وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* القران سورة آل عمران ١٠٤
“Dan jadilah kamu sekalian bagian dari umat yang menyerukan kebajikan dan mengajak yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung [Quran Surat Ali Imron, ayat 104]

Instagram

Sabtu, 28 Mei 2011

Anak Aset Paling Berharga Bagi Orang Tua

Kewajiban utama orang tua kepada anak-anaknya adalah memberikan pendidikan agama semaksimal mungkin agar menjadi anak sholeh. Anak Sholeh adalah anak yang tekun dan tertib beribadah, taat kepada Allah, taat kepada Rasulullah dan taat kepada kedua orang tua. Seorang anak sholeh juga berperilaku sopan, hormat dan mengagungkan pada orang tuanya. Anak sholeh merupakan salah satu bentuk amal jariyah orang tua. Doa anak sholeh bagi kedua orang tuanya yang sudah meninggal diterima dan dikabulkan oleh Allah. Anak sholeh dapat mengangkat nama dan derajat orang tua, di dunia maupun di Akhirat.

Sebaliknya, anak yang tidak memiliki kefahaman agama yang kuat akan menjadi anak durhaka, tidak memiliki budi pekerti yang baik dan tidak bisa hormat pada orang tua. Seorang anak yang tidak beriman tidak bisa mendoakan orang tua. Anak durhaka akan mejatuhkan nama baik orang tua dan di akherat menyeret orang tua masuk neraka. Karenanya disebutkan dalam Al-Quran bahwa anak dapat menjadi musuh bagi orang tua karena bisa menghambat orang tua masuk surga.

Sabtu 21 Mei 2011, dua orang penerobos (penasehat) LDII datang ke Sidoarjo untuk memberikan nasehat dan pembekalan tentang pendidikan anak mulai caberawit, ABG dan remaja. Pembinaan Generasi Penerus mendapat prioritas utama dalam Lembaga Dakwah Islam Indonesia saat ini. Sesi pertama Ustad Haji Zaenal Muchid dari Pondok Wali Barokah kediri membacakan dalil-dalil Quran dan hadist tentang wajibnya membina anak yang dilanjutkan dengan nasehat pemantapan dan pengarahan oleh Haji Semoga Jaya dari Pondok Sabilurrosyidin Surabaya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (14) إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ (15)
Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu bisa menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.
[Al-Quran surat At-Taghobun ayat 14 -15]

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ (9)
Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.
[Al-Quran surat Munafikun ayat 9]

242 - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ وَهْبِ بْنِ عَطِيَّةَ قَالَ: حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ قَالَ: حَدَّثَنَا مَرْزُوقُ بْنُ أَبِي الْهُذَيْلِ قَالَ: حَدَّثَنِي الزُّهْرِيُّ قَالَ: حَدَّثَنِي أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الْأَغَرُّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ، وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ، وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ، أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ، أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ، أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ، أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ، يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ»
رواه ابن ماجه افتتاح الكتاب في الإيمان وفضائل الصحابة والعلم
...Rasulullah SAW bersabda,"Sesungguhnya apa-apa yang menyusul orang iman dari amalan dan kebagusan setelah ia meninggal, (adalah) ilmu yang dia ajarkan dan sebarkan, anak sholeh yang ia tinggalkan dan catatan (ilmu agama) yang ia wariskan, atau masjid yang ia bangun atau bangunan untuk ibnu sabil (musafir), atau sungai yang ia alirkan, shodakoh yang ia keluarkan dari hartanya dalam keadaan sehat dan hidupnya (semua itu) menyusul pada orang iman setelah matinya".
[Hadist Ibnu Majah No. 242 Kitab Pembukaan tentang Iman dan keutamaan shahabat nabi muhammad saw dan Ilmu]

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan topik artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi. Alhamdulillah jazakumullohu khoiron.

Anak Aset Paling Berharga Bagi Orang Tua

Kewajiban utama orang tua kepada anak-anaknya adalah memberikan pendidikan agama semaksimal mungkin agar menjadi anak sholeh. Anak Sholeh adalah anak yang tekun dan tertib beribadah, taat kepada Allah, taat kepada Rasulullah dan taat kepada kedua orang tua. Seorang anak sholeh juga berperilaku sopan, hormat dan mengagungkan pada orang tuanya. Anak sholeh merupakan salah satu bentuk amal jariyah orang tua. Doa anak sholeh bagi kedua orang tuanya yang sudah meninggal diterima dan dikabulkan oleh Allah. Anak sholeh dapat mengangkat nama dan derajat orang tua, di dunia maupun di Akhirat.

Sebaliknya, anak yang tidak memiliki kefahaman agama yang kuat akan menjadi anak durhaka, tidak memiliki budi pekerti yang baik dan tidak bisa hormat pada orang tua. Seorang anak yang tidak beriman tidak bisa mendoakan orang tua. Anak durhaka akan mejatuhkan nama baik orang tua dan di akherat menyeret orang tua masuk neraka. Karenanya disebutkan dalam Al-Quran bahwa anak dapat menjadi musuh bagi orang tua karena bisa menghambat orang tua masuk surga.

Sabtu 21 Mei 2011, dua orang penerobos (penasehat) LDII datang ke Sidoarjo untuk memberikan nasehat dan pembekalan tentang pendidikan anak mulai caberawit, ABG dan remaja. Pembinaan Generasi Penerus mendapat prioritas utama dalam Lembaga Dakwah Islam Indonesia saat ini. Sesi pertama Ustad Haji Zaenal Muchid dari Pondok Wali Barokah kediri membacakan dalil-dalil Quran dan hadist tentang wajibnya membina anak yang dilanjutkan dengan nasehat pemantapan dan pengarahan oleh Haji Semoga Jaya dari Pondok Sabilurrosyidin Surabaya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (14) إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ (15)
Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu bisa menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.
[Al-Quran surat At-Taghobun ayat 14 -15]

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ (9)
Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.
[Al-Quran surat Munafikun ayat 9]

242 - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ وَهْبِ بْنِ عَطِيَّةَ قَالَ: حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ قَالَ: حَدَّثَنَا مَرْزُوقُ بْنُ أَبِي الْهُذَيْلِ قَالَ: حَدَّثَنِي الزُّهْرِيُّ قَالَ: حَدَّثَنِي أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الْأَغَرُّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ، وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ، وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ، أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ، أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ، أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ، أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ، يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ»
رواه ابن ماجه افتتاح الكتاب في الإيمان وفضائل الصحابة والعلم
...Rasulullah SAW bersabda,"Sesungguhnya apa-apa yang menyusul orang iman dari amalan dan kebagusan setelah ia meninggal, (adalah) ilmu yang dia ajarkan dan sebarkan, anak sholeh yang ia tinggalkan dan catatan (ilmu agama) yang ia wariskan, atau masjid yang ia bangun atau bangunan untuk ibnu sabil (musafir), atau sungai yang ia alirkan, shodakoh yang ia keluarkan dari hartanya dalam keadaan sehat dan hidupnya (semua itu) menyusul pada orang iman setelah matinya".
[Hadist Ibnu Majah No. 242 Kitab Pembukaan tentang Iman dan keutamaan shahabat nabi muhammad saw dan Ilmu]