وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

News

Kamis, 20 Juni 2013

Ramadhan Sudah Dekat, Ayo Siap-siap Puasa!

Sumber: pengajian-ldii.net

(LDII) Puasa RamadhanSebentar lagi bulan Ramadhan segera tiba, saatnya umat Islam melaksanakan ibadah puasa. Puasa di bulan Ramadhan adalah salah satu rukun Islam, kewajiban Muslimin yang tidak boleh ditinggalkan. Sebagaimana Firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 183. Puasa adalah ibadah yang istimewa karena amalan puasa untuk Allah dan pahalanya diperhitungkan langsung oleh Allah sendiri.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (183)
Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian supaya kalian bertaqwa.
[Surah Al-Baqarah ayat 183]

8 - حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى، قَالَ: أَخْبَرَنَا حَنْظَلَةُ بْنُ أَبِي سُفْيَانَ، عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ خَالِدٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ " بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ "
... Rasulullah s.a.w. bersabda: “Islam dibangun atas lima perkara: Syahadat bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah, dan menegakkan shalat, dan membayar zakat, dan haji, dan puasa Ramadhan”.
[Hadist Shohih Bukhari No. 8 Kitabul Iman]

1904 - حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى، أَخْبَرَنَا هِشَامُ بْنُ يُوسُفَ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، قَالَ: أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ الزَّيَّاتِ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " قَالَ اللَّهُ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ، إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
... Rasulullah s.a.w bersabda: "Allah berfirman: Setiap amalan Anak adam adalah untuknya kecuali puasa. Maka sesungguhnya puasa itu untukku, aku sendiri langsung membalasnya ...".
[Hadist Shohih Bukhari No. 1904 Kitabu Shiam]

Diingatkan kepada saudara-saudara Muslim, terutama kaum wanita, yang masih mempunyai hutang puasa tahun-tahun lalu agar segera melunasinya. Begitu juga kaum Muslimin lain agar mempersiapkan diri menyambut Ramadhan secara suka-cita; baik persiapan fisik, maupun mental, lahir dan bathin. Bulan Ramadhan hendaknya TIDAK disambut dengan amalan-amalan menyimpang yang tidak sesuai dengan syariat, seperti adat-adat jahiliyah: megengan dan nyekar kuburan.

Menjumpai bulan Ramadhan berarti Allah memberikan kesempatan untuk bertaubat, menyesali segala kesalahan, karena pada bulan itu Allah membuka pengampunan seluas-luasnya bagi hambaNya. Ramadhan adalah saat untuk intropeksi, membersihkan diri dari dosa-dosa, pelanggaran agama dan berbagai kemaksiatan. Terutama kesalahan-kesalahan sesama anak adam hendaknya bisa saling memaafkan.

Ramadhan juga kesempatan untuk meningkatkan amal ibadah melebihi bulan-bulan lain, sebab di bulan suci itu Allah melipat-gandakan pahala semua amalan. Di bulan yang penuh barokah ini diharapkan setiap Muslim dapat merutinkan shalat malam (tarwih), memperbanyak shodakoh dan bisa menghatamkan membaca Al-Quran sedikitnya satu kali hataman.
35 - حَدَّثَنَا أَبُو اليَمَانِ، قَالَ: أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ يَقُمْ لَيْلَةَ القَدْرِ، إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ»
... Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadhan dengan iman dan mencari pahala maka diampuni baginya apa-apa yang terdahulu dari dosa-dosanya dan barang siapa berdiri (ibadah sunah) pada malam qodar dengan iman maka diampuni baginya apa-apa yang terdahulu dari dosa-dosanya”.
[Hadist Shohih Bukhari No. 35 Kitabul Iman]

...قَالَ: ...، فَاتَّقُوا شَهْرَ رَمَضَانَ، فَإِنَّ الْحَسَنَاتِ تُضَاعَفُ فِيهِ مَا لَا تُضَاعَفُ فِيمَا سِوَاهُ وَكَذَلِكَ السَّيِّئَاتُ»
... Rasulullah s.a.w. bersabda: “... takutlah kalian pada bulan Ramadhan, maka sesungguhnya kebaikan dilipat-gandakan pada bulan Ramadhan tidak seperti dalam bulan-bulan lainnya, begitu juga kejelekan (juga dilipat-gandakan)”.
[Hadist riwayat Thabrani]


Menjima’ Istri Saat Puasa

Dalam bulan Ramadhan setiap orang Islam hendaknya menjaga puasanya dari perbuatan-perbuatan yang dapat membatalkan puasa, seperti; makan, minum atau menjima’ istrinya di siang hari. Sesuai dengan tuntunan Nabi yang tertulis dalam Hadist Shohih Muslim No. 81 – (1111) Kitabu Shiam, seorang Muslim yang berhubungan badan dengan istrinya di siang Ramadhan tidak hanya batal puasanya namun ada beberapa kafaroh yang harus dilaksanakan, yaitu:
  1. Tetap wajib melanjutkan puasanya sampai maghrib
  2. Membayar kafaroh memerdekakan seorang budak atau berpuasa selama dua bulan berturut-turut atau memberi makan kepada orang miskin sebanyak 60 (enam puluh) orang.
  3. Orang yang batal puasanya sehari di bulan Ramadhan tanpa udzur yang dibenarkan syariat, kehilangan pahala yang tidak bisa dibandingi dengan puasa setahun berturut-turut.
81 - (1111) حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، وَابْنُ نُمَيْرٍ، كُلُّهُمْ عَنِ ابْنِ عُيَيْنَةَ، قَالَ يَحْيَى: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: هَلَكْتُ، يَا رَسُولَ اللهِ، قَالَ: «وَمَا أَهْلَكَكَ؟» قَالَ: وَقَعْتُ عَلَى امْرَأَتِي فِي رَمَضَانَ، قَالَ: «هَلْ تَجِدُ مَا تُعْتِقُ رَقَبَةً؟» قَالَ: لَا، قَالَ: «فَهَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تَصُومَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ؟» قَالَ: لَا، قَالَ: «فَهَلْ تَجِدُ مَا تُطْعِمُ سِتِّينَ مِسْكِينًا؟» قَالَ: لَا، قَالَ: ثُمَّ جَلَسَ، فَأُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَرَقٍ فِيهِ تَمْرٌ، فَقَالَ: «تَصَدَّقْ بِهَذَا» قَالَ: أَفْقَرَ مِنَّا؟ فَمَا بَيْنَ لَابَتَيْهَا أَهْلُ بَيْتٍ أَحْوَجُ إِلَيْهِ مِنَّا، فَضَحِكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى بَدَتْ أَنْيَابُهُ، ثُمَّ قَالَ: «اذْهَبْ فَأَطْعِمْهُ أَهْلَكَ»

... seorang laki-laki datang pada Nabi s.a.w. kmudian ia berkata: “Aku rusak wahai Rasulullah”.

Nabi bersabda: “Apakah yang merusak kamu?”

Laki-laki itu menjawab: “Aku menjima’ istriku di siang Ramadhan”.

Nabi bersabda: “Apakah kamu mampu memerdekakan seorang budak?”

Laki-laki itu menjawab: “Tidak”.

Nabi bersabda: “Apakah kamu mampu berpuasa dua bulan berturut-turut?”

Laki-laki itu menjawab: “Tidak”. Nabi bersabda: “Apakah kamu mampu memberi makan 60 orang miskin?”

Laki-laki itu menjawab: “Tidak”. Abi Hurairah meriwayatkan, kemudian laki-laki itu duduk kemudian Nabi diberi wadah berisi kurma, maka Nabi bersabda: “Shodakohkan kurma ini.

Laki-laki itu berkata: “Apakah diberikan kepada yang lebih fakir dari pada kami?, tidak ada di antara dua tanah lapang Madinah keluarga yang lebih membutuhkan kurma ini daripada kami”.

Maka Nabi tertawa sampai gigi taringnya kelihatan, kemudian Nabi bersabda: “Pergilah, berikan makan kurma ini kepada keluargamu.”

[Hadist Shohih Muslim No. 81 – (1111) Kitabu Shiam]

1 komentar :

parno parjani mengatakan...

semoga kita dapat meraihnya... amiin

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Ramadhan Sudah Dekat, Ayo Siap-siap Puasa!

Sumber: pengajian-ldii.net

(LDII) Puasa RamadhanSebentar lagi bulan Ramadhan segera tiba, saatnya umat Islam melaksanakan ibadah puasa. Puasa di bulan Ramadhan adalah salah satu rukun Islam, kewajiban Muslimin yang tidak boleh ditinggalkan. Sebagaimana Firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 183. Puasa adalah ibadah yang istimewa karena amalan puasa untuk Allah dan pahalanya diperhitungkan langsung oleh Allah sendiri.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (183)
Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian supaya kalian bertaqwa.
[Surah Al-Baqarah ayat 183]

8 - حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى، قَالَ: أَخْبَرَنَا حَنْظَلَةُ بْنُ أَبِي سُفْيَانَ، عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ خَالِدٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ " بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ "
... Rasulullah s.a.w. bersabda: “Islam dibangun atas lima perkara: Syahadat bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah, dan menegakkan shalat, dan membayar zakat, dan haji, dan puasa Ramadhan”.
[Hadist Shohih Bukhari No. 8 Kitabul Iman]

1904 - حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى، أَخْبَرَنَا هِشَامُ بْنُ يُوسُفَ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، قَالَ: أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ الزَّيَّاتِ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " قَالَ اللَّهُ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ، إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
... Rasulullah s.a.w bersabda: "Allah berfirman: Setiap amalan Anak adam adalah untuknya kecuali puasa. Maka sesungguhnya puasa itu untukku, aku sendiri langsung membalasnya ...".
[Hadist Shohih Bukhari No. 1904 Kitabu Shiam]

Diingatkan kepada saudara-saudara Muslim, terutama kaum wanita, yang masih mempunyai hutang puasa tahun-tahun lalu agar segera melunasinya. Begitu juga kaum Muslimin lain agar mempersiapkan diri menyambut Ramadhan secara suka-cita; baik persiapan fisik, maupun mental, lahir dan bathin. Bulan Ramadhan hendaknya TIDAK disambut dengan amalan-amalan menyimpang yang tidak sesuai dengan syariat, seperti adat-adat jahiliyah: megengan dan nyekar kuburan.

Menjumpai bulan Ramadhan berarti Allah memberikan kesempatan untuk bertaubat, menyesali segala kesalahan, karena pada bulan itu Allah membuka pengampunan seluas-luasnya bagi hambaNya. Ramadhan adalah saat untuk intropeksi, membersihkan diri dari dosa-dosa, pelanggaran agama dan berbagai kemaksiatan. Terutama kesalahan-kesalahan sesama anak adam hendaknya bisa saling memaafkan.

Ramadhan juga kesempatan untuk meningkatkan amal ibadah melebihi bulan-bulan lain, sebab di bulan suci itu Allah melipat-gandakan pahala semua amalan. Di bulan yang penuh barokah ini diharapkan setiap Muslim dapat merutinkan shalat malam (tarwih), memperbanyak shodakoh dan bisa menghatamkan membaca Al-Quran sedikitnya satu kali hataman.
35 - حَدَّثَنَا أَبُو اليَمَانِ، قَالَ: أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ يَقُمْ لَيْلَةَ القَدْرِ، إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ»
... Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadhan dengan iman dan mencari pahala maka diampuni baginya apa-apa yang terdahulu dari dosa-dosanya dan barang siapa berdiri (ibadah sunah) pada malam qodar dengan iman maka diampuni baginya apa-apa yang terdahulu dari dosa-dosanya”.
[Hadist Shohih Bukhari No. 35 Kitabul Iman]

...قَالَ: ...، فَاتَّقُوا شَهْرَ رَمَضَانَ، فَإِنَّ الْحَسَنَاتِ تُضَاعَفُ فِيهِ مَا لَا تُضَاعَفُ فِيمَا سِوَاهُ وَكَذَلِكَ السَّيِّئَاتُ»
... Rasulullah s.a.w. bersabda: “... takutlah kalian pada bulan Ramadhan, maka sesungguhnya kebaikan dilipat-gandakan pada bulan Ramadhan tidak seperti dalam bulan-bulan lainnya, begitu juga kejelekan (juga dilipat-gandakan)”.
[Hadist riwayat Thabrani]


Menjima’ Istri Saat Puasa

Dalam bulan Ramadhan setiap orang Islam hendaknya menjaga puasanya dari perbuatan-perbuatan yang dapat membatalkan puasa, seperti; makan, minum atau menjima’ istrinya di siang hari. Sesuai dengan tuntunan Nabi yang tertulis dalam Hadist Shohih Muslim No. 81 – (1111) Kitabu Shiam, seorang Muslim yang berhubungan badan dengan istrinya di siang Ramadhan tidak hanya batal puasanya namun ada beberapa kafaroh yang harus dilaksanakan, yaitu:
  1. Tetap wajib melanjutkan puasanya sampai maghrib
  2. Membayar kafaroh memerdekakan seorang budak atau berpuasa selama dua bulan berturut-turut atau memberi makan kepada orang miskin sebanyak 60 (enam puluh) orang.
  3. Orang yang batal puasanya sehari di bulan Ramadhan tanpa udzur yang dibenarkan syariat, kehilangan pahala yang tidak bisa dibandingi dengan puasa setahun berturut-turut.
81 - (1111) حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، وَابْنُ نُمَيْرٍ، كُلُّهُمْ عَنِ ابْنِ عُيَيْنَةَ، قَالَ يَحْيَى: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: هَلَكْتُ، يَا رَسُولَ اللهِ، قَالَ: «وَمَا أَهْلَكَكَ؟» قَالَ: وَقَعْتُ عَلَى امْرَأَتِي فِي رَمَضَانَ، قَالَ: «هَلْ تَجِدُ مَا تُعْتِقُ رَقَبَةً؟» قَالَ: لَا، قَالَ: «فَهَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تَصُومَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ؟» قَالَ: لَا، قَالَ: «فَهَلْ تَجِدُ مَا تُطْعِمُ سِتِّينَ مِسْكِينًا؟» قَالَ: لَا، قَالَ: ثُمَّ جَلَسَ، فَأُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَرَقٍ فِيهِ تَمْرٌ، فَقَالَ: «تَصَدَّقْ بِهَذَا» قَالَ: أَفْقَرَ مِنَّا؟ فَمَا بَيْنَ لَابَتَيْهَا أَهْلُ بَيْتٍ أَحْوَجُ إِلَيْهِ مِنَّا، فَضَحِكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى بَدَتْ أَنْيَابُهُ، ثُمَّ قَالَ: «اذْهَبْ فَأَطْعِمْهُ أَهْلَكَ»

... seorang laki-laki datang pada Nabi s.a.w. kmudian ia berkata: “Aku rusak wahai Rasulullah”.

Nabi bersabda: “Apakah yang merusak kamu?”

Laki-laki itu menjawab: “Aku menjima’ istriku di siang Ramadhan”.

Nabi bersabda: “Apakah kamu mampu memerdekakan seorang budak?”

Laki-laki itu menjawab: “Tidak”.

Nabi bersabda: “Apakah kamu mampu berpuasa dua bulan berturut-turut?”

Laki-laki itu menjawab: “Tidak”. Nabi bersabda: “Apakah kamu mampu memberi makan 60 orang miskin?”

Laki-laki itu menjawab: “Tidak”. Abi Hurairah meriwayatkan, kemudian laki-laki itu duduk kemudian Nabi diberi wadah berisi kurma, maka Nabi bersabda: “Shodakohkan kurma ini.

Laki-laki itu berkata: “Apakah diberikan kepada yang lebih fakir dari pada kami?, tidak ada di antara dua tanah lapang Madinah keluarga yang lebih membutuhkan kurma ini daripada kami”.

Maka Nabi tertawa sampai gigi taringnya kelihatan, kemudian Nabi bersabda: “Pergilah, berikan makan kurma ini kepada keluargamu.”

[Hadist Shohih Muslim No. 81 – (1111) Kitabu Shiam]