وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Minggu, 15 Februari 2015

Pemusnahan Al-Quran Raksasa Oleh MUI Sidoarjo

Proses pembakaran Al Quran raksasa oleh MUI Sidoarjo




LDIISidoarjo.org - Al Quran raksasa milik Anang Asriyanto, warga Desa Glagah Arum, Kecamatan Porong  akhirnya dibakar  Sabtu siang (14/02/15) di halaman belakang kantor MUI Sidoarjo. Pembakaran dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sidoarjo bersama dengan dihadiri Kabagkesra Kabupaten Sidoarjo, GP Ansor Sidoarjo dan Forum Pimpinan Kecamatan  (Forpimka) Porong.

Sebelum dilakukan pembakaran, Al Quran raksasa yang oleh MUI disebut Mushaf Glaga Arum ini dibawah dulu ke kantor percetakan Delta Grafika untuk dipotong kecil-kecil menjadi beberapa bagian agar memudahkan proses pembakaran ."Karena banyaknya kesalahan, lebih tepat disebut Mushaf bukan Al Quran," ujar Ketua MUI Sidoarjo Usman Bahri sebelum proses pembakaran. (Baca: Klarifikasi: Al Quran Raksasa Bukan dari Anggota LDII)


Pembakaran Al Quran raksasa berukuran panjang 2 meter dan lebar 2,40 meter dilakukan karena MUI khawatir masyarakat mendapatkan penafsiran yang salah soal ajaran Islam, apalagi banyak kesalahan dari isi Al Qur,an tersebut. MUI khawatir Al Quran itu bisa menimbulkan kemusyrikan.

Awalnya pemilik Al Quran tersebut yaitu Anang mengklaim bahwa Al Quran yang  beratnya sekitar  200 kg itu tiba-tiba muncul di kamar rumahnya  12 Januari 2015 silam dan mengaku tidak tahu siapa yang menaruh Al Quran itu di kamar tersebut. Namun setelah diselidiki akhirnya terungkap ternyata Anang mendapatkan Al Quran itu setelah membelinya seharga Rp 42 juta dari Andi, warga Dusun Cangkring Kecamatan Candi, Sidoarjo. (Ita-Riska/Havid)


Pembaca lain juga membaca: 
Klarifikasi: Al Quran Raksasa Bukan dari Anggota LDII

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Pemusnahan Al-Quran Raksasa Oleh MUI Sidoarjo

Proses pembakaran Al Quran raksasa oleh MUI Sidoarjo




LDIISidoarjo.org - Al Quran raksasa milik Anang Asriyanto, warga Desa Glagah Arum, Kecamatan Porong  akhirnya dibakar  Sabtu siang (14/02/15) di halaman belakang kantor MUI Sidoarjo. Pembakaran dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sidoarjo bersama dengan dihadiri Kabagkesra Kabupaten Sidoarjo, GP Ansor Sidoarjo dan Forum Pimpinan Kecamatan  (Forpimka) Porong.

Sebelum dilakukan pembakaran, Al Quran raksasa yang oleh MUI disebut Mushaf Glaga Arum ini dibawah dulu ke kantor percetakan Delta Grafika untuk dipotong kecil-kecil menjadi beberapa bagian agar memudahkan proses pembakaran ."Karena banyaknya kesalahan, lebih tepat disebut Mushaf bukan Al Quran," ujar Ketua MUI Sidoarjo Usman Bahri sebelum proses pembakaran. (Baca: Klarifikasi: Al Quran Raksasa Bukan dari Anggota LDII)


Pembakaran Al Quran raksasa berukuran panjang 2 meter dan lebar 2,40 meter dilakukan karena MUI khawatir masyarakat mendapatkan penafsiran yang salah soal ajaran Islam, apalagi banyak kesalahan dari isi Al Qur,an tersebut. MUI khawatir Al Quran itu bisa menimbulkan kemusyrikan.

Awalnya pemilik Al Quran tersebut yaitu Anang mengklaim bahwa Al Quran yang  beratnya sekitar  200 kg itu tiba-tiba muncul di kamar rumahnya  12 Januari 2015 silam dan mengaku tidak tahu siapa yang menaruh Al Quran itu di kamar tersebut. Namun setelah diselidiki akhirnya terungkap ternyata Anang mendapatkan Al Quran itu setelah membelinya seharga Rp 42 juta dari Andi, warga Dusun Cangkring Kecamatan Candi, Sidoarjo. (Ita-Riska/Havid)


Pembaca lain juga membaca: 
Klarifikasi: Al Quran Raksasa Bukan dari Anggota LDII