وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Rabu, 10 Juli 2013

Awas, Puasa Anda Bisa Batal!

Sumber: pengajian-ldii.net

(LDII) PuasaBulan Ramadhan ini setidaknya ada dua amalan pokok sebagai penghapus dosa-dosa orang beriman yaitu puasa dan shalat malam. Pengampunan dosa adalah hal yang paling diharapkan setiap umat manusia. Sebab siapa saja yang kelak menghadap Allah masih membawa dosa maka ia harus mampir ke neraka.
إِنَّهُ مَنْ يَأْتِ رَبَّهُ مُجْرِمًا فَإِنَّ لَهُ جَهَنَّمَ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَى (74)
Sesungguhnya barang siapa datang pada Tuhannya dengan membawa dosa maka sesungguhnya baginya neraka Jahanam, mereka tidak mati di dalamnya dan tidak hidup.
[Surah Thoha (22) ayat 74]
 
Ramadhan adalah momen untuk instropeksi, melatih, dan menjaga nafsu syahwat. Puasa bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga namun puasa sebagai perisai dari perbuatan-perbuatan dosa dan tercela. Rasulullah s.a.w. pernah mengingatkan bahwa banyak umat Islam yang puasa namun hasilnya hanya lapar dan haus. Artinya puasa yang kita kerjakan dengan susah payah itu bisa BATAL, puasanya maupun hapus pahalanya.
1690 - حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ رَافِعٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ، وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلَّا السَّهَرُ»
__________
[حكم الألباني] حسن صحيح
… Rasulullah s.a.w. bersabda: “Banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan pahala puasanya kecuali lapar, dan banyak orang yang shalat malam tidak mendapatkan pahala shalatnya kecuali lelah melek”.
[Hadist Sunan Termidhi No. 1690 Kitabu Shiam]
 
Setidaknya ada 4 perbuatan / tabiat yang dapat merusak pahala puasa:
  1. Ucapan atau perbuatan dusta / bohong (قَوْلَ الزُّورِ)
    Karena itu puasa merupakan sarana bagi umat Islam berlatih berbuat benar dan berkata jujur.
  2. Perkataan dan perbuatan cabul (يَرْفُثْ)
    Setiap Muslim yang sedang berpuasa hendaknya meninggalkan, ucapan maupun perbuatan kotor dan jorok; seperti melihat gambar-gambar porno atau nonton film-film cabul. Begitu juga semua perkataan dan bacaan yang bernada sensual dapat membatalkan pahala puasa.
  3. Berbuat bodoh yaitu melanggar peraturan-peraturan agama, dengan serta merta akan membatalkan pahala puasa.
  4. Marah-marah atau bertengkar.
    Melatih kesabaran merupakan salah satu esensi dari ibadah puasa. Ketika seseorang memprovokasi yang membangkitkan kemarahan, cukup kita katakan, “Maaf kami sedang berpuasa”.
1903 - حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ، حَدَّثَنَا سَعِيدٌ المَقْبُرِيُّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالعَمَلَ بِهِ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ»
… Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barang siapa tidak meninggalkan ucapan dusta dan amalan dengan dusta, maka Allah tidak berkenan jika ia meninggalkan makanan dan minumannya”.
[Hadist Shohih Bukhari No. No. 1903 Kitabu Shiam]
 
1894 - حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: " الصِّيَامُ جُنَّةٌ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ مَرَّتَيْنِ "
… sesungguhnya Rasulallah s.a.w. bersabda: “Puasa itu sebagai perisai maka jangan cabul, jangan berbuat bodoh, dan jika seseorang mengajak bertengakar atau mencela maka katakanlah 'Sesungguhnya saya sedang berpuasa' dua kali”.
[Hadist Shohih Bukhari No. 1894 Kitabu Shiam]

3 komentar :

Sweety Aselabar mengatakan...

i SEE

Sweety Aselabar mengatakan...

Mari kita Sukseskan bulan ramadhan dengan 5 sukses dalam bulan ramadhan

menebar info mengatakan...

Alhamdulillah diingatkan kembali tentang hal2 yang membatalkan puasa *Ajzk*

Oia mau tanya, yang benar itu Rasulullah atau Rasulillah seperti yg tertulis di atas, min?

Poskan Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Awas, Puasa Anda Bisa Batal!

Sumber: pengajian-ldii.net

(LDII) PuasaBulan Ramadhan ini setidaknya ada dua amalan pokok sebagai penghapus dosa-dosa orang beriman yaitu puasa dan shalat malam. Pengampunan dosa adalah hal yang paling diharapkan setiap umat manusia. Sebab siapa saja yang kelak menghadap Allah masih membawa dosa maka ia harus mampir ke neraka.
إِنَّهُ مَنْ يَأْتِ رَبَّهُ مُجْرِمًا فَإِنَّ لَهُ جَهَنَّمَ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَى (74)
Sesungguhnya barang siapa datang pada Tuhannya dengan membawa dosa maka sesungguhnya baginya neraka Jahanam, mereka tidak mati di dalamnya dan tidak hidup.
[Surah Thoha (22) ayat 74]
 
Ramadhan adalah momen untuk instropeksi, melatih, dan menjaga nafsu syahwat. Puasa bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga namun puasa sebagai perisai dari perbuatan-perbuatan dosa dan tercela. Rasulullah s.a.w. pernah mengingatkan bahwa banyak umat Islam yang puasa namun hasilnya hanya lapar dan haus. Artinya puasa yang kita kerjakan dengan susah payah itu bisa BATAL, puasanya maupun hapus pahalanya.
1690 - حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ رَافِعٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ، وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلَّا السَّهَرُ»
__________
[حكم الألباني] حسن صحيح
… Rasulullah s.a.w. bersabda: “Banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan pahala puasanya kecuali lapar, dan banyak orang yang shalat malam tidak mendapatkan pahala shalatnya kecuali lelah melek”.
[Hadist Sunan Termidhi No. 1690 Kitabu Shiam]
 
Setidaknya ada 4 perbuatan / tabiat yang dapat merusak pahala puasa:
  1. Ucapan atau perbuatan dusta / bohong (قَوْلَ الزُّورِ)
    Karena itu puasa merupakan sarana bagi umat Islam berlatih berbuat benar dan berkata jujur.
  2. Perkataan dan perbuatan cabul (يَرْفُثْ)
    Setiap Muslim yang sedang berpuasa hendaknya meninggalkan, ucapan maupun perbuatan kotor dan jorok; seperti melihat gambar-gambar porno atau nonton film-film cabul. Begitu juga semua perkataan dan bacaan yang bernada sensual dapat membatalkan pahala puasa.
  3. Berbuat bodoh yaitu melanggar peraturan-peraturan agama, dengan serta merta akan membatalkan pahala puasa.
  4. Marah-marah atau bertengkar.
    Melatih kesabaran merupakan salah satu esensi dari ibadah puasa. Ketika seseorang memprovokasi yang membangkitkan kemarahan, cukup kita katakan, “Maaf kami sedang berpuasa”.
1903 - حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ، حَدَّثَنَا سَعِيدٌ المَقْبُرِيُّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالعَمَلَ بِهِ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ»
… Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barang siapa tidak meninggalkan ucapan dusta dan amalan dengan dusta, maka Allah tidak berkenan jika ia meninggalkan makanan dan minumannya”.
[Hadist Shohih Bukhari No. No. 1903 Kitabu Shiam]
 
1894 - حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: " الصِّيَامُ جُنَّةٌ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ مَرَّتَيْنِ "
… sesungguhnya Rasulallah s.a.w. bersabda: “Puasa itu sebagai perisai maka jangan cabul, jangan berbuat bodoh, dan jika seseorang mengajak bertengakar atau mencela maka katakanlah 'Sesungguhnya saya sedang berpuasa' dua kali”.
[Hadist Shohih Bukhari No. 1894 Kitabu Shiam]