وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Senin, 29 April 2013

DPD LDII Sidoarjo Wujudkan Pengurus Profesional Religius

Ketua DPW LDII Prov. Jatim dan Ketua DPD LDII SIdoarjo saat memberikan materi pada peserta Diklat

Ldii-sidoarjo | Ngawi : Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Sidoarjo melaksanakan pendidikan dan latihan (Diklat) Organisasi di Perkebunan Teh Jamus PT. Candi Loka Ngawi selama 2 hari (27-28/4) diikuti oleh 250 peserta dari pengurus pleno DPD, ketua Pimpinan Cabang (PC) dan sekretarisnya, ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan pembina di semua tingkatannya.

Materi organisasi disampaikan oleh
ketua DPW LDII Prov. Jatim Ir. H. Chriswanto Santoso, M.Sc., wakil ketua DPW LDII Prov. Jatim H. Hasan Yuswadi, SH., dan H. Samsul Bachtiar, AMd., Wakil Sekretaris DPW LDII Prov. Jatim yang kesemuanya merupakan pengurus DPP LDII.

Selain materi organisasi juga diberikan pemantapan ilmu agama yang disampaikan oleh KH. Anshorudin A. Almasih.

Diklat ini merupakan realisasi dari cita cita LDII untuk mewujudkan pengurus yang profesional religius yaitu memiliki sumber daya manusia yang intelektual tapi religius.

DPD LDII Sidoarjo berupaya untuk selalu mengembangkan wawasan pengurus LDII di semua tingkatan, disamping memiliki wawasan intelektual terutama di dalam pengelolaan organisasi yang berdasarkan pengetahuan, terutama bagaimana mengatur organisasi yang benar juga memberikan pembekalan agama sehingga ada keseimbangan antara bagaimana berorganisasi dan kefahaman agama.



Sekretaris DPD LDII, M. Fauzan, SPd berharap, agar setelah diklat ini diimplementasikan di dalam kegiatan berorganisasi lebih fleksibel, inklusif tidak eklusif, dan bagaimana seharusnya LDII berorganisasi, baik di DPD, PC maupun PAC.

Tidak hanya di intern LDII tapi bersama-sama dengan organisasi lain bisa bekerjasama, tambahnya.
Pemandian Sumber Lanang dan Pabrik Teh Jamus
Peserta diklat juga refreshing ke pemandian Sumber Lanang dan menyaksikan cara menyeduh teh yang benar serta proses pembuatan teh Jamus yang sudah berumur 100 tahun lebih di PT. Candi Loka Jamus Ngawi. (Al Qowiyyu)

2 komentar :

Abdulatif Rokhman mengatakan...

Semoga LDII menjadi organisasi besar dan menjadi tauladan dalam pembinaan umat mulai usia dini sampai manula.

Anonim mengatakan...

mau pasang twitter kok kagak bisa ya mas budi.. amsol kasihtau dong

Poskan Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

DPD LDII Sidoarjo Wujudkan Pengurus Profesional Religius

Ketua DPW LDII Prov. Jatim dan Ketua DPD LDII SIdoarjo saat memberikan materi pada peserta Diklat

Ldii-sidoarjo | Ngawi : Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Sidoarjo melaksanakan pendidikan dan latihan (Diklat) Organisasi di Perkebunan Teh Jamus PT. Candi Loka Ngawi selama 2 hari (27-28/4) diikuti oleh 250 peserta dari pengurus pleno DPD, ketua Pimpinan Cabang (PC) dan sekretarisnya, ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan pembina di semua tingkatannya.

Materi organisasi disampaikan oleh
ketua DPW LDII Prov. Jatim Ir. H. Chriswanto Santoso, M.Sc., wakil ketua DPW LDII Prov. Jatim H. Hasan Yuswadi, SH., dan H. Samsul Bachtiar, AMd., Wakil Sekretaris DPW LDII Prov. Jatim yang kesemuanya merupakan pengurus DPP LDII.

Selain materi organisasi juga diberikan pemantapan ilmu agama yang disampaikan oleh KH. Anshorudin A. Almasih.

Diklat ini merupakan realisasi dari cita cita LDII untuk mewujudkan pengurus yang profesional religius yaitu memiliki sumber daya manusia yang intelektual tapi religius.

DPD LDII Sidoarjo berupaya untuk selalu mengembangkan wawasan pengurus LDII di semua tingkatan, disamping memiliki wawasan intelektual terutama di dalam pengelolaan organisasi yang berdasarkan pengetahuan, terutama bagaimana mengatur organisasi yang benar juga memberikan pembekalan agama sehingga ada keseimbangan antara bagaimana berorganisasi dan kefahaman agama.



Sekretaris DPD LDII, M. Fauzan, SPd berharap, agar setelah diklat ini diimplementasikan di dalam kegiatan berorganisasi lebih fleksibel, inklusif tidak eklusif, dan bagaimana seharusnya LDII berorganisasi, baik di DPD, PC maupun PAC.

Tidak hanya di intern LDII tapi bersama-sama dengan organisasi lain bisa bekerjasama, tambahnya.
Pemandian Sumber Lanang dan Pabrik Teh Jamus
Peserta diklat juga refreshing ke pemandian Sumber Lanang dan menyaksikan cara menyeduh teh yang benar serta proses pembuatan teh Jamus yang sudah berumur 100 tahun lebih di PT. Candi Loka Jamus Ngawi. (Al Qowiyyu)