وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Senin, 26 Januari 2015

Demi Utuhnya NKRI, LDII dan NU Saling Ta’awun dan Tafahhum

Dari Kiri: KH. Kholil, KH. Abdurahman Navis Lc.M.HI dan Drs.Sunarto
LDIISidoarjo | Kediri - NKRI adalah harga mati. Semboyan yang selalu dijunjung oleh setiap warga Negara Indonesia agar ke depannya bisa menjadi negara yang lebih bermartabat. Termasuk organisasi Islam LDII dan NU memandang hal tersebut adalah sangat penting dalam membangun bangsa. Dengan saling memahami satu sama lain, akan membuat bangsa Indonesia ini semakin kuat dan tidak mudah terpecah belah oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Selaras dengan tujuan yang sama, Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim KH. Abdurahman Navis Lc.M.HI sekaligus sebagai wakil ketua 1 Tanfidz PWNU Jatim melakukan kunjungan ke pondok LDII Burengan, Kediri  (23/01). Dalam kunjungannya tersebut, disambut oleh ketua pondok Burengan yaitu Drs.Sunarto dan K.H. Kholil Asyari Busthomi di dalam ruangan perpustakaan pondok.

Abdurahman menuturkan  bahwa Islam ini sedang terancam karena Islam sengaja dipecah belah, maka perlu merekatkan ukhuwah islamiah, dengan diawali melalui Ta’arruf saling mengenal. Kemudian dilanjutkan dengan tafahhum saling memahami agar ikhtilaf yang terjadi bisa saling menghormati, tidak saling mengklaim paling benar. Hal ini akan bisa terwujud dengan banyak menambah wawasan. Karena dakwah itu harus melihat kapan menggunakan fiqih dakwah dan kapan kita menggunakan fiqih ahkam, ungkapnya.

Dari DPW LDII Jatim, wakil ketua DPW LDII H.Hasan Yuswadi,SH, Moh.Amroji,SE dan bendahara DPW LDII Ali Zuhdi,SH ikut mendampingi dalam kunjungan tersebut. Yuswadi menuturkan, kunjungan tersebut dalam rangka ta’aruf saling mengenal tentang keilmuan sehingga bisa saling Tafahhum ( memahami ) antara LDII dan NU dengan harapan bisa saling Ta'awun (tolong menolong) dalam rangka utuhnya NKRI.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim memberi apresiasi dan menyampaikan bahwa pondok yang dibina LDII perlu ditiru oleh pondok - pondok lain, karena pondok yang dibina LDII ini memberikan keilmuan baik bidang ilmu agama maupun ilmu dunia. Ungkap Abdurrahman saat memberi tausiah pada Santriwan Santriwati Ma'had Wali Barokah Kediri

Dengan adanya komunikasi yang terjalin dengan baik antara setiap elemen masyarakat, maka dalam membangun bangsa untuk menjadi bangsa yang lebih baik akan bisa terwujud sikap saling memahami, tolong menolong dan peduli satu sama lain, akan menjadikan kehidupan dalam berbangsa dan bernegara bisa terasa tentram, aman dan damai. Dan bangsa Indonesia ini tidak mudah terpecah belah, sehingga bisa semakin kuat dan lebih bermartabat ke depannya. (Bambang Setyabudi)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Demi Utuhnya NKRI, LDII dan NU Saling Ta’awun dan Tafahhum

Dari Kiri: KH. Kholil, KH. Abdurahman Navis Lc.M.HI dan Drs.Sunarto
LDIISidoarjo | Kediri - NKRI adalah harga mati. Semboyan yang selalu dijunjung oleh setiap warga Negara Indonesia agar ke depannya bisa menjadi negara yang lebih bermartabat. Termasuk organisasi Islam LDII dan NU memandang hal tersebut adalah sangat penting dalam membangun bangsa. Dengan saling memahami satu sama lain, akan membuat bangsa Indonesia ini semakin kuat dan tidak mudah terpecah belah oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Selaras dengan tujuan yang sama, Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim KH. Abdurahman Navis Lc.M.HI sekaligus sebagai wakil ketua 1 Tanfidz PWNU Jatim melakukan kunjungan ke pondok LDII Burengan, Kediri  (23/01). Dalam kunjungannya tersebut, disambut oleh ketua pondok Burengan yaitu Drs.Sunarto dan K.H. Kholil Asyari Busthomi di dalam ruangan perpustakaan pondok.

Abdurahman menuturkan  bahwa Islam ini sedang terancam karena Islam sengaja dipecah belah, maka perlu merekatkan ukhuwah islamiah, dengan diawali melalui Ta’arruf saling mengenal. Kemudian dilanjutkan dengan tafahhum saling memahami agar ikhtilaf yang terjadi bisa saling menghormati, tidak saling mengklaim paling benar. Hal ini akan bisa terwujud dengan banyak menambah wawasan. Karena dakwah itu harus melihat kapan menggunakan fiqih dakwah dan kapan kita menggunakan fiqih ahkam, ungkapnya.

Dari DPW LDII Jatim, wakil ketua DPW LDII H.Hasan Yuswadi,SH, Moh.Amroji,SE dan bendahara DPW LDII Ali Zuhdi,SH ikut mendampingi dalam kunjungan tersebut. Yuswadi menuturkan, kunjungan tersebut dalam rangka ta’aruf saling mengenal tentang keilmuan sehingga bisa saling Tafahhum ( memahami ) antara LDII dan NU dengan harapan bisa saling Ta'awun (tolong menolong) dalam rangka utuhnya NKRI.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim memberi apresiasi dan menyampaikan bahwa pondok yang dibina LDII perlu ditiru oleh pondok - pondok lain, karena pondok yang dibina LDII ini memberikan keilmuan baik bidang ilmu agama maupun ilmu dunia. Ungkap Abdurrahman saat memberi tausiah pada Santriwan Santriwati Ma'had Wali Barokah Kediri

Dengan adanya komunikasi yang terjalin dengan baik antara setiap elemen masyarakat, maka dalam membangun bangsa untuk menjadi bangsa yang lebih baik akan bisa terwujud sikap saling memahami, tolong menolong dan peduli satu sama lain, akan menjadikan kehidupan dalam berbangsa dan bernegara bisa terasa tentram, aman dan damai. Dan bangsa Indonesia ini tidak mudah terpecah belah, sehingga bisa semakin kuat dan lebih bermartabat ke depannya. (Bambang Setyabudi)