وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

News

Rabu, 17 Agustus 2011

Puasa Bikin Panjang Umur

KOMPAS.com — Jadwal makan yang lebih terbatas saat berpuasa semestinya tidak dijadikan alasan untuk mengurangi rutinitas harian yang padat. Kita bisa terus beraktivitas seperti biasa, asalkan paham cara menyiasati pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi. Kuncinya: maksimalkan asupan nutrisi dan penuhi kebutuhan cairan agar sistem metabolisme tubuh tetap normal. Selain itu, puasa untuk menjaga pikiran senantiasa tajam dan badan tetap bugar. Minimal kita tidak lemas sehingga tidak menghambat aktivitas bekerja.

Selain dikenal sebagai ritual ibadah tahunan umat Muslim, puasa juga diyakini sebagai salah satu metode penyembuhan. Para ahli pengobatan dari Yunani meyakini, puasa dapat memperpanjang usia seseorang. Manfaat ini turut didukung oleh penelitian modern yang dilakukan sekelompok ahli dari Department of Biochemistry, Khyber Medical College, Peshawar di Pakistan. Mereka pernah mengamati 24 Muslim yang berpuasa selama bulan Ramadhan. Hasilnya, kadar kolesterol dan gula darah mereka turun secara signifikan.

"Berpuasa memberikan manfaat sehat bagi tubuh, yakni mengurangi beban kerja saluran pencernaan. Sehari-hari, kita seolah makan tanpa henti. Mulai dari makan pagi, ngemil, yang dilanjutkan dengan makan siang, kemudian mengunyah makanan ringan lain hingga akhirnya makan malam. Bahkan, terkadang kita masih mencari camilan untuk dimakan saat malam. Otomatis, saluran pencernaan tidak pernah berhenti bekerja," kata dr Grace Judio-Kahl, Msc, MH, CHt, konsultan dari klinik penurunan berat badan lightHOUSE di Jakarta.

Namun, manfaat sehat dari berpuasa tak akan terasa jika kita menerapkan strategi yang salah dalam melakoni ibadah ini. Misalnya, kita kalap saat berbuka puasa atau melewatkan sahur karena malas bangun atau merasa perut masih kenyang. Contoh lain, kita mengalami konstipasi yang disebabkan daerah usus tidak berkontraksi akibat berbagai organ dalam saluran pencernaan tidak bekerja selama kita puasa.

Pendek kata, jangan sampai kesalahan saat menerapkan puasa ini malah menghentikan tujuan dan makna dari puasa yang begitu indah. Setuju?
(Prevention Indonesia/Christina)

Sumber: http://health.kompas.com/read/2010/08/25/22214080/Puasa.Bikin.Panjang.Umur

2 komentar :

Putra Ahmadsyah Nasution mengatakan...

tulisannya bagus... tp bukankah usia sdh ditentukan oleh Allah ??benarkah puasa dpt memanjangkan usia ?

LDII Sidoarjo mengatakan...

Umur memang tetap, tapi dengan ibadah kepada Allah umur kita lebih barokah dan bermakna.Itu yang disebut panjang umur.

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Puasa Bikin Panjang Umur

KOMPAS.com — Jadwal makan yang lebih terbatas saat berpuasa semestinya tidak dijadikan alasan untuk mengurangi rutinitas harian yang padat. Kita bisa terus beraktivitas seperti biasa, asalkan paham cara menyiasati pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi. Kuncinya: maksimalkan asupan nutrisi dan penuhi kebutuhan cairan agar sistem metabolisme tubuh tetap normal. Selain itu, puasa untuk menjaga pikiran senantiasa tajam dan badan tetap bugar. Minimal kita tidak lemas sehingga tidak menghambat aktivitas bekerja.

Selain dikenal sebagai ritual ibadah tahunan umat Muslim, puasa juga diyakini sebagai salah satu metode penyembuhan. Para ahli pengobatan dari Yunani meyakini, puasa dapat memperpanjang usia seseorang. Manfaat ini turut didukung oleh penelitian modern yang dilakukan sekelompok ahli dari Department of Biochemistry, Khyber Medical College, Peshawar di Pakistan. Mereka pernah mengamati 24 Muslim yang berpuasa selama bulan Ramadhan. Hasilnya, kadar kolesterol dan gula darah mereka turun secara signifikan.

"Berpuasa memberikan manfaat sehat bagi tubuh, yakni mengurangi beban kerja saluran pencernaan. Sehari-hari, kita seolah makan tanpa henti. Mulai dari makan pagi, ngemil, yang dilanjutkan dengan makan siang, kemudian mengunyah makanan ringan lain hingga akhirnya makan malam. Bahkan, terkadang kita masih mencari camilan untuk dimakan saat malam. Otomatis, saluran pencernaan tidak pernah berhenti bekerja," kata dr Grace Judio-Kahl, Msc, MH, CHt, konsultan dari klinik penurunan berat badan lightHOUSE di Jakarta.

Namun, manfaat sehat dari berpuasa tak akan terasa jika kita menerapkan strategi yang salah dalam melakoni ibadah ini. Misalnya, kita kalap saat berbuka puasa atau melewatkan sahur karena malas bangun atau merasa perut masih kenyang. Contoh lain, kita mengalami konstipasi yang disebabkan daerah usus tidak berkontraksi akibat berbagai organ dalam saluran pencernaan tidak bekerja selama kita puasa.

Pendek kata, jangan sampai kesalahan saat menerapkan puasa ini malah menghentikan tujuan dan makna dari puasa yang begitu indah. Setuju?
(Prevention Indonesia/Christina)

Sumber: http://health.kompas.com/read/2010/08/25/22214080/Puasa.Bikin.Panjang.Umur