وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Rabu, 10 Februari 2016

SMAN 1 Krian Sidoarjo Masuk Kategori Sekolah Berintegritas

ldii-sidoarjo.org | Sebanyak 503 kepala sekolah atau madrasah pada jenjang SMP dan SMA sederajat mendapat undangan khusus untuk menerima Anugrah Intregritas Ujian Nasional dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Istana Merdeka, Jakarta pada hari Minggu (20/12)

Penghargaan ini diberikan berdasarkan Indeks Integritas Ujian Nasional yang berhasil dipertahankan selama 5 tahun berturut turut, yang di data oleh Kemendiknas. Acara tersebut berlangsung selama 3 hari dengan tema “Prestasi Penting, Jujur yang Utama “. Ada 103 Kepala Sekolah SMA dari total 503 SMP dan SMA sederajat yang diundang. Salah satunya adalah SMA Negeri 1 Krian yang mewakili Kabupaten Sidoarjo bersama dengan SMA Negeri 1 Sidoarjo. SMA Negeri 1 Krian yang biasa disebut dengan SMANIKA, bangga mendapat gelar tersebut.

H. Imam Wahyudi, M.Pd selaku Wakil Kepala Sekolah sekaligus Ketua Ujian Nasional di Smanika menerangkan, “Alhamdulillah sekolah kami mendapatkan penghargaan sekolah berintegritas dan SMAN 1 Krian bersama SMAN 1 Sidoarjo mewakili 99 SMA sederajat di Sidoarjo, dan termasuk 103 sekolah berintregritas untuk tingkat SMA sederajat di seluruh Indonesia”

Menurut Kamus Besar Bahas Indonesia (KBBI), integritas adalah mutu sifat keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan, kejujuran. Secara nasional, wujud keutuhan prinsip moral dan etika bangsa dalam kehidupan bernegara.

“SMAN 1 Krian dapat memperoleh penghargaan tersebut karena disela-sela pelajaran, kami (para guru) memberi nasehat dan arahan pentingnya jujur, menjaga amanat, dan lain lain. Sehingga nilai-nilai itu menjadi karakter mereka dan diharapkan terbawa sampai mereka kuliah dan mengelola bangsa” tutur Imam, yang juga dipercaya sebagai Wakil Ketua DPD LDII Sidoarjo.

“Menanamkan kebiasaan disiplin, taat pada tata tertib juga kami gembleng. Seperti kedisiplinan masuk sekolah, ada kompensasi 5 menit. Jika telat maka selebihnya siswa tidak boleh masuk dan pagar dikunci rapat-rapat” tuturnya lagi.

Program LDII sesuai dengan pesan Presiden

Dalam acara tersebut , Presiden Jokowi berharap para kepala sekolah menjaga kejujuran dan integritas sekolah dalam semua aspek kehidupan sekolah. Sekolah, jangan hanya menambah buku-buku pelajaran yang tebal, hingga membuat tas anak sekolah kian berat. Sekolah harus membekali anak didiknya dengan pendidikan etika dan budi pekerti, karakter, mentalitas, serta etos kerja. Sekolah hendaknya menjadi tempat untuk membangun karakter bangsa.

“Harapan dari Pak Jokowi sangat sesuai dengan pola mendidik generus LDII dengan beberapa programnya seperti Tri Sukses Generus (berilmu, berbudi pekerti yang luhur, dan mandiri) , 6 Thobiat Luhur (jujur, rukun, kompak, kerjasama yang baik, amanat, dan hemat giat) , Profesional Religius, Prinsip Etos Kerja (bener, kurup, janji) , 4 Roda Berputar, sangat luar biasa sekali” tutur Imam.

Imam berharap generus bangsa bisa menjadi generasi penerus yang bisa membawa Indonesia lebih baik lagi dan menghapus budaya korupsi, curang dan ketidak jujuran. (erv/agi)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

SMAN 1 Krian Sidoarjo Masuk Kategori Sekolah Berintegritas

ldii-sidoarjo.org | Sebanyak 503 kepala sekolah atau madrasah pada jenjang SMP dan SMA sederajat mendapat undangan khusus untuk menerima Anugrah Intregritas Ujian Nasional dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Istana Merdeka, Jakarta pada hari Minggu (20/12)

Penghargaan ini diberikan berdasarkan Indeks Integritas Ujian Nasional yang berhasil dipertahankan selama 5 tahun berturut turut, yang di data oleh Kemendiknas. Acara tersebut berlangsung selama 3 hari dengan tema “Prestasi Penting, Jujur yang Utama “. Ada 103 Kepala Sekolah SMA dari total 503 SMP dan SMA sederajat yang diundang. Salah satunya adalah SMA Negeri 1 Krian yang mewakili Kabupaten Sidoarjo bersama dengan SMA Negeri 1 Sidoarjo. SMA Negeri 1 Krian yang biasa disebut dengan SMANIKA, bangga mendapat gelar tersebut.

H. Imam Wahyudi, M.Pd selaku Wakil Kepala Sekolah sekaligus Ketua Ujian Nasional di Smanika menerangkan, “Alhamdulillah sekolah kami mendapatkan penghargaan sekolah berintegritas dan SMAN 1 Krian bersama SMAN 1 Sidoarjo mewakili 99 SMA sederajat di Sidoarjo, dan termasuk 103 sekolah berintregritas untuk tingkat SMA sederajat di seluruh Indonesia”

Menurut Kamus Besar Bahas Indonesia (KBBI), integritas adalah mutu sifat keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan, kejujuran. Secara nasional, wujud keutuhan prinsip moral dan etika bangsa dalam kehidupan bernegara.

“SMAN 1 Krian dapat memperoleh penghargaan tersebut karena disela-sela pelajaran, kami (para guru) memberi nasehat dan arahan pentingnya jujur, menjaga amanat, dan lain lain. Sehingga nilai-nilai itu menjadi karakter mereka dan diharapkan terbawa sampai mereka kuliah dan mengelola bangsa” tutur Imam, yang juga dipercaya sebagai Wakil Ketua DPD LDII Sidoarjo.

“Menanamkan kebiasaan disiplin, taat pada tata tertib juga kami gembleng. Seperti kedisiplinan masuk sekolah, ada kompensasi 5 menit. Jika telat maka selebihnya siswa tidak boleh masuk dan pagar dikunci rapat-rapat” tuturnya lagi.

Program LDII sesuai dengan pesan Presiden

Dalam acara tersebut , Presiden Jokowi berharap para kepala sekolah menjaga kejujuran dan integritas sekolah dalam semua aspek kehidupan sekolah. Sekolah, jangan hanya menambah buku-buku pelajaran yang tebal, hingga membuat tas anak sekolah kian berat. Sekolah harus membekali anak didiknya dengan pendidikan etika dan budi pekerti, karakter, mentalitas, serta etos kerja. Sekolah hendaknya menjadi tempat untuk membangun karakter bangsa.

“Harapan dari Pak Jokowi sangat sesuai dengan pola mendidik generus LDII dengan beberapa programnya seperti Tri Sukses Generus (berilmu, berbudi pekerti yang luhur, dan mandiri) , 6 Thobiat Luhur (jujur, rukun, kompak, kerjasama yang baik, amanat, dan hemat giat) , Profesional Religius, Prinsip Etos Kerja (bener, kurup, janji) , 4 Roda Berputar, sangat luar biasa sekali” tutur Imam.

Imam berharap generus bangsa bisa menjadi generasi penerus yang bisa membawa Indonesia lebih baik lagi dan menghapus budaya korupsi, curang dan ketidak jujuran. (erv/agi)