وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Rabu, 17 Februari 2016

Mau Rezeki Yang Sehat?

Rezki banyak atau rezeki sedikit terbukti belum tentu membuat orang bahagia dan barokah, tetapi rezeki yang halal atau sehat sudah banyak terbukti menjadikan hidup seseorang bahagia dan barokah.

Islam mengajak orang mencari dan menerima rezeki dengan cara yang halal untuk diri dan keluarganya, yaitu rezeki yg didapat dengan yang baik, tidak dengan mencuri, berbohong, dll. Karena Alloh sudah menyiapkan rezeki untuk setiap orang sampai orang tersebut meninggal dunia.

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِىَ رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ خُذُوا مَا حَلَّ وَدَعُوا مَا حَرُمَ

“Wahai umat manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rezekinya, walaupun terlambat datangnya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Tempuhlah jalan-jalan mencari rezeki yang halal dan tinggalkan yang haram.” (HR. Ibnu Majah no. 2144. Al Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Jika sudah bekerja, marilah kita berusaha menjadi sufi berdasi :

"Siangnya , perkasa mengejar mimpi dengan perjuangan membumi (bekerja benar kurub janji, mempeng tirakat banter) . Malamnya, laksana sufi yang khusyuk bercengkerama dengan ilahi (Ibadah sepertiga malam, mengadukan seluruh inginnya kepada sang pencipta)"

Sehingga batin menjadi tenang, raga bekerja optimal, ide mengalir lancar, kreativitas memutar tanpa henti, sehingga menggapai prestasi tertinggi.

Berprinsip : jika hubungan dengan Allah oke, Prestasi kerja pun oke, keharmonisan keluarga pun oke, hubungan dengan sesama pun oke .

Semoga bermanfaat...

Oleh :
H. Rony Romandhawira
(Ketua DPD LDII Sidoarjo)

1 komentar :

Rohdi Agam mengatakan...

http://www.ldii-dakwah.info/2016/02/ayat-ayat-rukyah.html

Poskan Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Mau Rezeki Yang Sehat?

Rezki banyak atau rezeki sedikit terbukti belum tentu membuat orang bahagia dan barokah, tetapi rezeki yang halal atau sehat sudah banyak terbukti menjadikan hidup seseorang bahagia dan barokah.

Islam mengajak orang mencari dan menerima rezeki dengan cara yang halal untuk diri dan keluarganya, yaitu rezeki yg didapat dengan yang baik, tidak dengan mencuri, berbohong, dll. Karena Alloh sudah menyiapkan rezeki untuk setiap orang sampai orang tersebut meninggal dunia.

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِىَ رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ خُذُوا مَا حَلَّ وَدَعُوا مَا حَرُمَ

“Wahai umat manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rezekinya, walaupun terlambat datangnya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Tempuhlah jalan-jalan mencari rezeki yang halal dan tinggalkan yang haram.” (HR. Ibnu Majah no. 2144. Al Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Jika sudah bekerja, marilah kita berusaha menjadi sufi berdasi :

"Siangnya , perkasa mengejar mimpi dengan perjuangan membumi (bekerja benar kurub janji, mempeng tirakat banter) . Malamnya, laksana sufi yang khusyuk bercengkerama dengan ilahi (Ibadah sepertiga malam, mengadukan seluruh inginnya kepada sang pencipta)"

Sehingga batin menjadi tenang, raga bekerja optimal, ide mengalir lancar, kreativitas memutar tanpa henti, sehingga menggapai prestasi tertinggi.

Berprinsip : jika hubungan dengan Allah oke, Prestasi kerja pun oke, keharmonisan keluarga pun oke, hubungan dengan sesama pun oke .

Semoga bermanfaat...

Oleh :
H. Rony Romandhawira
(Ketua DPD LDII Sidoarjo)