وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Jumat, 13 April 2012

Wapres Boediono Berharap LDII Dakwah Deradikalisasi

BOGOR -- Wakil Presiden Boediono, berpesan kepada Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) untuk ikut berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia. Sehingga, LDII sebagai ormas dapat dijadikan teladan untuk menghasilkan SDM profesional religius.

"Karena di jaman sekarang ini, tingginya peradaban bangsa terletak pada keberhasilan mendidik sumber daya manusia," ungkap Wapres di dalam penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LDII di IPB International Convention Center, Botani Square, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/4).

Sebagaimana ormas lainnya, LDII adalah wahana pendidikan dakwah keagaaman dan manusia yang bersifat mandiri, terbuka, moderat, majemuk, dan setara. LDII berperan dalam melakukan pendidikan untuk meningkatkan martabat manusia. Kualitas sumber daya manusia merupakan penentu maju mundurnya suatu bangsa.

“Saya bangga LDII tak hanya khotbah tapi juga menyelenggarakan pendidikan dan kewirausahaan. Dakwah bil hal jauh lebih efektif dan berdaya guna. Ibadah dalam Islam tidak hanya ritual, namun muamalah dan amal di tengah masyarakjat sesuai tuntuntan Quran dan sunnah,” lanjut Wapres.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanganan Terorisme (BNPT) Arsyad Mbai mengimbau agar LDII melakukan deradikalisasi umat Islam melalui dakwah. Menurutnya, ada dua permasalahan umat Islam yang belum tuntas, yakni persoalan kemiskinan dan radikalisme yang melahirkan aksi terorisme di Indonesia.

"Peran LDII sebagai Islam yang moderat sangat besar dalam melakukan deradikalisasi umat Islam dan berdakwah memberi penjelasan yang benar mengenai jihad," ujar Arsyad.

Untuk diketahui, Rakernas LDII 2012 ini diikuti oleh 1.200 peserta dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota akan membahas program kerja yang mengusung tema “Pengembangan SDM Profesional Religius untuk Indonesia Sejahtera, Demokratis, Berkeadilan dan Bermartabat. (Cha/jpnn)

Sumber: http://www.jpnn.com/





Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Wapres Boediono Berharap LDII Dakwah Deradikalisasi

BOGOR -- Wakil Presiden Boediono, berpesan kepada Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) untuk ikut berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia. Sehingga, LDII sebagai ormas dapat dijadikan teladan untuk menghasilkan SDM profesional religius.

"Karena di jaman sekarang ini, tingginya peradaban bangsa terletak pada keberhasilan mendidik sumber daya manusia," ungkap Wapres di dalam penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LDII di IPB International Convention Center, Botani Square, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/4).

Sebagaimana ormas lainnya, LDII adalah wahana pendidikan dakwah keagaaman dan manusia yang bersifat mandiri, terbuka, moderat, majemuk, dan setara. LDII berperan dalam melakukan pendidikan untuk meningkatkan martabat manusia. Kualitas sumber daya manusia merupakan penentu maju mundurnya suatu bangsa.

“Saya bangga LDII tak hanya khotbah tapi juga menyelenggarakan pendidikan dan kewirausahaan. Dakwah bil hal jauh lebih efektif dan berdaya guna. Ibadah dalam Islam tidak hanya ritual, namun muamalah dan amal di tengah masyarakjat sesuai tuntuntan Quran dan sunnah,” lanjut Wapres.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanganan Terorisme (BNPT) Arsyad Mbai mengimbau agar LDII melakukan deradikalisasi umat Islam melalui dakwah. Menurutnya, ada dua permasalahan umat Islam yang belum tuntas, yakni persoalan kemiskinan dan radikalisme yang melahirkan aksi terorisme di Indonesia.

"Peran LDII sebagai Islam yang moderat sangat besar dalam melakukan deradikalisasi umat Islam dan berdakwah memberi penjelasan yang benar mengenai jihad," ujar Arsyad.

Untuk diketahui, Rakernas LDII 2012 ini diikuti oleh 1.200 peserta dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota akan membahas program kerja yang mengusung tema “Pengembangan SDM Profesional Religius untuk Indonesia Sejahtera, Demokratis, Berkeadilan dan Bermartabat. (Cha/jpnn)

Sumber: http://www.jpnn.com/