وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]
Minggu, 01 Januari 2012

Barokahnya "Bismillahir Rachmaanir Rachiim"

ditulis:Al-Mukarrom Ustad KH. Shobirun Ahkam
Pimpinan Pondok LDII Mulyo Abadi, Sleman, Yogyakarta
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Membaca, "Bismillah", atau "bismiKa Allahumma" atau "Bismillahir Rachmaanir Rachiim", sebelum melakukan sesuatu akan mendatangkan barakah. Ada kisah nyata yang dialami oleh penyair jahili sohor bernama Umayah bin Abisshalt (أُمَيَّةُ بْنُ أَبِي الصَّلْتِ). Karena syair-syair buah karya Umayah mutu maka nabi SAW menyenanginya. Nabi SAW pernah minta agar Assyarid yang membonceng di belakangnya membacakan syair karya Umayah yang berjumlah 100 bait.[1] Kisah nyata ini nanti nukilan dari Muruju Adzzahab (مروج الذهب) sebagai pembuktian bahwa membaca, “BismiKa Allahumma,” atau, “bismillah,” atau “bismillahir Rachmaanir Rachiim,” membuahkan barakah:

مروج الذهب - (ج 1 / ص 25)
قال المسعودي: وقد ذكر جماعة من أهل المعرفة بأيام الناس، وأخبار مَنْ سلف كابن دأب، والهيثم بن عدي، وأبي مِخْنَف لوط بن يحيى، ومحمد بن السائب الكلبي أن السبب في كتابة قريش، واستفتاحها في أوائل كتبها باسمك اللهم هو أن أمية بن أبي الصَّلْت الثقفي خرج إلى الشامٍ في نفر من ثقيف وقريش في عِيرٍ لهم، فلما قفلوا راجعين نزلوا منزلا، واجتمعوا لعشَائهم ؛ إذ أقبلت حية صغيرة حتى دَنَت منهم، فَحَصَبَهَا بعضهم بشيء في وجهها، فرجعت، فَشَدُواسفرتهم ثم قاموا فَشَدوا على إبلهم وارتحلوا من منزلهم، فلما برزوا عن المنزل أشرفت عليهم عجوزمن كثيب رمل متوكئة على عَصاً لها، فقالت: ما منعكم أن تطعموا رحيمة، الجارية اليتيمة، التي جاءتكم عشية؟ قالوا: ومن أنْتِ؟ قالت: أم العوام، أوتمْتُ منذ أعوام، أما ورب العباد، لتفترقُنَّ في البلاد، ثم ضربت بعصاها الأرض، فأثارت بها الرمل، وقالت: أطيلي إيابهمِ، وأنْفِرِي ركابهم، فثبت الِإبل فكأن على ذرْوَة كل بعير منها شيطاناَ، ما نملك منها شيئاً، حتى افترقت في البوادي، فجمعناها من آخر النهار إلى غد، ولم نكد، فلما أنخناها لنرحلها طلعت علينا العجوز فعادت بالعصا كفعلها أولاً، وعادت إلى مقالتها الأولى: ما منعكم أن تطعموا رحيمة، الجارية اليتيمة؟ أطيلي إيابهم وأنْفِرِي ركابهم، فخرجت الِإبل ما نملك منها شيئَاَ، فجمعناها من آخر النهار إلى غد، ولم نكد، فلما أنخناها لنرحلها طلعت علينا العجوز، ففعلت مثل فعلتها الأولى والثانية، فتفرقت الإبل وأمسينا في ليلة مُقْمِرَة، وقد يئسنا من ظهورنا، فقلنا لأمية بن أبي الصَّلْتِ: أين ما كنت تخبرنا به عن نفسك؟ فتوجَّهَ إلى ذلك الكثيب الذي كانت تأتي منه العجوز، حتى هَبَطَ من ناحية أخرى، ثم صعد كثيباً آخر حتى هبط منه، ثم رفعت له كنيسة فيها قناديل، وإذا رجل جالس أبيض الرأس واللحية، قال أمية: فلما وقفت عليه رفع رأسه إلي وقال: إنك لمتبوع، قلت: أجل، قال: فمن أين يأتيك صاحبك. قلت: من أذني اليسرى، قال: فبأي الثياب يأمرك. قلت: بالسواد، قال: هذا خَطْب الجن، كدت ولم تفعل، ولكن صاحب هذا الأمريكلمه في أذنه اليمنى، وأحَب الثياب إليه البياضُ، فما جاء بك. وما حاجتك فحدثته حديث العجوز، قال: صَدَقَتْ، وليست بصادقة، هي امرأة يهودية هلك زوجها منذ أعوام، وإنها لا تزال تصنع بكم ذلك حتى تهلككم إن استطاعَتْ، قال أمية: فما الحيلة؟ قال: اجمعوا ظُهُورَكم فإذا جاءتكم ففعلت ماكانت تفعل فقولوالها: سبعاً من فق، وسبعأمن أسفل، باسمك اللهم، فإنها لا تضركم، فرجع أمية إلى أصحابه، فأخبرهم بما قيل له، فجاءتهم، ففعلت كما كانت تفعل، فقالوا: سبعاً من فق، وسبعأ من أسفل، باسمك اللهم، فلم تضرهم، فلما رأت الإبل لم تتحرك قالت: عرفت صاحبكم، لَيَبْيَضن أعلاه، ويسودن أسفله، وسِرْنَا، فَلما أدركنا الصبح نظرنا إلى أمية قد بَرِصَ في عذارية ورقبته وصدره، واسودّ أسفله، فلما قدموا مكةذكروا هذا الحديث.وكان أمية أول من كتب باسمك اللهم إلى أن جاء الله عزوجل بالإسلام فرفع ذلك وكتب: " بسم الله الرحمن الرحيم "
Artinya:
Al-Masudi berkata, “Sejumlah ahli ilmu dalam bidang Hari-hari Manusia yang Telah Beralu dan Khabar-khabar Orang Dahulu, seperti Ibnu Daeb, Al-Haitsam bin Adi, Abi Micnaf Luth bin Yachya, Muhammad bin Assaib Al-Kalbi, menuturkan tentang yang menyebabkan bangsa Quraisya menulis dan memulai tulisan mereka dengan ‘bismiKa Allahumma (بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ)’ ialah, sungguh Umayah bin Abisshalt pernah keluar menuju Syam bersama sekelompok kafilah dari Tsaqif dan Quraisy. Ketika mereka telah melakukan perjalanan pulang, berhenti pada suatu tempat. Mereka berkumpul untuk makan malam; tiba-tiba ular kecil datang mendekati mereka. Sebagian mereka melempar wajah ular hingga ular itu kembali lagi. Mereka mengikat perbekalan mereka lalu berdiri untuk menaiki dan memacu unta mereka agar segera meninggalkan tempat. Ketika mereka telah meninggalkan tempat, ada wanita tua bertumpuan tongkat muncul dari balik tumpukan pasir, berkata ‘apa yang yang menyebabkan kalian tidak mau memberi makan pada anak yatim bernama Rahimah yang datang pada kalian kemarin sore?’. Mereka bertanya ‘siapakah kau?’. Dia menjawab ‘Ummul-Awwam (أم العوام), saya menjadi yatim telah bertahun-tahun. Ingat! Demi Tuhan semua hamba, kalian akan bercerai-berai di kawasan ini!’. Dia memukulkan tongkatnya ke tanah; sontak debu-debu beterbangan. Dia berkata ‘panjangkan perjalanan pulang mereka! Dan buatlah kendaraan mereka kabur!’. Unta-unta berhenti lalu seperti ada syaitan-syaitan duduk di atas semua kelasa unta itu. ‘Kami tak mampu mengendalikan unta sama-sekali, dan akhirnya unta-unta itu bercerai-berai di hutan’ kata Umayah. Sejak sore hingga pagi kami baru bisa mengumpulkan unta-unta itu dengan sulit sekali. Perempuan tua bertongkat muncul lagi di saat kami telah mendekamkan unta untuk kami kendarai pulang. Perempuan itu melakukan sihir dengan tongkat dan ucapannya seperti kemarin: ‘apa yang yang menyebabkan kalian tidak mau memberi makan pada anak yatim bernama Rahimah yang datang pada kalian kemarin?’. Lalu berkata ‘panjangkan perjalanan pulang mereka! Dan buatlah kendaraan mereka kabur!’.

‘Unta kami kabur lagi seperti kemarin, tidak bisa ditundukkan mulai sore hingga pagi. Perempuan berbuat demikian selama tiga hari hingga kami sangat capek mencari unta yang sama kabur. Di malam terang bulan itu kami telah putus-asa dalam menundukkan unta kami’ kata rombongan Umayah. Umayah ditanya oleh rombongannya ‘mana yang kau jelaskan pada kami tentang kemampuan dirimu?’. Umayah bergegas mendaki tumpukan pasir yang didaki perempuan tua bertongkat. Dia mendaki lagi pada timbunan pasir lainnya hingga menuruninya. Tiba-tiba dia melihat biara yang diterangi dengan beberapa lampu yang dibuat dari periuk. Setelah didekati ternyata ada lelaki tua berambut dan berjenggot putih. Lelaki itu mengamati Umayah dan berkata ‘kamu pimpinan rombongan?’. Saya menjawab ‘betul’ kata Umayah. Dia bertanya ‘suara perempuan tua yang mengganggumu datang dari mana?’. Saya menjawab ‘dari telinga saya sebelah kiri’ kata Umayah. Dia bertanya ‘kau diperintah agar bebusana warna apa?’. Saya menjawab ‘hitam’ kata Umayah. Dia berkata ‘suara yang kau dengar itu dari jin. Kamu dimakar, jangan taat! Yang benar penggoda itu mengatakan perkataannya melalui telinga kanan, dan warna busana yang dia senangi adalah putih. Kamu datang kemari bertujuan apa?’.

‘Saya menjelaskan pada rahib tua itu tentang semua yang telah terjadi’ kata Umayah. Rahib berkata ‘dia telah berkata benar meskipun dia bukan orang yang jujur. Dia (jin) perempuan Yahudi (yang terkadang menjelma ular) yang telah ditinggal mati beberapa tahun oleh suaminya. Dia takkan berhenti menggoda kalian agar kalian mati, jika dia mampu’. Umayah bertanya ‘lalu bagaimana caranya agar kami selamat?’. Rahib tua berkata ‘kumpulkan kendaraan kalian!’ Jika dia menjumpai kalian untuk berbuat seperti sebelumnya, berdoalah ‘bismiKa Allahumma’ 7X dari atas, 7X dari bawah! Dia takkan membahayakanmu lagi’. Umayah datang pada para sahabatnya untuk memberitahukan yang telah diterangkan oleh rahib.

Ketika perempuan tua bertongkat datang untuk menyihir seperti kemarin, mereka membaca ‘bismiKa Allahumma’ 7X dari atas, 7X dari bawah!’. Ternyata sihirnya tak mempan atas mereka. Unta-unta mereka tetap diam, tidak sepergi kemarin selama tiga hari sebelumnya. Dia mengancam ‘saya tahu pimpinan kalian. Tubuh bagian atas dia sungguh akan memutih dan bagian bawahnya sungguh akan menghitam!’.

‘Kami melanjutkan perjalanan. Ketika subuh telah menyingsing, kami melihat tengkuk dan dada Umayah menjadi putih, sedangkan tubuh sebelah bawahnya menghitam’ kata rombongan Umayah. Ketika mereka sampai ke Makkah, menjelaskan kejadian itu pada orang-orang. Umayah lah orang (Arab) yang pertama kali menulis ‘bismiKa Allahumma’ di Makkah (karena kejadian itu) hingga Allah mendatangkan agama Islam. Akhirnya ‘bismiKa Allahumma’ disalin dengan بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ’‘.

[1] صحيح مسلم - (ج 11 / ص 335)

1 komentar:

muhammad gusti mengatakan...

alkhamdulilahi jaza kumulohu khoiro,beberapa pmbahasan saya ambil bwt d publikasikan di
Http://www.facebook.com/ldii.surabaya

Poskan Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.