وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Selasa, 15 September 2015

Ladies Competition : Bergaya Dalam Batasan Syari'ah

LDIISidoarjo.org - Menindaklanjuti Rapat Kerja Bidang Ibu-ibu dan Remaja Putri tahun 2015 yang diadakan di Batu pada bulan Februari 2015 lalu, Ladies Competition sukses digelar pada Minggu, 6 September 2015 ini. Dengan dipandegani oleh Hj. Linda Eriyani, SE., acara tersebut diselenggarakan di aula Ponpes Al-Barokah, Sruni, Gedangan, Sidoarjo. 

Ladies Competition ini merupakan program kerja terakhir di tahun 2015 dengan peserta Ibu-ibu dan Remaja Putri LDII Sidoarjo.

Adanya kegiatan Ladies Competition yang dikemas dengan pengajian di awal acara, menghimbau khususnya para kaum hawa untuk memperhatikan fashion style yang sedang booming
tetapi tetap dalam batasan syari serta bagaimana cara memanfaatkan nilai estetika alam dan berhias minimalis tetapi tetap stylish. 

Acara ini terselenggara dengan adanya 5 macam perlombaan, diantaranya make over jilbab dan baju, make up minimalis dan pesta, merangkai bunga dan daun, tumpeng minimalis, dan parodi make up dengan peserta perlombaan 3-4 orang yang merupakan perwakilan dari masing-masing PAC LDII Sidoarjo. 

Sementara itu, para peserta pengajian yang tidak mengikuti lomba diberikan materi tutorial hijab syari yang disampaikan oleh Sella Nurjannah, merangkai bunga yang disampaikan oleh Hj. Dewi Susiati, S.Pd., M.Pd. yang sehari-harinya bertugas di Dinas Pendidikan Sidoarjo, dan make up minimalis yang dipraktikkan oleh Dwi Novandia selaku pemilik sanggar Paes Ratu di wilayah Sukodono dengan model Anniqy Qonita.

Dengan lokasi perlombaan yang berbeda-beda, hal ini tidak menyusutkan semangat peserta lomba untuk turut serta menyukseskan event tersebut. 

Acara yang dihadiri oleh kurang lebih 800 orang ini membuktikan bahwa acara ini  mendapat respon positif dari ibu-ibu dan remaja putri LDII Sidoarjo maupun dari Ir. H. Rony Romandhawira, MM. selaku ketua DPD LDII Sidoarjo.


"Harapan saya dari acara ini agar wanita LDII memiliki bekal menjadi wanita yang berilmu, tidak hanya ilmu agama tetapi juga memiliki keterampilan yang minimal bermanfaat bagi diri sendiri dan keluarga,” ujarnya.

“Tujuan acara ini sangat kompleks, diantaranya memberikan bekal kepada wanita LDII Sidoarjo:
untuk dapat berhias, berbusana, dan berhijab dengan harga yang terjangkau dan sesuai dengan syariat agama,
mendekorasi rumah dengan bahan alam dan biaya yang terjangkau, dan
menyajikan makanan dengan penampilan menarik dan harga yang ekonomis,” tutur Hj. Linda Eriyani, SE. saat ditemui di sela-sela acara.


Setelah serangkaian perlombaan telah terlaksana, di ujung acara diselenggarakan lomba parodi make up. Disamping untuk hiburan, hal ini juga memberikan wawasan yang bertujuan untuk melatih keterampilan tangan seorang wanita saat ber-make up tanpa ada cermin. (della)

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Ladies Competition : Bergaya Dalam Batasan Syari'ah

LDIISidoarjo.org - Menindaklanjuti Rapat Kerja Bidang Ibu-ibu dan Remaja Putri tahun 2015 yang diadakan di Batu pada bulan Februari 2015 lalu, Ladies Competition sukses digelar pada Minggu, 6 September 2015 ini. Dengan dipandegani oleh Hj. Linda Eriyani, SE., acara tersebut diselenggarakan di aula Ponpes Al-Barokah, Sruni, Gedangan, Sidoarjo. 

Ladies Competition ini merupakan program kerja terakhir di tahun 2015 dengan peserta Ibu-ibu dan Remaja Putri LDII Sidoarjo.

Adanya kegiatan Ladies Competition yang dikemas dengan pengajian di awal acara, menghimbau khususnya para kaum hawa untuk memperhatikan fashion style yang sedang booming
tetapi tetap dalam batasan syari serta bagaimana cara memanfaatkan nilai estetika alam dan berhias minimalis tetapi tetap stylish. 

Acara ini terselenggara dengan adanya 5 macam perlombaan, diantaranya make over jilbab dan baju, make up minimalis dan pesta, merangkai bunga dan daun, tumpeng minimalis, dan parodi make up dengan peserta perlombaan 3-4 orang yang merupakan perwakilan dari masing-masing PAC LDII Sidoarjo. 

Sementara itu, para peserta pengajian yang tidak mengikuti lomba diberikan materi tutorial hijab syari yang disampaikan oleh Sella Nurjannah, merangkai bunga yang disampaikan oleh Hj. Dewi Susiati, S.Pd., M.Pd. yang sehari-harinya bertugas di Dinas Pendidikan Sidoarjo, dan make up minimalis yang dipraktikkan oleh Dwi Novandia selaku pemilik sanggar Paes Ratu di wilayah Sukodono dengan model Anniqy Qonita.

Dengan lokasi perlombaan yang berbeda-beda, hal ini tidak menyusutkan semangat peserta lomba untuk turut serta menyukseskan event tersebut. 

Acara yang dihadiri oleh kurang lebih 800 orang ini membuktikan bahwa acara ini  mendapat respon positif dari ibu-ibu dan remaja putri LDII Sidoarjo maupun dari Ir. H. Rony Romandhawira, MM. selaku ketua DPD LDII Sidoarjo.


"Harapan saya dari acara ini agar wanita LDII memiliki bekal menjadi wanita yang berilmu, tidak hanya ilmu agama tetapi juga memiliki keterampilan yang minimal bermanfaat bagi diri sendiri dan keluarga,” ujarnya.

“Tujuan acara ini sangat kompleks, diantaranya memberikan bekal kepada wanita LDII Sidoarjo:
untuk dapat berhias, berbusana, dan berhijab dengan harga yang terjangkau dan sesuai dengan syariat agama,
mendekorasi rumah dengan bahan alam dan biaya yang terjangkau, dan
menyajikan makanan dengan penampilan menarik dan harga yang ekonomis,” tutur Hj. Linda Eriyani, SE. saat ditemui di sela-sela acara.


Setelah serangkaian perlombaan telah terlaksana, di ujung acara diselenggarakan lomba parodi make up. Disamping untuk hiburan, hal ini juga memberikan wawasan yang bertujuan untuk melatih keterampilan tangan seorang wanita saat ber-make up tanpa ada cermin. (della)