وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Selasa, 22 Desember 2015

Kadispora Jatim : “Persinas Asad Mampu Menginspirasi Pencak Silat Lainnya”

LDIISidoarjo.org - Sebuah perguruan pencak silat yang eksis di kancah nasional dan internasional, Persinas Asad kembali menunjukkan dirinya. Minggu (20/11) petang, Persinas Asad menggelar atraksi perdananya di Atrium Mall City Of Tomorrow (Cito) Surabaya. Pada penghujung tahun 2015 ini, Persinas Asad bekerjasama dengan DinasPemuda dan Olah Raga (Dispora) Propinsi Jawa Timur, KONI, Dinas Pariwisata Propinsi Jatim, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).



Tampak hadir dan memberikan pembukaan, Ketua Persinas Asad Jatim Dr.Ir.H.Dedid Cahyana MT. Dalam pembukaannya, Dedid menyampaikan empat aspek yang dikembangkan dalam persinas ASAD. Di antaranya, pembinaan mental spiritual, olah raga, beladiri, dan pengembangan Seni dan budaya.

Pada tahun berikutnya Ketua Persinas Asad yakin dapat menyuguhkan penampilan yang jauh lebih besar dari pada ini. Selain itu, juga memiliki keinginan untuk bisa berkolaborasi dengan perguruan pencak silat yang lainnya.“Kami gelar acara ini untuk merangsang para generasi muda. Dengan memiliki kemampuan bela diri akan menjadi lebih percaya diri.  Kalau ada apa-apa bisa tahan uji. Apalagi ini budaya luhur bangsa kita. Jadi harus kita junjung dan lestarikan,” Jelas Dedid.

Persinas asad
Upaya lain Persinas Asad dalam melestarikan pencak silat adalah dengan menyusun program serta kepungurusan mulai dari tingkat pusat yang dikembangkan ke seluruh Nusantara. Persinas ASAD menilai pencak silat dapat membentuk insan yang mandiri dan masa depan yang jelas. Dedid  berharap bahwa acara perdana kali ini bisa lancar dan ajakan pun tersampaikan pada masyarakat umum. “Jika acara kali ini baik, tidak menutup kemungkinan akan digelar lebih besar ditahun mendatang,” ujarnya.

Penampilan atraksi yang luar biasa dari puluhan anak didik Perguruan Persinas Asad yang berprestasi mampu mengundang interested para pengunjung Mall Cito malam itu sehingga memadati atrium mall hingga dua lantai keatas. Pihak Dispora dan Gubernur Surabaya sendiri memberi penghargaan dan apreasi kepada Persinas Asad sebagai penyelenggara. “Saya berharap perguruan-perguruan silat lainnya dapat menampilkan hal yang sama , karena ini kegiatan luar biasa," tegas Drs. H. Supratom M.M, Ketua IPSI Jatim.

sambutan dari Kadispora Jatim

Ditemui usai acara, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Jatim Supratomo yang turut memberikan sambutan di awal acara, merespon sangat baik. Bahkan dirinya mengakui hubungan erat antara Persinas ASAD dengan Dispora. “ Acara ini mampu memberikan inspirasi bagi semua perguruan pencak silat. Selain itu Persinas juga mampu menunjukkan cara-cara untuk melestarikannya.” Tegasnya.





Pendekar mulai dari usia dini, remaja, dewasa, hingga seorang kakek berumur 80 tahun pun ditampilkan. Semangat penonton semakin menggelora kala pendekar manula ini beratraksi. Gerakan dan taktiknya memasang kuda-kuda di atas matras, hingga keterampilannya mengayunkan tongkat. Kolaborasi Kendang (Gendang) rampak jatim dan jabar seolah menambah kesemangatan tersendiri.

Atraksi kali ini mampu mencuri ribuan pasang mata yang sedang berada di Cito. Masyarakat memberikan respon yang luar biasa. Adrian (19) rela datang jauh-jauh dari Banyuwangi hanya untuk menyaksikan acara ini. “Saya takjub dengan penampilan tadi. Selain itu juga berharap agar mampu bersaing sehat dengan perguruan pencak silat yang lain. Jangan berhenti menorehkan prestasi.” Serunya saat menjadi supporter. Tidak hanya Andrian, pengunjung lain, Raymond yang juga mantan pengurus IPSI Jatim berpendapat bahwa Pencak Silat ini harus dilestarikan, dengan catatan seluruh perguruan pencak silat Indonesia dapat menyamakan visi dan misi mereka. (Wawan/Lian)

1 komentar :

Tuta mengatakan...

Tempat nya di sebelah mana surabaya JATIM

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Kadispora Jatim : “Persinas Asad Mampu Menginspirasi Pencak Silat Lainnya”

LDIISidoarjo.org - Sebuah perguruan pencak silat yang eksis di kancah nasional dan internasional, Persinas Asad kembali menunjukkan dirinya. Minggu (20/11) petang, Persinas Asad menggelar atraksi perdananya di Atrium Mall City Of Tomorrow (Cito) Surabaya. Pada penghujung tahun 2015 ini, Persinas Asad bekerjasama dengan DinasPemuda dan Olah Raga (Dispora) Propinsi Jawa Timur, KONI, Dinas Pariwisata Propinsi Jatim, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).



Tampak hadir dan memberikan pembukaan, Ketua Persinas Asad Jatim Dr.Ir.H.Dedid Cahyana MT. Dalam pembukaannya, Dedid menyampaikan empat aspek yang dikembangkan dalam persinas ASAD. Di antaranya, pembinaan mental spiritual, olah raga, beladiri, dan pengembangan Seni dan budaya.

Pada tahun berikutnya Ketua Persinas Asad yakin dapat menyuguhkan penampilan yang jauh lebih besar dari pada ini. Selain itu, juga memiliki keinginan untuk bisa berkolaborasi dengan perguruan pencak silat yang lainnya.“Kami gelar acara ini untuk merangsang para generasi muda. Dengan memiliki kemampuan bela diri akan menjadi lebih percaya diri.  Kalau ada apa-apa bisa tahan uji. Apalagi ini budaya luhur bangsa kita. Jadi harus kita junjung dan lestarikan,” Jelas Dedid.

Persinas asad
Upaya lain Persinas Asad dalam melestarikan pencak silat adalah dengan menyusun program serta kepungurusan mulai dari tingkat pusat yang dikembangkan ke seluruh Nusantara. Persinas ASAD menilai pencak silat dapat membentuk insan yang mandiri dan masa depan yang jelas. Dedid  berharap bahwa acara perdana kali ini bisa lancar dan ajakan pun tersampaikan pada masyarakat umum. “Jika acara kali ini baik, tidak menutup kemungkinan akan digelar lebih besar ditahun mendatang,” ujarnya.

Penampilan atraksi yang luar biasa dari puluhan anak didik Perguruan Persinas Asad yang berprestasi mampu mengundang interested para pengunjung Mall Cito malam itu sehingga memadati atrium mall hingga dua lantai keatas. Pihak Dispora dan Gubernur Surabaya sendiri memberi penghargaan dan apreasi kepada Persinas Asad sebagai penyelenggara. “Saya berharap perguruan-perguruan silat lainnya dapat menampilkan hal yang sama , karena ini kegiatan luar biasa," tegas Drs. H. Supratom M.M, Ketua IPSI Jatim.

sambutan dari Kadispora Jatim

Ditemui usai acara, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Jatim Supratomo yang turut memberikan sambutan di awal acara, merespon sangat baik. Bahkan dirinya mengakui hubungan erat antara Persinas ASAD dengan Dispora. “ Acara ini mampu memberikan inspirasi bagi semua perguruan pencak silat. Selain itu Persinas juga mampu menunjukkan cara-cara untuk melestarikannya.” Tegasnya.





Pendekar mulai dari usia dini, remaja, dewasa, hingga seorang kakek berumur 80 tahun pun ditampilkan. Semangat penonton semakin menggelora kala pendekar manula ini beratraksi. Gerakan dan taktiknya memasang kuda-kuda di atas matras, hingga keterampilannya mengayunkan tongkat. Kolaborasi Kendang (Gendang) rampak jatim dan jabar seolah menambah kesemangatan tersendiri.

Atraksi kali ini mampu mencuri ribuan pasang mata yang sedang berada di Cito. Masyarakat memberikan respon yang luar biasa. Adrian (19) rela datang jauh-jauh dari Banyuwangi hanya untuk menyaksikan acara ini. “Saya takjub dengan penampilan tadi. Selain itu juga berharap agar mampu bersaing sehat dengan perguruan pencak silat yang lain. Jangan berhenti menorehkan prestasi.” Serunya saat menjadi supporter. Tidak hanya Andrian, pengunjung lain, Raymond yang juga mantan pengurus IPSI Jatim berpendapat bahwa Pencak Silat ini harus dilestarikan, dengan catatan seluruh perguruan pencak silat Indonesia dapat menyamakan visi dan misi mereka. (Wawan/Lian)