وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Rabu, 26 Desember 2012

Festival Anak Sholeh, Membangun Generasi Berakhlakul Karimah


Sebanyak 700 caberawit, anak usia TK dan SD, berkumpul di Pondok LDII Al-Barokah desa Sruni Selasa, 25 Desember 2012. Festival Anak Sholeh merupakan salah satu model pembinaan generasi penerus yang diterapkan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia saat ini. Dalam even tersebut dilombakan berbagai ketrampilan beribadah seperti; membaca Al-Quran, hafalan doa-doa dan ayat-ayat pendek, menulis huruf pego (huruf Arab Jawa), Azan, Kaligrafi dan Cerdas Cermat.

Festival Anak Sholeh yang digelar tiap semester ini menjadi barometer tingkat keberhasilan pembinaan generasi muda sekaligus sebagai bahan evaluasi peningkatan program dan proses belajar-mengajar ilmu agama di lingkungan LDII. Agenda ini juga untuk mengisi liburan sekolah dan memberikan anak-anak didik kegiatan yang bermanfaat positif.

Di era globalisasi saat ini tidak ada satupun institusi yang bertanggung jawab terhadap pembangunan karakter generasi muda. Maka Lembaga Islam dan Pondok Pesantren menjadi benteng utama untuk membendung kerusakan moral di akhir jaman ini. Memberikan kefahaman agama yang benar akan membentengi generasi muda dari berbagai kerusakan zaman seperti; narkoba, pergaulan bebas dan perkelahian antar pelajar.

LDII sendiri memiliki tiga sasaran dalam membangun karakter generasi muda yaitu:
  1. Membangun generasi muda alim yang banyak ilmu agamanya
  2. Membentuk generasi berakhlakul karimah yang fakih beribadah
  3. Menjadikan generasi yang terampil bekerja dan bisa hidup mandiri

7068 - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّبَيْرِ بْنِ عَدِيٍّ، قَالَ: أَتَيْنَا أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ، فَشَكَوْنَا إِلَيْهِ مَا نَلْقَى مِنَ الحَجَّاجِ، فَقَالَ: «اصْبِرُوا، فَإِنَّهُ لاَ يَأْتِي عَلَيْكُمْ زَمَانٌ إِلَّا الَّذِي بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ، حَتَّى تَلْقَوْا رَبَّكُمْ» سَمِعْتُهُ مِنْ نَبِيِّكُمْ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
...Hajaj meriwayatkan: Sabarlah kalian, sesungguhnya tidak datang pada kalian suatu zaman kecuali (zaman) sesudahnya lebih buruk dari sebelumnya sehingga menjumpai Tuhan kalian”, aku (Hajaj) mendengar (ucapan tersebut) dari Nabi kalian sholallohu a'laihi wasallam.
[Hadist Shohih Bukhari No. 8068 Kitabu Fitan]
Sabtu, 22 Desember 2012

Catatan Perjalanan Rombongan Amirul Haji LDII

Kepercayaan Negara Kepada LDII


Tampak Ketua Umum DPP LDII Prof. DR. Abdullah Syam bersama Menteri Agama Suryadarma Ali dalam satu kesempatan di tanah suci Mekah
Kementerian Agama RI menunjuk LDII sebagai salah satu anggota amirul hajj tahun 2012, bersama-sama ormas Islam lainnya. Harapannya, LDII turut memberi sumbangsih pemikiran agar pelaksanaan ibadah haji kian baik dari masa ke masa. Ini merupakan salah satu bentuk pengakuan dan kepercayaan Pemerintah terhadap salah satu oramas Islam besar di Indonesia ini.

Pesawat Airbus 330 yang membawa rombongan Amirul Hajj, menteri Agama Suryadharma Ali bersama 10 tokoh ormas islam, berangkat tepat pukul 11.00 dari bandara internasional Soekarno-Hatta. Tak ada perbincangan riuh, kabin dipenuhi orang yang berdoa dengan bergumam.

Suasanan menentramkan, semua orang berdebar senang. Hanya saja bagi Ketua Umum DPP LDII Prof. DR. Abdullah Syam, ini tanggungjawab besar. Untuk pertama kalinya LDII menjadi anggota amirul hajj, “Bagi saya dan warga LDII ini adalah kepercayaan yang besar,” papar Abdullah Syam. Penunjukan LDII juga menandakan hubungan yang harmonis antara LDII dengan Kementerian Agama.

“Tugas amirul hajj disamping memimpin perutusan misi haji Indonesia di tanah suci, beliau juga mengadakan rapat-rapat, menghadiri undangan-undangan dan atau melakukan pertemuan dengan instansi terkait, melakukan peninjauan ke tempat-tempat pemondokan maupun perkemahan jamaah haji dan ke tempat pelayanan: seperti catering dan kesehatan. Juga memimpin pelaksanaan wukuf dan melakukan evaluasi semua kegiatan.
Kamis, 20 Desember 2012

Lepas Sambut Komandan Kodim 0816 Sidoarjo

LDII SIdoarjo : Lepas Sambut Komandan Kodim 0816 Sidoarjo, dari Letkol Arh Achmad Miftahudin, S.Sos kepada Letkol Arh Bambang Utomo, S.IP. di Ballroom Hotel Sun City Sidoarjo, Rabu (19/12/2012).

Sejumlah pejabat yang hadir antara lain Bupati Sidoarjo Saiful Illah, Kepala Kejari Sidoarjo Sumardi, Kapolres Sidoarjo Marjuki, Forum Pimpinan Daerah,  segenap tokoh agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Sidoarjo.

Hadir juga Ketua DPD LDII Kabupaten Sidoarjo H Rony Romandhawira bersama sekretarisnya  Moh. fauzan.

Dalam kesempatan itu LDII juga menyampaikan ucapan selamat melaksanakan tugas  secara langsung kepada Komandan Kodim baru, juga kepada Bpk Miftahudin diucapkan selamat melaksanakan tugas yang baru di Kementrian Pertahanan dan Keamanan di Jakarta, semoga semua yang telah dilaksanakan dicatat oleh Alloh menjadi amal sholih yang berpahala. (alqowiyyu)
Jumat, 14 Desember 2012

Tausiyah MUI di Pengajian Umum LDII Sidoarjo


LDII Sidoarjo : Pengajian umum LDII Sidoarjo di Masjid Baitul Makmur Pondok Pesantren Al Barokah Desa Sruni Kec. Gedangan pada Minggu (9/12/12) terasa sangat istimewa. Pengajian umum rutin yang dilakukan warga LDII setiap bulan ini juga dihadiri DR. KH. Achmad Muhammad. Atas undangan ketua DPD LDII Sidoarjo Ir. H. Rony Romandhawira, wakil ketua MUI tersebut memberikan tausiyah pada 7.000 warga LDII yang hadir pada pengajian tersebut.

Disampaikan oleh H. Ahmad Muhammad, segala sesuatu amalan tergantung niatnya, karena niat itu perlu dan niat itu pula yang membawa diterima atau ditolaknya amalan. Amalan diterima jika diniati karena Alloh.

Amar makruf nahi mungkar adalah memerintah atau mengajak kebaikan dan melarang kemungkaran, yang mengajak harus melakukan kebaikan dan yang melarang juga harus meninggalkan kemungkaran, tambahnya.

Sementara itu disaat beramah tamah, KH. Achmad Muhammad terkesan atas banyaknya  referensi kitab-kitab atau buku-buku  yang ada di perpusatakaan LDII Sidoarjo, beliau berharap bisa mendapatkan buku dari LDII untuk bisa memberikan tambahan ilmu dan informasi tentang LDII.

“Saya sangat bersyukur mendapatkan kesempatan bisa bersilaturrahim dan mewujudkan uswatun hasanah bersama LDII, ucap DR. KH. Achmad Muhammad. (al qowiyyu)
Senin, 10 Desember 2012

Rukun dan Bersaudara Dalam Islam

Ditulis oleh KH. Shobirun Ahkam
(ulama LDII dan Ketua Pondok Kutubu Sittah Mulyo Abadi Sleman Yogyakarta)
Senin, 05 Desember 2011 09:09
Anugrah yang maha besar diperoleh oleh Muslimiin setelah mereka melawan kaum Quraisy di Badar. Rampasan perang yang banyak sekali membuat mereka tergiur untuk memiliki. Bahkan sebagian mereka telah berebut pada harta rampasan tersebut. Tiba-tiba Allah menurunkan Firman:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَنْفَالِ قُلِ الْأَنْفَالُ لِلَّهِ وَالرَّسُولِ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ أُولَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَهُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ [الأنفال/1-4]

Artinya:
Mereka bertanya padamu tentang beberapa rampasan perang itu. Katakan, “Beberapa rampasan perang itu milik Allah dan Rasul. Maka takutlah Allah dan berdamailah antar kalian! Dan taatlah Allah dan Rasul-Nya jika kalian beriman.” Sesungguhnya orang-orang iman adalah orang-orang yang ketika ‘Allah’ disebut, hati mereka takut, dan ketika ayat-ayat-Nya dibacakan imannya bertambah, dan bertawakkal pada Tuhan mereka. Yaitu orang-orang yang menegakkan shalat dan menginfakkan sebagian rizqi yang telah Kami berikan pada mereka. Merekalah orang-orang iman yang benar. Mereka memiliki beberapa derajat dan ampunan dan rizqi yang mulia di sisi Tuhan mereka.
Kamis, 29 November 2012

Konfercab GP Ansor Sidoarjo

Slamet Budiono kiri
LDII Sidoarjo : H. Agus M. Ubaidillah (Gus Ubaid) mengakhiri masa khidmat 2008-2012 sebagai pengurus cabang Gerakan Pemuda ANSOR Kabupaten Sidoarjo dengan melaksanakan konferensi pada 24-25 Nopember 2012 di Pondok Pesantren Nurul Ikhlas Sepande Sidoarjo.
Konferensi Cabang GP Ansor Kabupaten Sidoarjo resmi dibuka oleh Bupati Sidoarjo H. Saiful Illah SH.M.Hum. 

Hadir dalam acara ini Nusron Wahid Ketua umum GP, beberapa pengurus teras GP ANSOR,  Ketua DPRD Sidoarjo, Ketua NU Sidoarjo, Ketua DPD LDII Sidoarjo, pejabat dan tokoh lain se Sidoarjo.
Selain sebagai ajang silaturohim antar ormas di Sidoarjo, agenda utama konferensi  ini adalah memilih ketua GP ANSOR Sidoarjo menggantikan H. Agus.
Pada akhirnya Slamet Budiono terpilih sebagai ketua GP ANSOR Sidoarjo periode 2012-2016 setelah calon ketua Ainul Yaqin dan Soleh mengundurkan diri pada saat akan menyampaikan visi misi calon ketua. 

“Saya akan berusaha semaksimal mungkin atas amanah yang diberikan pada saya, semoga Ansor bisa semakin baik,” ujar Slamet. (alqowiyyu)
Selasa, 27 November 2012

Ihtilaf Tidak Perlu Diperdebatkan

KH. Abdussomad Bukhori bersama M. Fauzan, SPd
LDII Sidoarjo : Perselisihan sesama orang islam yang bersifat ihtilaf harus dihargai dan tidak perlu diperdebatkan justru hal itu dapat menjadi khasanah kita, yang penting bukan hal yang prinsip, misal sudah tidak percaya Al qur'an dan hadits dll karena hal ini masuk perselisihan yang furu'iyah.

Hal tsb disampaikan oleh Ketua Umum MUI Propinsi Jatim KH Abdussomad Bukhori saat memberikan tausyiah yang dilaksanakan di Masjid Baitul Makmur Pondok Al Barokah Sruni Gedangan Sidoarjo dan Masjid Al Izzah Saimbang Kebonagung Sukodono Sidoarjo beberapa waktu yang lalu.

Shoting acara da'wah kerja sama antara DPW LDII propinsi Jatim bersama Arek TV yang salah satu temanya membahas orang islam harus bisa meningkatkan dan mewujudkan ukhuwah islamiah yang dapat diwujudkan dalam bentuk Ukhuwah Basyariyah (manusia), Fatoniyah (negara), Ubudiyah (ibadah). Dalam tausyiah ini hadir dari IAIN Sunan Ampel Surabaya dan para ulama yang masuk Majlis taujih wal irsyad DPP LDII. 

Ukhuwah Islamiyah adalah gambaran tentang hubungan antara orang-orang Islam sebagai satu ikatan persaudaran, antara yang satu dengan yang lainnya berada dalam satu ikatan, menjadi motivasi kerukunan umat Islam sebagaimana kerukunan di dalam tubuhnya sendiri juga merupakan keharusan di dalam memelihara stabilitas dan ketahanan nasional, sebab goyahnya stabilitas dan ketahanan nasional dapat menghambat lajunya pembangunan nasional. (alqowiyyu)
Kamis, 22 November 2012

Kelola Keuangan Agar Rumah Tangga Harmonis

LDII Sidoarjo : Uang bisa menjadi pemicu masalah keluarga jika tidak dikelola dengan baik, untuk itulah bagian peranan wanita dan kesejahteraan keluarga DPD LDII Kabupaten Sidoarjo mengadakan seminar wanita  pada hari Kamis  (15/11/2012) di Gedung Barokah Sruni Gedangan Sidoarjo.

Seminar diikuti 200 ibu ibu LDII dari utusan tiap Pimpinan Cabang (PC)  dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) di Sidoarjo dengan menghadirkan nara sumber  Hj. Linda Eryani, SE, Dra. Hj. Mistiani, dan Khudoifah.

Harta yang dimiliki seseorang yang dikelola dalam rumah tangga adalah amanah dan sekaligus ujian dari Alloh yang setiap saat bisa diambil kembali oleh Alloh, maka hendaknya bisa mendapatkan harta tsb dengan cara halal dan bisa memanfaatkannya dengan dilandasi niat ibadah kepada Alloh.

Ketidakharmonisan kelurga yang dipicu akibat salah dalam pengelolaan keuangan dalam keluarga bisa mengganggu aktifitas seorang muslim dalam melaksanakan fungsinya, baik sebagai istri, suami, anak maupun sebagai hamba Alloh dalam beribadah kepadaNya.

Agar tercapai tujuan diatas maka diperlukan keterampilan yang efektif  bagi seorang wanita untuk bisa menjadi manager yang cerdas dalam pengelolaan keuangan.

Manajemen keuangan keluarga yang baik senantiasa menjaga keseimbangan antara besarnya pendapatan keluarga dengan besarnya pengeluaran. Islam mengajarkan untuk bersifat qona’ah (menerima apa adanya) ketika pendapatan tidak besar maka bisa mengoptimalkan pos-pos pengeluaran sehingga tidak besar pasak daripada tiang.

Tema seminar kali ini adalah Meningkatkan Keharmonisan Keluarga Melalui Manajemen Keuangan yang Efektif. Dari seminar wanita ini diharapkan dapat menjadi wadah persatuan, kerukunan dan wadah pembinaan bagi para ibu agar dpt meningkatkan perannya sebagai tokoh penting dalam pembinaan generasi penerus yg dimulai dari dalam keluarga sehingga akan terlahir generasi muda yang berkualitas. (alqowiyyu)


Selasa, 06 November 2012

Bakti Sosial di Ponpes Nurul Ikhlas

Ketua LDII Sidoarjo bersama Ketua GP Anshor Sidoarjo
LDII Sidoarjo : Bakti sosial bersama antara GP Ansor Sidoarjo dengan LDII Sidoarjo di Pondok Pesantren Nurul Ikhlas Desa Sepande Kec. Candi Sidoarjo (Minggu, 28/10/12) berlangsung meriah kompak rukun dan antusias untuk melaksanakan baksos bersama-sama dengan baik.

Hadir dalam baksos ini sekitar 200 orang, terdiri dari warga LDII, Ansor, Banser, pengurus serta santri pondok. Semua yang mengikuti baksos berbaur jadi satu saling gotong royong bahu membahu membersihkan halaman dan mengecat tembok pondok, semua dilakukan dengan penuh ikhlas.

Tradisi sifat gotong royong yang melekat pada masyakarat Indonesia perlahan namun pasti mulai pudar sehingga menambah rapuhnya rajutan kebersamaan dalam masyarakat, terkadang lalai menumbuhkan nilai-nilai kekeluargaan dan kebersamaan, menggantikannya dengan sesuatu yang bersifat material. Akibatnya, rasa kebersamaan antar masyarakat semakin pudar. Nilai gotong royong, empati, toleransi, dan serta kebersamaan sesama menjadi semakin terkikis.

Ketua DPD LDII Sidoarjo dalam penjelasannya, acara ini sekaligus untuk memperkuat tali silaturrohim dan ukhuwah islamiah antara GP Ansor dan LDII. Kita berharap semua eleman masyarakat dan ormas di Sidoarjo dan wilayah lain dapat menyusul sehingga cita-cita persatuan dan kesatuan di NKRI betul-betul terjaga. (alqowiyuu)
Jumat, 02 November 2012

Berbagi Kebahagiaan di Hari Raya Idul Adha

LDII Sidoarjo : Hari raya Idul Adha dilaksanakan secara serentak oleh umat Islam di Indonesia, pun pula warga LDII di Sidoarjo berbondong-bondong melaksanakan solat hari raya Idul Adha 1433 H pada hari Jumat 26 Oktober 2012 di 24 lokasi.

Seperti yang dilakukan di PC LDII Sukodono, salah satunya dilaksanakan di halaman masjid Al Izza Saimbang Kebonagung Sukodono, di lokasi ini sebagai iman sholat dan khotbah adalah H. Ronny Romandhawira, ketua DPD LDII Sidoarjo.

Dalam khotbahnya disampaikan dengan momentum Idul Adha ini mengajak umat islam untuk selalu menertibkan dan meningkatkan ibadah, keimanan dan ketaqwaannya dan dengan momentum Idul Adha kita umat islam juga supaya meningkatkan ukhuwah islamiah, persatuan dan kesatuan, umat islam jangan sampai mudah terprovokasi orang yang tidak bertanggung jawab sehingga mengakibatkan semakin lemahnya orang islam.

Dan dengan Idul Adha kita sesama orang muslim untuk meningkatkan rasa berbagi kebahagiaan antara sesama, lanjutnya dalam nasehat yang disampaikan.

Selesai melaksanakan solat Idul Adha semua warga LDII di Sidoarjo melaksanakan ibadah memotong hewan qurban berupa sapi atau kambing, dari data rekapitusasi tercatat jumlah hewan qurban yang dilaksanakan warga LDII Sidoarjo berupa sapi 339 dan kambing 253 ekor, untuk selanjutnya daging qurban dibagikan kepada masyarakat umum. (alqowiyyu)

Senin, 15 Oktober 2012

NU LDII Sepakat Lakukan Kerjasama

Kerjasama dalam bidang dakwah, pendidikan, lingkungan hidup, penanggulangan bencana, kedaulatan pangan, dan menjaga tegaknya NKRI tertuang dalam MoU Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) dengan Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) yang ditandatangani di Semarang (14/10/12)

"Kami semua ini bersaudara, harus bersatu," kata Ketua Umum PBNU K.H. Said Aqil Siradj, usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PBNU dan DPP LDII, di Kantor DPW LDII Jawa Tengah, Semarang.

Menurut Said, seluruh komponen bangsa harus bersatu dalam menanggulangi radikalisme dan tidak bisa berjuang sendiri-sendiri, bahkan pemerintah harus menggandeng "civil society", termasuk organisasi kemasyarakatan.

Ketua Umum DPP LDII, Abdullah Syam mengatakan, radikalisme yang selama ini menjadi penyebab adanya tindakan terorisme sebenarnya tidak ada dalam ajaran agama. Kemungkinan paham tersebut justru datang dari luar agama. Oleh sebab itu salah satu poin dari MoU tersebut adalah dakwah deradikalisasi.

"Dari konsep Islam tidak ada radikal, proses radikalisasi itu datang justru dari eksternal. Oleh sebab itu perlu kita kembalikan, perlu suatu dakwah. Tapi kita tidak bisa sendri, oleh karena itu kita mengajak pihak yang terkait, kita gagas salah satunya dengan NU," terang Abdullah Syam.

Kerjasama tersebut tidak hanya di Jawa Tengah namun juga akan dilakukan berbagai daerah di Indonesia. Dalam acara tersebut dilaksanakan juga peresmian kantor DPW LDII Provinsi Jawa Tengah di Jl. Ketileng Raya 1 Semarang, yang juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah, Rustriningsih. (alqowiyyu)
Sabtu, 13 Oktober 2012

Peran Da'i Kamtibmas untuk Perdamaian

Silaturrahim dan pertemuan da’i kamtibmas yang dihadiri masing-masing da’i mewakili Polres se-Jatim dengan jajaran Kasat Kamtibmas Polda Jatim pada hari Rabu (10/10/2012) di Polda Jatim.

Dibuka oleh Ibu Puji Astuti dari kasat Bimas Polda Jatim. Beliau menyarankan betapa besar dan pentingnya peran ulama dan tokoh masyarakat untuk mendatangkan rasa damai dan aman, tanpa mereka peran Polisi tidak ada artinya apa-apa. Dilanjutkan sesi kedua pengarahan dari bapak Kyai Abdul Muthollib mewakili dari Da’i Kamtibmas tingkat Polda.

Dalam pengarahannya mengajak para da’i kamtibmas yang mewakili Polres se-Jatim untuk melaksanakan dakwah yang bernilai membawa solusi dari berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat, bukan dakwah untuk menghukum atau memvonis, misal ada penzina dikatakan haram dan masuk neraka, tapi yang diharapkan bagaimana memberi solusi agar mereka bisa keluar dari prostitusi.

Materi makalah dari kementrian agama Jawa Timur disampaikan oleh Bapak H. Supriyadi. Dalam makalah tersebut memuat besarnya peran Da’i Kamtibmas dalam dakwahnya. Banyak organisasi masyarakat dari keagamaan khususnya ISLAM yang diwakili NU, MUHAMMADIYAH, PERSIS dan LDII telah menyumbangkan peran yang positif bagi kehidupan masyarakat, seperti ikut berperan memajukan di bidang pendidikan, mengentas kemiskinan, memerangi kebodohan, khusus dari Ormas LDII telah berhasil membina para remaja dengan menanamkan akhlakul karimah.

Silaturrahim berakhir pada pukul 11.10 setelah melakukan tanya jawab dan dilanjutkan dengan ramah tamah serta makan bersama. Kemudian dianjutkan melaksanakan sholat Dzuhur berjama’ah di masjid Polda Jatim. (alqowiyyu)
Senin, 01 Oktober 2012

Ghowes Sehat Ibadah Jadi Lancar.

H. Willy Widjajanto serahkan hadiah
LDIISidoarjo: Berbagai macam sepeda dari yang paling antik sampai yang modern berbaur jadi satu dalam ghowes LDII Sidoarjo, minggu pagi akhir September 2012 di Pondok Al Barokah Sruni Gedangan Sidoarjo, dibuka oleh Pembina DPP LDII Letkol Mar (P) H. Syukur, diselenggarakan oleh bidang pemuda dan olahraga DPD LDII Kabupten Sidoarjo.

“Diharapkan warga LDII yang selama ini tekun dalam beribadah dan berdakwah bisa semakin sehat badannya., kata ketua DPD LDII Sidoarjo H. Rony Romandhawira melalui sekretarisnya M. Fauzan.

Ghowes ini kami selenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 66, tambahnya.

Funbike menjadi sarana olahraga yang murah menyehatkan, sehingga acara ini disambut dengan antusias oleh 1000 peserta dari warga LDII Sidoarjo dan masyarakat umum dari pecinta olahraga bersepeda dengan keliling sejauh 22 km menyusuri Sidoarjo kawasan timur.

Tersedia hadiah bagi peserta yang beruntung, seperti 9 sepeda fixi, lemari es, kompor gas, magic com, kipas angin, setrika dan berbagai hadiah lainnya.

“Peserta dari luar kota seperti dari Kediri juga datang di funbike ini, dengan funbike ini semoga bisa mempererat tali silaturrohim dan mengingatkan kembali masyarakat khususnya warga LDII tentang pentingnya menjaga kebugaran dan kesehatan badan agar dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan khusuk”, kata H. Willy Widjajanto ketua bidang pemuda dan olahraga.

“Acara ini sangat menarik, menyehatkan, sepeda ini selalu menemani kemana saja, funbike ini kalau bisa dijadikan agenda tahunan,” kata H. Nursalim salah satu peserta.
(al qowiyyu)

Di PBB, Dunia Islam Mempertanyakan Kebebasan Berbicara ala Barat

Oleh John Irish ditejemahkan oleh LDII Sidoarjo
UNITED NATIONS | Fri Sep 28, 2012 7:14 EDT
(Reuters) – Dalam Sidang Umum PBB pekan ini, para pemimpin Muslim serempak mengecam bahwa Barat sedang bersembunyi di balik kebebasan berbicara dan mengabaikan kepekaan budaya pasca pelecehan anti-Islam yang menimbulkan kekhawatiran semakin melebarnya pertentangan budaya Timur-Barat.

Sebuah video yang dibuat di California menggambarkan Nabi Muhammad sebagai orang bodoh telah memicu penyerangan kedutaan AS dan Barat lainnya di banyak Negara Islam dan serangan bom bunuh diri mematikan di Afghanistan bulan ini. Krisis ini diperparah ketika sebuah majalah Perancis menerbitkan karikatur Nabi.

Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan sudah waktunya mengakhiri Islamophobia yang berkedok kebebasan berbicara sebebas-bebasnya.

"Sayangnya, Islamophobia juga menjadi bentuk rasisme baru seperti anti-Semitisme. Ini tidak bisa lagi ditoleransi dengan kedok kebebasan berekspresi. Kebebasan tidak berarti anarki," katanya kepada 193 negara di Majelis Umum PBB pada hari Jumat (28/9/2012)

Presiden Islam Mesir yang baru terpilih, Mohamed Mursi, menyuarakan sentimen yang sama dalam pidatonya, Rabu.

"Mesir menghormati kebebasan berekspresi, kebebasan berekspresi yang tidak digunakan untuk menghasut kebencian terhadap siapa pun," katanya. "Kami mengharap orang lain, sebagaimana mereka mengharapkan dari kami, bahwa mereka menghormati budaya kami yang spesifik dan berbasis agama, dan tidak memaksakan konsep atau budaya yang tidak dapat kami diterima".
Rabu, 12 September 2012

MUI dan LDII Ajak Masyarakat Perangi Terorisme


Silaturahim LDII
Ketua MUI Umar Shihab (kiri), Perwakilan Mabes Polri Kombes Pol Erwin (kedua kiri), Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari (tengah), Ketua Umum LDII Abdullah Syam (kedua kanan), dan Ketua Komisi Ukhuwat MUI Selamat Efendi Yusuf (kanan) berbincang di sela-sela acara silaturahmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia dengan Lembaga Negara di Kantor Pusat LDII, Patal Senayan, Jakarta, Selasa (11/9). Pertemuan para ulama tersebut untuk menolak rencana sertifikasi ulama yang dilontarkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). (FOTO ANTARA/Reno Esnir)
Jakarta (ANTARA News) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi aksi terorisme yang mengatasnamakan agama dengan alasan membela kasus kalangan Muslim tertentu.

Ketua MUI Slamet Effendi Yusuf mengatakan apapun tindakan kekerasan yang memakan korban jiwa tidak dibenarkan atas nama agama dan negara. Oleh karena itu, MUI menilai apa yang dilakukan para pelaku teror dengan dalih membela kaum Muslim di negara lain sudah melanggar aturan yang ada.

"Kami menyesalkan apa yang telah dilakukan para pelaku teror ini, apalagi korbannya juga umat Muslim itu sendiri. Masalah umat Islam Rohingya yang menjadi alasan mereka tentunya harus bisa dipisahkan karena masalah itu sudah ada yang menangani bahkan Indonesia telah mengurus khusus Bapak Jusuf Kalla untuk menyelesaikannya. Saya kira itu sudah cukup," katanya disela-sela acara siraturahmi dengan seluruh umat Islam di DKI di kantor DPP LDII Jakarta, Selasa malam.

Menurut Slamet Effendi, kedatangan Ketua PMI dalam menyelesaikan masalah tersebut sudah menunjuk kan etikad baik pemerintah indonesia dalam ikut serta mempererat kerukunan antarumat beragama di dunia termasuk di Myanmar.
Kamis, 06 September 2012

Gara-Gara Meneliti Iddah Muslimah, Pemimpin Yahudi Masuk Islam

Setelah penelitian-penelitian tersebut, dia akhirnya memutuskan untuk masuk Islam. Ia meyakini hanya Islam lah yang menjaga martabat perempuan dan menjaga keutuhan kehidupan sosial. Ia yakin bahwa perempuan muslimah adalah yang paling bersih di muka bumi ini.

REPUBLIKA.CO.ID, AMERIKA -- (LDII Sidoarjo) Robert Guilhem, pakar genetika dan pemimpin Yahudi di Albert Einstein College menyatakan dengan tegas soal keislamannya. Dia masuk Islam setelah kagum dengan ayat-ayat Al-Quran tentang masa iddah wanita muslimah selama tiga bulan. Massa iddah merupakan massa tunggu perempuan selama tiga bulan, selama proses dicerai suaminya.

Seperti dikutip dari societyberty.com, hasil penelitian yang dilakukannya menunjukkan, massa iddah wanita sesuai dengan ayat-ayat yang tercantum di Alquran. Hasil studi itu menyimpulkan hubungan intim suami istri menyebabkan laki-laki meninggalkan sidik khususnya pada perempuan.

Dia mengatakan jika pasangan suami istri (pasutri) tidak bersetubuh, maka tanda itu secara perlahan-lahan akan hilang antara 25-30 persen. Gelhem menambahkan, tanda tersebut akan hilang secara keseluruhan setelah tiga bulan berlalu. Karena itu, perempuan yang dicerai akan siap menerima sidik khusus laki-laki lainnya setelah tiga bulan.

Bukti empiris ini mendorong pakar genetika Yahudi ini melakukan penelitian dan pembuktian lain di sebuah perkampungan Muslim Afrika di Amerika. Dalam studinya, ia menemukan setiap wanita di sana hanya mengandung sidik khusus dari pasangan mereka saja.
Rabu, 15 Agustus 2012

Sejumlah Tokoh Hadiri Buka Bersama LDII


Dewan Pimpinaan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengadakan buka puasa bersama para tokoh di Wisma Besar DPP LDII, Jakarta, Senin (13/8/2012). Hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua Umum LDII Abdullah Syam, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI Kh. Ma'ruf Amin, Wakapolri Komjen Nanan Sukarman, Dirjen Bimas Islam Prof Abdul Jamil dan Ketua MUI Pusat Prof KH Umar Shihab, dan Kabalitbang Kemenag Prof H Machasin.

Turut hadir pula Sekretaris Duta Besar Republik Singapura Zhou Suli. Zhou Suli berpendapat bahwa kerukunan dan kekompakan bangsa Indonesia perlu ditingkatkan. Pasalnya, kedua hal tersebut, menurut Zhou, merupakan syarat utama menuju negara yang maju dan sejahtera.

Foto atas: Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islama Indonesia (DPP LDII) bersama para tokoh buka puasa bersama. Tema dalam buka puasa ini adalah 'Membangun Moral Ukhuwah Islamiyah Meningkatkan Kinerja Bangsa'. Foto bawah: Sekretaris Dubes Singapura, Zhou Suli (Tak Berkerudung) | Foto: Arifin Rusdi /@IRNewscom

Sumber:
Rabu, 01 Agustus 2012

Keutamaan Mati Syahid

Mati Sahid Tidak Harus Berperang atau Melakukan Kekerasan

Mati syahid, satu terminologi yang saat ini sebagian masyarakat masih phobia. Mati syahid sering di asosiasikan dengan jihad atau mati berperang dalam Sabilillah. Lebih-lebih di era sekarang, sebagian oknum malah menyimpangkan makna jihad dan mati syahid dengan terorisme, kekerasan, pembunuhan, pengeboman dengan mengatasnamakan Islam.

Dalam Islam sendiri ternyata syahid tidak hanya terbatas mati karena berperang membela Islam. Rasulullah SAW bahkan menegaskan, kalau syahid terbatas hanya pada peperangan maka akan sangat sedikit sekali umat Islam yang mendapatkan pahala mati syahid. Sesuai tuntunan Rasulullah SAW, sebenarnya mati syahid meliputi banyak hal.
  • Mati dalam keadaan sedang mengerjakan urusan agama Allah, seperti; mengaji, nasehat, berhaji, mengurus shodakoh / zakat, dan urusan agama lainnya.
  • Ibu-ibu Muslim yang meninggal dunia saat melahirkan bayi.
  • Mati karena sakit perut.
  • Mati karena penyakit.
  • Mati tenggelam, kebakaran dan tertimpa bencana atau kecelakan.
Selasa, 17 Juli 2012

Mubaligh Plentis

ditulis oleh Budi Waluyo
Pendidikan adalah faktor utama dalam meningkatkan kualitas dan derajat manusia. Dalam bidang agama, peran lembaga pendidikan, seperti; pondok pesantren, madrasah, dan TPQ serta para ulama, dai, ustad dan mubaligh sangat vital. Inilah salah satu jawaban kenapa LDII tetap eksis dan terus berkembang sampai hari ini. LDII meletakkan pendidikan (mengaji Quran dan Assunah) sebagai program pertama dan paling utama. Setiap bulan LDII meluluskan tidak kurang dari 600 orang dai atau mubaligh dan menyebarkannya ke seluruh penjuru tanah air.

Selama ini kita mempersonafikasikan seorang ulama atau mubaligh atau dai sebagai sosok yang suci, tinggi ilmunya dan luas wawasannya. Seorang ulama atau dai biasanya berpenampilan rapi, bergaya intelek, merdu suaranya dan menawan gaya bicaranya. Ulama adalah sosok tokoh yang cerdas, dikagumi dan jadi idola masyarakat Islam.

Akan tetapi tidak demikian di LDII, para dai atau mubaligh yang baru lulus pondok itulah dikenal dengan sebutan populer "Mubaligh Plentis". Plentis adalah terminologi Jawa yang berarti, kecil, remeh atau tidak berarti. Profil mubalig LDII kebanyakan adalah anak desa yang tidak berpendidikan, dropout sekolah, SDTT (sekolah dasar tidak tamat).
Senin, 02 Juli 2012

Istri Presiden Mesir: Jangan Panggil Saya "First Lady"

Oleh AYA BATRAWY Associated Press

Kairo – Ibu Negara baru Mesir Naglaa Ali Mahmoud dan pendahulunya Suzanne Mubarak memiliki setidaknya satu kesamaan: keduanya pernah menyaksikan suami dan anak mereka ditahan di penjara Mesir. Kesamaan tampaknya berakhir di situ saja.

Istri Presiden terguling Hosni Mubarak adalah seorang wanita glamor, lulusan universitas yang moderen dengan ibu asal Inggris. Dia dikritik karena elitis, sombong, sok penting, sok berkuasa dan melalaikan nasib rakyat jelata Mesir.
Sabtu, 30 Juni 2012

Salurkan Bakat dan Minat Lewat Futsal Usia Dini


LDII Sidoarjo - Liburan sekolah panjang diisi dengan kegiatan yang positif akan terasa manfaatnya bagi anak usia sekolah, seperti yang dilakukan oleh bidang pemuda dan olahraga DPD LDII Sidoarjo dengan mengadakan lomba futsal tingkat “cabe rawit’ atau usia dini.

Lomba futsal dilaksanakan sistim setengah kompetisi di halaman gedung Barokah Sruni Gedangan Sidoarjo selama seminggu (25-30/6/2012), diikuti oleh 28 tim dari PAC (Pimpinan Anak Cabang) LDII.
Kamis, 21 Juni 2012

Kontroversi Seputar Fatwa MUI Tentang Bunga Bank

Dikutip dari: Situs Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga

MUI akhirnya menjatuhkan vonis haram atas bunga bank, tepat di penghujung tahun 2003 kemarin. Tak ayal, keputusan yang oleh sebagian orang dianggap mendadak ini memancing respons dari pelbagai pihak. Tidak sedikit yang kemudian bertanya-tanya. Benarkah bunga yang selama ini dijadikan basis oleh bank-bank konvensional adalah riba? Tidak adakah pengecualian untuk bunga yang “wajar” dan proporsional? Bagaimana kesimpulan halal atau haramnya bunga bank diperoleh?

Tulisan ini akan mencoba untuk melakukan pengkajian ulang, dari sudut pandang syariah Islam, terhadap bunga bank. Mudah-mudahan ia dapat memberi kontribusi untuk melihat jelas duduk persoalan bunga bank.

ANTARA BUNGA DAN RIBA

Pada dasarnya, bagi bank-bank konvensional, bunga memang merupakan salah satu aspek yang memainkan peran yang sangat vital dalam kegiatan usahanya. Hal ini disebabkan ia terkait langsung dengan banyak dari produk jasa bank itu sendiri. Baik itu berbentuk simpanan maupun kredit. Masing-masing dengan bentuknya yang beraneka ragam seperti giro, deposito berjangka, tabungan, obligasi, KUK, dan lain-lain. Mengingat luasnya bidang usaha perbankan tersebut, pembahasan ini akan lebih memfokuskan diri pada konsep bunga bank itu sendiri dan tidak terlalu jauh merinci aplikasi sistem bunga dalam praktiknya. Menurut Dahlan Siamat, bunga (interest), “dari sisi permintaan adalah biaya atas pinjaman; dan dari sisi penawaran merupakan pendapatan atas pemberian kredit.”
Minggu, 06 Mei 2012

AT & T Harus Membayar Denda $ 5 juta kepada Seorang Muslimah atas Kasus Diskriminasi

Wanita yang dilecehkan itu menyebut atasannya menarik kerudung dari kepalanya

Diterjemahkan oleh LDII Sidoarjo

Susann Bashir memenangkan gugatan jutaan dolar terhadap AT & T atas pelecehan yang ia derita di tempat kerja karena pakaiannya begitu ia masuk agama Islam.

KANSAS CITY, Mo - Seorang wanita Muslim yang dipecat dari pekerjaannya di Perusahaan telekomunikasi AT & T mengatakan pelecehan yang dialaminya selama bertahun-tahun mencapai puncaknya ketika atasannya menyambar jilbab dari kepalanya sehingga terbuka rambutnya.

Juri memberikan ganti rugi mantan penduduk Kansas City Susann Bashir $ 5 juta Kamis, bersama dengan $ 120.000 gaji yang hilang dan kerugian aktual lainnya.

The Kansas City Star (http://bit.ly/JKWbqR) melaporkan denda itu tampaknya menjadi putusan juri terbesar dalam kasus diskriminasi di tempat kerja dalam sejarah Missouri.

Bashir mengatakan pelecehan tersebut dimulai begitu ia masuk Islam pada tahun 2005. Dia dipecat setelah dia meninggalkan pekerjaan pada tahun 2008 karena stres setelah mengajukan gugatan kepada Komisi Equal Employment Opportunity dan kemudian tidak kembali selama sembilan bulan.

AT & T mengatakan pihaknya berencana untuk mengajukan banding.

Sumber: http://www.nydailynews.com/

Selasa, 01 Mei 2012

Islam Tumbuh di Amerika, Hasil Sebuah Study

OLEH: RACHEL ZOLL diterjemahkan oleh LDII Sidoarjo
The Associated Press
New York – Jumlah masjid di Amerika Serikat secara dramatis telah meningkat tajam dalam dekade terakhir sekalipun banyak protes terhadap rumah ibadah Muslim paska insiden 9/11, menurut sebuah laporan yang dirilis minggu ini. Banyak Islamic Center baru menampung para Muslim yang pindah ke kota, para pendatang baru dari Afrika, Irak dan dari mana saja.

Para peneliti menemukan 2.106 (dua ribu seratus enam) Islamic Center, dengan perbandingan 1.209 pada tahun 2000 dan 962 pada tahun 1994. Sekitar seperempat jumlah pusat Islam dibangun antara 2000 – 2011, ketika komunitas Muslim menghadapi pengawasan ketat dari pejabat pemerintah dan kecurigaan masyarakat. Pada tahun 2010, mencuat protes terhadap Islamic center dekat Ground zero menjadi debat sekitar Islam, ekstrimisme dan kebebasan beragama. Demonstrasi anti masjid menyebar di Tennessee, California dan negara bagian lainnya.

Ihsan Bagby, seorang profesor di Universitas Kentucky dan penulis utama laporan itu, mengatakan penelitian itu menunjukkan Umat Islam terus membangun tempat bagi mereka meskipun ada reaksi yang tidak menyenangkan.

“Ini merupakan pertumbuhan komunitas Muslim yang sehat yang ada di Amerika”, kata Bagby. “Saya berpendapat ini berita terbaik yang dapat kami sampaikan kepada dunia dan Umat Islam khususnya”.

Laporan bertajuk “The American Mosque 2011”, berdasarkan mailing list, website dan wawancara dengan para pemimpin komunitas, survay dan wawancara dengan 524 orang pemimpin masjid. Riset itu sebagian diberikan oleh sarjana Muslim di rumah ibadah, yang mencakup berbagai tradisi religius, kebangsaan dan bahasa.

Para peneliti memilih masjid sebagai organisasi Muslim yang mengadakan Shalat Jumat, mengadakan berbagai aktifitas Muslim dan memiliki kontrol operasional atas gedung mereka. Bab tentang Asosiasi Pelajar Muslim di kampus dan universitas dimasukkan apabila mereka memiliki ruang di kampus dan memiliki kewenangan atas bangunan tempat shalat.
Selasa, 17 April 2012

Kontroversi Poligami dan Nikah Sirri

Dikutip dari Situs Majelis Ulama Indonesia (mui.or.id)
MUI|LDII Sidoarjo - Nikah sirri adalah pernikahan antara seorang laki-laki dan seorang wanita yang tidak didaftarkan di Kantor Urusan Agama (KUA). Nikah sirri hukumnya sah dan halal sepanjang dipenuhinya syarat-syarat dan rukun nikah yaitu ada maskawin, wali, saksi dan ijab. Nikah sirri kebanyakan dilakukan oleh pasangan yang berpoligami yaitu seorang laki-laki beristri lebih dari satu. Merebaknya nikah siri dikarenakan Undang-undang Negara yang tidak mendukung syariat Islam yaitu adanya larangan berpoligami di Indonesia ini.

Perkawinan sirri menuntut komitmen tanggung jawab yang besar dari pihak suami. Suami yang mengabaikan kewajibannya dalam kawin sirri akan sangat merugikan pihak perempuan atau istri. Beberapa rekomendasi tentang nikah sirri telah diajukan oleh Majelis Ulama Indonesia antara lain memberikan perlindungan kepada wanita nikah sirri dengan memberikan sangsi yang sepadan kepada suami-suami yang menelantarkan istri, anak atau keluarga. Peninjauan terhadap undang-undang anti poligami juga menjadi pertimbangan.

Perbincangan tentang nikah sirri belakangan mencuat ke permukaan sehubungan dengan munculnya wacana bahwa nikah sirri itu haram, misalnya dalam draft RUU Terapan Peradilan Agama Bidang Perkawinan. Jika benar nikah sirri diharamkan --apalagi kemudian dipidanakan dalam ranah hukum positif Indonesia--dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru. Masyarakat akan mempertanyakan, bagaimana orang yang jelas-jelas berzina hanya diancam hukuman 3 bulan penjara sedangkan yang melakukan nikah sirri diancam 6 bulan penjara atau denda 6 juta rupiah.
Jumat, 13 April 2012

Wapres Boediono Berharap LDII Dakwah Deradikalisasi

BOGOR -- Wakil Presiden Boediono, berpesan kepada Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) untuk ikut berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia. Sehingga, LDII sebagai ormas dapat dijadikan teladan untuk menghasilkan SDM profesional religius.

"Karena di jaman sekarang ini, tingginya peradaban bangsa terletak pada keberhasilan mendidik sumber daya manusia," ungkap Wapres di dalam penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LDII di IPB International Convention Center, Botani Square, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/4).

Sebagaimana ormas lainnya, LDII adalah wahana pendidikan dakwah keagaaman dan manusia yang bersifat mandiri, terbuka, moderat, majemuk, dan setara. LDII berperan dalam melakukan pendidikan untuk meningkatkan martabat manusia. Kualitas sumber daya manusia merupakan penentu maju mundurnya suatu bangsa.
Rabu, 11 April 2012

Menag - LDII Resmikan Majelis Taufiq wal Irsyad

Telaah Al Quran untuk Analisis Kehidupan Berbangsa

BOGOR, 11/4 - RAKERNAS LDII. Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Abdullah Syam (kiri) memberi cenderamata pada Menteri Agama Suryadharma Ali (kanan) usai pembukaan Rakernas LDII di Bogor, Jabar, Rabu (11/4). Rakernas yang dihadiri oleh 1500 kader LDII tersebut membahas berbagai persoalan bangsa dengan tema Pengembangan SDM profesional religius untuk Indonesia sejahtera, Demokratis, berkeadilan dan bermartabat. FOTO ANTARA/Jafkhairi/ed/Spt/12
BOGOR-- Lembaga Dakhwa Islam Indonesia (LDII) meresmikan berdirinya Majelis Taufiq wal Irsyad. Majelis ini bertugas untuk melakukan analisis terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan beragama melalui telaah Alquran dan Alhadits guna menyelesaikan berbagai problema yang dihadapi umat Islam

Acara peresmian majelis yang digelar di Botani Square, Bogor Jawa Barat tersebut turut disaksikan oleh Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali, Ketua Umum DPP LDII Prof DR Abdullah Syam, dan juga beberapa anggota LDII lainnya.

Bahkan, Menag juga turut meresmikan pembukaan Rakernas LDII 2011 yang mengambil tema ‘Pengembangan SDM profesional religius untuk Indonesia sejahtera, demokratis dan berkeadilan sosial’. Rakernas bertujuan untuk membuat program prioritas yang disesuaikan dengan dinamika sosial, politik dan ekonomi yang terjadi di tanah air.

"Program-program itu nantinya mengerucut pada pembentukan sumber daya manusia yang profesional dan berakhlak mulia," ujar Abdullah Syam di sela acara Rakernas LDII di Botani Square, Bogor , Jawa Barat, Rabu (11/4).
Minggu, 01 April 2012

Belajar Menghargai Kaum Non-Muslim

Dalam Hadist Nasai No. 4706 (versi Maktaba Shamila) Kitabu Kosaama diriwayatkan bahwa pada masa jahiliyah sebelum Islam, seorang majikan memukul pembantunya hingga meninggal karena meminjamkan tali onta kepada musafir lain di tengah perjalanan menuju kota Mekah. Sesampai di Mekah Sang Majikan yang berasal dari Bani Hasyim menceritakan kepada pemimpim Mekah, Abu Thalib, bahwa buruhnya sakit dan meninggal di perjalanan.

Pada musim haji berikutnya seorang musafir Ahli Yaman yang menjadi saksi kematian buruh tersebut melaporkan bahwa pembantu Bani Hasyim yang beretnis Kuraisy itu sebenarnya telah dibunuh oleh majikannya. Seketika itu pula Abu Thalib memanggil sang majikan dengan memberikan tiga opsi:
  1. Apabila kesaksian tersebut benar dan sang majikan mengakui maka ia harus membayar denda 100 onta.
  2. Apabila sang majikan tidak mengakui maka ia harus mendatangkan 50 orang saksi untuk bersumpah.
  3. Pilihan ketiga adalah Sang majikan, pelaku pembunuhan itu langsung dihukum mati.
Dalam kasus ini majikan Bani Hasyim memilih mendatangkan 50 orang untuk bersumpah maka selamatlah ia dari hukuman mati dan denda 100 onta. Abu Thalib bersedia menerima sumpah mereka dan menghukumi kasus tersebut berdasarkan yang tampak sekalipun sumpah mereka ternyata dusta. Selanjutnya diceritakan bahwa 48 orang dari 50 orang tersebut meninggal dunia dalam kurun waktu satu tahun setelah melakukan sumpah palsu mereka.
Senin, 19 Maret 2012

Bank Syariah yang Tidak Sesuai Syariat

BERIKUT KISAH SEORANG KARYAWAN YANG MEMUTUSKAN KELUAR KARENA TIDAK TAHAN LAGI DENGAN BERBAGAI PENYIMPANGAN SYARIAH YANG DILAKUKAN BANK SYARIAH TEMPAT KERJANYA.

oleh Amir Siahaan
Tekadku sudah bulat: keluar dari bank syariah tempatku bekerja, dan kini aku di ruangan atasanku untuk menyerahkan surat pengunduranku. Aku tidak peduli lagi ketika atasanku mencoba mempengaruhiku agar aku kembali berpikir ulang. Alhamdulillah. Permohonan pengunduranku, yang kuajukan tiga bulan sebelumnya, akhirnya disetujui. Per November 2008 aku secara resmi resign dari tempat kerjaku.

Bekerja di bank merupakan keinginan banyak anak muda. Termasuk aku. Sebut saja Aku Amir. Aku memilih bekerja di bank syariah, antara lain karena berharap mendapatkan harta barokah, halal, dan juga bisa berdakwah, mengedukasi umat mengenai pentingnya mencari harta yang halal dan betapa bahaya dan besarnya dosa riba. Layaknya para pemuda yang mengaku ‘aktivis dakwah’. Tapi aku memilih pindah karena yang kuimpikan tidak sesuai dengan kenyataan.

“Kamu jangan gegabah, Mir. Kenapa kamu malah resign. Saya nilai, kinerja kamu bagus. Kita di sini kan untuk berdakwah,”(a) kata atasanku ketika aku menghadapnya untuk menyerahkan surat permohonanku.

Berdakwah? Apa yang kualami sungguh berbeda dengan yang dia katakan. Aku mencoba melakukan hal-hal kecil di kantorku yang kuyakini kebenarannya. Meja makan di kantor kupisahkan. Yang untuk pegawai pria sendiri. Terpisah dengan meja makan pegawai perempuan. Tapi meja-meja makan itu dikembalikan ke posisi semula. Di kantorku ada lebih dari satu toilet. Aku mengusulkan agar satu toilet khusus untuk karyawati dan toilet lainnya untuk karyawan. Tapi aku malah dicemooh.(b)
Jumat, 16 Maret 2012

PBNU-LDII Jalin Kerjasama dalam Lima Bidang

Jakarta (ANTARA News) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menjalin kerja sama dalam lima bidang yang strategis bagi umat dan bangsa. Bidang-bidang tersebut adalah dakwah yang bertema mencegah radikalisasi, lingkungan hidup dan penanggulangan bencana, pendidikan, kedaulatan pangan dan tetap tegaknya NKRI.

"Kami bekerjasama dengan PBNU, sebagai Ormas Islam nasional terbesar yang sama-sama berkomitmen terhadap tegaknya NKRI dan Pancasila. Kami konkretkan kerjasama itu dalam 5 bidang, serta dalam rangka lebih menguatkan ukhuwah," kata Ketua Umum DPP LDII, Prof Dr KH Abdullah Syam, usai bertemu dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqiel Siradj, di Jakarta, Kamis sore.

Siaran pers Humas DPP LDII menyebutkan, bahwa Ketua Umum PBNU Said Aqil mengatakan bahwa NU menyambut baik dan siap bekerjasama dengan LDII. Hal ini juga karena selaras dan berkaitan dengan upaya pemberdayaan umat yang dilakukan NU, yang menyentuh rakyat kecil.
Minggu, 11 Maret 2012

OKI Kecam Ormas Anarki Atas Namakan Islam

Kritik keras ini disuarakan Sekjen Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Ekmeleddin Ihsanoglu.

VIVAnews - Sekjen Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Ekmeleddin Ihsanoglu mengecam sejumlah ormas yang mengatasnamakan Islam tapi kerap menggelar aksi-aksi kekerasan. Dia bahkan mempertanyakan, siapa yang memberi mereka otoritas untuk bertindak anarkis seperti itu.

"Ketika seseorang mengatakan saya melakukan ini atas nama Islam, harus ditanya dari mana otoritas itu, siapa yang memberinya lisensi sebagai pembela Islam," katanya usai bertemu Presiden SBY di Kantor Presiden, Senin 20 Februari 2012.

Menurutnya, ada banyak aksi yang membawa-bawa nama Islam tapi bertentangan dengan prinsip Islam itu sendiri. Padahal, Islam memiliki standar acuan dalam menilai realitas yang senantiasa berkembang, yakni Alquran dan Sunah Nabi.

"Tentu, penafsir Quran dan Sunah harus orang yang benar-benar punya otoritas untuk itu. Itu pun harus sesuai konteksnya. Tidak bisa sembarang orang menafsirkan," Ihsanoglu menegaskan.

Ihsanoglu menerangkan dalam ajaran Islam tidak ada referensi dan dogma tunggal yang terlepas dari konteksnya. "Jangan lupa, Islam adalah agama yang konsisten. Ada dua pegangan yang utama, yakni: tidak ada paksaan dalam beragama dan prinsip 'untukmu agamamu dan untukku agamaku'," katanya.

Sumber:VIVAnews

Festival Anak Sholeh, Membangun Generasi Berakhlakul Karimah


Sebanyak 700 caberawit, anak usia TK dan SD, berkumpul di Pondok LDII Al-Barokah desa Sruni Selasa, 25 Desember 2012. Festival Anak Sholeh merupakan salah satu model pembinaan generasi penerus yang diterapkan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia saat ini. Dalam even tersebut dilombakan berbagai ketrampilan beribadah seperti; membaca Al-Quran, hafalan doa-doa dan ayat-ayat pendek, menulis huruf pego (huruf Arab Jawa), Azan, Kaligrafi dan Cerdas Cermat.

Festival Anak Sholeh yang digelar tiap semester ini menjadi barometer tingkat keberhasilan pembinaan generasi muda sekaligus sebagai bahan evaluasi peningkatan program dan proses belajar-mengajar ilmu agama di lingkungan LDII. Agenda ini juga untuk mengisi liburan sekolah dan memberikan anak-anak didik kegiatan yang bermanfaat positif.

Di era globalisasi saat ini tidak ada satupun institusi yang bertanggung jawab terhadap pembangunan karakter generasi muda. Maka Lembaga Islam dan Pondok Pesantren menjadi benteng utama untuk membendung kerusakan moral di akhir jaman ini. Memberikan kefahaman agama yang benar akan membentengi generasi muda dari berbagai kerusakan zaman seperti; narkoba, pergaulan bebas dan perkelahian antar pelajar.

LDII sendiri memiliki tiga sasaran dalam membangun karakter generasi muda yaitu:
  1. Membangun generasi muda alim yang banyak ilmu agamanya
  2. Membentuk generasi berakhlakul karimah yang fakih beribadah
  3. Menjadikan generasi yang terampil bekerja dan bisa hidup mandiri

7068 - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّبَيْرِ بْنِ عَدِيٍّ، قَالَ: أَتَيْنَا أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ، فَشَكَوْنَا إِلَيْهِ مَا نَلْقَى مِنَ الحَجَّاجِ، فَقَالَ: «اصْبِرُوا، فَإِنَّهُ لاَ يَأْتِي عَلَيْكُمْ زَمَانٌ إِلَّا الَّذِي بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ، حَتَّى تَلْقَوْا رَبَّكُمْ» سَمِعْتُهُ مِنْ نَبِيِّكُمْ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
...Hajaj meriwayatkan: Sabarlah kalian, sesungguhnya tidak datang pada kalian suatu zaman kecuali (zaman) sesudahnya lebih buruk dari sebelumnya sehingga menjumpai Tuhan kalian”, aku (Hajaj) mendengar (ucapan tersebut) dari Nabi kalian sholallohu a'laihi wasallam.
[Hadist Shohih Bukhari No. 8068 Kitabu Fitan]

Catatan Perjalanan Rombongan Amirul Haji LDII

Kepercayaan Negara Kepada LDII


Tampak Ketua Umum DPP LDII Prof. DR. Abdullah Syam bersama Menteri Agama Suryadarma Ali dalam satu kesempatan di tanah suci Mekah
Kementerian Agama RI menunjuk LDII sebagai salah satu anggota amirul hajj tahun 2012, bersama-sama ormas Islam lainnya. Harapannya, LDII turut memberi sumbangsih pemikiran agar pelaksanaan ibadah haji kian baik dari masa ke masa. Ini merupakan salah satu bentuk pengakuan dan kepercayaan Pemerintah terhadap salah satu oramas Islam besar di Indonesia ini.

Pesawat Airbus 330 yang membawa rombongan Amirul Hajj, menteri Agama Suryadharma Ali bersama 10 tokoh ormas islam, berangkat tepat pukul 11.00 dari bandara internasional Soekarno-Hatta. Tak ada perbincangan riuh, kabin dipenuhi orang yang berdoa dengan bergumam.

Suasanan menentramkan, semua orang berdebar senang. Hanya saja bagi Ketua Umum DPP LDII Prof. DR. Abdullah Syam, ini tanggungjawab besar. Untuk pertama kalinya LDII menjadi anggota amirul hajj, “Bagi saya dan warga LDII ini adalah kepercayaan yang besar,” papar Abdullah Syam. Penunjukan LDII juga menandakan hubungan yang harmonis antara LDII dengan Kementerian Agama.

“Tugas amirul hajj disamping memimpin perutusan misi haji Indonesia di tanah suci, beliau juga mengadakan rapat-rapat, menghadiri undangan-undangan dan atau melakukan pertemuan dengan instansi terkait, melakukan peninjauan ke tempat-tempat pemondokan maupun perkemahan jamaah haji dan ke tempat pelayanan: seperti catering dan kesehatan. Juga memimpin pelaksanaan wukuf dan melakukan evaluasi semua kegiatan.

Lepas Sambut Komandan Kodim 0816 Sidoarjo

LDII SIdoarjo : Lepas Sambut Komandan Kodim 0816 Sidoarjo, dari Letkol Arh Achmad Miftahudin, S.Sos kepada Letkol Arh Bambang Utomo, S.IP. di Ballroom Hotel Sun City Sidoarjo, Rabu (19/12/2012).

Sejumlah pejabat yang hadir antara lain Bupati Sidoarjo Saiful Illah, Kepala Kejari Sidoarjo Sumardi, Kapolres Sidoarjo Marjuki, Forum Pimpinan Daerah,  segenap tokoh agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Sidoarjo.

Hadir juga Ketua DPD LDII Kabupaten Sidoarjo H Rony Romandhawira bersama sekretarisnya  Moh. fauzan.

Dalam kesempatan itu LDII juga menyampaikan ucapan selamat melaksanakan tugas  secara langsung kepada Komandan Kodim baru, juga kepada Bpk Miftahudin diucapkan selamat melaksanakan tugas yang baru di Kementrian Pertahanan dan Keamanan di Jakarta, semoga semua yang telah dilaksanakan dicatat oleh Alloh menjadi amal sholih yang berpahala. (alqowiyyu)

Tausiyah MUI di Pengajian Umum LDII Sidoarjo


LDII Sidoarjo : Pengajian umum LDII Sidoarjo di Masjid Baitul Makmur Pondok Pesantren Al Barokah Desa Sruni Kec. Gedangan pada Minggu (9/12/12) terasa sangat istimewa. Pengajian umum rutin yang dilakukan warga LDII setiap bulan ini juga dihadiri DR. KH. Achmad Muhammad. Atas undangan ketua DPD LDII Sidoarjo Ir. H. Rony Romandhawira, wakil ketua MUI tersebut memberikan tausiyah pada 7.000 warga LDII yang hadir pada pengajian tersebut.

Disampaikan oleh H. Ahmad Muhammad, segala sesuatu amalan tergantung niatnya, karena niat itu perlu dan niat itu pula yang membawa diterima atau ditolaknya amalan. Amalan diterima jika diniati karena Alloh.

Amar makruf nahi mungkar adalah memerintah atau mengajak kebaikan dan melarang kemungkaran, yang mengajak harus melakukan kebaikan dan yang melarang juga harus meninggalkan kemungkaran, tambahnya.

Sementara itu disaat beramah tamah, KH. Achmad Muhammad terkesan atas banyaknya  referensi kitab-kitab atau buku-buku  yang ada di perpusatakaan LDII Sidoarjo, beliau berharap bisa mendapatkan buku dari LDII untuk bisa memberikan tambahan ilmu dan informasi tentang LDII.

“Saya sangat bersyukur mendapatkan kesempatan bisa bersilaturrahim dan mewujudkan uswatun hasanah bersama LDII, ucap DR. KH. Achmad Muhammad. (al qowiyyu)

Rukun dan Bersaudara Dalam Islam

Ditulis oleh KH. Shobirun Ahkam
(ulama LDII dan Ketua Pondok Kutubu Sittah Mulyo Abadi Sleman Yogyakarta)
Senin, 05 Desember 2011 09:09
Anugrah yang maha besar diperoleh oleh Muslimiin setelah mereka melawan kaum Quraisy di Badar. Rampasan perang yang banyak sekali membuat mereka tergiur untuk memiliki. Bahkan sebagian mereka telah berebut pada harta rampasan tersebut. Tiba-tiba Allah menurunkan Firman:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَنْفَالِ قُلِ الْأَنْفَالُ لِلَّهِ وَالرَّسُولِ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ أُولَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَهُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ [الأنفال/1-4]

Artinya:
Mereka bertanya padamu tentang beberapa rampasan perang itu. Katakan, “Beberapa rampasan perang itu milik Allah dan Rasul. Maka takutlah Allah dan berdamailah antar kalian! Dan taatlah Allah dan Rasul-Nya jika kalian beriman.” Sesungguhnya orang-orang iman adalah orang-orang yang ketika ‘Allah’ disebut, hati mereka takut, dan ketika ayat-ayat-Nya dibacakan imannya bertambah, dan bertawakkal pada Tuhan mereka. Yaitu orang-orang yang menegakkan shalat dan menginfakkan sebagian rizqi yang telah Kami berikan pada mereka. Merekalah orang-orang iman yang benar. Mereka memiliki beberapa derajat dan ampunan dan rizqi yang mulia di sisi Tuhan mereka.

Konfercab GP Ansor Sidoarjo

Slamet Budiono kiri
LDII Sidoarjo : H. Agus M. Ubaidillah (Gus Ubaid) mengakhiri masa khidmat 2008-2012 sebagai pengurus cabang Gerakan Pemuda ANSOR Kabupaten Sidoarjo dengan melaksanakan konferensi pada 24-25 Nopember 2012 di Pondok Pesantren Nurul Ikhlas Sepande Sidoarjo.
Konferensi Cabang GP Ansor Kabupaten Sidoarjo resmi dibuka oleh Bupati Sidoarjo H. Saiful Illah SH.M.Hum. 

Hadir dalam acara ini Nusron Wahid Ketua umum GP, beberapa pengurus teras GP ANSOR,  Ketua DPRD Sidoarjo, Ketua NU Sidoarjo, Ketua DPD LDII Sidoarjo, pejabat dan tokoh lain se Sidoarjo.
Selain sebagai ajang silaturohim antar ormas di Sidoarjo, agenda utama konferensi  ini adalah memilih ketua GP ANSOR Sidoarjo menggantikan H. Agus.
Pada akhirnya Slamet Budiono terpilih sebagai ketua GP ANSOR Sidoarjo periode 2012-2016 setelah calon ketua Ainul Yaqin dan Soleh mengundurkan diri pada saat akan menyampaikan visi misi calon ketua. 

“Saya akan berusaha semaksimal mungkin atas amanah yang diberikan pada saya, semoga Ansor bisa semakin baik,” ujar Slamet. (alqowiyyu)

Ihtilaf Tidak Perlu Diperdebatkan

KH. Abdussomad Bukhori bersama M. Fauzan, SPd
LDII Sidoarjo : Perselisihan sesama orang islam yang bersifat ihtilaf harus dihargai dan tidak perlu diperdebatkan justru hal itu dapat menjadi khasanah kita, yang penting bukan hal yang prinsip, misal sudah tidak percaya Al qur'an dan hadits dll karena hal ini masuk perselisihan yang furu'iyah.

Hal tsb disampaikan oleh Ketua Umum MUI Propinsi Jatim KH Abdussomad Bukhori saat memberikan tausyiah yang dilaksanakan di Masjid Baitul Makmur Pondok Al Barokah Sruni Gedangan Sidoarjo dan Masjid Al Izzah Saimbang Kebonagung Sukodono Sidoarjo beberapa waktu yang lalu.

Shoting acara da'wah kerja sama antara DPW LDII propinsi Jatim bersama Arek TV yang salah satu temanya membahas orang islam harus bisa meningkatkan dan mewujudkan ukhuwah islamiah yang dapat diwujudkan dalam bentuk Ukhuwah Basyariyah (manusia), Fatoniyah (negara), Ubudiyah (ibadah). Dalam tausyiah ini hadir dari IAIN Sunan Ampel Surabaya dan para ulama yang masuk Majlis taujih wal irsyad DPP LDII. 

Ukhuwah Islamiyah adalah gambaran tentang hubungan antara orang-orang Islam sebagai satu ikatan persaudaran, antara yang satu dengan yang lainnya berada dalam satu ikatan, menjadi motivasi kerukunan umat Islam sebagaimana kerukunan di dalam tubuhnya sendiri juga merupakan keharusan di dalam memelihara stabilitas dan ketahanan nasional, sebab goyahnya stabilitas dan ketahanan nasional dapat menghambat lajunya pembangunan nasional. (alqowiyyu)

Kelola Keuangan Agar Rumah Tangga Harmonis

LDII Sidoarjo : Uang bisa menjadi pemicu masalah keluarga jika tidak dikelola dengan baik, untuk itulah bagian peranan wanita dan kesejahteraan keluarga DPD LDII Kabupaten Sidoarjo mengadakan seminar wanita  pada hari Kamis  (15/11/2012) di Gedung Barokah Sruni Gedangan Sidoarjo.

Seminar diikuti 200 ibu ibu LDII dari utusan tiap Pimpinan Cabang (PC)  dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) di Sidoarjo dengan menghadirkan nara sumber  Hj. Linda Eryani, SE, Dra. Hj. Mistiani, dan Khudoifah.

Harta yang dimiliki seseorang yang dikelola dalam rumah tangga adalah amanah dan sekaligus ujian dari Alloh yang setiap saat bisa diambil kembali oleh Alloh, maka hendaknya bisa mendapatkan harta tsb dengan cara halal dan bisa memanfaatkannya dengan dilandasi niat ibadah kepada Alloh.

Ketidakharmonisan kelurga yang dipicu akibat salah dalam pengelolaan keuangan dalam keluarga bisa mengganggu aktifitas seorang muslim dalam melaksanakan fungsinya, baik sebagai istri, suami, anak maupun sebagai hamba Alloh dalam beribadah kepadaNya.

Agar tercapai tujuan diatas maka diperlukan keterampilan yang efektif  bagi seorang wanita untuk bisa menjadi manager yang cerdas dalam pengelolaan keuangan.

Manajemen keuangan keluarga yang baik senantiasa menjaga keseimbangan antara besarnya pendapatan keluarga dengan besarnya pengeluaran. Islam mengajarkan untuk bersifat qona’ah (menerima apa adanya) ketika pendapatan tidak besar maka bisa mengoptimalkan pos-pos pengeluaran sehingga tidak besar pasak daripada tiang.

Tema seminar kali ini adalah Meningkatkan Keharmonisan Keluarga Melalui Manajemen Keuangan yang Efektif. Dari seminar wanita ini diharapkan dapat menjadi wadah persatuan, kerukunan dan wadah pembinaan bagi para ibu agar dpt meningkatkan perannya sebagai tokoh penting dalam pembinaan generasi penerus yg dimulai dari dalam keluarga sehingga akan terlahir generasi muda yang berkualitas. (alqowiyyu)


Bakti Sosial di Ponpes Nurul Ikhlas

Ketua LDII Sidoarjo bersama Ketua GP Anshor Sidoarjo
LDII Sidoarjo : Bakti sosial bersama antara GP Ansor Sidoarjo dengan LDII Sidoarjo di Pondok Pesantren Nurul Ikhlas Desa Sepande Kec. Candi Sidoarjo (Minggu, 28/10/12) berlangsung meriah kompak rukun dan antusias untuk melaksanakan baksos bersama-sama dengan baik.

Hadir dalam baksos ini sekitar 200 orang, terdiri dari warga LDII, Ansor, Banser, pengurus serta santri pondok. Semua yang mengikuti baksos berbaur jadi satu saling gotong royong bahu membahu membersihkan halaman dan mengecat tembok pondok, semua dilakukan dengan penuh ikhlas.

Tradisi sifat gotong royong yang melekat pada masyakarat Indonesia perlahan namun pasti mulai pudar sehingga menambah rapuhnya rajutan kebersamaan dalam masyarakat, terkadang lalai menumbuhkan nilai-nilai kekeluargaan dan kebersamaan, menggantikannya dengan sesuatu yang bersifat material. Akibatnya, rasa kebersamaan antar masyarakat semakin pudar. Nilai gotong royong, empati, toleransi, dan serta kebersamaan sesama menjadi semakin terkikis.

Ketua DPD LDII Sidoarjo dalam penjelasannya, acara ini sekaligus untuk memperkuat tali silaturrohim dan ukhuwah islamiah antara GP Ansor dan LDII. Kita berharap semua eleman masyarakat dan ormas di Sidoarjo dan wilayah lain dapat menyusul sehingga cita-cita persatuan dan kesatuan di NKRI betul-betul terjaga. (alqowiyuu)

Berbagi Kebahagiaan di Hari Raya Idul Adha

LDII Sidoarjo : Hari raya Idul Adha dilaksanakan secara serentak oleh umat Islam di Indonesia, pun pula warga LDII di Sidoarjo berbondong-bondong melaksanakan solat hari raya Idul Adha 1433 H pada hari Jumat 26 Oktober 2012 di 24 lokasi.

Seperti yang dilakukan di PC LDII Sukodono, salah satunya dilaksanakan di halaman masjid Al Izza Saimbang Kebonagung Sukodono, di lokasi ini sebagai iman sholat dan khotbah adalah H. Ronny Romandhawira, ketua DPD LDII Sidoarjo.

Dalam khotbahnya disampaikan dengan momentum Idul Adha ini mengajak umat islam untuk selalu menertibkan dan meningkatkan ibadah, keimanan dan ketaqwaannya dan dengan momentum Idul Adha kita umat islam juga supaya meningkatkan ukhuwah islamiah, persatuan dan kesatuan, umat islam jangan sampai mudah terprovokasi orang yang tidak bertanggung jawab sehingga mengakibatkan semakin lemahnya orang islam.

Dan dengan Idul Adha kita sesama orang muslim untuk meningkatkan rasa berbagi kebahagiaan antara sesama, lanjutnya dalam nasehat yang disampaikan.

Selesai melaksanakan solat Idul Adha semua warga LDII di Sidoarjo melaksanakan ibadah memotong hewan qurban berupa sapi atau kambing, dari data rekapitusasi tercatat jumlah hewan qurban yang dilaksanakan warga LDII Sidoarjo berupa sapi 339 dan kambing 253 ekor, untuk selanjutnya daging qurban dibagikan kepada masyarakat umum. (alqowiyyu)

NU LDII Sepakat Lakukan Kerjasama

Kerjasama dalam bidang dakwah, pendidikan, lingkungan hidup, penanggulangan bencana, kedaulatan pangan, dan menjaga tegaknya NKRI tertuang dalam MoU Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) dengan Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) yang ditandatangani di Semarang (14/10/12)

"Kami semua ini bersaudara, harus bersatu," kata Ketua Umum PBNU K.H. Said Aqil Siradj, usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PBNU dan DPP LDII, di Kantor DPW LDII Jawa Tengah, Semarang.

Menurut Said, seluruh komponen bangsa harus bersatu dalam menanggulangi radikalisme dan tidak bisa berjuang sendiri-sendiri, bahkan pemerintah harus menggandeng "civil society", termasuk organisasi kemasyarakatan.

Ketua Umum DPP LDII, Abdullah Syam mengatakan, radikalisme yang selama ini menjadi penyebab adanya tindakan terorisme sebenarnya tidak ada dalam ajaran agama. Kemungkinan paham tersebut justru datang dari luar agama. Oleh sebab itu salah satu poin dari MoU tersebut adalah dakwah deradikalisasi.

"Dari konsep Islam tidak ada radikal, proses radikalisasi itu datang justru dari eksternal. Oleh sebab itu perlu kita kembalikan, perlu suatu dakwah. Tapi kita tidak bisa sendri, oleh karena itu kita mengajak pihak yang terkait, kita gagas salah satunya dengan NU," terang Abdullah Syam.

Kerjasama tersebut tidak hanya di Jawa Tengah namun juga akan dilakukan berbagai daerah di Indonesia. Dalam acara tersebut dilaksanakan juga peresmian kantor DPW LDII Provinsi Jawa Tengah di Jl. Ketileng Raya 1 Semarang, yang juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah, Rustriningsih. (alqowiyyu)

Peran Da'i Kamtibmas untuk Perdamaian

Silaturrahim dan pertemuan da’i kamtibmas yang dihadiri masing-masing da’i mewakili Polres se-Jatim dengan jajaran Kasat Kamtibmas Polda Jatim pada hari Rabu (10/10/2012) di Polda Jatim.

Dibuka oleh Ibu Puji Astuti dari kasat Bimas Polda Jatim. Beliau menyarankan betapa besar dan pentingnya peran ulama dan tokoh masyarakat untuk mendatangkan rasa damai dan aman, tanpa mereka peran Polisi tidak ada artinya apa-apa. Dilanjutkan sesi kedua pengarahan dari bapak Kyai Abdul Muthollib mewakili dari Da’i Kamtibmas tingkat Polda.

Dalam pengarahannya mengajak para da’i kamtibmas yang mewakili Polres se-Jatim untuk melaksanakan dakwah yang bernilai membawa solusi dari berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat, bukan dakwah untuk menghukum atau memvonis, misal ada penzina dikatakan haram dan masuk neraka, tapi yang diharapkan bagaimana memberi solusi agar mereka bisa keluar dari prostitusi.

Materi makalah dari kementrian agama Jawa Timur disampaikan oleh Bapak H. Supriyadi. Dalam makalah tersebut memuat besarnya peran Da’i Kamtibmas dalam dakwahnya. Banyak organisasi masyarakat dari keagamaan khususnya ISLAM yang diwakili NU, MUHAMMADIYAH, PERSIS dan LDII telah menyumbangkan peran yang positif bagi kehidupan masyarakat, seperti ikut berperan memajukan di bidang pendidikan, mengentas kemiskinan, memerangi kebodohan, khusus dari Ormas LDII telah berhasil membina para remaja dengan menanamkan akhlakul karimah.

Silaturrahim berakhir pada pukul 11.10 setelah melakukan tanya jawab dan dilanjutkan dengan ramah tamah serta makan bersama. Kemudian dianjutkan melaksanakan sholat Dzuhur berjama’ah di masjid Polda Jatim. (alqowiyyu)

Ghowes Sehat Ibadah Jadi Lancar.

H. Willy Widjajanto serahkan hadiah
LDIISidoarjo: Berbagai macam sepeda dari yang paling antik sampai yang modern berbaur jadi satu dalam ghowes LDII Sidoarjo, minggu pagi akhir September 2012 di Pondok Al Barokah Sruni Gedangan Sidoarjo, dibuka oleh Pembina DPP LDII Letkol Mar (P) H. Syukur, diselenggarakan oleh bidang pemuda dan olahraga DPD LDII Kabupten Sidoarjo.

“Diharapkan warga LDII yang selama ini tekun dalam beribadah dan berdakwah bisa semakin sehat badannya., kata ketua DPD LDII Sidoarjo H. Rony Romandhawira melalui sekretarisnya M. Fauzan.

Ghowes ini kami selenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 66, tambahnya.

Funbike menjadi sarana olahraga yang murah menyehatkan, sehingga acara ini disambut dengan antusias oleh 1000 peserta dari warga LDII Sidoarjo dan masyarakat umum dari pecinta olahraga bersepeda dengan keliling sejauh 22 km menyusuri Sidoarjo kawasan timur.

Tersedia hadiah bagi peserta yang beruntung, seperti 9 sepeda fixi, lemari es, kompor gas, magic com, kipas angin, setrika dan berbagai hadiah lainnya.

“Peserta dari luar kota seperti dari Kediri juga datang di funbike ini, dengan funbike ini semoga bisa mempererat tali silaturrohim dan mengingatkan kembali masyarakat khususnya warga LDII tentang pentingnya menjaga kebugaran dan kesehatan badan agar dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan khusuk”, kata H. Willy Widjajanto ketua bidang pemuda dan olahraga.

“Acara ini sangat menarik, menyehatkan, sepeda ini selalu menemani kemana saja, funbike ini kalau bisa dijadikan agenda tahunan,” kata H. Nursalim salah satu peserta.
(al qowiyyu)

Di PBB, Dunia Islam Mempertanyakan Kebebasan Berbicara ala Barat

Oleh John Irish ditejemahkan oleh LDII Sidoarjo
UNITED NATIONS | Fri Sep 28, 2012 7:14 EDT
(Reuters) – Dalam Sidang Umum PBB pekan ini, para pemimpin Muslim serempak mengecam bahwa Barat sedang bersembunyi di balik kebebasan berbicara dan mengabaikan kepekaan budaya pasca pelecehan anti-Islam yang menimbulkan kekhawatiran semakin melebarnya pertentangan budaya Timur-Barat.

Sebuah video yang dibuat di California menggambarkan Nabi Muhammad sebagai orang bodoh telah memicu penyerangan kedutaan AS dan Barat lainnya di banyak Negara Islam dan serangan bom bunuh diri mematikan di Afghanistan bulan ini. Krisis ini diperparah ketika sebuah majalah Perancis menerbitkan karikatur Nabi.

Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan sudah waktunya mengakhiri Islamophobia yang berkedok kebebasan berbicara sebebas-bebasnya.

"Sayangnya, Islamophobia juga menjadi bentuk rasisme baru seperti anti-Semitisme. Ini tidak bisa lagi ditoleransi dengan kedok kebebasan berekspresi. Kebebasan tidak berarti anarki," katanya kepada 193 negara di Majelis Umum PBB pada hari Jumat (28/9/2012)

Presiden Islam Mesir yang baru terpilih, Mohamed Mursi, menyuarakan sentimen yang sama dalam pidatonya, Rabu.

"Mesir menghormati kebebasan berekspresi, kebebasan berekspresi yang tidak digunakan untuk menghasut kebencian terhadap siapa pun," katanya. "Kami mengharap orang lain, sebagaimana mereka mengharapkan dari kami, bahwa mereka menghormati budaya kami yang spesifik dan berbasis agama, dan tidak memaksakan konsep atau budaya yang tidak dapat kami diterima".

MUI dan LDII Ajak Masyarakat Perangi Terorisme


Silaturahim LDII
Ketua MUI Umar Shihab (kiri), Perwakilan Mabes Polri Kombes Pol Erwin (kedua kiri), Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari (tengah), Ketua Umum LDII Abdullah Syam (kedua kanan), dan Ketua Komisi Ukhuwat MUI Selamat Efendi Yusuf (kanan) berbincang di sela-sela acara silaturahmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia dengan Lembaga Negara di Kantor Pusat LDII, Patal Senayan, Jakarta, Selasa (11/9). Pertemuan para ulama tersebut untuk menolak rencana sertifikasi ulama yang dilontarkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). (FOTO ANTARA/Reno Esnir)
Jakarta (ANTARA News) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi aksi terorisme yang mengatasnamakan agama dengan alasan membela kasus kalangan Muslim tertentu.

Ketua MUI Slamet Effendi Yusuf mengatakan apapun tindakan kekerasan yang memakan korban jiwa tidak dibenarkan atas nama agama dan negara. Oleh karena itu, MUI menilai apa yang dilakukan para pelaku teror dengan dalih membela kaum Muslim di negara lain sudah melanggar aturan yang ada.

"Kami menyesalkan apa yang telah dilakukan para pelaku teror ini, apalagi korbannya juga umat Muslim itu sendiri. Masalah umat Islam Rohingya yang menjadi alasan mereka tentunya harus bisa dipisahkan karena masalah itu sudah ada yang menangani bahkan Indonesia telah mengurus khusus Bapak Jusuf Kalla untuk menyelesaikannya. Saya kira itu sudah cukup," katanya disela-sela acara siraturahmi dengan seluruh umat Islam di DKI di kantor DPP LDII Jakarta, Selasa malam.

Menurut Slamet Effendi, kedatangan Ketua PMI dalam menyelesaikan masalah tersebut sudah menunjuk kan etikad baik pemerintah indonesia dalam ikut serta mempererat kerukunan antarumat beragama di dunia termasuk di Myanmar.

Gara-Gara Meneliti Iddah Muslimah, Pemimpin Yahudi Masuk Islam

Setelah penelitian-penelitian tersebut, dia akhirnya memutuskan untuk masuk Islam. Ia meyakini hanya Islam lah yang menjaga martabat perempuan dan menjaga keutuhan kehidupan sosial. Ia yakin bahwa perempuan muslimah adalah yang paling bersih di muka bumi ini.

REPUBLIKA.CO.ID, AMERIKA -- (LDII Sidoarjo) Robert Guilhem, pakar genetika dan pemimpin Yahudi di Albert Einstein College menyatakan dengan tegas soal keislamannya. Dia masuk Islam setelah kagum dengan ayat-ayat Al-Quran tentang masa iddah wanita muslimah selama tiga bulan. Massa iddah merupakan massa tunggu perempuan selama tiga bulan, selama proses dicerai suaminya.

Seperti dikutip dari societyberty.com, hasil penelitian yang dilakukannya menunjukkan, massa iddah wanita sesuai dengan ayat-ayat yang tercantum di Alquran. Hasil studi itu menyimpulkan hubungan intim suami istri menyebabkan laki-laki meninggalkan sidik khususnya pada perempuan.

Dia mengatakan jika pasangan suami istri (pasutri) tidak bersetubuh, maka tanda itu secara perlahan-lahan akan hilang antara 25-30 persen. Gelhem menambahkan, tanda tersebut akan hilang secara keseluruhan setelah tiga bulan berlalu. Karena itu, perempuan yang dicerai akan siap menerima sidik khusus laki-laki lainnya setelah tiga bulan.

Bukti empiris ini mendorong pakar genetika Yahudi ini melakukan penelitian dan pembuktian lain di sebuah perkampungan Muslim Afrika di Amerika. Dalam studinya, ia menemukan setiap wanita di sana hanya mengandung sidik khusus dari pasangan mereka saja.

Sejumlah Tokoh Hadiri Buka Bersama LDII


Dewan Pimpinaan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengadakan buka puasa bersama para tokoh di Wisma Besar DPP LDII, Jakarta, Senin (13/8/2012). Hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua Umum LDII Abdullah Syam, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI Kh. Ma'ruf Amin, Wakapolri Komjen Nanan Sukarman, Dirjen Bimas Islam Prof Abdul Jamil dan Ketua MUI Pusat Prof KH Umar Shihab, dan Kabalitbang Kemenag Prof H Machasin.

Turut hadir pula Sekretaris Duta Besar Republik Singapura Zhou Suli. Zhou Suli berpendapat bahwa kerukunan dan kekompakan bangsa Indonesia perlu ditingkatkan. Pasalnya, kedua hal tersebut, menurut Zhou, merupakan syarat utama menuju negara yang maju dan sejahtera.

Foto atas: Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islama Indonesia (DPP LDII) bersama para tokoh buka puasa bersama. Tema dalam buka puasa ini adalah 'Membangun Moral Ukhuwah Islamiyah Meningkatkan Kinerja Bangsa'. Foto bawah: Sekretaris Dubes Singapura, Zhou Suli (Tak Berkerudung) | Foto: Arifin Rusdi /@IRNewscom

Sumber:

Keutamaan Mati Syahid

Mati Sahid Tidak Harus Berperang atau Melakukan Kekerasan

Mati syahid, satu terminologi yang saat ini sebagian masyarakat masih phobia. Mati syahid sering di asosiasikan dengan jihad atau mati berperang dalam Sabilillah. Lebih-lebih di era sekarang, sebagian oknum malah menyimpangkan makna jihad dan mati syahid dengan terorisme, kekerasan, pembunuhan, pengeboman dengan mengatasnamakan Islam.

Dalam Islam sendiri ternyata syahid tidak hanya terbatas mati karena berperang membela Islam. Rasulullah SAW bahkan menegaskan, kalau syahid terbatas hanya pada peperangan maka akan sangat sedikit sekali umat Islam yang mendapatkan pahala mati syahid. Sesuai tuntunan Rasulullah SAW, sebenarnya mati syahid meliputi banyak hal.
  • Mati dalam keadaan sedang mengerjakan urusan agama Allah, seperti; mengaji, nasehat, berhaji, mengurus shodakoh / zakat, dan urusan agama lainnya.
  • Ibu-ibu Muslim yang meninggal dunia saat melahirkan bayi.
  • Mati karena sakit perut.
  • Mati karena penyakit.
  • Mati tenggelam, kebakaran dan tertimpa bencana atau kecelakan.

Mubaligh Plentis

ditulis oleh Budi Waluyo
Pendidikan adalah faktor utama dalam meningkatkan kualitas dan derajat manusia. Dalam bidang agama, peran lembaga pendidikan, seperti; pondok pesantren, madrasah, dan TPQ serta para ulama, dai, ustad dan mubaligh sangat vital. Inilah salah satu jawaban kenapa LDII tetap eksis dan terus berkembang sampai hari ini. LDII meletakkan pendidikan (mengaji Quran dan Assunah) sebagai program pertama dan paling utama. Setiap bulan LDII meluluskan tidak kurang dari 600 orang dai atau mubaligh dan menyebarkannya ke seluruh penjuru tanah air.

Selama ini kita mempersonafikasikan seorang ulama atau mubaligh atau dai sebagai sosok yang suci, tinggi ilmunya dan luas wawasannya. Seorang ulama atau dai biasanya berpenampilan rapi, bergaya intelek, merdu suaranya dan menawan gaya bicaranya. Ulama adalah sosok tokoh yang cerdas, dikagumi dan jadi idola masyarakat Islam.

Akan tetapi tidak demikian di LDII, para dai atau mubaligh yang baru lulus pondok itulah dikenal dengan sebutan populer "Mubaligh Plentis". Plentis adalah terminologi Jawa yang berarti, kecil, remeh atau tidak berarti. Profil mubalig LDII kebanyakan adalah anak desa yang tidak berpendidikan, dropout sekolah, SDTT (sekolah dasar tidak tamat).

Istri Presiden Mesir: Jangan Panggil Saya "First Lady"

Oleh AYA BATRAWY Associated Press

Kairo – Ibu Negara baru Mesir Naglaa Ali Mahmoud dan pendahulunya Suzanne Mubarak memiliki setidaknya satu kesamaan: keduanya pernah menyaksikan suami dan anak mereka ditahan di penjara Mesir. Kesamaan tampaknya berakhir di situ saja.

Istri Presiden terguling Hosni Mubarak adalah seorang wanita glamor, lulusan universitas yang moderen dengan ibu asal Inggris. Dia dikritik karena elitis, sombong, sok penting, sok berkuasa dan melalaikan nasib rakyat jelata Mesir.

Salurkan Bakat dan Minat Lewat Futsal Usia Dini


LDII Sidoarjo - Liburan sekolah panjang diisi dengan kegiatan yang positif akan terasa manfaatnya bagi anak usia sekolah, seperti yang dilakukan oleh bidang pemuda dan olahraga DPD LDII Sidoarjo dengan mengadakan lomba futsal tingkat “cabe rawit’ atau usia dini.

Lomba futsal dilaksanakan sistim setengah kompetisi di halaman gedung Barokah Sruni Gedangan Sidoarjo selama seminggu (25-30/6/2012), diikuti oleh 28 tim dari PAC (Pimpinan Anak Cabang) LDII.

Kontroversi Seputar Fatwa MUI Tentang Bunga Bank

Dikutip dari: Situs Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga

MUI akhirnya menjatuhkan vonis haram atas bunga bank, tepat di penghujung tahun 2003 kemarin. Tak ayal, keputusan yang oleh sebagian orang dianggap mendadak ini memancing respons dari pelbagai pihak. Tidak sedikit yang kemudian bertanya-tanya. Benarkah bunga yang selama ini dijadikan basis oleh bank-bank konvensional adalah riba? Tidak adakah pengecualian untuk bunga yang “wajar” dan proporsional? Bagaimana kesimpulan halal atau haramnya bunga bank diperoleh?

Tulisan ini akan mencoba untuk melakukan pengkajian ulang, dari sudut pandang syariah Islam, terhadap bunga bank. Mudah-mudahan ia dapat memberi kontribusi untuk melihat jelas duduk persoalan bunga bank.

ANTARA BUNGA DAN RIBA

Pada dasarnya, bagi bank-bank konvensional, bunga memang merupakan salah satu aspek yang memainkan peran yang sangat vital dalam kegiatan usahanya. Hal ini disebabkan ia terkait langsung dengan banyak dari produk jasa bank itu sendiri. Baik itu berbentuk simpanan maupun kredit. Masing-masing dengan bentuknya yang beraneka ragam seperti giro, deposito berjangka, tabungan, obligasi, KUK, dan lain-lain. Mengingat luasnya bidang usaha perbankan tersebut, pembahasan ini akan lebih memfokuskan diri pada konsep bunga bank itu sendiri dan tidak terlalu jauh merinci aplikasi sistem bunga dalam praktiknya. Menurut Dahlan Siamat, bunga (interest), “dari sisi permintaan adalah biaya atas pinjaman; dan dari sisi penawaran merupakan pendapatan atas pemberian kredit.”

AT & T Harus Membayar Denda $ 5 juta kepada Seorang Muslimah atas Kasus Diskriminasi

Wanita yang dilecehkan itu menyebut atasannya menarik kerudung dari kepalanya

Diterjemahkan oleh LDII Sidoarjo

Susann Bashir memenangkan gugatan jutaan dolar terhadap AT & T atas pelecehan yang ia derita di tempat kerja karena pakaiannya begitu ia masuk agama Islam.

KANSAS CITY, Mo - Seorang wanita Muslim yang dipecat dari pekerjaannya di Perusahaan telekomunikasi AT & T mengatakan pelecehan yang dialaminya selama bertahun-tahun mencapai puncaknya ketika atasannya menyambar jilbab dari kepalanya sehingga terbuka rambutnya.

Juri memberikan ganti rugi mantan penduduk Kansas City Susann Bashir $ 5 juta Kamis, bersama dengan $ 120.000 gaji yang hilang dan kerugian aktual lainnya.

The Kansas City Star (http://bit.ly/JKWbqR) melaporkan denda itu tampaknya menjadi putusan juri terbesar dalam kasus diskriminasi di tempat kerja dalam sejarah Missouri.

Bashir mengatakan pelecehan tersebut dimulai begitu ia masuk Islam pada tahun 2005. Dia dipecat setelah dia meninggalkan pekerjaan pada tahun 2008 karena stres setelah mengajukan gugatan kepada Komisi Equal Employment Opportunity dan kemudian tidak kembali selama sembilan bulan.

AT & T mengatakan pihaknya berencana untuk mengajukan banding.

Sumber: http://www.nydailynews.com/

Islam Tumbuh di Amerika, Hasil Sebuah Study

OLEH: RACHEL ZOLL diterjemahkan oleh LDII Sidoarjo
The Associated Press
New York – Jumlah masjid di Amerika Serikat secara dramatis telah meningkat tajam dalam dekade terakhir sekalipun banyak protes terhadap rumah ibadah Muslim paska insiden 9/11, menurut sebuah laporan yang dirilis minggu ini. Banyak Islamic Center baru menampung para Muslim yang pindah ke kota, para pendatang baru dari Afrika, Irak dan dari mana saja.

Para peneliti menemukan 2.106 (dua ribu seratus enam) Islamic Center, dengan perbandingan 1.209 pada tahun 2000 dan 962 pada tahun 1994. Sekitar seperempat jumlah pusat Islam dibangun antara 2000 – 2011, ketika komunitas Muslim menghadapi pengawasan ketat dari pejabat pemerintah dan kecurigaan masyarakat. Pada tahun 2010, mencuat protes terhadap Islamic center dekat Ground zero menjadi debat sekitar Islam, ekstrimisme dan kebebasan beragama. Demonstrasi anti masjid menyebar di Tennessee, California dan negara bagian lainnya.

Ihsan Bagby, seorang profesor di Universitas Kentucky dan penulis utama laporan itu, mengatakan penelitian itu menunjukkan Umat Islam terus membangun tempat bagi mereka meskipun ada reaksi yang tidak menyenangkan.

“Ini merupakan pertumbuhan komunitas Muslim yang sehat yang ada di Amerika”, kata Bagby. “Saya berpendapat ini berita terbaik yang dapat kami sampaikan kepada dunia dan Umat Islam khususnya”.

Laporan bertajuk “The American Mosque 2011”, berdasarkan mailing list, website dan wawancara dengan para pemimpin komunitas, survay dan wawancara dengan 524 orang pemimpin masjid. Riset itu sebagian diberikan oleh sarjana Muslim di rumah ibadah, yang mencakup berbagai tradisi religius, kebangsaan dan bahasa.

Para peneliti memilih masjid sebagai organisasi Muslim yang mengadakan Shalat Jumat, mengadakan berbagai aktifitas Muslim dan memiliki kontrol operasional atas gedung mereka. Bab tentang Asosiasi Pelajar Muslim di kampus dan universitas dimasukkan apabila mereka memiliki ruang di kampus dan memiliki kewenangan atas bangunan tempat shalat.

Kontroversi Poligami dan Nikah Sirri

Dikutip dari Situs Majelis Ulama Indonesia (mui.or.id)
MUI|LDII Sidoarjo - Nikah sirri adalah pernikahan antara seorang laki-laki dan seorang wanita yang tidak didaftarkan di Kantor Urusan Agama (KUA). Nikah sirri hukumnya sah dan halal sepanjang dipenuhinya syarat-syarat dan rukun nikah yaitu ada maskawin, wali, saksi dan ijab. Nikah sirri kebanyakan dilakukan oleh pasangan yang berpoligami yaitu seorang laki-laki beristri lebih dari satu. Merebaknya nikah siri dikarenakan Undang-undang Negara yang tidak mendukung syariat Islam yaitu adanya larangan berpoligami di Indonesia ini.

Perkawinan sirri menuntut komitmen tanggung jawab yang besar dari pihak suami. Suami yang mengabaikan kewajibannya dalam kawin sirri akan sangat merugikan pihak perempuan atau istri. Beberapa rekomendasi tentang nikah sirri telah diajukan oleh Majelis Ulama Indonesia antara lain memberikan perlindungan kepada wanita nikah sirri dengan memberikan sangsi yang sepadan kepada suami-suami yang menelantarkan istri, anak atau keluarga. Peninjauan terhadap undang-undang anti poligami juga menjadi pertimbangan.

Perbincangan tentang nikah sirri belakangan mencuat ke permukaan sehubungan dengan munculnya wacana bahwa nikah sirri itu haram, misalnya dalam draft RUU Terapan Peradilan Agama Bidang Perkawinan. Jika benar nikah sirri diharamkan --apalagi kemudian dipidanakan dalam ranah hukum positif Indonesia--dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru. Masyarakat akan mempertanyakan, bagaimana orang yang jelas-jelas berzina hanya diancam hukuman 3 bulan penjara sedangkan yang melakukan nikah sirri diancam 6 bulan penjara atau denda 6 juta rupiah.

Wapres Boediono Berharap LDII Dakwah Deradikalisasi

BOGOR -- Wakil Presiden Boediono, berpesan kepada Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) untuk ikut berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia. Sehingga, LDII sebagai ormas dapat dijadikan teladan untuk menghasilkan SDM profesional religius.

"Karena di jaman sekarang ini, tingginya peradaban bangsa terletak pada keberhasilan mendidik sumber daya manusia," ungkap Wapres di dalam penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LDII di IPB International Convention Center, Botani Square, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/4).

Sebagaimana ormas lainnya, LDII adalah wahana pendidikan dakwah keagaaman dan manusia yang bersifat mandiri, terbuka, moderat, majemuk, dan setara. LDII berperan dalam melakukan pendidikan untuk meningkatkan martabat manusia. Kualitas sumber daya manusia merupakan penentu maju mundurnya suatu bangsa.

Menag - LDII Resmikan Majelis Taufiq wal Irsyad

Telaah Al Quran untuk Analisis Kehidupan Berbangsa

BOGOR, 11/4 - RAKERNAS LDII. Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Abdullah Syam (kiri) memberi cenderamata pada Menteri Agama Suryadharma Ali (kanan) usai pembukaan Rakernas LDII di Bogor, Jabar, Rabu (11/4). Rakernas yang dihadiri oleh 1500 kader LDII tersebut membahas berbagai persoalan bangsa dengan tema Pengembangan SDM profesional religius untuk Indonesia sejahtera, Demokratis, berkeadilan dan bermartabat. FOTO ANTARA/Jafkhairi/ed/Spt/12
BOGOR-- Lembaga Dakhwa Islam Indonesia (LDII) meresmikan berdirinya Majelis Taufiq wal Irsyad. Majelis ini bertugas untuk melakukan analisis terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan beragama melalui telaah Alquran dan Alhadits guna menyelesaikan berbagai problema yang dihadapi umat Islam

Acara peresmian majelis yang digelar di Botani Square, Bogor Jawa Barat tersebut turut disaksikan oleh Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali, Ketua Umum DPP LDII Prof DR Abdullah Syam, dan juga beberapa anggota LDII lainnya.

Bahkan, Menag juga turut meresmikan pembukaan Rakernas LDII 2011 yang mengambil tema ‘Pengembangan SDM profesional religius untuk Indonesia sejahtera, demokratis dan berkeadilan sosial’. Rakernas bertujuan untuk membuat program prioritas yang disesuaikan dengan dinamika sosial, politik dan ekonomi yang terjadi di tanah air.

"Program-program itu nantinya mengerucut pada pembentukan sumber daya manusia yang profesional dan berakhlak mulia," ujar Abdullah Syam di sela acara Rakernas LDII di Botani Square, Bogor , Jawa Barat, Rabu (11/4).

Belajar Menghargai Kaum Non-Muslim

Dalam Hadist Nasai No. 4706 (versi Maktaba Shamila) Kitabu Kosaama diriwayatkan bahwa pada masa jahiliyah sebelum Islam, seorang majikan memukul pembantunya hingga meninggal karena meminjamkan tali onta kepada musafir lain di tengah perjalanan menuju kota Mekah. Sesampai di Mekah Sang Majikan yang berasal dari Bani Hasyim menceritakan kepada pemimpim Mekah, Abu Thalib, bahwa buruhnya sakit dan meninggal di perjalanan.

Pada musim haji berikutnya seorang musafir Ahli Yaman yang menjadi saksi kematian buruh tersebut melaporkan bahwa pembantu Bani Hasyim yang beretnis Kuraisy itu sebenarnya telah dibunuh oleh majikannya. Seketika itu pula Abu Thalib memanggil sang majikan dengan memberikan tiga opsi:
  1. Apabila kesaksian tersebut benar dan sang majikan mengakui maka ia harus membayar denda 100 onta.
  2. Apabila sang majikan tidak mengakui maka ia harus mendatangkan 50 orang saksi untuk bersumpah.
  3. Pilihan ketiga adalah Sang majikan, pelaku pembunuhan itu langsung dihukum mati.
Dalam kasus ini majikan Bani Hasyim memilih mendatangkan 50 orang untuk bersumpah maka selamatlah ia dari hukuman mati dan denda 100 onta. Abu Thalib bersedia menerima sumpah mereka dan menghukumi kasus tersebut berdasarkan yang tampak sekalipun sumpah mereka ternyata dusta. Selanjutnya diceritakan bahwa 48 orang dari 50 orang tersebut meninggal dunia dalam kurun waktu satu tahun setelah melakukan sumpah palsu mereka.

Bank Syariah yang Tidak Sesuai Syariat

BERIKUT KISAH SEORANG KARYAWAN YANG MEMUTUSKAN KELUAR KARENA TIDAK TAHAN LAGI DENGAN BERBAGAI PENYIMPANGAN SYARIAH YANG DILAKUKAN BANK SYARIAH TEMPAT KERJANYA.

oleh Amir Siahaan
Tekadku sudah bulat: keluar dari bank syariah tempatku bekerja, dan kini aku di ruangan atasanku untuk menyerahkan surat pengunduranku. Aku tidak peduli lagi ketika atasanku mencoba mempengaruhiku agar aku kembali berpikir ulang. Alhamdulillah. Permohonan pengunduranku, yang kuajukan tiga bulan sebelumnya, akhirnya disetujui. Per November 2008 aku secara resmi resign dari tempat kerjaku.

Bekerja di bank merupakan keinginan banyak anak muda. Termasuk aku. Sebut saja Aku Amir. Aku memilih bekerja di bank syariah, antara lain karena berharap mendapatkan harta barokah, halal, dan juga bisa berdakwah, mengedukasi umat mengenai pentingnya mencari harta yang halal dan betapa bahaya dan besarnya dosa riba. Layaknya para pemuda yang mengaku ‘aktivis dakwah’. Tapi aku memilih pindah karena yang kuimpikan tidak sesuai dengan kenyataan.

“Kamu jangan gegabah, Mir. Kenapa kamu malah resign. Saya nilai, kinerja kamu bagus. Kita di sini kan untuk berdakwah,”(a) kata atasanku ketika aku menghadapnya untuk menyerahkan surat permohonanku.

Berdakwah? Apa yang kualami sungguh berbeda dengan yang dia katakan. Aku mencoba melakukan hal-hal kecil di kantorku yang kuyakini kebenarannya. Meja makan di kantor kupisahkan. Yang untuk pegawai pria sendiri. Terpisah dengan meja makan pegawai perempuan. Tapi meja-meja makan itu dikembalikan ke posisi semula. Di kantorku ada lebih dari satu toilet. Aku mengusulkan agar satu toilet khusus untuk karyawati dan toilet lainnya untuk karyawan. Tapi aku malah dicemooh.(b)

PBNU-LDII Jalin Kerjasama dalam Lima Bidang

Jakarta (ANTARA News) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menjalin kerja sama dalam lima bidang yang strategis bagi umat dan bangsa. Bidang-bidang tersebut adalah dakwah yang bertema mencegah radikalisasi, lingkungan hidup dan penanggulangan bencana, pendidikan, kedaulatan pangan dan tetap tegaknya NKRI.

"Kami bekerjasama dengan PBNU, sebagai Ormas Islam nasional terbesar yang sama-sama berkomitmen terhadap tegaknya NKRI dan Pancasila. Kami konkretkan kerjasama itu dalam 5 bidang, serta dalam rangka lebih menguatkan ukhuwah," kata Ketua Umum DPP LDII, Prof Dr KH Abdullah Syam, usai bertemu dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqiel Siradj, di Jakarta, Kamis sore.

Siaran pers Humas DPP LDII menyebutkan, bahwa Ketua Umum PBNU Said Aqil mengatakan bahwa NU menyambut baik dan siap bekerjasama dengan LDII. Hal ini juga karena selaras dan berkaitan dengan upaya pemberdayaan umat yang dilakukan NU, yang menyentuh rakyat kecil.

OKI Kecam Ormas Anarki Atas Namakan Islam

Kritik keras ini disuarakan Sekjen Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Ekmeleddin Ihsanoglu.

VIVAnews - Sekjen Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Ekmeleddin Ihsanoglu mengecam sejumlah ormas yang mengatasnamakan Islam tapi kerap menggelar aksi-aksi kekerasan. Dia bahkan mempertanyakan, siapa yang memberi mereka otoritas untuk bertindak anarkis seperti itu.

"Ketika seseorang mengatakan saya melakukan ini atas nama Islam, harus ditanya dari mana otoritas itu, siapa yang memberinya lisensi sebagai pembela Islam," katanya usai bertemu Presiden SBY di Kantor Presiden, Senin 20 Februari 2012.

Menurutnya, ada banyak aksi yang membawa-bawa nama Islam tapi bertentangan dengan prinsip Islam itu sendiri. Padahal, Islam memiliki standar acuan dalam menilai realitas yang senantiasa berkembang, yakni Alquran dan Sunah Nabi.

"Tentu, penafsir Quran dan Sunah harus orang yang benar-benar punya otoritas untuk itu. Itu pun harus sesuai konteksnya. Tidak bisa sembarang orang menafsirkan," Ihsanoglu menegaskan.

Ihsanoglu menerangkan dalam ajaran Islam tidak ada referensi dan dogma tunggal yang terlepas dari konteksnya. "Jangan lupa, Islam adalah agama yang konsisten. Ada dua pegangan yang utama, yakni: tidak ada paksaan dalam beragama dan prinsip 'untukmu agamamu dan untukku agamaku'," katanya.

Sumber:VIVAnews