وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Kamis, 31 Desember 2015

KOMPASS DESA SRUNI MEMOTIVASI GENERUS LDII

Dewan penasehat H. Ahmad Yulianto, membuka acara KOMPAS


ldii-sidoarjo.org - Kamis (24/12) pagi Gedung Barokah Pondok Sruni dipadati oleh ratusan generus (generasi penerus) cilik. Terdiri dari caberawit dan praremaja  dari PC LDII Seruni, Sidoarjo.  Mereka dikumpulkan untuk mengikuti Kompass (Kompetisi Anak Sholeh Sidoarjo) Desa Sruni.
Tidak kurang dari 800 generus usia caberawit dan praremaja yang mengikuti Kompetisi Anak Sholeh Sidoarjo se-Desa Sruni. Kompetisi yang biasa disebut KOMPASS ini tidak jauh berbeda dengan yang diadakan di tahun sebelumnya. Ada sepuluh cabang lomba. Di antaranya, menggambar mewarnai, seni kaligrafi, lomba nasihat, hafalan surat pendek dan doa harian, adzan, membaca Al-Quran, ranking satu, cerdas cermat, hingga lomba yel-yel.

 
Salah satu TPQ tampilkan lomba yel-yel


Peserta terdiri dari 12 TPQ binaan LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) yang ada di Sruni dan sekitarnya. Antara lain: TPQ Sruni Aula, TPQ Sruni Mangga 3, TPQ Sruni Utara, TPQ Sruni Timur, TPQ Sruni Tengah-Santren, TPQ Sruni Barat, TPQ Gemurung, TPQ Wadungasih, TPQ Karangbong, TPQ Jumputrejo, TPQ Klanggri, dan TPQ Sukorejo. 

Diawali oleh pertunjukan atraksi dua pendekar cilik Persinas (Perguruan Silat Nasional) ASAD, penonton dan peserta lomba pun semakin semangat. Acara dibuka oleh sambutan dari pembina/dewan penasihat H. Ahmad Yulianto, SE. Dalam sambutannya, H. Yuli berharap supaya para peserta berlomba dengan penuh semangat sesuai dengan tri sukses (alim faqih, akhlakul karimah, dan mandiri). Diharapkan juga mempunyai karakter enam tobi`at luhur (rukun, kompak, kerjasama yang baik, jujur, amanat, mujhid muzhid).

Peserta lomba ceras cermat sedang menjawab pertanyaan
Acara semakin seru kala babak penyisihan kompetisi cerdas cermat. Babak penyisihan terdiri dari empat grup. Satu grup terdapat tiga orang. Support dari teman satu grup pun membuat semangat para finalis menjadi berkobar. Dari perhitungan skor, TPQ Sruni Mangga 3 mampu memperoleh predikat juara satu dengan perolehan skor tertinggi yakni 1.400.

#LDIINgajiAkhirTahun, Hashtag Serempak di Ujung Tahun Masehi 2015






Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di malam akhir tahun 2015 akan mengadakan pengajian. Selain menambah wawasan agama, acara ini bisa mengajak serta para pemuda-pemudi LDII agar tak terpengaruh sebagaimana khalayak umum merayakan malam pergantian tahun.

Tingginya masalah penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang, pergaulan bebas, dan minum minuman keras di Indonesia merupakan kemerosotan moral yang patut dihindari. Mengajak muda mudi mengaji di akhir tahun merupakan salah satu cara menangkal kemerosotan moral tersebut.

Pengajian di malam pergantian tahun ini didasari ijma’ para ulama LDII kepada seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) hingga Pimpinan Cabang (PC) maupun Pimpinan Anak Cabang (PAC).

“Pengajian ini digelar bukan untuk merayakan pergantian tahun, tapi untuk meningkatkan kepahaman para pemuda dan pemudi terhadap Alquran dan Alhadist, sekaligus menghindarkan mereka dari kemaksiatan,” papar KH Aceng Karimullah dari Departemen Pendidikan Agama dan Dakwah DPP LDII.

Gerakan mengaji akhir tahun ini didukung penuh oleh Departemen Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPP LDII. Menurut Koordinator Bidang KIM DPP LDII Hidayat Nahwi Rasul, pengajian akhir tahun ini diselenggarakan di seluruh Indonesia, dengan materi Alquran dan Alhadist, yang biasanya diselingi dengan renungan akhir tahun, hiburan berupa game untuk menciptakan kekompakan, dan nasehat dari para ulama.

Hidayat mengajak tiap warga LDII untuk memberitakan acara pengajian di PC, PAC, hingga DPD di manapun mereka berada, dengan cara mengunggah foto atau film pendek berbagai kegiatan pengajian akhir tahun, melalui Instagram dan Twitter dengan hashtag #LDIINgajiAkhirTahun.

Selasa, 22 Desember 2015

Menghafal Al Qur'an Sambil Bermain

Puluhan peserta tahfidz sedang melakukan Murrojaah Juz Amma bersama guru pendamping di Delta Fishing
Senin, (21/12) Pagi, sejumlah 97 peserta tahfidz Al-Quran bertandang ke loka wisata Delta Fishing Prasung, Sidoarjo. mereka semua adalah santri-santri binaan LDII Sidoarjo. Mulai dari umur 4 tahun hingga belasan tahun mereka hadir untuk mengikuti salah satu program kegiatan tahfidz yang telah dibentuk oleh LDII Sidoarjo. Mereka sangat antusias mengikuti acara ini.

Sengaja digelar di Delta Fishing, untuk mengisi liburan sembari menghafalkan ayat-ayat suci Al-Quran. Setelah Murroja`ah Juz 30 secara berkelompok, kemudian giliran satu per satu melafadzkan hafalannya di depan puluhan temannya. Juga untuk melatih keberanian tentunya. Delta Fishing yang pagi itu dipadati para hafidz LDII, menjadi tenang kala tahfidz cilik, Riski (9) melantunkan surah As-Sams yang telah ia hafal sebelumnya

LDII Sidoarjo memiliki program tahfidz yang dibagi menjadi dua macam. Yakni tahfidz umum dan khusus. Keduanya saling berkaitan. Perbedaannya, Jika tahfidz umum, berapapun hafalan yang dimiliki calon peserta boleh ikut. Tujuannya tidak lain untuk menjadi daya tarik pada caberwit yang lain untuk mau mengikuti program ini. Dengan banyaknya teman, baik itu dalam bersaing maupun belajar, maka pembina Tahfidz yakin bila semangat peserta akan semakin terpacu.

Dari peserta tahfidz umum tersebut, nantinya akan diseleksi untuk memasuki kelas tahfidz khusus.  Persyaratan untuk memasuki kelas ini pun peserta harus hafal lebih dari satu juz. Kalau di tahfidz umum jumlah peserta sekitar 80 sampai seratus santri, maka tak heran bila jumlah peserta di kelas tahfidz khusus menjadi 34 santri. Mulai dari yang duduk di bangku Taman Kanak-Kanak, SD, hingga SMP mengikuti program tahfidz LDII Sidoarjo ini.

Usai acara hafalan bersama, dan sambutan dari pembina, kemudian peserta makan bersama. Setelah itu, mereka diberi kesempatan untuk memancing, dan bermain out bound di loka wisata Delta Fishing ini. Acara pun berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Namun, ditengah berlangsungnya acara, hujan mengguyur deras di tempat tersebut.

Pembina Tahfidz berharap agar kedepannya jumlah peserta lebih banyak dari yang saat ini. “Dari para pembina Tahfidz khususnya, kami mengharapkan dengan acara ini dapat memancing temannya yang belum mengikuti tahfidz akhirnya mau mengikuti tahfid,” jelas ketua pembina tahfidz, H. Fachrurrozi.

Orang tua wali murid pun juga bersemangat mendukung putra maupun putrinya untuk mengikuti program tahfidz. Terbukti tampak sejumlah wali murid yang turut mendampingi anaknya. Lukman (33) asal Pepelegi mengapresiasi program ini dengan mengikut sertakan putranya yang masih berumur delapan tahun. “Refreshing kali ini sangatlah positif dan sambil memupuk generasi penerus jamaah sejak masih kecil. Ini cara yang sangat bagus. Dengan konsep menghafal sambil bermain di alam atau tempat terbuka seperti ini,” terangnya. (Wawan)

Kadispora Jatim : “Persinas Asad Mampu Menginspirasi Pencak Silat Lainnya”

LDIISidoarjo.org - Sebuah perguruan pencak silat yang eksis di kancah nasional dan internasional, Persinas Asad kembali menunjukkan dirinya. Minggu (20/11) petang, Persinas Asad menggelar atraksi perdananya di Atrium Mall City Of Tomorrow (Cito) Surabaya. Pada penghujung tahun 2015 ini, Persinas Asad bekerjasama dengan DinasPemuda dan Olah Raga (Dispora) Propinsi Jawa Timur, KONI, Dinas Pariwisata Propinsi Jatim, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).



Tampak hadir dan memberikan pembukaan, Ketua Persinas Asad Jatim Dr.Ir.H.Dedid Cahyana MT. Dalam pembukaannya, Dedid menyampaikan empat aspek yang dikembangkan dalam persinas ASAD. Di antaranya, pembinaan mental spiritual, olah raga, beladiri, dan pengembangan Seni dan budaya.

Pada tahun berikutnya Ketua Persinas Asad yakin dapat menyuguhkan penampilan yang jauh lebih besar dari pada ini. Selain itu, juga memiliki keinginan untuk bisa berkolaborasi dengan perguruan pencak silat yang lainnya.“Kami gelar acara ini untuk merangsang para generasi muda. Dengan memiliki kemampuan bela diri akan menjadi lebih percaya diri.  Kalau ada apa-apa bisa tahan uji. Apalagi ini budaya luhur bangsa kita. Jadi harus kita junjung dan lestarikan,” Jelas Dedid.

Persinas asad
Upaya lain Persinas Asad dalam melestarikan pencak silat adalah dengan menyusun program serta kepungurusan mulai dari tingkat pusat yang dikembangkan ke seluruh Nusantara. Persinas ASAD menilai pencak silat dapat membentuk insan yang mandiri dan masa depan yang jelas. Dedid  berharap bahwa acara perdana kali ini bisa lancar dan ajakan pun tersampaikan pada masyarakat umum. “Jika acara kali ini baik, tidak menutup kemungkinan akan digelar lebih besar ditahun mendatang,” ujarnya.

Penampilan atraksi yang luar biasa dari puluhan anak didik Perguruan Persinas Asad yang berprestasi mampu mengundang interested para pengunjung Mall Cito malam itu sehingga memadati atrium mall hingga dua lantai keatas. Pihak Dispora dan Gubernur Surabaya sendiri memberi penghargaan dan apreasi kepada Persinas Asad sebagai penyelenggara. “Saya berharap perguruan-perguruan silat lainnya dapat menampilkan hal yang sama , karena ini kegiatan luar biasa," tegas Drs. H. Supratom M.M, Ketua IPSI Jatim.

sambutan dari Kadispora Jatim

Ditemui usai acara, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Jatim Supratomo yang turut memberikan sambutan di awal acara, merespon sangat baik. Bahkan dirinya mengakui hubungan erat antara Persinas ASAD dengan Dispora. “ Acara ini mampu memberikan inspirasi bagi semua perguruan pencak silat. Selain itu Persinas juga mampu menunjukkan cara-cara untuk melestarikannya.” Tegasnya.





Pendekar mulai dari usia dini, remaja, dewasa, hingga seorang kakek berumur 80 tahun pun ditampilkan. Semangat penonton semakin menggelora kala pendekar manula ini beratraksi. Gerakan dan taktiknya memasang kuda-kuda di atas matras, hingga keterampilannya mengayunkan tongkat. Kolaborasi Kendang (Gendang) rampak jatim dan jabar seolah menambah kesemangatan tersendiri.

Atraksi kali ini mampu mencuri ribuan pasang mata yang sedang berada di Cito. Masyarakat memberikan respon yang luar biasa. Adrian (19) rela datang jauh-jauh dari Banyuwangi hanya untuk menyaksikan acara ini. “Saya takjub dengan penampilan tadi. Selain itu juga berharap agar mampu bersaing sehat dengan perguruan pencak silat yang lain. Jangan berhenti menorehkan prestasi.” Serunya saat menjadi supporter. Tidak hanya Andrian, pengunjung lain, Raymond yang juga mantan pengurus IPSI Jatim berpendapat bahwa Pencak Silat ini harus dilestarikan, dengan catatan seluruh perguruan pencak silat Indonesia dapat menyamakan visi dan misi mereka. (Wawan/Lian)

Kamis, 17 Desember 2015

Empat Santri PPM LDII Wakili Indonesia Presentasi Alat Medis di Jepang



Malang (2/12). Fadli, Romdan, Yoga dan Tami santri PPM yang mewakili Indonesia mempresentasikan alat medis dalam rangka meraih Juara 1 Bussines Plan Contest at SOI Asian 2014-2015, yang diselenggarakan oleh Keio University, Japan. 

Kegiatan SOI diadakan setiap tahun oleh School of Internet Asia, Universitas Keio, Jepang bekerja sama dengan 27 perguruan tinggi di Asia. Proyek SOI Asia bertujuan untuk membangun melalui percobaan lapangan metodologi untuk berkontribusi terhadap pendidikan tinggi yang disediakan di negara-negara Asia, dengan secara efektif menggunakan Internet dan teknologi digital yang mendistribusikan sumber daya pendidikan tinggi di Jepang. Tim EDHET mewakili Universitas Brawijaya, Indonesia mengikuti seleksi hingga tahap akhir dan lolos dalam 6 besar yang hasilnya mendapat Juara 1setelah mengalahkan 30 tim lain dari Indonesia maupun tiga negara lainnya : Myanmar, Malaysia dan Jepang.

Dengan dilatarbelakangi meningkatnya jumlah angka kematian ibu pasca melahirkan, keempat santri PPM (Pondok Pesantren Mahasiswa) ini mengembangkan sebuah rencana bisnis alat deteksi pendarahan pasca melahirkan yang disebut EDHET (Early Detection of Hemorrhagic Postpartum). Mereka adalah mahasiswa aktif Universitas Brawijaya (UB), Fadli Fatkhurrizki (Tenik Elektro/FT 2012), Arya Yoga Adearta Pratama (Teknik Informatika/FILKOM 2012), Romdan Muhammad Ubaidilah (Teknik Informatika/FILKOM 2012), dan Nabila Alri Hutami (Kebidanan/FK 2012).

Tim EDHET sebagai pemateri dalam acara Guest Speaker for lecture "Management for Emerging Business, Creation of Successful Business Plan : Case of EDHET" disaksikan oleh  Mr. Goi Hoi Chin (Research Assistant Entrepreneurship Network dari SOI ASIA, Japan)(2/12/2015)
Fadli dan kawan-kawan berhak untuk mendapatkan kesempatan selama empat hari untuk mempresentasikan alat medis buatan mereka di depan mahasiswa S1 dari Profesor Jiro Kukuryo dan mahasiswa S2 dari Masaki Umejima Sensei di Universitas Keio, Jepang. Setelah presentasi selesai, EDHET mendapat respon positif dari para dosen dan mahasiswa. Bahkan ada salah seorang mahasiswa S2 yang berasal dari negara Mozambik berkata bahwa dia berharap alat EDHET bisa sampai di Benua asalnya, Afrika. 

Penampilan Ketua EDHET, Fadli, saat presentasi di depan mahasiswa S2 dari Mr. Masaki Umejima (Assistant Professor, Graduate School of Media and Governance, Keio University). (2/12/2015)

 Selain itu, EDHET juga telah mendapat respon positif dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Disampaikan oleh Yoga bahwa timnya telah mendapatkan tawaran dari IBI untuk dapat memasukkan EDHET sebagai salah satu bagian dari Bidan Kit yang biasa diberikan bagi bidan baru. Emi berharap tim EDHET terus mencari metode yang tepat, efektif, efisien, terjangkau, dan mudah digunakan. "Saya bangga karena ada anak muda yang mau memikirkan masalah ini," tutur Ketua IBI tersebut.

Selasa, 01 Desember 2015

Ulama LDII Pelajari Ilmu Bahasa Arab

LDIISidoarjo.org - Setiap muslim mempunyai kewajiban untuk mencari ilmu. Baik ilmu keduniaan maupun ilmu agama. Dalam Islam kita mengenal istilah ulama, yaitu orang-orang yang mempunyai ilmu dan kefahaman agama yang tinggi. Selanjutnya agar tak menimbulkan pengertian ganda tentang sebuah ilmu, ulama pun memerlukan kemampuan menyampaikan ilmunya dengan baik, jelas, dan lugas.
Banyak cara yang bisa dilakukan  termasuk melalui pembelajaran bahasa Arab. Seperti yang dilakukan para ulama di salah satu masjid binaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) PC Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (27/11).
Sekitar 65 orang ulama mengikuti pembelajaran bahasa Arab yang diajarkan oleh Syekh Kholil, salah satu ulama besar LDII. Materi pembelajaran juga meliputi nahwu shorof.
Saat menyampaikan materi nahwu shorof, Syekh Kholil mengawali dengan memperkenalkan kalimat fiil (kata kerja), dan kalimat isim (kata benda). Pengucapan huruf sesuai makhroj juga menjadi salah satu ajaran. Kemudian Syekh Kholil memberi contoh satu per satu.
“Dengan ilmu nahwu shorof ini akan mempermudah dalam mengartikan Al-Qur’an dan Al-Hadits,” tutur Syekh Kholil yang kala itu mengenakan peci putih.
Lebih lanjut Syekh Kholil menjelaskan, bahwa bahasa Arab sangat kompleks, beda huruf akan berbeda makna. Jumlah huruf atau pengaruh harokat dalam bahasa Arab akan menimbulkan makna berbeda pula.
Karena itu ilmu Nahwu Shorof sangat penting agar ilmu yang disampaikan sesuai dengan pengertian dan maksudnya. Hal ini amat membantu sistem pengajaran di pengajian LDII, dimana sistem pembelajaran kepada santri dilakukan dengan mengartikan tiap kata dari bahasa Arab dalam Al-Quran dan Al-Hadits. Tujuannya agar santri bisa memahami maksut dari sebuah ayat. (Ita/Riris)
Minggu, 29 November 2015

Seminar Wanita Untuk Deteksi Dini Kanker Servick

LDIISidoarjo.org - Bidang pemberdayaan wanita DPD LDII SIDOARJO  mengadakan seminar wanita bertajuk "Deteksi Dini dan Pencegahan Kanker Serviks" pada Minggu, (29/11).  Bertempat di Aula Ponpes Al-Barokah Seruni Gedangan, sidoarjo, acara ini diikuti lebih dari 260 wanita yang berasal dari perwakilan Pimpinan cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang PAC LDII di 17 kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo.

Istri PJ Bupati Sidoarjo, Dra. Ana Eko Prapti Jonathan, M.M yang turut hadir dalam acara ini memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara yang sangat baik ini. "Jagalah kesehatan karena kalau sudah masuk kanker stadium 3-4 akan sangat sulit sekali diobati . Semoga seminar ini dapat membawa ilmu yang bermanfaat untuk semuanya,"  tuturnya saat memberikan sambutan.

Materi utama tentang deteksi dini dan pencegahan kanker servick disampaikan oleh Dr. Danang Abdul Ghani. Kanker serviks merupakan kanker yang menyerang bagian leher rahim (servick). Penyakit kanker ini paling banyak terjadi pada perempuan. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh para ahli setiap satu jam satu orang meninggal karena kanker servick. Untuk itulah kenapa pencegahan terhadap penyakit ini sejak dini menjadi hal yang sangat penting.

Dr. Danang juga memaparkan ada dua cara yang bisa dilakukan untuk pencegahan & pendeteksian kanker servick, yaitu dengan pap smear dan pemeriksaan IVA. Pap smear bisa dilakukan rutin 1 tahun sekali namun biayanya tergolong mahal. Sedangkan pemeriksaan IVA dengan menggunakan asam cuka 10% biayanya relatif lebih murah. Pemeriksaan IVA bisa dilakukan oleh dokter, bidan atau dokter umum yang membuka praktek.

Hj. Linda Eriyani, S.E yang menjadi ketua penyelenggara acara berharap  bahwa dengan diadakannya seminar ini para wanita LDII khususnya dan seluruh wanita pada umumnya lebih peduli lagi pada kesehatan dirinya sendiri dan orang-orang terdekatnya. Termasuk dapat mendeteksi sejak dini ada tidaknya gejala kanker servick pada dirinya sehingga nantinya sanggup dilakukan pencegahan dan penanganan secepatnya.

"Dengan adanya seminar ini kami mengharapkan para peserta lebih peduli terhadap kesehatan dirinya sndiri dan orang disekitarnya. Insyalloh untuk kegiatan seperti ini akan dijadikan agenda tahunan dengan tema yang bervariasi, " ujar Linda.

(riska,ita,lian)

Pondok Pesantren Al-Barokah Sruni Khatamkan Satu Periode Asrama Kutubusshitah

Telah satu periode pengkajian hadist besar di pondok pesantren A
l-Barokah Sruni Sidoarjo, dengan penutupan pengkajian Sunan Nasa'i (16/11) dan akan di mulai kembali Sunan Tirmidzi periode kedua yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 November 2015.

Jumlah peserta pada asrama Sunan Nasai kali ini berjumlah sekitar 55 santri dari berbagai wilayah di Indonesia dan Malaysia. Jumlah ini jauh meningkat dibandingkan awal pembukaan asrama tirmidzi tahun lalu. Hal ini menunjukkan semakin semangatnya santri LDII untuk mengejar ilmu kutubusittah, yang dinilai merupakan hadits-hadits terkenal dengan periwayat yang dapat dipercaya.


"Mudah-mudahan ilmu ini bisa menjadi ilmu yg bermanfaat agar agama ini tetap hidup ila yaumil qiyamah. Semua apa yg disampaikan oleh guru supaya dijaga ilmunya dan di jaga kemurniannya " pesan singkat Kusdani sebagai peserta sepuh yang telah menjalani pengkajian selama satu periode.

Peserta asrama tidak hanya mengkaji kutubusittah saja, melainkan juga diberikan ilmu tambahan yang nantinya diharapkan dapat menambah pengetahuan santri tentang agama, serta dapat memahami dan menyampaikan  ilmu agama dengan mudah. Ilmu tambahan yang diberikan seperti nahwu shorof, faroid, dll.

"Alhamdulillah saya mendapat banyak sekali ilmu setelah mengikuti pengajian di sini. Banyak hikmah yang saya dapat. Saya berharap semoga kedepannya ilmu ini bisa saya amalkan dan salurkan kepada saudara muslim semua." tutur Ita, salah satu santri asal Sidoarjo. (Riris)
Sabtu, 28 November 2015

PC LDII Tarik Hadiri Cangkrukan Pilkada Sidoarjo

Suasana cerah dan semilir angin yang berhembus segar mengiringi kegiatan Cangkruane wong Tarik Bersama Bapak-Bapak e Sidoarjo. Kegiatan ini diadakan di halaman stasiun Kereta Api di Desa Tarik pada selasa, (17/11). Kegiatan ini bertujuan untuk mensukseskan Pemilukada Sidoarjo pada tanggal 9 Desember nanti.

Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya yang diiringi oleh para pemuda-pemudi di kecamatan Tarik. Deklarasi Netralisasi Penyelenggara Pemilukada Tingkat Kecamatan pun diucapkan secara bersama-sama oleh PPK dan Panwas tingkat kecamatan.

Dalam hal ini Pj Bupati Drs. Ec. H. Jonathan Judianto, MMT menegaskan netralitas penyelenggara pemilu itu harus dan wajib hukumnya. Beliau juga menerangkan bahwa penyelenggara pemilu itu ada 3, yaitu : KPU (Komisi Pemilihan Umum), Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu)/ Panwaslih (Tingkat Kabupaten), DKPP.

Selain itu Pj Bupati juga mengajak kepada seluruh warga Sidoarjo terutama warga Tarik yang telah mempunyai hak suara untuk turut serta mensukseskan pemilukada tanggal 9 desember 2015 dengan mendatangi TPS untuk  mencoblos dengan benar dan  sesuai dengan hati nurani.

Pj Bupati juga menginstruksikan kepada aparatur sipil negara agan bisa menjaga prinsip netralitas dan profesionalisme agar pemilukada di Sidoarjo dapat berjalan dengan aman, lancar dan kondusif. Tidak ketinggalan Kapolres Sidoarjo AKBP. M. Anwar Nasir, S. IK. M.H juga menghimbau agar seluruh masyarakat menjaga lingkungan masing-masing agar tetap aman dan kondusif. M. Anwar Nasir juga mengingatkan agar selalu berhati-hati dengan banyaknya modus-modus penipuan yang semakin beragam baik itu melalui ponsel atau dalam bentuk investasi-investasi bodong.

Program SIM 3 pilar yang merupakan program Polres Sidoarjo akan terus dilanjutkan serta akan terus membasmi peredaran Miras dan Narkoba.
Camat Tarik Aan Alifauzansyah, S. Sos yang telah memimpin di kecamatan Tarik kurang lebih 2 tahun mengatakan bahwa Tarik merupakan daerah yang mempunyai potensi yang luar biasa semenjak zaman Mojopahit dan kolonial Belanda. Ia merasa prihatin dan bersedih karena kasus narkoba semakin meningkat. Dalam hal kecelakaan lalu lintas sudah ada 11 nyawa melayang di jalan raya Tarik. Dan sebagai pimpinan kecamatan Ia sudah siap untuk menyambut pemilukada 9 desember nanti.
Selain Drs. Ec. H. Jonathan Judianto, MMT sebagai Pj Bupati, kegiatan ini juga dihadiri oleh ketua DPRD Sidoarjo didampingi Ketua komisi B DPRD Sidoarjo, kepala PT. KAI Daops VIII, kepala Jasa Raharja, Kepala Dinas Pendapatan Daerah, Forkopimka Tarik, kepala desa dan perangkat desa, ketua RW, kepala Puskesmas, Pimpinan Ponpes, Kepala sekolah, Orari, Komunitas Vespa, Panwas Kecamatan, tokoh pemuda, tokoh agama/masyarakat, PC Muhammadiyah, MWC NU, Ketua MUI, Komandan Banser, dan Ketua PC LDII Kecamatan Tarik Adi Kurniawan yang hadir bersama  Sekretaris PC LDII Tarik, Agus Purwoko.
Kegiatan ini diakhiri dialog dengan warga masyarakat dengan tujuan untuk mengetahui aspirasi yang berkembang dimasyarakat.
Keterangan gambar (dari depan) : Ketua MUI Kec. Tarik, Ketua dan Sekretaris PC LDII Kec. Tarik, dan Pengurus MWC NU Kec Tarik.

Jumat, 27 November 2015

Generus LDII, Semangat Mengkaji Kutubusittah Selagi Muda

Menuntut ilmu selagi muda bisa menjadi kegiatan positif bagi generasi muda. Inilah yang dilakukan generus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sidoarjo. Salah satu kegiatan itu adalah asrama Sunan Tirmidzi di Ponpes Kutubusittah, Sruni, Sidoarjo, Senin (23/11).

“Asrama Kutubusittah diberikan pada santri-santri guna melanjutkan perjuangan agama agar ilmu agama tetap lestari, tidak punah tergerus jaman yang semakin modern,” tutur Ulama LDII Kabupaten Sidoarjo KH. Abdurrahman Saleh saat membuka asrama Sunan Tirmidzi. Sebelumnya, agenda kegiatan adalah menyelesaikan Asrama Kutubusittah (Sunan Tirmidzi, Shohih Bukhori, Shohih Muslim, Sunan Ibnu Majah, Sunan Abi Dawud, Sunan Nasai) dalam satu periode yang berakhir Senin (16/11) lalu.

Abdurrahman berharap agar para santri muda ini setelah memperoleh ilmu bisa mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari serta menyebarluaskan ilmunya kepada masyarakat. Di hadapan para santri, Abdurrahman berpesan, agar mereka tak sombong meski memiliki banyak ilmu. “Semakin banyak ilmu yang kita dapat, tidak seharusnya membuat kita semakin sombong. Justru dengan banyaknya ilmu yang kita miliki haruslah membuat kita semakin cerdas tentang agama dan menjadi teladan bagi sesama umat manusia,” harap Abdurrahman.

Asrama Sunan Tirmidzi ini diikuti 50 peserta, sebagian besar berusia 17-25 tahun. Tak kalah antusias, peserta usia lanjut pun turut meramaikan asrama ini. Pesertanya dari dalam maupun luar negeri seperti Lampung, Batang, Berau, Medan, Ponorogo, Bojonegoro, bahkan Malaysia. (Ita Kurnia)
Senin, 16 November 2015

Kunjungi Pengajian LDII, Penjabat Bupati Sidoarjo Berpesan LDII Jangan Golput



Penjabat Bupati Sidoarjo Drs. Ec. Jonathan Judyanto, M.MT
bersama ketua DPD LDII Sidoarjo
Ir. H. Rony Romandhawira, MM

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sidoarjo mengadakan pengajian umum yang dihadiri oleh seluruh warga LDII se-Sidoarjo pada Minggu (15/11). Pengajian yang diselenggarakan di Masjid Baitul Makmur dan Aula Al Barokah Sruni Gedangan, Sidoarjo ini didatangi oleh ketua DPW LDII Jawa Timur Amien Adhy, serta mendapat kunjungan dari Penjabat Bupati Sidoarjo Drs. Ec. Jonathan Judyanto, M.MT.
Kedatangan Jonathan tersebut selain ingin menjalin tali silaturahim dengan seluruh warga LDII Sidoarjo juga ingin mengingatkan beberapa hal terkait dengan Pilkada Sidoarjo yang akan dilaksanakan 9 Desember 2015 mendatang.


Sebelumnya, Ketua DPD LDII Sidoarjo Ir. H. Rony Romandhawira, MM telah mengingatkan bahwa menjelang Pilkada seperti ini, akan ada banyak oknum yang memanfaatkan masa transisi untuk kepentingan pribadi. Oleh sebab itu, warga Sidoarjo khususnya warga LDII harus selalu waspada terhadap keadaan seperti ini. Menanggapi hal tersebut, Jonathan berpesan kepada seluruh warga LDII Sidoarjo agar menggunakan hak pilih sesuai dengan pilihan masing-masing dan jangan sampai terpengaruh oleh hal lain. Selain itu, warga juga dihimbau agar tidak melakukan golput. Hal ini guna menyukseskan pemilihan kepala daerah Sidoarjo untuk periode 2016-2020 yang damai, jujur, dan adil.

Menurutnya, Sidoarjo juga tidak mungkin maju tanpa didukung oleh keberhasilan yang ada di LDII. "Saya berada di keluarga besar LDII ini, keluarga yang berperan untuk meningkatkan keimanan, meningkatkan usaha, dan juga membantu pemerintah meningkatkan ekonomi," ungkapnya. Beliau juga menambahkan, "Semoga peran yang diberikan oleh kepengurusan LDII semakin meningkat." 
(Della)

Remaja LDII Harus Punya Wawasan Kebangsaan dan Terhindar dari Narkoba

Pembinaan generasi penerus menjadi salah satu fokus utama dalam program kerja PC LDII kecamatan Sidoarjo. Dengan menggelar acara pengajian umum yang bertajuk Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Penyuluhan Bahaya Narkoba diharapkan dapat memberikan pengetahuan, wawasan serta dukungan moril bagi remaja LDII. Acara yang dilaksanakan pada hari Minggu (8/11) di Masjid A-Mu'minun Lemah Putro ini diisi oleh Forpimka dan BNNK Sidoarjo serta dihadiri oleh kurang lebih 100 orang remaja LDII se kecamatan Sidoarjo.
Acara dibagi dalam beberapa sesi. Sesi pertama berupa kajian Al-Qur'an oleh Ustadz Agus Maulana mengenai bahaya khomr, maisir, perjudian, dan lotre seperti yang tertuang dalam QS: Al Maidah 93-96. Sesi kedua diisi oleh Kapten Infanteri Ghopur Rohim dari DANRAMIL 0816/10 Sidoarjo yang memaparkan tentang wawasan kebangsaan. Dalam penyampaiannya, Ghopur menuturkan bahwa para pemuda harus memiliki paham kebangsaan yang kuat. Dimana setelah memiliki kepahaman yang kuat, akan muncul rasa memiliki dan semangat dalam berbangsa bertanah air.
Kapolsek Kota Sidoarjo, Komisaris Polisi (Kompol) Naufil Hartono yang turut hadir, ikut memberikan materi berupa etika berlalu lintas yang baik. Dalam penyampaiannya, Naufil juga memberi pesan kepada remaja LDII agar tidak terlibat menjadi pelaku maupun korban kejahatan. "Jadilah Polisi bagi diri sendiri. Dan saya yakin remaja LDII bisa melakukan hal tersebut." tuturnya.
Kemudian sesi berikutnya diisi materi kesadaran bahaya narkoba oleh Hermansyah selaku Perawat Seksi Rehabilitasi BNNK Sidoarjo. Program penyuluhan ini sudah kerap kali dilakukan sejak Presiden Jokowi mengeluarkan pernyataan bahwa 'Indonesia Darurat Narkoba'. Hermansyah memberikan pemaparan rinci tentang jenis-jenis NAPZA, kasus-kasus penyalahgunaan, dan faktor penyebab penyalahgunaan NAPZA. Di akhir sesi, ditayangkan gambar-gambar para korban pengguna NAPZA. "Kalau Remaja LDII ingin sukses, jangan sedikitpun mencicipi Narkoba" himbaunya.
Acara ditutup oleh Ustadz Ahmadi Romli sebagai perwakilan dari MUI Kecamatan Sidoarjo. Dalam penutupannya, Romli menyampaikan mengenai pembinaan remaja masjid agar tidak hanyut dalam kerusakan zaman sekarang, dan berpesan agar remaja masjid harus benar-benar tertib berlalu lintas dan tidak menggunakan narkoba. (rizq/candra)
Senin, 02 November 2015

Remaja LDII Diberi Wawasan Tentang Bahaya Napza dan Etika Berlalu Lintas



Minggu pagi (1/11), Satlantas dan Penyidik Narkoba Polres Sidoarjo berkunjung ke pengajian umum Remas LDII di Masjid Miftakhul Huda, Ngaresrejo. Dalam kunjungan kali ini dipaparkan  wawasan  yang berkaitan dengan bahaya NAPZA (Narkoba, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya) serta etika dalam berlalu lintas.

 

Pemaparan tentang bahaya NAPZA disampaikan oleh Aman Prasetyo IPDA, Penyidik Narkoba Polres Sidoarjo. Dalam penyampaiannya aman memberi apresiasi kepada LDII yang mampu menjaga generasi muda lewat pengajian yang berkelanjutan. “Saya terimakasih LDII mengadakan acara yang begini ini,” ucap Aman Prasetyo.

Program penyuluhan tentang bahaya Napza seperti ini sejatinya sudah kerap kali dilakukan sejak Presiden Jokowi  mencanangkan program 100.000 rehabilitasi untuk pengguna narkoba. Dalam penyampaiannya, Aman Prasetyo memberikan paparan rinci tentang jenis-jenis Napza, kasus-kasus penyalahgunaan Napza, faktor penyebab penyalahgunaan, ciri-ciri pengguna Napza serta dampak buruk akibat penggunaan Napza.

Tidak hanya itu, Aman juga menyebutkan hukuman dan ancaman bagi pemilik, penyimpan, penyedia, pecandu dan kurir Napza melalui pasal-pasal. Mengingat tingkat kasus penyalahgunaan Napza di Sidoarjo sangat tinggi dan cepat, maka tak henti-hentinya pihak kepolisian menghimbau dan mengingatkan masyarakat akan peran serta tanggung jawab yang dimiliki terhadap penyalahgunaan Napza.

Sementara itu materi tentang etika berlalu lintas dipaparkan oleh M. Setyawan, Brigadir Satlantas Polres Sidoarjo dan AM. Saripi IPDA, Kanibdikyasa Satlantas Polres Sidoarjo Dalam sesi penyuluhan dari Satlantas Polres Sidoarjo tentang etika berlalu lintas, diawal penyampaiannya mempertontonkan video tentang kecelakaan akibat pelanggaran yang dilakukan pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat.

Hal ini bertujuan untuk menunjukan bahayanya jika masih banyak masyarakat yang tidak beretika saat dijalan atau ugal-ugalan. Tambahan tentang macam-macam pelanggaran dan sanksi pun dijelaskan oleh AM. Saripi IPDA. “Kuncinya selalu berdoa, tetap fokus dan patuhi rambu-rambu lalu lintas,” tuturnya.(Lian)

KOMPASS DESA SRUNI MEMOTIVASI GENERUS LDII

Dewan penasehat H. Ahmad Yulianto, membuka acara KOMPAS


ldii-sidoarjo.org - Kamis (24/12) pagi Gedung Barokah Pondok Sruni dipadati oleh ratusan generus (generasi penerus) cilik. Terdiri dari caberawit dan praremaja  dari PC LDII Seruni, Sidoarjo.  Mereka dikumpulkan untuk mengikuti Kompass (Kompetisi Anak Sholeh Sidoarjo) Desa Sruni.
Tidak kurang dari 800 generus usia caberawit dan praremaja yang mengikuti Kompetisi Anak Sholeh Sidoarjo se-Desa Sruni. Kompetisi yang biasa disebut KOMPASS ini tidak jauh berbeda dengan yang diadakan di tahun sebelumnya. Ada sepuluh cabang lomba. Di antaranya, menggambar mewarnai, seni kaligrafi, lomba nasihat, hafalan surat pendek dan doa harian, adzan, membaca Al-Quran, ranking satu, cerdas cermat, hingga lomba yel-yel.

 
Salah satu TPQ tampilkan lomba yel-yel


Peserta terdiri dari 12 TPQ binaan LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) yang ada di Sruni dan sekitarnya. Antara lain: TPQ Sruni Aula, TPQ Sruni Mangga 3, TPQ Sruni Utara, TPQ Sruni Timur, TPQ Sruni Tengah-Santren, TPQ Sruni Barat, TPQ Gemurung, TPQ Wadungasih, TPQ Karangbong, TPQ Jumputrejo, TPQ Klanggri, dan TPQ Sukorejo. 

Diawali oleh pertunjukan atraksi dua pendekar cilik Persinas (Perguruan Silat Nasional) ASAD, penonton dan peserta lomba pun semakin semangat. Acara dibuka oleh sambutan dari pembina/dewan penasihat H. Ahmad Yulianto, SE. Dalam sambutannya, H. Yuli berharap supaya para peserta berlomba dengan penuh semangat sesuai dengan tri sukses (alim faqih, akhlakul karimah, dan mandiri). Diharapkan juga mempunyai karakter enam tobi`at luhur (rukun, kompak, kerjasama yang baik, jujur, amanat, mujhid muzhid).

Peserta lomba ceras cermat sedang menjawab pertanyaan
Acara semakin seru kala babak penyisihan kompetisi cerdas cermat. Babak penyisihan terdiri dari empat grup. Satu grup terdapat tiga orang. Support dari teman satu grup pun membuat semangat para finalis menjadi berkobar. Dari perhitungan skor, TPQ Sruni Mangga 3 mampu memperoleh predikat juara satu dengan perolehan skor tertinggi yakni 1.400.

#LDIINgajiAkhirTahun, Hashtag Serempak di Ujung Tahun Masehi 2015






Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di malam akhir tahun 2015 akan mengadakan pengajian. Selain menambah wawasan agama, acara ini bisa mengajak serta para pemuda-pemudi LDII agar tak terpengaruh sebagaimana khalayak umum merayakan malam pergantian tahun.

Tingginya masalah penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang, pergaulan bebas, dan minum minuman keras di Indonesia merupakan kemerosotan moral yang patut dihindari. Mengajak muda mudi mengaji di akhir tahun merupakan salah satu cara menangkal kemerosotan moral tersebut.

Pengajian di malam pergantian tahun ini didasari ijma’ para ulama LDII kepada seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) hingga Pimpinan Cabang (PC) maupun Pimpinan Anak Cabang (PAC).

“Pengajian ini digelar bukan untuk merayakan pergantian tahun, tapi untuk meningkatkan kepahaman para pemuda dan pemudi terhadap Alquran dan Alhadist, sekaligus menghindarkan mereka dari kemaksiatan,” papar KH Aceng Karimullah dari Departemen Pendidikan Agama dan Dakwah DPP LDII.

Gerakan mengaji akhir tahun ini didukung penuh oleh Departemen Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPP LDII. Menurut Koordinator Bidang KIM DPP LDII Hidayat Nahwi Rasul, pengajian akhir tahun ini diselenggarakan di seluruh Indonesia, dengan materi Alquran dan Alhadist, yang biasanya diselingi dengan renungan akhir tahun, hiburan berupa game untuk menciptakan kekompakan, dan nasehat dari para ulama.

Hidayat mengajak tiap warga LDII untuk memberitakan acara pengajian di PC, PAC, hingga DPD di manapun mereka berada, dengan cara mengunggah foto atau film pendek berbagai kegiatan pengajian akhir tahun, melalui Instagram dan Twitter dengan hashtag #LDIINgajiAkhirTahun.

Menghafal Al Qur'an Sambil Bermain

Puluhan peserta tahfidz sedang melakukan Murrojaah Juz Amma bersama guru pendamping di Delta Fishing
Senin, (21/12) Pagi, sejumlah 97 peserta tahfidz Al-Quran bertandang ke loka wisata Delta Fishing Prasung, Sidoarjo. mereka semua adalah santri-santri binaan LDII Sidoarjo. Mulai dari umur 4 tahun hingga belasan tahun mereka hadir untuk mengikuti salah satu program kegiatan tahfidz yang telah dibentuk oleh LDII Sidoarjo. Mereka sangat antusias mengikuti acara ini.

Sengaja digelar di Delta Fishing, untuk mengisi liburan sembari menghafalkan ayat-ayat suci Al-Quran. Setelah Murroja`ah Juz 30 secara berkelompok, kemudian giliran satu per satu melafadzkan hafalannya di depan puluhan temannya. Juga untuk melatih keberanian tentunya. Delta Fishing yang pagi itu dipadati para hafidz LDII, menjadi tenang kala tahfidz cilik, Riski (9) melantunkan surah As-Sams yang telah ia hafal sebelumnya

LDII Sidoarjo memiliki program tahfidz yang dibagi menjadi dua macam. Yakni tahfidz umum dan khusus. Keduanya saling berkaitan. Perbedaannya, Jika tahfidz umum, berapapun hafalan yang dimiliki calon peserta boleh ikut. Tujuannya tidak lain untuk menjadi daya tarik pada caberwit yang lain untuk mau mengikuti program ini. Dengan banyaknya teman, baik itu dalam bersaing maupun belajar, maka pembina Tahfidz yakin bila semangat peserta akan semakin terpacu.

Dari peserta tahfidz umum tersebut, nantinya akan diseleksi untuk memasuki kelas tahfidz khusus.  Persyaratan untuk memasuki kelas ini pun peserta harus hafal lebih dari satu juz. Kalau di tahfidz umum jumlah peserta sekitar 80 sampai seratus santri, maka tak heran bila jumlah peserta di kelas tahfidz khusus menjadi 34 santri. Mulai dari yang duduk di bangku Taman Kanak-Kanak, SD, hingga SMP mengikuti program tahfidz LDII Sidoarjo ini.

Usai acara hafalan bersama, dan sambutan dari pembina, kemudian peserta makan bersama. Setelah itu, mereka diberi kesempatan untuk memancing, dan bermain out bound di loka wisata Delta Fishing ini. Acara pun berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Namun, ditengah berlangsungnya acara, hujan mengguyur deras di tempat tersebut.

Pembina Tahfidz berharap agar kedepannya jumlah peserta lebih banyak dari yang saat ini. “Dari para pembina Tahfidz khususnya, kami mengharapkan dengan acara ini dapat memancing temannya yang belum mengikuti tahfidz akhirnya mau mengikuti tahfid,” jelas ketua pembina tahfidz, H. Fachrurrozi.

Orang tua wali murid pun juga bersemangat mendukung putra maupun putrinya untuk mengikuti program tahfidz. Terbukti tampak sejumlah wali murid yang turut mendampingi anaknya. Lukman (33) asal Pepelegi mengapresiasi program ini dengan mengikut sertakan putranya yang masih berumur delapan tahun. “Refreshing kali ini sangatlah positif dan sambil memupuk generasi penerus jamaah sejak masih kecil. Ini cara yang sangat bagus. Dengan konsep menghafal sambil bermain di alam atau tempat terbuka seperti ini,” terangnya. (Wawan)

Kadispora Jatim : “Persinas Asad Mampu Menginspirasi Pencak Silat Lainnya”

LDIISidoarjo.org - Sebuah perguruan pencak silat yang eksis di kancah nasional dan internasional, Persinas Asad kembali menunjukkan dirinya. Minggu (20/11) petang, Persinas Asad menggelar atraksi perdananya di Atrium Mall City Of Tomorrow (Cito) Surabaya. Pada penghujung tahun 2015 ini, Persinas Asad bekerjasama dengan DinasPemuda dan Olah Raga (Dispora) Propinsi Jawa Timur, KONI, Dinas Pariwisata Propinsi Jatim, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).



Tampak hadir dan memberikan pembukaan, Ketua Persinas Asad Jatim Dr.Ir.H.Dedid Cahyana MT. Dalam pembukaannya, Dedid menyampaikan empat aspek yang dikembangkan dalam persinas ASAD. Di antaranya, pembinaan mental spiritual, olah raga, beladiri, dan pengembangan Seni dan budaya.

Pada tahun berikutnya Ketua Persinas Asad yakin dapat menyuguhkan penampilan yang jauh lebih besar dari pada ini. Selain itu, juga memiliki keinginan untuk bisa berkolaborasi dengan perguruan pencak silat yang lainnya.“Kami gelar acara ini untuk merangsang para generasi muda. Dengan memiliki kemampuan bela diri akan menjadi lebih percaya diri.  Kalau ada apa-apa bisa tahan uji. Apalagi ini budaya luhur bangsa kita. Jadi harus kita junjung dan lestarikan,” Jelas Dedid.

Persinas asad
Upaya lain Persinas Asad dalam melestarikan pencak silat adalah dengan menyusun program serta kepungurusan mulai dari tingkat pusat yang dikembangkan ke seluruh Nusantara. Persinas ASAD menilai pencak silat dapat membentuk insan yang mandiri dan masa depan yang jelas. Dedid  berharap bahwa acara perdana kali ini bisa lancar dan ajakan pun tersampaikan pada masyarakat umum. “Jika acara kali ini baik, tidak menutup kemungkinan akan digelar lebih besar ditahun mendatang,” ujarnya.

Penampilan atraksi yang luar biasa dari puluhan anak didik Perguruan Persinas Asad yang berprestasi mampu mengundang interested para pengunjung Mall Cito malam itu sehingga memadati atrium mall hingga dua lantai keatas. Pihak Dispora dan Gubernur Surabaya sendiri memberi penghargaan dan apreasi kepada Persinas Asad sebagai penyelenggara. “Saya berharap perguruan-perguruan silat lainnya dapat menampilkan hal yang sama , karena ini kegiatan luar biasa," tegas Drs. H. Supratom M.M, Ketua IPSI Jatim.

sambutan dari Kadispora Jatim

Ditemui usai acara, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Jatim Supratomo yang turut memberikan sambutan di awal acara, merespon sangat baik. Bahkan dirinya mengakui hubungan erat antara Persinas ASAD dengan Dispora. “ Acara ini mampu memberikan inspirasi bagi semua perguruan pencak silat. Selain itu Persinas juga mampu menunjukkan cara-cara untuk melestarikannya.” Tegasnya.





Pendekar mulai dari usia dini, remaja, dewasa, hingga seorang kakek berumur 80 tahun pun ditampilkan. Semangat penonton semakin menggelora kala pendekar manula ini beratraksi. Gerakan dan taktiknya memasang kuda-kuda di atas matras, hingga keterampilannya mengayunkan tongkat. Kolaborasi Kendang (Gendang) rampak jatim dan jabar seolah menambah kesemangatan tersendiri.

Atraksi kali ini mampu mencuri ribuan pasang mata yang sedang berada di Cito. Masyarakat memberikan respon yang luar biasa. Adrian (19) rela datang jauh-jauh dari Banyuwangi hanya untuk menyaksikan acara ini. “Saya takjub dengan penampilan tadi. Selain itu juga berharap agar mampu bersaing sehat dengan perguruan pencak silat yang lain. Jangan berhenti menorehkan prestasi.” Serunya saat menjadi supporter. Tidak hanya Andrian, pengunjung lain, Raymond yang juga mantan pengurus IPSI Jatim berpendapat bahwa Pencak Silat ini harus dilestarikan, dengan catatan seluruh perguruan pencak silat Indonesia dapat menyamakan visi dan misi mereka. (Wawan/Lian)

Empat Santri PPM LDII Wakili Indonesia Presentasi Alat Medis di Jepang



Malang (2/12). Fadli, Romdan, Yoga dan Tami santri PPM yang mewakili Indonesia mempresentasikan alat medis dalam rangka meraih Juara 1 Bussines Plan Contest at SOI Asian 2014-2015, yang diselenggarakan oleh Keio University, Japan. 

Kegiatan SOI diadakan setiap tahun oleh School of Internet Asia, Universitas Keio, Jepang bekerja sama dengan 27 perguruan tinggi di Asia. Proyek SOI Asia bertujuan untuk membangun melalui percobaan lapangan metodologi untuk berkontribusi terhadap pendidikan tinggi yang disediakan di negara-negara Asia, dengan secara efektif menggunakan Internet dan teknologi digital yang mendistribusikan sumber daya pendidikan tinggi di Jepang. Tim EDHET mewakili Universitas Brawijaya, Indonesia mengikuti seleksi hingga tahap akhir dan lolos dalam 6 besar yang hasilnya mendapat Juara 1setelah mengalahkan 30 tim lain dari Indonesia maupun tiga negara lainnya : Myanmar, Malaysia dan Jepang.

Dengan dilatarbelakangi meningkatnya jumlah angka kematian ibu pasca melahirkan, keempat santri PPM (Pondok Pesantren Mahasiswa) ini mengembangkan sebuah rencana bisnis alat deteksi pendarahan pasca melahirkan yang disebut EDHET (Early Detection of Hemorrhagic Postpartum). Mereka adalah mahasiswa aktif Universitas Brawijaya (UB), Fadli Fatkhurrizki (Tenik Elektro/FT 2012), Arya Yoga Adearta Pratama (Teknik Informatika/FILKOM 2012), Romdan Muhammad Ubaidilah (Teknik Informatika/FILKOM 2012), dan Nabila Alri Hutami (Kebidanan/FK 2012).

Tim EDHET sebagai pemateri dalam acara Guest Speaker for lecture "Management for Emerging Business, Creation of Successful Business Plan : Case of EDHET" disaksikan oleh  Mr. Goi Hoi Chin (Research Assistant Entrepreneurship Network dari SOI ASIA, Japan)(2/12/2015)
Fadli dan kawan-kawan berhak untuk mendapatkan kesempatan selama empat hari untuk mempresentasikan alat medis buatan mereka di depan mahasiswa S1 dari Profesor Jiro Kukuryo dan mahasiswa S2 dari Masaki Umejima Sensei di Universitas Keio, Jepang. Setelah presentasi selesai, EDHET mendapat respon positif dari para dosen dan mahasiswa. Bahkan ada salah seorang mahasiswa S2 yang berasal dari negara Mozambik berkata bahwa dia berharap alat EDHET bisa sampai di Benua asalnya, Afrika. 

Penampilan Ketua EDHET, Fadli, saat presentasi di depan mahasiswa S2 dari Mr. Masaki Umejima (Assistant Professor, Graduate School of Media and Governance, Keio University). (2/12/2015)

 Selain itu, EDHET juga telah mendapat respon positif dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Disampaikan oleh Yoga bahwa timnya telah mendapatkan tawaran dari IBI untuk dapat memasukkan EDHET sebagai salah satu bagian dari Bidan Kit yang biasa diberikan bagi bidan baru. Emi berharap tim EDHET terus mencari metode yang tepat, efektif, efisien, terjangkau, dan mudah digunakan. "Saya bangga karena ada anak muda yang mau memikirkan masalah ini," tutur Ketua IBI tersebut.

Ulama LDII Pelajari Ilmu Bahasa Arab

LDIISidoarjo.org - Setiap muslim mempunyai kewajiban untuk mencari ilmu. Baik ilmu keduniaan maupun ilmu agama. Dalam Islam kita mengenal istilah ulama, yaitu orang-orang yang mempunyai ilmu dan kefahaman agama yang tinggi. Selanjutnya agar tak menimbulkan pengertian ganda tentang sebuah ilmu, ulama pun memerlukan kemampuan menyampaikan ilmunya dengan baik, jelas, dan lugas.
Banyak cara yang bisa dilakukan  termasuk melalui pembelajaran bahasa Arab. Seperti yang dilakukan para ulama di salah satu masjid binaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) PC Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (27/11).
Sekitar 65 orang ulama mengikuti pembelajaran bahasa Arab yang diajarkan oleh Syekh Kholil, salah satu ulama besar LDII. Materi pembelajaran juga meliputi nahwu shorof.
Saat menyampaikan materi nahwu shorof, Syekh Kholil mengawali dengan memperkenalkan kalimat fiil (kata kerja), dan kalimat isim (kata benda). Pengucapan huruf sesuai makhroj juga menjadi salah satu ajaran. Kemudian Syekh Kholil memberi contoh satu per satu.
“Dengan ilmu nahwu shorof ini akan mempermudah dalam mengartikan Al-Qur’an dan Al-Hadits,” tutur Syekh Kholil yang kala itu mengenakan peci putih.
Lebih lanjut Syekh Kholil menjelaskan, bahwa bahasa Arab sangat kompleks, beda huruf akan berbeda makna. Jumlah huruf atau pengaruh harokat dalam bahasa Arab akan menimbulkan makna berbeda pula.
Karena itu ilmu Nahwu Shorof sangat penting agar ilmu yang disampaikan sesuai dengan pengertian dan maksudnya. Hal ini amat membantu sistem pengajaran di pengajian LDII, dimana sistem pembelajaran kepada santri dilakukan dengan mengartikan tiap kata dari bahasa Arab dalam Al-Quran dan Al-Hadits. Tujuannya agar santri bisa memahami maksut dari sebuah ayat. (Ita/Riris)

Seminar Wanita Untuk Deteksi Dini Kanker Servick

LDIISidoarjo.org - Bidang pemberdayaan wanita DPD LDII SIDOARJO  mengadakan seminar wanita bertajuk "Deteksi Dini dan Pencegahan Kanker Serviks" pada Minggu, (29/11).  Bertempat di Aula Ponpes Al-Barokah Seruni Gedangan, sidoarjo, acara ini diikuti lebih dari 260 wanita yang berasal dari perwakilan Pimpinan cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang PAC LDII di 17 kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo.

Istri PJ Bupati Sidoarjo, Dra. Ana Eko Prapti Jonathan, M.M yang turut hadir dalam acara ini memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara yang sangat baik ini. "Jagalah kesehatan karena kalau sudah masuk kanker stadium 3-4 akan sangat sulit sekali diobati . Semoga seminar ini dapat membawa ilmu yang bermanfaat untuk semuanya,"  tuturnya saat memberikan sambutan.

Materi utama tentang deteksi dini dan pencegahan kanker servick disampaikan oleh Dr. Danang Abdul Ghani. Kanker serviks merupakan kanker yang menyerang bagian leher rahim (servick). Penyakit kanker ini paling banyak terjadi pada perempuan. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh para ahli setiap satu jam satu orang meninggal karena kanker servick. Untuk itulah kenapa pencegahan terhadap penyakit ini sejak dini menjadi hal yang sangat penting.

Dr. Danang juga memaparkan ada dua cara yang bisa dilakukan untuk pencegahan & pendeteksian kanker servick, yaitu dengan pap smear dan pemeriksaan IVA. Pap smear bisa dilakukan rutin 1 tahun sekali namun biayanya tergolong mahal. Sedangkan pemeriksaan IVA dengan menggunakan asam cuka 10% biayanya relatif lebih murah. Pemeriksaan IVA bisa dilakukan oleh dokter, bidan atau dokter umum yang membuka praktek.

Hj. Linda Eriyani, S.E yang menjadi ketua penyelenggara acara berharap  bahwa dengan diadakannya seminar ini para wanita LDII khususnya dan seluruh wanita pada umumnya lebih peduli lagi pada kesehatan dirinya sendiri dan orang-orang terdekatnya. Termasuk dapat mendeteksi sejak dini ada tidaknya gejala kanker servick pada dirinya sehingga nantinya sanggup dilakukan pencegahan dan penanganan secepatnya.

"Dengan adanya seminar ini kami mengharapkan para peserta lebih peduli terhadap kesehatan dirinya sndiri dan orang disekitarnya. Insyalloh untuk kegiatan seperti ini akan dijadikan agenda tahunan dengan tema yang bervariasi, " ujar Linda.

(riska,ita,lian)

Pondok Pesantren Al-Barokah Sruni Khatamkan Satu Periode Asrama Kutubusshitah

Telah satu periode pengkajian hadist besar di pondok pesantren A
l-Barokah Sruni Sidoarjo, dengan penutupan pengkajian Sunan Nasa'i (16/11) dan akan di mulai kembali Sunan Tirmidzi periode kedua yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 November 2015.

Jumlah peserta pada asrama Sunan Nasai kali ini berjumlah sekitar 55 santri dari berbagai wilayah di Indonesia dan Malaysia. Jumlah ini jauh meningkat dibandingkan awal pembukaan asrama tirmidzi tahun lalu. Hal ini menunjukkan semakin semangatnya santri LDII untuk mengejar ilmu kutubusittah, yang dinilai merupakan hadits-hadits terkenal dengan periwayat yang dapat dipercaya.


"Mudah-mudahan ilmu ini bisa menjadi ilmu yg bermanfaat agar agama ini tetap hidup ila yaumil qiyamah. Semua apa yg disampaikan oleh guru supaya dijaga ilmunya dan di jaga kemurniannya " pesan singkat Kusdani sebagai peserta sepuh yang telah menjalani pengkajian selama satu periode.

Peserta asrama tidak hanya mengkaji kutubusittah saja, melainkan juga diberikan ilmu tambahan yang nantinya diharapkan dapat menambah pengetahuan santri tentang agama, serta dapat memahami dan menyampaikan  ilmu agama dengan mudah. Ilmu tambahan yang diberikan seperti nahwu shorof, faroid, dll.

"Alhamdulillah saya mendapat banyak sekali ilmu setelah mengikuti pengajian di sini. Banyak hikmah yang saya dapat. Saya berharap semoga kedepannya ilmu ini bisa saya amalkan dan salurkan kepada saudara muslim semua." tutur Ita, salah satu santri asal Sidoarjo. (Riris)

PC LDII Tarik Hadiri Cangkrukan Pilkada Sidoarjo

Suasana cerah dan semilir angin yang berhembus segar mengiringi kegiatan Cangkruane wong Tarik Bersama Bapak-Bapak e Sidoarjo. Kegiatan ini diadakan di halaman stasiun Kereta Api di Desa Tarik pada selasa, (17/11). Kegiatan ini bertujuan untuk mensukseskan Pemilukada Sidoarjo pada tanggal 9 Desember nanti.

Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya yang diiringi oleh para pemuda-pemudi di kecamatan Tarik. Deklarasi Netralisasi Penyelenggara Pemilukada Tingkat Kecamatan pun diucapkan secara bersama-sama oleh PPK dan Panwas tingkat kecamatan.

Dalam hal ini Pj Bupati Drs. Ec. H. Jonathan Judianto, MMT menegaskan netralitas penyelenggara pemilu itu harus dan wajib hukumnya. Beliau juga menerangkan bahwa penyelenggara pemilu itu ada 3, yaitu : KPU (Komisi Pemilihan Umum), Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu)/ Panwaslih (Tingkat Kabupaten), DKPP.

Selain itu Pj Bupati juga mengajak kepada seluruh warga Sidoarjo terutama warga Tarik yang telah mempunyai hak suara untuk turut serta mensukseskan pemilukada tanggal 9 desember 2015 dengan mendatangi TPS untuk  mencoblos dengan benar dan  sesuai dengan hati nurani.

Pj Bupati juga menginstruksikan kepada aparatur sipil negara agan bisa menjaga prinsip netralitas dan profesionalisme agar pemilukada di Sidoarjo dapat berjalan dengan aman, lancar dan kondusif. Tidak ketinggalan Kapolres Sidoarjo AKBP. M. Anwar Nasir, S. IK. M.H juga menghimbau agar seluruh masyarakat menjaga lingkungan masing-masing agar tetap aman dan kondusif. M. Anwar Nasir juga mengingatkan agar selalu berhati-hati dengan banyaknya modus-modus penipuan yang semakin beragam baik itu melalui ponsel atau dalam bentuk investasi-investasi bodong.

Program SIM 3 pilar yang merupakan program Polres Sidoarjo akan terus dilanjutkan serta akan terus membasmi peredaran Miras dan Narkoba.
Camat Tarik Aan Alifauzansyah, S. Sos yang telah memimpin di kecamatan Tarik kurang lebih 2 tahun mengatakan bahwa Tarik merupakan daerah yang mempunyai potensi yang luar biasa semenjak zaman Mojopahit dan kolonial Belanda. Ia merasa prihatin dan bersedih karena kasus narkoba semakin meningkat. Dalam hal kecelakaan lalu lintas sudah ada 11 nyawa melayang di jalan raya Tarik. Dan sebagai pimpinan kecamatan Ia sudah siap untuk menyambut pemilukada 9 desember nanti.
Selain Drs. Ec. H. Jonathan Judianto, MMT sebagai Pj Bupati, kegiatan ini juga dihadiri oleh ketua DPRD Sidoarjo didampingi Ketua komisi B DPRD Sidoarjo, kepala PT. KAI Daops VIII, kepala Jasa Raharja, Kepala Dinas Pendapatan Daerah, Forkopimka Tarik, kepala desa dan perangkat desa, ketua RW, kepala Puskesmas, Pimpinan Ponpes, Kepala sekolah, Orari, Komunitas Vespa, Panwas Kecamatan, tokoh pemuda, tokoh agama/masyarakat, PC Muhammadiyah, MWC NU, Ketua MUI, Komandan Banser, dan Ketua PC LDII Kecamatan Tarik Adi Kurniawan yang hadir bersama  Sekretaris PC LDII Tarik, Agus Purwoko.
Kegiatan ini diakhiri dialog dengan warga masyarakat dengan tujuan untuk mengetahui aspirasi yang berkembang dimasyarakat.
Keterangan gambar (dari depan) : Ketua MUI Kec. Tarik, Ketua dan Sekretaris PC LDII Kec. Tarik, dan Pengurus MWC NU Kec Tarik.

Generus LDII, Semangat Mengkaji Kutubusittah Selagi Muda

Menuntut ilmu selagi muda bisa menjadi kegiatan positif bagi generasi muda. Inilah yang dilakukan generus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sidoarjo. Salah satu kegiatan itu adalah asrama Sunan Tirmidzi di Ponpes Kutubusittah, Sruni, Sidoarjo, Senin (23/11).

“Asrama Kutubusittah diberikan pada santri-santri guna melanjutkan perjuangan agama agar ilmu agama tetap lestari, tidak punah tergerus jaman yang semakin modern,” tutur Ulama LDII Kabupaten Sidoarjo KH. Abdurrahman Saleh saat membuka asrama Sunan Tirmidzi. Sebelumnya, agenda kegiatan adalah menyelesaikan Asrama Kutubusittah (Sunan Tirmidzi, Shohih Bukhori, Shohih Muslim, Sunan Ibnu Majah, Sunan Abi Dawud, Sunan Nasai) dalam satu periode yang berakhir Senin (16/11) lalu.

Abdurrahman berharap agar para santri muda ini setelah memperoleh ilmu bisa mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari serta menyebarluaskan ilmunya kepada masyarakat. Di hadapan para santri, Abdurrahman berpesan, agar mereka tak sombong meski memiliki banyak ilmu. “Semakin banyak ilmu yang kita dapat, tidak seharusnya membuat kita semakin sombong. Justru dengan banyaknya ilmu yang kita miliki haruslah membuat kita semakin cerdas tentang agama dan menjadi teladan bagi sesama umat manusia,” harap Abdurrahman.

Asrama Sunan Tirmidzi ini diikuti 50 peserta, sebagian besar berusia 17-25 tahun. Tak kalah antusias, peserta usia lanjut pun turut meramaikan asrama ini. Pesertanya dari dalam maupun luar negeri seperti Lampung, Batang, Berau, Medan, Ponorogo, Bojonegoro, bahkan Malaysia. (Ita Kurnia)

Kunjungi Pengajian LDII, Penjabat Bupati Sidoarjo Berpesan LDII Jangan Golput



Penjabat Bupati Sidoarjo Drs. Ec. Jonathan Judyanto, M.MT
bersama ketua DPD LDII Sidoarjo
Ir. H. Rony Romandhawira, MM

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sidoarjo mengadakan pengajian umum yang dihadiri oleh seluruh warga LDII se-Sidoarjo pada Minggu (15/11). Pengajian yang diselenggarakan di Masjid Baitul Makmur dan Aula Al Barokah Sruni Gedangan, Sidoarjo ini didatangi oleh ketua DPW LDII Jawa Timur Amien Adhy, serta mendapat kunjungan dari Penjabat Bupati Sidoarjo Drs. Ec. Jonathan Judyanto, M.MT.
Kedatangan Jonathan tersebut selain ingin menjalin tali silaturahim dengan seluruh warga LDII Sidoarjo juga ingin mengingatkan beberapa hal terkait dengan Pilkada Sidoarjo yang akan dilaksanakan 9 Desember 2015 mendatang.


Sebelumnya, Ketua DPD LDII Sidoarjo Ir. H. Rony Romandhawira, MM telah mengingatkan bahwa menjelang Pilkada seperti ini, akan ada banyak oknum yang memanfaatkan masa transisi untuk kepentingan pribadi. Oleh sebab itu, warga Sidoarjo khususnya warga LDII harus selalu waspada terhadap keadaan seperti ini. Menanggapi hal tersebut, Jonathan berpesan kepada seluruh warga LDII Sidoarjo agar menggunakan hak pilih sesuai dengan pilihan masing-masing dan jangan sampai terpengaruh oleh hal lain. Selain itu, warga juga dihimbau agar tidak melakukan golput. Hal ini guna menyukseskan pemilihan kepala daerah Sidoarjo untuk periode 2016-2020 yang damai, jujur, dan adil.

Menurutnya, Sidoarjo juga tidak mungkin maju tanpa didukung oleh keberhasilan yang ada di LDII. "Saya berada di keluarga besar LDII ini, keluarga yang berperan untuk meningkatkan keimanan, meningkatkan usaha, dan juga membantu pemerintah meningkatkan ekonomi," ungkapnya. Beliau juga menambahkan, "Semoga peran yang diberikan oleh kepengurusan LDII semakin meningkat." 
(Della)

Remaja LDII Harus Punya Wawasan Kebangsaan dan Terhindar dari Narkoba

Pembinaan generasi penerus menjadi salah satu fokus utama dalam program kerja PC LDII kecamatan Sidoarjo. Dengan menggelar acara pengajian umum yang bertajuk Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Penyuluhan Bahaya Narkoba diharapkan dapat memberikan pengetahuan, wawasan serta dukungan moril bagi remaja LDII. Acara yang dilaksanakan pada hari Minggu (8/11) di Masjid A-Mu'minun Lemah Putro ini diisi oleh Forpimka dan BNNK Sidoarjo serta dihadiri oleh kurang lebih 100 orang remaja LDII se kecamatan Sidoarjo.
Acara dibagi dalam beberapa sesi. Sesi pertama berupa kajian Al-Qur'an oleh Ustadz Agus Maulana mengenai bahaya khomr, maisir, perjudian, dan lotre seperti yang tertuang dalam QS: Al Maidah 93-96. Sesi kedua diisi oleh Kapten Infanteri Ghopur Rohim dari DANRAMIL 0816/10 Sidoarjo yang memaparkan tentang wawasan kebangsaan. Dalam penyampaiannya, Ghopur menuturkan bahwa para pemuda harus memiliki paham kebangsaan yang kuat. Dimana setelah memiliki kepahaman yang kuat, akan muncul rasa memiliki dan semangat dalam berbangsa bertanah air.
Kapolsek Kota Sidoarjo, Komisaris Polisi (Kompol) Naufil Hartono yang turut hadir, ikut memberikan materi berupa etika berlalu lintas yang baik. Dalam penyampaiannya, Naufil juga memberi pesan kepada remaja LDII agar tidak terlibat menjadi pelaku maupun korban kejahatan. "Jadilah Polisi bagi diri sendiri. Dan saya yakin remaja LDII bisa melakukan hal tersebut." tuturnya.
Kemudian sesi berikutnya diisi materi kesadaran bahaya narkoba oleh Hermansyah selaku Perawat Seksi Rehabilitasi BNNK Sidoarjo. Program penyuluhan ini sudah kerap kali dilakukan sejak Presiden Jokowi mengeluarkan pernyataan bahwa 'Indonesia Darurat Narkoba'. Hermansyah memberikan pemaparan rinci tentang jenis-jenis NAPZA, kasus-kasus penyalahgunaan, dan faktor penyebab penyalahgunaan NAPZA. Di akhir sesi, ditayangkan gambar-gambar para korban pengguna NAPZA. "Kalau Remaja LDII ingin sukses, jangan sedikitpun mencicipi Narkoba" himbaunya.
Acara ditutup oleh Ustadz Ahmadi Romli sebagai perwakilan dari MUI Kecamatan Sidoarjo. Dalam penutupannya, Romli menyampaikan mengenai pembinaan remaja masjid agar tidak hanyut dalam kerusakan zaman sekarang, dan berpesan agar remaja masjid harus benar-benar tertib berlalu lintas dan tidak menggunakan narkoba. (rizq/candra)

Remaja LDII Diberi Wawasan Tentang Bahaya Napza dan Etika Berlalu Lintas



Minggu pagi (1/11), Satlantas dan Penyidik Narkoba Polres Sidoarjo berkunjung ke pengajian umum Remas LDII di Masjid Miftakhul Huda, Ngaresrejo. Dalam kunjungan kali ini dipaparkan  wawasan  yang berkaitan dengan bahaya NAPZA (Narkoba, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya) serta etika dalam berlalu lintas.

 

Pemaparan tentang bahaya NAPZA disampaikan oleh Aman Prasetyo IPDA, Penyidik Narkoba Polres Sidoarjo. Dalam penyampaiannya aman memberi apresiasi kepada LDII yang mampu menjaga generasi muda lewat pengajian yang berkelanjutan. “Saya terimakasih LDII mengadakan acara yang begini ini,” ucap Aman Prasetyo.

Program penyuluhan tentang bahaya Napza seperti ini sejatinya sudah kerap kali dilakukan sejak Presiden Jokowi  mencanangkan program 100.000 rehabilitasi untuk pengguna narkoba. Dalam penyampaiannya, Aman Prasetyo memberikan paparan rinci tentang jenis-jenis Napza, kasus-kasus penyalahgunaan Napza, faktor penyebab penyalahgunaan, ciri-ciri pengguna Napza serta dampak buruk akibat penggunaan Napza.

Tidak hanya itu, Aman juga menyebutkan hukuman dan ancaman bagi pemilik, penyimpan, penyedia, pecandu dan kurir Napza melalui pasal-pasal. Mengingat tingkat kasus penyalahgunaan Napza di Sidoarjo sangat tinggi dan cepat, maka tak henti-hentinya pihak kepolisian menghimbau dan mengingatkan masyarakat akan peran serta tanggung jawab yang dimiliki terhadap penyalahgunaan Napza.

Sementara itu materi tentang etika berlalu lintas dipaparkan oleh M. Setyawan, Brigadir Satlantas Polres Sidoarjo dan AM. Saripi IPDA, Kanibdikyasa Satlantas Polres Sidoarjo Dalam sesi penyuluhan dari Satlantas Polres Sidoarjo tentang etika berlalu lintas, diawal penyampaiannya mempertontonkan video tentang kecelakaan akibat pelanggaran yang dilakukan pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat.

Hal ini bertujuan untuk menunjukan bahayanya jika masih banyak masyarakat yang tidak beretika saat dijalan atau ugal-ugalan. Tambahan tentang macam-macam pelanggaran dan sanksi pun dijelaskan oleh AM. Saripi IPDA. “Kuncinya selalu berdoa, tetap fokus dan patuhi rambu-rambu lalu lintas,” tuturnya.(Lian)