وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Jumat, 03 Juni 2011

SOLUSI MENGHADAPI FITNAHAN DI ZAMAN AKHIR

Pada Zaman akhir seperti ini banyak kita jumpai pengaruh, ajakan, rayuan dan bimbingan dalam masalah beribadah. Dan dalam hal ini banyak pengaruh yang mengarah kepada hal yang negative yang mana tidak sesuai dengan pedoman dasarnya Agama Islam Quran Hadits oleh karena itu Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengajak dan membimbing Masyarakat dalam hal beribadah yang benar dan berdasarkan Quran Hadits secara teori dan praktek, Adapun teorinya yaitu mengaji Quran Hadits yang biasa di lakukan setiap seminggu 2 (dua) kali di tingkat PAC, di tingkat PC sebulan 1 (satu) kali dan di tingkat DPD 1 (satu) kali dalam sebulan dan setelah mengaji baru di amalkan sesuai ilmu yang sudah di dapati dan di kuasai agar dalam melaksanakannya bisa Yaqin dan tau dasar dalilnya. Kenapa ini harus di bahas, di perhatikan dan di teliti..? ini di karenakan sabda Nabi yang mengatakan:
وَأَنَّ هَذِهِ الْمِلَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ، اثْنَتَانِ وَسَبْعِيْنَ فِيْ النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِيْ الْجَنَّةِ وَهِيَ الْجَمَاعَةُ * رواه سنن أبي داود
“Dan Sesungguhnya ini Agama akan terpecah belah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, Adapun yang 72 (tujuh puluh dua) golongan masuk Neraka dan yang 1 (satu) golongan masuk Surga Yaitu Jamaah (Golongan yang perpedoman Quran Hadits).” [HR. Abu Sunan Abu Daud]

Maka dari itu kita semua haruslah tau diri dan bisa untuk memilah dan memilih dalam hal mana yang benar, mana yang salah, mana yang bathal, mana yang suci dan mana yang Quran Hadits dan mana yang tidak. Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dalam hal apapun yang berkaitan dengan Agama terutama dalam hal Aqidah dan Rujukan di setiap Amalannya menggunakan pedoman yang sangat paten yaitu Al-Quran Al-Hadits untuk menghindari Amalan Bidah, Muspronya Amalan, di tolaknya Amalan dan sesatnya pendirian dan ini mengingatkan Sabda Nabi dalam Al Hadits:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم : تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ * رواه مالك في المؤطأ
“Nabi bersabda : Telah aku tinggalkan dua perkara yang mana kalian semua tidak akan pernah bisa tersesat selagi kalian mau berpegangan dengan keduanya yaitu Al Quran dan Al Hadits.” [HR. Malik fil Muatho’]

Dan untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan atau bahkan Fitnahan yang tersebar dan merajalela di Akhir Zaman ini LDII mempunyai solusi yang untuk mengantisipasi hal semua ini di antaranya yaitu I. Belajar, Mengajar dan Berlomba mencari kebagusan, II. Menetapi Shabar dan Jamaah, III. Menjahui Maksiat atau sejenisnya, IV. Mencari kejelasan berita (Tabayun khobar), Menjaga lisan dan Amar ma’ruf serta nahi ‘anil mungkar, dan V. Tidak suka keluyuran, Memperbanyak Thobat dan Berdo’a, berikut dalil-dalil yang yang menjadi dasar rujukan:

I. Belajar, Mengajar dan Berlomba mencari kebagusan.
التَّعَلُّمُ وَالتَّعْلِيْمُ والتَّسَابُقُ فِيْ الْخَيْرِ

عَنْ أَبِيْ سَعِيْدٍ أَنَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: تَعَلَّمُوْا الْعِلْمَ وعَلِّمُوْهُ النَّاسَ، وتَعَلَّمُوُا الْفَرَائِضَ وعَلِّمُوْهَا النَّاسَ، وتَعَلَّمُوُا الْقُرْآنَ وعَلِّمُوْهُ النَّاسَ، فَإِنِّيْ امْرُؤٌ مَقْبُوْضٌ وإِنَّ الْعِلْمَ سَيُقْبَضُ وتَظْهَرُ الْفِتَنُ حَتَّى يَخْتَلِفَ اْلإِثْنَانِ فِيْ الْفَرِيْضَةِ فَلا يَجِدَانِ أَحَدًا يَفْصِلُ بَيْنَهُمَا * رواه الدار قطني في كتاب الفرائض والسير وغير ذلك
“Dari Abu Said berkata: Sesungguhnya Nabi bersabda: Belajarlah kamu tentang ilmu dan mengajarkanlah kepada manusia, belajarlah kamu tentang Faroidh {ilmu pembagian harta waris} dan mengajarkanlah kamu kepada manusia, belajarlah kamu tentang Al Quran dan mengajarkanlah kamu kepada manusia, Maka sesungguhnya aku Nabi hanyalah seseorang yang akan mati, dan sesungguhnya ilmu akan di ambil dan Nampak beberapa Fitnahan sampai ada dua orang yang berselisih dalam sebuah kuwajiban dan keduanya tidak menjumpai seseoarang yang bisa menjelaskan kaepada keduanya.” [HR. Ad Daari Qithni]

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : بَادِرُوْا بِاْلأَعْمَالِ فِتَناً كَقِطَعِ اللَّيْلِ المُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِناً وَيُمْسِي كَافِراً وَيُمْسِي مُؤْمِناً, وَيُصْبِحُ كَافِراً يَبِيْعُ دِيْنَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا * رواه صحيح مسلم في كتاب الإيمان
“Dari Abi Hurairoh berkata: Sesungguhnya Nabi bersabda: Segeralah kamu beramal sebelum datangnya Fitnahan seperti potongan malam, terkadang waktu pagi masih iman dan sore jadi kafir, atau sebaliknya waktu sore masih iman dan pagi jadi kafir, yang akhirnya ada yang menjual agamanya dengan harta dunia.” [HR. Shohih Muslim]

II. Menetapi Shabar dan Jamaah.
مُلاَزَمَةُ الصَّبْرِ وَلُزُوْمِ الْجَمَاعَةِ

عَنِ الزُّبَيْرِ بْنِ عَدِيٍّ قَالَ أَتَيْنَا أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ فَشَكَوْنَا إِلَيْهِ مَا نَلْقَى مِنَ الحَجَّاجِ فَقَالَ: إصْبِرُوْا فَإِنَّهُ لاَ يَأْتِيْ عَلَيْكُمْ زَمَانٌ إِلاَّ الَّذِيْ بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ حَتَّى تَلْقَوْا رَبَّكُم سَمِعْتُهُ مِنْ نَبِيِّكُمْ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ * رواه صحيح البخاري في كتاب الفتن
“Dari Zuhri bin Adi berkata: aku datang kepada Anas bin Malik untuk melaporkan sesuatu yang kami jumpai dengan adanya kekejaman panglima Hajjat bin Yusuf, Anas berkata: Sabarlah kalian, ketahuilah sesungguhnya tidak akan datang suatu zaman yang lebih baik kecuali yang datang adalah zaman yang lebih jelek sampai kalian mati, hadits ini aku dengar dari Nabi.” [HR. Shohih Bukhori]

أَنَّهُ سَمِعَ حُذَيْفَةَ بْنَ الْيَمَانِ يَقُوْلُ : ... قُلْتُ : فَمَا تَأْمُرُنِيْ إِنْ أَدْرَكَنِيْ ذَلِكَ ؟ قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ المُسْلِمِيْنَ وَإِمَامَهُمْ * رواه صحيح البخاري في كتاب الفتن
“Khudaifah bin Yaman berkata: … Aku berkata: Apa yang harus aku perbuat jika aku menjumpai zaman yang jelek tersebut..? Nabi bersabda: tetapilah Jamaahnya mereka orang islam dan Imamnya.” [HR. Shohih Bukhori]

III. Menjahui Maksiat atau sejenisnya.
إجْتِنَابُ الْمَعَاصِيْ وَأَهْلِهَا

قَالَ اللهُ تَعَالَى : وَالشُّعَرَاءُ يَتَّبِعُهُمُ الْغَاوُونَ * سورة الشعراء ٢٢٤
“Alloh berfirman: Dan para Penyair (Penyanyi) akan di ikuti oleh para Pemaksiat.” [QS. Asy Syuarok 224]

عَنِ أَبِيْ الصَّهْبَاءِ الْبَكْرِيِّ أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللهِ بْنَ مَسْعُودٍ وَهُوَ يَسْأَلُ عَنْ هَذِهِ اْلآيَةِ: {وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِيْ لَهْوَ الْحَدِيْثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللهِ} سورة لقمان أية ٦ فَقَالَ عَبْدُ اللهِ: الْغِنَاءُ وَاللهِ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ، يُرَدِّدُهَا ثَلاَثَ مَرَّاتٍ * في تفسير إبن كثير
“Dari Abi Shohbak Al Bakri, dia mendengar dari Abdulloh bin mas’ud yang bertanya ayat 6 surat Luqman (Dan sebagian dari manusia ada orang yang membeli lahannya cerita maksudnya hal-hal yang bisa memalingkan dari ingat Alloh yang tak lain bertujuan untuk menyesatkan jauh dari ingat ke jalan Alloh), Maka Abdulloh berkata: Lahan hadits maksudnya adalah nyayian, Demi Alloh yang mana tidak ada tuhan selain Alloh, Nabi mengulangi ucapan tersebut sampai tiga kali.” [Tafsir Ibnu Katsir]

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: الرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ * رواه سنن أبي داود في كتاب الآدب (حسن)
“Dari Abu Hurairoh berkata: Sesungguhnya Nabi bersabda: Sesungguhnya seorang laki-laki itu di lihat agamanya dari kekasihnya, maka jika ingin melihat agamanya sesorang maka lihatlah kekasihnya.” [HR. Sunan Abu Daud]

IV. Mencari kejelasan berita (Tabayun khobar), Menjaga lisan dan Amar ma’ruf serta nahi ‘anil munkar.
التَّثَبُّتُ فِيْ اْلأَخْبَارِ وَحِفْظُ اللِّسَانِ واْلأَمْرُ بِالْمَعْرُوْفِ وَالنَّهْيُ عَنِ الْمُنْكَرِ

قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوْا أَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِيْنَ * سورة الحجرات ٦
“Alloh berfirman: Hai orang-orang yang beriman jika ada orang munafek yang datang kepada kalian dengan membawa sebuah kabar atau cerita, Maka mencarilah kejelasan kalian yang bertujuan agar kalian tidak menjatuhkan atau menuduh seseorang dengan dasar kebodohan, yang akhirnya menjadikan penyesalan di kemudian hari atas perbuatanmu.” [QS. Al Hujurot Ayat 6]

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوْشِكَنَّ اللهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْ عِنْدِهِ ثُمَّ لَتَدْعُنَّهُ فَلاَ يَسْتَجِيْبُ لَكُمْ * رواه أحمد
“Dari Hudaifah bin Yaman berkata: Sesungguhnya Nabi bersabda: Demi Alloh Perintahlah kalian dengan kebaikan dan cegahlah kalian pada kemunkaran atau kalau kalian tidak mau Alloh akan mengirim siksa untuk kalian dari sisinya kemudian kalian berdoa dan doa kalian tidak di kabulkan.” [HR. Ahmad]

V. Tidak suka keluyuran, Memperbanyak Thobat dan Berdo’a.
لُزُوْمُ الْبُيُوْتِ وَاْلإِكْثَارُ بِالْتَوْبَةِ وَالدُعَاءِ

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ : قُلْتُ : يَا رَسُوْلَ الهِ مَا النَّجَاةُ..؟ قَالَ : أَمْلِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ وَلْيَسَعْكَ بَيْتُكَ وَابْكِ عَلَى خَطِيئَتِكَ * رواه سنن الترمذي في كتاب الزهد الألباني صحيح
“Dari Uqbah bin Amir berkata: Aku berkata kepada Nabi, Ya Rosullulloh apa yang di maksud An Najah..? Nabi bersabda: Tahanlah mulutmu (Jangan banyak omong yang tidak manfaat), Luaskanlah rumahmu (Tidak banyak keluyuran yang tidak manfaat), dan menangislah atas semua dosa yang kamu perbuat.” [HR. Sunan At Tirmidzi]

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ المَسِيْحِ الدَّجَّالِ * رواه صحيح البخاري عن أبي هريرة في كتاب الجنائز
“Ya Alloh sesungguhnya Aku berlindung dari siksa qubur, siksa neraka, fitnahnya hidup dan mati, dan fitnahnya kerusakannya dajal.” [HR. Shohih Bukhori]

1 komentar :

Andri Maulana mengatakan...

Nasihat yang mnggugah , , , , Alhamdulillah Jazakumulloh Khoiro

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

SOLUSI MENGHADAPI FITNAHAN DI ZAMAN AKHIR

Pada Zaman akhir seperti ini banyak kita jumpai pengaruh, ajakan, rayuan dan bimbingan dalam masalah beribadah. Dan dalam hal ini banyak pengaruh yang mengarah kepada hal yang negative yang mana tidak sesuai dengan pedoman dasarnya Agama Islam Quran Hadits oleh karena itu Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengajak dan membimbing Masyarakat dalam hal beribadah yang benar dan berdasarkan Quran Hadits secara teori dan praktek, Adapun teorinya yaitu mengaji Quran Hadits yang biasa di lakukan setiap seminggu 2 (dua) kali di tingkat PAC, di tingkat PC sebulan 1 (satu) kali dan di tingkat DPD 1 (satu) kali dalam sebulan dan setelah mengaji baru di amalkan sesuai ilmu yang sudah di dapati dan di kuasai agar dalam melaksanakannya bisa Yaqin dan tau dasar dalilnya. Kenapa ini harus di bahas, di perhatikan dan di teliti..? ini di karenakan sabda Nabi yang mengatakan:
وَأَنَّ هَذِهِ الْمِلَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ، اثْنَتَانِ وَسَبْعِيْنَ فِيْ النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِيْ الْجَنَّةِ وَهِيَ الْجَمَاعَةُ * رواه سنن أبي داود
“Dan Sesungguhnya ini Agama akan terpecah belah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, Adapun yang 72 (tujuh puluh dua) golongan masuk Neraka dan yang 1 (satu) golongan masuk Surga Yaitu Jamaah (Golongan yang perpedoman Quran Hadits).” [HR. Abu Sunan Abu Daud]

Maka dari itu kita semua haruslah tau diri dan bisa untuk memilah dan memilih dalam hal mana yang benar, mana yang salah, mana yang bathal, mana yang suci dan mana yang Quran Hadits dan mana yang tidak. Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dalam hal apapun yang berkaitan dengan Agama terutama dalam hal Aqidah dan Rujukan di setiap Amalannya menggunakan pedoman yang sangat paten yaitu Al-Quran Al-Hadits untuk menghindari Amalan Bidah, Muspronya Amalan, di tolaknya Amalan dan sesatnya pendirian dan ini mengingatkan Sabda Nabi dalam Al Hadits:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم : تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ * رواه مالك في المؤطأ
“Nabi bersabda : Telah aku tinggalkan dua perkara yang mana kalian semua tidak akan pernah bisa tersesat selagi kalian mau berpegangan dengan keduanya yaitu Al Quran dan Al Hadits.” [HR. Malik fil Muatho’]

Dan untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan atau bahkan Fitnahan yang tersebar dan merajalela di Akhir Zaman ini LDII mempunyai solusi yang untuk mengantisipasi hal semua ini di antaranya yaitu I. Belajar, Mengajar dan Berlomba mencari kebagusan, II. Menetapi Shabar dan Jamaah, III. Menjahui Maksiat atau sejenisnya, IV. Mencari kejelasan berita (Tabayun khobar), Menjaga lisan dan Amar ma’ruf serta nahi ‘anil mungkar, dan V. Tidak suka keluyuran, Memperbanyak Thobat dan Berdo’a, berikut dalil-dalil yang yang menjadi dasar rujukan:

I. Belajar, Mengajar dan Berlomba mencari kebagusan.
التَّعَلُّمُ وَالتَّعْلِيْمُ والتَّسَابُقُ فِيْ الْخَيْرِ

عَنْ أَبِيْ سَعِيْدٍ أَنَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: تَعَلَّمُوْا الْعِلْمَ وعَلِّمُوْهُ النَّاسَ، وتَعَلَّمُوُا الْفَرَائِضَ وعَلِّمُوْهَا النَّاسَ، وتَعَلَّمُوُا الْقُرْآنَ وعَلِّمُوْهُ النَّاسَ، فَإِنِّيْ امْرُؤٌ مَقْبُوْضٌ وإِنَّ الْعِلْمَ سَيُقْبَضُ وتَظْهَرُ الْفِتَنُ حَتَّى يَخْتَلِفَ اْلإِثْنَانِ فِيْ الْفَرِيْضَةِ فَلا يَجِدَانِ أَحَدًا يَفْصِلُ بَيْنَهُمَا * رواه الدار قطني في كتاب الفرائض والسير وغير ذلك
“Dari Abu Said berkata: Sesungguhnya Nabi bersabda: Belajarlah kamu tentang ilmu dan mengajarkanlah kepada manusia, belajarlah kamu tentang Faroidh {ilmu pembagian harta waris} dan mengajarkanlah kamu kepada manusia, belajarlah kamu tentang Al Quran dan mengajarkanlah kamu kepada manusia, Maka sesungguhnya aku Nabi hanyalah seseorang yang akan mati, dan sesungguhnya ilmu akan di ambil dan Nampak beberapa Fitnahan sampai ada dua orang yang berselisih dalam sebuah kuwajiban dan keduanya tidak menjumpai seseoarang yang bisa menjelaskan kaepada keduanya.” [HR. Ad Daari Qithni]

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : بَادِرُوْا بِاْلأَعْمَالِ فِتَناً كَقِطَعِ اللَّيْلِ المُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِناً وَيُمْسِي كَافِراً وَيُمْسِي مُؤْمِناً, وَيُصْبِحُ كَافِراً يَبِيْعُ دِيْنَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا * رواه صحيح مسلم في كتاب الإيمان
“Dari Abi Hurairoh berkata: Sesungguhnya Nabi bersabda: Segeralah kamu beramal sebelum datangnya Fitnahan seperti potongan malam, terkadang waktu pagi masih iman dan sore jadi kafir, atau sebaliknya waktu sore masih iman dan pagi jadi kafir, yang akhirnya ada yang menjual agamanya dengan harta dunia.” [HR. Shohih Muslim]

II. Menetapi Shabar dan Jamaah.
مُلاَزَمَةُ الصَّبْرِ وَلُزُوْمِ الْجَمَاعَةِ

عَنِ الزُّبَيْرِ بْنِ عَدِيٍّ قَالَ أَتَيْنَا أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ فَشَكَوْنَا إِلَيْهِ مَا نَلْقَى مِنَ الحَجَّاجِ فَقَالَ: إصْبِرُوْا فَإِنَّهُ لاَ يَأْتِيْ عَلَيْكُمْ زَمَانٌ إِلاَّ الَّذِيْ بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ حَتَّى تَلْقَوْا رَبَّكُم سَمِعْتُهُ مِنْ نَبِيِّكُمْ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ * رواه صحيح البخاري في كتاب الفتن
“Dari Zuhri bin Adi berkata: aku datang kepada Anas bin Malik untuk melaporkan sesuatu yang kami jumpai dengan adanya kekejaman panglima Hajjat bin Yusuf, Anas berkata: Sabarlah kalian, ketahuilah sesungguhnya tidak akan datang suatu zaman yang lebih baik kecuali yang datang adalah zaman yang lebih jelek sampai kalian mati, hadits ini aku dengar dari Nabi.” [HR. Shohih Bukhori]

أَنَّهُ سَمِعَ حُذَيْفَةَ بْنَ الْيَمَانِ يَقُوْلُ : ... قُلْتُ : فَمَا تَأْمُرُنِيْ إِنْ أَدْرَكَنِيْ ذَلِكَ ؟ قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ المُسْلِمِيْنَ وَإِمَامَهُمْ * رواه صحيح البخاري في كتاب الفتن
“Khudaifah bin Yaman berkata: … Aku berkata: Apa yang harus aku perbuat jika aku menjumpai zaman yang jelek tersebut..? Nabi bersabda: tetapilah Jamaahnya mereka orang islam dan Imamnya.” [HR. Shohih Bukhori]

III. Menjahui Maksiat atau sejenisnya.
إجْتِنَابُ الْمَعَاصِيْ وَأَهْلِهَا

قَالَ اللهُ تَعَالَى : وَالشُّعَرَاءُ يَتَّبِعُهُمُ الْغَاوُونَ * سورة الشعراء ٢٢٤
“Alloh berfirman: Dan para Penyair (Penyanyi) akan di ikuti oleh para Pemaksiat.” [QS. Asy Syuarok 224]

عَنِ أَبِيْ الصَّهْبَاءِ الْبَكْرِيِّ أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللهِ بْنَ مَسْعُودٍ وَهُوَ يَسْأَلُ عَنْ هَذِهِ اْلآيَةِ: {وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِيْ لَهْوَ الْحَدِيْثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللهِ} سورة لقمان أية ٦ فَقَالَ عَبْدُ اللهِ: الْغِنَاءُ وَاللهِ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ، يُرَدِّدُهَا ثَلاَثَ مَرَّاتٍ * في تفسير إبن كثير
“Dari Abi Shohbak Al Bakri, dia mendengar dari Abdulloh bin mas’ud yang bertanya ayat 6 surat Luqman (Dan sebagian dari manusia ada orang yang membeli lahannya cerita maksudnya hal-hal yang bisa memalingkan dari ingat Alloh yang tak lain bertujuan untuk menyesatkan jauh dari ingat ke jalan Alloh), Maka Abdulloh berkata: Lahan hadits maksudnya adalah nyayian, Demi Alloh yang mana tidak ada tuhan selain Alloh, Nabi mengulangi ucapan tersebut sampai tiga kali.” [Tafsir Ibnu Katsir]

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: الرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ * رواه سنن أبي داود في كتاب الآدب (حسن)
“Dari Abu Hurairoh berkata: Sesungguhnya Nabi bersabda: Sesungguhnya seorang laki-laki itu di lihat agamanya dari kekasihnya, maka jika ingin melihat agamanya sesorang maka lihatlah kekasihnya.” [HR. Sunan Abu Daud]

IV. Mencari kejelasan berita (Tabayun khobar), Menjaga lisan dan Amar ma’ruf serta nahi ‘anil munkar.
التَّثَبُّتُ فِيْ اْلأَخْبَارِ وَحِفْظُ اللِّسَانِ واْلأَمْرُ بِالْمَعْرُوْفِ وَالنَّهْيُ عَنِ الْمُنْكَرِ

قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوْا أَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِيْنَ * سورة الحجرات ٦
“Alloh berfirman: Hai orang-orang yang beriman jika ada orang munafek yang datang kepada kalian dengan membawa sebuah kabar atau cerita, Maka mencarilah kejelasan kalian yang bertujuan agar kalian tidak menjatuhkan atau menuduh seseorang dengan dasar kebodohan, yang akhirnya menjadikan penyesalan di kemudian hari atas perbuatanmu.” [QS. Al Hujurot Ayat 6]

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوْشِكَنَّ اللهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْ عِنْدِهِ ثُمَّ لَتَدْعُنَّهُ فَلاَ يَسْتَجِيْبُ لَكُمْ * رواه أحمد
“Dari Hudaifah bin Yaman berkata: Sesungguhnya Nabi bersabda: Demi Alloh Perintahlah kalian dengan kebaikan dan cegahlah kalian pada kemunkaran atau kalau kalian tidak mau Alloh akan mengirim siksa untuk kalian dari sisinya kemudian kalian berdoa dan doa kalian tidak di kabulkan.” [HR. Ahmad]

V. Tidak suka keluyuran, Memperbanyak Thobat dan Berdo’a.
لُزُوْمُ الْبُيُوْتِ وَاْلإِكْثَارُ بِالْتَوْبَةِ وَالدُعَاءِ

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ : قُلْتُ : يَا رَسُوْلَ الهِ مَا النَّجَاةُ..؟ قَالَ : أَمْلِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ وَلْيَسَعْكَ بَيْتُكَ وَابْكِ عَلَى خَطِيئَتِكَ * رواه سنن الترمذي في كتاب الزهد الألباني صحيح
“Dari Uqbah bin Amir berkata: Aku berkata kepada Nabi, Ya Rosullulloh apa yang di maksud An Najah..? Nabi bersabda: Tahanlah mulutmu (Jangan banyak omong yang tidak manfaat), Luaskanlah rumahmu (Tidak banyak keluyuran yang tidak manfaat), dan menangislah atas semua dosa yang kamu perbuat.” [HR. Sunan At Tirmidzi]

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ المَسِيْحِ الدَّجَّالِ * رواه صحيح البخاري عن أبي هريرة في كتاب الجنائز
“Ya Alloh sesungguhnya Aku berlindung dari siksa qubur, siksa neraka, fitnahnya hidup dan mati, dan fitnahnya kerusakannya dajal.” [HR. Shohih Bukhori]