وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Minggu, 06 Mei 2012

AT & T Harus Membayar Denda $ 5 juta kepada Seorang Muslimah atas Kasus Diskriminasi

Wanita yang dilecehkan itu menyebut atasannya menarik kerudung dari kepalanya

Diterjemahkan oleh LDII Sidoarjo

Susann Bashir memenangkan gugatan jutaan dolar terhadap AT & T atas pelecehan yang ia derita di tempat kerja karena pakaiannya begitu ia masuk agama Islam.

KANSAS CITY, Mo - Seorang wanita Muslim yang dipecat dari pekerjaannya di Perusahaan telekomunikasi AT & T mengatakan pelecehan yang dialaminya selama bertahun-tahun mencapai puncaknya ketika atasannya menyambar jilbab dari kepalanya sehingga terbuka rambutnya.

Juri memberikan ganti rugi mantan penduduk Kansas City Susann Bashir $ 5 juta Kamis, bersama dengan $ 120.000 gaji yang hilang dan kerugian aktual lainnya.

The Kansas City Star (http://bit.ly/JKWbqR) melaporkan denda itu tampaknya menjadi putusan juri terbesar dalam kasus diskriminasi di tempat kerja dalam sejarah Missouri.

Bashir mengatakan pelecehan tersebut dimulai begitu ia masuk Islam pada tahun 2005. Dia dipecat setelah dia meninggalkan pekerjaan pada tahun 2008 karena stres setelah mengajukan gugatan kepada Komisi Equal Employment Opportunity dan kemudian tidak kembali selama sembilan bulan.

AT & T mengatakan pihaknya berencana untuk mengajukan banding.

Sumber: http://www.nydailynews.com/

Selasa, 01 Mei 2012

Islam Tumbuh di Amerika, Hasil Sebuah Study

OLEH: RACHEL ZOLL diterjemahkan oleh LDII Sidoarjo
The Associated Press
New York – Jumlah masjid di Amerika Serikat secara dramatis telah meningkat tajam dalam dekade terakhir sekalipun banyak protes terhadap rumah ibadah Muslim paska insiden 9/11, menurut sebuah laporan yang dirilis minggu ini. Banyak Islamic Center baru menampung para Muslim yang pindah ke kota, para pendatang baru dari Afrika, Irak dan dari mana saja.

Para peneliti menemukan 2.106 (dua ribu seratus enam) Islamic Center, dengan perbandingan 1.209 pada tahun 2000 dan 962 pada tahun 1994. Sekitar seperempat jumlah pusat Islam dibangun antara 2000 – 2011, ketika komunitas Muslim menghadapi pengawasan ketat dari pejabat pemerintah dan kecurigaan masyarakat. Pada tahun 2010, mencuat protes terhadap Islamic center dekat Ground zero menjadi debat sekitar Islam, ekstrimisme dan kebebasan beragama. Demonstrasi anti masjid menyebar di Tennessee, California dan negara bagian lainnya.

Ihsan Bagby, seorang profesor di Universitas Kentucky dan penulis utama laporan itu, mengatakan penelitian itu menunjukkan Umat Islam terus membangun tempat bagi mereka meskipun ada reaksi yang tidak menyenangkan.

“Ini merupakan pertumbuhan komunitas Muslim yang sehat yang ada di Amerika”, kata Bagby. “Saya berpendapat ini berita terbaik yang dapat kami sampaikan kepada dunia dan Umat Islam khususnya”.

Laporan bertajuk “The American Mosque 2011”, berdasarkan mailing list, website dan wawancara dengan para pemimpin komunitas, survay dan wawancara dengan 524 orang pemimpin masjid. Riset itu sebagian diberikan oleh sarjana Muslim di rumah ibadah, yang mencakup berbagai tradisi religius, kebangsaan dan bahasa.

Para peneliti memilih masjid sebagai organisasi Muslim yang mengadakan Shalat Jumat, mengadakan berbagai aktifitas Muslim dan memiliki kontrol operasional atas gedung mereka. Bab tentang Asosiasi Pelajar Muslim di kampus dan universitas dimasukkan apabila mereka memiliki ruang di kampus dan memiliki kewenangan atas bangunan tempat shalat.

AT & T Harus Membayar Denda $ 5 juta kepada Seorang Muslimah atas Kasus Diskriminasi

Wanita yang dilecehkan itu menyebut atasannya menarik kerudung dari kepalanya

Diterjemahkan oleh LDII Sidoarjo

Susann Bashir memenangkan gugatan jutaan dolar terhadap AT & T atas pelecehan yang ia derita di tempat kerja karena pakaiannya begitu ia masuk agama Islam.

KANSAS CITY, Mo - Seorang wanita Muslim yang dipecat dari pekerjaannya di Perusahaan telekomunikasi AT & T mengatakan pelecehan yang dialaminya selama bertahun-tahun mencapai puncaknya ketika atasannya menyambar jilbab dari kepalanya sehingga terbuka rambutnya.

Juri memberikan ganti rugi mantan penduduk Kansas City Susann Bashir $ 5 juta Kamis, bersama dengan $ 120.000 gaji yang hilang dan kerugian aktual lainnya.

The Kansas City Star (http://bit.ly/JKWbqR) melaporkan denda itu tampaknya menjadi putusan juri terbesar dalam kasus diskriminasi di tempat kerja dalam sejarah Missouri.

Bashir mengatakan pelecehan tersebut dimulai begitu ia masuk Islam pada tahun 2005. Dia dipecat setelah dia meninggalkan pekerjaan pada tahun 2008 karena stres setelah mengajukan gugatan kepada Komisi Equal Employment Opportunity dan kemudian tidak kembali selama sembilan bulan.

AT & T mengatakan pihaknya berencana untuk mengajukan banding.

Sumber: http://www.nydailynews.com/

Islam Tumbuh di Amerika, Hasil Sebuah Study

OLEH: RACHEL ZOLL diterjemahkan oleh LDII Sidoarjo
The Associated Press
New York – Jumlah masjid di Amerika Serikat secara dramatis telah meningkat tajam dalam dekade terakhir sekalipun banyak protes terhadap rumah ibadah Muslim paska insiden 9/11, menurut sebuah laporan yang dirilis minggu ini. Banyak Islamic Center baru menampung para Muslim yang pindah ke kota, para pendatang baru dari Afrika, Irak dan dari mana saja.

Para peneliti menemukan 2.106 (dua ribu seratus enam) Islamic Center, dengan perbandingan 1.209 pada tahun 2000 dan 962 pada tahun 1994. Sekitar seperempat jumlah pusat Islam dibangun antara 2000 – 2011, ketika komunitas Muslim menghadapi pengawasan ketat dari pejabat pemerintah dan kecurigaan masyarakat. Pada tahun 2010, mencuat protes terhadap Islamic center dekat Ground zero menjadi debat sekitar Islam, ekstrimisme dan kebebasan beragama. Demonstrasi anti masjid menyebar di Tennessee, California dan negara bagian lainnya.

Ihsan Bagby, seorang profesor di Universitas Kentucky dan penulis utama laporan itu, mengatakan penelitian itu menunjukkan Umat Islam terus membangun tempat bagi mereka meskipun ada reaksi yang tidak menyenangkan.

“Ini merupakan pertumbuhan komunitas Muslim yang sehat yang ada di Amerika”, kata Bagby. “Saya berpendapat ini berita terbaik yang dapat kami sampaikan kepada dunia dan Umat Islam khususnya”.

Laporan bertajuk “The American Mosque 2011”, berdasarkan mailing list, website dan wawancara dengan para pemimpin komunitas, survay dan wawancara dengan 524 orang pemimpin masjid. Riset itu sebagian diberikan oleh sarjana Muslim di rumah ibadah, yang mencakup berbagai tradisi religius, kebangsaan dan bahasa.

Para peneliti memilih masjid sebagai organisasi Muslim yang mengadakan Shalat Jumat, mengadakan berbagai aktifitas Muslim dan memiliki kontrol operasional atas gedung mereka. Bab tentang Asosiasi Pelajar Muslim di kampus dan universitas dimasukkan apabila mereka memiliki ruang di kampus dan memiliki kewenangan atas bangunan tempat shalat.