وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

News

Kamis, 13 Agustus 2015

DPD LDII Kab. Sidoarjo Dukung Deklarasi Damai Umat Beragama


Bupati Sidoarjo dan Ketua DPD LDII saat penandatanganan deklarasi damai umat beragama
Foto bersama Forpimdan dan peserta deklarasi
LDIISidoarjo.org- Ketua DPD LDII (Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia) Kabupaten Sidoarjo, H. Ronny Romandhawira, MM menghadiri acara Halal Bihalal dan Deklarasi Damai Umat Beragama Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Kamis (30/7/2015) pukul 11.30 WIB.

Acara dihadiri oleh para alim ulama dan para tokoh pemuka agama, Forkopimda Kabupaten Sidoarjo, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sidoarjo, para pejabat di lingkungan Pemkab Sidoarjo, para camat beserta Forkopimka se-Kabupaten Sidoarjo, para tokoh masyarakat dan tokoh agama, dan para pimpinan ormas se-Kabupaten Sidoarjo.

Deklarasi Umat Beragama di Kabupaten Sidoarjo tersebut dimaksudkan untuk menciptakan situasi yang aman dan damai di Kabupaten Sidoarjo. Isi deklarasi, “Kami para tokoh umat beragama dengan tekad bersama menyatakan sikap: (1) menjaga kerukunan, cinta damai, dan toleransi dalam beragama; (2) mengecam tindakan anarkis yang mengatasnamakan agama; (3) setiap terhadap Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta berkomitmen penuh menjaga keutuhan NKRI”.

Deklarasi ditandatangani oleh para tokoh agama dan unsur pemerintah. Dari tokoh agama yaitu: FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kabupaten Sidoarjo; PCNU (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama) Sidoarjo; Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sidoarjo; DPD LDII (Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia) Kabupaten Sidoarjo; PGI (Persatuan Gereja Indonesia) Kabupaten Sidoarjo; Perwakilan Paroki Gereja-Gereja Katholik di Sidoarjo; BAMAG (Badan Musyawarah Antar Gereja) Kabupaten Sidoarjo;  PGPI (Persekutuan Gereja-Gereja Pantekosta Indonesia) Kabupaten Sidoarjo; PHDI (Parisada Hindhu Dharma Indonesia) Kabupaten Sidoarjo; dan PUBI (Persamuan Umat Buddha Indonesia) Sidoarjo.


Mengetahui dari unsur pemerintah: Bupati Sidoarjo, H. Saiful Ilah, SH, M.Hum; Wakil Bupati Sidoarjo, H. M.G. Hadi Sutjipto, SH, MM; Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, H. Sullamul H. Nurmawan, S. TH.I; Kapolres Sidoarjo, AKBP Anggoro Sukartono, S.IK, MH; Dandim 0618 Letkol Kav Rizeki Indra Wijaya, S.Sos; Kajari (Kepala Kejaksaan Negeri) Sidoarjo, DR. Undang Mugopal, SH, MH; dan Kalanri (Kepala Pengadilan Negeri) Sidoarjo, H. Budi Susilo, SH, MH.


Belajar dari Kasus Tolikara


Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Sidoarjo, H. Saiful Ilah, SH, M.Hum menyatakan, selaku pimpinan daerah dan atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, pribadi serta keluarga mengucapkan, “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah, Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin, Taqobbalallohu minna wa minkum Taqobbal Ya Karim, Semoga Segala Amal Ibadah Kita Selama Bulan Ramadhan Diterima Allah SWT”.

Bupati Saiful Ilah mengapresiasi secara khusus, acara halal bihalal yang dirangkaikan dengan Deklarasi damai Umat Beragama di Kabupaten Sidoarjo. “Kejadian di Tolikara, Papua, beberapa waktu lalu merupakan suatu bentuk pembelajaran bagi kita bersama, agar kita selalu waspada, supaya toleransi dan kerukunan umat beragama, jangan sampai terganggu oleh ulah provokator, yang menginginkan disintegrasi bangsa,”katanya.

“Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat bagi kemajuan kerukunan kehidupan umat beragama di Kabupaten Sidoarjo. Sehingga, Kabupaten Sidoarjo yang sudah kondusif ini dapat semakin bersatu masyarakatnya, dan semakin rukun. Demi terwujudnya tujuan pokok demokrasi dan terciptanya masyarakat Kabupaten Sidoarjo yang sejahtera, mandiri, dan berkeadilan,”ujarnya.

Dikatakan, pokok utama terciptanya suasana yang kondusif, tiada kata lain adalah kerukunan. Sebab, dengan kerukunan akan menghasilkan karya-karya besar, yang bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan hidup. Sebaliknya, konflik pertikaian dapat menimbulkan kerusakan dalam berbagai segi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menurutnya, setiap orang tentunya memiliki kepercayaan, penghayatan, dan keyakinan beragama yang berbeda-beda. Yang harus dihormati dan tidak boleh dipaksakan, serta tidak perlu dicari kekurangannya. Sehingga, tercipta keharmonisan kehidupan beragama, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman akibat adanya perbedaan keyakinan tersebut.

“Semoga setelah deklarasi damai pada hari ini, masyarakat di Kabupaten Sidoarjo semakin rukun, semakin bersatu, tidak terpengaruh oleh isu-isu negatif apa pun, terutama yang berkaitan dengan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar-golongan, red). Sehingga, pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Sidoarjo dapat berjalan dengan lancar, aman, dan sukses,”ujarnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Sidoarjo mengajak kepada seluruh masyarakat Sidoarjo, untuk tetap teguh pendirian tanpa kekerasan. Guna menghadapi tantangan hari esok yang penuh dengan persaingan. “Dengan keteguhan hati dan kekuatan iman, insya Allah segala upaya dan cita-cita kita akan berhasil,”tambahnya.

Acara Halal Bihalal dan Deklarasi Damai Umat Beragama Kabupaten Sidoarjo tersebut ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Mohammad Sholehuddin, M.Ag. (yus/kus)

1 komentar :

Ahmad Fatoni FW mengatakan...

Yang terpenting dalam beribadah kita lancar. Apa gunanya pertikaian agama yang justru kita tidak dapat melaksanakan ibadah dengan aman dan lancar

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

DPD LDII Kab. Sidoarjo Dukung Deklarasi Damai Umat Beragama


Bupati Sidoarjo dan Ketua DPD LDII saat penandatanganan deklarasi damai umat beragama
Foto bersama Forpimdan dan peserta deklarasi
LDIISidoarjo.org- Ketua DPD LDII (Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia) Kabupaten Sidoarjo, H. Ronny Romandhawira, MM menghadiri acara Halal Bihalal dan Deklarasi Damai Umat Beragama Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Kamis (30/7/2015) pukul 11.30 WIB.

Acara dihadiri oleh para alim ulama dan para tokoh pemuka agama, Forkopimda Kabupaten Sidoarjo, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sidoarjo, para pejabat di lingkungan Pemkab Sidoarjo, para camat beserta Forkopimka se-Kabupaten Sidoarjo, para tokoh masyarakat dan tokoh agama, dan para pimpinan ormas se-Kabupaten Sidoarjo.

Deklarasi Umat Beragama di Kabupaten Sidoarjo tersebut dimaksudkan untuk menciptakan situasi yang aman dan damai di Kabupaten Sidoarjo. Isi deklarasi, “Kami para tokoh umat beragama dengan tekad bersama menyatakan sikap: (1) menjaga kerukunan, cinta damai, dan toleransi dalam beragama; (2) mengecam tindakan anarkis yang mengatasnamakan agama; (3) setiap terhadap Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta berkomitmen penuh menjaga keutuhan NKRI”.

Deklarasi ditandatangani oleh para tokoh agama dan unsur pemerintah. Dari tokoh agama yaitu: FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kabupaten Sidoarjo; PCNU (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama) Sidoarjo; Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sidoarjo; DPD LDII (Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia) Kabupaten Sidoarjo; PGI (Persatuan Gereja Indonesia) Kabupaten Sidoarjo; Perwakilan Paroki Gereja-Gereja Katholik di Sidoarjo; BAMAG (Badan Musyawarah Antar Gereja) Kabupaten Sidoarjo;  PGPI (Persekutuan Gereja-Gereja Pantekosta Indonesia) Kabupaten Sidoarjo; PHDI (Parisada Hindhu Dharma Indonesia) Kabupaten Sidoarjo; dan PUBI (Persamuan Umat Buddha Indonesia) Sidoarjo.


Mengetahui dari unsur pemerintah: Bupati Sidoarjo, H. Saiful Ilah, SH, M.Hum; Wakil Bupati Sidoarjo, H. M.G. Hadi Sutjipto, SH, MM; Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, H. Sullamul H. Nurmawan, S. TH.I; Kapolres Sidoarjo, AKBP Anggoro Sukartono, S.IK, MH; Dandim 0618 Letkol Kav Rizeki Indra Wijaya, S.Sos; Kajari (Kepala Kejaksaan Negeri) Sidoarjo, DR. Undang Mugopal, SH, MH; dan Kalanri (Kepala Pengadilan Negeri) Sidoarjo, H. Budi Susilo, SH, MH.


Belajar dari Kasus Tolikara


Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Sidoarjo, H. Saiful Ilah, SH, M.Hum menyatakan, selaku pimpinan daerah dan atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, pribadi serta keluarga mengucapkan, “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah, Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin, Taqobbalallohu minna wa minkum Taqobbal Ya Karim, Semoga Segala Amal Ibadah Kita Selama Bulan Ramadhan Diterima Allah SWT”.

Bupati Saiful Ilah mengapresiasi secara khusus, acara halal bihalal yang dirangkaikan dengan Deklarasi damai Umat Beragama di Kabupaten Sidoarjo. “Kejadian di Tolikara, Papua, beberapa waktu lalu merupakan suatu bentuk pembelajaran bagi kita bersama, agar kita selalu waspada, supaya toleransi dan kerukunan umat beragama, jangan sampai terganggu oleh ulah provokator, yang menginginkan disintegrasi bangsa,”katanya.

“Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat bagi kemajuan kerukunan kehidupan umat beragama di Kabupaten Sidoarjo. Sehingga, Kabupaten Sidoarjo yang sudah kondusif ini dapat semakin bersatu masyarakatnya, dan semakin rukun. Demi terwujudnya tujuan pokok demokrasi dan terciptanya masyarakat Kabupaten Sidoarjo yang sejahtera, mandiri, dan berkeadilan,”ujarnya.

Dikatakan, pokok utama terciptanya suasana yang kondusif, tiada kata lain adalah kerukunan. Sebab, dengan kerukunan akan menghasilkan karya-karya besar, yang bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan hidup. Sebaliknya, konflik pertikaian dapat menimbulkan kerusakan dalam berbagai segi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menurutnya, setiap orang tentunya memiliki kepercayaan, penghayatan, dan keyakinan beragama yang berbeda-beda. Yang harus dihormati dan tidak boleh dipaksakan, serta tidak perlu dicari kekurangannya. Sehingga, tercipta keharmonisan kehidupan beragama, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman akibat adanya perbedaan keyakinan tersebut.

“Semoga setelah deklarasi damai pada hari ini, masyarakat di Kabupaten Sidoarjo semakin rukun, semakin bersatu, tidak terpengaruh oleh isu-isu negatif apa pun, terutama yang berkaitan dengan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar-golongan, red). Sehingga, pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Sidoarjo dapat berjalan dengan lancar, aman, dan sukses,”ujarnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Sidoarjo mengajak kepada seluruh masyarakat Sidoarjo, untuk tetap teguh pendirian tanpa kekerasan. Guna menghadapi tantangan hari esok yang penuh dengan persaingan. “Dengan keteguhan hati dan kekuatan iman, insya Allah segala upaya dan cita-cita kita akan berhasil,”tambahnya.

Acara Halal Bihalal dan Deklarasi Damai Umat Beragama Kabupaten Sidoarjo tersebut ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Mohammad Sholehuddin, M.Ag. (yus/kus)