وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

News

Selasa, 29 September 2015

Usaikan Abi Dawud, Sambut Nasai

LDIISidoarjo.org - Haus akan ilmu, semakin kita mengejar ilmu, semakin kita tahu hal-hal di luar sana yang belum kita ketahui saat ini. Ilmu tidak akan pernah ada habisnya. Dan tidak ada kata terlambat untuk mencari ilmu. Seperti yang terlihat di salah satu Ponpes asuhan LDII Sidoarjo. Para santri semangat mempelajari kitab-kitab shohih dan sunan.

Pondok pesantren kutubusittah yang berlokasi di wilayah Sruni, Gedangan, Sidoarjo ini, pada Selasa (22/9) lalu mengadakan khataman Sunan Abi Dawud yang telah dikaji selama 45 hari sejak tanggal 5 Agustus 2015. Ini merupakan kitab kelima yang dikaji usai mengkhatamkan Sunan Tirmidzi, Shohih Bukhori, Shohih Muslim, dan Sunan Ibn Majah pada periode sebelumnya. Setelah ini akan dilanjutkan dengan pengkajian Sunan Nasai pada awal bulan Oktober 2015.

Gedung Ponpes di bawah naungan Yayasan Al-Barokah Sruni, Gedangan ini sudah diresmikan penggunaanya sejak Oktober 2014. “Dengan fasilitas nyaman, tenaga pengajar yang berkompeten serta masih muda, dan tempat belajar yang sangat memadai harus dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para santri dan warga LDII Sidoarjo.” tutur Mochammad Fauzan, S.Pd. Sekretaris DPD LDII Sidoarjo saat memberikan sambutan pada acara tersebut.

Dengan tenaga pengajar yang berkompeten berjumlah 7 orang, serta peserta asrama full time pada periode ini 45 orang dan part time kurang lebih 50 orang, kegiatan asrama dilangsungkan setiap hari dengan empat waktu pengajian setiap harinya. Dalam Sunan Abi Dawud sangat beragam materinya, diantaranya dari Abi Hurairah, Nabi bersabda,”Barang siapa yang mengajak manusia untuk menetapi petunjuk dan mengajak pada sebuah jalan kebaikan, maka pahala baginya sebagaimana (dia) yang telah mengamalkannya.” (HR. Abi Daud, :4609). Disela kegiatan pengajian, tidak hanya materi yang disampaikan, tetapi juga praktek. seperti praktek cara sholat dalam keadaan perang.

Peserta asrama tidak hanya berasal dari wilayah Sidoarjo saja, melainkan juga dari beberapa kota di Indonesia seperti Surabaya, Lampung, Balikpapan, Bengkulu, Medan, dan sebagainya. Bahkan ada peserta asrama yang berasal dari negara tetangga, Malaysia.

“ Di sini suasananya sangat enak, fasilitas yang sangat lengkap kalau dibandingkan dengan ponpes lain, serta masyarakat yang ramah membuat saya betah di sini. Dengan segala fasilitas dan kesempatan yang diberikan pada saya, harus dapat saya manfaatkan dengan baik. Mencari ilmu walau jauh tetap saya tempuh, mumpung masih muda dan kesempatan yang terbuka lebar.” ujar Sigit, salah satu santriwan asrama yang berasal dari Malaysia saat ditemui disela-sela waktu ramah tamah.

Perjuangkan agama Allah dengan ilmu yang telah kita dapatkan, jangan pernah pelit untuk menebarkan suatu kebenaran walaupun hanya dengan berdakwah,“ pesan Royan salah satu santriwan lokal asal Buduran, Sidoarjo.

Tidak hanya kegiatan di dalam kelas pengajian saja yang dilakukan santri. Mereka juga memiliki kegiatan rutin seperti memasak, membersihkan kelas secara bersama, bermain sepak bola di sore hari. Beragamnya kegiatan tidak membuat santri merasa jenuh dan bosan berada di lingkungan pondok. Bahkan beberapa di antara mereka berniat untuk melanjutkan asramanya hingga selesai pada periode berikutnya. (Ita/Riris)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Usaikan Abi Dawud, Sambut Nasai

LDIISidoarjo.org - Haus akan ilmu, semakin kita mengejar ilmu, semakin kita tahu hal-hal di luar sana yang belum kita ketahui saat ini. Ilmu tidak akan pernah ada habisnya. Dan tidak ada kata terlambat untuk mencari ilmu. Seperti yang terlihat di salah satu Ponpes asuhan LDII Sidoarjo. Para santri semangat mempelajari kitab-kitab shohih dan sunan.

Pondok pesantren kutubusittah yang berlokasi di wilayah Sruni, Gedangan, Sidoarjo ini, pada Selasa (22/9) lalu mengadakan khataman Sunan Abi Dawud yang telah dikaji selama 45 hari sejak tanggal 5 Agustus 2015. Ini merupakan kitab kelima yang dikaji usai mengkhatamkan Sunan Tirmidzi, Shohih Bukhori, Shohih Muslim, dan Sunan Ibn Majah pada periode sebelumnya. Setelah ini akan dilanjutkan dengan pengkajian Sunan Nasai pada awal bulan Oktober 2015.

Gedung Ponpes di bawah naungan Yayasan Al-Barokah Sruni, Gedangan ini sudah diresmikan penggunaanya sejak Oktober 2014. “Dengan fasilitas nyaman, tenaga pengajar yang berkompeten serta masih muda, dan tempat belajar yang sangat memadai harus dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para santri dan warga LDII Sidoarjo.” tutur Mochammad Fauzan, S.Pd. Sekretaris DPD LDII Sidoarjo saat memberikan sambutan pada acara tersebut.

Dengan tenaga pengajar yang berkompeten berjumlah 7 orang, serta peserta asrama full time pada periode ini 45 orang dan part time kurang lebih 50 orang, kegiatan asrama dilangsungkan setiap hari dengan empat waktu pengajian setiap harinya. Dalam Sunan Abi Dawud sangat beragam materinya, diantaranya dari Abi Hurairah, Nabi bersabda,”Barang siapa yang mengajak manusia untuk menetapi petunjuk dan mengajak pada sebuah jalan kebaikan, maka pahala baginya sebagaimana (dia) yang telah mengamalkannya.” (HR. Abi Daud, :4609). Disela kegiatan pengajian, tidak hanya materi yang disampaikan, tetapi juga praktek. seperti praktek cara sholat dalam keadaan perang.

Peserta asrama tidak hanya berasal dari wilayah Sidoarjo saja, melainkan juga dari beberapa kota di Indonesia seperti Surabaya, Lampung, Balikpapan, Bengkulu, Medan, dan sebagainya. Bahkan ada peserta asrama yang berasal dari negara tetangga, Malaysia.

“ Di sini suasananya sangat enak, fasilitas yang sangat lengkap kalau dibandingkan dengan ponpes lain, serta masyarakat yang ramah membuat saya betah di sini. Dengan segala fasilitas dan kesempatan yang diberikan pada saya, harus dapat saya manfaatkan dengan baik. Mencari ilmu walau jauh tetap saya tempuh, mumpung masih muda dan kesempatan yang terbuka lebar.” ujar Sigit, salah satu santriwan asrama yang berasal dari Malaysia saat ditemui disela-sela waktu ramah tamah.

Perjuangkan agama Allah dengan ilmu yang telah kita dapatkan, jangan pernah pelit untuk menebarkan suatu kebenaran walaupun hanya dengan berdakwah,“ pesan Royan salah satu santriwan lokal asal Buduran, Sidoarjo.

Tidak hanya kegiatan di dalam kelas pengajian saja yang dilakukan santri. Mereka juga memiliki kegiatan rutin seperti memasak, membersihkan kelas secara bersama, bermain sepak bola di sore hari. Beragamnya kegiatan tidak membuat santri merasa jenuh dan bosan berada di lingkungan pondok. Bahkan beberapa di antara mereka berniat untuk melanjutkan asramanya hingga selesai pada periode berikutnya. (Ita/Riris)