وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Selasa, 31 Desember 2013

Kompetisi Anak Sholih Sidoarjo

Mewadahi kreatifitas dan menguji kemampuan bagi generasi penerus LDII dalam pendidikan agama setelah sebelumnya menempuh pendidikan agama di Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) yang tersebar di desa desa di kabupaten Sidoarjo, DPD LDII Kabupaten Sidoarjo melalui bidang pembinaan anak usia dini kembali menggelar KOMPASS ke 2 (Kompetisi Anak Sholih Sidoarjo) di Gedung Barokah Pondok Pesantren Sruni Gedangan Sidoarjo (28/12/13) dibuka oleh H. Abdurrahman Saat pembina DPD LDII Sidoarjo.

Anak usia dini yang biasa disebut cabe rawit mengikuti berbagai lomba yang diadakan seperti Adzan, Hafalan Qur’an, Cerdas Cermat, doa-doa, rangking 1 dan Futsal untuk pra remaja. Sedangkan untuk mewadahi kreatifitas juga diadakan lomba mewarnai untuk anak usia TK sampai dengan SD kelas 3, sedangkan menggambar untuk usia SD kelas 4 sampai dengan kelas 6.

Dengan seragam warna-warni +-3000 anak-anak mengikuti upacara pembukaan di halaman gedung Barokah, pembukaan ditandai dengan pelepasan balon ke udara.

Kompass tahun ini adalah yang kedua kalinya dan merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan untuk pembinaan anak usia dini, kata Suwoto ketua PPG (Penggerak Pembina Generus) Sidoarjo.

Sabtu, 28 Desember 2013

PT. Telkom fasilitasi LDII

SIDOARJO (LDII Sidoarjo). Dalam rangka pengembangan kegiatan ekonomi yang telah diprogramkan DPP LDII, mulai ditindaklanjuti DPD LDII Kabupaten Sidoarjo melalui Bagian Ekonomi dan Pelatihan dengan menggelar pelatihan Pembuatan WebStore atau sering disebut Toko On Line, Sabtu (21/12/2013). Pelatihan yang digelar di PT. Telkom, diikuti sedikitnya 35 pemuda dan pemudi LDII dari beberapa PC tingkat Kecamatan se-Sidoarjo.

Kegiatan ini merupakan kerja sama yang telah terjalin dengan baik antara LDII Sidoarjo dengan PT. Telkom yang hampir setiap tahun telah rutin diadakan, yang merupakan perwujudan LDII sebagai bagian elemen masyarakat yang juga mempunyai kewajiban yang sama dengan masyarakat yang lain ingin ikut mencerdaskan anak bangsa dan ikut memotivasi terwujudnya jiwa entrepreneur muda di Indonesia, jelas Taufik Daeng, ST Ketua Panitia dan sekaligus Pengurus Bagian Ekonomi dan Pelatihan DPD LDII Sidoarjo.

Kami selain mengadakan kegiatan Webstore seperti ini, kami juga mengadakan Bazar LDII di Pondok Al Barokah Sruni, guna mendorong entrepreneur muda yang ingin tumbuh yang kurang faham tentang IT. Kami juga selalu mengingatkan dan memberi pembekalan kepada peserta pelatihan Entrpreneur selain berlatih teknis juga harus berlatih memiliki sifat bisnis yang baik yaitu "BENER, KURUP, JANJI" dan juga ilmu bisnis orang Chinese "CENGLI, CINCAI, CUAN" Jelas Taufik Daeng lagi yang juga sebagai pengusaha muda sukses ini. 

Huda, salah satu peserta dan sekaligus sebagai Mahasiswa yang ikut dalam kegiatan Pelatihan Pembuatan Webstore ini menuturkan, kegiatan ini sangat bagus untuk diadakan secara terus menerus tiap tahun karena tahun depan adik-adik kita juga perlu dilatih juga sehingga setiap tahun ada generasi muda yang baru ikut terlatih seperti ini, saya jadi lebih percaya diri untuk memulai menjadi pengusaha dengan memulai membuat webstore saya.


Ketua LDII Sidoarjo, H. Rony Romandhawira, membuka pelatihan

Peserta Pelatihan Pembuatan Webstore LDII Sidoarjo


Senin, 23 Desember 2013

LDII Gotong Royong Bangun Masjid NU

LDII Sidoarjo. Semangat dan budaya gotong royong di masyarakat kita semakin lama semakin pudar bahkan hilang, sayang sekalu budaya ini apabila memang harus semakin punah tergerus budaya-budaya asing yang mengedepankan individualisme, artinya masyarakat kita yang semakin tidak begitu peduli kesulitan dan kondisi di sekelilingnya bahkan budaya asing ini saat ini ternyata juga telah masuk menghinggap di generasi muda masyarakat kita.



Warga LDII dan NU Gotong Royong bangun masjid NU

Dengan momentum membangun masjid Alhamdulillah LDII mengajak anggota dan pemuda-pemudanya untuk melawan budaya-budaya asing tersebut sekaligus untuk mewujudkan kerukunan umat di Sidoarjo yang harus terus di rajud dan di aktualitas di tingkat masyarakat.

Tepat hari minggu pagi tgl 15 Desember warga LDII Sidoarjo bersama-sama warga NU Kebonagung Sukodono bersama-sama membangun masjid NU yang ada di Desa tersebut, hal ini sekaligus menepis isu bahwa kerukunan umat di Sidoarjo hanya berjalan di tingkat elitnya saja.

Wakil Ketua LDII Sidoarjo Bpk. H Imam Wahyudi, SPd bersama Pengurus Bidang Antara Lembaganya menyampaikan bahwa LDII Sidoarjo akan terus mendorong warga dan pemuda-pemudinya untuk terus aktif dalam berjihad menegakkan lagi semangat budaya Gotong Royong dan Peduli Lingkungan di Masyarakat Sidoarjo, hal selain sebagai bentuk amal sholih untuk akhirat dan manivestasi sebagai warga negara Indonesia yang berkontribusi bagi bangsanya. Beliau menjelaskan lagi Budaya Gotong Royong akan berdampak pada kerukunan warga dan umat islam (ukhuwah islamiyah) di masyarakat kita.

H. Imam Wahyudi, Spd-Wakil Ketua DPD LDII Kab. Sidoarjo

Hal senada juga pernah disampaikan Wakil Ketua MUI Sidoarjo Bpk DR. KH Ahmad Muhammad pada saat silaturrohim Pengajian Umum LDII Sidoarjo di Pondok Al Barokah Sruni Gedangan beberapa waktu yang lalu, beliau menyampaikan bahwa saat ini ukhuwah islamiyah harus segera kita wujudkan, umat islam saat ini harus bersatu (Ummatan wakhidan), jangan sampai terpecah-pecah, terkotak-kotak dan harus bisa rukun dan kompak.



DR. KH. Ahmad Muhammad-Wakil Ketua MUI Kab. Sidoarjo
Silaturrohim Pengajian Umum LDII Kab. Sidoarjo

 Ir. H. Rony Romandhawira, MM-Ketua LDII Kab. Sidoarjo (Kiri), 
DR. KH. Ahmad Muhammad-Wakil Ketua MUI Kab. Sidoarjo (Tengah), 
H. M. Fauzan Spd-Sekretaris DPD LDII Kab. Sidoarjo (Kanan)
Dialog di Pondok Al Barokah Sruni-Gedangan-Sidoarjo
Jumat, 20 Desember 2013

Muhammadiyah Silaturrohim LDII

Merupakan sebuah penghormatan dan kemajuan yang luar biasa atas perkembangan perwujudan cita-cita kita bersama dan cita-cita serta kewajiban semua orang islam untuk mewujudkan ukhuwah islamiah. Para pengurus tokoh Muhammadiyah dan NU yang sekaligus tokoh muslim NTB mengadakan silaturrohim ke DPD LDII Sidoarjo bertempat di Pondok Al Barokah Sruni Gedangan Sidoarjo.

Dengan kita ber-silaturrohim selain merupakan sunnah rosul juga sangat bermanfaat untuk bertabayun hal-hal yang telah beredar isu-isu miring tentang LDII, alhamdulillah dengan silaturrohim ini saya merasa terjawab dan menyaksikan betul ternyata isu-isu yang ada di luar tentang LDII semuanya hanya fitnah saja, saya termasuk orang yang akan menjelaskan dan meluruskan isu-isu itu di masyarakat, LDII adalah saudara kita, yang diajarkan juga sama dengan kita pelajari bersama yaitu Al Qur'an dan Al Hadits. Sambut beliau setelah acara sholat jum'at bersama.

Hal senada juga pernah disampaikan oleh Bapak H Himam yang merupakan ketua PD Muhammadiyah Sidoarjo yang pada saat juga pernah silaturrohim di Pengajian Umum LDII di Pondok Al Barokah, bahkan beliau berpesan dan mengajak kepada Ketua LDII Sidoarjo Bpk. H Rony Romandhawira untuk terus menguatkan ukhuwah islamiah di Sidoarjo yang sudah baik ini, jangan sampai kita tergoda dan terhasut hal-hal yang tidak jelas sumbernya dari mana datangnya.

Organisasi Masyarakat (ormas) hanya merupakan wadah berserikat dan berkumpul. Pada dasarnya semuanya Islam. Tuhannya sama (Alloh SWT), Nabinya sama (Nabi Muhammad SAW), ibadah hajinya sama (ke Baitullah), arah kiblatnya sama, Rukun Imannya sama, Rukun Islamnya sama, dst. Andaikan semua ormas pada persepsi yang sama bahwa kita sama-sama muslim dan sama-sama merupakan bagian dari anak bangsa maka insyaAllah akan saling mendukung, akan saling menghormati, akan saling memperkuat. Bukan malah saling serang, saling hujat, mengatakan sesat kepada pihak lain, dst. Tidak ada satu ajaran agama pun yang mengajarkan untuk menghina pemeluk agama lain. Di dalam Islam di ajarkan berakhlaqul karimah, berbudi luhur baik kepada seisi rumah, kepada tetangga, dst. Rasulullah SAW sendiri mempraktekkan berbudi yang luhur, bahkan menanyakan orang yang setiap hari meludahinya karena suatu ketika kok tidak kelihatan batang hidungnya, beliau tidak membalas meludahi orang tersebut.

Islam merupakan agama mayoritas di Indonesia. Berbagai ormas Islam pun berkembang dengan baik di Indonesia, kita kenal Nahdlotul Ulama (NU), Muhammadiah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Persatuan Islam (Persis), Al Washliyah,Al Irsyad Al Islamiyah (Al Irsyad), Wahdah Islamiyah, Front Pembela Islam (FPI), Hidayatulloh, Harakah Sunniyah Untuk Masyarakat Islami (Hasmi), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Majelis Az Zikra, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), dll.

Merujuk Ajakan Wakil Ketua Umum Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Prof. Dr. H. Dien Syamsuddin yang juga Ketua PP Muhammadiyah dalam pembukaan Rakernas MUI 2013 di Twin Plaza Hotel, Jakarta Barat, Jumat (13/9) malam, beliau mengatakan bahwa perlunya menggalang kekuatan dan kebersatuan yang utuh tanpa terpecah satu sama lain. Umat Islam harus bersatu. Pasti kita akan kokoh dan kuat. Syaratnya hanya satu yaitu kebersamaan dan kekompakan. Ini kata kunci dari semua itu, tegas Dien Syamsuddin. Seluruh kekuatan Ormas Islam harus membuat koalisi atas dasar taqwa, bukan koalisi basa basi. Untuk peningkatan kinerja, susun program unggulan dengan nilai dasar saling menolong atas kebaikan dan taqwa dan bukan dengan cara kebencian dan permusuhan. Persatuan dan kebersamaan, inilah syarat penanggulangan umat dan syarat kebangkitan Islam di Indonesia, demikian dikatakan Dien Syamsuddin.




Selasa, 17 Desember 2013

Hati-Hati dengan Riba

Di akhir zaman sekarang ini, telah nampak praktek riba tersebar di mana-mana. Dalam ruang lingkup masyarakat yang kecil hingga tataran negara, praktek ini begitu merebak baik di perbankan, lembaga perkreditan, bahkan sampai yang kecil-kecilan semacam dalam arisan warga. Entah mungkin kaum muslimin tidak mengetahui hakekat dan bentuk riba. Mungkin pula mereka tidak mengetahui bahayanya. Apalagi di akhir zaman seperti ini, orang-orang begitu tergila-gila dengan harta sehingga tidak lagi memperhatikan halal dan haram. Sungguh, benarlah sabda Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam, 

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِى الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ ، أَمِنْ حَلاَلٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ

“Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau haram.” (HR. Bukhari)
 
Dalil-dalil yang Mengharamkan Riba dari Al qur’an dan Al Hadits
 
1. Dalam surat Ar-Ruum Allah ta’ala berfirman:

وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ رِبًا لِيَرْبُوَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ فَلا يَرْبُو عِنْدَ اللَّهِ وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ زَكَاةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُون
“Dan sesuatu Riba (tambahan) yang kamu berikan agar Dia bertambah pada harta manusia, Maka Riba itu tidak menambah pada sisi Allah. dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, Maka (yang berbuat demikian) Itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).” (QS. Ar-Ruum: 39)
 
Ayat tersebut tidak mengandung ketetapan hukum pasti tentang haramnya riba. Karena kala riba memang belum diharamkan. Riba baru diharamkan di masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di kota Al-Madinah. Hanya saja ini mempersiapkan jiwa kaum muslimin agar mampu menerima hukum haramnya riba yang terlanjur membudaya kala itu.
 
2. Dalam surat An-Nisaa, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

فَبِظُلْمٍ مِنَ الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَاتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ كَثِيرًا – وَأَخْذِهِمُ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا
“Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) Dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Dan disebabkan mereka memakan riba, Padahal Sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.” (QS. An-Nisaa’: 160-161)
 
Ayat di atas menjelaskan diharamkannya riba terhadap orang-orang Yahudi. Ini merupakan pendahuluan yang amat gamblang, untuk kemudian baru diharamkan terhadap kalangan kaum muslimin. Ayat tersebut turun di kota Al-Madinah.
 
3. Dalam surat Ali Imran Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan Riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Ali Imraan: 130)
 
Ayat di atas mejelaskan bahwa riba diharamkan karena dikaitkan dengan suatu tambahan yang berlipat ganda. para ahli tafsir berpendapat behwa pengambilan bunga dengan tingkat yang cukup tinggi merupakan fenomena yang banyak di praktekan pada masa tersebut tapi bukan menjadi persyaratan diharamkanya riba
 
4. Baru kemudian turun beberapa ayat pada akhir surat Al-Baqarah, yaitu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (٢٧٨)فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لا تَظْلِمُونَ وَلا تُظْلَمُونَ (٢٧٩)
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa Riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), Maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), Maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak Menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS. Al-Baqarah: 275-279)
 
Dalil-dalil yang Mengharamkan Riba dari As-Sunnah
 
1. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:

اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ الرِّبَا وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلَاتِ
“Hindarilah tujuh hal yang membinasakan.” Ada yang bertanya: “Apakah tujuh hal itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa dengan cara yang haram, memakan riba, memakan harta anak yatim, kabur dari medan perang, menuduh berzina wanita suci yang sudah menikah karena kelengahan mereka. “
 
 2. Diriwayatkan oleh imam Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu:

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُؤْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ
“Rasulullah melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan dengan riba, juru tulis transaksi riba, dua orang saksinya, semuanya sama saja.”(HR.Bukhari fathul bari/V:4/H:394/bab:24)
 
Diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari dari Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhu bahwa ia menceritakan: Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:

رَأَيْتُ اللَّيْلَةَ رَجُلَيْنِ أَتَيَانِي فَأَخْرَجَانِي إِلَى أَرْضٍ مُقَدَّسَةٍ فَانْطَلَقْنَا حَتَّى أَتَيْنَا عَلَى نَهَرٍ مِنْ دَمٍ فِيهِ رَجُلٌ قَائِمٌ وَعَلَى وَسَطِ النَّهَرِ رَجُلٌ بَيْنَ يَدَيْهِ حِجَارَةٌ فَأَقْبَلَ الرَّجُلُ الَّذِي فِي النَّهَرِ فَإِذَا أَرَادَ الرَّجُلُ أَنْ يَخْرُجَ رَمَى الرَّجُلُ بِحَجَرٍ فِي فِيهِ فَرَدَّهُ حَيْثُ كَانَ فَجَعَلَ كُلَّمَا جَاءَ لِيَخْرُجَ رَمَى فِي فِيهِ بِحَجَرٍ فَيَرْجِعُ كَمَا كَانَ فَقُلْتُ مَا هَذَا فَقَالَ الَّذِي رَأَيْتَهُ فِي النَّهَرِ آكِلُ الرِّبَا
“Tadi malam aku melihat dua orang lelaki, lalu keduanya mengajakku pergi ke sebuah tanah yang disucikan. Kamipun berangkat sehingga sampai ke satu sungai yang berair darah. Di situ terdapat seorang lelaki sedang berdiri. Di tengah sungai terdapat seorang lelaki lain yang menaruh batu di hadapannya. Ia menghadap ke arah lelaki yang ada di sungai. Kalau lelaki di sungai itu mau keluar, ia melemparnya dengan batu sehingga terpaksa lelaki itu kembali ke dalam sungai (dalam kedaan) berdarah. Demikianlah seterusnya setiap kali lelaki itu hendak keluar, lelaki yang di pinggir sungai melempar batu ke mulutnya sehingga ia terpaksa kembali lagi seperti semula. Aku bertanya: “Apa ini?” Salah seorang lelaki yang bersamaku menjawab: “Yang engkau lihat dalam sungai darah itu adalah pemakan riba.” Bukhari/fathul bari/V:4/H:393/2085.
 
Senin, 16 Desember 2013

Bupati Sidoarjo Solat Jumat Bersama Warga LDII


Saiful Illah, Bupati Sidoarjo di depan jamaah Sholat Jumat di Masjid Baitul Makmur Sruni
LDII-Sidoarjo.org - Kehadiran pemimpin yang datang menemui warganya tentu dapat sebagai pengobat rindu, seperti kehadiran Saiful Illah Bupati Sidoarjo di Masjid Baitul Makmur Pondok Pesantren Al Barokah Desa Sruni Kec. Gedangan Sidoarjo ( 13/12/13).
Ditengah kesibukannya, Bupati Sidoarjo menyempatkan hadir atas undangan ketua DPD LDII Sidoarjo untuk dialog dengan pengurus DPD LDII Sidoarjo.


Dihadapan lebih kurang 2.500 warga masyarakat yang memenuhi masjid usai solat sholat Jum’at bersama, Bupati berpesan unutk selalu menjalin hubungan baik dengan sesama muslim, karena semua muslim adalah bersaudara.
Sabtu, 14 Desember 2013

BAHAYA SYIRIK TERSEMBUNYI

Dalam kehidupan, kita selalu memandang hal yang besar tanpa mempedulikan perkara-perkara kecil. Namun perlu diketahui yang kecil dan halus itulah sebenarnya lebih mudah menyerang dan merebak di antara kita tanpa kita sadari.



Syirik adalah perbuatan menyekutukan Allah dalam bentuk apa saja, dapat berupa perkataan, pegangan, perbuatan dan itiqad yaitu dengan menjadikan sesuatu yang lain berupa makhluk bernyawa atau tidak bernyawa yang disekutukan atau disamakan dengan Alloh.

Syirik Tersembunyi ialah syirik yang tidak terasa yang menyebabkan hilang atau luputnya pahala seseorang. Syirik jenis ini banyak berkaitan dengan perbuatan riak di dalam beramal atau melakukan sesuatu perkara.

وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ مَرْفُوعًا: (أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَا هُوَ أَخْوَفُ عَلَيْكُمْ عِنْدِي مِنَ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ؟) قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ! قَالَ: (الشِّرْكُ الْخَفِيُّ، يَقُومُ الرَّجُلُ فَيُصَلِّي، فَيُزَيِّنُ صَلَاتَهُ، لِمَا يَرَى مِنْ نَظَرِ رَجُلٍ). رَوَاهُ أَحْمَدُ.


Dari Abu Sa’îd radhiyallâhu ‘anhu secara marfu’, (beliau berkata bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bertanya), “Maukah kalian kuberitahukan tentang sesuatu yang paling kukhawatirkan terhadap kalian daripada Al-Masîh Ad-Dajjâl?”(Para shahabat) menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah!”Beliau pun bersabda, “Yakni syirik tersembunyi, yaitu ketika seseorang berdiri untuk mengerjakan shalat, lalu memperindah shalatnya karena mengetahui bahwa ada orang lain yang memerhatikannya.” (HR. Ahmad)

Gejala syirik tersembunyi diantaranya gejala riak, beramal untuk manusia, perasaan dengki, mengharap reda manusia, bermuka-muka, tidak ikhlas, menandakan amalan syirik memang menguasai hidup umat Islam kini.

Semoga kita semua dihindarkan oleh Alloh dari gejala syirik tersembunyi ini. Amin.



Jumat, 13 Desember 2013

Seminar Wanita Hidup Sehat di Usia Lanjut

Kebersihan adalah sebagian dari Iman, Sehat adalah mahal dan lebih mahal jika sudah jatuh sakit, mungkin kalimat itu yang pernah dan kadang sering sekali kita dengar dan kita rasakan di kehidupan kita sehari-hari. untuk mewujudkan agar kalimat tersebut bukan hanya slogan, dengan bertempat di Pondok Pesantren Al Barokah Desa Sruni-Gedangan-Sidoarjo dan dibuka langsung oleh Ketua LDII Kabupaten Sidoarjo Ir. H. Rony Romandhawira, MM maka tanggal 1 Desember 2013 DPD LDII Kabupaten Sidoarjo dengan Bagian Peranan Wanita-nya mengadakan Seminar Wanita dengan tema menjaga hidup sehat di usia lanjut, dengan pemateri Ibu Dr. Retno sekaligus sebagai Dewan Pakar DPD LDII Kabupaten Sidoarjo. Dan untuk menjaga kesehatan lingkungan juga didatangkan pemateri dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang telah menjalin sejak lama dengan DPD LDII Kabupaten Sidoarjo.


Wanita atau seorang Ibu sangat penting dan strategis di dalam rumah tangga, tidak hanya memasak, mengasuh, mendidik anak-anak saja tetapi juga untuk menjaga kesehatan di dalam keluarga bahkan tidak jarang sekarang seorang ibu juga sebagai dokter dan perawat di rumah tangga, untuk itu ibu-ibu di dalam seminar ini diajak pinter agar sukses menjadi seorang medis di dalam keluarganya masing-masing, jika dari seorang ibu yang pintar maka keluarga akan sehat, dan jika semua keluarga sehat insya Alloh bangsa Indonesia ini akan pintar dan sehat semua juga, hal tersebut disampaikan oleh Ibu Linda Erawati, SE sekaligus sebagai Ketua Bagian Peranan Wanita DPD LDII Kabupaten Sidoarjo dan juga sebagai Ketua Panitia.
Senin, 09 Desember 2013

MEMILIH PEMIMPIN MENURUT ISLAM



Pada zaman Nabi Muhammad SAW, seorang sahabat mendapat amanat sebuah jabatan, kata yang keluar “innalillah”. Namun, pada zaman sekarang orang mendapat jabatan, terlebih sebagai pemimpin, kata yang keluar “alhamdulillah”. Padahal, setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya. Bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat.

BAGAIMANA sesungguhnya memilih pemimpin menurut Islam? Menurut berbagai sumber, memilih pemimpin ala Islam ada tata caranya tersendiri. 
Disebutkan, dalam pemilihan seorang pemimpin, ada tiga golongan manusia yang terlibat:  
(1) Calon Pemimpin yang memenuhi syarat, 
(2) Anggota pemilih yang disebut ‘Ahl al-Hal wa al-’aqd‘, 
(3) Serta orang Muslim kebanyakan.

Adapun syarat-syarat menjadi anggota ‘Ahl al-Hal wa al-’aqd’ agar layak memilih pemimpin adalah: 
(1) Adil, sebagaimana sifat adil yang diperlukan pada Pemimpin. 
(2) Berilmu, yaitu memiliki ilmu yang membuatnya mampu menilai calon yang layak memegang jabatan ketua negara.
(3) Bijaksana, yaitu mampu memilih calon yang terbaik untuk kebaikan dan kemaslahatan umat.

Tugas anggota ‘Ahl al-Hal wa al-’aqd’ adalah memilih dan menentukan calon yang layak untuk jabatan ketua negara. Para ulama berbeda pendapat mengenai jumlah anggota pemilih tersebut.
Tidak sah menjadi calon pemimpin apabila tidak disetujui oleh semua anggota pemilih dari setiap negeri. Alasannya supaya persetujuan tersebut berlaku secara keseluruhan dan penyerahan kekuasaan kepada calon pemimpin tersebut berlaku secara ijmak. Namun, pendapat ini bertentangan dengan kasus pemilihan Khalifah Abu Bakar, dimana beliau telah dipilih oleh anggota yang hadir saja.

Selasa, 31 Desember 2013

Kompetisi Anak Sholih Sidoarjo

Mewadahi kreatifitas dan menguji kemampuan bagi generasi penerus LDII dalam pendidikan agama setelah sebelumnya menempuh pendidikan agama di Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) yang tersebar di desa desa di kabupaten Sidoarjo, DPD LDII Kabupaten Sidoarjo melalui bidang pembinaan anak usia dini kembali menggelar KOMPASS ke 2 (Kompetisi Anak Sholih Sidoarjo) di Gedung Barokah Pondok Pesantren Sruni Gedangan Sidoarjo (28/12/13) dibuka oleh H. Abdurrahman Saat pembina DPD LDII Sidoarjo.

Anak usia dini yang biasa disebut cabe rawit mengikuti berbagai lomba yang diadakan seperti Adzan, Hafalan Qur’an, Cerdas Cermat, doa-doa, rangking 1 dan Futsal untuk pra remaja. Sedangkan untuk mewadahi kreatifitas juga diadakan lomba mewarnai untuk anak usia TK sampai dengan SD kelas 3, sedangkan menggambar untuk usia SD kelas 4 sampai dengan kelas 6.

Dengan seragam warna-warni +-3000 anak-anak mengikuti upacara pembukaan di halaman gedung Barokah, pembukaan ditandai dengan pelepasan balon ke udara.

Kompass tahun ini adalah yang kedua kalinya dan merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan untuk pembinaan anak usia dini, kata Suwoto ketua PPG (Penggerak Pembina Generus) Sidoarjo.

Sabtu, 28 Desember 2013

PT. Telkom fasilitasi LDII

SIDOARJO (LDII Sidoarjo). Dalam rangka pengembangan kegiatan ekonomi yang telah diprogramkan DPP LDII, mulai ditindaklanjuti DPD LDII Kabupaten Sidoarjo melalui Bagian Ekonomi dan Pelatihan dengan menggelar pelatihan Pembuatan WebStore atau sering disebut Toko On Line, Sabtu (21/12/2013). Pelatihan yang digelar di PT. Telkom, diikuti sedikitnya 35 pemuda dan pemudi LDII dari beberapa PC tingkat Kecamatan se-Sidoarjo.

Kegiatan ini merupakan kerja sama yang telah terjalin dengan baik antara LDII Sidoarjo dengan PT. Telkom yang hampir setiap tahun telah rutin diadakan, yang merupakan perwujudan LDII sebagai bagian elemen masyarakat yang juga mempunyai kewajiban yang sama dengan masyarakat yang lain ingin ikut mencerdaskan anak bangsa dan ikut memotivasi terwujudnya jiwa entrepreneur muda di Indonesia, jelas Taufik Daeng, ST Ketua Panitia dan sekaligus Pengurus Bagian Ekonomi dan Pelatihan DPD LDII Sidoarjo.

Kami selain mengadakan kegiatan Webstore seperti ini, kami juga mengadakan Bazar LDII di Pondok Al Barokah Sruni, guna mendorong entrepreneur muda yang ingin tumbuh yang kurang faham tentang IT. Kami juga selalu mengingatkan dan memberi pembekalan kepada peserta pelatihan Entrpreneur selain berlatih teknis juga harus berlatih memiliki sifat bisnis yang baik yaitu "BENER, KURUP, JANJI" dan juga ilmu bisnis orang Chinese "CENGLI, CINCAI, CUAN" Jelas Taufik Daeng lagi yang juga sebagai pengusaha muda sukses ini. 

Huda, salah satu peserta dan sekaligus sebagai Mahasiswa yang ikut dalam kegiatan Pelatihan Pembuatan Webstore ini menuturkan, kegiatan ini sangat bagus untuk diadakan secara terus menerus tiap tahun karena tahun depan adik-adik kita juga perlu dilatih juga sehingga setiap tahun ada generasi muda yang baru ikut terlatih seperti ini, saya jadi lebih percaya diri untuk memulai menjadi pengusaha dengan memulai membuat webstore saya.


Ketua LDII Sidoarjo, H. Rony Romandhawira, membuka pelatihan

Peserta Pelatihan Pembuatan Webstore LDII Sidoarjo


Senin, 23 Desember 2013

LDII Gotong Royong Bangun Masjid NU

LDII Sidoarjo. Semangat dan budaya gotong royong di masyarakat kita semakin lama semakin pudar bahkan hilang, sayang sekalu budaya ini apabila memang harus semakin punah tergerus budaya-budaya asing yang mengedepankan individualisme, artinya masyarakat kita yang semakin tidak begitu peduli kesulitan dan kondisi di sekelilingnya bahkan budaya asing ini saat ini ternyata juga telah masuk menghinggap di generasi muda masyarakat kita.



Warga LDII dan NU Gotong Royong bangun masjid NU

Dengan momentum membangun masjid Alhamdulillah LDII mengajak anggota dan pemuda-pemudanya untuk melawan budaya-budaya asing tersebut sekaligus untuk mewujudkan kerukunan umat di Sidoarjo yang harus terus di rajud dan di aktualitas di tingkat masyarakat.

Tepat hari minggu pagi tgl 15 Desember warga LDII Sidoarjo bersama-sama warga NU Kebonagung Sukodono bersama-sama membangun masjid NU yang ada di Desa tersebut, hal ini sekaligus menepis isu bahwa kerukunan umat di Sidoarjo hanya berjalan di tingkat elitnya saja.

Wakil Ketua LDII Sidoarjo Bpk. H Imam Wahyudi, SPd bersama Pengurus Bidang Antara Lembaganya menyampaikan bahwa LDII Sidoarjo akan terus mendorong warga dan pemuda-pemudinya untuk terus aktif dalam berjihad menegakkan lagi semangat budaya Gotong Royong dan Peduli Lingkungan di Masyarakat Sidoarjo, hal selain sebagai bentuk amal sholih untuk akhirat dan manivestasi sebagai warga negara Indonesia yang berkontribusi bagi bangsanya. Beliau menjelaskan lagi Budaya Gotong Royong akan berdampak pada kerukunan warga dan umat islam (ukhuwah islamiyah) di masyarakat kita.

H. Imam Wahyudi, Spd-Wakil Ketua DPD LDII Kab. Sidoarjo

Hal senada juga pernah disampaikan Wakil Ketua MUI Sidoarjo Bpk DR. KH Ahmad Muhammad pada saat silaturrohim Pengajian Umum LDII Sidoarjo di Pondok Al Barokah Sruni Gedangan beberapa waktu yang lalu, beliau menyampaikan bahwa saat ini ukhuwah islamiyah harus segera kita wujudkan, umat islam saat ini harus bersatu (Ummatan wakhidan), jangan sampai terpecah-pecah, terkotak-kotak dan harus bisa rukun dan kompak.



DR. KH. Ahmad Muhammad-Wakil Ketua MUI Kab. Sidoarjo
Silaturrohim Pengajian Umum LDII Kab. Sidoarjo

 Ir. H. Rony Romandhawira, MM-Ketua LDII Kab. Sidoarjo (Kiri), 
DR. KH. Ahmad Muhammad-Wakil Ketua MUI Kab. Sidoarjo (Tengah), 
H. M. Fauzan Spd-Sekretaris DPD LDII Kab. Sidoarjo (Kanan)
Dialog di Pondok Al Barokah Sruni-Gedangan-Sidoarjo

Jumat, 20 Desember 2013

Muhammadiyah Silaturrohim LDII

Merupakan sebuah penghormatan dan kemajuan yang luar biasa atas perkembangan perwujudan cita-cita kita bersama dan cita-cita serta kewajiban semua orang islam untuk mewujudkan ukhuwah islamiah. Para pengurus tokoh Muhammadiyah dan NU yang sekaligus tokoh muslim NTB mengadakan silaturrohim ke DPD LDII Sidoarjo bertempat di Pondok Al Barokah Sruni Gedangan Sidoarjo.

Dengan kita ber-silaturrohim selain merupakan sunnah rosul juga sangat bermanfaat untuk bertabayun hal-hal yang telah beredar isu-isu miring tentang LDII, alhamdulillah dengan silaturrohim ini saya merasa terjawab dan menyaksikan betul ternyata isu-isu yang ada di luar tentang LDII semuanya hanya fitnah saja, saya termasuk orang yang akan menjelaskan dan meluruskan isu-isu itu di masyarakat, LDII adalah saudara kita, yang diajarkan juga sama dengan kita pelajari bersama yaitu Al Qur'an dan Al Hadits. Sambut beliau setelah acara sholat jum'at bersama.

Hal senada juga pernah disampaikan oleh Bapak H Himam yang merupakan ketua PD Muhammadiyah Sidoarjo yang pada saat juga pernah silaturrohim di Pengajian Umum LDII di Pondok Al Barokah, bahkan beliau berpesan dan mengajak kepada Ketua LDII Sidoarjo Bpk. H Rony Romandhawira untuk terus menguatkan ukhuwah islamiah di Sidoarjo yang sudah baik ini, jangan sampai kita tergoda dan terhasut hal-hal yang tidak jelas sumbernya dari mana datangnya.

Organisasi Masyarakat (ormas) hanya merupakan wadah berserikat dan berkumpul. Pada dasarnya semuanya Islam. Tuhannya sama (Alloh SWT), Nabinya sama (Nabi Muhammad SAW), ibadah hajinya sama (ke Baitullah), arah kiblatnya sama, Rukun Imannya sama, Rukun Islamnya sama, dst. Andaikan semua ormas pada persepsi yang sama bahwa kita sama-sama muslim dan sama-sama merupakan bagian dari anak bangsa maka insyaAllah akan saling mendukung, akan saling menghormati, akan saling memperkuat. Bukan malah saling serang, saling hujat, mengatakan sesat kepada pihak lain, dst. Tidak ada satu ajaran agama pun yang mengajarkan untuk menghina pemeluk agama lain. Di dalam Islam di ajarkan berakhlaqul karimah, berbudi luhur baik kepada seisi rumah, kepada tetangga, dst. Rasulullah SAW sendiri mempraktekkan berbudi yang luhur, bahkan menanyakan orang yang setiap hari meludahinya karena suatu ketika kok tidak kelihatan batang hidungnya, beliau tidak membalas meludahi orang tersebut.

Islam merupakan agama mayoritas di Indonesia. Berbagai ormas Islam pun berkembang dengan baik di Indonesia, kita kenal Nahdlotul Ulama (NU), Muhammadiah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Persatuan Islam (Persis), Al Washliyah,Al Irsyad Al Islamiyah (Al Irsyad), Wahdah Islamiyah, Front Pembela Islam (FPI), Hidayatulloh, Harakah Sunniyah Untuk Masyarakat Islami (Hasmi), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Majelis Az Zikra, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), dll.

Merujuk Ajakan Wakil Ketua Umum Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Prof. Dr. H. Dien Syamsuddin yang juga Ketua PP Muhammadiyah dalam pembukaan Rakernas MUI 2013 di Twin Plaza Hotel, Jakarta Barat, Jumat (13/9) malam, beliau mengatakan bahwa perlunya menggalang kekuatan dan kebersatuan yang utuh tanpa terpecah satu sama lain. Umat Islam harus bersatu. Pasti kita akan kokoh dan kuat. Syaratnya hanya satu yaitu kebersamaan dan kekompakan. Ini kata kunci dari semua itu, tegas Dien Syamsuddin. Seluruh kekuatan Ormas Islam harus membuat koalisi atas dasar taqwa, bukan koalisi basa basi. Untuk peningkatan kinerja, susun program unggulan dengan nilai dasar saling menolong atas kebaikan dan taqwa dan bukan dengan cara kebencian dan permusuhan. Persatuan dan kebersamaan, inilah syarat penanggulangan umat dan syarat kebangkitan Islam di Indonesia, demikian dikatakan Dien Syamsuddin.




Selasa, 17 Desember 2013

Hati-Hati dengan Riba

Di akhir zaman sekarang ini, telah nampak praktek riba tersebar di mana-mana. Dalam ruang lingkup masyarakat yang kecil hingga tataran negara, praktek ini begitu merebak baik di perbankan, lembaga perkreditan, bahkan sampai yang kecil-kecilan semacam dalam arisan warga. Entah mungkin kaum muslimin tidak mengetahui hakekat dan bentuk riba. Mungkin pula mereka tidak mengetahui bahayanya. Apalagi di akhir zaman seperti ini, orang-orang begitu tergila-gila dengan harta sehingga tidak lagi memperhatikan halal dan haram. Sungguh, benarlah sabda Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam, 

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِى الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ ، أَمِنْ حَلاَلٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ

“Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau haram.” (HR. Bukhari)
 
Dalil-dalil yang Mengharamkan Riba dari Al qur’an dan Al Hadits
 
1. Dalam surat Ar-Ruum Allah ta’ala berfirman:

وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ رِبًا لِيَرْبُوَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ فَلا يَرْبُو عِنْدَ اللَّهِ وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ زَكَاةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُون
“Dan sesuatu Riba (tambahan) yang kamu berikan agar Dia bertambah pada harta manusia, Maka Riba itu tidak menambah pada sisi Allah. dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, Maka (yang berbuat demikian) Itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).” (QS. Ar-Ruum: 39)
 
Ayat tersebut tidak mengandung ketetapan hukum pasti tentang haramnya riba. Karena kala riba memang belum diharamkan. Riba baru diharamkan di masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di kota Al-Madinah. Hanya saja ini mempersiapkan jiwa kaum muslimin agar mampu menerima hukum haramnya riba yang terlanjur membudaya kala itu.
 
2. Dalam surat An-Nisaa, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

فَبِظُلْمٍ مِنَ الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَاتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ كَثِيرًا – وَأَخْذِهِمُ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا
“Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) Dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Dan disebabkan mereka memakan riba, Padahal Sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.” (QS. An-Nisaa’: 160-161)
 
Ayat di atas menjelaskan diharamkannya riba terhadap orang-orang Yahudi. Ini merupakan pendahuluan yang amat gamblang, untuk kemudian baru diharamkan terhadap kalangan kaum muslimin. Ayat tersebut turun di kota Al-Madinah.
 
3. Dalam surat Ali Imran Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan Riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Ali Imraan: 130)
 
Ayat di atas mejelaskan bahwa riba diharamkan karena dikaitkan dengan suatu tambahan yang berlipat ganda. para ahli tafsir berpendapat behwa pengambilan bunga dengan tingkat yang cukup tinggi merupakan fenomena yang banyak di praktekan pada masa tersebut tapi bukan menjadi persyaratan diharamkanya riba
 
4. Baru kemudian turun beberapa ayat pada akhir surat Al-Baqarah, yaitu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (٢٧٨)فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لا تَظْلِمُونَ وَلا تُظْلَمُونَ (٢٧٩)
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa Riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), Maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), Maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak Menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS. Al-Baqarah: 275-279)
 
Dalil-dalil yang Mengharamkan Riba dari As-Sunnah
 
1. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:

اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ الرِّبَا وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلَاتِ
“Hindarilah tujuh hal yang membinasakan.” Ada yang bertanya: “Apakah tujuh hal itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa dengan cara yang haram, memakan riba, memakan harta anak yatim, kabur dari medan perang, menuduh berzina wanita suci yang sudah menikah karena kelengahan mereka. “
 
 2. Diriwayatkan oleh imam Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu:

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُؤْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ
“Rasulullah melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan dengan riba, juru tulis transaksi riba, dua orang saksinya, semuanya sama saja.”(HR.Bukhari fathul bari/V:4/H:394/bab:24)
 
Diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari dari Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhu bahwa ia menceritakan: Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:

رَأَيْتُ اللَّيْلَةَ رَجُلَيْنِ أَتَيَانِي فَأَخْرَجَانِي إِلَى أَرْضٍ مُقَدَّسَةٍ فَانْطَلَقْنَا حَتَّى أَتَيْنَا عَلَى نَهَرٍ مِنْ دَمٍ فِيهِ رَجُلٌ قَائِمٌ وَعَلَى وَسَطِ النَّهَرِ رَجُلٌ بَيْنَ يَدَيْهِ حِجَارَةٌ فَأَقْبَلَ الرَّجُلُ الَّذِي فِي النَّهَرِ فَإِذَا أَرَادَ الرَّجُلُ أَنْ يَخْرُجَ رَمَى الرَّجُلُ بِحَجَرٍ فِي فِيهِ فَرَدَّهُ حَيْثُ كَانَ فَجَعَلَ كُلَّمَا جَاءَ لِيَخْرُجَ رَمَى فِي فِيهِ بِحَجَرٍ فَيَرْجِعُ كَمَا كَانَ فَقُلْتُ مَا هَذَا فَقَالَ الَّذِي رَأَيْتَهُ فِي النَّهَرِ آكِلُ الرِّبَا
“Tadi malam aku melihat dua orang lelaki, lalu keduanya mengajakku pergi ke sebuah tanah yang disucikan. Kamipun berangkat sehingga sampai ke satu sungai yang berair darah. Di situ terdapat seorang lelaki sedang berdiri. Di tengah sungai terdapat seorang lelaki lain yang menaruh batu di hadapannya. Ia menghadap ke arah lelaki yang ada di sungai. Kalau lelaki di sungai itu mau keluar, ia melemparnya dengan batu sehingga terpaksa lelaki itu kembali ke dalam sungai (dalam kedaan) berdarah. Demikianlah seterusnya setiap kali lelaki itu hendak keluar, lelaki yang di pinggir sungai melempar batu ke mulutnya sehingga ia terpaksa kembali lagi seperti semula. Aku bertanya: “Apa ini?” Salah seorang lelaki yang bersamaku menjawab: “Yang engkau lihat dalam sungai darah itu adalah pemakan riba.” Bukhari/fathul bari/V:4/H:393/2085.
 

Senin, 16 Desember 2013

Bupati Sidoarjo Solat Jumat Bersama Warga LDII


Saiful Illah, Bupati Sidoarjo di depan jamaah Sholat Jumat di Masjid Baitul Makmur Sruni
LDII-Sidoarjo.org - Kehadiran pemimpin yang datang menemui warganya tentu dapat sebagai pengobat rindu, seperti kehadiran Saiful Illah Bupati Sidoarjo di Masjid Baitul Makmur Pondok Pesantren Al Barokah Desa Sruni Kec. Gedangan Sidoarjo ( 13/12/13).
Ditengah kesibukannya, Bupati Sidoarjo menyempatkan hadir atas undangan ketua DPD LDII Sidoarjo untuk dialog dengan pengurus DPD LDII Sidoarjo.


Dihadapan lebih kurang 2.500 warga masyarakat yang memenuhi masjid usai solat sholat Jum’at bersama, Bupati berpesan unutk selalu menjalin hubungan baik dengan sesama muslim, karena semua muslim adalah bersaudara.

Sabtu, 14 Desember 2013

BAHAYA SYIRIK TERSEMBUNYI

Dalam kehidupan, kita selalu memandang hal yang besar tanpa mempedulikan perkara-perkara kecil. Namun perlu diketahui yang kecil dan halus itulah sebenarnya lebih mudah menyerang dan merebak di antara kita tanpa kita sadari.



Syirik adalah perbuatan menyekutukan Allah dalam bentuk apa saja, dapat berupa perkataan, pegangan, perbuatan dan itiqad yaitu dengan menjadikan sesuatu yang lain berupa makhluk bernyawa atau tidak bernyawa yang disekutukan atau disamakan dengan Alloh.

Syirik Tersembunyi ialah syirik yang tidak terasa yang menyebabkan hilang atau luputnya pahala seseorang. Syirik jenis ini banyak berkaitan dengan perbuatan riak di dalam beramal atau melakukan sesuatu perkara.

وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ مَرْفُوعًا: (أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَا هُوَ أَخْوَفُ عَلَيْكُمْ عِنْدِي مِنَ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ؟) قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ! قَالَ: (الشِّرْكُ الْخَفِيُّ، يَقُومُ الرَّجُلُ فَيُصَلِّي، فَيُزَيِّنُ صَلَاتَهُ، لِمَا يَرَى مِنْ نَظَرِ رَجُلٍ). رَوَاهُ أَحْمَدُ.


Dari Abu Sa’îd radhiyallâhu ‘anhu secara marfu’, (beliau berkata bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bertanya), “Maukah kalian kuberitahukan tentang sesuatu yang paling kukhawatirkan terhadap kalian daripada Al-Masîh Ad-Dajjâl?”(Para shahabat) menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah!”Beliau pun bersabda, “Yakni syirik tersembunyi, yaitu ketika seseorang berdiri untuk mengerjakan shalat, lalu memperindah shalatnya karena mengetahui bahwa ada orang lain yang memerhatikannya.” (HR. Ahmad)

Gejala syirik tersembunyi diantaranya gejala riak, beramal untuk manusia, perasaan dengki, mengharap reda manusia, bermuka-muka, tidak ikhlas, menandakan amalan syirik memang menguasai hidup umat Islam kini.

Semoga kita semua dihindarkan oleh Alloh dari gejala syirik tersembunyi ini. Amin.



Jumat, 13 Desember 2013

Seminar Wanita Hidup Sehat di Usia Lanjut

Kebersihan adalah sebagian dari Iman, Sehat adalah mahal dan lebih mahal jika sudah jatuh sakit, mungkin kalimat itu yang pernah dan kadang sering sekali kita dengar dan kita rasakan di kehidupan kita sehari-hari. untuk mewujudkan agar kalimat tersebut bukan hanya slogan, dengan bertempat di Pondok Pesantren Al Barokah Desa Sruni-Gedangan-Sidoarjo dan dibuka langsung oleh Ketua LDII Kabupaten Sidoarjo Ir. H. Rony Romandhawira, MM maka tanggal 1 Desember 2013 DPD LDII Kabupaten Sidoarjo dengan Bagian Peranan Wanita-nya mengadakan Seminar Wanita dengan tema menjaga hidup sehat di usia lanjut, dengan pemateri Ibu Dr. Retno sekaligus sebagai Dewan Pakar DPD LDII Kabupaten Sidoarjo. Dan untuk menjaga kesehatan lingkungan juga didatangkan pemateri dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang telah menjalin sejak lama dengan DPD LDII Kabupaten Sidoarjo.


Wanita atau seorang Ibu sangat penting dan strategis di dalam rumah tangga, tidak hanya memasak, mengasuh, mendidik anak-anak saja tetapi juga untuk menjaga kesehatan di dalam keluarga bahkan tidak jarang sekarang seorang ibu juga sebagai dokter dan perawat di rumah tangga, untuk itu ibu-ibu di dalam seminar ini diajak pinter agar sukses menjadi seorang medis di dalam keluarganya masing-masing, jika dari seorang ibu yang pintar maka keluarga akan sehat, dan jika semua keluarga sehat insya Alloh bangsa Indonesia ini akan pintar dan sehat semua juga, hal tersebut disampaikan oleh Ibu Linda Erawati, SE sekaligus sebagai Ketua Bagian Peranan Wanita DPD LDII Kabupaten Sidoarjo dan juga sebagai Ketua Panitia.

Senin, 09 Desember 2013

MEMILIH PEMIMPIN MENURUT ISLAM



Pada zaman Nabi Muhammad SAW, seorang sahabat mendapat amanat sebuah jabatan, kata yang keluar “innalillah”. Namun, pada zaman sekarang orang mendapat jabatan, terlebih sebagai pemimpin, kata yang keluar “alhamdulillah”. Padahal, setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya. Bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat.

BAGAIMANA sesungguhnya memilih pemimpin menurut Islam? Menurut berbagai sumber, memilih pemimpin ala Islam ada tata caranya tersendiri. 
Disebutkan, dalam pemilihan seorang pemimpin, ada tiga golongan manusia yang terlibat:  
(1) Calon Pemimpin yang memenuhi syarat, 
(2) Anggota pemilih yang disebut ‘Ahl al-Hal wa al-’aqd‘, 
(3) Serta orang Muslim kebanyakan.

Adapun syarat-syarat menjadi anggota ‘Ahl al-Hal wa al-’aqd’ agar layak memilih pemimpin adalah: 
(1) Adil, sebagaimana sifat adil yang diperlukan pada Pemimpin. 
(2) Berilmu, yaitu memiliki ilmu yang membuatnya mampu menilai calon yang layak memegang jabatan ketua negara.
(3) Bijaksana, yaitu mampu memilih calon yang terbaik untuk kebaikan dan kemaslahatan umat.

Tugas anggota ‘Ahl al-Hal wa al-’aqd’ adalah memilih dan menentukan calon yang layak untuk jabatan ketua negara. Para ulama berbeda pendapat mengenai jumlah anggota pemilih tersebut.
Tidak sah menjadi calon pemimpin apabila tidak disetujui oleh semua anggota pemilih dari setiap negeri. Alasannya supaya persetujuan tersebut berlaku secara keseluruhan dan penyerahan kekuasaan kepada calon pemimpin tersebut berlaku secara ijmak. Namun, pendapat ini bertentangan dengan kasus pemilihan Khalifah Abu Bakar, dimana beliau telah dipilih oleh anggota yang hadir saja.