وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

News

Minggu, 27 Februari 2011

Video: LDII Kediri

Sabtu, 26 Februari 2011

Barokahnya Bekerja pada Pagi Hari

Hadist Ibnu Majah No. 2227 & 2229 Kitabu Tijaroh (Shohih)

بَاب مَا يُرْجَى مِنْ الْبَرَكَةِ فِي الْبُكُورِ
2227 - حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ حَدِيدٍ عَنْ صَخْرٍ الْغَامِدِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ((اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا))
قَالَ وَكَانَ إِذَا بَعَثَ سَرِيَّةً أَوْ جَيْشًا بَعَثَهُمْ فِي أَوَّلِ النَّهَارِ
قَالَ وَكَانَ صَخْرٌ رَجُلًا تَاجِرًا فَكَانَ يَبْعَثُ تِجَارَتَهُ فِي أَوَّلِ النَّهَارِ فَأَثْرَى وَكَثُرَ مَالُهُ
… Shokhri Al-Ghomidi meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berdoa,” Ya Allah barokahilah umatku dalam waktu pagi hari mereka”.
(Shokhri) mengatakan: Nabi ketika mengutus bala tentaranya, (Beliau) memberangkatkan mereka pada awal siang (pagi hari)
(Umaroh) menceritakan bahwa Shokhri adalah laki-laki pedagang maka memberangkatkan dagangannya pada awal siang maka ia kaya dan banyak hartanya.

2229 - حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ حُمَيْدِ بْنِ كَاسِبٍ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ الْجَدْعَانِيِّ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا
.. Ibni Umar meriwayatkan bahwa Nabi SAW berdoa,” Ya Allah barokahilah umatku dalam waktu pagi hari mereka”.

Berdasarkan dalil tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa umat Islam dalam bekerja sebaiknya pada siang hari yang dimulai pada pagi hari. Bekerja / mencari maisah pada malam hari tidak disunahkan dalam Islam.
Minggu, 20 Februari 2011

Pondok LDII Nurul Azizah Balongjeruk

Pondok pesantren LDII di desa Balungjeruk dirintis sejak tahun 1930-an oleh ulama Islam setempat bernama H. M. Sholeh. Pada tahun 1940-an kepengurusan Pondok Balungjeruk diserahkan kepada putra H. M. Sholeh, H. Nur Asnawi yang baru pulang dari berguru Agama Islam di Mekah selama sebelas tahun. Di Bawah kendali H. Nur Asnawi pondok ini dikembalikan pada ajaran Islam yang benar yaitu murni berdasarkan Kitabillahi dan Sunah Nabi, Al Quran dan Al Hadist.

Semula system pengajaran H. Nur Asnawi mendapat tentangan dari masyarakat sekitar, namun berkat kesabaran dan ketekunannya H. Nur Asnawi pada tahun 1956 berhasil mendapatkan simpati dari 4 orang tokoh Muhamadiyah di wilayah tersebut, yang akhirnya mengakui kebenaran ajaran H. Nur Asnawi. Mereka adalah H. Kusni, H. Saiman, H. Ma'ruf dan H. Khulaifi. Keempat orang tersebut akhirnya mau turut berjuang mengembangkan dan membesarkan Pondok Balungjeruk hingga akhir hayatnya.
Sabtu, 19 Februari 2011

Beratnya Dosa Riba

Hadist Ibnu Majah Jus 2 Kitabu Tijaroh Bab Beratnya dalam Riba

بَاب التَّغْلِيظِ فِي الرِّبَا
2264 - حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُوسَى عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ عَنْ أَبِي الصَّلْتِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ؛قَالَ :قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ((أَتَيْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي، عَلَى قَوْمٍ بُطُونُهُمْ كَالْبُيُوتِ، فِيهَا الْحَيَّاتُ تُرَى مِنْ خَارِجِ بُطُونِهِمْ. فَقُلْتُ: مَنْ هَؤُلَاءِ يَا جِبْرَائِيلُ؟ قَالَ: هَؤُلَاءِ أَكَلَةُ الرِّبَا))(ضعيف)
2264 - ... dari Abi Hurairoh; meriwayatkan: Rasulullah SAW bersabda, “Aku didatangkan pada malam Isro’, pada suatu kaum yang perutnya mirip rumah, dalam rumah tersebut ada beberapa ular yang diperlihatkan padaku keluar dari perut mereka, maka aku bertanya: Siapakah mereka ya Jibril? (Jibril) menjawab: Mereka adalah orang-orang yang makan riba”. (Dhoif)

2265 - حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ عَنْ أَبِي مَعْشَرٍ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ((الرِّبَا سَبْعُونَ حُوبًا أَيْسَرُهَا أَنْ يَنْكِحَ الرَّجُلُ أُمَّهُ))(صحيح)
2265 - ... dari Abi Hurairoh; meriwayatkan: Rasulullah SAW bersabda, “ Riba itu mengandung 70 dosa, seringan-ringannya dosa riba setara dengan seorang laki-laki yang menzinai ibu kandungnya”. (Shohih)
Selasa, 15 Februari 2011

Terorisme, Jangan Salahkan Islam

ldii-sidoarjo.org - Kekerasan atas nama agama terjadi kembali di tanah air berturut-turut selama satu tahun terakhir, setelah kita agak lupa kasus bom Bali oleh Amrozi cs pada tahun 2002 dan 2005. Mulai dari pelatihan milisi di Aceh, perampokan bank di Medan dengan motif jihad, penyerangan atas jemaat Ahmadiyah di Cikeusik sampai terjadinya perusakan atas beberapa Gereja di Tumenggung makin menambah daftar panjang kasus-kasus kekerasan agama di Indonesia. Islam Indonesia terus menjadi sorotan. Label teroris untuk umat Islam tambah lengket.

Tampaknya semakin hari terjadi deviasi pemahaman terhadap aplikasi ajaran Islam di masyarakat. Apabila dikaji secara mendalam, semua tindakan anarkis yang memaksakan kehendak dan keyakinan terhadap umat lain adalah bukan ajaran Islam karena tidak sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasulullah SAW, yang tercantum dalam Al-Quran dan Al-Hadist.

Firman Allah surat Ali Imron ayat 159

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ (159)
Maka sebab rahmat dari Allah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauh dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam segala urusan. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Al-Quran surat al-Bakarah ayat 256

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (256) )
Tidak ada paksaan untuk (masuk) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Islam sebenarnya adalah agama rahmat (kasih sayang) bagi seluruh alam. Kekerasan yang kejam dan membabibuta sangat dilarang dalam Islam. Walaupun dalam awal perkembangan Islam dilakukan dengan peperangan namun tidak dilakukan dengan cara teror, merusak, menghancurkan dan membunuh secara diam-diam dalam situasi damai, dengan korban yang acak mulai anak-anak, wanita dan bahkan umat Islam sendiri. Termasuk taktik bom bunuh diri sungguh dikutuk oleh Islam. Dengan demikian semua bentuk kekerasan dan terorisme yang terjadi selama ini tidak tepat bila disematkan pada Islam, lebih-lebih dengan label jihad.

MUI Imbau Tak Rayakan "Valentine's Day"

Bandung (ANTARA News) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat, mengimbau umat Islam di Indonesia tidak merayakan "Valentine's Day" atau Hari Kasih Sayang yang jatuh pada Senin (14/2). "Saya kira nggak usah lah dirayakan apalagi sampai membuat pesta atau hura-hura. Ingat masih banyak masalah yang lebih penting dari itu seperti masalah pendidikan, anak jalanan dan lain-lain," kata Ketua MUI Jawa Barat KH Hafidz Utsman, ketika dihubungi melalui telepon selularnya, Minggu malam.

Pihaknya juga ingin meluruskan tentang perpektif "Valentine's Day" atau Hari Kasih Sayang. Menurutnya, "Valentine Days" bukanlah sebuah hari raya melainkan sebuah peringatan yang dilakukan oleh masyarakat barat yang kemudian menyebar ke seluruh dunia termasuk di Indonesia. "Saat ini banyak masyarakat yang terjebak, seolah-olah Hari Kasih Sayang itu harus dirayakan. Padahal itu bukan budaya kita dan Islam. Itu (Valentine's Day) kan hanya apresiasi sekelompok orang dari luar negeri," ujarnya.
Senin, 14 Februari 2011

Pengajian Umum LDII Sidoarjo 13-02-2011

Tidak kurang dari 4.000 orang jamaah LDII hadir dalam Pengajian Umum Minggu 13 Pebruari 2011 di Pondok Al-Barokah Sruni Gedangan Sidoarjo. Mereka berasal dari 5 kecamatan, Waru, Sedati, Gedangan, Buduran dan Sukodono. Pengajian Umum merupakan program rutin LDII Sidoarjo yang dilaksanakan sebulan sekali. Di Kabupaten Sidoarjo pengajian tipe ini dilaksanakan di delapan lokasi. Pengajian di pondok Sruni ini mengkaji Quran surat Al-Arof ayat 172 – 179 dan dalil-dalil bab kemurnian agama Islam.

Mengaji Quran Hadist merupakan program utama dalam Lembaga Dakwah Islam Indonesia berdasarkan dalil:

Al-Quran Surat Al-Isro’ ayat 36

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا (36)
Dan janganlah kamu mengerjakan apa yang kamu tidak mempunyai ILMU tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
Jumat, 11 Februari 2011

Ponpes Wali Barokah Kediri Buka Kelas Tarbiyah

Bekerjasama dengan STIT Muhammadiyah Kediri, Pondok Pesantren LDII Wali Barokah membuka kelas Pendidikan Agama Islam, mulai tahun ajaran 2010-2011. Kerjasama ini tertuang dalam MOU (Nota Kesepahaman) yang ditandatangani oleh pimpinan kedua lembaga pendidikan tersebut yaitu rektor STIT Muhammadiyah Kediri Drs. H. Muslichin dan Ketua Pondok Wali Barokah Drs. H. Sunarto.

LDII sebagai ormas Islam yang konsisten di bidang dakwah Islam dan pembangunan akhlakul karimah perlu menyiapkan tenaga-tanaga pendidik yang berkompetensi tinggi dan profesional. Dengan tetap menjaga kemurnian ilmu Quran Hadist, pembukaan kelas Pendidikan Agama Islam ini juga sebagai langkah modernisasi sistem Pendidikan agama Islam di lingkungan organisasi LDII.
Kamis, 10 Februari 2011

Jalan Penyelesaian Ahmadiyah

Mirza Ghulam Ahmad yang dianggap Nabi oleh Ahmadiyah (wikipedia)
dakwatuna.com – Sewaktu masih kuliah di Islamabad, Pakistan, saya sempat beberapa kali ke kota Lahore, ibukota provinsi Punjab. Jarak Islamabad – Lahore sekitar 300 kilometer. Dan, meski Islamabad adalah ibukota negara, sesungguhnya kota budaya Pakistan adalah Lahore. Selain memiliki banyak universitas, Lahore merupakan saksi dari lanskap peradaban yang amat panjang. Di kota itu terdapat Masjid Badhsahi, tempat di mana Allama Iqbal, penyair besar Pakistan, acap mementaskan pembacaan puisi-puisinya yang mengagumkan. Di kota ini pula terdapat pusat jamaah Ahmadiyah (selain Qadian di India) sehingga dikenal jamaah Ahmadiyah Lahore.

Ribut-ribut soal Ahmadiyah di tanah air saat ini, mengingatkan saya saat ke Lahore sekian tahun lalu. Waktu itu, mobil bis yang saya tumpangi mogok di tengah jalan. Oleh sopir, kami dipindah ke mobil wagon yang hanya mampu memuat sebagian penumpang. Karena hari sudah mulai gelap, dan – mungkin – karena saya dianggap foreigner, oleh sopir saya didahulukan bersama sejumlah orang tua. Rupanya, di antara penumpang wagon ada seorang pengikut Ahmadiyah. Saya tahu itu, saat kami sudah sampai di kota Lahore, dan saya mencari masjid untuk shalat Maghrib dan Isya yang digabungkan.

Demi menyadari saya sedang celingukan, Bapak tersebut menawarkan shalat di tempatnya. Namun Bapak itu terlihat ragu. Ia buru-buru menambahkan, “Tapi ini bukan masjid. Kami tidak berhak menyebutnya demikian. Ini adalah Bait al-Hikmah.” Saya pun menolak dengan halus. Saya teringat bahwa Umar bin Khattab menolak shalat di synagogue Yahudi saat ia menguasai Palestina. Tak ada larangan, memang. Tetapi Umar khawatir jika ia melakukannya akan menjadi preseden bagi yang lainnya. Dalam konstitusi Pakistan, Ahmadiyah memang tidak dimasukkan dalam kelompok Islam. Setelah terjadi ketegangan antara Ahmadiyah dan umat Islam Pakistan, Parlemen Pakistan melakukan amandemen ke-dua tahun 1974 atas konstitusinya. Isinya, antara lain, menyatakan bahwa Ahmadiyah adalah suatu aliran di luar Islam dan menjadi bagian dari agama minoritas (Pasal 260 ayat 3b). Sejak itu, ketegangan tentang Ahmadiyah tidak pernah lagi terdengar di Pakistan. Mereka hidup berdampingan sebagai aliran (agama) baru non-Islam.
Selasa, 08 Februari 2011

Menag: Akan Ada Program Madrasah Gratis

Republika.co.id, Surabaya-Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali ingin menggratiskan madrasah (pendidikan agama) mulai dari MI (SD), MTs (SMP), hingga MA (SMA). "Ke depan akan ada program madrasah gratis mulai dari ibtidaiah (MI) hingga aliah (MA). Kami sedang memikirkan madrasah gratis yang segratis-gratisnya," katanya di Surabaya, Senin.

Suryadharma Ali yang juga Ketua Umum DPP PPP itu mengemukakan hal tersebut saat berpidato pada pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) PPP Jatim di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.Di depan sejumlah ulama dan Gubernur Jatim Soekarwo, ia mengatakan pihaknya sedang menghitung anggaran untuk madrasah gratis itu mulai dari Madrasah Ibtidaiah (MI), Madrasah Tsanawiah (MTs), hingga Madrasah Aliah (MA).

"Kami sedang menghitung anggaran sesuai dengan kemampuan pemerintah, apakah ada kemampuan seluruhnya atau sebagaian, apakah untuk Indonesia timur dulu, tengah, atau timur dan tengah," katanya. Menurut dia, potensi untuk pembiayaan madrasah gratis itu ada, karena anggaran pendidikan dalam APBN itu berlangsung selama dua tahun, karena pendidikan itu dimulai Juni, sehingga bisa untuk dua kali APBN.
Senin, 07 Februari 2011

Berzina, 3 Siksa Dunia 3 Siksa Akhirat

عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: يا معشر المسلمين اتقوا الزنا فإن فيه ست خصال ثلاث في الدنيا وثلاث في الآخرة فأما التي في الدنيا: فذهاب بهاء الوجه وقصر العمر ودوام الفقر وأما التي في الآخرة فسخط الله تبارك وتعالى وسوء الحساب والعذاب بالنار* رواه البيهقي
Nabi SAW bersabda: "Wahai golongan orang Islam takutlah kalian berbuat zina, karena sesungguhnya dalam zina itu ada enam perkara (siksaan), tiga di dunia dan tiga di akhirat. Adapun tiga perkara di dunia: (1)Hilangnya wibawa, (2)Pendeknya umur, dan (3)menjadi miskin selamanya. Adapun tiga perkara di akhirat adalah: (1)murka Allah, (2)jeleknya hisaban dan (3)siksa neraka". Hadist Riwayat Baihaki

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا* 32
Dan janganlah kamu sekalian mendekati / berbuat zina, sesungguhnya zina itu perbuatan keji dan sejelek-jeleknya jalan. Al-Quran surat Al Isro' ayat 32
Rabu, 02 Februari 2011

Imam Al-Ghazali Pengikut Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah (bagian 3)

Orang bodoh celaka karena tidak mau mencari ilmu agama, orang alim celaka 100 kali karena tidak mau mengamalkan ilmunya.

Kembali pada ulasan Imam Al-Ghazali mengenai mencari ilmu:
أَماَّ بَعْدُ: فَاعْلَمْ أَيُّهاَ الْحَرِيْصُ اْلمُقْبِلُ عَلَى اقْتِباَسِ الْعِلْمِ، اْلمُظْهِرُ مِنْ نَفْسِهِ صِدْقَ الرُّغْبَةِ، وَفَرْطَ التَّعَطُّشِ إِلَيْهِ أَنَّكَ إِنْ كُنْتَ تَقْصُدُ بِالْعِلْمِ اْلمُناَفِسَةَ، وَاْلمُبَاهاَةَ، وَالتَّقَدُّمَ عَلَى اْلأَقْراَنِ، وَاسْتِماَلَةَ وُجُوْهِ الناَّسِ إِلَيْكَ، وَجَمْعَ حُطَامِ الدُّنْياَ؛ فَأَنْتَ ساَعٍ فِي هَدْمِ دِيْنِكَ، وَإِهْلاَكِ نَفْسِكَ، وَبَيْعِ آخِرَتِكَ بِدُنْياَكَ؛ فَصَفْقَتُكَ خاَسِرَةٌ، وَتِجاَرَتُكَ باَئِرَةٌ، وَمُعَلِّمُكَ مُعِيْنٌ لَكَ عَلَى عِصْياَنِكَ، وَشَرِيْكٌ لَكَ فِي خُسْراَنِكَ، وَهُوَ كَباَئِعِ سَيْفٍ لِقاَطِعِ طَرِيْقٍ، كَماَ قاَلَ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ: (مَنْ أَعاَنَ عَلَى مَعْصِيَةٍ وَلَوْ بِشَطْرِ كَلِمَةٍ كاَنَ شَرِيْكاً فِيْهاَ).وَإِنْ كاََنَتْ نِيَّتُكَ َوَقَصْدَُْكَِ، بَيْنَكَ وَبَيْنَ اللهِ تَعاَلَى، مِنْ طَلَبِ الْعِلْمِ: اْلهِداَيَةَ دُوْنَ مُجَرَّدِ الرِّواَيَةِ؛ فَأَبْشِرْ؛ فَإِنَّ اْلمَلاَئِكَةَ تَبْسُطُ لَكَ أَجْنِحَتَهاَ إِذاَ مَشَيْتَ، وَحِيْتاَنُ الْبَحْرِ تَسْتَغْفِرُ لَكَ إِذاَ سَعَيْتَ. وَلَكِنْ يَنْبَغِيْ لَكَ أَنْ تَعَلَّمَ، قَبْلَ كُلِّ شَيْءٍ، أَنَّ اْلهِداَيَةَ الَّتِيْ هِيَ ثَمْرَةُ الْعِلْمِ لَهاَ بِداَيَةٌ وَنِهاَيَةٌ، وَظاَهِرٌ وَباَطِنٌ، وَلاَ وُصُوْلَ إِلَى نِهاَيَتِهاَ إِلاَّ بَعْدَ إِحْكاَمِ بِداَيَتِهاَ، وَلاَ عُثُوْرَ عَلَى باَطِنِهاَ إِلاَّ بَعْدَ الْوُقُوْفِ عَلَى ظاَهِرِهاَ
Adapun setelah itu, ketahuilah hai khususnya orang yang bertekad bulat mencari ilmu, yang menampakkan keseriusan rasa senang dari lubuk hati dalam urusan mencari ilmu, dan tak mau kehausan ilmu. Sungguh jika maksudmu mencari ilmu untuk mencari:
  • kemuliaan dan kehebatan,
  • menonjol mengalahkan teman-teman sebaya,
  • agar wajah-wajah manusia berpaling ke arah wajahmu,
  • untuk mengumpulkan rumput-rumput kering dunia,
berarti kau telah berusaha merobohkan agamamu dan merusakkan dirimu dan menjual akhiratmu dengan duniamu. Itu berarti negosiasimu rugi, perdaganganmu bangkrut. Ilmumu justru akan mempermudahkanmu menuju kemaksiat-anmu, dan menjadi temanmu di dalam kerugianmu. Yakni bagaikan orang yang menjual pedang pada perampok jalanan. Sebagaimana Rasul Allah صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ telah bersabda "Barang siapa menolong sebuah ke-maksiatan walaupun dengan setengah kalimat, maka berarti dia telah nyata bergabung di dalamnya.
Selasa, 01 Februari 2011

Keutamaan Orang Mengajarkan, Membaca dan Mengamalkan Al-Quran

Peringatan bagi para ustad, guru agama, mubaligh / mubalighot dan segenap ulama untuk tidak mengkomersialkan ilmu agamanya, menjadikan amal sholeh mengajar agama sebagai mata pencarian, lebih-lebih dengan memasang tarif. Mengajarkan Al-Quran atau ilmu agama merupakan bagian dari jihad fii sabilillah yang sangat tinggi derajatnya. Karenanya mengajarkan agama di manapun harus didasari niat semata-mata karna Allah, mengharapkan ridho Allah berupa Surga dan takut akan siksa Allah berupa Neraka.

Keutamaan Orang yang mau mengajarkan, membaca dan mengamalkan Al-Quran :
  1. Jadi orang yang terbaik / paling tinggi derajatnya.
  2. Mendapat lipatan pahala.
  3. Wajib masuk Surga.
  4. Bisa men-Syafaati sepuluh Family / orang-orang yang ia kasihi, yang mestinya masuk neraka dan di ajak masuk Surga.
  5. Orang tuanya diberi Mahkota yang indah kelak di akhirat.
  6. Menjadi Amal Jariyah yang selalu mengalir pahala untuknya.
حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِيْ عَلْقَمَةُ بْنُ مَرْثَدٍ سَمِعْتُ سَعْدَ بْنَ عُبَيْدَةَ عَنْ أَبِيْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيِّ عَنْ عُثْمَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ * رواه صحيح البخاري
“Nabi bersabda : sebaik-baik-Nya kalian adalah Orang yang mau belajar Al Quran dan mau mengajarkan-Nya”. (HR. Shohih Al Bukhori)"

Barokahnya Bekerja pada Pagi Hari

Hadist Ibnu Majah No. 2227 & 2229 Kitabu Tijaroh (Shohih)

بَاب مَا يُرْجَى مِنْ الْبَرَكَةِ فِي الْبُكُورِ
2227 - حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ حَدِيدٍ عَنْ صَخْرٍ الْغَامِدِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ((اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا))
قَالَ وَكَانَ إِذَا بَعَثَ سَرِيَّةً أَوْ جَيْشًا بَعَثَهُمْ فِي أَوَّلِ النَّهَارِ
قَالَ وَكَانَ صَخْرٌ رَجُلًا تَاجِرًا فَكَانَ يَبْعَثُ تِجَارَتَهُ فِي أَوَّلِ النَّهَارِ فَأَثْرَى وَكَثُرَ مَالُهُ
… Shokhri Al-Ghomidi meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berdoa,” Ya Allah barokahilah umatku dalam waktu pagi hari mereka”.
(Shokhri) mengatakan: Nabi ketika mengutus bala tentaranya, (Beliau) memberangkatkan mereka pada awal siang (pagi hari)
(Umaroh) menceritakan bahwa Shokhri adalah laki-laki pedagang maka memberangkatkan dagangannya pada awal siang maka ia kaya dan banyak hartanya.

2229 - حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ حُمَيْدِ بْنِ كَاسِبٍ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ الْجَدْعَانِيِّ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا
.. Ibni Umar meriwayatkan bahwa Nabi SAW berdoa,” Ya Allah barokahilah umatku dalam waktu pagi hari mereka”.

Berdasarkan dalil tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa umat Islam dalam bekerja sebaiknya pada siang hari yang dimulai pada pagi hari. Bekerja / mencari maisah pada malam hari tidak disunahkan dalam Islam.

Pondok LDII Nurul Azizah Balongjeruk

Pondok pesantren LDII di desa Balungjeruk dirintis sejak tahun 1930-an oleh ulama Islam setempat bernama H. M. Sholeh. Pada tahun 1940-an kepengurusan Pondok Balungjeruk diserahkan kepada putra H. M. Sholeh, H. Nur Asnawi yang baru pulang dari berguru Agama Islam di Mekah selama sebelas tahun. Di Bawah kendali H. Nur Asnawi pondok ini dikembalikan pada ajaran Islam yang benar yaitu murni berdasarkan Kitabillahi dan Sunah Nabi, Al Quran dan Al Hadist.

Semula system pengajaran H. Nur Asnawi mendapat tentangan dari masyarakat sekitar, namun berkat kesabaran dan ketekunannya H. Nur Asnawi pada tahun 1956 berhasil mendapatkan simpati dari 4 orang tokoh Muhamadiyah di wilayah tersebut, yang akhirnya mengakui kebenaran ajaran H. Nur Asnawi. Mereka adalah H. Kusni, H. Saiman, H. Ma'ruf dan H. Khulaifi. Keempat orang tersebut akhirnya mau turut berjuang mengembangkan dan membesarkan Pondok Balungjeruk hingga akhir hayatnya.

Beratnya Dosa Riba

Hadist Ibnu Majah Jus 2 Kitabu Tijaroh Bab Beratnya dalam Riba

بَاب التَّغْلِيظِ فِي الرِّبَا
2264 - حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُوسَى عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ عَنْ أَبِي الصَّلْتِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ؛قَالَ :قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ((أَتَيْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي، عَلَى قَوْمٍ بُطُونُهُمْ كَالْبُيُوتِ، فِيهَا الْحَيَّاتُ تُرَى مِنْ خَارِجِ بُطُونِهِمْ. فَقُلْتُ: مَنْ هَؤُلَاءِ يَا جِبْرَائِيلُ؟ قَالَ: هَؤُلَاءِ أَكَلَةُ الرِّبَا))(ضعيف)
2264 - ... dari Abi Hurairoh; meriwayatkan: Rasulullah SAW bersabda, “Aku didatangkan pada malam Isro’, pada suatu kaum yang perutnya mirip rumah, dalam rumah tersebut ada beberapa ular yang diperlihatkan padaku keluar dari perut mereka, maka aku bertanya: Siapakah mereka ya Jibril? (Jibril) menjawab: Mereka adalah orang-orang yang makan riba”. (Dhoif)

2265 - حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ عَنْ أَبِي مَعْشَرٍ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ((الرِّبَا سَبْعُونَ حُوبًا أَيْسَرُهَا أَنْ يَنْكِحَ الرَّجُلُ أُمَّهُ))(صحيح)
2265 - ... dari Abi Hurairoh; meriwayatkan: Rasulullah SAW bersabda, “ Riba itu mengandung 70 dosa, seringan-ringannya dosa riba setara dengan seorang laki-laki yang menzinai ibu kandungnya”. (Shohih)

Terorisme, Jangan Salahkan Islam

ldii-sidoarjo.org - Kekerasan atas nama agama terjadi kembali di tanah air berturut-turut selama satu tahun terakhir, setelah kita agak lupa kasus bom Bali oleh Amrozi cs pada tahun 2002 dan 2005. Mulai dari pelatihan milisi di Aceh, perampokan bank di Medan dengan motif jihad, penyerangan atas jemaat Ahmadiyah di Cikeusik sampai terjadinya perusakan atas beberapa Gereja di Tumenggung makin menambah daftar panjang kasus-kasus kekerasan agama di Indonesia. Islam Indonesia terus menjadi sorotan. Label teroris untuk umat Islam tambah lengket.

Tampaknya semakin hari terjadi deviasi pemahaman terhadap aplikasi ajaran Islam di masyarakat. Apabila dikaji secara mendalam, semua tindakan anarkis yang memaksakan kehendak dan keyakinan terhadap umat lain adalah bukan ajaran Islam karena tidak sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasulullah SAW, yang tercantum dalam Al-Quran dan Al-Hadist.

Firman Allah surat Ali Imron ayat 159

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ (159)
Maka sebab rahmat dari Allah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauh dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam segala urusan. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Al-Quran surat al-Bakarah ayat 256

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (256) )
Tidak ada paksaan untuk (masuk) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Islam sebenarnya adalah agama rahmat (kasih sayang) bagi seluruh alam. Kekerasan yang kejam dan membabibuta sangat dilarang dalam Islam. Walaupun dalam awal perkembangan Islam dilakukan dengan peperangan namun tidak dilakukan dengan cara teror, merusak, menghancurkan dan membunuh secara diam-diam dalam situasi damai, dengan korban yang acak mulai anak-anak, wanita dan bahkan umat Islam sendiri. Termasuk taktik bom bunuh diri sungguh dikutuk oleh Islam. Dengan demikian semua bentuk kekerasan dan terorisme yang terjadi selama ini tidak tepat bila disematkan pada Islam, lebih-lebih dengan label jihad.

MUI Imbau Tak Rayakan "Valentine's Day"

Bandung (ANTARA News) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat, mengimbau umat Islam di Indonesia tidak merayakan "Valentine's Day" atau Hari Kasih Sayang yang jatuh pada Senin (14/2). "Saya kira nggak usah lah dirayakan apalagi sampai membuat pesta atau hura-hura. Ingat masih banyak masalah yang lebih penting dari itu seperti masalah pendidikan, anak jalanan dan lain-lain," kata Ketua MUI Jawa Barat KH Hafidz Utsman, ketika dihubungi melalui telepon selularnya, Minggu malam.

Pihaknya juga ingin meluruskan tentang perpektif "Valentine's Day" atau Hari Kasih Sayang. Menurutnya, "Valentine Days" bukanlah sebuah hari raya melainkan sebuah peringatan yang dilakukan oleh masyarakat barat yang kemudian menyebar ke seluruh dunia termasuk di Indonesia. "Saat ini banyak masyarakat yang terjebak, seolah-olah Hari Kasih Sayang itu harus dirayakan. Padahal itu bukan budaya kita dan Islam. Itu (Valentine's Day) kan hanya apresiasi sekelompok orang dari luar negeri," ujarnya.

Pengajian Umum LDII Sidoarjo 13-02-2011

Tidak kurang dari 4.000 orang jamaah LDII hadir dalam Pengajian Umum Minggu 13 Pebruari 2011 di Pondok Al-Barokah Sruni Gedangan Sidoarjo. Mereka berasal dari 5 kecamatan, Waru, Sedati, Gedangan, Buduran dan Sukodono. Pengajian Umum merupakan program rutin LDII Sidoarjo yang dilaksanakan sebulan sekali. Di Kabupaten Sidoarjo pengajian tipe ini dilaksanakan di delapan lokasi. Pengajian di pondok Sruni ini mengkaji Quran surat Al-Arof ayat 172 – 179 dan dalil-dalil bab kemurnian agama Islam.

Mengaji Quran Hadist merupakan program utama dalam Lembaga Dakwah Islam Indonesia berdasarkan dalil:

Al-Quran Surat Al-Isro’ ayat 36

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا (36)
Dan janganlah kamu mengerjakan apa yang kamu tidak mempunyai ILMU tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

Ponpes Wali Barokah Kediri Buka Kelas Tarbiyah

Bekerjasama dengan STIT Muhammadiyah Kediri, Pondok Pesantren LDII Wali Barokah membuka kelas Pendidikan Agama Islam, mulai tahun ajaran 2010-2011. Kerjasama ini tertuang dalam MOU (Nota Kesepahaman) yang ditandatangani oleh pimpinan kedua lembaga pendidikan tersebut yaitu rektor STIT Muhammadiyah Kediri Drs. H. Muslichin dan Ketua Pondok Wali Barokah Drs. H. Sunarto.

LDII sebagai ormas Islam yang konsisten di bidang dakwah Islam dan pembangunan akhlakul karimah perlu menyiapkan tenaga-tanaga pendidik yang berkompetensi tinggi dan profesional. Dengan tetap menjaga kemurnian ilmu Quran Hadist, pembukaan kelas Pendidikan Agama Islam ini juga sebagai langkah modernisasi sistem Pendidikan agama Islam di lingkungan organisasi LDII.

Jalan Penyelesaian Ahmadiyah

Mirza Ghulam Ahmad yang dianggap Nabi oleh Ahmadiyah (wikipedia)
dakwatuna.com – Sewaktu masih kuliah di Islamabad, Pakistan, saya sempat beberapa kali ke kota Lahore, ibukota provinsi Punjab. Jarak Islamabad – Lahore sekitar 300 kilometer. Dan, meski Islamabad adalah ibukota negara, sesungguhnya kota budaya Pakistan adalah Lahore. Selain memiliki banyak universitas, Lahore merupakan saksi dari lanskap peradaban yang amat panjang. Di kota itu terdapat Masjid Badhsahi, tempat di mana Allama Iqbal, penyair besar Pakistan, acap mementaskan pembacaan puisi-puisinya yang mengagumkan. Di kota ini pula terdapat pusat jamaah Ahmadiyah (selain Qadian di India) sehingga dikenal jamaah Ahmadiyah Lahore.

Ribut-ribut soal Ahmadiyah di tanah air saat ini, mengingatkan saya saat ke Lahore sekian tahun lalu. Waktu itu, mobil bis yang saya tumpangi mogok di tengah jalan. Oleh sopir, kami dipindah ke mobil wagon yang hanya mampu memuat sebagian penumpang. Karena hari sudah mulai gelap, dan – mungkin – karena saya dianggap foreigner, oleh sopir saya didahulukan bersama sejumlah orang tua. Rupanya, di antara penumpang wagon ada seorang pengikut Ahmadiyah. Saya tahu itu, saat kami sudah sampai di kota Lahore, dan saya mencari masjid untuk shalat Maghrib dan Isya yang digabungkan.

Demi menyadari saya sedang celingukan, Bapak tersebut menawarkan shalat di tempatnya. Namun Bapak itu terlihat ragu. Ia buru-buru menambahkan, “Tapi ini bukan masjid. Kami tidak berhak menyebutnya demikian. Ini adalah Bait al-Hikmah.” Saya pun menolak dengan halus. Saya teringat bahwa Umar bin Khattab menolak shalat di synagogue Yahudi saat ia menguasai Palestina. Tak ada larangan, memang. Tetapi Umar khawatir jika ia melakukannya akan menjadi preseden bagi yang lainnya. Dalam konstitusi Pakistan, Ahmadiyah memang tidak dimasukkan dalam kelompok Islam. Setelah terjadi ketegangan antara Ahmadiyah dan umat Islam Pakistan, Parlemen Pakistan melakukan amandemen ke-dua tahun 1974 atas konstitusinya. Isinya, antara lain, menyatakan bahwa Ahmadiyah adalah suatu aliran di luar Islam dan menjadi bagian dari agama minoritas (Pasal 260 ayat 3b). Sejak itu, ketegangan tentang Ahmadiyah tidak pernah lagi terdengar di Pakistan. Mereka hidup berdampingan sebagai aliran (agama) baru non-Islam.

Menag: Akan Ada Program Madrasah Gratis

Republika.co.id, Surabaya-Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali ingin menggratiskan madrasah (pendidikan agama) mulai dari MI (SD), MTs (SMP), hingga MA (SMA). "Ke depan akan ada program madrasah gratis mulai dari ibtidaiah (MI) hingga aliah (MA). Kami sedang memikirkan madrasah gratis yang segratis-gratisnya," katanya di Surabaya, Senin.

Suryadharma Ali yang juga Ketua Umum DPP PPP itu mengemukakan hal tersebut saat berpidato pada pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) PPP Jatim di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.Di depan sejumlah ulama dan Gubernur Jatim Soekarwo, ia mengatakan pihaknya sedang menghitung anggaran untuk madrasah gratis itu mulai dari Madrasah Ibtidaiah (MI), Madrasah Tsanawiah (MTs), hingga Madrasah Aliah (MA).

"Kami sedang menghitung anggaran sesuai dengan kemampuan pemerintah, apakah ada kemampuan seluruhnya atau sebagaian, apakah untuk Indonesia timur dulu, tengah, atau timur dan tengah," katanya. Menurut dia, potensi untuk pembiayaan madrasah gratis itu ada, karena anggaran pendidikan dalam APBN itu berlangsung selama dua tahun, karena pendidikan itu dimulai Juni, sehingga bisa untuk dua kali APBN.

Berzina, 3 Siksa Dunia 3 Siksa Akhirat

عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: يا معشر المسلمين اتقوا الزنا فإن فيه ست خصال ثلاث في الدنيا وثلاث في الآخرة فأما التي في الدنيا: فذهاب بهاء الوجه وقصر العمر ودوام الفقر وأما التي في الآخرة فسخط الله تبارك وتعالى وسوء الحساب والعذاب بالنار* رواه البيهقي
Nabi SAW bersabda: "Wahai golongan orang Islam takutlah kalian berbuat zina, karena sesungguhnya dalam zina itu ada enam perkara (siksaan), tiga di dunia dan tiga di akhirat. Adapun tiga perkara di dunia: (1)Hilangnya wibawa, (2)Pendeknya umur, dan (3)menjadi miskin selamanya. Adapun tiga perkara di akhirat adalah: (1)murka Allah, (2)jeleknya hisaban dan (3)siksa neraka". Hadist Riwayat Baihaki

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا* 32
Dan janganlah kamu sekalian mendekati / berbuat zina, sesungguhnya zina itu perbuatan keji dan sejelek-jeleknya jalan. Al-Quran surat Al Isro' ayat 32

Imam Al-Ghazali Pengikut Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah (bagian 3)

Orang bodoh celaka karena tidak mau mencari ilmu agama, orang alim celaka 100 kali karena tidak mau mengamalkan ilmunya.

Kembali pada ulasan Imam Al-Ghazali mengenai mencari ilmu:
أَماَّ بَعْدُ: فَاعْلَمْ أَيُّهاَ الْحَرِيْصُ اْلمُقْبِلُ عَلَى اقْتِباَسِ الْعِلْمِ، اْلمُظْهِرُ مِنْ نَفْسِهِ صِدْقَ الرُّغْبَةِ، وَفَرْطَ التَّعَطُّشِ إِلَيْهِ أَنَّكَ إِنْ كُنْتَ تَقْصُدُ بِالْعِلْمِ اْلمُناَفِسَةَ، وَاْلمُبَاهاَةَ، وَالتَّقَدُّمَ عَلَى اْلأَقْراَنِ، وَاسْتِماَلَةَ وُجُوْهِ الناَّسِ إِلَيْكَ، وَجَمْعَ حُطَامِ الدُّنْياَ؛ فَأَنْتَ ساَعٍ فِي هَدْمِ دِيْنِكَ، وَإِهْلاَكِ نَفْسِكَ، وَبَيْعِ آخِرَتِكَ بِدُنْياَكَ؛ فَصَفْقَتُكَ خاَسِرَةٌ، وَتِجاَرَتُكَ باَئِرَةٌ، وَمُعَلِّمُكَ مُعِيْنٌ لَكَ عَلَى عِصْياَنِكَ، وَشَرِيْكٌ لَكَ فِي خُسْراَنِكَ، وَهُوَ كَباَئِعِ سَيْفٍ لِقاَطِعِ طَرِيْقٍ، كَماَ قاَلَ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ: (مَنْ أَعاَنَ عَلَى مَعْصِيَةٍ وَلَوْ بِشَطْرِ كَلِمَةٍ كاَنَ شَرِيْكاً فِيْهاَ).وَإِنْ كاََنَتْ نِيَّتُكَ َوَقَصْدَُْكَِ، بَيْنَكَ وَبَيْنَ اللهِ تَعاَلَى، مِنْ طَلَبِ الْعِلْمِ: اْلهِداَيَةَ دُوْنَ مُجَرَّدِ الرِّواَيَةِ؛ فَأَبْشِرْ؛ فَإِنَّ اْلمَلاَئِكَةَ تَبْسُطُ لَكَ أَجْنِحَتَهاَ إِذاَ مَشَيْتَ، وَحِيْتاَنُ الْبَحْرِ تَسْتَغْفِرُ لَكَ إِذاَ سَعَيْتَ. وَلَكِنْ يَنْبَغِيْ لَكَ أَنْ تَعَلَّمَ، قَبْلَ كُلِّ شَيْءٍ، أَنَّ اْلهِداَيَةَ الَّتِيْ هِيَ ثَمْرَةُ الْعِلْمِ لَهاَ بِداَيَةٌ وَنِهاَيَةٌ، وَظاَهِرٌ وَباَطِنٌ، وَلاَ وُصُوْلَ إِلَى نِهاَيَتِهاَ إِلاَّ بَعْدَ إِحْكاَمِ بِداَيَتِهاَ، وَلاَ عُثُوْرَ عَلَى باَطِنِهاَ إِلاَّ بَعْدَ الْوُقُوْفِ عَلَى ظاَهِرِهاَ
Adapun setelah itu, ketahuilah hai khususnya orang yang bertekad bulat mencari ilmu, yang menampakkan keseriusan rasa senang dari lubuk hati dalam urusan mencari ilmu, dan tak mau kehausan ilmu. Sungguh jika maksudmu mencari ilmu untuk mencari:
  • kemuliaan dan kehebatan,
  • menonjol mengalahkan teman-teman sebaya,
  • agar wajah-wajah manusia berpaling ke arah wajahmu,
  • untuk mengumpulkan rumput-rumput kering dunia,
berarti kau telah berusaha merobohkan agamamu dan merusakkan dirimu dan menjual akhiratmu dengan duniamu. Itu berarti negosiasimu rugi, perdaganganmu bangkrut. Ilmumu justru akan mempermudahkanmu menuju kemaksiat-anmu, dan menjadi temanmu di dalam kerugianmu. Yakni bagaikan orang yang menjual pedang pada perampok jalanan. Sebagaimana Rasul Allah صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ telah bersabda "Barang siapa menolong sebuah ke-maksiatan walaupun dengan setengah kalimat, maka berarti dia telah nyata bergabung di dalamnya.

Keutamaan Orang Mengajarkan, Membaca dan Mengamalkan Al-Quran

Peringatan bagi para ustad, guru agama, mubaligh / mubalighot dan segenap ulama untuk tidak mengkomersialkan ilmu agamanya, menjadikan amal sholeh mengajar agama sebagai mata pencarian, lebih-lebih dengan memasang tarif. Mengajarkan Al-Quran atau ilmu agama merupakan bagian dari jihad fii sabilillah yang sangat tinggi derajatnya. Karenanya mengajarkan agama di manapun harus didasari niat semata-mata karna Allah, mengharapkan ridho Allah berupa Surga dan takut akan siksa Allah berupa Neraka.

Keutamaan Orang yang mau mengajarkan, membaca dan mengamalkan Al-Quran :
  1. Jadi orang yang terbaik / paling tinggi derajatnya.
  2. Mendapat lipatan pahala.
  3. Wajib masuk Surga.
  4. Bisa men-Syafaati sepuluh Family / orang-orang yang ia kasihi, yang mestinya masuk neraka dan di ajak masuk Surga.
  5. Orang tuanya diberi Mahkota yang indah kelak di akhirat.
  6. Menjadi Amal Jariyah yang selalu mengalir pahala untuknya.
حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِيْ عَلْقَمَةُ بْنُ مَرْثَدٍ سَمِعْتُ سَعْدَ بْنَ عُبَيْدَةَ عَنْ أَبِيْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيِّ عَنْ عُثْمَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ * رواه صحيح البخاري
“Nabi bersabda : sebaik-baik-Nya kalian adalah Orang yang mau belajar Al Quran dan mau mengajarkan-Nya”. (HR. Shohih Al Bukhori)"