وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Jumat, 10 April 2015

Camat Porong Datangi Pengajian Generus LDII


Camat Porong (tengah) bersama jajaran pengurus PC LDII Porong
LDIISidoarjo.org - Salah satu upaya LDII untuk mencetak generasi muda yang berilmu adalah lewat pengajian. Disetiap bulannya LDII selalu menggelar pengajian rutin untuk muda-mudi. Ini adalah wujud nyata konsistensi LDII dalam membina generasi muda agar nantinya mampu menjadi generasi unggulan yang profesional religius. Dalam pengajian rutin Generus (Generasi Penerus) Minggu, (4/4), PC LDII Porong mengundang Camat Porong, Muhammad Thohir untuk memberikan nasehat kepada para generasi LDII agar mampu menjadi generasi kreatif di masa yang akan datang. “ Saya sangat apresiasi sekali kepada remaja LDII, karena bisa berkumpul bersama untuk melakukan pengajian di hari minggu ini “, Tutur Thohir saat berdiri sebelum memberikan wejangan-wejangan kepada generasi LDII. 

Dalam nasehatnya Thohir mengungkapkan bahwa saat ini banyak pergaulan-pergaulan generasi muda yang sangat memprihatinkan, tetapi ia saksikan bahwa LDII mampu berkomitmen dalam membina generasi mudanya agar tidak terjerumus kedalam pergaulan negatif, ia pun berpesan bahwa generasi muda harus menjauhi narkoba dan miras, supaya bisa menjadi generasi yang punya kreatifitas.



Thohir juga teringat tentang kasus Al-Qur’an raksasa yang sempat dikait-kaitkan dengan LDII walaupun pada kenyataanya hal tersebut tidak ada hubungannya ( Baca : Alquran raksasa bukan dari warga LDII) Yang pada akhirnya Alquran tersebut dimusnahkan karena telah meresahkan (baca : Pemusnahan Alquran raksasa oleh MUI). LDII sigap dan tanggap sehingga MUI secara cepat menanggapi masalah tersebut sehingga Al-Qur’an raksasa tersebut tidak sampai tersebar luas dan menimbulkan isu-isu negatif. “ Dengan adanya pengajian-pengajian dan dakwah-dakwah warga LDII seperti ini, bisa menunjukkan bahwa LDII mampu memberikan pemahaman kepada orang lain agar tidak memandang negatif tentang LDII “, Tutur Thohir.


Dalam pengajian kali ini para generus LDII banyak diberikan nasehat, terutama tentang pergaulan saat ini yang sangat memprihatinkan. Salah satu pesan Thohir adalah agar remaja LDII menjauhi dan tidak ikut serta dalam kegiatan-kegiatan yang banyak meresahkan warga akhir-akhir ini. Ia terkesan karena LDII bisa mengadakan kegiatan seperti ini untuk mengisi kekosongan waktu akhir pekan. Ia pun juga berpesan agar LDII bisa bekerja sama yang baik dalam menyikapi kondisi pergaulan saat ini yang sangat memprihatinkan.

Pengajian yang dilaksanakan pukul 08.30 wib di Masjid Nasrullah tepatnya di desa Gedang Kecamatan Porong ini diikuti oleh semua muda-mudi LDII se-Kecamatan Porong. Para generasi muda LDII ini bersama-sama berkumpul untuk melakukan kegiatan pengajian rutin yang dilakukan setiap bulannya.(ariska-nurman/hav)



Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Camat Porong Datangi Pengajian Generus LDII


Camat Porong (tengah) bersama jajaran pengurus PC LDII Porong
LDIISidoarjo.org - Salah satu upaya LDII untuk mencetak generasi muda yang berilmu adalah lewat pengajian. Disetiap bulannya LDII selalu menggelar pengajian rutin untuk muda-mudi. Ini adalah wujud nyata konsistensi LDII dalam membina generasi muda agar nantinya mampu menjadi generasi unggulan yang profesional religius. Dalam pengajian rutin Generus (Generasi Penerus) Minggu, (4/4), PC LDII Porong mengundang Camat Porong, Muhammad Thohir untuk memberikan nasehat kepada para generasi LDII agar mampu menjadi generasi kreatif di masa yang akan datang. “ Saya sangat apresiasi sekali kepada remaja LDII, karena bisa berkumpul bersama untuk melakukan pengajian di hari minggu ini “, Tutur Thohir saat berdiri sebelum memberikan wejangan-wejangan kepada generasi LDII. 

Dalam nasehatnya Thohir mengungkapkan bahwa saat ini banyak pergaulan-pergaulan generasi muda yang sangat memprihatinkan, tetapi ia saksikan bahwa LDII mampu berkomitmen dalam membina generasi mudanya agar tidak terjerumus kedalam pergaulan negatif, ia pun berpesan bahwa generasi muda harus menjauhi narkoba dan miras, supaya bisa menjadi generasi yang punya kreatifitas.



Thohir juga teringat tentang kasus Al-Qur’an raksasa yang sempat dikait-kaitkan dengan LDII walaupun pada kenyataanya hal tersebut tidak ada hubungannya ( Baca : Alquran raksasa bukan dari warga LDII) Yang pada akhirnya Alquran tersebut dimusnahkan karena telah meresahkan (baca : Pemusnahan Alquran raksasa oleh MUI). LDII sigap dan tanggap sehingga MUI secara cepat menanggapi masalah tersebut sehingga Al-Qur’an raksasa tersebut tidak sampai tersebar luas dan menimbulkan isu-isu negatif. “ Dengan adanya pengajian-pengajian dan dakwah-dakwah warga LDII seperti ini, bisa menunjukkan bahwa LDII mampu memberikan pemahaman kepada orang lain agar tidak memandang negatif tentang LDII “, Tutur Thohir.


Dalam pengajian kali ini para generus LDII banyak diberikan nasehat, terutama tentang pergaulan saat ini yang sangat memprihatinkan. Salah satu pesan Thohir adalah agar remaja LDII menjauhi dan tidak ikut serta dalam kegiatan-kegiatan yang banyak meresahkan warga akhir-akhir ini. Ia terkesan karena LDII bisa mengadakan kegiatan seperti ini untuk mengisi kekosongan waktu akhir pekan. Ia pun juga berpesan agar LDII bisa bekerja sama yang baik dalam menyikapi kondisi pergaulan saat ini yang sangat memprihatinkan.

Pengajian yang dilaksanakan pukul 08.30 wib di Masjid Nasrullah tepatnya di desa Gedang Kecamatan Porong ini diikuti oleh semua muda-mudi LDII se-Kecamatan Porong. Para generasi muda LDII ini bersama-sama berkumpul untuk melakukan kegiatan pengajian rutin yang dilakukan setiap bulannya.(ariska-nurman/hav)