وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Sabtu, 21 Februari 2015

Bangun Pemuda Berkarakter Pancasila dan Cinta Tanah Air Lewat Diklat Kader

Pembukaan diklat kader oleh Ketua DPW LDII Jatim Ir. H. Chriswanto Santoso, Msc.



LDIISidoarjo.org - Pemuda adalah generasi penerus bangsa yang harus memiliki semangat nasionalisme tinggi. Hal ini diperlukan karena hal tersebut merupakan salah satu dasar agar generasi muda memiliki rasa cinta terhadap tanah air. Karena tanpa kecintaan  terhadap negara, mereka akan malas berkarya untuk kemajuan bangsa.

Sebagai langkah menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air tersebut, Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Jawa Timur Melaksanakan diklat kader di Aula Pondok Sabilurrosyidin DPW LDII Jatim, Jalan Gayungan VII/11 Surabaya. Acara ini dikemas selama tiga hari, Jumat – Minggu (20-22/02/2015).

Dalam Pembukaanya Ketua DPW LDII Jatim Ir. H. Chriswanto Santoso, Msc  menyampaikan bahwa diklat kader ini bertujuan untuk membangun pemuda berkarakter Pancasila dan cinta tanah air demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain itu Chriswanto juga mengatakan bahwa kebodohan adalah musuh utama generasi muda yang harus diperangi, generasi muda harus memiliki kemampuan untuk memajukan negara serta agamanya . "Generasi muda bangsa ini, termasuk generasi muda LDII tidak boleh bodoh. Generasi muda LDII harus cerdas, mandiri dan memberikan manfaat bagi bangsa, negara dan agamanya. Oleh karena itu, dari diklat kader yang dihadiri sekurangnya 200 generasi muda LDII dari seluruh Jawa timur ini, nantinya dapat diterapkan, dipraktekkan dan menjadi generasi-generasi muda yang hebat,"  Tuturnya.

LDII Sadar akan peran generasi muda dalam menjaga keamanan dan ketertiban dilingkungan masyarakat. Untuk itu dalam acara yang diikuti oleh pemuda-pemuda yang rata-rata berumur 25 tahun ini disampaikan pula tentang pencegahan terhadap paham radikalisasi. "Kalau penanggulangan merupakan wewenang aparat, kalau kami LDII hanya bisa melakukan pencegahan, maka salah satu kuncinya adalah pembekalan agar warga kami khususnya tidak terlibat paham radikalisme itu, dan ini yang kita kuatkan," ujar Chriswanto.

Peran ormas Islam mutlak dibutuhkan untuk membangun karakter bangsa. Islam adalah agama yang cinta damai  karena agama islam adalah rahmatal lil alamin. Sehingga melalui pendekatan dakwah serta terjun langsung kemasyarakat, paham-paham garis keras dapat diminimalisir semaksimal mungkin. (Hav)

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Bangun Pemuda Berkarakter Pancasila dan Cinta Tanah Air Lewat Diklat Kader

Pembukaan diklat kader oleh Ketua DPW LDII Jatim Ir. H. Chriswanto Santoso, Msc.



LDIISidoarjo.org - Pemuda adalah generasi penerus bangsa yang harus memiliki semangat nasionalisme tinggi. Hal ini diperlukan karena hal tersebut merupakan salah satu dasar agar generasi muda memiliki rasa cinta terhadap tanah air. Karena tanpa kecintaan  terhadap negara, mereka akan malas berkarya untuk kemajuan bangsa.

Sebagai langkah menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air tersebut, Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Jawa Timur Melaksanakan diklat kader di Aula Pondok Sabilurrosyidin DPW LDII Jatim, Jalan Gayungan VII/11 Surabaya. Acara ini dikemas selama tiga hari, Jumat – Minggu (20-22/02/2015).

Dalam Pembukaanya Ketua DPW LDII Jatim Ir. H. Chriswanto Santoso, Msc  menyampaikan bahwa diklat kader ini bertujuan untuk membangun pemuda berkarakter Pancasila dan cinta tanah air demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain itu Chriswanto juga mengatakan bahwa kebodohan adalah musuh utama generasi muda yang harus diperangi, generasi muda harus memiliki kemampuan untuk memajukan negara serta agamanya . "Generasi muda bangsa ini, termasuk generasi muda LDII tidak boleh bodoh. Generasi muda LDII harus cerdas, mandiri dan memberikan manfaat bagi bangsa, negara dan agamanya. Oleh karena itu, dari diklat kader yang dihadiri sekurangnya 200 generasi muda LDII dari seluruh Jawa timur ini, nantinya dapat diterapkan, dipraktekkan dan menjadi generasi-generasi muda yang hebat,"  Tuturnya.

LDII Sadar akan peran generasi muda dalam menjaga keamanan dan ketertiban dilingkungan masyarakat. Untuk itu dalam acara yang diikuti oleh pemuda-pemuda yang rata-rata berumur 25 tahun ini disampaikan pula tentang pencegahan terhadap paham radikalisasi. "Kalau penanggulangan merupakan wewenang aparat, kalau kami LDII hanya bisa melakukan pencegahan, maka salah satu kuncinya adalah pembekalan agar warga kami khususnya tidak terlibat paham radikalisme itu, dan ini yang kita kuatkan," ujar Chriswanto.

Peran ormas Islam mutlak dibutuhkan untuk membangun karakter bangsa. Islam adalah agama yang cinta damai  karena agama islam adalah rahmatal lil alamin. Sehingga melalui pendekatan dakwah serta terjun langsung kemasyarakat, paham-paham garis keras dapat diminimalisir semaksimal mungkin. (Hav)