وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Minggu, 27 Oktober 2013

Membina Rumah Tangga Harmonis



Rumah tangga yang bahagia dan harmonis merupakan idaman bagi setiap orang iman. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah memberi teladan kepada kita, mengenai cara membina keharmonisan rumah tangga. Sungguh pada diri Rasulullah itu terdapat teladan yang paling baik. Dan seorang suami harus menyadari, bahwa dalam rumahnya itu ada pahlawan di balik layar, pembawa ketenangan dan kesejukan, yakni sang istri. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

الدُّنْيَا كُلُّهَا مَتَاعٌ, وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الزَّوْجَةُ الصَّالِحَةُ

Dunia itu penuh dengan kenikmatan. Dan sebaik-baik kenikmatan dunia yaitu istri yang shalihah.(Hr.Bukhori)

 
Kita mungkin ngak percaya kalau ada pasangan suami istri mengaku belum pernah terlibat cekcok rumah tangga. Tak peduli kondisi ekonomi mereka mapan, pasangan mereka cantik/tampan, mempesona hatinya, baik, ndak macam-macam kelakuannya, dsb.

Semoga 10 tips di  bawah dapat memberikan manfaat untuk pasangan dan keluarga yang kita bina, selamat menyimak:

 1. Jujur, terbuka, jangan disimpan

Mungkin anak SD saja  tahu kalau mau jadi pengusaha itu harus jujur. Kejujuran bukan sebatas menggantung di lidah, nah... mampukah kita mewujudkan setiap saat indahnya makna dari kejujuran?
Sebagian pasangan menganggap "masa bodo" apa yg sudah/sedang terjadi. Namun, kita yakin sebagian besar pasangan ingin mengetahui banyak apa yg sebenarnya terjadi.

So, belajarlah untuk selalu jujur, terbuka, jangan PMT (Pendam, Malu, Takut), juga harus siap menerima resiko pahit-manisnya buah kejujuran.

2. Wajib saling percaya

Umumnya, rasa saling percaya hilang disebabkan oleh salah satu karakter negatif pasangan, antara lain: suka menyembunyikan sesuatu, suka berbohong, bahkan pernah memergoki pasangan berbuat ndak wajar: antara lain: sms-an, teleponan dengan lawan jenis, kongkow ala anak ABG, balas inbox Facebook/Twitter lawan jenis, dsb.

So, buktikanlah setiap saat kalian mampu bersikap sewajarnya, apa adanya dan ndak di buat-buat. Ingat, serapat-rapatnya ikan disimpan ditempat paling tersembunyi sekalipun, bau amisnya bakalan tercium.

3. Bukan karena cinta, tapi lebih ke komitmen

Nah, kenapa bukan karena cinta semata? Alasannya sederhana kok, coba tanya kenapa kakek nenek kita bahwa kelihatannya oke-oke saja rumah tangganya. Padahal, sering kali dihantui rasa bosan. Nah, kalau kita bisa nebak jawabannya adalah sebuah komitmen baja. Tanamkan sugesti positif kita ketika membuat keputusan pertama kali menikah maka itulah keputusan tepat.

Yah, membuat keputusan sangatlah mudah, bahkan semudah membalikkan telapak tangan tentunya. Namun, menjaga sebuah komitmen untuk tetap setia butuh perjuangan, pengorbanan, konsisten.

So, Camkan selalu, melalui rintangan plus kesulitanlah justru pernikahan akan semakin dewasa terasah, sempurna and membawa kebahagiaan sejati.

4. Rencanakan masa depan: keuangan bersama

Berbicara mengenai perencanaan keuangan keluarga (suami-istri) sama halnya berbicara mengenai masa depan keluarga sendiri. Terlebih, buat pasangan baru menikah. Mereka bukan lagi hidup membujang, kondisi berbeda setelah berkeluarga memerlukan perencanaan keuangan melalui kesepakatan bersama.

Perencanaan keuangan keluarga diantaranya tabungan bersama, investasi (asuransi atau obligasi), pendapatan, pengeluaran maupun kemungkinan dalam kondisi terdesak mengenai peminjaman uang produktif (non konsumtif) perlu dipertimbangkan bersama pula.

Misalnya, salah satu pasangan memutuskan membuka usaha kecil-kecilan maka penentuan bidang usaha, penentuan lokasi, manajamen keuangan, pengangkatan karyawan, dsb. harus pula disepakati berdua.

5. Hindari hal yang tidak disukai pasangan

Jika kalian sudah belajar bersikap saling terbuka & jujur pastinya kita akan mengetahui, memahami apa-apa hal tidak disukai pasangan. Misalnya, boleh jadi kita mengawali pernikahan atau kenal dgn pasangan diawali melalui sesuatu kurang baik, namun belakangan salah satu pasangan kita berubah total menjadi agak religi.

So otomatis ia menginginkan pasangannya (minimal) tanpa melanggar aturan-aturan agamanya. Apalagi, istri di rumah mampu menghidupkan suasana rumahnya sebagai sarana mengingat Alloh. Kalau perlu bentuk undang-undang (peraturan) dalam rumah tangga secara tegas.

6. Sediakan waktu luang bersama

Jika kita termasuk pasangan sibuk, cobalah menyediakan waktu luang setiap saat berdua. Waktu luang ini dapat digunakan pergi ke suatu tempat kalian suka, melakukan hobi, melakukan aktivitas secara bersama.

Misalnya, beribadah bersama, ajak makan di luar rumah, eksperimen buat menu masakan baru berdua di rumah, mandi bareng, dsb. Intinya lewat waktu luang, kita dapat lebih memahami pasangan masing-masing, kalau sudah saling memahami kita akan terhindar kemungkinan buruk perceraian terjadi.

7. Berbagi tugas: pekerjaan, pengurusan anak.

Umumnya, suami berada diluar rumah mencari nafkah rejeki buat mencukupi kebutuhan anak-istri. Sebaliknya, istri diutamakan bisa mengurusi hal-hal rumah tangga termasuk pengurusan anak-anak mereka.

Kadang istri tipe manja & posesif, apalagi pasangan baru nikah condong memilih menghindar mengurusi anak sendirian di rumah. Alasannya, mending cari pembantu atau saudara saja yang ngurusi anak, sehingga ia "istri" dapat mengontrol sekaligus suami diluar (bekerja, usaha) maupun anak di rumah.

Diperlukan ketegasan and komunikasi intens pasangan agar dapat bertindak saling kooperatif. Idealnya, masalah di dalam rumah adalah istri ahlinya-ratunya, jika istri dirasa sulit mengurusi anak, ia bisa bertanya ke ibu maupun salah satu kerabat mereka. Begitupun permasalahan di luar mencari nafkah adalah suami ahlinya-rajanya. Serahkan dan percayakanlah segala sesuatu pada ahlinya.

8. Dengarkan keluhan pasangan

Sebenarnya, menyediakan waktu luang bersama serta sikap jujur, terbuka diharapkan terselip waktu buat berbagi, juga mendengarkan keluhan masing-masing pasangan. Namun, seringkali ada sesuatu unek-unek mendadak, unek-unek belum sempat terselesaikan tuntas harus segera disampaikan kembali. Cari kembali waktu tepat seperti dikala mau tidur setelah anak tertidur. Jika pasangan dirasa lelah seharian bekerja cari waktu di pagi hari, sempatkanlah waktu minimal 10 menit - 30 menit mengutarakannya.

9. Bicarakan seks

Seks bersama pasangan suami-istri seringkali ampuh mengatasi masalah tanpa masalah. Maksudnya, tanpa disadari sepelik apapun permasalahan rumah tangga ternyata mampu diatasi hanya dgn hubungan intim yg sensasional.

Membicarakan seks terkadang menjadi hal sangat kurang nyaman bagi beberapa pasangan, bahkan bagi pasangan sudah menikah bertahun-tahun sekalipun. Padahal, bagi suami seks membuatnya merasa sangat nyaman, tenang plus lebih bahagia.

Menjadi istri harus tampil percaya diri. Suami sangat suka melakukan seks dengan istri yang mungkin tidak sempurna namun percaya diri bahwa dirinya adalah sosok paling cantik. Jadi, bagi istri masalah ini dianggap sepele, mereka agak mementingkan komunikasi intim pasangan.

Lain halnya bagi suami bila kurang terpenuhi ia akan mudah marah, merasa kurang dicintai, kurang dipercaya, dsb.

So, biasakanlah selalu bicarakan seks setiap saat, jangan hanya setiap kali ada masalah. Nah, lebih baik terlambat daripada tidak melakukan seks sama sekali.

10. Qana'ah plus bersyukur

Qana'ah artinya sikap rela menerima & merasa cukup atas hasil yang diusahakannya serta menjauhkan diri dari rasa ketidakpuasan perasaan akan kekurangan. Sesungguhnya hanya mereka yg memiliki iman mampu bersikap merasa "beruntung" memiliki pasangannya. Tidak ada jaminan satupun bahwa harta (materi) dapat menjaga keutuhan rumah tangga mereka.

Materi masih bisa dicari tapi mempertahankan komitmen cinta sejati butuh tekad perjuangan serta pengorbanan sangat kuat kedua belah pihak. Contoh, artis, pejabat bahkan tetangga kita kelihatannnya hidupnya berkecukupan (minimal mobil & rumah punya), tapi rumah tangganya malah berantakan juga.

Sebaliknya, mereka biasa-biasa saja materinya tapi mampu mempertahankan rumah tangganya bak kisah cinta ala Romeo and Juliet. Godaan terbesar memang ada di benak para istri merasa belum tercukupi. Alangkah indahnya bila istri bisa mendorong suami supaya bekerja giat lagi & cerdas tentunya demi mencari sesuap "berlian."

Saya jadi teringat cerita nyata dari China (lupa lagi sumbernya), dimana kekuatan cinta sejati, qanaah (berasa beruntung), bersyukur plus komitmen "baja" mampu menguatkan rumah tangganya sampai akhir hayat hidup. Padahal, pernikahan mereka gak pernah mendapatkan restu kedua orang tua, sehingga ia berdua rela sampai mati hidup di gunung beranak pinak hingga hembusan napas terakhir.

Rabu, 23 Oktober 2013

HIDUP SEHAT ALA RASULULLAH SAW

Di jaman modern seperti sekarang kadang kita sering lupa dengan tauladan yang telah diberikan oleh Nabi kita Muhammad SAW dalam menjalankan hidup sehat dan murah, kita sering hanya percaya kepada saran-saran dari orang-orang di sekitar kita yang justru kadang kita tidak sadar dan lupa bahwa saran tersebut ternyata membawa dampak yang luas secara finasial maupun fisik kita.

Nah, sebagai orang muslim kita harus percaya juga apa yang telah disampaikan dan di contohkan oleh Nabi kita Muhammad SAW dalam menjalankan kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, yang hasilnya ternyata bermanfaat untuk kita ketika kita masih hidup di dunia maupun di akhirat:

1. SELALU BANGUN SEBELUM SUBUH

Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun malam, sebelum subuh, melaksanakan sholat sunah dan sholat Fardhu,sholat subuh berjamaah. Hal ini memberi hikmah yg mendalam antara lain : - Berlimpah pahala dari Allah - Kesegaran udara subuh yg bagus utk kesehatan/ terapi penyakit - Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan.
 
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
 
عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَإِنَّ قِيَامَ اللَّيْلِ قُرْبَةٌ إِلَى اللَّهِ، وَمَنْهَاةٌ عَنْ الإِثْمِ، وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ، وَمَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنِ الجَسَدِ

Hendaklah kalian mengerjakan sholat malam, karena itu merupakan kebiasaan orang sholeh sebelum kalian, mendekatkan diri kepada Allah, mencegah dari perbuatan dosa, menghapus keburukan, dan mencegah penyakit dari badan.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Hakim)

2. AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN

Rasul selalu senantiasa rapi & bersih, tiap hari kamis atau Jumaat beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi.

عن ابن عمر رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال: طهروا هذه الأجساد طهركم الله فإنه ليس عبد يبيت طاهرا إلا بات معه ملك في شعاره لا ينقلب ساعة من الليل إلا قال : اللهم اغفر لعبدك فإنه بات طاهرا.

“Abdullah bin Umarradhiyallahu ‘anhuma berkata: “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “
Bersihkanlah jasad-jasad ini semoga Allah membersihkan kalian, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba bermalam suatau malam dalam keadaan suci melainkan seorang malaikat akan bermalam bersamanya di dalam selimutnya, tidaklah dia bergerak pada suatu waktu dari malam melainkan malaikat itu berdoa: “Wahai Allah, ampunilah untuk hamba-Mu sesungguhnya dia tidur malam dalam keadaan suci.” (HR. Thabrani)

3.TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN

Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda : Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan.Bahkan ada satu tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dengan adanya Puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan
 
عن المقدام بن معدي كرب اَنَّ رَسُولَ الله صلى الله عليه وسلم قال: مَا مَلاَءَ اَدَمِيُّ وِعَاءَ شَرًّا مِنْ بَطْنِهِ, بِحَسْبِ ابْنِ اَدَمَ لُقَيْمَةٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَاِنْ كَانَ لاَمحَاَلةَ فَاعِلًا فَثُلُثٌ لِطَعَامِه وثُلُثٌ لِشَرَا بِه وثُلُثٌ لِنَفْسِه ( رواه الترمذى وابن حبان )
 
Dari miqdam bin ma’dikariba sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:“Tidaklah seorang anak Adam mengisi sesuatu yang lebih buruk dari perutnya sendiri , cukuplah bagi anak adam beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya, jikapun ingin berbuat lebih, maka sepertiga untuk makanan dan sepertiga untuk minum dan sepertiga lagi untuk nafasnya. ( HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

4. GEMAR BERJALAN KAKI
 
Rasul selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya. Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir,pori-pori terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung
 
Nabi Muhammad SAW dikenal memiliki kebiasaan berjalan kaki, sebagaimana ditunjukkan sebuah hadits dari Abu Hurairah RA, dia berkata,
 
“Aku belum pernah melihat orang yang lebih baik dan lebih tampan daripada Rasulullah; roman mukanya secemerlang matahari, juga tidak pernah melihat orang yang secepat beliau. Seolah-olah bumi ini digulung oleh langkah-langkah beliau ketika sedang berjalan. Walaupun kami berusaha untuk mengimbangi jalan beliau. Tapi beliau tampaknya seperti berjalan santai saja.”

5. TIDAK PEMARAH

“Jangan Marah”diulangi sampai 3 kali. Ini menunujukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatanjiwa. Ada terapi yang tepat untuk menahan marah : - Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring - Membaca Ta ‘awwudz, karena marah itu dari Syaithon - Segeralah berwudhu - Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي، قَالَ : لاَ تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَاراً، قَالَ: لاَ تَغْضَبْ
[
رواه البخاري]
 
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Berilah wasiat kepadaku”. Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Janganlah engkau mudah marah”. Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. Sabda beliau : “Janganlah engkau mudah marah”.[HR.Bukhari)

6. OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA
 
Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqomah dan bekerja keras, serta tawakal kepada Allah SWT
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصاً وَتَرُوحُ بِطَاناً

Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)

7. TAK PERNAH IRI HATI

Untuk menjaga stabilitas hati & kesehatan jiwa, mentalitas maka menjauhi iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat.
 
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 
وَلاَ تَحَاسَدُوا ، وَلاَ تَبَاغَضُوا ، وَلاَ تَدَابَرُوا ، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا

Janganlah kalian saling hasad (iri), janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling membelakangi (saling mendiamkan/ menghajr). Jadilah kalian bersaudara, wahai hamba Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Semoga saya dan kita semua mampu meniru , meneladanin perilaku Rosulullah SAW.
Selasa, 22 Oktober 2013

Di Dukung Kemenag Wujudkan Kerukunan Hidup Antar Agama

Dengan semangat persatuan dan kesatuan bangsa untuk mewujudkan NKRI tetap terwujud, Alhamdulillah atas inisiatif Kementrian Agama (Kemenag) Sidoarjo dan dukungannya, kemarin 21 Oktober 2013 telah terjadi kesepakatan untuk mewujudkan Kerukunan Hidup Antar Agama.

Dalam acara tersebut selain dihadiri dari pengurus agama Kristen, Hindu, Budha, Islam, dan Ormas-ormas lainnya seperti NU, Muhammadiyah dan LDII dan juga ikut juga di dalam acara tersebut dari pihak MUI dan FKUB Sidoarjo.

Dari LDII yang diwakili langsung oleh Ketua LDII Sidoarjo Ir. H. Rony Romandhawira, MM mengusulkan di dalam acara tersebut bahwa sebaiknya acara yang cukup strategis dan sangat baik ini perlu diteruskan dan didukung agar Kerukunan Hidup Antar Agama betul-betul terwujud tidak hanya retorika atau wacana saja.

Tidak ada salahnya kita lihat hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh salah satu perguruan tinggi tentang Kerukunan Hidup Antar Agama di negara kita yang dimuat dalam
http://ikanurj.blogspot.com/2013/01/kerukunan-umat-beragama.html

Hidup berdampingan dengan orang lain berarti harus mau menerima setiap kondisi yang terjadi di antara orang termasuk dalam perbedaan agama. Karena dalam kenyataannya orang di sekitar kita itu berbeda agamanya, karena setiap orang memiliki hak untuk memilih agamanya masing – masing.

Di Indonesia sendiri saja ada beberapa agama seperti agama Kristen, Konghucu, Hindu, Budha, Khatolik dan islam, Kerukunan umat beragama sangat penting dalam suatu masyarakat.

Kerukunan umat bragama yaitu hubungan sesama umat beragama yang dilandasi dengan toleransi, saling pengertian, saling menghormati, saling menghargai dalam kesetaraan pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan masyarakat.

Toleransi agama adalah suatu sikap saling pengertian dan mengahargai tanpa adanya paksaan dalam hal apapun, khususnya dalam hal agama.

Departemen agama juga menjadikan kerukunan antar umat beragama sebagai tujuan pembangunan nasional bangsa Indonesia yang diarahkan dalam tiga bentuk yaitu:
a) Kerukunan intern umat beragama.
b) Keukunan antar umat beragama.
c) Kerukunan antar umat beragama dengan pemerinatah.

A. Wujud kerukunan Umat Beragama
Dalam beragama dapat diwujudkan dengan beberapa sifat yaitu
1. Saling tenggang rasa.
2. Saling menghargai.
3. Toleransi antar umat beragama
4. Tidak memaksakan seseorang untuk memeluk agama tertentu
5. Melaksanakan ibadah sesuai agamanya,
6. Mematuhi peraturan keagamaan baik dalam Agamanya maupun peraturan
Negara atau Pemerintah.

B. Macam – macam kerukunan dalam umat beragama
1.Kerukunan antar pemeluk agama yang sama yaitu suatu bentuk kerukunan yang terjalin antar masyarakat penganut suatu agama.
2. Kerukunan antar umat beragama lain yaitu suatu bentuk kerukunan yang terjalin antar masyarakat yang memeluk agama berbeda – beda.

Bagaimana Menjaga KerukunanUmat Beragama
1. Menjunjung tinggi rasa toleransi antar umat beragama, baik sesama antar pemeluk agama yang sama maupun yanag berbeda
2. Selalu siap membantu sesame
3. Menghormati orang lain
4. Menyelesaikan masalah dengan kepala dingin

Ada beberapa cara menjaga sekaligus mewujudkan kerukunan hidup antar umat beragama antara lain:
1. Menghilangkan perasaan curiga atau permusuhan terhadap pemeluk agama lain
2. Jangan menyalahkan agama seseorang apabila dia melakukan kesalahan tetapi salahkan orangnya.
3. Biarkan umat lain melaksanakan ibadahnya jangan mengganggu umat lain yang sedang beribadah.
4. Hindari diskriminasi terhadap agama lain.

Kendala – kendala dalam mewujudkan kerukunan antar umat beragama
1. Rendahnya Sikap Toleransi
Menurut Dr. Ali Masrur, M.Ag, salah satu masalah dalam komunikasi antar agama sekarang ini, khususnya di Indonesia, adalah munculnya sikap toleransi malas-malasan (lazy tolerance) sebagaimana diungkapkan P. Knitter.

2. Kepentingan Politik
Bisa saja sebuah kerukunan antar agama telah dibangun dengan bersusah payah selama bertahun-tahun atau mungkin berpuluh-puluh tahun, dan dengan demikian kita pun hampir memetik buahnya. Namun tiba-tiba saja muncul kekacauan politik yang ikut memengaruhi hubungan antaragama dan bahkan memorak-porandakannya seolah petir menyambar yang dengan mudahnya merontokkan “bangunan dialog” yang sedang kita selesaikan.

3. Sikap Fanatisme yang berlebihan

Solusi – solusi dari kendala – kendala tersebut yaitu
1. Dialog Antar Pemeluk Agama
2. Bersikap Optimis

Dalam memantapkan kerukunan hidup umat beragama perlu dilakukan suatu upaya-upaya yang mendorong terjadinya kerukunan hidup umat beragama secara lebih baik dalam bentuk :
1. Memperkuat dasar-dasar kerukunan internal dan antar umat beragama, serta antar umat beragama dengan pemerintah.

2. Membangun harmoni sosial dan persatuan nasional dalam bentuk upaya mendorong dan mengarahkan seluruh umat beragama untuk hidup rukun dalam bingkai teologi dan implementasi dalam menciptakan kebersamaan dan sikap toleransi.

3. Menciptakan suasana kehidupan beragama yang kondusif dalam rangka memantapkan pendalaman dan penghayatan agama serta pengamalan agama yang mendukung bagi pembinaan kerukunan hidup intern dan antar umat beragama.

4. Melakukan eksplorasi secara luas tentang pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dari seluruh keyakinan plural umat manusia yang fungsinya dijadikan sebagai pedoman bersama dalam melaksanakan prinsip-prinsip berpolitik dan berinteraksi sosial satu sama lainnya dengan memperlihatkan adanya sikap keteladanan.

5. Melakukan pendalaman nilai-nilai spiritual yang implementatif bagi kemanusiaan yang mengarahkan kepada nilai-nilai Ketuhanan, agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan nilai-nilai sosial kemasyarakatan maupun sosial keagamaan.

6. Menempatkan cinta dan kasih dalam kehidupan umat beragama dengan cara menghilangkan rasa saling curiga terhadap pemeluk agama lain, sehingga akan tercipta suasana kerukunan yang manusiawi tanpa dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu.

7. Menyadari bahwa perbedaan adalah suatu realita dalam kehidupan bermasyarakat, oleh sebab itu hendaknya hal ini dijadikan mozaik yang dapat memperindah fenomena kehidupan beragama.

Adapun langkah-langkah yang harus diambil dalam memantapkan kerukunan hidup umat beragama, diarahkan kepada 4 (empat) strategi yang mendasar yakni :

1. Para pembina formal termasuk aparatur pemerintah dan para pembina non formal yakni tokoh agama dan tokoh masyarakat merupakan komponen penting dalam pembinaan kerukunan antar umat beragama.

2. Masyarakat umat beragama di Indonesia yang sangat heterogen perlu ditingkatkan sikap mental dan pemahaman terhadap ajaran agama serta tingkat kedewasaan berfikir agar tidak menjurus ke sikap primordial.

3. Peraturan pelaksanaan yang mengatur kerukunan hidup umat beragama perlu dijabarkan dan disosialisasikan agar bisa dimengerti oleh seluruh lapisan masyarakat, dengan demikian diharapkan tidak terjadi kesalahpahaman dalam penerapan baik oleh aparat maupun oleh masyarakat, akibat adanya kurang informasi atau saling pengertian diantara sesama umat beragama.

4. Perlu adanya pemantapan fungsi terhadap wadah-wadah musyawarah antar umat beragama untuk menjembatani kerukunan antar umat beragama.


Jumat, 18 Oktober 2013

RENUNGAN JASA IBU



RENUNGKANLAH........

Ketika kita lapar, tangan ibu yang menyuapi. 

Ketika kita haus, tangan ibu yang memberi minuman. 
Ketika kita menangis, tangan ibu yang mengusap air mata. 
Ketika kita gembira, tangan ibu yang menadah syukur, memeluk kita erat dengan deraian air mata bahagia.

 


Ketika kita mandi, tangan ibu yang meratakan air ke seluruh badan, membersihkan segala kotoran. 
Ketika kita dilanda masalah, tangan ibu yang membelai duka sambil berkata, "Sabar nak, sabar ya sayang."

 

NAMUN.......

Ketika ibu sudah tua dan kelaparan, tiada tangan dari anak yang menyuapi. 

Dengan tangan yang gemetar, ibu menyuapkan sendiri makanan ke mulutnya dengan linangan air mata.
Ketika ibu sakit, dimana tangan anak yang ibu harapkan dapat merawat ibu yang sedang sakit?

Ketika nyawa ibu terpisah dari jasad. 

Ketika jenazah ibu hendak dimandikan, 
Dimana tangan anak yang ibu harapkan untuk menyirami jenazah ibu untuk terakhir kali.

Tangan ibu, tangan ajaib. 

Sentuhan ibu, sentuhan kasih, dapat membawa ke Surga Firdaus.
Lewat berbakti kepadamu lah jalan menuju surga Tuhanku.
 

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
 

« رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ». قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ »
 

"Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina." Ada yang bertanya, "Siapa, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, ”(Sungguh hina) seorang yang mendapati kedua orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk surga."(HR. Muslim)

Dari Abdullah bin ’Umar, ia berkata,

 
رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ وَ سَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ
 

"Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua." ( Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan jika sampai pada sahabat, namun shahih jika sampai pada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam)


Mari kita berbakti sebesar-besarnya untuk orang tua kita jika orang tua kita masih hidup, jangan sampai kita menyakitinya.

Dan Mari kita do'akan orang tua kita setinggi-tingginya semoga beliaunya mendapat ampunan sebesar-besarnya dari Alloh SWT atas segala dosa-dosanya, diterima amalan-amalan baiknya dan mendapatkan surga setinggi-tingginya di sisi Alloh SWT. 
Amin....amin......Ya robbal 'alamiin.

Mau lihat detail nasehatnya? Yuk... kita klik disini....




 
Selasa, 15 Oktober 2013

BERQURBAN : KEIKLASAN DAN KETAKWAAN



ﺍﻠﺴﻼ ﻢ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻮﺮﺤﻤﺔ ﺍﻠﻠﻪ ﻮﺒﺮ ﻛﺎ ﺘﻪ
١ﻠﺤﻤﺪ ﻠﻠﻪ ﺮﺐ١ﻠﻌﻠﻤﻴﻦ. ١ﺸﻬﺪ١ﻦﻻ١ﻠﻪ١ﻻ١ﻠﻠﻪ ﻭ١ﺸﻬﺪ١ﻦ ﻤﺤﻤﺪ١
١ﻠﺮﺴﻭﻞ١ﻠﻠﻪ ﺻﻠﻰ١ﻠﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺴﻠﻢ. ١ﻠﻠﻪ ١ﻛﺒﺮ, ١ﻠﻠﻪ ١ﻛﺒﺮ, ١ﻠﻠﻪ
١ﻛﺒﺮ- ﻻ١ﻠﻪ١ﻻ١ﻠﻠﻪ ﻫﻭ١ﻠﻠﻪ١ﻛﺒﺮ- ١ﻠﻠﻪ١ﻛﺒﺮ ﻭﻠﻠﻪ١ﻠﺤﻤﺪ-

Saudara-saudara kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia
Tiada kata yang indah pada hari raya Idul Adha ini selain mengucapkan puji syukur Alhamdulillahirobbil’alamiin atas perkenan Allah yang telah memberikan dan melimpahkan kepada kita semua rahmat, taufik, dan hidayah-Nya. 

Pada pagi hari ini, kita berkumpul kembali menunaikan Sunah Rosul sebagaimana yang dicontohkan oleh Rosulullah SAW semasa beliau masih hidup yaitu melaksanakan sholat idhul Adha secara berjamaah, yang kemudian dilanjutkan dengan menyembelih hewan qurban, sebagaimana sabda Rosullulloh SAW. dalam Hadist Abi Dawud:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

Artinya:  Rosul bersabda, “Tiada hari beramal kebaikan yang lebih dicintai oleh Allah dari pada hari ini yaitu yang dimaksud hari tanggal 10 Dzulhijah,  bertanya mereka  sahabat, “Ya Rosul Apakah bukan jihad fi sabilillah? Rosul menjawab, bukan jihad fi sabilillah, melainkan seseorang yang  keluar dengan membawa diri dan hartanya dan tidak kembali (mati dalam Sabilillah).”
Dalam kesempatan yang berbahagia ini, sangatlah tepat bila kita menyerukan khususnya pada diri kita masing-masing dan umumnya bagi umat islam untuk dapatnya menunaikan ibadah qurban sebagai menetapi firman Allah dalam Al-quran Surat Al-Kautsar: 1-3 yang berbunyi:


Artinya : Sesungguhnya telah kuberikan kepadamu (Muhammad) telaga Kautsar, maka dirikanlah Sholat karena Tuhanmu dan menyembelihlah Qurban, sesungguhnya orang-orang yang benci kepadamu, niscaya mereka akan putus amal kebaikannya.

Saudara-saudara kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia
Hari raya Idul Adha yang juga sering disebut dengan hari raya Qurban merupakan kegiatan ibadah yang sarat dengan nilai-nilai religius tinggi karena bermula dari ujian dan cobaan yang sangat berat dari Allah SWT terhadap  nabi-Nya yaitu Nabi Ibrahim A.S dan Ismail A.S.
Banyak contoh yang dapat kita ambil hikmahnya dari perjalanan nabi Ibrahim dan Ismail A.S. dalam melaksanakan perintah ibadah dari Allah SWT, nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah SWT agar membawa istrinya yang bernama Siti Hajar  yang saat itu dalam keadaan hamil tua untuk ditempatkan seorang diri di tengah bukit batu yang tandus dan kering- kerontang tanpa adanya bekal apapun. Dan singkat cerita setelah bayi itu lahir, kurang lebih tujuh tahun kemudian Nabi Ibrahim mendapat perintah untuk mendatangi keluarga yang telah ditinggalkan tersebut dan kemudian supaya menyembelih Ismail putera satu-satunya, sebagai pengorbanan terhadap Allah SWT. Sepintas terlintas dibenak kita, bahwa sebagai manusia, perintah itu tidak mugkin dapat dilaksanakan karena tidak dapat diterima secara  akal atau nalar oleh siapapun yang mendengar perintah tersebut.

Sebenarnya yang ingin dicapai dari ibadah qurban adalah keikhlasan dan ketakwaan, dan bukan hanya daging atau darahnya. Allah Ta’ala berfirman,

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. Al Hajj: 37)

Perlu kita ingat bahwa bukanlah yang dimaksudkan hanyalah menyembelih saja dan yang Allah harap bukanlah daging dan darah qurban tersebut karena Allah tidaklah memerlukan dan melihat pada segala sesuatu. Tetapi yang Allah harapkan dari qurban adalah keikhlasan, ihtisab (selalu mengharap-harap pahala dari-Nya) dan niat yang sholih.

Oleh karena itu, Allah berfirman (yang artinya), “ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapai ridho-Nya”. Inilah yang seharusnya menjadi motivasi ketika seseorang berqurban yaitu ikhlas, bukan riya’ atau berbangga dengan harta yang dimiliki, dan bukan pula menjalankannya karena sudah jadi rutinitas tahunan.

Alhamdulillah dalam Idul Adha tahun ini DPD LDII Kabupaten Sidoarjo telah berhasil menyiapkan sebanyak 30 titik tempat sholat Ied untuk masyarakat Sidoarjo dengan keadaan aman dan lancar dan telah melakukan penghimpunan, penyembelihan dan pembagian hewan kurban sebanyak 324 ekor sapi dan 250 ekor kambing. Ini semua merupakan berkat dukungan yang luar biasa dari masyarakat Sidoarjo dan keridloan dari Alloh SWT.


Minggu, 27 Oktober 2013

Membina Rumah Tangga Harmonis



Rumah tangga yang bahagia dan harmonis merupakan idaman bagi setiap orang iman. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah memberi teladan kepada kita, mengenai cara membina keharmonisan rumah tangga. Sungguh pada diri Rasulullah itu terdapat teladan yang paling baik. Dan seorang suami harus menyadari, bahwa dalam rumahnya itu ada pahlawan di balik layar, pembawa ketenangan dan kesejukan, yakni sang istri. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

الدُّنْيَا كُلُّهَا مَتَاعٌ, وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الزَّوْجَةُ الصَّالِحَةُ

Dunia itu penuh dengan kenikmatan. Dan sebaik-baik kenikmatan dunia yaitu istri yang shalihah.(Hr.Bukhori)

 
Kita mungkin ngak percaya kalau ada pasangan suami istri mengaku belum pernah terlibat cekcok rumah tangga. Tak peduli kondisi ekonomi mereka mapan, pasangan mereka cantik/tampan, mempesona hatinya, baik, ndak macam-macam kelakuannya, dsb.

Semoga 10 tips di  bawah dapat memberikan manfaat untuk pasangan dan keluarga yang kita bina, selamat menyimak:

 1. Jujur, terbuka, jangan disimpan

Mungkin anak SD saja  tahu kalau mau jadi pengusaha itu harus jujur. Kejujuran bukan sebatas menggantung di lidah, nah... mampukah kita mewujudkan setiap saat indahnya makna dari kejujuran?
Sebagian pasangan menganggap "masa bodo" apa yg sudah/sedang terjadi. Namun, kita yakin sebagian besar pasangan ingin mengetahui banyak apa yg sebenarnya terjadi.

So, belajarlah untuk selalu jujur, terbuka, jangan PMT (Pendam, Malu, Takut), juga harus siap menerima resiko pahit-manisnya buah kejujuran.

2. Wajib saling percaya

Umumnya, rasa saling percaya hilang disebabkan oleh salah satu karakter negatif pasangan, antara lain: suka menyembunyikan sesuatu, suka berbohong, bahkan pernah memergoki pasangan berbuat ndak wajar: antara lain: sms-an, teleponan dengan lawan jenis, kongkow ala anak ABG, balas inbox Facebook/Twitter lawan jenis, dsb.

So, buktikanlah setiap saat kalian mampu bersikap sewajarnya, apa adanya dan ndak di buat-buat. Ingat, serapat-rapatnya ikan disimpan ditempat paling tersembunyi sekalipun, bau amisnya bakalan tercium.

3. Bukan karena cinta, tapi lebih ke komitmen

Nah, kenapa bukan karena cinta semata? Alasannya sederhana kok, coba tanya kenapa kakek nenek kita bahwa kelihatannya oke-oke saja rumah tangganya. Padahal, sering kali dihantui rasa bosan. Nah, kalau kita bisa nebak jawabannya adalah sebuah komitmen baja. Tanamkan sugesti positif kita ketika membuat keputusan pertama kali menikah maka itulah keputusan tepat.

Yah, membuat keputusan sangatlah mudah, bahkan semudah membalikkan telapak tangan tentunya. Namun, menjaga sebuah komitmen untuk tetap setia butuh perjuangan, pengorbanan, konsisten.

So, Camkan selalu, melalui rintangan plus kesulitanlah justru pernikahan akan semakin dewasa terasah, sempurna and membawa kebahagiaan sejati.

4. Rencanakan masa depan: keuangan bersama

Berbicara mengenai perencanaan keuangan keluarga (suami-istri) sama halnya berbicara mengenai masa depan keluarga sendiri. Terlebih, buat pasangan baru menikah. Mereka bukan lagi hidup membujang, kondisi berbeda setelah berkeluarga memerlukan perencanaan keuangan melalui kesepakatan bersama.

Perencanaan keuangan keluarga diantaranya tabungan bersama, investasi (asuransi atau obligasi), pendapatan, pengeluaran maupun kemungkinan dalam kondisi terdesak mengenai peminjaman uang produktif (non konsumtif) perlu dipertimbangkan bersama pula.

Misalnya, salah satu pasangan memutuskan membuka usaha kecil-kecilan maka penentuan bidang usaha, penentuan lokasi, manajamen keuangan, pengangkatan karyawan, dsb. harus pula disepakati berdua.

5. Hindari hal yang tidak disukai pasangan

Jika kalian sudah belajar bersikap saling terbuka & jujur pastinya kita akan mengetahui, memahami apa-apa hal tidak disukai pasangan. Misalnya, boleh jadi kita mengawali pernikahan atau kenal dgn pasangan diawali melalui sesuatu kurang baik, namun belakangan salah satu pasangan kita berubah total menjadi agak religi.

So otomatis ia menginginkan pasangannya (minimal) tanpa melanggar aturan-aturan agamanya. Apalagi, istri di rumah mampu menghidupkan suasana rumahnya sebagai sarana mengingat Alloh. Kalau perlu bentuk undang-undang (peraturan) dalam rumah tangga secara tegas.

6. Sediakan waktu luang bersama

Jika kita termasuk pasangan sibuk, cobalah menyediakan waktu luang setiap saat berdua. Waktu luang ini dapat digunakan pergi ke suatu tempat kalian suka, melakukan hobi, melakukan aktivitas secara bersama.

Misalnya, beribadah bersama, ajak makan di luar rumah, eksperimen buat menu masakan baru berdua di rumah, mandi bareng, dsb. Intinya lewat waktu luang, kita dapat lebih memahami pasangan masing-masing, kalau sudah saling memahami kita akan terhindar kemungkinan buruk perceraian terjadi.

7. Berbagi tugas: pekerjaan, pengurusan anak.

Umumnya, suami berada diluar rumah mencari nafkah rejeki buat mencukupi kebutuhan anak-istri. Sebaliknya, istri diutamakan bisa mengurusi hal-hal rumah tangga termasuk pengurusan anak-anak mereka.

Kadang istri tipe manja & posesif, apalagi pasangan baru nikah condong memilih menghindar mengurusi anak sendirian di rumah. Alasannya, mending cari pembantu atau saudara saja yang ngurusi anak, sehingga ia "istri" dapat mengontrol sekaligus suami diluar (bekerja, usaha) maupun anak di rumah.

Diperlukan ketegasan and komunikasi intens pasangan agar dapat bertindak saling kooperatif. Idealnya, masalah di dalam rumah adalah istri ahlinya-ratunya, jika istri dirasa sulit mengurusi anak, ia bisa bertanya ke ibu maupun salah satu kerabat mereka. Begitupun permasalahan di luar mencari nafkah adalah suami ahlinya-rajanya. Serahkan dan percayakanlah segala sesuatu pada ahlinya.

8. Dengarkan keluhan pasangan

Sebenarnya, menyediakan waktu luang bersama serta sikap jujur, terbuka diharapkan terselip waktu buat berbagi, juga mendengarkan keluhan masing-masing pasangan. Namun, seringkali ada sesuatu unek-unek mendadak, unek-unek belum sempat terselesaikan tuntas harus segera disampaikan kembali. Cari kembali waktu tepat seperti dikala mau tidur setelah anak tertidur. Jika pasangan dirasa lelah seharian bekerja cari waktu di pagi hari, sempatkanlah waktu minimal 10 menit - 30 menit mengutarakannya.

9. Bicarakan seks

Seks bersama pasangan suami-istri seringkali ampuh mengatasi masalah tanpa masalah. Maksudnya, tanpa disadari sepelik apapun permasalahan rumah tangga ternyata mampu diatasi hanya dgn hubungan intim yg sensasional.

Membicarakan seks terkadang menjadi hal sangat kurang nyaman bagi beberapa pasangan, bahkan bagi pasangan sudah menikah bertahun-tahun sekalipun. Padahal, bagi suami seks membuatnya merasa sangat nyaman, tenang plus lebih bahagia.

Menjadi istri harus tampil percaya diri. Suami sangat suka melakukan seks dengan istri yang mungkin tidak sempurna namun percaya diri bahwa dirinya adalah sosok paling cantik. Jadi, bagi istri masalah ini dianggap sepele, mereka agak mementingkan komunikasi intim pasangan.

Lain halnya bagi suami bila kurang terpenuhi ia akan mudah marah, merasa kurang dicintai, kurang dipercaya, dsb.

So, biasakanlah selalu bicarakan seks setiap saat, jangan hanya setiap kali ada masalah. Nah, lebih baik terlambat daripada tidak melakukan seks sama sekali.

10. Qana'ah plus bersyukur

Qana'ah artinya sikap rela menerima & merasa cukup atas hasil yang diusahakannya serta menjauhkan diri dari rasa ketidakpuasan perasaan akan kekurangan. Sesungguhnya hanya mereka yg memiliki iman mampu bersikap merasa "beruntung" memiliki pasangannya. Tidak ada jaminan satupun bahwa harta (materi) dapat menjaga keutuhan rumah tangga mereka.

Materi masih bisa dicari tapi mempertahankan komitmen cinta sejati butuh tekad perjuangan serta pengorbanan sangat kuat kedua belah pihak. Contoh, artis, pejabat bahkan tetangga kita kelihatannnya hidupnya berkecukupan (minimal mobil & rumah punya), tapi rumah tangganya malah berantakan juga.

Sebaliknya, mereka biasa-biasa saja materinya tapi mampu mempertahankan rumah tangganya bak kisah cinta ala Romeo and Juliet. Godaan terbesar memang ada di benak para istri merasa belum tercukupi. Alangkah indahnya bila istri bisa mendorong suami supaya bekerja giat lagi & cerdas tentunya demi mencari sesuap "berlian."

Saya jadi teringat cerita nyata dari China (lupa lagi sumbernya), dimana kekuatan cinta sejati, qanaah (berasa beruntung), bersyukur plus komitmen "baja" mampu menguatkan rumah tangganya sampai akhir hayat hidup. Padahal, pernikahan mereka gak pernah mendapatkan restu kedua orang tua, sehingga ia berdua rela sampai mati hidup di gunung beranak pinak hingga hembusan napas terakhir.

Rabu, 23 Oktober 2013

HIDUP SEHAT ALA RASULULLAH SAW

Di jaman modern seperti sekarang kadang kita sering lupa dengan tauladan yang telah diberikan oleh Nabi kita Muhammad SAW dalam menjalankan hidup sehat dan murah, kita sering hanya percaya kepada saran-saran dari orang-orang di sekitar kita yang justru kadang kita tidak sadar dan lupa bahwa saran tersebut ternyata membawa dampak yang luas secara finasial maupun fisik kita.

Nah, sebagai orang muslim kita harus percaya juga apa yang telah disampaikan dan di contohkan oleh Nabi kita Muhammad SAW dalam menjalankan kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, yang hasilnya ternyata bermanfaat untuk kita ketika kita masih hidup di dunia maupun di akhirat:

1. SELALU BANGUN SEBELUM SUBUH

Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun malam, sebelum subuh, melaksanakan sholat sunah dan sholat Fardhu,sholat subuh berjamaah. Hal ini memberi hikmah yg mendalam antara lain : - Berlimpah pahala dari Allah - Kesegaran udara subuh yg bagus utk kesehatan/ terapi penyakit - Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan.
 
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
 
عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَإِنَّ قِيَامَ اللَّيْلِ قُرْبَةٌ إِلَى اللَّهِ، وَمَنْهَاةٌ عَنْ الإِثْمِ، وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ، وَمَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنِ الجَسَدِ

Hendaklah kalian mengerjakan sholat malam, karena itu merupakan kebiasaan orang sholeh sebelum kalian, mendekatkan diri kepada Allah, mencegah dari perbuatan dosa, menghapus keburukan, dan mencegah penyakit dari badan.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Hakim)

2. AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN

Rasul selalu senantiasa rapi & bersih, tiap hari kamis atau Jumaat beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi.

عن ابن عمر رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال: طهروا هذه الأجساد طهركم الله فإنه ليس عبد يبيت طاهرا إلا بات معه ملك في شعاره لا ينقلب ساعة من الليل إلا قال : اللهم اغفر لعبدك فإنه بات طاهرا.

“Abdullah bin Umarradhiyallahu ‘anhuma berkata: “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “
Bersihkanlah jasad-jasad ini semoga Allah membersihkan kalian, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba bermalam suatau malam dalam keadaan suci melainkan seorang malaikat akan bermalam bersamanya di dalam selimutnya, tidaklah dia bergerak pada suatu waktu dari malam melainkan malaikat itu berdoa: “Wahai Allah, ampunilah untuk hamba-Mu sesungguhnya dia tidur malam dalam keadaan suci.” (HR. Thabrani)

3.TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN

Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda : Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan.Bahkan ada satu tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dengan adanya Puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan
 
عن المقدام بن معدي كرب اَنَّ رَسُولَ الله صلى الله عليه وسلم قال: مَا مَلاَءَ اَدَمِيُّ وِعَاءَ شَرًّا مِنْ بَطْنِهِ, بِحَسْبِ ابْنِ اَدَمَ لُقَيْمَةٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَاِنْ كَانَ لاَمحَاَلةَ فَاعِلًا فَثُلُثٌ لِطَعَامِه وثُلُثٌ لِشَرَا بِه وثُلُثٌ لِنَفْسِه ( رواه الترمذى وابن حبان )
 
Dari miqdam bin ma’dikariba sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:“Tidaklah seorang anak Adam mengisi sesuatu yang lebih buruk dari perutnya sendiri , cukuplah bagi anak adam beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya, jikapun ingin berbuat lebih, maka sepertiga untuk makanan dan sepertiga untuk minum dan sepertiga lagi untuk nafasnya. ( HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

4. GEMAR BERJALAN KAKI
 
Rasul selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya. Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir,pori-pori terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung
 
Nabi Muhammad SAW dikenal memiliki kebiasaan berjalan kaki, sebagaimana ditunjukkan sebuah hadits dari Abu Hurairah RA, dia berkata,
 
“Aku belum pernah melihat orang yang lebih baik dan lebih tampan daripada Rasulullah; roman mukanya secemerlang matahari, juga tidak pernah melihat orang yang secepat beliau. Seolah-olah bumi ini digulung oleh langkah-langkah beliau ketika sedang berjalan. Walaupun kami berusaha untuk mengimbangi jalan beliau. Tapi beliau tampaknya seperti berjalan santai saja.”

5. TIDAK PEMARAH

“Jangan Marah”diulangi sampai 3 kali. Ini menunujukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatanjiwa. Ada terapi yang tepat untuk menahan marah : - Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring - Membaca Ta ‘awwudz, karena marah itu dari Syaithon - Segeralah berwudhu - Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي، قَالَ : لاَ تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَاراً، قَالَ: لاَ تَغْضَبْ
[
رواه البخاري]
 
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Berilah wasiat kepadaku”. Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Janganlah engkau mudah marah”. Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. Sabda beliau : “Janganlah engkau mudah marah”.[HR.Bukhari)

6. OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA
 
Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqomah dan bekerja keras, serta tawakal kepada Allah SWT
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصاً وَتَرُوحُ بِطَاناً

Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)

7. TAK PERNAH IRI HATI

Untuk menjaga stabilitas hati & kesehatan jiwa, mentalitas maka menjauhi iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat.
 
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 
وَلاَ تَحَاسَدُوا ، وَلاَ تَبَاغَضُوا ، وَلاَ تَدَابَرُوا ، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا

Janganlah kalian saling hasad (iri), janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling membelakangi (saling mendiamkan/ menghajr). Jadilah kalian bersaudara, wahai hamba Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Semoga saya dan kita semua mampu meniru , meneladanin perilaku Rosulullah SAW.

Selasa, 22 Oktober 2013

Di Dukung Kemenag Wujudkan Kerukunan Hidup Antar Agama

Dengan semangat persatuan dan kesatuan bangsa untuk mewujudkan NKRI tetap terwujud, Alhamdulillah atas inisiatif Kementrian Agama (Kemenag) Sidoarjo dan dukungannya, kemarin 21 Oktober 2013 telah terjadi kesepakatan untuk mewujudkan Kerukunan Hidup Antar Agama.

Dalam acara tersebut selain dihadiri dari pengurus agama Kristen, Hindu, Budha, Islam, dan Ormas-ormas lainnya seperti NU, Muhammadiyah dan LDII dan juga ikut juga di dalam acara tersebut dari pihak MUI dan FKUB Sidoarjo.

Dari LDII yang diwakili langsung oleh Ketua LDII Sidoarjo Ir. H. Rony Romandhawira, MM mengusulkan di dalam acara tersebut bahwa sebaiknya acara yang cukup strategis dan sangat baik ini perlu diteruskan dan didukung agar Kerukunan Hidup Antar Agama betul-betul terwujud tidak hanya retorika atau wacana saja.

Tidak ada salahnya kita lihat hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh salah satu perguruan tinggi tentang Kerukunan Hidup Antar Agama di negara kita yang dimuat dalam
http://ikanurj.blogspot.com/2013/01/kerukunan-umat-beragama.html

Hidup berdampingan dengan orang lain berarti harus mau menerima setiap kondisi yang terjadi di antara orang termasuk dalam perbedaan agama. Karena dalam kenyataannya orang di sekitar kita itu berbeda agamanya, karena setiap orang memiliki hak untuk memilih agamanya masing – masing.

Di Indonesia sendiri saja ada beberapa agama seperti agama Kristen, Konghucu, Hindu, Budha, Khatolik dan islam, Kerukunan umat beragama sangat penting dalam suatu masyarakat.

Kerukunan umat bragama yaitu hubungan sesama umat beragama yang dilandasi dengan toleransi, saling pengertian, saling menghormati, saling menghargai dalam kesetaraan pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan masyarakat.

Toleransi agama adalah suatu sikap saling pengertian dan mengahargai tanpa adanya paksaan dalam hal apapun, khususnya dalam hal agama.

Departemen agama juga menjadikan kerukunan antar umat beragama sebagai tujuan pembangunan nasional bangsa Indonesia yang diarahkan dalam tiga bentuk yaitu:
a) Kerukunan intern umat beragama.
b) Keukunan antar umat beragama.
c) Kerukunan antar umat beragama dengan pemerinatah.

A. Wujud kerukunan Umat Beragama
Dalam beragama dapat diwujudkan dengan beberapa sifat yaitu
1. Saling tenggang rasa.
2. Saling menghargai.
3. Toleransi antar umat beragama
4. Tidak memaksakan seseorang untuk memeluk agama tertentu
5. Melaksanakan ibadah sesuai agamanya,
6. Mematuhi peraturan keagamaan baik dalam Agamanya maupun peraturan
Negara atau Pemerintah.

B. Macam – macam kerukunan dalam umat beragama
1.Kerukunan antar pemeluk agama yang sama yaitu suatu bentuk kerukunan yang terjalin antar masyarakat penganut suatu agama.
2. Kerukunan antar umat beragama lain yaitu suatu bentuk kerukunan yang terjalin antar masyarakat yang memeluk agama berbeda – beda.

Bagaimana Menjaga KerukunanUmat Beragama
1. Menjunjung tinggi rasa toleransi antar umat beragama, baik sesama antar pemeluk agama yang sama maupun yanag berbeda
2. Selalu siap membantu sesame
3. Menghormati orang lain
4. Menyelesaikan masalah dengan kepala dingin

Ada beberapa cara menjaga sekaligus mewujudkan kerukunan hidup antar umat beragama antara lain:
1. Menghilangkan perasaan curiga atau permusuhan terhadap pemeluk agama lain
2. Jangan menyalahkan agama seseorang apabila dia melakukan kesalahan tetapi salahkan orangnya.
3. Biarkan umat lain melaksanakan ibadahnya jangan mengganggu umat lain yang sedang beribadah.
4. Hindari diskriminasi terhadap agama lain.

Kendala – kendala dalam mewujudkan kerukunan antar umat beragama
1. Rendahnya Sikap Toleransi
Menurut Dr. Ali Masrur, M.Ag, salah satu masalah dalam komunikasi antar agama sekarang ini, khususnya di Indonesia, adalah munculnya sikap toleransi malas-malasan (lazy tolerance) sebagaimana diungkapkan P. Knitter.

2. Kepentingan Politik
Bisa saja sebuah kerukunan antar agama telah dibangun dengan bersusah payah selama bertahun-tahun atau mungkin berpuluh-puluh tahun, dan dengan demikian kita pun hampir memetik buahnya. Namun tiba-tiba saja muncul kekacauan politik yang ikut memengaruhi hubungan antaragama dan bahkan memorak-porandakannya seolah petir menyambar yang dengan mudahnya merontokkan “bangunan dialog” yang sedang kita selesaikan.

3. Sikap Fanatisme yang berlebihan

Solusi – solusi dari kendala – kendala tersebut yaitu
1. Dialog Antar Pemeluk Agama
2. Bersikap Optimis

Dalam memantapkan kerukunan hidup umat beragama perlu dilakukan suatu upaya-upaya yang mendorong terjadinya kerukunan hidup umat beragama secara lebih baik dalam bentuk :
1. Memperkuat dasar-dasar kerukunan internal dan antar umat beragama, serta antar umat beragama dengan pemerintah.

2. Membangun harmoni sosial dan persatuan nasional dalam bentuk upaya mendorong dan mengarahkan seluruh umat beragama untuk hidup rukun dalam bingkai teologi dan implementasi dalam menciptakan kebersamaan dan sikap toleransi.

3. Menciptakan suasana kehidupan beragama yang kondusif dalam rangka memantapkan pendalaman dan penghayatan agama serta pengamalan agama yang mendukung bagi pembinaan kerukunan hidup intern dan antar umat beragama.

4. Melakukan eksplorasi secara luas tentang pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dari seluruh keyakinan plural umat manusia yang fungsinya dijadikan sebagai pedoman bersama dalam melaksanakan prinsip-prinsip berpolitik dan berinteraksi sosial satu sama lainnya dengan memperlihatkan adanya sikap keteladanan.

5. Melakukan pendalaman nilai-nilai spiritual yang implementatif bagi kemanusiaan yang mengarahkan kepada nilai-nilai Ketuhanan, agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan nilai-nilai sosial kemasyarakatan maupun sosial keagamaan.

6. Menempatkan cinta dan kasih dalam kehidupan umat beragama dengan cara menghilangkan rasa saling curiga terhadap pemeluk agama lain, sehingga akan tercipta suasana kerukunan yang manusiawi tanpa dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu.

7. Menyadari bahwa perbedaan adalah suatu realita dalam kehidupan bermasyarakat, oleh sebab itu hendaknya hal ini dijadikan mozaik yang dapat memperindah fenomena kehidupan beragama.

Adapun langkah-langkah yang harus diambil dalam memantapkan kerukunan hidup umat beragama, diarahkan kepada 4 (empat) strategi yang mendasar yakni :

1. Para pembina formal termasuk aparatur pemerintah dan para pembina non formal yakni tokoh agama dan tokoh masyarakat merupakan komponen penting dalam pembinaan kerukunan antar umat beragama.

2. Masyarakat umat beragama di Indonesia yang sangat heterogen perlu ditingkatkan sikap mental dan pemahaman terhadap ajaran agama serta tingkat kedewasaan berfikir agar tidak menjurus ke sikap primordial.

3. Peraturan pelaksanaan yang mengatur kerukunan hidup umat beragama perlu dijabarkan dan disosialisasikan agar bisa dimengerti oleh seluruh lapisan masyarakat, dengan demikian diharapkan tidak terjadi kesalahpahaman dalam penerapan baik oleh aparat maupun oleh masyarakat, akibat adanya kurang informasi atau saling pengertian diantara sesama umat beragama.

4. Perlu adanya pemantapan fungsi terhadap wadah-wadah musyawarah antar umat beragama untuk menjembatani kerukunan antar umat beragama.


Jumat, 18 Oktober 2013

RENUNGAN JASA IBU



RENUNGKANLAH........

Ketika kita lapar, tangan ibu yang menyuapi. 

Ketika kita haus, tangan ibu yang memberi minuman. 
Ketika kita menangis, tangan ibu yang mengusap air mata. 
Ketika kita gembira, tangan ibu yang menadah syukur, memeluk kita erat dengan deraian air mata bahagia.

 


Ketika kita mandi, tangan ibu yang meratakan air ke seluruh badan, membersihkan segala kotoran. 
Ketika kita dilanda masalah, tangan ibu yang membelai duka sambil berkata, "Sabar nak, sabar ya sayang."

 

NAMUN.......

Ketika ibu sudah tua dan kelaparan, tiada tangan dari anak yang menyuapi. 

Dengan tangan yang gemetar, ibu menyuapkan sendiri makanan ke mulutnya dengan linangan air mata.
Ketika ibu sakit, dimana tangan anak yang ibu harapkan dapat merawat ibu yang sedang sakit?

Ketika nyawa ibu terpisah dari jasad. 

Ketika jenazah ibu hendak dimandikan, 
Dimana tangan anak yang ibu harapkan untuk menyirami jenazah ibu untuk terakhir kali.

Tangan ibu, tangan ajaib. 

Sentuhan ibu, sentuhan kasih, dapat membawa ke Surga Firdaus.
Lewat berbakti kepadamu lah jalan menuju surga Tuhanku.
 

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
 

« رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ». قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ »
 

"Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina." Ada yang bertanya, "Siapa, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, ”(Sungguh hina) seorang yang mendapati kedua orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk surga."(HR. Muslim)

Dari Abdullah bin ’Umar, ia berkata,

 
رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ وَ سَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ
 

"Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua." ( Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan jika sampai pada sahabat, namun shahih jika sampai pada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam)


Mari kita berbakti sebesar-besarnya untuk orang tua kita jika orang tua kita masih hidup, jangan sampai kita menyakitinya.

Dan Mari kita do'akan orang tua kita setinggi-tingginya semoga beliaunya mendapat ampunan sebesar-besarnya dari Alloh SWT atas segala dosa-dosanya, diterima amalan-amalan baiknya dan mendapatkan surga setinggi-tingginya di sisi Alloh SWT. 
Amin....amin......Ya robbal 'alamiin.

Mau lihat detail nasehatnya? Yuk... kita klik disini....




 

Selasa, 15 Oktober 2013

BERQURBAN : KEIKLASAN DAN KETAKWAAN



ﺍﻠﺴﻼ ﻢ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻮﺮﺤﻤﺔ ﺍﻠﻠﻪ ﻮﺒﺮ ﻛﺎ ﺘﻪ
١ﻠﺤﻤﺪ ﻠﻠﻪ ﺮﺐ١ﻠﻌﻠﻤﻴﻦ. ١ﺸﻬﺪ١ﻦﻻ١ﻠﻪ١ﻻ١ﻠﻠﻪ ﻭ١ﺸﻬﺪ١ﻦ ﻤﺤﻤﺪ١
١ﻠﺮﺴﻭﻞ١ﻠﻠﻪ ﺻﻠﻰ١ﻠﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺴﻠﻢ. ١ﻠﻠﻪ ١ﻛﺒﺮ, ١ﻠﻠﻪ ١ﻛﺒﺮ, ١ﻠﻠﻪ
١ﻛﺒﺮ- ﻻ١ﻠﻪ١ﻻ١ﻠﻠﻪ ﻫﻭ١ﻠﻠﻪ١ﻛﺒﺮ- ١ﻠﻠﻪ١ﻛﺒﺮ ﻭﻠﻠﻪ١ﻠﺤﻤﺪ-

Saudara-saudara kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia
Tiada kata yang indah pada hari raya Idul Adha ini selain mengucapkan puji syukur Alhamdulillahirobbil’alamiin atas perkenan Allah yang telah memberikan dan melimpahkan kepada kita semua rahmat, taufik, dan hidayah-Nya. 

Pada pagi hari ini, kita berkumpul kembali menunaikan Sunah Rosul sebagaimana yang dicontohkan oleh Rosulullah SAW semasa beliau masih hidup yaitu melaksanakan sholat idhul Adha secara berjamaah, yang kemudian dilanjutkan dengan menyembelih hewan qurban, sebagaimana sabda Rosullulloh SAW. dalam Hadist Abi Dawud:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

Artinya:  Rosul bersabda, “Tiada hari beramal kebaikan yang lebih dicintai oleh Allah dari pada hari ini yaitu yang dimaksud hari tanggal 10 Dzulhijah,  bertanya mereka  sahabat, “Ya Rosul Apakah bukan jihad fi sabilillah? Rosul menjawab, bukan jihad fi sabilillah, melainkan seseorang yang  keluar dengan membawa diri dan hartanya dan tidak kembali (mati dalam Sabilillah).”
Dalam kesempatan yang berbahagia ini, sangatlah tepat bila kita menyerukan khususnya pada diri kita masing-masing dan umumnya bagi umat islam untuk dapatnya menunaikan ibadah qurban sebagai menetapi firman Allah dalam Al-quran Surat Al-Kautsar: 1-3 yang berbunyi:


Artinya : Sesungguhnya telah kuberikan kepadamu (Muhammad) telaga Kautsar, maka dirikanlah Sholat karena Tuhanmu dan menyembelihlah Qurban, sesungguhnya orang-orang yang benci kepadamu, niscaya mereka akan putus amal kebaikannya.

Saudara-saudara kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia
Hari raya Idul Adha yang juga sering disebut dengan hari raya Qurban merupakan kegiatan ibadah yang sarat dengan nilai-nilai religius tinggi karena bermula dari ujian dan cobaan yang sangat berat dari Allah SWT terhadap  nabi-Nya yaitu Nabi Ibrahim A.S dan Ismail A.S.
Banyak contoh yang dapat kita ambil hikmahnya dari perjalanan nabi Ibrahim dan Ismail A.S. dalam melaksanakan perintah ibadah dari Allah SWT, nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah SWT agar membawa istrinya yang bernama Siti Hajar  yang saat itu dalam keadaan hamil tua untuk ditempatkan seorang diri di tengah bukit batu yang tandus dan kering- kerontang tanpa adanya bekal apapun. Dan singkat cerita setelah bayi itu lahir, kurang lebih tujuh tahun kemudian Nabi Ibrahim mendapat perintah untuk mendatangi keluarga yang telah ditinggalkan tersebut dan kemudian supaya menyembelih Ismail putera satu-satunya, sebagai pengorbanan terhadap Allah SWT. Sepintas terlintas dibenak kita, bahwa sebagai manusia, perintah itu tidak mugkin dapat dilaksanakan karena tidak dapat diterima secara  akal atau nalar oleh siapapun yang mendengar perintah tersebut.

Sebenarnya yang ingin dicapai dari ibadah qurban adalah keikhlasan dan ketakwaan, dan bukan hanya daging atau darahnya. Allah Ta’ala berfirman,

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. Al Hajj: 37)

Perlu kita ingat bahwa bukanlah yang dimaksudkan hanyalah menyembelih saja dan yang Allah harap bukanlah daging dan darah qurban tersebut karena Allah tidaklah memerlukan dan melihat pada segala sesuatu. Tetapi yang Allah harapkan dari qurban adalah keikhlasan, ihtisab (selalu mengharap-harap pahala dari-Nya) dan niat yang sholih.

Oleh karena itu, Allah berfirman (yang artinya), “ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapai ridho-Nya”. Inilah yang seharusnya menjadi motivasi ketika seseorang berqurban yaitu ikhlas, bukan riya’ atau berbangga dengan harta yang dimiliki, dan bukan pula menjalankannya karena sudah jadi rutinitas tahunan.

Alhamdulillah dalam Idul Adha tahun ini DPD LDII Kabupaten Sidoarjo telah berhasil menyiapkan sebanyak 30 titik tempat sholat Ied untuk masyarakat Sidoarjo dengan keadaan aman dan lancar dan telah melakukan penghimpunan, penyembelihan dan pembagian hewan kurban sebanyak 324 ekor sapi dan 250 ekor kambing. Ini semua merupakan berkat dukungan yang luar biasa dari masyarakat Sidoarjo dan keridloan dari Alloh SWT.