وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Selasa, 06 Januari 2015

KOMPASS 2014, Bangun Generasi Unggul Sejak Dini

Searah jarum jam: 1. Peserta Kompass, 2. H. Abdurrahman Assa'ad Pembina PPG SIdoarjo, 3. Peserta Lomba Mewarnai, 4. M. Fauzan Sekretaris DPD LDII Sidoarjo menyerahkan hadiah.

LDIISidoarjo.org - PPG (Penggerak Pembina Generus) Sidoarjo, untuk kali ke-3 kembali menggelar ajang Kompetisi Anak Sholih, (28/12/14) di Gedung Barokah Pondok Pesantren Sruni Gedangan Sidoarjo. Kompetisi Anak Sholih Sidoarjo (KOMPASS) dengan tema Raih Masa Depan dengan Mencari Ilmu, merupakan agenda tahunan yang diadakan oleh PPG Sidoarjo yang dihadiri 1.600 peserta.

Acara ini ditujukan bagi generasi penerus LDII yang biasa disebut cabe rawit untuk menampilkan kreatifitas dan kemampuan mereka setelah menempuh pendidikan agama selama setahun di Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) di masing-masing desa di kabupaten Sidoarjo.

Lomba mewarnai untuk anak usia TK sampai dengan SD kelas 3, sedangkan menggambar untuk usia SD kelas 4 sampai dengan kelas 6 banyak diminati peserta disamping berbagai macam lomba diadakan seperti Adzan, Hafalan Qur’an, Cerdas Cermat, Pildacil dan Futsal yang bersaing dengan ketat untuk meraih yang terbaik.


Menurut Suwoto S.Pd ketua PPG, bahwa Kompass ini digunakan untuk pembinaan usia dini bagi anak-anak sehingga bisa lebih semangat untuk selalu belajar ilmu agama yang diperlukan untuk kehidupannya sehingga menjadi anak yang sholih berakhlaqul karimah, berilmu dan mandiri. Mampu menjadi pribadi unggul baik dunia maupun akhirat dan bermanfaat untuk nusa dan bangsa.
Keberhasilan menjadi juara di Kompass ini bukan sepenuhnya menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan di TPQ, namun sebagai penyemangat bagi cabe rawit dan 5 unsur pembinaan generasi penerus untuk terus membina cabe rawitnya, tambahnya.

Masih menurt Suwoto, meratanya juara dari hampir seluruh desa menunjukkan adanya peningkatan pembinaan di tiap-tiap desa jika dibandingkan tahun lalu yang didominasi desa tertentu.

Di tahun ke-3 ini Desa Saimbang berhasil mempertahankan  posisinya sebagai juara umum bertahan 3 kali berturut-turut karena berhasil meraih banyak juara dari lomba yang diadakan. (bocah sabil)

Pembaca lain juga membaca: 

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

KOMPASS 2014, Bangun Generasi Unggul Sejak Dini

Searah jarum jam: 1. Peserta Kompass, 2. H. Abdurrahman Assa'ad Pembina PPG SIdoarjo, 3. Peserta Lomba Mewarnai, 4. M. Fauzan Sekretaris DPD LDII Sidoarjo menyerahkan hadiah.

LDIISidoarjo.org - PPG (Penggerak Pembina Generus) Sidoarjo, untuk kali ke-3 kembali menggelar ajang Kompetisi Anak Sholih, (28/12/14) di Gedung Barokah Pondok Pesantren Sruni Gedangan Sidoarjo. Kompetisi Anak Sholih Sidoarjo (KOMPASS) dengan tema Raih Masa Depan dengan Mencari Ilmu, merupakan agenda tahunan yang diadakan oleh PPG Sidoarjo yang dihadiri 1.600 peserta.

Acara ini ditujukan bagi generasi penerus LDII yang biasa disebut cabe rawit untuk menampilkan kreatifitas dan kemampuan mereka setelah menempuh pendidikan agama selama setahun di Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) di masing-masing desa di kabupaten Sidoarjo.

Lomba mewarnai untuk anak usia TK sampai dengan SD kelas 3, sedangkan menggambar untuk usia SD kelas 4 sampai dengan kelas 6 banyak diminati peserta disamping berbagai macam lomba diadakan seperti Adzan, Hafalan Qur’an, Cerdas Cermat, Pildacil dan Futsal yang bersaing dengan ketat untuk meraih yang terbaik.


Menurut Suwoto S.Pd ketua PPG, bahwa Kompass ini digunakan untuk pembinaan usia dini bagi anak-anak sehingga bisa lebih semangat untuk selalu belajar ilmu agama yang diperlukan untuk kehidupannya sehingga menjadi anak yang sholih berakhlaqul karimah, berilmu dan mandiri. Mampu menjadi pribadi unggul baik dunia maupun akhirat dan bermanfaat untuk nusa dan bangsa.
Keberhasilan menjadi juara di Kompass ini bukan sepenuhnya menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan di TPQ, namun sebagai penyemangat bagi cabe rawit dan 5 unsur pembinaan generasi penerus untuk terus membina cabe rawitnya, tambahnya.

Masih menurt Suwoto, meratanya juara dari hampir seluruh desa menunjukkan adanya peningkatan pembinaan di tiap-tiap desa jika dibandingkan tahun lalu yang didominasi desa tertentu.

Di tahun ke-3 ini Desa Saimbang berhasil mempertahankan  posisinya sebagai juara umum bertahan 3 kali berturut-turut karena berhasil meraih banyak juara dari lomba yang diadakan. (bocah sabil)

Pembaca lain juga membaca: