وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Senin, 25 Agustus 2014

Sayyidina Ali Dibunuh untuk Mas Kawinnya Wanita Cantik

Foto: Ilustrasi saja, tidak ada hubungannya dengan berita ini
Dalam riwayat diceritakan, bahwa Sayyidinaa ’Ali termasuk orang yang meninggal dunia karena diserang seorang lelaki ambisius yang tergila-gila wanita cantik jelita bernama قَطَامُ بنتُ الشَّحنةِ (Qatham binti Syachnah). Ia meninggal dunia pada tanggal 17 Ramadhan tahun empat puluh Hijriyyah. ’Ali lah orang yang dulu berperang melawan dan membunuh panglima perang Khaibar bernama Marchab pada bulan Muharram atau Shafar tahun tujuh Hijriyyah, Agustus tahun 628 M. 

Saat perisainya dipukul pedang hingga terlempar dari tangannya; ia tak merasa sakit. Bahkan lalu bergerak cepat mengejutkan manusia karena pintu gerbang besi sangat tebal dan berat ia tarik sebagai pengganti perisai hingga perang usai. Begitu pintu gerbang tersebut diletakkan ditanah; delapan pria tak mampu mengangkatnya. Bahkan Hakim menulis:
"أَنَّ عَلِيًّا حَمَلَ الْبَابَ يَوْمَ خَيْبَر ، وَأَنَّهُ جَرَّبَ بَعْد ذَلِكَ فَلَمْ يَحْمِلهُ أَرْبَعُونَ رَجُلًا " وَالْجَمْع بَيْنَهُمَا أَنَّ السَّبْعَةَ عَالَجُوا قَلْبَهُ –
(Jabir pelaku sejarah) berkata, 'pintu gerbang benteng itu (dibobol dan) dibawa oleh ‘Ali sebagai perisai dalam perangnya. Begitu perang selesai, 40 pria berusaha mengangkat pintu gerbang itu, namun tidak mampu. Kaitan antara dua kisah tersebut ialah bahwa tujuh orang sahabat Abu Rafi' mengangkat pintu gerbang tersebut, sebelum akhirnya diangkat oleh empat puluh pria'." [Ibnu Hajjar/12/30/3888].

Sayyidina Ali Dibunuh untuk Mas Kawinnya Wanita Cantik

Foto: Ilustrasi saja, tidak ada hubungannya dengan berita ini
Dalam riwayat diceritakan, bahwa Sayyidinaa ’Ali termasuk orang yang meninggal dunia karena diserang seorang lelaki ambisius yang tergila-gila wanita cantik jelita bernama قَطَامُ بنتُ الشَّحنةِ (Qatham binti Syachnah). Ia meninggal dunia pada tanggal 17 Ramadhan tahun empat puluh Hijriyyah. ’Ali lah orang yang dulu berperang melawan dan membunuh panglima perang Khaibar bernama Marchab pada bulan Muharram atau Shafar tahun tujuh Hijriyyah, Agustus tahun 628 M. 

Saat perisainya dipukul pedang hingga terlempar dari tangannya; ia tak merasa sakit. Bahkan lalu bergerak cepat mengejutkan manusia karena pintu gerbang besi sangat tebal dan berat ia tarik sebagai pengganti perisai hingga perang usai. Begitu pintu gerbang tersebut diletakkan ditanah; delapan pria tak mampu mengangkatnya. Bahkan Hakim menulis:
"أَنَّ عَلِيًّا حَمَلَ الْبَابَ يَوْمَ خَيْبَر ، وَأَنَّهُ جَرَّبَ بَعْد ذَلِكَ فَلَمْ يَحْمِلهُ أَرْبَعُونَ رَجُلًا " وَالْجَمْع بَيْنَهُمَا أَنَّ السَّبْعَةَ عَالَجُوا قَلْبَهُ –
(Jabir pelaku sejarah) berkata, 'pintu gerbang benteng itu (dibobol dan) dibawa oleh ‘Ali sebagai perisai dalam perangnya. Begitu perang selesai, 40 pria berusaha mengangkat pintu gerbang itu, namun tidak mampu. Kaitan antara dua kisah tersebut ialah bahwa tujuh orang sahabat Abu Rafi' mengangkat pintu gerbang tersebut, sebelum akhirnya diangkat oleh empat puluh pria'." [Ibnu Hajjar/12/30/3888].