وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Jumat, 09 Desember 2011

Ibu, Orang yang Paling Berhak Dimulyakan

2706 - حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا شَرِيكٌ، عَنْ عُمَارَةَ بْنِ الْقَعْقَاعِ، وَابْنِ شُبْرُمَةَ، عَنْ أَبِي زُرْعَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، نَبِّئْنِي بِأَحَقِّ النَّاسِ مِنِّي بِحُسْنِ الصُّحْبَةِ؟ فَقَالَ: «نَعَمْ، وَأَبِيكَ لَتُنَبَّأَنَّ أُمُّكَ» . قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: «ثُمَّ أُمُّكَ». قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: «ثُمَّ أُمُّكَ» . قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَبُوكَ»...الحدث* سنن ابن ماجه كِتَابُ الْوَصَايَا
... Abi Hurairah meriwayatkan:
Seorang laki-laki datang pada NabiSAW dan bertanya: “Wahai Rasulullah, ceritakan pada saya manusia yang lebih berhak di mulyakan dalam pergaulan kami?

Nabi menjawab: “Baiklah, demi bapakmu niscaya aku ceritakan ibumulah yang paling berhak dimulyakan”.

Laki-laki itu meneruskan: ”Kemudian siapa lagi?”

Nabi menjawab: “Kemudian ibumu”.

Laki-laki tersebut bertanya kembali: ”Kemudian siapa lagi?”

Nabi menjawab: “Kemudian ibumu”.

Laki-laki tersebut bertanya kembali: ”Kemudian siapa lagi?”

Nabi menjawab: “Kemudian ayahmu”.
[Hadist Sunan Ibnu Majah Kitabu Wasoya No. 1706]

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Ibu, Orang yang Paling Berhak Dimulyakan

2706 - حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا شَرِيكٌ، عَنْ عُمَارَةَ بْنِ الْقَعْقَاعِ، وَابْنِ شُبْرُمَةَ، عَنْ أَبِي زُرْعَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، نَبِّئْنِي بِأَحَقِّ النَّاسِ مِنِّي بِحُسْنِ الصُّحْبَةِ؟ فَقَالَ: «نَعَمْ، وَأَبِيكَ لَتُنَبَّأَنَّ أُمُّكَ» . قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: «ثُمَّ أُمُّكَ». قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: «ثُمَّ أُمُّكَ» . قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَبُوكَ»...الحدث* سنن ابن ماجه كِتَابُ الْوَصَايَا
... Abi Hurairah meriwayatkan:
Seorang laki-laki datang pada NabiSAW dan bertanya: “Wahai Rasulullah, ceritakan pada saya manusia yang lebih berhak di mulyakan dalam pergaulan kami?

Nabi menjawab: “Baiklah, demi bapakmu niscaya aku ceritakan ibumulah yang paling berhak dimulyakan”.

Laki-laki itu meneruskan: ”Kemudian siapa lagi?”

Nabi menjawab: “Kemudian ibumu”.

Laki-laki tersebut bertanya kembali: ”Kemudian siapa lagi?”

Nabi menjawab: “Kemudian ibumu”.

Laki-laki tersebut bertanya kembali: ”Kemudian siapa lagi?”

Nabi menjawab: “Kemudian ayahmu”.
[Hadist Sunan Ibnu Majah Kitabu Wasoya No. 1706]