وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Rabu, 01 April 2015

BACA AL QUR'AN HARUS SAMPAI HATI

LDIISidoarjo.org - Ulama-ulama kita telah memberikan nasehat kepada kita bahwa salah satu obat hati (tombo ati) adalah membaca Al Qur'an yang langsung bisa berangan-angan artinya/maknakanya, karena dengan kita bisa seperti ini betul-betul dapat menambah keimanan dan ketaqwa'an kita.

Membaca Al Qur'an tidak perlu terburu-buru seolah-olah mengejar target waktu khatam atau jumlah yang dibaca, sebaiknya kita membaca dengan hati khusuk, selain berangan-angan maknanya juga membayangkan juga yakin seyakin-yakinnya yang kita baca adalah firman Alloh, ucapan-ucapan tuhan kita, tuhan yang telah menciptakan kita dan dunia seisinya.

Salah satu ciri orang yang beriman adalah orang yang saat membaca Al Quran bisa tembus sampai hati, sampai-sampai pada saat menjumpai ayat-ayat kematian dan neraka hatinya bergetar dan timbul spontanitas rasa takut yang betul-betul takut. Orang iman yang seperti ini digambarkan oleh Rosululloh SAW seperti jeruk dan kurma.

Seperti jeruk artinya orang iman yang bisa membaca Al Quran seperti buah jeruk yang baunya segar dan rasanya manis. Seperti Kurma artinya orang iman tersebut meskipun tidak bisa membaca Al Quran seperti kurma yaitu buahnya tidak berbau tapi rasanya manis.


Dan orang munafik/kufur yang bisa membaca Al Quran digambarkan seperti bunga Raihana artinya baunya wangi tapi rasanya pahit. Sebaliknya orang munafik/kufur yang tidak bisa membaca Al Quran Seperti Bunga Hanzhalah artinya tidak berbau dan rasanya pahit.

Nabi bersabda:
حَدَّثَنَا هُدْبَةُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ حَدَّثَنَا أَنَسٌ عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ\nعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَالْأُتْرُجَّةِ طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَرِيحُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الَّذِي لَا يَقْرَأُ كَالتَّمْرَةِ طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَلَا رِيحَ لَهَا وَمَثَلُ الْفَاجِرِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْفَاجِرِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ طَعْمُهَا مُرٌّ وَلَا رِيحَ لَهَا
 

Telah menceritakan kepada kami [Hudbah bin Khalid] telah menceritakan kepada kami [Hammam] telah menceritakan kepada kami [Qatadah] telah menceritakan kepada kami [Anas] dari [Abu Musa] radliyallahu'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al Qur'an seperti utrujah (jeruk), rasanya enak dan baunya wangi, dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al Qur'an seperti kurma, rasanya enak namun tidak berbau, dan perumpaman orang durhaka (munafik/kufur) yang membaca Al Qur'an seperti buah raihana, baunya wangi namun rasanya pahit, dan perumpamaan orang durhaka (munafik/kufur) yang tidak membaca Al Qur'an seperti buah hanzhalah, rasanya pahit dan tidak berbau." HR.Bukhori (7005)

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

BACA AL QUR'AN HARUS SAMPAI HATI

LDIISidoarjo.org - Ulama-ulama kita telah memberikan nasehat kepada kita bahwa salah satu obat hati (tombo ati) adalah membaca Al Qur'an yang langsung bisa berangan-angan artinya/maknakanya, karena dengan kita bisa seperti ini betul-betul dapat menambah keimanan dan ketaqwa'an kita.

Membaca Al Qur'an tidak perlu terburu-buru seolah-olah mengejar target waktu khatam atau jumlah yang dibaca, sebaiknya kita membaca dengan hati khusuk, selain berangan-angan maknanya juga membayangkan juga yakin seyakin-yakinnya yang kita baca adalah firman Alloh, ucapan-ucapan tuhan kita, tuhan yang telah menciptakan kita dan dunia seisinya.

Salah satu ciri orang yang beriman adalah orang yang saat membaca Al Quran bisa tembus sampai hati, sampai-sampai pada saat menjumpai ayat-ayat kematian dan neraka hatinya bergetar dan timbul spontanitas rasa takut yang betul-betul takut. Orang iman yang seperti ini digambarkan oleh Rosululloh SAW seperti jeruk dan kurma.

Seperti jeruk artinya orang iman yang bisa membaca Al Quran seperti buah jeruk yang baunya segar dan rasanya manis. Seperti Kurma artinya orang iman tersebut meskipun tidak bisa membaca Al Quran seperti kurma yaitu buahnya tidak berbau tapi rasanya manis.


Dan orang munafik/kufur yang bisa membaca Al Quran digambarkan seperti bunga Raihana artinya baunya wangi tapi rasanya pahit. Sebaliknya orang munafik/kufur yang tidak bisa membaca Al Quran Seperti Bunga Hanzhalah artinya tidak berbau dan rasanya pahit.

Nabi bersabda:
حَدَّثَنَا هُدْبَةُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ حَدَّثَنَا أَنَسٌ عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ\nعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَالْأُتْرُجَّةِ طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَرِيحُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الَّذِي لَا يَقْرَأُ كَالتَّمْرَةِ طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَلَا رِيحَ لَهَا وَمَثَلُ الْفَاجِرِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْفَاجِرِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ طَعْمُهَا مُرٌّ وَلَا رِيحَ لَهَا
 

Telah menceritakan kepada kami [Hudbah bin Khalid] telah menceritakan kepada kami [Hammam] telah menceritakan kepada kami [Qatadah] telah menceritakan kepada kami [Anas] dari [Abu Musa] radliyallahu'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al Qur'an seperti utrujah (jeruk), rasanya enak dan baunya wangi, dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al Qur'an seperti kurma, rasanya enak namun tidak berbau, dan perumpaman orang durhaka (munafik/kufur) yang membaca Al Qur'an seperti buah raihana, baunya wangi namun rasanya pahit, dan perumpamaan orang durhaka (munafik/kufur) yang tidak membaca Al Qur'an seperti buah hanzhalah, rasanya pahit dan tidak berbau." HR.Bukhori (7005)