وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Kamis, 31 Desember 2015

KOMPASS DESA SRUNI MEMOTIVASI GENERUS LDII

Dewan penasehat H. Ahmad Yulianto, membuka acara KOMPAS


ldii-sidoarjo.org - Kamis (24/12) pagi Gedung Barokah Pondok Sruni dipadati oleh ratusan generus (generasi penerus) cilik. Terdiri dari caberawit dan praremaja  dari PC LDII Seruni, Sidoarjo.  Mereka dikumpulkan untuk mengikuti Kompass (Kompetisi Anak Sholeh Sidoarjo) Desa Sruni.
Tidak kurang dari 800 generus usia caberawit dan praremaja yang mengikuti Kompetisi Anak Sholeh Sidoarjo se-Desa Sruni. Kompetisi yang biasa disebut KOMPASS ini tidak jauh berbeda dengan yang diadakan di tahun sebelumnya. Ada sepuluh cabang lomba. Di antaranya, menggambar mewarnai, seni kaligrafi, lomba nasihat, hafalan surat pendek dan doa harian, adzan, membaca Al-Quran, ranking satu, cerdas cermat, hingga lomba yel-yel.

 
Salah satu TPQ tampilkan lomba yel-yel


Peserta terdiri dari 12 TPQ binaan LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) yang ada di Sruni dan sekitarnya. Antara lain: TPQ Sruni Aula, TPQ Sruni Mangga 3, TPQ Sruni Utara, TPQ Sruni Timur, TPQ Sruni Tengah-Santren, TPQ Sruni Barat, TPQ Gemurung, TPQ Wadungasih, TPQ Karangbong, TPQ Jumputrejo, TPQ Klanggri, dan TPQ Sukorejo. 

Diawali oleh pertunjukan atraksi dua pendekar cilik Persinas (Perguruan Silat Nasional) ASAD, penonton dan peserta lomba pun semakin semangat. Acara dibuka oleh sambutan dari pembina/dewan penasihat H. Ahmad Yulianto, SE. Dalam sambutannya, H. Yuli berharap supaya para peserta berlomba dengan penuh semangat sesuai dengan tri sukses (alim faqih, akhlakul karimah, dan mandiri). Diharapkan juga mempunyai karakter enam tobi`at luhur (rukun, kompak, kerjasama yang baik, jujur, amanat, mujhid muzhid).

Peserta lomba ceras cermat sedang menjawab pertanyaan
Acara semakin seru kala babak penyisihan kompetisi cerdas cermat. Babak penyisihan terdiri dari empat grup. Satu grup terdapat tiga orang. Support dari teman satu grup pun membuat semangat para finalis menjadi berkobar. Dari perhitungan skor, TPQ Sruni Mangga 3 mampu memperoleh predikat juara satu dengan perolehan skor tertinggi yakni 1.400.

#LDIINgajiAkhirTahun, Hashtag Serempak di Ujung Tahun Masehi 2015






Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di malam akhir tahun 2015 akan mengadakan pengajian. Selain menambah wawasan agama, acara ini bisa mengajak serta para pemuda-pemudi LDII agar tak terpengaruh sebagaimana khalayak umum merayakan malam pergantian tahun.

Tingginya masalah penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang, pergaulan bebas, dan minum minuman keras di Indonesia merupakan kemerosotan moral yang patut dihindari. Mengajak muda mudi mengaji di akhir tahun merupakan salah satu cara menangkal kemerosotan moral tersebut.

Pengajian di malam pergantian tahun ini didasari ijma’ para ulama LDII kepada seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) hingga Pimpinan Cabang (PC) maupun Pimpinan Anak Cabang (PAC).

“Pengajian ini digelar bukan untuk merayakan pergantian tahun, tapi untuk meningkatkan kepahaman para pemuda dan pemudi terhadap Alquran dan Alhadist, sekaligus menghindarkan mereka dari kemaksiatan,” papar KH Aceng Karimullah dari Departemen Pendidikan Agama dan Dakwah DPP LDII.

Gerakan mengaji akhir tahun ini didukung penuh oleh Departemen Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPP LDII. Menurut Koordinator Bidang KIM DPP LDII Hidayat Nahwi Rasul, pengajian akhir tahun ini diselenggarakan di seluruh Indonesia, dengan materi Alquran dan Alhadist, yang biasanya diselingi dengan renungan akhir tahun, hiburan berupa game untuk menciptakan kekompakan, dan nasehat dari para ulama.

Hidayat mengajak tiap warga LDII untuk memberitakan acara pengajian di PC, PAC, hingga DPD di manapun mereka berada, dengan cara mengunggah foto atau film pendek berbagai kegiatan pengajian akhir tahun, melalui Instagram dan Twitter dengan hashtag #LDIINgajiAkhirTahun.

Selasa, 22 Desember 2015

Menghafal Al Qur'an Sambil Bermain

Puluhan peserta tahfidz sedang melakukan Murrojaah Juz Amma bersama guru pendamping di Delta Fishing
Senin, (21/12) Pagi, sejumlah 97 peserta tahfidz Al-Quran bertandang ke loka wisata Delta Fishing Prasung, Sidoarjo. mereka semua adalah santri-santri binaan LDII Sidoarjo. Mulai dari umur 4 tahun hingga belasan tahun mereka hadir untuk mengikuti salah satu program kegiatan tahfidz yang telah dibentuk oleh LDII Sidoarjo. Mereka sangat antusias mengikuti acara ini.

Sengaja digelar di Delta Fishing, untuk mengisi liburan sembari menghafalkan ayat-ayat suci Al-Quran. Setelah Murroja`ah Juz 30 secara berkelompok, kemudian giliran satu per satu melafadzkan hafalannya di depan puluhan temannya. Juga untuk melatih keberanian tentunya. Delta Fishing yang pagi itu dipadati para hafidz LDII, menjadi tenang kala tahfidz cilik, Riski (9) melantunkan surah As-Sams yang telah ia hafal sebelumnya

LDII Sidoarjo memiliki program tahfidz yang dibagi menjadi dua macam. Yakni tahfidz umum dan khusus. Keduanya saling berkaitan. Perbedaannya, Jika tahfidz umum, berapapun hafalan yang dimiliki calon peserta boleh ikut. Tujuannya tidak lain untuk menjadi daya tarik pada caberwit yang lain untuk mau mengikuti program ini. Dengan banyaknya teman, baik itu dalam bersaing maupun belajar, maka pembina Tahfidz yakin bila semangat peserta akan semakin terpacu.

Dari peserta tahfidz umum tersebut, nantinya akan diseleksi untuk memasuki kelas tahfidz khusus.  Persyaratan untuk memasuki kelas ini pun peserta harus hafal lebih dari satu juz. Kalau di tahfidz umum jumlah peserta sekitar 80 sampai seratus santri, maka tak heran bila jumlah peserta di kelas tahfidz khusus menjadi 34 santri. Mulai dari yang duduk di bangku Taman Kanak-Kanak, SD, hingga SMP mengikuti program tahfidz LDII Sidoarjo ini.

Usai acara hafalan bersama, dan sambutan dari pembina, kemudian peserta makan bersama. Setelah itu, mereka diberi kesempatan untuk memancing, dan bermain out bound di loka wisata Delta Fishing ini. Acara pun berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Namun, ditengah berlangsungnya acara, hujan mengguyur deras di tempat tersebut.

Pembina Tahfidz berharap agar kedepannya jumlah peserta lebih banyak dari yang saat ini. “Dari para pembina Tahfidz khususnya, kami mengharapkan dengan acara ini dapat memancing temannya yang belum mengikuti tahfidz akhirnya mau mengikuti tahfid,” jelas ketua pembina tahfidz, H. Fachrurrozi.

Orang tua wali murid pun juga bersemangat mendukung putra maupun putrinya untuk mengikuti program tahfidz. Terbukti tampak sejumlah wali murid yang turut mendampingi anaknya. Lukman (33) asal Pepelegi mengapresiasi program ini dengan mengikut sertakan putranya yang masih berumur delapan tahun. “Refreshing kali ini sangatlah positif dan sambil memupuk generasi penerus jamaah sejak masih kecil. Ini cara yang sangat bagus. Dengan konsep menghafal sambil bermain di alam atau tempat terbuka seperti ini,” terangnya. (Wawan)

Kadispora Jatim : “Persinas Asad Mampu Menginspirasi Pencak Silat Lainnya”

LDIISidoarjo.org - Sebuah perguruan pencak silat yang eksis di kancah nasional dan internasional, Persinas Asad kembali menunjukkan dirinya. Minggu (20/11) petang, Persinas Asad menggelar atraksi perdananya di Atrium Mall City Of Tomorrow (Cito) Surabaya. Pada penghujung tahun 2015 ini, Persinas Asad bekerjasama dengan DinasPemuda dan Olah Raga (Dispora) Propinsi Jawa Timur, KONI, Dinas Pariwisata Propinsi Jatim, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).



Tampak hadir dan memberikan pembukaan, Ketua Persinas Asad Jatim Dr.Ir.H.Dedid Cahyana MT. Dalam pembukaannya, Dedid menyampaikan empat aspek yang dikembangkan dalam persinas ASAD. Di antaranya, pembinaan mental spiritual, olah raga, beladiri, dan pengembangan Seni dan budaya.

Pada tahun berikutnya Ketua Persinas Asad yakin dapat menyuguhkan penampilan yang jauh lebih besar dari pada ini. Selain itu, juga memiliki keinginan untuk bisa berkolaborasi dengan perguruan pencak silat yang lainnya.“Kami gelar acara ini untuk merangsang para generasi muda. Dengan memiliki kemampuan bela diri akan menjadi lebih percaya diri.  Kalau ada apa-apa bisa tahan uji. Apalagi ini budaya luhur bangsa kita. Jadi harus kita junjung dan lestarikan,” Jelas Dedid.

Persinas asad
Upaya lain Persinas Asad dalam melestarikan pencak silat adalah dengan menyusun program serta kepungurusan mulai dari tingkat pusat yang dikembangkan ke seluruh Nusantara. Persinas ASAD menilai pencak silat dapat membentuk insan yang mandiri dan masa depan yang jelas. Dedid  berharap bahwa acara perdana kali ini bisa lancar dan ajakan pun tersampaikan pada masyarakat umum. “Jika acara kali ini baik, tidak menutup kemungkinan akan digelar lebih besar ditahun mendatang,” ujarnya.

Penampilan atraksi yang luar biasa dari puluhan anak didik Perguruan Persinas Asad yang berprestasi mampu mengundang interested para pengunjung Mall Cito malam itu sehingga memadati atrium mall hingga dua lantai keatas. Pihak Dispora dan Gubernur Surabaya sendiri memberi penghargaan dan apreasi kepada Persinas Asad sebagai penyelenggara. “Saya berharap perguruan-perguruan silat lainnya dapat menampilkan hal yang sama , karena ini kegiatan luar biasa," tegas Drs. H. Supratom M.M, Ketua IPSI Jatim.

sambutan dari Kadispora Jatim

Ditemui usai acara, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Jatim Supratomo yang turut memberikan sambutan di awal acara, merespon sangat baik. Bahkan dirinya mengakui hubungan erat antara Persinas ASAD dengan Dispora. “ Acara ini mampu memberikan inspirasi bagi semua perguruan pencak silat. Selain itu Persinas juga mampu menunjukkan cara-cara untuk melestarikannya.” Tegasnya.





Pendekar mulai dari usia dini, remaja, dewasa, hingga seorang kakek berumur 80 tahun pun ditampilkan. Semangat penonton semakin menggelora kala pendekar manula ini beratraksi. Gerakan dan taktiknya memasang kuda-kuda di atas matras, hingga keterampilannya mengayunkan tongkat. Kolaborasi Kendang (Gendang) rampak jatim dan jabar seolah menambah kesemangatan tersendiri.

Atraksi kali ini mampu mencuri ribuan pasang mata yang sedang berada di Cito. Masyarakat memberikan respon yang luar biasa. Adrian (19) rela datang jauh-jauh dari Banyuwangi hanya untuk menyaksikan acara ini. “Saya takjub dengan penampilan tadi. Selain itu juga berharap agar mampu bersaing sehat dengan perguruan pencak silat yang lain. Jangan berhenti menorehkan prestasi.” Serunya saat menjadi supporter. Tidak hanya Andrian, pengunjung lain, Raymond yang juga mantan pengurus IPSI Jatim berpendapat bahwa Pencak Silat ini harus dilestarikan, dengan catatan seluruh perguruan pencak silat Indonesia dapat menyamakan visi dan misi mereka. (Wawan/Lian)

Kamis, 17 Desember 2015

Empat Santri PPM LDII Wakili Indonesia Presentasi Alat Medis di Jepang



Malang (2/12). Fadli, Romdan, Yoga dan Tami santri PPM yang mewakili Indonesia mempresentasikan alat medis dalam rangka meraih Juara 1 Bussines Plan Contest at SOI Asian 2014-2015, yang diselenggarakan oleh Keio University, Japan. 

Kegiatan SOI diadakan setiap tahun oleh School of Internet Asia, Universitas Keio, Jepang bekerja sama dengan 27 perguruan tinggi di Asia. Proyek SOI Asia bertujuan untuk membangun melalui percobaan lapangan metodologi untuk berkontribusi terhadap pendidikan tinggi yang disediakan di negara-negara Asia, dengan secara efektif menggunakan Internet dan teknologi digital yang mendistribusikan sumber daya pendidikan tinggi di Jepang. Tim EDHET mewakili Universitas Brawijaya, Indonesia mengikuti seleksi hingga tahap akhir dan lolos dalam 6 besar yang hasilnya mendapat Juara 1setelah mengalahkan 30 tim lain dari Indonesia maupun tiga negara lainnya : Myanmar, Malaysia dan Jepang.

Dengan dilatarbelakangi meningkatnya jumlah angka kematian ibu pasca melahirkan, keempat santri PPM (Pondok Pesantren Mahasiswa) ini mengembangkan sebuah rencana bisnis alat deteksi pendarahan pasca melahirkan yang disebut EDHET (Early Detection of Hemorrhagic Postpartum). Mereka adalah mahasiswa aktif Universitas Brawijaya (UB), Fadli Fatkhurrizki (Tenik Elektro/FT 2012), Arya Yoga Adearta Pratama (Teknik Informatika/FILKOM 2012), Romdan Muhammad Ubaidilah (Teknik Informatika/FILKOM 2012), dan Nabila Alri Hutami (Kebidanan/FK 2012).

Tim EDHET sebagai pemateri dalam acara Guest Speaker for lecture "Management for Emerging Business, Creation of Successful Business Plan : Case of EDHET" disaksikan oleh  Mr. Goi Hoi Chin (Research Assistant Entrepreneurship Network dari SOI ASIA, Japan)(2/12/2015)
Fadli dan kawan-kawan berhak untuk mendapatkan kesempatan selama empat hari untuk mempresentasikan alat medis buatan mereka di depan mahasiswa S1 dari Profesor Jiro Kukuryo dan mahasiswa S2 dari Masaki Umejima Sensei di Universitas Keio, Jepang. Setelah presentasi selesai, EDHET mendapat respon positif dari para dosen dan mahasiswa. Bahkan ada salah seorang mahasiswa S2 yang berasal dari negara Mozambik berkata bahwa dia berharap alat EDHET bisa sampai di Benua asalnya, Afrika. 

Penampilan Ketua EDHET, Fadli, saat presentasi di depan mahasiswa S2 dari Mr. Masaki Umejima (Assistant Professor, Graduate School of Media and Governance, Keio University). (2/12/2015)

 Selain itu, EDHET juga telah mendapat respon positif dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Disampaikan oleh Yoga bahwa timnya telah mendapatkan tawaran dari IBI untuk dapat memasukkan EDHET sebagai salah satu bagian dari Bidan Kit yang biasa diberikan bagi bidan baru. Emi berharap tim EDHET terus mencari metode yang tepat, efektif, efisien, terjangkau, dan mudah digunakan. "Saya bangga karena ada anak muda yang mau memikirkan masalah ini," tutur Ketua IBI tersebut.

Selasa, 01 Desember 2015

Ulama LDII Pelajari Ilmu Bahasa Arab

LDIISidoarjo.org - Setiap muslim mempunyai kewajiban untuk mencari ilmu. Baik ilmu keduniaan maupun ilmu agama. Dalam Islam kita mengenal istilah ulama, yaitu orang-orang yang mempunyai ilmu dan kefahaman agama yang tinggi. Selanjutnya agar tak menimbulkan pengertian ganda tentang sebuah ilmu, ulama pun memerlukan kemampuan menyampaikan ilmunya dengan baik, jelas, dan lugas.
Banyak cara yang bisa dilakukan  termasuk melalui pembelajaran bahasa Arab. Seperti yang dilakukan para ulama di salah satu masjid binaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) PC Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (27/11).
Sekitar 65 orang ulama mengikuti pembelajaran bahasa Arab yang diajarkan oleh Syekh Kholil, salah satu ulama besar LDII. Materi pembelajaran juga meliputi nahwu shorof.
Saat menyampaikan materi nahwu shorof, Syekh Kholil mengawali dengan memperkenalkan kalimat fiil (kata kerja), dan kalimat isim (kata benda). Pengucapan huruf sesuai makhroj juga menjadi salah satu ajaran. Kemudian Syekh Kholil memberi contoh satu per satu.
“Dengan ilmu nahwu shorof ini akan mempermudah dalam mengartikan Al-Qur’an dan Al-Hadits,” tutur Syekh Kholil yang kala itu mengenakan peci putih.
Lebih lanjut Syekh Kholil menjelaskan, bahwa bahasa Arab sangat kompleks, beda huruf akan berbeda makna. Jumlah huruf atau pengaruh harokat dalam bahasa Arab akan menimbulkan makna berbeda pula.
Karena itu ilmu Nahwu Shorof sangat penting agar ilmu yang disampaikan sesuai dengan pengertian dan maksudnya. Hal ini amat membantu sistem pengajaran di pengajian LDII, dimana sistem pembelajaran kepada santri dilakukan dengan mengartikan tiap kata dari bahasa Arab dalam Al-Quran dan Al-Hadits. Tujuannya agar santri bisa memahami maksut dari sebuah ayat. (Ita/Riris)

Kamis, 31 Desember 2015

KOMPASS DESA SRUNI MEMOTIVASI GENERUS LDII

Dewan penasehat H. Ahmad Yulianto, membuka acara KOMPAS


ldii-sidoarjo.org - Kamis (24/12) pagi Gedung Barokah Pondok Sruni dipadati oleh ratusan generus (generasi penerus) cilik. Terdiri dari caberawit dan praremaja  dari PC LDII Seruni, Sidoarjo.  Mereka dikumpulkan untuk mengikuti Kompass (Kompetisi Anak Sholeh Sidoarjo) Desa Sruni.
Tidak kurang dari 800 generus usia caberawit dan praremaja yang mengikuti Kompetisi Anak Sholeh Sidoarjo se-Desa Sruni. Kompetisi yang biasa disebut KOMPASS ini tidak jauh berbeda dengan yang diadakan di tahun sebelumnya. Ada sepuluh cabang lomba. Di antaranya, menggambar mewarnai, seni kaligrafi, lomba nasihat, hafalan surat pendek dan doa harian, adzan, membaca Al-Quran, ranking satu, cerdas cermat, hingga lomba yel-yel.

 
Salah satu TPQ tampilkan lomba yel-yel


Peserta terdiri dari 12 TPQ binaan LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) yang ada di Sruni dan sekitarnya. Antara lain: TPQ Sruni Aula, TPQ Sruni Mangga 3, TPQ Sruni Utara, TPQ Sruni Timur, TPQ Sruni Tengah-Santren, TPQ Sruni Barat, TPQ Gemurung, TPQ Wadungasih, TPQ Karangbong, TPQ Jumputrejo, TPQ Klanggri, dan TPQ Sukorejo. 

Diawali oleh pertunjukan atraksi dua pendekar cilik Persinas (Perguruan Silat Nasional) ASAD, penonton dan peserta lomba pun semakin semangat. Acara dibuka oleh sambutan dari pembina/dewan penasihat H. Ahmad Yulianto, SE. Dalam sambutannya, H. Yuli berharap supaya para peserta berlomba dengan penuh semangat sesuai dengan tri sukses (alim faqih, akhlakul karimah, dan mandiri). Diharapkan juga mempunyai karakter enam tobi`at luhur (rukun, kompak, kerjasama yang baik, jujur, amanat, mujhid muzhid).

Peserta lomba ceras cermat sedang menjawab pertanyaan
Acara semakin seru kala babak penyisihan kompetisi cerdas cermat. Babak penyisihan terdiri dari empat grup. Satu grup terdapat tiga orang. Support dari teman satu grup pun membuat semangat para finalis menjadi berkobar. Dari perhitungan skor, TPQ Sruni Mangga 3 mampu memperoleh predikat juara satu dengan perolehan skor tertinggi yakni 1.400.

#LDIINgajiAkhirTahun, Hashtag Serempak di Ujung Tahun Masehi 2015






Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di malam akhir tahun 2015 akan mengadakan pengajian. Selain menambah wawasan agama, acara ini bisa mengajak serta para pemuda-pemudi LDII agar tak terpengaruh sebagaimana khalayak umum merayakan malam pergantian tahun.

Tingginya masalah penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang, pergaulan bebas, dan minum minuman keras di Indonesia merupakan kemerosotan moral yang patut dihindari. Mengajak muda mudi mengaji di akhir tahun merupakan salah satu cara menangkal kemerosotan moral tersebut.

Pengajian di malam pergantian tahun ini didasari ijma’ para ulama LDII kepada seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) hingga Pimpinan Cabang (PC) maupun Pimpinan Anak Cabang (PAC).

“Pengajian ini digelar bukan untuk merayakan pergantian tahun, tapi untuk meningkatkan kepahaman para pemuda dan pemudi terhadap Alquran dan Alhadist, sekaligus menghindarkan mereka dari kemaksiatan,” papar KH Aceng Karimullah dari Departemen Pendidikan Agama dan Dakwah DPP LDII.

Gerakan mengaji akhir tahun ini didukung penuh oleh Departemen Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPP LDII. Menurut Koordinator Bidang KIM DPP LDII Hidayat Nahwi Rasul, pengajian akhir tahun ini diselenggarakan di seluruh Indonesia, dengan materi Alquran dan Alhadist, yang biasanya diselingi dengan renungan akhir tahun, hiburan berupa game untuk menciptakan kekompakan, dan nasehat dari para ulama.

Hidayat mengajak tiap warga LDII untuk memberitakan acara pengajian di PC, PAC, hingga DPD di manapun mereka berada, dengan cara mengunggah foto atau film pendek berbagai kegiatan pengajian akhir tahun, melalui Instagram dan Twitter dengan hashtag #LDIINgajiAkhirTahun.

Selasa, 22 Desember 2015

Menghafal Al Qur'an Sambil Bermain

Puluhan peserta tahfidz sedang melakukan Murrojaah Juz Amma bersama guru pendamping di Delta Fishing
Senin, (21/12) Pagi, sejumlah 97 peserta tahfidz Al-Quran bertandang ke loka wisata Delta Fishing Prasung, Sidoarjo. mereka semua adalah santri-santri binaan LDII Sidoarjo. Mulai dari umur 4 tahun hingga belasan tahun mereka hadir untuk mengikuti salah satu program kegiatan tahfidz yang telah dibentuk oleh LDII Sidoarjo. Mereka sangat antusias mengikuti acara ini.

Sengaja digelar di Delta Fishing, untuk mengisi liburan sembari menghafalkan ayat-ayat suci Al-Quran. Setelah Murroja`ah Juz 30 secara berkelompok, kemudian giliran satu per satu melafadzkan hafalannya di depan puluhan temannya. Juga untuk melatih keberanian tentunya. Delta Fishing yang pagi itu dipadati para hafidz LDII, menjadi tenang kala tahfidz cilik, Riski (9) melantunkan surah As-Sams yang telah ia hafal sebelumnya

LDII Sidoarjo memiliki program tahfidz yang dibagi menjadi dua macam. Yakni tahfidz umum dan khusus. Keduanya saling berkaitan. Perbedaannya, Jika tahfidz umum, berapapun hafalan yang dimiliki calon peserta boleh ikut. Tujuannya tidak lain untuk menjadi daya tarik pada caberwit yang lain untuk mau mengikuti program ini. Dengan banyaknya teman, baik itu dalam bersaing maupun belajar, maka pembina Tahfidz yakin bila semangat peserta akan semakin terpacu.

Dari peserta tahfidz umum tersebut, nantinya akan diseleksi untuk memasuki kelas tahfidz khusus.  Persyaratan untuk memasuki kelas ini pun peserta harus hafal lebih dari satu juz. Kalau di tahfidz umum jumlah peserta sekitar 80 sampai seratus santri, maka tak heran bila jumlah peserta di kelas tahfidz khusus menjadi 34 santri. Mulai dari yang duduk di bangku Taman Kanak-Kanak, SD, hingga SMP mengikuti program tahfidz LDII Sidoarjo ini.

Usai acara hafalan bersama, dan sambutan dari pembina, kemudian peserta makan bersama. Setelah itu, mereka diberi kesempatan untuk memancing, dan bermain out bound di loka wisata Delta Fishing ini. Acara pun berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Namun, ditengah berlangsungnya acara, hujan mengguyur deras di tempat tersebut.

Pembina Tahfidz berharap agar kedepannya jumlah peserta lebih banyak dari yang saat ini. “Dari para pembina Tahfidz khususnya, kami mengharapkan dengan acara ini dapat memancing temannya yang belum mengikuti tahfidz akhirnya mau mengikuti tahfid,” jelas ketua pembina tahfidz, H. Fachrurrozi.

Orang tua wali murid pun juga bersemangat mendukung putra maupun putrinya untuk mengikuti program tahfidz. Terbukti tampak sejumlah wali murid yang turut mendampingi anaknya. Lukman (33) asal Pepelegi mengapresiasi program ini dengan mengikut sertakan putranya yang masih berumur delapan tahun. “Refreshing kali ini sangatlah positif dan sambil memupuk generasi penerus jamaah sejak masih kecil. Ini cara yang sangat bagus. Dengan konsep menghafal sambil bermain di alam atau tempat terbuka seperti ini,” terangnya. (Wawan)

Kadispora Jatim : “Persinas Asad Mampu Menginspirasi Pencak Silat Lainnya”

LDIISidoarjo.org - Sebuah perguruan pencak silat yang eksis di kancah nasional dan internasional, Persinas Asad kembali menunjukkan dirinya. Minggu (20/11) petang, Persinas Asad menggelar atraksi perdananya di Atrium Mall City Of Tomorrow (Cito) Surabaya. Pada penghujung tahun 2015 ini, Persinas Asad bekerjasama dengan DinasPemuda dan Olah Raga (Dispora) Propinsi Jawa Timur, KONI, Dinas Pariwisata Propinsi Jatim, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).



Tampak hadir dan memberikan pembukaan, Ketua Persinas Asad Jatim Dr.Ir.H.Dedid Cahyana MT. Dalam pembukaannya, Dedid menyampaikan empat aspek yang dikembangkan dalam persinas ASAD. Di antaranya, pembinaan mental spiritual, olah raga, beladiri, dan pengembangan Seni dan budaya.

Pada tahun berikutnya Ketua Persinas Asad yakin dapat menyuguhkan penampilan yang jauh lebih besar dari pada ini. Selain itu, juga memiliki keinginan untuk bisa berkolaborasi dengan perguruan pencak silat yang lainnya.“Kami gelar acara ini untuk merangsang para generasi muda. Dengan memiliki kemampuan bela diri akan menjadi lebih percaya diri.  Kalau ada apa-apa bisa tahan uji. Apalagi ini budaya luhur bangsa kita. Jadi harus kita junjung dan lestarikan,” Jelas Dedid.

Persinas asad
Upaya lain Persinas Asad dalam melestarikan pencak silat adalah dengan menyusun program serta kepungurusan mulai dari tingkat pusat yang dikembangkan ke seluruh Nusantara. Persinas ASAD menilai pencak silat dapat membentuk insan yang mandiri dan masa depan yang jelas. Dedid  berharap bahwa acara perdana kali ini bisa lancar dan ajakan pun tersampaikan pada masyarakat umum. “Jika acara kali ini baik, tidak menutup kemungkinan akan digelar lebih besar ditahun mendatang,” ujarnya.

Penampilan atraksi yang luar biasa dari puluhan anak didik Perguruan Persinas Asad yang berprestasi mampu mengundang interested para pengunjung Mall Cito malam itu sehingga memadati atrium mall hingga dua lantai keatas. Pihak Dispora dan Gubernur Surabaya sendiri memberi penghargaan dan apreasi kepada Persinas Asad sebagai penyelenggara. “Saya berharap perguruan-perguruan silat lainnya dapat menampilkan hal yang sama , karena ini kegiatan luar biasa," tegas Drs. H. Supratom M.M, Ketua IPSI Jatim.

sambutan dari Kadispora Jatim

Ditemui usai acara, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Jatim Supratomo yang turut memberikan sambutan di awal acara, merespon sangat baik. Bahkan dirinya mengakui hubungan erat antara Persinas ASAD dengan Dispora. “ Acara ini mampu memberikan inspirasi bagi semua perguruan pencak silat. Selain itu Persinas juga mampu menunjukkan cara-cara untuk melestarikannya.” Tegasnya.





Pendekar mulai dari usia dini, remaja, dewasa, hingga seorang kakek berumur 80 tahun pun ditampilkan. Semangat penonton semakin menggelora kala pendekar manula ini beratraksi. Gerakan dan taktiknya memasang kuda-kuda di atas matras, hingga keterampilannya mengayunkan tongkat. Kolaborasi Kendang (Gendang) rampak jatim dan jabar seolah menambah kesemangatan tersendiri.

Atraksi kali ini mampu mencuri ribuan pasang mata yang sedang berada di Cito. Masyarakat memberikan respon yang luar biasa. Adrian (19) rela datang jauh-jauh dari Banyuwangi hanya untuk menyaksikan acara ini. “Saya takjub dengan penampilan tadi. Selain itu juga berharap agar mampu bersaing sehat dengan perguruan pencak silat yang lain. Jangan berhenti menorehkan prestasi.” Serunya saat menjadi supporter. Tidak hanya Andrian, pengunjung lain, Raymond yang juga mantan pengurus IPSI Jatim berpendapat bahwa Pencak Silat ini harus dilestarikan, dengan catatan seluruh perguruan pencak silat Indonesia dapat menyamakan visi dan misi mereka. (Wawan/Lian)

Kamis, 17 Desember 2015

Empat Santri PPM LDII Wakili Indonesia Presentasi Alat Medis di Jepang



Malang (2/12). Fadli, Romdan, Yoga dan Tami santri PPM yang mewakili Indonesia mempresentasikan alat medis dalam rangka meraih Juara 1 Bussines Plan Contest at SOI Asian 2014-2015, yang diselenggarakan oleh Keio University, Japan. 

Kegiatan SOI diadakan setiap tahun oleh School of Internet Asia, Universitas Keio, Jepang bekerja sama dengan 27 perguruan tinggi di Asia. Proyek SOI Asia bertujuan untuk membangun melalui percobaan lapangan metodologi untuk berkontribusi terhadap pendidikan tinggi yang disediakan di negara-negara Asia, dengan secara efektif menggunakan Internet dan teknologi digital yang mendistribusikan sumber daya pendidikan tinggi di Jepang. Tim EDHET mewakili Universitas Brawijaya, Indonesia mengikuti seleksi hingga tahap akhir dan lolos dalam 6 besar yang hasilnya mendapat Juara 1setelah mengalahkan 30 tim lain dari Indonesia maupun tiga negara lainnya : Myanmar, Malaysia dan Jepang.

Dengan dilatarbelakangi meningkatnya jumlah angka kematian ibu pasca melahirkan, keempat santri PPM (Pondok Pesantren Mahasiswa) ini mengembangkan sebuah rencana bisnis alat deteksi pendarahan pasca melahirkan yang disebut EDHET (Early Detection of Hemorrhagic Postpartum). Mereka adalah mahasiswa aktif Universitas Brawijaya (UB), Fadli Fatkhurrizki (Tenik Elektro/FT 2012), Arya Yoga Adearta Pratama (Teknik Informatika/FILKOM 2012), Romdan Muhammad Ubaidilah (Teknik Informatika/FILKOM 2012), dan Nabila Alri Hutami (Kebidanan/FK 2012).

Tim EDHET sebagai pemateri dalam acara Guest Speaker for lecture "Management for Emerging Business, Creation of Successful Business Plan : Case of EDHET" disaksikan oleh  Mr. Goi Hoi Chin (Research Assistant Entrepreneurship Network dari SOI ASIA, Japan)(2/12/2015)
Fadli dan kawan-kawan berhak untuk mendapatkan kesempatan selama empat hari untuk mempresentasikan alat medis buatan mereka di depan mahasiswa S1 dari Profesor Jiro Kukuryo dan mahasiswa S2 dari Masaki Umejima Sensei di Universitas Keio, Jepang. Setelah presentasi selesai, EDHET mendapat respon positif dari para dosen dan mahasiswa. Bahkan ada salah seorang mahasiswa S2 yang berasal dari negara Mozambik berkata bahwa dia berharap alat EDHET bisa sampai di Benua asalnya, Afrika. 

Penampilan Ketua EDHET, Fadli, saat presentasi di depan mahasiswa S2 dari Mr. Masaki Umejima (Assistant Professor, Graduate School of Media and Governance, Keio University). (2/12/2015)

 Selain itu, EDHET juga telah mendapat respon positif dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Disampaikan oleh Yoga bahwa timnya telah mendapatkan tawaran dari IBI untuk dapat memasukkan EDHET sebagai salah satu bagian dari Bidan Kit yang biasa diberikan bagi bidan baru. Emi berharap tim EDHET terus mencari metode yang tepat, efektif, efisien, terjangkau, dan mudah digunakan. "Saya bangga karena ada anak muda yang mau memikirkan masalah ini," tutur Ketua IBI tersebut.

Selasa, 01 Desember 2015

Ulama LDII Pelajari Ilmu Bahasa Arab

LDIISidoarjo.org - Setiap muslim mempunyai kewajiban untuk mencari ilmu. Baik ilmu keduniaan maupun ilmu agama. Dalam Islam kita mengenal istilah ulama, yaitu orang-orang yang mempunyai ilmu dan kefahaman agama yang tinggi. Selanjutnya agar tak menimbulkan pengertian ganda tentang sebuah ilmu, ulama pun memerlukan kemampuan menyampaikan ilmunya dengan baik, jelas, dan lugas.
Banyak cara yang bisa dilakukan  termasuk melalui pembelajaran bahasa Arab. Seperti yang dilakukan para ulama di salah satu masjid binaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) PC Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (27/11).
Sekitar 65 orang ulama mengikuti pembelajaran bahasa Arab yang diajarkan oleh Syekh Kholil, salah satu ulama besar LDII. Materi pembelajaran juga meliputi nahwu shorof.
Saat menyampaikan materi nahwu shorof, Syekh Kholil mengawali dengan memperkenalkan kalimat fiil (kata kerja), dan kalimat isim (kata benda). Pengucapan huruf sesuai makhroj juga menjadi salah satu ajaran. Kemudian Syekh Kholil memberi contoh satu per satu.
“Dengan ilmu nahwu shorof ini akan mempermudah dalam mengartikan Al-Qur’an dan Al-Hadits,” tutur Syekh Kholil yang kala itu mengenakan peci putih.
Lebih lanjut Syekh Kholil menjelaskan, bahwa bahasa Arab sangat kompleks, beda huruf akan berbeda makna. Jumlah huruf atau pengaruh harokat dalam bahasa Arab akan menimbulkan makna berbeda pula.
Karena itu ilmu Nahwu Shorof sangat penting agar ilmu yang disampaikan sesuai dengan pengertian dan maksudnya. Hal ini amat membantu sistem pengajaran di pengajian LDII, dimana sistem pembelajaran kepada santri dilakukan dengan mengartikan tiap kata dari bahasa Arab dalam Al-Quran dan Al-Hadits. Tujuannya agar santri bisa memahami maksut dari sebuah ayat. (Ita/Riris)