وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

News

Jumat, 09 September 2011

Mufti Mekah di Pondok LDII

Syech Dr Abdullah Nasri Yahya Al Asiri, dosen sekaligus Mufti di Ma'had Haram Mekah, 7 April 2011 mengunjungi Pondok Pesantren LDII Wali Barokah Burengan Kediri. Didampingi Ustad Haji Muhammad Cholil Asari dan Ustad Haji Abdul Aziz Ridwan, Sheikh kelahiran Mekah 1979 ini berkeliling meninjau fasilitas Pondok termasuk melihat panorama kota Kediri dari menara Asmaulhusna. Ustad Haji Muhammad Cholil Asari dan Ustad Haji Abdul Aziz Ridwan adalah dua ulama muda LDII Lulusan Ma'had Haram yang juga murid Sheikh Abdullah.

Dalam kesempatan itu, Ustad Haji Muhammad Cholil Asari dan Ustad Haji Abdul Aziz Ridwan menerangkan sejarah perkembangan Pondok Walibarokah yang dirintis oleh Sheikh Nurhasan Al Ubaidah bin Abdul Aziz mulai tahun 1950. Dari Pondok LDII Burengan ini sejak itu telah disebar ribuan mubaligh dan mubalighot ke seluruh penjuru nusantara. Berbasis di salah satu Lembaga Pendidikan Agama Islam terbesar di Indonesia itu, atas pertolongan Allah, LDII sekarang telah menjadi lembaga dakwah Islam terpercaya di tanah air.

Di bawah kendali Prof. Dr KH Abdullah Syam MSc beserta jajarannya, dengan berpegang teguh pada kemurnian Kitabillah dan Sunnah Nabi, LDII kini menjelma menjadi salah satu organisasi Islam raksasa yang moderen di Indonesia. Dewan Pimpinan Pusat LDII saat ini telah tersebar membawahi 33 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII tingkat Propinsi, 432 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Tingkat Kota / Kabupaten, 1.500 Pengurus cabang (PC) LDII Tingkat Kecamatan dan 4.500 Pengurus Anak Cabang (PAC) LDII Tingkat Desa / Kelurahan serta mendapat dukungan penuh tidak kurang 15 juta orang jamaahnya.

1 komentar :

bloger mengatakan...

Askum. Alhamdulillah dengan perantara beliau saya merasakan manisnya iman, dan berjalas di garis yang benar menetapi QHJM sampai pol ajal pati. AJZKK

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Mufti Mekah di Pondok LDII

Syech Dr Abdullah Nasri Yahya Al Asiri, dosen sekaligus Mufti di Ma'had Haram Mekah, 7 April 2011 mengunjungi Pondok Pesantren LDII Wali Barokah Burengan Kediri. Didampingi Ustad Haji Muhammad Cholil Asari dan Ustad Haji Abdul Aziz Ridwan, Sheikh kelahiran Mekah 1979 ini berkeliling meninjau fasilitas Pondok termasuk melihat panorama kota Kediri dari menara Asmaulhusna. Ustad Haji Muhammad Cholil Asari dan Ustad Haji Abdul Aziz Ridwan adalah dua ulama muda LDII Lulusan Ma'had Haram yang juga murid Sheikh Abdullah.

Dalam kesempatan itu, Ustad Haji Muhammad Cholil Asari dan Ustad Haji Abdul Aziz Ridwan menerangkan sejarah perkembangan Pondok Walibarokah yang dirintis oleh Sheikh Nurhasan Al Ubaidah bin Abdul Aziz mulai tahun 1950. Dari Pondok LDII Burengan ini sejak itu telah disebar ribuan mubaligh dan mubalighot ke seluruh penjuru nusantara. Berbasis di salah satu Lembaga Pendidikan Agama Islam terbesar di Indonesia itu, atas pertolongan Allah, LDII sekarang telah menjadi lembaga dakwah Islam terpercaya di tanah air.

Di bawah kendali Prof. Dr KH Abdullah Syam MSc beserta jajarannya, dengan berpegang teguh pada kemurnian Kitabillah dan Sunnah Nabi, LDII kini menjelma menjadi salah satu organisasi Islam raksasa yang moderen di Indonesia. Dewan Pimpinan Pusat LDII saat ini telah tersebar membawahi 33 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII tingkat Propinsi, 432 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Tingkat Kota / Kabupaten, 1.500 Pengurus cabang (PC) LDII Tingkat Kecamatan dan 4.500 Pengurus Anak Cabang (PAC) LDII Tingkat Desa / Kelurahan serta mendapat dukungan penuh tidak kurang 15 juta orang jamaahnya.