وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Minggu, 15 Februari 2015

Valentine Day Bukan Untuk Islam

Surat edaran dari Diknas Pemkab Sidoarjo
LDII Sidoarjo - Dinas pendidikan (Diknas) pemerintah kabupaten (Pemkab) Sidoarjo membuat edaran pelarangan perayaan valentine day di sekolah maupun diluar sekolah, jum’at(13/02/2015).

Surat edaran no 421/517/403.3.1/2015 ini ditujukan kepada kepala kepala sekolah SMP,SMA,SMK Negeri dan Swasta se Sidoarjo. Kepala Diknas Sidoarjo Drs. Mustain , M.Pd.I menyampaikan bahwa valentine day dirayakan banyak menabrak norma norma masyarakat, sehingga Surat edaran ini dimaksudkan untuk antisipasi perilaku yang bertentangan dengan norma agama,sosial dan budaya Indonesia.

Dalam surat edarannya, Mustain menginstruksikan kepala sekolah untuk meneruskan ke orangtua atau wali murid. Mustain berharap kepala sekolah ,guru, orang tua wali murid untuk mengawasi perilaku siswa-siswi bertepatan valentine day di sekolahan maupun luar sekolah.

Tidak dapat kita pungkiri memang budaya valentine day telah melekat dalam diri bangsa Indonesia, ketika tanggal 14 februari  tiba-tiba mereka mulai berduyun-duyun menyambut perayaan ini dengan suka ria, mulai dari membeli coklat dan berbagai pernak-pernik warna merah jambu sampai menyiapkan pesta pora. Inikah budaya yang benar bagi negara yang 90% warganya beragama islam?. Lalu apa jadinya agama dan Negara ini jika kaum mudanya sudah tidak bisa atau mungkin memang tak ingin bisa untuk memilah dan memilih kebiasaan mana yang pantas mereka tiru?


Marilah bertanya pada diri masing-masing, seberapa jauhkah kita mengelu-elukan valentine day di atas agama kita sendiri, sudah saatnya kita sadar dari segala kebutaan ini, agar bisa membedakan mana saja yang pantas kita ambil dan mana yang harus kita buang jauh-jauh. Tidaklah perlu bagi kita untuk beriri hati dan cemburu dengan perayaan-perayaan yang berkedok  berbagi kasih sayang, padahal di dalamnya hanya berisi setumpuk kemaksiatan, bukankah Allah itu Ar-Rahman dan Ar- Rahim yang mana cinta-Nya tak akan habis menyertai kita?

“VALENTINE” adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St. Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Spanyol. Paderi ini umumkan atau isytiharkan hari tersebut sebagai hari ‘kasih sayang’ kerana pada nya Islam adalah ZALIM!!!  Tumbangnya Kerajaan Islam Spanyol dirayakan sebagai hari valentine. Semoga Anda semua ambil pelajaran. Jadi.. mengapa kita ingin menyambut hari valentine ini padahal hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan Islam kita di Spanyol. (Havid)

- Dari berbagai sumber

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Valentine Day Bukan Untuk Islam

Surat edaran dari Diknas Pemkab Sidoarjo
LDII Sidoarjo - Dinas pendidikan (Diknas) pemerintah kabupaten (Pemkab) Sidoarjo membuat edaran pelarangan perayaan valentine day di sekolah maupun diluar sekolah, jum’at(13/02/2015).

Surat edaran no 421/517/403.3.1/2015 ini ditujukan kepada kepala kepala sekolah SMP,SMA,SMK Negeri dan Swasta se Sidoarjo. Kepala Diknas Sidoarjo Drs. Mustain , M.Pd.I menyampaikan bahwa valentine day dirayakan banyak menabrak norma norma masyarakat, sehingga Surat edaran ini dimaksudkan untuk antisipasi perilaku yang bertentangan dengan norma agama,sosial dan budaya Indonesia.

Dalam surat edarannya, Mustain menginstruksikan kepala sekolah untuk meneruskan ke orangtua atau wali murid. Mustain berharap kepala sekolah ,guru, orang tua wali murid untuk mengawasi perilaku siswa-siswi bertepatan valentine day di sekolahan maupun luar sekolah.

Tidak dapat kita pungkiri memang budaya valentine day telah melekat dalam diri bangsa Indonesia, ketika tanggal 14 februari  tiba-tiba mereka mulai berduyun-duyun menyambut perayaan ini dengan suka ria, mulai dari membeli coklat dan berbagai pernak-pernik warna merah jambu sampai menyiapkan pesta pora. Inikah budaya yang benar bagi negara yang 90% warganya beragama islam?. Lalu apa jadinya agama dan Negara ini jika kaum mudanya sudah tidak bisa atau mungkin memang tak ingin bisa untuk memilah dan memilih kebiasaan mana yang pantas mereka tiru?


Marilah bertanya pada diri masing-masing, seberapa jauhkah kita mengelu-elukan valentine day di atas agama kita sendiri, sudah saatnya kita sadar dari segala kebutaan ini, agar bisa membedakan mana saja yang pantas kita ambil dan mana yang harus kita buang jauh-jauh. Tidaklah perlu bagi kita untuk beriri hati dan cemburu dengan perayaan-perayaan yang berkedok  berbagi kasih sayang, padahal di dalamnya hanya berisi setumpuk kemaksiatan, bukankah Allah itu Ar-Rahman dan Ar- Rahim yang mana cinta-Nya tak akan habis menyertai kita?

“VALENTINE” adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St. Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Spanyol. Paderi ini umumkan atau isytiharkan hari tersebut sebagai hari ‘kasih sayang’ kerana pada nya Islam adalah ZALIM!!!  Tumbangnya Kerajaan Islam Spanyol dirayakan sebagai hari valentine. Semoga Anda semua ambil pelajaran. Jadi.. mengapa kita ingin menyambut hari valentine ini padahal hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan Islam kita di Spanyol. (Havid)

- Dari berbagai sumber