وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

News

Senin, 27 Juni 2011

LIMA PROGRAM DALAM BERIBADAH

I. Ngaji, II. Ngamal, III. Bela, IV. Jama’ah, V. Ta’at adalah Program Ibadah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di dalam menjalankan Ibadah yang berdasarkan Al-Quran dan Al-Hadits yang sesuai Sunnah Rosullulloh Muhammad, Dalam hal ini LDII mengutamakan Ngaji terlebih dahulu di karenakan dengan kita ngaji akan tau mana yang benar dan mana yang salah, mana yang Haq dan mana yang Bathal, mana yang Sah dan mana yang tidak Sah (Muspro), mana yang sesuai Quran Hadits dan mana yang tidak sesuai Quran hadits, dan mana yang di terima Alloh dan mana yang di Tolak, ini semua berdasarkan Al-Quran dan Al-Hadits :
قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوتُوْا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ... الأية . سورة المجادلة ١١
“Alloh yang maha luhur berfirman : Alloh mengangkat Derajatnya orang-orang yang beriman dan orang-orang yang mempunyai ilmu.” [QS. Al-Mujadalah Ayat 11]

قَالَ اللهُ تَعَالَى : وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً . سورة الإسراء أية ٣٦
“Alloh yang maha luhur berfirman : Dan janganlah kamu mengerjakan sesuatu Amalan yang mana kamu belum tau ilmunya, ketahuilah sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan penghayatan, kesemuanya itu pasti akan di pertanyakan kegunaannya.” [QS. Al-Isrok Ayat 36]

عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعَلَّمَهُ . رواه صحيح البخاري
“Dari Nabi bersabda : Sebaik-baiknya kalian adalah orang yang mana mau belajar dan mengajarkan Al-Quran.” [HR. Shohih Al-Buqori]

I. NGAJI عَلَّمُ الْعِلْمِ

Mengaji atau mencari ilmu Agama yang benar adalah mengaji yang memakai Metoda ilmu Mangkul, Maksudnya Pindahnya ilmu dari Guru kepada Murid, Guru membaca dan Murid mendengar sampai mengerti (faham), jelas dan tau apa yang di maksud dengan ilmu yang di kaji tersebut. Dan kebanyakan yang ada pada saat ini adalah seseorang yang membeli maupun pergi ke Perpustakaan kemudian membaca dan di artikan atau di terjemahkan dengan logika dan Opininya sendiri tanpa ada penjelasan dari seorang Guru dan Metoda atau cara yang seperti ini menimbulkan Opini dan Pandangan tentang ilmu Agama yang salah dan Akhirnya timbul Golongan-Golongan garis keras yang mengatas namakan Agama, padahal Agama tidak mengajarkan demikian, Berdasarkan dalil :
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ قَالَ فِيْ كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ بِرَأْيِهِ فَأَصَابَ فَقَدْ أَخْطَأَ . رواه سنن أبو داود
“Nabi bersabda : Barang siapa yang berkata di dalam urusan Kitab Alloh dengan dasar Logikanya sendiri (Rokyu) ternyata benar, Maka tetap di katakana salah.” [HR. Sunan Abu Daud]

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ قَالَ فِيْ القُرْآنِ بِغَيْرِ عِلْمٍ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ . رواه سنن الترمذي «هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ»
“Nabi bersabda : Barang siapa yang berkata di dalam urusan Kitab Alloh dengan dasar selain tanpa ilmu, Maka hendaklah kelak menempati tempatnya di Neraka.” [HR. Sunan At Tirmidzi]

قَالَ اللهُ تَعَالَى : ادْعُ إِلَى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ أَحْسَنُ ... الأية . سورة النحل أية ١٢٥
“Alloh berfirman : Mengajaklah kamu kejalan Alloh dengan cara Khikmah, Nasehat yang baik dan Berikan hujjah kepada mereka dengan yang lebih baik.” [QS. An Nahl Ayat 125]

II. NGAMAL عَمَلُ الْصَالِحِ

Mengamal adalah mengerjakan sesuatu di dalam agama yang sudah tau ilmunya sehingga dalam mengerjakannya Yaqin dan Faham betul dasar, cara dan pedomannya saat mengerjakannya selain itu kita yang tau dasar dalilnya dalam mengerjakan tidak akan terpengaruh oleh sesuatu yang membuat kita terpengaruh. Kita di haruskan untuk beramal di karenakan tingkatan Surga kita tergantung dari amalan yang kita kerjakan, berdasarkan dalil :
قَالَ اللهُ تَعَالَى : وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ . سورة الزخروف أية ٧٢
“Alloh berfirman : Dan demikian itu adalah Surga yang di wariskan untuk kalian sebab Amalan yang telah kalian kerjakan.” [QS. Az Zukhruf Ayat 72]

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ . رواه صحيح البخاري وصحيح مسلم
“Sesungguhnya Nabi bersabda: Barang siapa yang mengerjakan suatu amalan yang mana dalam mengerjakannya tanpa ada perkaraku Nabi (Tanpa dasar Quran Hadits), Maka amalan tersebut pasti akan di tolak.” [HR. Shohih Al Bukhori Dan Shohih Muslim]

III. BELA جَاهِدُ الْسَبِيْلِ اللهِ


Bela adalah ngeragati atau bandani dan membantu sesuatu agar bisa lancar, berjalan dan bisa di gunakan. Dalam hal membelapun bisa lewat tenaga, pikiran ataupun harta berdasarkan dalil :
انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ . سورة التوبة أية ٤١
“Alloh berfirman : Berangkatlah kamu sekalian dengan keadaan ringan maupun berat baik dengan hartamu maupun dengan dirimu di dalam Sabillillah, demikian itu lebih baik bagimu jika kamu semua mengetahuinya.” [QS. At Taubah Ayat 41]

Maka dari itu pentingnya membela adalah tak lain agar dalam mengaji maupun beramal bisa lancar dan bisa terealisasikan dalam kehidupan sehari-hari, dan dalam hal ini biasanya terasa sulit dan berat dalam menjalani akan tetapi kalau kita menyadarinya pasti dalam menjalankan bisa dengan Ikhlas dan Senang karena apa segala sesuatu kalau tidak ada pembelaan yang pasti tidak akan tercapai apa yang kita harapkan misal membandani atau membiayai anak agar bisa lulus sekolah adalah mengeluarkan tenaga, pikiran, waktu dan harta biar bisa lulus apa yang di cita-citakan anak dan orang tuanya begitu pula dalam segi Agama.

IV. Sambung / Berjamaah الْجَمَاعَةُ


Sambung adalah tidak putus dan yang di maksud ialah menyambungkan diri kepada Alloh dan Rosul dengan cara memperbanyak mengaji agar tau apa yan di kehendaki, di perintahkan dan di larang oleh Alloh dan rosullulloh. Kata sambung kalau di gunakan dalam hal berkomunikasi yang pasti Informasi dan Kabar yang ada akan di terima sesuai dengan aslinya begitu pula dalam Agama kalau sambung berarti apa yang kita kerjakan dalam kehidupan sehari-hari pas dan sesuai dengan isi Quran dan Hadist. Selain karena sambung kita bisa rukun, yang sebelumnya ada perbedaan kita cari persamaan agar bisa saling menerima dan bisa searah sesuai dengan Firman Alloh dalam Al-Quran :
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًا وَلاَ تَفَرَّقُوْا وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ . سورة آل عمران أية ١٠٣
“Dan berpeganganlah kamu sekalian dengan Agama Alloh dengan cara berjamaah, Dan janganlah kalian berpecabela dan ingatlah kalian semua dengan nikmat Alloh yang telah di berikan kepada kalian, Ketika itu kalian bermusuh-musuhan akhirnya Alloh mendamaikan hati kalian dan akhirnya kalian menjadi bersaudara karena Nikmat Alloh, Dan sebelum kalian beriman kalian berada di pinggir jurang neraka akhirnya Alloh menyelamatkan kalian dari pinggir jurang neraka, Demikian itulah Alloh menerangkan Ayatnya agar kalian mendapatkan Hidayah.” [QS. Ali Imron Ayat 103]

V. Taat الطَّاعَةُ


Taat adalah mematuhi semua atuaran, Kalau dalam Agama berarti mematuhi Peraturan Alloh, Rosul dan dalam bermasyarakat berarti peraturan pemerintah yang Sah yang berdasar UUD 1945 dan Pancasila, Kalau perintah Alloh dan Rosul di jalankan sekuat tenaga, menjahui larangan sejauh-jauhnya dan percaya terhadap semua cerita yang ada baik dalam Al-Quran dan Hadits Nabi yang Shohih. Berdasarkan firman Alloh dalam Al-Quran dan sabda Nabi dalam Al-Hadits :
وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ . سورة النساء أية ١٣
“Dan barang siapa yang mau taat kepada Alloh dan Rosulnya (menjalankan perintahnya, menjauhi larangannya, dan percaya dengan ceritanya baik dalam Al-Quran maupun dalam Al-Ahdits), Maka Alloh akan memasukkan orang tersebut kedalam surge.” [QS. An-Nisak Ayat 13]

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا . سورة الأحزاب أية ٧١
“Dan barang siapa yang mau taat kepada Alloh dan Rosulnya (menjalankan perintahnya, menjauhi larangannya, dan percaya dengan ceritanya baik dalam Al-Quran maupun dalam Al-Ahdits), Maka orang tersebut sungguh beruntung dengan keuntungan yang besar.” [QS. Al-Akhzab Ayat 71]

1 komentar :

Anonim mengatakan...

waah .. boleh juga nih mas admin ... bisa mengingatkan kita semua , aljkhr

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

LIMA PROGRAM DALAM BERIBADAH

I. Ngaji, II. Ngamal, III. Bela, IV. Jama’ah, V. Ta’at adalah Program Ibadah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di dalam menjalankan Ibadah yang berdasarkan Al-Quran dan Al-Hadits yang sesuai Sunnah Rosullulloh Muhammad, Dalam hal ini LDII mengutamakan Ngaji terlebih dahulu di karenakan dengan kita ngaji akan tau mana yang benar dan mana yang salah, mana yang Haq dan mana yang Bathal, mana yang Sah dan mana yang tidak Sah (Muspro), mana yang sesuai Quran Hadits dan mana yang tidak sesuai Quran hadits, dan mana yang di terima Alloh dan mana yang di Tolak, ini semua berdasarkan Al-Quran dan Al-Hadits :
قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوتُوْا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ... الأية . سورة المجادلة ١١
“Alloh yang maha luhur berfirman : Alloh mengangkat Derajatnya orang-orang yang beriman dan orang-orang yang mempunyai ilmu.” [QS. Al-Mujadalah Ayat 11]

قَالَ اللهُ تَعَالَى : وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً . سورة الإسراء أية ٣٦
“Alloh yang maha luhur berfirman : Dan janganlah kamu mengerjakan sesuatu Amalan yang mana kamu belum tau ilmunya, ketahuilah sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan penghayatan, kesemuanya itu pasti akan di pertanyakan kegunaannya.” [QS. Al-Isrok Ayat 36]

عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعَلَّمَهُ . رواه صحيح البخاري
“Dari Nabi bersabda : Sebaik-baiknya kalian adalah orang yang mana mau belajar dan mengajarkan Al-Quran.” [HR. Shohih Al-Buqori]

I. NGAJI عَلَّمُ الْعِلْمِ

Mengaji atau mencari ilmu Agama yang benar adalah mengaji yang memakai Metoda ilmu Mangkul, Maksudnya Pindahnya ilmu dari Guru kepada Murid, Guru membaca dan Murid mendengar sampai mengerti (faham), jelas dan tau apa yang di maksud dengan ilmu yang di kaji tersebut. Dan kebanyakan yang ada pada saat ini adalah seseorang yang membeli maupun pergi ke Perpustakaan kemudian membaca dan di artikan atau di terjemahkan dengan logika dan Opininya sendiri tanpa ada penjelasan dari seorang Guru dan Metoda atau cara yang seperti ini menimbulkan Opini dan Pandangan tentang ilmu Agama yang salah dan Akhirnya timbul Golongan-Golongan garis keras yang mengatas namakan Agama, padahal Agama tidak mengajarkan demikian, Berdasarkan dalil :
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ قَالَ فِيْ كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ بِرَأْيِهِ فَأَصَابَ فَقَدْ أَخْطَأَ . رواه سنن أبو داود
“Nabi bersabda : Barang siapa yang berkata di dalam urusan Kitab Alloh dengan dasar Logikanya sendiri (Rokyu) ternyata benar, Maka tetap di katakana salah.” [HR. Sunan Abu Daud]

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ قَالَ فِيْ القُرْآنِ بِغَيْرِ عِلْمٍ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ . رواه سنن الترمذي «هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ»
“Nabi bersabda : Barang siapa yang berkata di dalam urusan Kitab Alloh dengan dasar selain tanpa ilmu, Maka hendaklah kelak menempati tempatnya di Neraka.” [HR. Sunan At Tirmidzi]

قَالَ اللهُ تَعَالَى : ادْعُ إِلَى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ أَحْسَنُ ... الأية . سورة النحل أية ١٢٥
“Alloh berfirman : Mengajaklah kamu kejalan Alloh dengan cara Khikmah, Nasehat yang baik dan Berikan hujjah kepada mereka dengan yang lebih baik.” [QS. An Nahl Ayat 125]

II. NGAMAL عَمَلُ الْصَالِحِ

Mengamal adalah mengerjakan sesuatu di dalam agama yang sudah tau ilmunya sehingga dalam mengerjakannya Yaqin dan Faham betul dasar, cara dan pedomannya saat mengerjakannya selain itu kita yang tau dasar dalilnya dalam mengerjakan tidak akan terpengaruh oleh sesuatu yang membuat kita terpengaruh. Kita di haruskan untuk beramal di karenakan tingkatan Surga kita tergantung dari amalan yang kita kerjakan, berdasarkan dalil :
قَالَ اللهُ تَعَالَى : وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ . سورة الزخروف أية ٧٢
“Alloh berfirman : Dan demikian itu adalah Surga yang di wariskan untuk kalian sebab Amalan yang telah kalian kerjakan.” [QS. Az Zukhruf Ayat 72]

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ . رواه صحيح البخاري وصحيح مسلم
“Sesungguhnya Nabi bersabda: Barang siapa yang mengerjakan suatu amalan yang mana dalam mengerjakannya tanpa ada perkaraku Nabi (Tanpa dasar Quran Hadits), Maka amalan tersebut pasti akan di tolak.” [HR. Shohih Al Bukhori Dan Shohih Muslim]

III. BELA جَاهِدُ الْسَبِيْلِ اللهِ


Bela adalah ngeragati atau bandani dan membantu sesuatu agar bisa lancar, berjalan dan bisa di gunakan. Dalam hal membelapun bisa lewat tenaga, pikiran ataupun harta berdasarkan dalil :
انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ . سورة التوبة أية ٤١
“Alloh berfirman : Berangkatlah kamu sekalian dengan keadaan ringan maupun berat baik dengan hartamu maupun dengan dirimu di dalam Sabillillah, demikian itu lebih baik bagimu jika kamu semua mengetahuinya.” [QS. At Taubah Ayat 41]

Maka dari itu pentingnya membela adalah tak lain agar dalam mengaji maupun beramal bisa lancar dan bisa terealisasikan dalam kehidupan sehari-hari, dan dalam hal ini biasanya terasa sulit dan berat dalam menjalani akan tetapi kalau kita menyadarinya pasti dalam menjalankan bisa dengan Ikhlas dan Senang karena apa segala sesuatu kalau tidak ada pembelaan yang pasti tidak akan tercapai apa yang kita harapkan misal membandani atau membiayai anak agar bisa lulus sekolah adalah mengeluarkan tenaga, pikiran, waktu dan harta biar bisa lulus apa yang di cita-citakan anak dan orang tuanya begitu pula dalam segi Agama.

IV. Sambung / Berjamaah الْجَمَاعَةُ


Sambung adalah tidak putus dan yang di maksud ialah menyambungkan diri kepada Alloh dan Rosul dengan cara memperbanyak mengaji agar tau apa yan di kehendaki, di perintahkan dan di larang oleh Alloh dan rosullulloh. Kata sambung kalau di gunakan dalam hal berkomunikasi yang pasti Informasi dan Kabar yang ada akan di terima sesuai dengan aslinya begitu pula dalam Agama kalau sambung berarti apa yang kita kerjakan dalam kehidupan sehari-hari pas dan sesuai dengan isi Quran dan Hadist. Selain karena sambung kita bisa rukun, yang sebelumnya ada perbedaan kita cari persamaan agar bisa saling menerima dan bisa searah sesuai dengan Firman Alloh dalam Al-Quran :
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًا وَلاَ تَفَرَّقُوْا وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ . سورة آل عمران أية ١٠٣
“Dan berpeganganlah kamu sekalian dengan Agama Alloh dengan cara berjamaah, Dan janganlah kalian berpecabela dan ingatlah kalian semua dengan nikmat Alloh yang telah di berikan kepada kalian, Ketika itu kalian bermusuh-musuhan akhirnya Alloh mendamaikan hati kalian dan akhirnya kalian menjadi bersaudara karena Nikmat Alloh, Dan sebelum kalian beriman kalian berada di pinggir jurang neraka akhirnya Alloh menyelamatkan kalian dari pinggir jurang neraka, Demikian itulah Alloh menerangkan Ayatnya agar kalian mendapatkan Hidayah.” [QS. Ali Imron Ayat 103]

V. Taat الطَّاعَةُ


Taat adalah mematuhi semua atuaran, Kalau dalam Agama berarti mematuhi Peraturan Alloh, Rosul dan dalam bermasyarakat berarti peraturan pemerintah yang Sah yang berdasar UUD 1945 dan Pancasila, Kalau perintah Alloh dan Rosul di jalankan sekuat tenaga, menjahui larangan sejauh-jauhnya dan percaya terhadap semua cerita yang ada baik dalam Al-Quran dan Hadits Nabi yang Shohih. Berdasarkan firman Alloh dalam Al-Quran dan sabda Nabi dalam Al-Hadits :
وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ . سورة النساء أية ١٣
“Dan barang siapa yang mau taat kepada Alloh dan Rosulnya (menjalankan perintahnya, menjauhi larangannya, dan percaya dengan ceritanya baik dalam Al-Quran maupun dalam Al-Ahdits), Maka Alloh akan memasukkan orang tersebut kedalam surge.” [QS. An-Nisak Ayat 13]

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا . سورة الأحزاب أية ٧١
“Dan barang siapa yang mau taat kepada Alloh dan Rosulnya (menjalankan perintahnya, menjauhi larangannya, dan percaya dengan ceritanya baik dalam Al-Quran maupun dalam Al-Ahdits), Maka orang tersebut sungguh beruntung dengan keuntungan yang besar.” [QS. Al-Akhzab Ayat 71]