وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

News

Selasa, 01 September 2015

LDII Jatim Fokuskan Muswil VIII Untuk Hadapi Tiga Momen Penting

(ldiijatim.com) - Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Provinsi Jawa Timur menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII di Aula Ponpes Sabilurrosyidin, Surabaya. Muswil yang berlangsung sejak Sabtu hingga Minggu (29-30/8/2015) ini dikemas bersamaan LDII Trade Fair, Pameran Dagang dan Bazar UMKM Himpunan Pengusaha Jawa Timur. Muswil yang dibuka Wakil Gubernur Jatim, H. Drs. Syaifullah Yusuf ini fokus membahas tiga momen penting kedepan, yakni menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Pilkada serentak dan Bonus Demografi 2020.

Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Timur periode 2010-2015 H. Ir. Chriswanto Santoso, M.Sc dalam sambutannya mengatakan dalam menghadapi MEA mau tidak mau ekonomi menjadi basis pengembangan LDII. MEA kerap dibayangkan sebagai sebuah persaingan maka LDII ingin mindset itu menjadi paradigma partnership. Dimana letak kerjasamanya baik di lokal maupun antar negara. Seringkali kita menghadapi sesama rekan ekonomi ini saling membunuh, itu tidak bagus situasinya untuk kepentingan menghadapi MEA.

“Oleh karena itu waktu dekat ini DPP LDII akan mengadakan Small and Medium Enterprise (SME) Asean Partnership di Jakarta. Kegiatan ini untuk menjembatani antar UMKM di Asean. Dan DPW LDII provinsi Jawa Timur saat ini mengawalinya dengan diadakannya LDII Trade Fair,” ujar Chriswanto.

Selain itu, dalam menghadapi Bonus Demografi 2020, mau tidak mau peningkatan sumber daya manusia profesional religius harus diangkat juga oleh LDII. Kesempatan ini jangan sampai terlewat, jika lewat maka kesempatan ini tak bisa diulang.

“Beberapa laporan dari para ulama kondisi bangsa saat ini memprihatinkan, masyarakat mulai permisif dengan urusan-urusan moralitas. Permintaan izin untuk nikah dini semakin besar, bukan karena faham agama supaya terjaga, tetapi karena terjadinya kecelakaan sehingga terpaksa dilakukan pernikahan dini. Dan itu menjadi hal yang biasa dikehidupan masyarakat saat ini. Bahkan pernikahan sejenis saja sudah mulai diperjuangkan di Indonesia. Saya yakin Ormas Islam dan MUI menolak gerakan tersebut,” tutur Chriswanto.

Dengan permisifnya nilai-nilai moralisasi otomatis LDII tetep menjadi sebuah pegangan, tentunya semua itu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). LDII siap menjalin bekerjasama dengan siapapun, dengan institusi apapun selama persyaratan-persyaratan terpenuhi, yakni tetep NKRI untuk umat, untuk masyarakat dan bukan kepentingan pribadi.

Wakil gubernur H. Drs. Saifullah Yusuf yang akrab dipanggil Gus Ipul mengungkapkan, hubungan DPW LDII provinsi Jawa Timur selama ini sangat baik. Bukti hasil hubungan yang baik salah satunya saya berada disini, di acara Muswil ini, tempatnya juga nyaman.

“Saya tertarik dengan tema meningkatkan SDM Profesional Religius dan itulah kata kunci kami (Pemprov Jatim). Kualitas sumber daya manusia umat ini menjadi taruhan dimasa sekarang. Kita tahu, kedepan persaingan semakin ketat dan semakin tajam dalam menghadapi MEA dan ujung-ujungnya merujuk di globalisasi. Untuk itu tidak ada pilihan lain harus mempersiapkan SDM bagi generasi muda,” tutur Gus Ipul.

Ketum DPP LDII KH. Prof. Dr. Abdullah Syam, M.Sc mengucapkan terima kasih kepada ketua beserta pengurus DPW LDII provinsi Jawa Timur yang telah menjalankan amanatnya selama lima tahun dengan menjalankan 3K (Karya, Komunikasi, Kontribusi) dalam berdakwah. Karya maupun produk-produk LDII harus bisa muncul, komunikasi terus terjalin dengan baik dengan ormas-ormas lainnya dan kontribusinya bisa diterima masyarakat.

Muswil VIII LDII provinsi Jawa Timur dihadiri 437 peserta dari utusan DPD LDII kabupaten/kota se-Jawa Timur, utusan pondok LDII, Dewan Penasehat dan pengurus pleno DPW LDII provinsi Jawa Timur. (ict sda)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

LDII Jatim Fokuskan Muswil VIII Untuk Hadapi Tiga Momen Penting

(ldiijatim.com) - Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Provinsi Jawa Timur menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII di Aula Ponpes Sabilurrosyidin, Surabaya. Muswil yang berlangsung sejak Sabtu hingga Minggu (29-30/8/2015) ini dikemas bersamaan LDII Trade Fair, Pameran Dagang dan Bazar UMKM Himpunan Pengusaha Jawa Timur. Muswil yang dibuka Wakil Gubernur Jatim, H. Drs. Syaifullah Yusuf ini fokus membahas tiga momen penting kedepan, yakni menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Pilkada serentak dan Bonus Demografi 2020.

Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Timur periode 2010-2015 H. Ir. Chriswanto Santoso, M.Sc dalam sambutannya mengatakan dalam menghadapi MEA mau tidak mau ekonomi menjadi basis pengembangan LDII. MEA kerap dibayangkan sebagai sebuah persaingan maka LDII ingin mindset itu menjadi paradigma partnership. Dimana letak kerjasamanya baik di lokal maupun antar negara. Seringkali kita menghadapi sesama rekan ekonomi ini saling membunuh, itu tidak bagus situasinya untuk kepentingan menghadapi MEA.

“Oleh karena itu waktu dekat ini DPP LDII akan mengadakan Small and Medium Enterprise (SME) Asean Partnership di Jakarta. Kegiatan ini untuk menjembatani antar UMKM di Asean. Dan DPW LDII provinsi Jawa Timur saat ini mengawalinya dengan diadakannya LDII Trade Fair,” ujar Chriswanto.

Selain itu, dalam menghadapi Bonus Demografi 2020, mau tidak mau peningkatan sumber daya manusia profesional religius harus diangkat juga oleh LDII. Kesempatan ini jangan sampai terlewat, jika lewat maka kesempatan ini tak bisa diulang.

“Beberapa laporan dari para ulama kondisi bangsa saat ini memprihatinkan, masyarakat mulai permisif dengan urusan-urusan moralitas. Permintaan izin untuk nikah dini semakin besar, bukan karena faham agama supaya terjaga, tetapi karena terjadinya kecelakaan sehingga terpaksa dilakukan pernikahan dini. Dan itu menjadi hal yang biasa dikehidupan masyarakat saat ini. Bahkan pernikahan sejenis saja sudah mulai diperjuangkan di Indonesia. Saya yakin Ormas Islam dan MUI menolak gerakan tersebut,” tutur Chriswanto.

Dengan permisifnya nilai-nilai moralisasi otomatis LDII tetep menjadi sebuah pegangan, tentunya semua itu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). LDII siap menjalin bekerjasama dengan siapapun, dengan institusi apapun selama persyaratan-persyaratan terpenuhi, yakni tetep NKRI untuk umat, untuk masyarakat dan bukan kepentingan pribadi.

Wakil gubernur H. Drs. Saifullah Yusuf yang akrab dipanggil Gus Ipul mengungkapkan, hubungan DPW LDII provinsi Jawa Timur selama ini sangat baik. Bukti hasil hubungan yang baik salah satunya saya berada disini, di acara Muswil ini, tempatnya juga nyaman.

“Saya tertarik dengan tema meningkatkan SDM Profesional Religius dan itulah kata kunci kami (Pemprov Jatim). Kualitas sumber daya manusia umat ini menjadi taruhan dimasa sekarang. Kita tahu, kedepan persaingan semakin ketat dan semakin tajam dalam menghadapi MEA dan ujung-ujungnya merujuk di globalisasi. Untuk itu tidak ada pilihan lain harus mempersiapkan SDM bagi generasi muda,” tutur Gus Ipul.

Ketum DPP LDII KH. Prof. Dr. Abdullah Syam, M.Sc mengucapkan terima kasih kepada ketua beserta pengurus DPW LDII provinsi Jawa Timur yang telah menjalankan amanatnya selama lima tahun dengan menjalankan 3K (Karya, Komunikasi, Kontribusi) dalam berdakwah. Karya maupun produk-produk LDII harus bisa muncul, komunikasi terus terjalin dengan baik dengan ormas-ormas lainnya dan kontribusinya bisa diterima masyarakat.

Muswil VIII LDII provinsi Jawa Timur dihadiri 437 peserta dari utusan DPD LDII kabupaten/kota se-Jawa Timur, utusan pondok LDII, Dewan Penasehat dan pengurus pleno DPW LDII provinsi Jawa Timur. (ict sda)