وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

News

Rabu, 23 Maret 2016

Kepala BNN Sidoarjo: “Pemuda LDII Anti Narkoba”

LDII Yes.. Narkoba No..
Begitulah jargon yang diserukan ratusan pemuda LDII dalam forum pengajian di Masjid Al-Barokah Sruni (20/3).

Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo Suprianto,SH
Tidak seperti pengajian biasanya, pada kesempatan ini, Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo Suprianto, SH turut hadir dan memberikan penyuluhan mengenai bahaya Narkoba. Tak sendirian, didampingi oleh Sekretaris Dewan Penasihat DPD LDII Sidoarjo Joko Sayono, SH, MH.

Pada pengajian Muda-Mudi yang diikuti 500 lebih pemuda LDII ini, Suprianto yakin dan menegaskan bahwa Pemuda LDII yang anti Narkoba. “Saya yakin, Pemuda LDII yang ada di dalam masjid ini tidak ada yang mengkonsumsi Narkoba,” jelas Kepala BNN Sidoarjo.


Dirinya juga menjelaskan, narkoba yang saat ini marak beredar di kalangan pelajar adalah jenis pil dobel L. “Kami sering menjumpai peredaran narkoba jenis pil dobel L di kalangan pelajar SMP. Kebanyakan mereka berdalih untuk penghilang rasa pusing,” tutur Suprianto. Selain itu, Suprianto juga menjelaskan sampai saat ini 70 persen penghuni lapas Medaeng, lapas Kabupaten Sidoarjo, dan lapas Porong adalah para pecandu narkoba.



Ia menerangkan, narkoba hanya boleh digunakan untuk keperluan medis dan untuk pembelajaran. “Narkoba hanya boleh dipakai untuk keperluan medis itupun ada takarannya. Selain itu juga untuk keperluan penelitian karya ilmiah yang mengedukasi.”

“Harapan saya jika pemuda LDII menjumpai pecandu narkoba, maupun menjumpai praktik jual beli narkoba silahkan melaporkan pada kami (BNN, red),” terangnya. Dalam menangani kasus narkoba di Kabupaten Sidoarjo ini, pihak LDII sangat mendukung dan mau berperan serta untuk memberantas narkoba.

Selain memberikan penyuluhan mengenai bahayanya narkoba, pada kesempatan berikutnya BNN Sidoarjo akan mengadakan kerjasama dengan LDII. “Kami dari BNN Sidoarjo akan mengadakan kerjasama yang saling menguntungkan antara LDII dan BNN khususnya untuk menghindari penyalahgunaan narkoba,” ungkap Suprianto pada ldii-sidoarjo.org. (N/F:Wawan)

1 komentar :

Sam Didik K S16WDK JATIM 10 mengatakan...

Semoga generasi pemuda LDII Kab.Sidoarjo mampu berperan aktif mengkapanyekan dan mengajak keluarga dan saudaranya untuk menghindari dan jangan sampai sesekali mencoba apalagi mendekat ingin tau.
Karena Narkoba musuh kita semua....Katakan Pada NARKOBA....TIDAK!!!

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Kepala BNN Sidoarjo: “Pemuda LDII Anti Narkoba”

LDII Yes.. Narkoba No..
Begitulah jargon yang diserukan ratusan pemuda LDII dalam forum pengajian di Masjid Al-Barokah Sruni (20/3).

Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo Suprianto,SH
Tidak seperti pengajian biasanya, pada kesempatan ini, Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo Suprianto, SH turut hadir dan memberikan penyuluhan mengenai bahaya Narkoba. Tak sendirian, didampingi oleh Sekretaris Dewan Penasihat DPD LDII Sidoarjo Joko Sayono, SH, MH.

Pada pengajian Muda-Mudi yang diikuti 500 lebih pemuda LDII ini, Suprianto yakin dan menegaskan bahwa Pemuda LDII yang anti Narkoba. “Saya yakin, Pemuda LDII yang ada di dalam masjid ini tidak ada yang mengkonsumsi Narkoba,” jelas Kepala BNN Sidoarjo.


Dirinya juga menjelaskan, narkoba yang saat ini marak beredar di kalangan pelajar adalah jenis pil dobel L. “Kami sering menjumpai peredaran narkoba jenis pil dobel L di kalangan pelajar SMP. Kebanyakan mereka berdalih untuk penghilang rasa pusing,” tutur Suprianto. Selain itu, Suprianto juga menjelaskan sampai saat ini 70 persen penghuni lapas Medaeng, lapas Kabupaten Sidoarjo, dan lapas Porong adalah para pecandu narkoba.



Ia menerangkan, narkoba hanya boleh digunakan untuk keperluan medis dan untuk pembelajaran. “Narkoba hanya boleh dipakai untuk keperluan medis itupun ada takarannya. Selain itu juga untuk keperluan penelitian karya ilmiah yang mengedukasi.”

“Harapan saya jika pemuda LDII menjumpai pecandu narkoba, maupun menjumpai praktik jual beli narkoba silahkan melaporkan pada kami (BNN, red),” terangnya. Dalam menangani kasus narkoba di Kabupaten Sidoarjo ini, pihak LDII sangat mendukung dan mau berperan serta untuk memberantas narkoba.

Selain memberikan penyuluhan mengenai bahayanya narkoba, pada kesempatan berikutnya BNN Sidoarjo akan mengadakan kerjasama dengan LDII. “Kami dari BNN Sidoarjo akan mengadakan kerjasama yang saling menguntungkan antara LDII dan BNN khususnya untuk menghindari penyalahgunaan narkoba,” ungkap Suprianto pada ldii-sidoarjo.org. (N/F:Wawan)