وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Kamis, 27 Maret 2014

Memilih Wakil Rakyat dan Pemimpin Islami yang Berkarakter

  
Sudah bukan rahasia lagi, bahwa untuk menjadi pemimpin birokrasi pemerintahan di Indonesia ini, diperlukan pengorbanan. Salah satunya adalah pengorbanan uang. Kabarnya, jika ingin duduk sebagai caleg, minimal dibutuhkan biaya 1 milyard lebih. Bahkan, untuk menjadi lurah saja, harus siap sedia dana ratusan juta.

      Fakta tentang mahalnya biaya demokrasi dan politik di negeri ini, makin jelas dan meluas seiring dengan digelarnya Pileg, Pilkada, baik pada pemilihan gubernur, walikota dan bupati. Para calon pimpinan daerah harus merogoh koceknya dalam-dalam. Bila kehabisan, wajib patungan dari para kolega dan partai pengusungnya.

Jika memang wajah politik di Indonesia telah sedemikian mahalnya, dan itu merupakan fardlu ain, maka syarat yang tak boleh diabaikan, dia harus orang kaya, jika hal ini terus terjadi di negara Indonesia tentunya menjadikan suatu Bom waktu tersendiri bagi demokrasi negara kita menuju kehancuran dan menjadi negara yang mengarah Demokrasi Kapitalis, orang-orang yang sebenarnya tidak memenuhi syarat menjadi seorang wakil rakyat atau pemimpin pemerintahan dalam memimpin rakyatnya tetapi karena bermodal dan berkantong tebal maka jadilah mereka menjadi wakil rakyat atau kepala pemerintahan.


Selasa, 04 Maret 2014

Hati-hati dengan Sifat Kikir

Dari Jabir bin Abdillah, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَاتَّقُوا الشُّحَّ فَإِنَّ الشُّحَّ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَمَلَهُمْ عَلَى أَنْ سَفَكُوا دِمَاءَهُمْ وَاسْتَحَلُّوا مَحَارِمَهُمْ

“Peliharalah dirimu dari sifat kikir, karena sifat kikir telah membinasakan orang-orang sebelum kamu. Sifat itu telah menyuruh mereka memutuskan persaudaraan, maka mereka pun memutuskan persaudaraan. Sifat itu telah menyebabkan mereka saling membunuh dan menghalalkan perkara-perkara yang diharamkan (HR Muslim)
Banyak sekali dalil-dalil Al Quran ataupun hadist yamg menyabutkan,pentingnya besedekah dan berderma. Marilah kita merenungi dan mengaji ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hadits-hadits Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam yang menjelaskan keutamaan infaq dan shadaqah (sedekah) serta bahayanya sifat bakhil/kikir. Dengan suatu harapan agar Allah Subhanahu wa Ta’ala membukakan pintu hati kita untuk berhias dengan sifat derma dan menjaganya dari sifat bakhil/kikir.

Memilih Wakil Rakyat dan Pemimpin Islami yang Berkarakter

  
Sudah bukan rahasia lagi, bahwa untuk menjadi pemimpin birokrasi pemerintahan di Indonesia ini, diperlukan pengorbanan. Salah satunya adalah pengorbanan uang. Kabarnya, jika ingin duduk sebagai caleg, minimal dibutuhkan biaya 1 milyard lebih. Bahkan, untuk menjadi lurah saja, harus siap sedia dana ratusan juta.

      Fakta tentang mahalnya biaya demokrasi dan politik di negeri ini, makin jelas dan meluas seiring dengan digelarnya Pileg, Pilkada, baik pada pemilihan gubernur, walikota dan bupati. Para calon pimpinan daerah harus merogoh koceknya dalam-dalam. Bila kehabisan, wajib patungan dari para kolega dan partai pengusungnya.

Jika memang wajah politik di Indonesia telah sedemikian mahalnya, dan itu merupakan fardlu ain, maka syarat yang tak boleh diabaikan, dia harus orang kaya, jika hal ini terus terjadi di negara Indonesia tentunya menjadikan suatu Bom waktu tersendiri bagi demokrasi negara kita menuju kehancuran dan menjadi negara yang mengarah Demokrasi Kapitalis, orang-orang yang sebenarnya tidak memenuhi syarat menjadi seorang wakil rakyat atau pemimpin pemerintahan dalam memimpin rakyatnya tetapi karena bermodal dan berkantong tebal maka jadilah mereka menjadi wakil rakyat atau kepala pemerintahan.


Hati-hati dengan Sifat Kikir

Dari Jabir bin Abdillah, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَاتَّقُوا الشُّحَّ فَإِنَّ الشُّحَّ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَمَلَهُمْ عَلَى أَنْ سَفَكُوا دِمَاءَهُمْ وَاسْتَحَلُّوا مَحَارِمَهُمْ

“Peliharalah dirimu dari sifat kikir, karena sifat kikir telah membinasakan orang-orang sebelum kamu. Sifat itu telah menyuruh mereka memutuskan persaudaraan, maka mereka pun memutuskan persaudaraan. Sifat itu telah menyebabkan mereka saling membunuh dan menghalalkan perkara-perkara yang diharamkan (HR Muslim)
Banyak sekali dalil-dalil Al Quran ataupun hadist yamg menyabutkan,pentingnya besedekah dan berderma. Marilah kita merenungi dan mengaji ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hadits-hadits Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam yang menjelaskan keutamaan infaq dan shadaqah (sedekah) serta bahayanya sifat bakhil/kikir. Dengan suatu harapan agar Allah Subhanahu wa Ta’ala membukakan pintu hati kita untuk berhias dengan sifat derma dan menjaganya dari sifat bakhil/kikir.