وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Jumat, 27 Februari 2015

Dispora Jatim : Pemuda adalah Agen Perubahan


Kasie  kepemudaan Dispora Jatim, Vitri Rahmawati saat penyampaian materi kepemudaan

LDIISidoarjo.org - Pemuda merupakan aset bangsa yang harus diberdayakan semaksimal mungkin. Mereka adalah warga negara yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 ( enam belas ) sampai dengan 30 ( tiga puluh) tahun. Kepemudaan adalah berbagai hal yang berkaitan dengan  potensi , tanggung jawab, hak, karakter, kapasitas, aktualisasi diri dan cita-cita pemuda. Hal ini tertuang dalam undang – undang kepemudaan no. 40 tahun 2009.
 
Vitri Rahmawati, Kasie  kepemudaan Dispora Jatim menjadi salah satu pemateri dalam diklat kader LDII (20-22/2).  Vitri memaparkan tentang program dari Dispora yaitu membangun paradigma pemuda. Pemuda sebagai agen perubahan dalam sejarah bangsa, semenjak tahun 1908 adanya kebangkitan nasional, 1928 adanya sumpah pemuda, 1945 adanya proklamasi kemerdekaan, 1966 adanya order lama dan orde baru, 1998 adanya reformasi dan demokratisasi. Perubahan demi perubahan adalah peran sertanya pemuda bangsa. Maka dari itu pemuda adalah agen perubahan.

" Pemuda ideal sesuai dengan UU no.40 /2009 adalah pemuda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggungjawab, berdaya saing dan mempunyai jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan dan kebangsaan. Kesemuanya itu berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam kerangka NKRI", tambahnya.

Peserta Diklat Kader DPW LDII Jatim
Diklat kader Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Jawa Timur yang dilaksanakan di aula Ponpes Sabilurrosyidin, Surabaya ( 20-22 februari ). Diikuti sekitar 200 orang pemuda LDII dari seluruh plosok Jawa Timur, yang rata-rata berumur di bawah 25 tahun. Masing-masing DPD LDII mengirimkan utusannya, PPM ( Pondok Pesantren Mahasiswa) dan beberapa komunitas / organisasi kemahasiswaan LDII juga turut ikut serta dalam diklat kali ini. Salah satu peserta dari Sidoarjo, merasa bangga menjadi utusan dari unsur kemahasiswaan Sidoarjo. " diharapkan kegiatan seperti ini bisa ditingkatkan ke level yang lebih tinggi semisal tingkat nasional. Karena dengan adanya kegiatan seperti ini, bisa menambah wawasan dan pengetahuan para pemuda terutama dalam keorganisasian", ujar pemuda yang biasa di sapa dengan panggilan Eki.

Selaras dengan pemaparan dari Dispora, pemuda LDII juga dididik untuk memiliki tri sukses generasi muda, yaitu Faqih ( faham agama ), Berakhlakuk karimah dan Mandiri. Serta memiliki 6 tabiat luhur yaitu Rukun, Kompak, Kerjasama yang baik, Jujur, Amanah dan Mujhid Muzhid ( kerja keras dan ibadah yang sungguh-sungguh ). Sehingga diharapkan bisa menjadi putra bangsa yang profresional religius dan bisa menjadi bagian dalam perubahan bangsa kearah yang lebih baik.

Pemuda Indonesia diharapkan mempunyai perak aktif sebagai kekuatan moral yang bisa diwujudkan dengan menumbuh kembangkan aspek etik dan moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi kehidupan kepemudaan, memperkuat iman dan takwa serta ketahanan mental spiritual, meningkatkan kesadaran hukum. Peran aktif pemuda sebagai kontrol social bisa diwujudkan dengan memperkuat wawan kebangsaan, membangkitkan kesadaran atas tanggungjawab, hak dan kewajiban sebagai warga Negara, membangkitkan sikap kritis terhadap lingkungan dan penegakan hukum, meningkatkan partisipasi dalam perumusan kebijakan publik, menjamin transparansi dan akuntablitas publik, memberikan kemudahan akses informasi. Peran katif pemuda sebagai agen perubahan bisa diwujudkan dengan mengembangkan pendidikan politik dan demokratis, sumber daya ekonomi, kepedulian terhadap masyarakat, IPTEK, olahraga, seni dan budaya, kepedulian terhadap lingkungan hidup, pendidikan kewirusahaan, kepmudaan dan kepeloporan pemuda.

Sejarah mencatat bahwa peran pemuda dalam kehidupan kebangsaan dan kenegaraan senantiasa dilakukan melalui media organisasi. Oleh karena itu, utusan dari masing-masing DPD LDII, PPM dan organisasi kemahasiswaan LDII yang sudah berkecimpung dalam organisasi bisa mengambil pelajaran berharga dengan mengikuti diklat ini dan bisa agen perubahan yang lebih baik kedepannya baik untuk LDII maupun untuk bangsa dan negara Indonesia.( Bambang Setyabudi )



Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Dispora Jatim : Pemuda adalah Agen Perubahan


Kasie  kepemudaan Dispora Jatim, Vitri Rahmawati saat penyampaian materi kepemudaan

LDIISidoarjo.org - Pemuda merupakan aset bangsa yang harus diberdayakan semaksimal mungkin. Mereka adalah warga negara yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 ( enam belas ) sampai dengan 30 ( tiga puluh) tahun. Kepemudaan adalah berbagai hal yang berkaitan dengan  potensi , tanggung jawab, hak, karakter, kapasitas, aktualisasi diri dan cita-cita pemuda. Hal ini tertuang dalam undang – undang kepemudaan no. 40 tahun 2009.
 
Vitri Rahmawati, Kasie  kepemudaan Dispora Jatim menjadi salah satu pemateri dalam diklat kader LDII (20-22/2).  Vitri memaparkan tentang program dari Dispora yaitu membangun paradigma pemuda. Pemuda sebagai agen perubahan dalam sejarah bangsa, semenjak tahun 1908 adanya kebangkitan nasional, 1928 adanya sumpah pemuda, 1945 adanya proklamasi kemerdekaan, 1966 adanya order lama dan orde baru, 1998 adanya reformasi dan demokratisasi. Perubahan demi perubahan adalah peran sertanya pemuda bangsa. Maka dari itu pemuda adalah agen perubahan.

" Pemuda ideal sesuai dengan UU no.40 /2009 adalah pemuda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggungjawab, berdaya saing dan mempunyai jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan dan kebangsaan. Kesemuanya itu berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam kerangka NKRI", tambahnya.

Peserta Diklat Kader DPW LDII Jatim
Diklat kader Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Jawa Timur yang dilaksanakan di aula Ponpes Sabilurrosyidin, Surabaya ( 20-22 februari ). Diikuti sekitar 200 orang pemuda LDII dari seluruh plosok Jawa Timur, yang rata-rata berumur di bawah 25 tahun. Masing-masing DPD LDII mengirimkan utusannya, PPM ( Pondok Pesantren Mahasiswa) dan beberapa komunitas / organisasi kemahasiswaan LDII juga turut ikut serta dalam diklat kali ini. Salah satu peserta dari Sidoarjo, merasa bangga menjadi utusan dari unsur kemahasiswaan Sidoarjo. " diharapkan kegiatan seperti ini bisa ditingkatkan ke level yang lebih tinggi semisal tingkat nasional. Karena dengan adanya kegiatan seperti ini, bisa menambah wawasan dan pengetahuan para pemuda terutama dalam keorganisasian", ujar pemuda yang biasa di sapa dengan panggilan Eki.

Selaras dengan pemaparan dari Dispora, pemuda LDII juga dididik untuk memiliki tri sukses generasi muda, yaitu Faqih ( faham agama ), Berakhlakuk karimah dan Mandiri. Serta memiliki 6 tabiat luhur yaitu Rukun, Kompak, Kerjasama yang baik, Jujur, Amanah dan Mujhid Muzhid ( kerja keras dan ibadah yang sungguh-sungguh ). Sehingga diharapkan bisa menjadi putra bangsa yang profresional religius dan bisa menjadi bagian dalam perubahan bangsa kearah yang lebih baik.

Pemuda Indonesia diharapkan mempunyai perak aktif sebagai kekuatan moral yang bisa diwujudkan dengan menumbuh kembangkan aspek etik dan moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi kehidupan kepemudaan, memperkuat iman dan takwa serta ketahanan mental spiritual, meningkatkan kesadaran hukum. Peran aktif pemuda sebagai kontrol social bisa diwujudkan dengan memperkuat wawan kebangsaan, membangkitkan kesadaran atas tanggungjawab, hak dan kewajiban sebagai warga Negara, membangkitkan sikap kritis terhadap lingkungan dan penegakan hukum, meningkatkan partisipasi dalam perumusan kebijakan publik, menjamin transparansi dan akuntablitas publik, memberikan kemudahan akses informasi. Peran katif pemuda sebagai agen perubahan bisa diwujudkan dengan mengembangkan pendidikan politik dan demokratis, sumber daya ekonomi, kepedulian terhadap masyarakat, IPTEK, olahraga, seni dan budaya, kepedulian terhadap lingkungan hidup, pendidikan kewirusahaan, kepmudaan dan kepeloporan pemuda.

Sejarah mencatat bahwa peran pemuda dalam kehidupan kebangsaan dan kenegaraan senantiasa dilakukan melalui media organisasi. Oleh karena itu, utusan dari masing-masing DPD LDII, PPM dan organisasi kemahasiswaan LDII yang sudah berkecimpung dalam organisasi bisa mengambil pelajaran berharga dengan mengikuti diklat ini dan bisa agen perubahan yang lebih baik kedepannya baik untuk LDII maupun untuk bangsa dan negara Indonesia.( Bambang Setyabudi )