وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Selasa, 15 Oktober 2013

BERQURBAN : KEIKLASAN DAN KETAKWAAN



ﺍﻠﺴﻼ ﻢ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻮﺮﺤﻤﺔ ﺍﻠﻠﻪ ﻮﺒﺮ ﻛﺎ ﺘﻪ
١ﻠﺤﻤﺪ ﻠﻠﻪ ﺮﺐ١ﻠﻌﻠﻤﻴﻦ. ١ﺸﻬﺪ١ﻦﻻ١ﻠﻪ١ﻻ١ﻠﻠﻪ ﻭ١ﺸﻬﺪ١ﻦ ﻤﺤﻤﺪ١
١ﻠﺮﺴﻭﻞ١ﻠﻠﻪ ﺻﻠﻰ١ﻠﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺴﻠﻢ. ١ﻠﻠﻪ ١ﻛﺒﺮ, ١ﻠﻠﻪ ١ﻛﺒﺮ, ١ﻠﻠﻪ
١ﻛﺒﺮ- ﻻ١ﻠﻪ١ﻻ١ﻠﻠﻪ ﻫﻭ١ﻠﻠﻪ١ﻛﺒﺮ- ١ﻠﻠﻪ١ﻛﺒﺮ ﻭﻠﻠﻪ١ﻠﺤﻤﺪ-

Saudara-saudara kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia
Tiada kata yang indah pada hari raya Idul Adha ini selain mengucapkan puji syukur Alhamdulillahirobbil’alamiin atas perkenan Allah yang telah memberikan dan melimpahkan kepada kita semua rahmat, taufik, dan hidayah-Nya. 

Pada pagi hari ini, kita berkumpul kembali menunaikan Sunah Rosul sebagaimana yang dicontohkan oleh Rosulullah SAW semasa beliau masih hidup yaitu melaksanakan sholat idhul Adha secara berjamaah, yang kemudian dilanjutkan dengan menyembelih hewan qurban, sebagaimana sabda Rosullulloh SAW. dalam Hadist Abi Dawud:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

Artinya:  Rosul bersabda, “Tiada hari beramal kebaikan yang lebih dicintai oleh Allah dari pada hari ini yaitu yang dimaksud hari tanggal 10 Dzulhijah,  bertanya mereka  sahabat, “Ya Rosul Apakah bukan jihad fi sabilillah? Rosul menjawab, bukan jihad fi sabilillah, melainkan seseorang yang  keluar dengan membawa diri dan hartanya dan tidak kembali (mati dalam Sabilillah).”
Dalam kesempatan yang berbahagia ini, sangatlah tepat bila kita menyerukan khususnya pada diri kita masing-masing dan umumnya bagi umat islam untuk dapatnya menunaikan ibadah qurban sebagai menetapi firman Allah dalam Al-quran Surat Al-Kautsar: 1-3 yang berbunyi:


Artinya : Sesungguhnya telah kuberikan kepadamu (Muhammad) telaga Kautsar, maka dirikanlah Sholat karena Tuhanmu dan menyembelihlah Qurban, sesungguhnya orang-orang yang benci kepadamu, niscaya mereka akan putus amal kebaikannya.

Saudara-saudara kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia
Hari raya Idul Adha yang juga sering disebut dengan hari raya Qurban merupakan kegiatan ibadah yang sarat dengan nilai-nilai religius tinggi karena bermula dari ujian dan cobaan yang sangat berat dari Allah SWT terhadap  nabi-Nya yaitu Nabi Ibrahim A.S dan Ismail A.S.
Banyak contoh yang dapat kita ambil hikmahnya dari perjalanan nabi Ibrahim dan Ismail A.S. dalam melaksanakan perintah ibadah dari Allah SWT, nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah SWT agar membawa istrinya yang bernama Siti Hajar  yang saat itu dalam keadaan hamil tua untuk ditempatkan seorang diri di tengah bukit batu yang tandus dan kering- kerontang tanpa adanya bekal apapun. Dan singkat cerita setelah bayi itu lahir, kurang lebih tujuh tahun kemudian Nabi Ibrahim mendapat perintah untuk mendatangi keluarga yang telah ditinggalkan tersebut dan kemudian supaya menyembelih Ismail putera satu-satunya, sebagai pengorbanan terhadap Allah SWT. Sepintas terlintas dibenak kita, bahwa sebagai manusia, perintah itu tidak mugkin dapat dilaksanakan karena tidak dapat diterima secara  akal atau nalar oleh siapapun yang mendengar perintah tersebut.

Sebenarnya yang ingin dicapai dari ibadah qurban adalah keikhlasan dan ketakwaan, dan bukan hanya daging atau darahnya. Allah Ta’ala berfirman,

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. Al Hajj: 37)

Perlu kita ingat bahwa bukanlah yang dimaksudkan hanyalah menyembelih saja dan yang Allah harap bukanlah daging dan darah qurban tersebut karena Allah tidaklah memerlukan dan melihat pada segala sesuatu. Tetapi yang Allah harapkan dari qurban adalah keikhlasan, ihtisab (selalu mengharap-harap pahala dari-Nya) dan niat yang sholih.

Oleh karena itu, Allah berfirman (yang artinya), “ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapai ridho-Nya”. Inilah yang seharusnya menjadi motivasi ketika seseorang berqurban yaitu ikhlas, bukan riya’ atau berbangga dengan harta yang dimiliki, dan bukan pula menjalankannya karena sudah jadi rutinitas tahunan.

Alhamdulillah dalam Idul Adha tahun ini DPD LDII Kabupaten Sidoarjo telah berhasil menyiapkan sebanyak 30 titik tempat sholat Ied untuk masyarakat Sidoarjo dengan keadaan aman dan lancar dan telah melakukan penghimpunan, penyembelihan dan pembagian hewan kurban sebanyak 324 ekor sapi dan 250 ekor kambing. Ini semua merupakan berkat dukungan yang luar biasa dari masyarakat Sidoarjo dan keridloan dari Alloh SWT.


Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

BERQURBAN : KEIKLASAN DAN KETAKWAAN



ﺍﻠﺴﻼ ﻢ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻮﺮﺤﻤﺔ ﺍﻠﻠﻪ ﻮﺒﺮ ﻛﺎ ﺘﻪ
١ﻠﺤﻤﺪ ﻠﻠﻪ ﺮﺐ١ﻠﻌﻠﻤﻴﻦ. ١ﺸﻬﺪ١ﻦﻻ١ﻠﻪ١ﻻ١ﻠﻠﻪ ﻭ١ﺸﻬﺪ١ﻦ ﻤﺤﻤﺪ١
١ﻠﺮﺴﻭﻞ١ﻠﻠﻪ ﺻﻠﻰ١ﻠﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺴﻠﻢ. ١ﻠﻠﻪ ١ﻛﺒﺮ, ١ﻠﻠﻪ ١ﻛﺒﺮ, ١ﻠﻠﻪ
١ﻛﺒﺮ- ﻻ١ﻠﻪ١ﻻ١ﻠﻠﻪ ﻫﻭ١ﻠﻠﻪ١ﻛﺒﺮ- ١ﻠﻠﻪ١ﻛﺒﺮ ﻭﻠﻠﻪ١ﻠﺤﻤﺪ-

Saudara-saudara kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia
Tiada kata yang indah pada hari raya Idul Adha ini selain mengucapkan puji syukur Alhamdulillahirobbil’alamiin atas perkenan Allah yang telah memberikan dan melimpahkan kepada kita semua rahmat, taufik, dan hidayah-Nya. 

Pada pagi hari ini, kita berkumpul kembali menunaikan Sunah Rosul sebagaimana yang dicontohkan oleh Rosulullah SAW semasa beliau masih hidup yaitu melaksanakan sholat idhul Adha secara berjamaah, yang kemudian dilanjutkan dengan menyembelih hewan qurban, sebagaimana sabda Rosullulloh SAW. dalam Hadist Abi Dawud:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

Artinya:  Rosul bersabda, “Tiada hari beramal kebaikan yang lebih dicintai oleh Allah dari pada hari ini yaitu yang dimaksud hari tanggal 10 Dzulhijah,  bertanya mereka  sahabat, “Ya Rosul Apakah bukan jihad fi sabilillah? Rosul menjawab, bukan jihad fi sabilillah, melainkan seseorang yang  keluar dengan membawa diri dan hartanya dan tidak kembali (mati dalam Sabilillah).”
Dalam kesempatan yang berbahagia ini, sangatlah tepat bila kita menyerukan khususnya pada diri kita masing-masing dan umumnya bagi umat islam untuk dapatnya menunaikan ibadah qurban sebagai menetapi firman Allah dalam Al-quran Surat Al-Kautsar: 1-3 yang berbunyi:


Artinya : Sesungguhnya telah kuberikan kepadamu (Muhammad) telaga Kautsar, maka dirikanlah Sholat karena Tuhanmu dan menyembelihlah Qurban, sesungguhnya orang-orang yang benci kepadamu, niscaya mereka akan putus amal kebaikannya.

Saudara-saudara kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia
Hari raya Idul Adha yang juga sering disebut dengan hari raya Qurban merupakan kegiatan ibadah yang sarat dengan nilai-nilai religius tinggi karena bermula dari ujian dan cobaan yang sangat berat dari Allah SWT terhadap  nabi-Nya yaitu Nabi Ibrahim A.S dan Ismail A.S.
Banyak contoh yang dapat kita ambil hikmahnya dari perjalanan nabi Ibrahim dan Ismail A.S. dalam melaksanakan perintah ibadah dari Allah SWT, nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah SWT agar membawa istrinya yang bernama Siti Hajar  yang saat itu dalam keadaan hamil tua untuk ditempatkan seorang diri di tengah bukit batu yang tandus dan kering- kerontang tanpa adanya bekal apapun. Dan singkat cerita setelah bayi itu lahir, kurang lebih tujuh tahun kemudian Nabi Ibrahim mendapat perintah untuk mendatangi keluarga yang telah ditinggalkan tersebut dan kemudian supaya menyembelih Ismail putera satu-satunya, sebagai pengorbanan terhadap Allah SWT. Sepintas terlintas dibenak kita, bahwa sebagai manusia, perintah itu tidak mugkin dapat dilaksanakan karena tidak dapat diterima secara  akal atau nalar oleh siapapun yang mendengar perintah tersebut.

Sebenarnya yang ingin dicapai dari ibadah qurban adalah keikhlasan dan ketakwaan, dan bukan hanya daging atau darahnya. Allah Ta’ala berfirman,

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. Al Hajj: 37)

Perlu kita ingat bahwa bukanlah yang dimaksudkan hanyalah menyembelih saja dan yang Allah harap bukanlah daging dan darah qurban tersebut karena Allah tidaklah memerlukan dan melihat pada segala sesuatu. Tetapi yang Allah harapkan dari qurban adalah keikhlasan, ihtisab (selalu mengharap-harap pahala dari-Nya) dan niat yang sholih.

Oleh karena itu, Allah berfirman (yang artinya), “ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapai ridho-Nya”. Inilah yang seharusnya menjadi motivasi ketika seseorang berqurban yaitu ikhlas, bukan riya’ atau berbangga dengan harta yang dimiliki, dan bukan pula menjalankannya karena sudah jadi rutinitas tahunan.

Alhamdulillah dalam Idul Adha tahun ini DPD LDII Kabupaten Sidoarjo telah berhasil menyiapkan sebanyak 30 titik tempat sholat Ied untuk masyarakat Sidoarjo dengan keadaan aman dan lancar dan telah melakukan penghimpunan, penyembelihan dan pembagian hewan kurban sebanyak 324 ekor sapi dan 250 ekor kambing. Ini semua merupakan berkat dukungan yang luar biasa dari masyarakat Sidoarjo dan keridloan dari Alloh SWT.