وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Minggu, 23 Februari 2014

Membangun dan Menjaga Keluarga Sakinah-Mawadah-Warohmah


Khadijah, istri Nabi Muhammad SAW adalah salah seorang wanita mukminah utama di dunia. Kefadholan Ummul Mukminin itu karena perannya yang total dalam mendukung Rasulullah SAW tidak hanya dalam perjuangan menyebarkan agama Islam namun juga menyentuh kehidupan rumah tangga dan pribadi Nabi. Khadijah semasa hidupnya telah mendapatkan jaminan masuk surga dan dalam satu kesempatan pernah mendapatkan salam langsung dari Allah yang Maha Kuasa dan salam dari Malaikat Jibril.
3820 - حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ، عَنْ عُمَارَةَ، عَنْ أَبِي زُرْعَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: " أَتَى جِبْرِيلُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ: هَذِهِ خَدِيجَةُ قَدْ أَتَتْ مَعَهَا إِنَاءٌ فِيهِ إِدَامٌ، أَوْ طَعَامٌ أَوْ شَرَابٌ، فَإِذَا هِيَ أَتَتْكَ فَاقْرَأْ عَلَيْهَا السَّلاَمَ مِنْ رَبِّهَا وَمِنِّي وَبَشِّرْهَا بِبَيْتٍ فِي الجَنَّةِ مِنْ قَصَبٍ لاَ صَخَبَ فِيهِ، وَلاَ نَصَبَ "
...Abi Hurairah RA meriwayatkan: Jibril datang pada Nabi SAW, Maka Jibril bersabda:”Wahai Rasulullah, istrimu Khadijah sungguh-sungguh datang dengan membawa wadah tempat lauk-pauk atau makanan atau minuman, apabila ia telah datang sampaikan padanya salam dari Tuhannya dan dariku (Jibril). Kabarilah kepadanya tentang rumahnya di surga terbuat dari berlian, tidak gaduh dalam rumah itu dan tidak akan lelah.

Sebagai seorang istri pendamping Nabi, Khadijah merupakan ibu bagi kaum Muslim sekaligus menjadi model tauladan dalam kehidupan rumah tangga Islam. Islam melalui tauladan keluarga Rasulullah SAW telah meletakkan dasar nilai-nilai dalam rumah tangga untuk membangun kehidupan yang bahagia, damai, harmonis dan romantis. Nilai-nilai itu meliputi: hak dan kewajiban, kasih sayang, saling menolong, dan saling menghormati.


1. Hak dan Kewajiban Suami Istri

Seorang suami adalah nahkoda, pengatur atau imam dalam keluarga. Seorang suami dituntut untuk giat, sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab dalam mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhn keluarganya. Sebagai pimpinan rumah tangga seorang laki-laki tidak boleh malas dan tidak mudah putus asa atau bosan dalam menekuni suatu pekerjaan.

Seorang suami dalam rumah tangga harus bisa menunjukkan sikap yang adil, bijaksana, penuh perhatian, ramah, lemah lembut dan berwibawa.

Kewajiban utama seorang istri adalah setia, menghormat dan taat kepada suaminya. Seorang istri harus berwatak sabar dan tabah. Seorang istri harus selalu bersyukur dan ridho atas pemberian dari hasil jerih payah suaminya. Istri yang baik selalu dapat mengatur belanja dan berhemat bahkan bisa menyisakan uang belanja untuk shodakoh dan menabung.
Suami istri harus selalu dapat menjaga kehormatan dirinya, kehormatan suami atau istrinya dan kehormatan keluarganya. Suami istri tidak boleh nyeleweng/ selingkuh, menyebarkan keburukan keluarganya kepada orang lain.
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا (34)
Seorang suami itu adalah pemimpin bagi wanita (istrinya), sebab Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

4164 - أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ خُزَيْمَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ حَكِيمٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا رَبِيعَةُ بْنُ عُثْمَانَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ، عَنِ نَهَارِ الْعَبْدِيِّ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ:...: "حَقُّ الزَّوْجِ عَلَى زَوْجَتِهِ أَنْ لَوْ كَانَتْ قَرْحَةٌ فَلَحَسَتْهَا مَا أَدَّتْ حَقَّهُ* رواه ابن حبان فى صحيحه
...Abi Said meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda...haknya suami atas istrinya apabila suaminya luka bernanah maka istrinya menjilatinya itu belum cukup (bagi seorang istri) mendatangkan hak suaminya.
[Hadist Ibnu Haban fi Shohihi]

2. Mengungkapkan Kasih Sayang

Salah satu nilai yang diajarkan oleh Islam dalam membentuk keluaga bahagia adalah kemauan antara suami istri untuk memupuk kasih sayang atau rasa cinta dan mengungkapkannya dalam perilaku sehari-hari.
2235 -...عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ... فَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَوِّي لَهَا وَرَاءَهُ بِعَبَاءَةٍ، ثُمَّ يَجْلِسُ عِنْدَ بَعِيرِهِ، فَيَضَعُ رُكْبَتَهُ فَتَضَعُ صَفِيَّةُ رِجْلَهَا عَلَى رُكْبَتِهِ حَتَّى تَرْكَبَ*
...Anas bin Malik meriwayatkan...Aku melihat Rasulullah SAW menutupinya (Sofiyah bintu Hayi) di belakang nabi dengan kain, kemudian Nabi duduk disamping untanya, maka Nabi menyodorkan lututnya maka Sofiyah menginjakkan kakinya di atas lututnya (nabi) sehingga Sofiyah naik.
[Hadist riwayat Bukhori Kitabu Maghozi Nomor hadist 2235]

3. Saling membantu antara suami istri.

Salah satu nilai mulia dalam kehidupan rumah tangga yang dituntunkan oleh Islam adalah saling membantu / menolong antara suami istri. Di antara suami dan istri masing-masing memiliki peran dan tugas masing-masing dalam menjalankan roda rumah tangga namun tidak menutup kemungkinan untuk saling membantu antara mereka.

Sebagaimana Ibu Khadijah seorang istri disamping mengurusi rumah tangga dan merawat anak / keluarga, ia dapat membantu tugas-tugas suaminya baik dalam urusan agama maupun urusan mencari maisah duniawi. Sebaliknya dalam suatu kesempatan seorang laki-laki dapat pula membantu istri menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga. Ini juga dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat, yang tidak enggan menangani pekerjaan di rumah.
676 - حَدَّثَنَا آدَمُ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا الحَكَمُ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنِ الأَسْوَدِ، قَالَ: سَأَلْتُ عَائِشَةَ مَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْنَعُ فِي بَيْتِهِ؟ قَالَتْ: «كَانَ يَكُونُ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ - تَعْنِي خِدْمَةَ أَهْلِهِ - فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ خَرَجَ إِلَى الصَّلاَةِ»
..Aswad meriwayatkan: saya bertanya pada Aisyah: “Apakah yang dikerjakan Nabi SAW di rumahnya?” Aisyah menjawab Ada (Nabi) dalam melayani keluarganya – yakni membantu keluarganya – maka ketika datang waktu shalat Nabi keluar untuk shalat.
[Hadist riwayat Bukhari Kitabu Azsn No. 676]

1 komentar :

social bookmarking mengatakan...

terimakasih banyak artikelnya menambah pengetahuan saya membangun keluarga

Poskan Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Membangun dan Menjaga Keluarga Sakinah-Mawadah-Warohmah


Khadijah, istri Nabi Muhammad SAW adalah salah seorang wanita mukminah utama di dunia. Kefadholan Ummul Mukminin itu karena perannya yang total dalam mendukung Rasulullah SAW tidak hanya dalam perjuangan menyebarkan agama Islam namun juga menyentuh kehidupan rumah tangga dan pribadi Nabi. Khadijah semasa hidupnya telah mendapatkan jaminan masuk surga dan dalam satu kesempatan pernah mendapatkan salam langsung dari Allah yang Maha Kuasa dan salam dari Malaikat Jibril.
3820 - حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ، عَنْ عُمَارَةَ، عَنْ أَبِي زُرْعَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: " أَتَى جِبْرِيلُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ: هَذِهِ خَدِيجَةُ قَدْ أَتَتْ مَعَهَا إِنَاءٌ فِيهِ إِدَامٌ، أَوْ طَعَامٌ أَوْ شَرَابٌ، فَإِذَا هِيَ أَتَتْكَ فَاقْرَأْ عَلَيْهَا السَّلاَمَ مِنْ رَبِّهَا وَمِنِّي وَبَشِّرْهَا بِبَيْتٍ فِي الجَنَّةِ مِنْ قَصَبٍ لاَ صَخَبَ فِيهِ، وَلاَ نَصَبَ "
...Abi Hurairah RA meriwayatkan: Jibril datang pada Nabi SAW, Maka Jibril bersabda:”Wahai Rasulullah, istrimu Khadijah sungguh-sungguh datang dengan membawa wadah tempat lauk-pauk atau makanan atau minuman, apabila ia telah datang sampaikan padanya salam dari Tuhannya dan dariku (Jibril). Kabarilah kepadanya tentang rumahnya di surga terbuat dari berlian, tidak gaduh dalam rumah itu dan tidak akan lelah.

Sebagai seorang istri pendamping Nabi, Khadijah merupakan ibu bagi kaum Muslim sekaligus menjadi model tauladan dalam kehidupan rumah tangga Islam. Islam melalui tauladan keluarga Rasulullah SAW telah meletakkan dasar nilai-nilai dalam rumah tangga untuk membangun kehidupan yang bahagia, damai, harmonis dan romantis. Nilai-nilai itu meliputi: hak dan kewajiban, kasih sayang, saling menolong, dan saling menghormati.


1. Hak dan Kewajiban Suami Istri

Seorang suami adalah nahkoda, pengatur atau imam dalam keluarga. Seorang suami dituntut untuk giat, sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab dalam mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhn keluarganya. Sebagai pimpinan rumah tangga seorang laki-laki tidak boleh malas dan tidak mudah putus asa atau bosan dalam menekuni suatu pekerjaan.

Seorang suami dalam rumah tangga harus bisa menunjukkan sikap yang adil, bijaksana, penuh perhatian, ramah, lemah lembut dan berwibawa.

Kewajiban utama seorang istri adalah setia, menghormat dan taat kepada suaminya. Seorang istri harus berwatak sabar dan tabah. Seorang istri harus selalu bersyukur dan ridho atas pemberian dari hasil jerih payah suaminya. Istri yang baik selalu dapat mengatur belanja dan berhemat bahkan bisa menyisakan uang belanja untuk shodakoh dan menabung.
Suami istri harus selalu dapat menjaga kehormatan dirinya, kehormatan suami atau istrinya dan kehormatan keluarganya. Suami istri tidak boleh nyeleweng/ selingkuh, menyebarkan keburukan keluarganya kepada orang lain.
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا (34)
Seorang suami itu adalah pemimpin bagi wanita (istrinya), sebab Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

4164 - أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ خُزَيْمَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ حَكِيمٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا رَبِيعَةُ بْنُ عُثْمَانَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ، عَنِ نَهَارِ الْعَبْدِيِّ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ:...: "حَقُّ الزَّوْجِ عَلَى زَوْجَتِهِ أَنْ لَوْ كَانَتْ قَرْحَةٌ فَلَحَسَتْهَا مَا أَدَّتْ حَقَّهُ* رواه ابن حبان فى صحيحه
...Abi Said meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda...haknya suami atas istrinya apabila suaminya luka bernanah maka istrinya menjilatinya itu belum cukup (bagi seorang istri) mendatangkan hak suaminya.
[Hadist Ibnu Haban fi Shohihi]

2. Mengungkapkan Kasih Sayang

Salah satu nilai yang diajarkan oleh Islam dalam membentuk keluaga bahagia adalah kemauan antara suami istri untuk memupuk kasih sayang atau rasa cinta dan mengungkapkannya dalam perilaku sehari-hari.
2235 -...عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ... فَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَوِّي لَهَا وَرَاءَهُ بِعَبَاءَةٍ، ثُمَّ يَجْلِسُ عِنْدَ بَعِيرِهِ، فَيَضَعُ رُكْبَتَهُ فَتَضَعُ صَفِيَّةُ رِجْلَهَا عَلَى رُكْبَتِهِ حَتَّى تَرْكَبَ*
...Anas bin Malik meriwayatkan...Aku melihat Rasulullah SAW menutupinya (Sofiyah bintu Hayi) di belakang nabi dengan kain, kemudian Nabi duduk disamping untanya, maka Nabi menyodorkan lututnya maka Sofiyah menginjakkan kakinya di atas lututnya (nabi) sehingga Sofiyah naik.
[Hadist riwayat Bukhori Kitabu Maghozi Nomor hadist 2235]

3. Saling membantu antara suami istri.

Salah satu nilai mulia dalam kehidupan rumah tangga yang dituntunkan oleh Islam adalah saling membantu / menolong antara suami istri. Di antara suami dan istri masing-masing memiliki peran dan tugas masing-masing dalam menjalankan roda rumah tangga namun tidak menutup kemungkinan untuk saling membantu antara mereka.

Sebagaimana Ibu Khadijah seorang istri disamping mengurusi rumah tangga dan merawat anak / keluarga, ia dapat membantu tugas-tugas suaminya baik dalam urusan agama maupun urusan mencari maisah duniawi. Sebaliknya dalam suatu kesempatan seorang laki-laki dapat pula membantu istri menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga. Ini juga dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat, yang tidak enggan menangani pekerjaan di rumah.
676 - حَدَّثَنَا آدَمُ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا الحَكَمُ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنِ الأَسْوَدِ، قَالَ: سَأَلْتُ عَائِشَةَ مَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْنَعُ فِي بَيْتِهِ؟ قَالَتْ: «كَانَ يَكُونُ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ - تَعْنِي خِدْمَةَ أَهْلِهِ - فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ خَرَجَ إِلَى الصَّلاَةِ»
..Aswad meriwayatkan: saya bertanya pada Aisyah: “Apakah yang dikerjakan Nabi SAW di rumahnya?” Aisyah menjawab Ada (Nabi) dalam melayani keluarganya – yakni membantu keluarganya – maka ketika datang waktu shalat Nabi keluar untuk shalat.
[Hadist riwayat Bukhari Kitabu Azsn No. 676]