وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Marhaban Ya Ramadhan

Kamis, 03 November 2011

Haji di Tengah Konflik Dunia Arab

(Reuters) - Sebagai salah satu dari lima rukun Islam, ibadah haji diwajibkan bagi setiap Muslim yang secara fisik mampu melaksanakannya. Tapi musim haji tahun ini dibayangi dengan pergolakan di seluruh dunia Arab dan ketegangan antara Muslim Sunni Arab Saudi dan kekuatan Syiah Iran.

Sebagai tanah suci umat Islam, Arab Saudi dianggap sebagai pemelihara Islam dan merasa bertanggung jawab menjaga ibadah haji berlangsung damai saat umat Islam dari berbagai sekte berkumpul di tempat dan waktu yang sama.

Meskipun haji dimulai pada hari kedelapan bulan Dzul Hijja, yang tahun ini jatuh pada hari Jumat, 4 November, jamaah datang lebih awal untuk mengunjungi masjid suci di Mekkah dan Madinah, di mana Nabi Muhammad dimakamkan 1.400 tahun lalu.

Lebih dari 1,5 juta jamaah haji telah tiba di Mekkah dan otoritas Saudi telah berusaha untuk mencegah terulangnya insiden mematikan yang menodai musim haji di masa lalu seperti kebakaran, hotel runtuh, bentrokan polisi dengan pengunjuk rasa dan desak-desakan antar jamaah.

Tahun Penuh Cobaan

Di tengah bergolaknya Timur Tengah saat ini, Arab Saudi berjuang menghindari berbagai konflik yang menimpa dunia Arab, seperti tergulingnya pemimpin-pemimpin di Tunisia, Mesir dan Libya yang kemudian diikuti meletusnya pemberontakan bersenjata di Suriah, Yaman dan Bahrain.

Menghadapi gejolak dalam negeri Raja Abdullah tak hendak mengerahkan pasukannya untuk menghadapi massa penentangnya namun meredam protes serupa di Arab Saudi dengan mengeluarkan larangan demonstrasi serta menggelontorkan $ 130 miliar pada perumahan rakyat dan tunjangan sosial lainnya.

"Allah tidak menghendaki tanah suci menjadi tempat untuk sengketa, tawar-menawar ... atau menggunakannya untuk agenda-agenda politik atau berkhotbah sektarianisme yang memecah belah," Mufti Arab Saudi, Sheikh Abdulaziz Al al-Shaikh, mengatakan pekan lalu.

Riyadh mengkhawatirkan Iran di balik pemberontakan di negara tetangganya, Bahrain yang mayoritas penduduknya beraliran Syiah melawan monarki yang berhaluan Sunni. Juga dikatakan bahwa aksi kekerasan awal bulan ini oleh sebagian kecil pengikut Syiah sendiri yang telah dihasut oleh "kekuatan asing", ditafsirkan sebagai ancaman serius bagi Iran.

Awal bulan ini, Amerika Serikat membeberkan dua warga Iran telah merencanakan untuk membunuh duta besar Saudi di Washington dengan dukungan dari Teheran. Iran telah membantah tuduhan tersebut.

Pada bentrokan tahun 1987 antara jamaah haji Iran dan pasukan keamanan Saudi menyebabkan kematian ratusan orang.

Selama haji, polisi syariah Saudi berpatroli keliling kota suci untuk memastikan para jamaah beribadah menurut syariat Islam yang benar sesuai interpretasi Kerajaan Teluk itu.

"Apabila jaminan keamanan dan layanan, semuanya baik, masalahnya justru ada pada polisi syariah, mereka mengganggu kita saat beribadah," kata seorang ulama Syiah bersorban dari Irak.

"Sementara aku berdoa salah satu dari mereka memaksa saya membuka tangan untuk menyita serbet karena dia mengira aku sedang menggenggam tanah untuk berdoa di dalamnya ... sebagaimana tradisi Syiah" kata pria itu, dengan menambahkan bahwa beberapa buku-buku agamanya juga disita.

Dalam insiden terpisah, seorang ulama Syiah Kanada ditangkap dan kemudian dilepas setelah berkelahi dengan polisi syariah di Madinah.

Arab Saudi mengatakan tidak mendiskriminasi Syiah.

Ibadah Haji

Untuk mencegah terulangnya insiden seperti desak-desakan pada 2006 di mana ratusan jamaah meninggal, pihak berwenang Saudi telah berusaha keras untuk memperluas area utama haji dan meningkatkan sistem transportasi Mekah.

Masjid Haram adalah daya tarik utama bagi lebih dari 6 juta jamaah yang masuk Mekkah sepanjang tahun, dimana 2,5 – 3 juta jamaah berada pada musim haji.

Sebuah proyek perluasan akan meningkatkan kapasitas masjid guna menampung 2 juta jamaah dan membangun jembatan bagi pejalan kaki.

Wilayah Mekah di sekeliling Masjidil Haram juga sedang berubah, seperti gedung pencakar langit disiapkan untuk memenuhi gelombang besar pengunjung.

Bulan ini, para jamaah akan menikmati secara penuh kereta api senilai $ 1,8 miliar, yang tahun lalu diluncurkan hanya 30 persen dari kapasitas, untuk memudahkan transportasi jamaah ke tempat-tempat suci sekitar Mekah.

Dalam ritual haji, para jamaah harus melakukan ibadah haji selama tiga hari, para haji harus tawaf (berjalan) tujuh kali mengelilingi Ka'bah, bangunan berbentuk kubus di pusat Masjidil Haram, berdoa di Arafah Gunung terdekat dan ritual melempar setan dengan batu kerikil di tiga dinding jamarat.

Gigek, jamaah haji asal Turki, merasa bersukur bisa menikmati kesempatan yang biayanya lebih dari 2.700 euro ($ 3.800) ($ 1 = € 0,705) dengan menunggu cukup lama. "Banyak yang masih menunggu kesempatan mereka," katanya. "Saya sadar kesempatan ini tidak akan terulang lagi."

(Dilaporkan oleh Asma Alsharif; Editing oleh Angus McDowall dan Roger Atwood)

Sumber: http://in.reuters.com/article/2011/10/31/idINIndia-60224920111031

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.