وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Rabu, 12 Juni 2013

Indonesia Akan Lobi Saudi Soal Pemotongan Kuota Haji

Kementerian Agama akan memprioritaskan jamaah haji berdasarkan nomor urut pendaftaran dan masih usia muda jika kebijakan pemotongan kuota haji sebesar 20% diterapkan oleh pemerintah Arab Saudi.

Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi memutuskan untuk mengurangi kuota haji tahun 2013 di seluruh dunia termasuk Indonesia sebesar 20% dari kuota dasar sesuai kesepakatan negara anggota OKI.

Pemerintah Arab Saudi beralasan pemotongan ini dilakukan karena keterlambatan penyelesaian renovasi Masjidil Haram dan demi menjamin keselamatan jamaah haji.

Akibat kebijakan ini maka kuota haji Indonesia pada tahun 2013 akan berkurang sebesar 42.200 atau menjadi 168.800 dari semula 211.000.

Pemerintah saat ini berupaya untuk melakukan lobi terhadap Arab Saudi agar pemotongan terhadap jamaah haji Indonesia tidak mencapi 20%.

“Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menyampaikan surat kepada Raja Abdullah bin Abdul Aziz al Saud meminta agar pemotongan 20% terhadap jamaah haji Indonesia tidak dilakukan,” kata Menteri Agama Suryadharma Ali.

“Presiden juga akan mengirim langsung menteri agama sebagai utusan presiden agar pemotongan sebesar 20% tidak terjadi terhadap jamaah haji Indonesia.”

Suryadharma Ali mengatakan upaya lobi dengan pemerintah Arab Saudi akan memakan waktu paling lama dua minggu.

Prioritas pemberangkatan

Sementara terkait prioritas pemberangkatan jamaah pemerintah mengatakan melakukan berdasarkan nomor urut pendaftaran yang ada di tiap daerah.

“Yang dipotong sesuai nomor urutnya saja, tetapi memang kita himbau di tiap provinsi supaya lansia kalau tidak sehat tidak diikutkan sekarang tetapi tahun depan saja karena tawafnya tidak bisa dilantai dua,” kata Dirjen Haji dan Umroh, Anggito Abimanyu.

"Kita sudah menghitung sekarang berapa alokasi per provinsi lalu bagaimana cara pemotongannya juga sudah kita siapkan, kita sudah urutkan nomor urutnya yang akan dipotong itulah mereka yang paling baru sebagai pendaftar"
Anggito Abimanyu
“Kita sudah menghitung sekarang berapa alokasi per provinsi lalu bagaimana cara pemotongannya juga sudah kita siapkan, kita sudah urutkan nomor urutnya yang akan dipotong itulah mereka yang paling baru sebagai pendaftar.”

Dia menambahkan tahun ini kementerian agama tidak memprioritaskan jamaah yang masuk kategori lansia atau di atas usia 83 tahun.

Dalam keterangannya sore ini pemerintah mengatakan bagi mereka yang telah melunasi pembayaran dan terkena kebijakan pemotongan kuota, kementerian agama menjamin akan kepastian mendapatkan alokasi pemberangkatan di tahun depan.

“Mereka tidak akan dikenakan biaya tambahan biaya penyelenggaraan ibadah haji apabila terjadi selisih lebih pada tahun 2014,” kata Menteri Agama Suryadharma Ali.

Pemotongan Adil

Sementara itu Ketua Komisi VIII, Ida Fauziah meminta pemerintah melakukan lobi terhadap pemerintah Arab Saudi untuk menyelesaikan persoalan ini.
"Harapan kita pemotongan dilakukan secara adil sehingga tidak menimbulkan dampak yang luas"
Ida Fauziah
“Kita minta pemerintah melakukan lobi terhadap pemerintah Arab Saudi. Kita akan panggil menteri Agama dua minggu lagi untuk mengetahui kelanjutannya,” kata Ida.

Berbeda dengan kementerian agama, Ida justru berharap agar jamaah berusia lebih diprioritaskan untuk tidak terkena pemotongan.

“Harapan kita pemotongan dilakukan secara adil sehingga tidak menimbulkan dampak yang luas.Saya kira manula juga perlu diprioritaskan untuk berangkat.”

Pemotongan kuota jamaah haji di Indonesia memang berpotensi mengundang persoalan besar karena masa tunggu untuk bisa berangkat ke Arab Saudi bisa mencapai 12 tahun.

Sumber; www.bbc.co.uk

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Indonesia Akan Lobi Saudi Soal Pemotongan Kuota Haji

Kementerian Agama akan memprioritaskan jamaah haji berdasarkan nomor urut pendaftaran dan masih usia muda jika kebijakan pemotongan kuota haji sebesar 20% diterapkan oleh pemerintah Arab Saudi.

Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi memutuskan untuk mengurangi kuota haji tahun 2013 di seluruh dunia termasuk Indonesia sebesar 20% dari kuota dasar sesuai kesepakatan negara anggota OKI.

Pemerintah Arab Saudi beralasan pemotongan ini dilakukan karena keterlambatan penyelesaian renovasi Masjidil Haram dan demi menjamin keselamatan jamaah haji.

Akibat kebijakan ini maka kuota haji Indonesia pada tahun 2013 akan berkurang sebesar 42.200 atau menjadi 168.800 dari semula 211.000.

Pemerintah saat ini berupaya untuk melakukan lobi terhadap Arab Saudi agar pemotongan terhadap jamaah haji Indonesia tidak mencapi 20%.

“Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menyampaikan surat kepada Raja Abdullah bin Abdul Aziz al Saud meminta agar pemotongan 20% terhadap jamaah haji Indonesia tidak dilakukan,” kata Menteri Agama Suryadharma Ali.

“Presiden juga akan mengirim langsung menteri agama sebagai utusan presiden agar pemotongan sebesar 20% tidak terjadi terhadap jamaah haji Indonesia.”

Suryadharma Ali mengatakan upaya lobi dengan pemerintah Arab Saudi akan memakan waktu paling lama dua minggu.

Prioritas pemberangkatan

Sementara terkait prioritas pemberangkatan jamaah pemerintah mengatakan melakukan berdasarkan nomor urut pendaftaran yang ada di tiap daerah.

“Yang dipotong sesuai nomor urutnya saja, tetapi memang kita himbau di tiap provinsi supaya lansia kalau tidak sehat tidak diikutkan sekarang tetapi tahun depan saja karena tawafnya tidak bisa dilantai dua,” kata Dirjen Haji dan Umroh, Anggito Abimanyu.

"Kita sudah menghitung sekarang berapa alokasi per provinsi lalu bagaimana cara pemotongannya juga sudah kita siapkan, kita sudah urutkan nomor urutnya yang akan dipotong itulah mereka yang paling baru sebagai pendaftar"
Anggito Abimanyu
“Kita sudah menghitung sekarang berapa alokasi per provinsi lalu bagaimana cara pemotongannya juga sudah kita siapkan, kita sudah urutkan nomor urutnya yang akan dipotong itulah mereka yang paling baru sebagai pendaftar.”

Dia menambahkan tahun ini kementerian agama tidak memprioritaskan jamaah yang masuk kategori lansia atau di atas usia 83 tahun.

Dalam keterangannya sore ini pemerintah mengatakan bagi mereka yang telah melunasi pembayaran dan terkena kebijakan pemotongan kuota, kementerian agama menjamin akan kepastian mendapatkan alokasi pemberangkatan di tahun depan.

“Mereka tidak akan dikenakan biaya tambahan biaya penyelenggaraan ibadah haji apabila terjadi selisih lebih pada tahun 2014,” kata Menteri Agama Suryadharma Ali.

Pemotongan Adil

Sementara itu Ketua Komisi VIII, Ida Fauziah meminta pemerintah melakukan lobi terhadap pemerintah Arab Saudi untuk menyelesaikan persoalan ini.
"Harapan kita pemotongan dilakukan secara adil sehingga tidak menimbulkan dampak yang luas"
Ida Fauziah
“Kita minta pemerintah melakukan lobi terhadap pemerintah Arab Saudi. Kita akan panggil menteri Agama dua minggu lagi untuk mengetahui kelanjutannya,” kata Ida.

Berbeda dengan kementerian agama, Ida justru berharap agar jamaah berusia lebih diprioritaskan untuk tidak terkena pemotongan.

“Harapan kita pemotongan dilakukan secara adil sehingga tidak menimbulkan dampak yang luas.Saya kira manula juga perlu diprioritaskan untuk berangkat.”

Pemotongan kuota jamaah haji di Indonesia memang berpotensi mengundang persoalan besar karena masa tunggu untuk bisa berangkat ke Arab Saudi bisa mencapai 12 tahun.

Sumber; www.bbc.co.uk