warga sekitar yang rumahnya di sewa peserta.

Abdullah sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan dengan terus mempertahankan nilai-nilai Agama. Bentuk Apresiasi dan dukungan Pemerintah Kota Kediri sangat dirasakan, ditandai dengan awal pembangunan menara Asmaul Husna Pondok Wali Barokah, sampai dengan diresmikann oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla serta kegiatan-kegiatan pondok pesantren lainnya.


Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum DPP LDII Dr. KH Abdullah Syam mengatakan Program LDII bertujuan untuk membentuk insan profesional religius yang harus diwujudkan dengan terus menambah ilmu pengetahuan mengenai agama. Adapun ilmu yang diasramakan juga ditujukan untuk pembinaan generasi muda LDII, sasaran utamanya yaitu meraih tri sukses (salah satu target DPP LDII, red) yakni memiliki ilmu agama yang tinggi, memiliki akhlak mulia, dan mandiri.

Abdullah Syam berharap kedatangan Ketua MPR Zulkifli Hasan dapat meneguhkan komitmen kebangsaan warga LDII, yang sejak dulu menyandingkan Islam dengan Pancasila sebagai keselarasan dalam hidup berbangsa dan bernegara. Bagi LDII, islam dapat dijalankan dengan baik di Indonesia dengan baik di Indonesia berkat Allah SWT yang memberi bangsa Indonesia pedoman dasar negara berupa Pancasila.

Kegiatan asrama ini akan berlangsung selama empat hari mulai dari Senin (7/3) sampai dengan Kamis (10/3), dan rencananya akan ditutup oleh ketua MPR Zulkifli Hasan, sekaligus mensosialisasikan empat konsesus bangsa yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. (erva/qq/LINES)